Tampilkan postingan dengan label Liburan-Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Spanyol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2025

Belanja Kedinginan Di La Roca Village

Bus Berangkat Dari Terminal Barcelona Nord

La Roca Village itu semacam 'Sorga Belanja' emak emak. Istilah keren dikalangan emak emak pelaku dan penggemar 'Jastip' adalah Outlet Village. Isinya toko toko brand ternama dengan harga diskon, letaknya diluar kota Barcelona, Spanyol.

Buka Mulai Jam 10 Pagi Sampai Jam 10 Malam

Dari terminal Barcelona Nord, gampang banget ke sana. Cukup beli ticket bus di loket, nunggu bus datang, ngantri masuk bus dan duduk diam sambil ngantuk. Hanya sekitar 45 menit perjalanan,  langsung deh nyampai ke tujuan. Lanjut jalan kaki sekitar 3-5 menit dari parkiran bus, udah deh nyampai ke La Roca Village yang terkenal dengan barang barang branded dengan harga discount dan masih dikurangi pula tax refund 10 % di airport nanti. Langsung jiwa emak emak saya meronta ronta ingin cari untung menjadi 'JASTIP' saat itu juga.

Enak Buat Jalan Jalan Meskipun Kedinginan
Nah, awal January 2025 yang lalu saya nyobain kesana. Bayangin, cuaca sangat dingin sekali tapi semangat belanja menyala membuat langkah saya begitu mantap. Sebenarnya sih, terburu buru karena takut beku saat dijalan menuju Terminal Barcelona Nord.

Sarapan Dulu Sambil Kedinginan
Begitu masuk melewati pintu gerbang utama, suasananya kayak desa / kota kecil di Eropa, tidak seperti toko toko mewah di Mall. Jalanan rapi, rumah rumah dikiri kanan jalan difungsikan sebagai etalase dan toko toko kece berjajar, lampu lampu di jalan dan diruko sangat enak untuk dipandang. Suasananya yang membuat 'hangat' meskipun udara masih 8 derajat Celcius dan membuat jari jari tangan saya kaku seperti stick ice cream.

Suasana Seperti Desa Desa Eropa
Bedanya, Rumah dijadikan Toko Semua
Masuk ke toko pertama langsung ketemu dengan tulisan merah 'SALE', '20 % OFF', 'DISCOUNT' dan semacamnya. Dompet suami langsung bergetar, mulut suami juga sudah mulai berbunyi dengan nada dering polyphonicnya. Minta keluar dia. Untung diluar sedang dingin dinginnya, masuk kembali dan mbuntuti terus sekarang.

Sepi Karena Sangat Dingin Sekali Diluar
Lebih Baik Didalam Toko
Jiwa 'JASTIP' saya membara. Tapi, alih alih mborong tas branded, saya malah fokus berburu syal dan jaket. Prioritas hidup memang lebih utama agar bisa lanjut jalan jalan ke toko lain. Ditengah jalan jalan keluar masuk toko, saya sempatkan mampir ke restaurant untuk sarapan meskipun jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang. Celakanya, restaurannya outdoor. Hot Chocolate yang saya pesan tidak terasa nikmat karena dingin hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Lumayan, Bisa Nenteng Belanjaan

Setelah sarapan, lanjut lagi keluar masuk toko. Tentu saja saya kalah dengan jebakan discount. Pulang pulang saya bawa tas belanja kece berisi beberapa barang discount. Satu tas lagi saya khususkan untuk suami tercinta yang telah mbayari semua belanjaan hari ini. Cukup satu bungkus 'Churros' dan cemilan hangat untuk 'Ayang' ku tercinta.
Jalan Kaki Dari Parkiran Bus
3 Menit Saja Dah Nyampai

Saatnya Pulang
Baca Juga :

Jumat, 11 Desember 2020

Jelajah Desa Melihat Bule Nyari Kayu

Bule Perancis - Ternyata Cara Ngangkut Kayu
Sama Saja Dengan Di Indonesia

Saya sering sekali melakukan perjalanan darat dengan mobil sewaan ke segala penjuru Eropa Di negara manapun di Eropa baik dari utara ke selatan sampai barat ke timur. Terkadang lewat jalan utama dan terkadang lewat jalan 'kerbau' karena terlalu percaya dengan GPS dan Google Map. Apa yang saya saksikan sepanjang jalan sama persis dengan apa yang sehari hari  kita saksikan di Indonesia.

