Sabtu, 13 Maret 2021

Cara Makan Jaman Susah 'Curfew' Covid19

Aturan Dari Pemerintah Cukup Jelas
Tidak Boleh Kumpul Dan Duduk Makan Di Restaurant

Hari ini adalah hari ke 5 sejak diberlakukannya 'Partial Curfew' 7 Mar 2021. Kalau di Indonesia kira kira sama dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) akibat meningkatnya pasien tertular Covid19.  Sejak setahun yang lalu saat awal virus covid19 merebak, sudah beberapa kali pemerintah Kuwait melakukan Total Curfew, Partial Curfew dan bikin peraturan macam macam yang intinya melarang warga untuk kumpul kumpul.

Warga Kuwait Cukup Cerdas
Makan Di Mobil Dan Parkir Tertib Ditempat Parkir

Karena larangan kali ini hanya Partial Curfew, maka hanya berlaku mulai jam 17:00 PM - 05:00 AM (Kalau di Indonesia lebih tepat kita sebut Jam Malam). Artinya, malam hari tidak ada aktifitas apapun, semua harus tutup baik mall, toko dan juga restaurant. Akibatnya malam hari jalan raya sepi kecuali ambulance dan patroli polisi saja yang boleh lalu lalang kemanapun. Denda KD 10000 (hampir Rp 500 Juta) bagi yang ketangkap melanggar jam malam. 

Kaca Mobil Diberi Tanda Nomor
Biar Nggak Salah Kirim Pesanan Makanan

Tapi siang hari aktifitas terlihat normal, karyawan masuk kantor dibatasi 30 % saja, fasilitas umum banyak yang tidak boleh beroperasi. Restaurant terkena dampak juga yaitu tidak boleh menerima konsumen, yang diijinkan hanya 'take away' saja. Pesan lewat telpon, lewat aplikasi Talabat dan Carriage (semacam Go Food kalau di Indonesia), aplikasi V-Thru (Virtual Drive Thru) atau drive thru langsung tanpa duduk didalam restaurant. Sangsinya sangat berat bagi restaurant kalau menerima konsumen, bisa ditutup selamanya.

Jadi Tempat Piknik Baru
Yang Penting Makan Di Mobil Sendiri

Tapi, orang orang di Kuwait sini banyak yang cerdas cerdas juga. Yang dilarang kan cuma duduk duduk dan makan di restaurant,  'take away' kan jelas diijinkan. Makan di mobil tidak ada larangan juga, yang dilarang kan duduk duduk makan di rumput sambil nggelar tikar. Karena peraturan dari pemerintah tersebut banyak bolong bolongnya,  dan mudah dipelesetkan maka akibatnya pemandangan tempat parkir jadi lain daripada biasanya. Tempat Parkir sekarang banyak yang berubah seperti Tempat Wisata Baru.

Polisi Bingung, Mau Ngusir
Tapi Kok Tertib Parkir Di Tempat Parkir

Polisi mau menegakkan aturan pasti bingung juga, aturan mana yang dilanggar. Tidak ada satupun yang melakukan pelanggaran duduk duduk makan didalam restaurant, tidak ada juga yang duduk di rumput nggelar tikar lebih dari 4 orang semuanya tertib parkir  ditempat parkir dan makan didalam mobil masing masing. 

Wisata Baru Saat Curfew

Sudah setahun ini saya mengamati aturan pemerintah yang berhubungan dengan penanganan Covid19. Sering sekali berubah ubah setiap saat.  Jangan jangan, sebentar lagi aturan 'Take Away' dan makan di restaurant ini akan direvisi juga.  Kayaknya sih bakalan direvisi, karena sekarang tempat parkir sudah berubah jadi seperti tempat wisata baru. 

Menunya Dikurangi Disesuaikan Dengan
Ukuran Kardus - Pantas Lebih Murah

Pesanan Diantar Ke Mobil
Mengikuti Protokol Kesehatan

Bayar Juga Di Mobil
Pakai Sarung Tangan, Masker Dan
Disediakan Hand Sanitizer

Inovative, Pesan Dan Parkir
Banyak Restaurant Yang Tutup Karena
Tidak Bisa Ngakali Aturan Pemerintah

Semua Pesanan Makanan Disajikan Dalam
Box Kertas/Plastik, Sayang Ukurannya Kecil

Sedikit, Beda Dengan Sebelumnya
Disesuaikan Dengan Ukuran Box Makanan
Harganya Juga Lebih Murah

Makanan Pesanan Datang
Inovative, Pakai Baki Kertas Kartun

Minuman Pesanan Datang
Inovative, Pakai Gelas Plastik
Baca Juga :

