Tampilkan postingan dengan label Liburan-Perancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Perancis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2021

Jelajah Desa, Melihat Tiang Listrik Di Perancis

Tiang Dan Kabel Listrik Centang Perentang
Ini Di Baronnies Provencales Perancis

Mari saya ajak anda jalan jalan ke Perancis. Kali ini jalan jalannya ke Baronnies Provencales, kira kira kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya Provinsi Baronnies. Jangan membayangkan luas provinsi di Perancis itu sama dengan luas Jawa Barat, Jawa Tengah atau luas provinsi lain di Indonesia, salah besar. Propinsi di Perancis itu kira kira hanya setara dengan kabupaten atau bahkan kecamatan saja kalau di Indonesia.

Perancis Guys, Hari Gini Masih Pakai
Tiang Listrik Kayu

Jangan membayangkan juga Perancis itu serba gemerlap, ada juga yang gelap gulita. Tiang Listrik di Perancis itu banyak yang 'kadaluarsa' dan tidak terlihat satupun ada yang megah seperti Eiffel Tower di Paris. Tiang Listrik dan kabel kabel kabel listrik umumnya sama saja amburadulnya seperti di desa desa di Indonesia.  Malah tiang dan kabel listrik pedesaan di Indonesia jauh lebih  bagus terbuat dari besi dan beton dan juga tertata lebih rapi. Jarang terlihat kabel melintang jalan utama sangat rendah sekali hampir menyentuh tanah..

Tiang Listriknya Kayu Ada Penyangganya
Kabelnya Melintang Di Jalan Rendah

Kalau kita baca berita berita yang bertebaran di tanah air, youtube, medsos tentang Perancis, rasanya hebat sekali system kelistrikannya. Misalnya berita berita tentang pembangkit listrik Reaktor Nuklir, pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga matahari dan lain lain. Kenyataannya, tidak terlihat sama sekali hal tersebut di Baronnies Provencales  dan pedesaan lain disekitarnya.

Desa Cornillon - Tiang Listriknya 
Masih Kayu Guys

Jadi, terkadang pemberitaan itu sengaja dibuat setinggi langit. Dan pembaca yang belum pernah ke negara tersebut akan percaya begitu saja apa yang ditulis dan diberitakan. Oleh karena itu, kalau anda bepergian ke negara lain misalnya Perancis, cobalah sekali kali jalan sendiri tanpa harus dipandu tour guide. Sewa mobil lengkap dengan GPS adalah yang terbaik untuk mengenal negara lain apa adanya. Bukan hanya mengunjungi obyek wisata, kota tujuan wisata atau ibukota negara saja, kuno kalau anda melakukan hal seperti itu.

Bentuk Tiang Listrik Kayunya Unik
Pedesaan Di Indonesia Aja Sudah Tidak Ada
Yang Pakai Tiang Listrik Kayu Sekarang

Memprihatinkan Sekali Guys
Perancis Belum Bisa Bikin Tiang Listrik Beton

Kelihatannya Listrik Di Pedesaan Perancis
Byar Pet Juga

Banyak Sekali Kabel Yang Melintang Jalan
Truk Bisa Tersangkut Kabel Listrik

Tiangnya Masih Kayu Guys
Peninggalan Napoleon Bonaparte

Naik Sepeda Juga Ternyata Warga Desa
Saya Kira Orang Perancis Naiknya Peugeot

Kira Kira Giliran Mati Listrik berapa Kali
Sebulan Ya Di Pedesaan Perancis

Tiang Listrik Di Perancis Ternyata
Mereng Ke Kiri Dan Ke Kanan Juga

Kabel Listriknya Rendah Kali Guys
Hampir Nyentuh Tanah

Perancis Ngirit Juga, Tiang Listriknya
Selang Seling Besi Dan Kayu, Ganti Tiang
Beton Semua Aja Kenapa Seperti Indonesia

Jalan Desa, Tiang Listriknya Banyak Yang
Melintang Jalan Menuju Rumah Penduduk


Baca Juga :

Jumat, 11 Desember 2020

Jelajah Desa Melihat Bule Nyari Kayu

Bule Perancis - Ternyata Cara Ngangkut Kayu
Sama Saja Dengan Di Indonesia

Saya sering sekali melakukan perjalanan darat dengan mobil sewaan ke segala penjuru Eropa Di negara manapun di Eropa baik dari utara ke selatan sampai barat ke timur. Terkadang lewat jalan utama dan terkadang lewat jalan 'kerbau' karena terlalu percaya dengan GPS dan Google Map. Apa yang saya saksikan sepanjang jalan sama persis dengan apa yang sehari hari  kita saksikan di Indonesia.