Kayu Kecil Dan Ranting Ranting Pohon
Di Gendong Di Punggung - Lokasi Gavarnie

Salah satu yang menarik yang pernah saya saksikan adalah cara bule Eropa mencari kayu. Ternyata sama persis dengan di Indonesia. Mereka masuk ke hutan bawa parang dan gergaji mesin kecil lalu mulai nebang pohon dan ranting ranting pohon, diikat lalu digendong di punggung. Nggak ada bedanya dengan 'Mbok Jamu' di tanah air.


Blusukan Bro Sampai Ke Desa Dan Kampung
Kalau Mau Tahu Kehidupan Sehari Hari Eropa

Saya tidak tahu sama sekali, kenapa kebanyakan kayu kayu yang saya jumpai teronggok dipinggir jalan ukurannya kecil kecil. Rata rata diameternya sekitar 10 - 15 cm sudah ditebang dan banyak yang dipotong kecil kecil. Apakah karena cara ngangkutnya dari hutan masih tradisional dengan cara digendong seperti 'Mbok Jamu' atau karena alasan lain.

Kayu Dipotong Kecil Kecil Dan
Dikumpulkan Dipinggir Jalan

Kayu yang ukurannya besar juga ada dan cukup banyak disepanjang jalan yang berdekatan dengan hutan. Tapi warnanya sudah kusam dan secara sepintas terlihat banyak yang sudah mulai lapuk bagian luarnya. Heran juga saya, kenapa setelah ditebang tidak segera dibawa ke pabrik pengolahan untuk dijadikan furniture yang berguna dan punya nilai ekonomis tinggi.

Kayu Yang Besar Juga Diletakkan
Dipinggir Jalan Berbulan Bulan

Sempat saya berpikiran yang bukan bukan, jangan jangan karena lokasinya yang jauh di pelosok dan tidak ada pengawasan maka sebenarnya apa yang saya saksikan tersebut adalah 'Kayu Sitaan Polisi'. Siapa tahu kan, nggak mungkin rasanya  ada kayu ditebang lalu cuma dijemur dipinggir jalan berbulan bulan tidak bergerak.

Saya Nggak Tahu
Ditumpuk Seperti Ini Mungkin Karena Nyolong 

Kalau dugaan saya benar, berarti bule bule yang saya saksikan keluar masuk hutan sedang nggendong potongan kayu tadi sebenarnya adalah 'Maling Kayu'. Masak petugas kehutanan jalan kaki nggendong kayu keluar masuk hutan berkali kali. Atau barangkali penduduk desa terdekat sedang cari kayu untuk masak. Ah, nggak mungkin juga kan katanya Eropa negara maju dan kaya raya.

Satu Persatu Kayu Hasil Nebang Pohon
Di Hutan Dikumpulkan Dipinggir Jalan

Untuk apa mereka nyolong kayu, rasanya sulit dipercaya.  Tapi, kenapa pula kayu dipotong kecil kecil ?.  Barangkali untuk kayu bakar atau sebagai pemanas ruangan saat musim dingin. Hah, apa iya. Hari gini, jaman serba listrik reaktor nuklir masih ada saja yang pakai kayu bakar di Eropa. Entahlah, Wallahu a'lam bishowwab, pertanyaan syulit dizawab.

Saya Tidak Tahu Mau Dibawa Kemana
Kayu Kayu Ini, Kelihatan Sudah Berbulan Bulan
Ditepi Jalan

Sama Persis Di Indonesia
Ada Yang Bikin Kusen Pintu Di Pinggir Jalan


Sepertinya Kayu Ini Tidak Bergerak Setelah
Ditebang - Ada Yang Lapuk

Kayu Hasil Sitaan Atau Nunggu Angkutan ?
Sudah Lama Ditumpuk Dipinggir Jalan

Kalau Yang Ini Ada Yang Kerja
Untuk Dibuat Papan

Saya Heran Kenapa Kayu Dipotong Kecil
Dan Diletakkan Dipinggir Jalan Sampai Lapuk

Sayang Sekali Banyak Yang Mulai Lapuk

Pohon Masih Kecil Sudah Ditebang
Lalu Dibiarkan Lapuk Dipinggir Jalan

Sabtu, 27 Juni 2020

Rambu Lalu Lintas Cebol Di Spanyol


Entah Berapa Kali Aspal Ditinggikan
Sehingga Rambu Tinggal Semeter

Hilang rasa letih dan lelah kalau kita melakukan perjalanan nyetir sendiri mobil sewaan keluar kota, kemanapun diseluruh penjuru Spanyol. Sepanjang jalan sering kali kita semua tertawa terbahak bahak dan rasanya ingin sekali saya guling guling dan salto di jalanan. Bagaimana tidak tertawa, pemandangan sepanjang jalan mempertontonkan betapa lucunya Dinas Pekerjaan Umum Spanyol dan Kontraktor kontraktor  yang dapat proyek memperbaiki jalan umum.