Jumat, 05 Maret 2021

Jalan Jalan Keliling Egaila

Mobil Tetanggaku Parkir Didepan Rumah
Untungnya Nggak Ada Maling Spion Di Kuwait

Secara umum, saya bisa mengatakan di Kuwait tidak ada maling. Jarang sekali terdengar ada orang kemalingan mobil atau ada rumah yang kemasukan maling. Bukan berarti di Kuwait tidak ada kriminalitas sama sekali, jelas pernah ada. Dinegara manapun pasti selalu ada kejadian kriminal. Kuwait itu negaranya kecil sekali, mungkin hal ini yang menyebabkan orang enggan nyolong. Sangat susah untuk melarikan diri. Mau kabur ke Timur ada laut, kearah lain ada gurun kering kerontang. Belum lagi pemeriksaan ketat di 'Border' perbatasan dengan negara tetangga yang hanya beberapa puluh kilometer saja.

Belakang Rumahku Di Egaila
Mobil Hanya Dipuruk Purukkan Terbuka

Saat musim dingin seperti sekarang ini, saya sering sekali jogging, jalan kaki keliling sekitar rumah di Egaila. Nah, dari aktifitas jalan kaki ini saya sering memperhatikan rumah tetangga. Banyak sekali barang yang menurut saya sangat berharga diletakkan begitu saja didepan pintu, di halaman bahkan di luar rumah tanpa sedikitpun ada rasa khawatir akan dicuri maling.

Rumah Kuwait Tidak Ada Tempat Parkir Tertutup
Semua Mobil Diparkir Di Depan Rumah Terbuka

Barang paling berharga versi orang Indonesia adalah 'Mobil'. Di Kuwait mobil semewah apapun cukup  diparkir didepan rumah begitu saja. Tidak ada garasi tertutup seperti rumah rumah di Indonesia. Mobil di Kuwait juga tidak ada yang dipasangi alarm seperti umumnya mobil mobil di Indonesia. Jadi seandainya saja saya mau iseng mengimport Maling dari Indonesia, saya bisa pastikan dengan mudah akan 'Panen Besar'. Minimal panen spion mobil, kalau perlu mobilnya sekalian dibawa kabur.  Kebayang nggak, berapa keuntungan bisa didapat seandainya bisa ngimport Maling masuk Kuwait.


Ini Trotoar Dekat Rumahku
Biasanya Mobil Diparkir Di Trotoar Ini
Tanpa Alarm Dan Tidak Dikunci Karena
Mobil Dijual - Calon Pembeli Bebas Melihat

Selain nggak ada Maling, sebenarnya Tukang Parkir dan Pak Ogah juga tidak ada sama sekali di Kuwait. Jadi bisa jadi peluang juga sebenarnya kalau bisa ngimport Tukang Parkir dan Pak Ogah dari tanah air. Jangan kaget, sudah merupakan hal biasa kalau kita melihat parkir mobil malang melintang berantakan dimana mana diseluruh penjuru Kuwait.

Suasana Pagi Hari Di Egaila
Banyak Mobil Diparkir Di Trotoar Tanpa Dikunci

Ada juga barang 'menarik'  selain Mobil didepan rumah rumah Kuwaitis yang kemungkinan kalau di Indonesia sudah hilang disikat maling. Barang tersebut adalah Tempat Minum dan perlengkapannya. Ada yang berupa box kotak dengan keran air yang difilter dan didinginkan lengkap dengan gelas artistik dari bahan silver atau logam kuning keemasan. Perhatikan photo photo tempat minum gratis ini dibawah. Inilah bentuk kepedulian dan sumbangsih pemilik rumah terhadap siapapun yang melintas didepan rumah. Sangat bermanfaat terutama sebagai penyegar tenggorokan saat musim panas tiba. 

Co-Ops Dekat Rumahku
Cukup Jalan Kaki Atau Naik Sepeda
Untuk Belanja Sehari Hari

Saya sendiri sering sekali ketinggalan barang diluar rumah. Pernah beberapa kali tas, dompet atau barang belanjaan saya ketinggalan diatas kap mesin mobil didepan rumah. Saya lupa saat itu dan langsung masuk rumah dan tidur sampai esok pagi. Tidak berubah letaknya meskipun baru ketahuan sekitar jam 11 siang setelah ribut dan gaduh mencari didalam rumah.

Rumah Kuwait Itu Ada Dua Pintu
Satu Pintu Menuju Diwaniya (Ruang Tamu)
Satu Pintu Lagi Hanya Untuk Keluarga

Yang paling sering kalau ada kiriman barang dari teman, kiriman paket dari tanah air atau paket beli barang online dan lain lain. Courier yang membawa akan menilpun terlebih dahulu menginformasikan barang sudah datang dan sudah diletakkan dimeja depan pintu. Aman, belum pernah sekalipun saya mendengar ada barang paket hilang setelah diletakkan didepan pintu.