Kayu Kecil Dan Ranting Ranting Pohon
Di Gendong Di Punggung - Lokasi Gavarnie

Salah satu yang menarik yang pernah saya saksikan adalah cara bule Eropa mencari kayu. Ternyata sama persis dengan di Indonesia. Mereka masuk ke hutan bawa parang dan gergaji mesin kecil lalu mulai nebang pohon dan ranting ranting pohon, diikat lalu digendong di punggung. Nggak ada bedanya dengan 'Mbok Jamu' di tanah air.


Blusukan Bro Sampai Ke Desa Dan Kampung
Kalau Mau Tahu Kehidupan Sehari Hari Eropa

Saya tidak tahu sama sekali, kenapa kebanyakan kayu kayu yang saya jumpai teronggok dipinggir jalan ukurannya kecil kecil. Rata rata diameternya sekitar 10 - 15 cm sudah ditebang dan banyak yang dipotong kecil kecil. Apakah karena cara ngangkutnya dari hutan masih tradisional dengan cara digendong seperti 'Mbok Jamu' atau karena alasan lain.

Kayu Dipotong Kecil Kecil Dan
Dikumpulkan Dipinggir Jalan

Kayu yang ukurannya besar juga ada dan cukup banyak disepanjang jalan yang berdekatan dengan hutan. Tapi warnanya sudah kusam dan secara sepintas terlihat banyak yang sudah mulai lapuk bagian luarnya. Heran juga saya, kenapa setelah ditebang tidak segera dibawa ke pabrik pengolahan untuk dijadikan furniture yang berguna dan punya nilai ekonomis tinggi.

Kayu Yang Besar Juga Diletakkan
Dipinggir Jalan Berbulan Bulan

Sempat saya berpikiran yang bukan bukan, jangan jangan karena lokasinya yang jauh di pelosok dan tidak ada pengawasan maka sebenarnya apa yang saya saksikan tersebut adalah 'Kayu Sitaan Polisi'. Siapa tahu kan, nggak mungkin rasanya  ada kayu ditebang lalu cuma dijemur dipinggir jalan berbulan bulan tidak bergerak.

Saya Nggak Tahu
Ditumpuk Seperti Ini Mungkin Karena Nyolong 

Kalau dugaan saya benar, berarti bule bule yang saya saksikan keluar masuk hutan sedang nggendong potongan kayu tadi sebenarnya adalah 'Maling Kayu'. Masak petugas kehutanan jalan kaki nggendong kayu keluar masuk hutan berkali kali. Atau barangkali penduduk desa terdekat sedang cari kayu untuk masak. Ah, nggak mungkin juga kan katanya Eropa negara maju dan kaya raya.

Satu Persatu Kayu Hasil Nebang Pohon
Di Hutan Dikumpulkan Dipinggir Jalan

Untuk apa mereka nyolong kayu, rasanya sulit dipercaya.  Tapi, kenapa pula kayu dipotong kecil kecil ?.  Barangkali untuk kayu bakar atau sebagai pemanas ruangan saat musim dingin. Hah, apa iya. Hari gini, jaman serba listrik reaktor nuklir masih ada saja yang pakai kayu bakar di Eropa. Entahlah, Wallahu a'lam bishowwab, pertanyaan syulit dizawab.

Saya Tidak Tahu Mau Dibawa Kemana
Kayu Kayu Ini, Kelihatan Sudah Berbulan Bulan
Ditepi Jalan

Sama Persis Di Indonesia
Ada Yang Bikin Kusen Pintu Di Pinggir Jalan


Sepertinya Kayu Ini Tidak Bergerak Setelah
Ditebang - Ada Yang Lapuk

Kayu Hasil Sitaan Atau Nunggu Angkutan ?
Sudah Lama Ditumpuk Dipinggir Jalan

Kalau Yang Ini Ada Yang Kerja
Untuk Dibuat Papan

Saya Heran Kenapa Kayu Dipotong Kecil
Dan Diletakkan Dipinggir Jalan Sampai Lapuk

Sayang Sekali Banyak Yang Mulai Lapuk

Pohon Masih Kecil Sudah Ditebang
Lalu Dibiarkan Lapuk Dipinggir Jalan

Sabtu, 10 Oktober 2020

Jalan Jalan Ke nDeso Roquebrun Perancis

Ini Pemandangan Di Wilayah Occitanie
Menuju ndeso Roquebrun - Perancis
Warga Desa Naik Motor

Umumnya orang Indonesia itu membayangkan negara negara di Eropa itu megah, gemerlap, warganya makmur dan serba berkelimpahan harta. Kenapa bisa punya pemikiran seperti itu ?. Jangan bertanya ke saya. Kalau bertanya ke saya, jawaban saya tegas : 'Karena umumnya orang Indonesia hanya mengenal Eropa dari photo photo obyek wisata dan photo ibukota negara atau kota besar yang banyak entertainmentnya doang'. Coba anda keluar masuk pedesaan juga. Tentu kesimpulan anda akan bertolak belakang. 