Tahun Depan Kalau Aspal Ditinggikan Lagi
Rambu Ini Tinggal Gambar Kuda

Kalau ada kontraktor menang tender perbaikan jalan, caranya sama persis dengan para kontraktor Indonesia tahun 1970an. Aspal lama langsung saja ditimbun atau diurug dengan aspal baru, tidak dikerok dulu. Cara perbaikan jalan model timbun dan urug ini entah sudah terjadi sejak kapan, yang jelas saat ini hampir semua rambu lalu lintas  di jalan umum luar kota banyak sekali yang 'cebol'. Separuh tiangnya tertimbun aspal yang bertambah tebal dari tahun ketahun. Rata rata tinggi rambu lalu lintas tinggal satu meter saja.

Rambu Cebol Banyak Di Spanyol

Lebih lucu lagi kelakuan kontraktor Spanyol kalau dapat proyek untuk membuat tembok penahan longsor. Rambu lalu lintas yang menghalangi proyek pembangunan tembok tidak dibongkar atau disingkirkan dulu tapi dibiarkan apa adanya dan ikut disemen. Jadi, sudah menjadi hal yang umum kalau anda menyaksikan tiang besi rambu lalu lintas tertanam didalam tembok batu penahan longsor.

Tingginya Tinggal Satu Meter

Yang penting proyeknya bisa selesai dengan cepat, ada rambu lalu lintas atau apapun yang menghalangi proyek, semen saja beres. Gambar proyek yang disetujui Dinas Pekerjaan Umum Spanyol bisa jadi bukti bahwa tidak ada benda apapun yang menghalangi pembangunan tembok. Jadi kalau ada rambu lalu lintas yang hilang tersemen didalam tembok penahan longsor  atau hanya nampak ujung atasnya doang maka jangan salahkan siapa siapa. Cukup tertawakan saja, Standard Operating Procedure (SOP) kontraktor perbaikan jalan umum di Spanyol memang diluar nalar siapapun yang melihatnya. Pokoknya Out Of The Box lah.

Terlihat Jelas Aspal Tingginya Bukan Main
Dibanding Tanah Dibawahnya

Dinas Pekerjaan Umum Spanyol Dan
Kontraktor Perbaikan Jalan Kerjanya Amburadul

Tingginya Tinggal Satu Meter


Tiang Rambu Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok

Rambu Ini Ditimbun Tanah  Dan Disemen Saat
Pembangunan Tembok Batu



Rambu Ini Jadi Cebol Karena Jalan Aspal
Ditinggikan Terus

Rambu Km Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok Penahan Longsor Sekarang
Harus Berhenti Didepannya Untuk Baca


Tahun Depan Rambu Ini Tinggal Separuh

Jalan Baru Saja Ditambahi Aspal
Masih Hitam Mulus

Lumayan Masih Agak Tinggi
3 Tahun Lagi Tinggal 1/2 Meter


Rambu Kuning Ini Dulu Terlihat Jelas
Sekarang Hampir Tidak Terlihat
Setelah Dibangun Tembok

Baca Juga :

Selasa, 23 Juni 2020

Rumah Spanyol, Beda Banget Dengan Di Indonesia

Ciri Rumah Spanyol Yang Asli Itu
Pagarnya Pakai Roster Lubang Angin Beton

Saya masih blusukan ke kampung kampung di Spanyol, baik di Madrid, Barcelona sampai Teneriffe Islands untuk melihat sendiri seperti apa bentuk rumah penduduk. Penasaran saya dengan istilah property yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu 'Rumah Gaya Spanyol'. Saya coba browsing Google dengan keyword yang sama, luar biasa dari Sabang sampai Merauke dan dari kota sampai desa saya temukan berbagai macam photo rumah dengan istilah 'Gaya Spanyol'. 

Iklan Properti Rumah Gaya Spanyol
Di Indonesia - Terlalu Besar Dan Megah
Nggak Ada Yang Mirip Di Spanyol

Spanyol sebelah mana yang bentuk rumahnya megah dan modern seperti iklan iklan property di Indonesia ?. Perhatikan gambar gambar rumah yang saya temui di kampung kampung di segala penjuru kota di Spanyol dibawah ini. Nggak ada satupun yang megah, modern dan keren seperti di Indonesia. Saya langsung bisa menyimpulkan, Arsitek dan Developer Perumahan di Indonesia ngibulnya luar biasa. Daya khayalnya luar biasa tinggi buat ngibulin konsumen property / perumahan. Saya yakin sekali, Arsitek dan Developer yang bikin rumah 'Gaya Spanyol' di Indonesia tidak pernah melihat sendiri seperti apa rumah rumah penduduk di kota kota Spanyol.