Mobil Di Kuwait Semewah Apapun
Jarang Dicuci Dan Selalu Dijemur
Sst, Pemilik Rumah Ikut Pilkada

Di Depan Rumah Kuwait Selalu Ada
Tempat Air Minum Gratis
Kadang Ada Kurma, Gula Dan Kopi Gratis

Tempat Minum Gratis Ini Sumbangan
Pemilik Rumah. Ada Yang Lengkap
Dengan Gelas Bagus

Rumah Kuwait Besar Besar
Yang Lantai Atas Biasanya Untuk Disewakan

Bentuk Tempat Minum Bermacam Macam
Gratis Buat Siapapun Yang Lewat

Air Minum Didepan Rumah Ini
Sangat Bermanfaat Saat Musim Panas

Terkadang Tuan Rumah Meletakkan
Kurma Dan Makanan Disekitar Tempat Minum


Bentuk Tempat Minum Banyak
Yang Bagus Dan Mewah

Minggu, 28 Februari 2021

Setahun Covid19 - Sepinya Airport

Kuwait International Airport
Setahun Setelah Covid19 Pandemi

Saat ini bulan February 2021, berarti sudah setahun sejak Virus Covid19 menyebar ke segala penjuru dunia. Terus terang saya merasa sedih sekali menjadi bagian dari sejarah dunia ini. Saya menyaksikan dan mengalami sendiri berbagai macam perubahan yang terjadi di masyarakat. Baik perubahan  berbagai macam aktifitas ekonomi, sosial dan apapun dalam kehidupan sehari hari .

Kuwait International Airport
February 2021

Minggu pertama February 2021, saya bulatkan tekad untuk pulang ke Indonesia begitu saya tahu ada penerbangan ke Indonesia. Airport Kuwait sempat ditutup berbulan bulan sebelumnya untuk mencegah virus Covid19 masuk. Saat ini sedang dibuka sementara dengan aturan ketat dari pemerintah yang sering berubah ubah setiap saat.  Maskapai yang diijinkan terbang dan mendarat di Kuwait juga sangat terbatas.
 
Tanda Baru Di Airport Kuwait
Jalur PCR, Jalur Transfer Dan Menuju Imigrasi

Sedih, Deg degan, Kaget, Terkejut campur aduk jadi satu. Bandara International Kuwait yang biasanya selalu ramai ternyata sekarang sepinya luar biasa. Berubah total dibanding saat kunjungan saya terakhir sebelum pandemi setahun lalu. Kursi kursi di ruang tunggu sekarang diberi penyekat kaca, lantai dipasang sticker petunjuk untuk test PCR, kursi kursi ditata berjarak untuk check in dan cek passport imigrasi, sebelumnya berdiri desak desakan.

Kuwait Airport Sepi

Ada juga yang cukup mengejutkan dan membuat saya bangga sambil cengar cengir senyum sendiri. Apa itu ? Satu pesawat Airbus saya pakai sendiri. Saya betul betul merasakan bagaimana rasanya punya pesawat pribadi. Sebenarnya ada beberapa penumpang lain, tapi jaraknya sangat berjauhan. Pemerintah Kuwait memberi syarat ketat semua pesawat hanya boleh membawa penumpang maksimum 35 % dari seluruh kapasitas tempat duduk. Kenyataannya, susah untuk mendapat penumpang sebanyak itu saat grafik korban covid19 masih menanjak naik terus.

Pesawat Qatar Airways Kosong Melompong

Hamad International Airport, Doha Qatar juga sama saja sepinya. Kalau mau sebenarnya bisa saja saya salto, koprol dan guling guling disepanjang walkway bandara International ini.  Sangat berbeda suasananya dengan saat masih normal sebelum pandemi setahun lalu. Toko toko Duty Free  hampir semua nggak ada yang buka. Porter dan Cleaning Service yang biasanya banyak terlihat saat ini menghilang semua entah kemana.

Hamad International Airport Doha Qatar

Tiba di Terminal Kedatangan International Soetta, Cengkareng juga sama saja, sangat sepi sekali. Keluar dari imigrasi sudah ditunggu petugas yang siap melakukan test PCR dan harus mengikuti proses untuk karantina 5 hari. Tinggal pilih, mau karantina gratis di Wisma Atlet Kemayoran atau di Hotel  sesuai pilihan dan bayar sendiri.

Walkway Doha Airport Qatar

Jelas saya pilih karantina di Hotel, lha wong pesawat Airbus Kuwait - Jakarta saja bisa saya pakai sendiri, masak Hotel megah nggak bisa saya pakai sendiri. Hotelnya juga kosong melompong. Betul betul saya merasa jadi 'Hoorang Khayaah', pesawat Airbus saya pakai sendiri, Hotel Bintang 5 serasa saya pakai sendiri juga. Kapan lagi bisa 'punya' pesawat pribadi dan Hotel pribadi. Jadi 'Hoorang Khayaah' memang hueeenak.