Ini Roquebrun, Occitanie Perancis Ya Guys
Bukan Jalan Desa Sekitar Mojokerto

Mari saya ajak anda jalan jalan ke pedesaan. Kali ini saya ajak anda ke Desa Roquebrun, wilayah Occitanie di Perancis Selatan. Tidak ada Menara Eiffel yang terkenal diseluruh dunia di desa ini. Tidak ada juga Museum Louvre yang lengkap koleksinya dan tidak ada juga gedung gedung megah bergaya arsitektur Gothic atau Renaissance semacam Versailles Palace dan lain sebagainya. Apalagi tempat hiburan Moulin Rouge dan EuroDisney, jelas tidak ada yang mau masuk dan investasi sampai ke desa yang jaraknya sangat jauh dari ibukota Paris ini. Yang ada di desa wilayah selatan Perancis ini adalah petani, peternak dan warga desa yang sedang nyangkul dan ngarit cari rumput dan menggembalakan ternak.

Melewati Jembatan Desa Harus
Satu Persatu Ngantri - Ini Perancis Lho

Semua pemandangan yang terlihat heboh, menarik, gemerlap  dan sering anda saksikan di photo photo teman anda di medsos itu hanya ada di ibukota negara Paris dan obyek obyek wisata sekitarnya atau paling jauh di kota kota wisata yang memang sudah dibuat menarik dari dulunya, makanya dijadikan kota wisata. Wilayah lain yang bukan daerah tujuan wisata, ya jelas sama saja dengan wilayah pedesaan di Indonesia. Wilayah pedesaan seperti ini luasnya sekitar 70-80% luas negara Perancis.

Jalan Utama Pedesaan Di Wilayah
Occitanie - Sekitar 7 Jam Dari Paris

Jalan jalan pedesaan di Perancis juga sama saja. Jalan utama pedesaannya sempit  seperti yang bisa anda lihat pada photo ilustrasi dibawah ini. Kalau ada jembatan, mobil harus ngantri satu persatu untuk bisa menyeberang melalui jembatan. Jalan jalan menuju ke rumah warga juga berupa jalan tanah, dan beberapa sudah dikeraskan dengan urugan batu geragal. Yang saya ceritakan ini Desa Roquebrun, Occitanie -  Perancis ya guys, bukan desa desa sekitar Mojokerto, Gresik atau Lamongan.

Yahhh, Ternyata Bercocok Tanam Juga
Bule Perancis

Mungkin banyak diantara anda yang tidak percaya dengan apa yang saya ceritakan ini karena setiap hari yang anda saksikan di TV dan Layar Lebar hanya aktor ngganteng dan aktris cantik dengan latar belakang ibukota Paris dan kota kota wisata lain yang eksotis. Benar sekali, aktor dan aktris memang dipilih yang ngganteng dan cantik. Tempat shooting film selalu ditempat tempat yang menarik dan eksotis. Kalau warga pedesaan ya jelas penampilannya 'standard' dan malah kalau didekati masih tercium bau pupuk kandang dari tubuhnya meskipun kita sudah 'jaga jarak' cukup jauh saat Pandemi Corona/Covid19 seperti sekarang ini.

Papan Nama Tanda Memasuki Desa Roquebrun
Kecil Dan Sangat Bersahaja


Iklan Pedesaan Disepanjang Jalan
Terima Laundry Kiloan, Jual Benih Ikan


Desa Roquebrun
Mobil Warga Semuanya Pickup Buat Ngangkut
Hasil Bumi

Suasana Desa - Sepi, Penduduknya
Nyangkul Di Ladang


Jembatan Desa, Nggak Ada  Bedanya
Dengan Jembatan Di Sekitar Wonosobo


Bikin Kios Maju Mepet Ke Jalan
Sama Kan Kelakuan Orang Perancis
Dengan Orang Indonesia