Roster Lubang Angin
Kenapa Rumah Gaya Spanyol Di Indonesia
Tidak Memakai Roster Lubang Angin Beton

Memang benar ada istilah 'Hacienda', 'Finca', 'Ranchos', 'Estancias' yang berarti rumah / perumahan di Spanyol. Tapi nama nama tersebut hanya populer di negara jajahan, tepatnya di jaman kolonial saat Spanyol menjajah berbagai negara diseluruh dunia. Hacienda, Finca, Ranchos dan Estancias itu rumah tinggal penjajah Spanyol di perkebunan, pertambangan atau sekitar pabrik di negara jajahan yang isinya buat menampung puluhan sampai ratusan  orang Spanyol dan keluarganya agar aman di negara jajahan. Ukurannya saja yang berbeda, Hacienda memiliki ukuran yang terbesar dibanding nama yag lain. Semacam Camp, Asrama atau Barak ditengah perkebunan, pertambangan atau pabrik dengan fasilitas lengkap. Bentuknya kebanyakan  seperti benteng dengan banyak sekali kamar didalamnya.

Pagar Rumah Asli Spanyol
Full Roster Lubang Angin Beton

Lha negara Spanyol yang saya kunjungi ini benar benar Spanyol diluar negara jajahan atau bekas jajahannya. Luasnya nggak seberapa hanya 506,000 Km2 dengan jumlah penduduk 47 Jutaan. Disamping itu di Spanyol saat ini nyaris nggak ada perkebunan, pertambangan dan pabrik yang harus dijaga dengan pengamanan extra ketat seperti di negara jajahan jaman dulu. Tentu nggak ada lagi Hacienda, Finca, Ranchos atau Extancias seperti yang pernah dibangun di negara jajahannya dulu. Yang saya temui dimana mana cuma rumah rakyat di kampung kampung dengan bentuk dan luas yang kira kira sama 'Kere'nya dengan rumah rumah rakyat di Perumnas atau perkampungan di Indonesia.

Pipa Air Bocor Sedang Diperbaiki
Di Kampung Spanyol

Tentu anda bertanya tanya, di photo photo di internet, majalah pariwisata dll kok Spanyol kelihatan bagus rumah rumahnya ?.  Benar sekali, yang anda lihat itu bukan rumah tapi Gereja, Gedung Perkantoran, Hotel, Gedung Bersejarah dan Monumen peninggalan jaman dulu. Semua gedung bersejarah dan Hotel memang dibuat sebagus mungkin untuk konsumsi turis. Warga Spanyol sama saja dengan orang Indonesia, ada yang punya rumah sendiri, ngontrak rumah dan ada juga yang tinggalnya di rumah semacam bedeng bedeng panjang yang mereka namakan flat.

Roster Lubang Angin Dipakai Buat Pagar
Warna Pagar Norak Khas Kampung

Secara umum, rumah Spanyol asli  itu pagarnya seperti rumah rumah di Indonesia tahun 1970an terbuat dari tembok dengan hiasan Roster Lubang Angin beton. Perhatikan photo photo roster lubang angin beton dibawah yang dipakai buat pagar. Ada tidak Arsitek dan Developer di Indonesia yang membangun Rumah Gaya Spanyol dengan pagar menggunakan Roster Lubang Angin ? Jelas tidak ada. Rumah Gaya Spanyol di Indonesia itu terlalu bagus, mewah dan modern dan disesuaikan dengan imajinasi arsiteknya. Tidak ada sama sekali kemiripannya dengan rumah warga di Spanyol . Dari pagarnya saja sudah terlihat jauh berbeda.

Rumah Petak Isinya Beberapa Keluarga

Pagarnya Mengingatkan Saya Rumah
Di Indonesia Jaman Purba

Kelihatannya Tanahnya Besar Besar
Tapi Ternyata Isinya Beberapa Keluarga

Dimana Mana Pagar Roster Lubang Angin
Yang Saya Temui

Di Negara Jajahan Spanyol
Hacienda Juga Dipagari Tembok Seperti Benteng

Sekolahan
Nggak Ada Bedanya Dengan SD Inpres

Kelihatan Besar Tapi Isinya
Beberapa Keluarga

Roster Lubang Angin Beton Lagi

Seperti Perumnas


Pohon Mangga Pak RT

Baca Juga :