Nemu Hoorang Khayaaa Di Doha Airport
Beda 'Pesawat Pribadi'

Menyedihkan, Discount sampai 35 %
Tapi Nggak Ada Penumpang - Tutup
Deh Duty Free Store

Hanya Ada 2 Pramugari Yang Terlihat

Kedatangan International Bandara
Soetta Jakarta

Soetta Cengkareng - Tinggal Pilih Mau
Karantina Gratis Di Wisma Atlet Atau
Di Hotel Bayar Sendiri

Test PCR Dan Karantina Di Hotel
Wyndham Jakarta

Photo Dulu Dengan Perawat
Yang Bertugas Di Hotel Wyndham Jakarta

Kursi Kursi Tunggu Diberi
Pembatas

Kursi Antrian Cek Imigrasi
Biasanya Berdiri

Baca Juga :

Sabtu, 02 Januari 2021

Jelajah Desa, Melihat Tiang Listrik Di Perancis

Tiang Dan Kabel Listrik Centang Perentang
Ini Di Baronnies Provencales Perancis

Mari saya ajak anda jalan jalan ke Perancis. Kali ini jalan jalannya ke Baronnies Provencales, kira kira kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya Provinsi Baronnies. Jangan membayangkan luas provinsi di Perancis itu sama dengan luas Jawa Barat, Jawa Tengah atau luas provinsi lain di Indonesia, salah besar. Propinsi di Perancis itu kira kira hanya setara dengan kabupaten atau bahkan kecamatan saja kalau di Indonesia.

Perancis Guys, Hari Gini Masih Pakai
Tiang Listrik Kayu

Jangan membayangkan juga Perancis itu serba gemerlap, ada juga yang gelap gulita. Tiang Listrik di Perancis itu banyak yang 'kadaluarsa' dan tidak terlihat satupun ada yang megah seperti Eiffel Tower di Paris. Tiang Listrik dan kabel kabel kabel listrik umumnya sama saja amburadulnya seperti di desa desa di Indonesia.  Malah tiang dan kabel listrik pedesaan di Indonesia jauh lebih  bagus terbuat dari besi dan beton dan juga tertata lebih rapi. Jarang terlihat kabel melintang jalan utama sangat rendah sekali hampir menyentuh tanah..

Tiang Listriknya Kayu Ada Penyangganya
Kabelnya Melintang Di Jalan Rendah

Kalau kita baca berita berita yang bertebaran di tanah air, youtube, medsos tentang Perancis, rasanya hebat sekali system kelistrikannya. Misalnya berita berita tentang pembangkit listrik Reaktor Nuklir, pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga matahari dan lain lain. Kenyataannya, tidak terlihat sama sekali hal tersebut di Baronnies Provencales  dan pedesaan lain disekitarnya.

Desa Cornillon - Tiang Listriknya 
Masih Kayu Guys

Jadi, terkadang pemberitaan itu sengaja dibuat setinggi langit. Dan pembaca yang belum pernah ke negara tersebut akan percaya begitu saja apa yang ditulis dan diberitakan. Oleh karena itu, kalau anda bepergian ke negara lain misalnya Perancis, cobalah sekali kali jalan sendiri tanpa harus dipandu tour guide. Sewa mobil lengkap dengan GPS adalah yang terbaik untuk mengenal negara lain apa adanya. Bukan hanya mengunjungi obyek wisata, kota tujuan wisata atau ibukota negara saja, kuno kalau anda melakukan hal seperti itu.

Bentuk Tiang Listrik Kayunya Unik
Pedesaan Di Indonesia Aja Sudah Tidak Ada
Yang Pakai Tiang Listrik Kayu Sekarang

Memprihatinkan Sekali Guys
Perancis Belum Bisa Bikin Tiang Listrik Beton

Kelihatannya Listrik Di Pedesaan Perancis
Byar Pet Juga

Banyak Sekali Kabel Yang Melintang Jalan
Truk Bisa Tersangkut Kabel Listrik

Tiangnya Masih Kayu Guys
Peninggalan Napoleon Bonaparte

Naik Sepeda Juga Ternyata Warga Desa
Saya Kira Orang Perancis Naiknya Peugeot

Kira Kira Giliran Mati Listrik berapa Kali
Sebulan Ya Di Pedesaan Perancis

Tiang Listrik Di Perancis Ternyata
Mereng Ke Kiri Dan Ke Kanan Juga

Kabel Listriknya Rendah Kali Guys
Hampir Nyentuh Tanah

Perancis Ngirit Juga, Tiang Listriknya
Selang Seling Besi Dan Kayu, Ganti Tiang
Beton Semua Aja Kenapa Seperti Indonesia

Jalan Desa, Tiang Listriknya Banyak Yang
Melintang Jalan Menuju Rumah Penduduk


Baca Juga :