Gudang Tempat Penyimpanan Hasil Bumi



Ini Juga Lumbung Pangan
Tempat Orang Perancis Menyimpan Hasil Bumi


Ada Juga Yang Ngumpulin Balok Kayu
Dan Usaha Bikin Kusen Pintu


Suasana Jalan Utama Desa Di Wilayah
Occitanie


Adem Tenteram Jauh Dari Kebisingan
Dan Berbeda Dibanding Paris Dan Kota Besar Lain

Baca Juga :

Selasa, 22 September 2020

Mencari Tempat Pipis Saat Travelling

Tanda 1 Km Ada WC Umum
Lokasi : Ndeso Vestland - Norway

Di Jawa ada restaurant legendaris bernama Pringsewu di sepanjang jalan Pantura. Saya sangat terkesan sekali dengan cara mempromosikan restaurant ini. Jauh sebelum restaurant sudah terpampang iklan di pohon maupun dipinggir jalan dengan warna kuning mencolok, misalnya '25 Km Ayam Goreng', '20 Km Sate Kambing', 'Pringsewu 1 Km Sebelah Kiri' dll.

Tanda Lagi 100 Meter Ada WC
Lokasi : Latefossen Waterfall

Di Norwegia, tepatnya di jalan raya menuju  air terjun Latefossen, Odda - Hordaland juga ada iklan dengan konsep yang sama dengan RM Pringsewu. Cuma yang diiklankan bukan restaurant tapi WC Umum. Jauh sekali sudah terpampang tulisan '10 Km WC', '5 Km WC', 'Slow Down WC 1 Km'. Saya langsung tahu maksudnya kenapa WC aja dipasangi tanda mulai 10 Km sebelumnya. Tentu biar semua orang tertib kencing dan beol ditempat yang disediakan.

Ini Dia WCnya
Ngempet Pipis 10 Km Gara Gara Tanda WC
 
Kalau anda senang jalan jalan keliling Eropa dan mau jujur, pasti anda sering melihat bule kencing dipinggir jalan. Harap maklum, di Eropa tidak ada Rest Area yang bagus, luas, lengkap  dan megah seperti Rest Area di jalan Tol di Indonesia. Contohnya Autobahn Jerman, Rest Area sepanjang Autobahn ini pernah saya tulis di link : Autobahn, Apanya Yang Hebat. Silahkan menilai sendiri benar tidak apa yang saya ceritakan.

Rest Area Eropa Itu WC Umumnya Plastik
Lokasi : Canillo Andorra

Umumnya Rest Area disemua jalan jalan di Eropa itu cuma berupa tanah yang agak luas dikit dan bisa untuk berhenti 3 sampai 10 mobil saja. WC yang tersedia di rest area semacam ini biasanya berupa WC Portable Plastik (fiber glass) dengan warna orange, putih, biru, hijau dan ada juga yang abu abu.  Soal bau, jangan bilang siapa siapa ya, ternyata rrruar biasah baunya. Sama saja dengan bau WC Umum dikampung ane meskipun penggunanya tidak ada  yang makan jengkol.

WC Plastik Di Rest Area Switzerland
Lokasi : Tujetsch Switzerland

Melihat WC Plastik Portable dengan ukuran kecil sekitar 1 x 1 meter tersebut, saya bisa membayangkan pasti udara didalamnya pengap dan bau. Apalagi cara meletakkan WC Plastik tersebut banyak yang asal asalan dan diganjal batu. Ada yang mereng kekiri, ke kanan, bergoyang dll. Jadi wajar sekali kalau  banyak yang memilih kencing di pinggir jalan, khususnya yang laki laki. Kalau perempuan sepertinya nggak banyak pilihan, mau nggak mau harus masuk ke WC Portable tersebut.

Masih Disekitar Latefossen Norway
WCnya Minta Ampun Joroknya

Ada Tanda 10 Km WC - Ternyata Tutup
Lokasi : El Port De La Selva, Cataluna Spain

WC Umum Lagi Dibangun
Lokasi : Sogn Og Fjordane Norway

Bule Lagi Kencing Dipinggir Jalan
Lokasi : Grimsel Pass, Obergoms - Switzerland

Nah, Ini Khas Perancis
Kencing Di Trotoar

Ini Mah Tempat Kencing Khas Perancis
Banyak Di Trotoar Kota Paris

Perancis Memang Unik Sekali
Tempat Kencingnya - Banyak Di Trotoar

Kencing Dulu Di Oberalp Pass Switzerland

Ini Bule Jerman Sedang
Kencing Dibawah Pohon Di Autobahn

Rest Area Kalah Jauh Dengan Indonesia
Kere, Bikin Rest Area Aja Nggak Bisa
Lokasi : Friuli - Venezia Giulia, Italy

Baca Juga :