Minggu, 29 September 2013

Majabus, Makanan Biar Cepat Menguasai Bahasa Arab


Majabus - Nasi Mirip Kroto Dan
Bisa Membuat 'Cucak Rowo'  Fasih Ngoceh Bahasa Arab

Mushaltat
Creme And Honey
Banyak cara untuk belajar bahasa Arab di Kuwait. Suami saya tahu benar bahwa saya dan anak anak sudah bertahun tahun tinggal di Kuwait tetapi belum bisa juga  berbahasa Arab dengan lancar. Karena tahu kekurangan saya dan anak anak, maka hampir setiap hari terutama sepulang dari kantor saya dibawakan berbagai macam makanan Arab, yang paling sering adalah Majabus.


"Nih makan, Biar lancar ngoceh bahasa Arab' katanya. 



Fatoush
Pengalaman panjang melatih burung cucak rowo ngoceh dengan memberi makan 'kroto' waktu di Indonesia dulu memang kalau diterapkan di Kuwait terasa cukup manjur, dan bisa membuat saya dan anak anak seketika lancar ngoceh bahasa Arab. Kalau saya terjemahkan ocehan bahasa Arab saya ke bahasa Indonesia kira kira artinya sebagai berikut :


"Ini lagi, ini lagi.... apa nggak ada makanan yang lain !!!"
"Majabussss mulu, ....emangnya saya cucak rowo !!!"



Shamiyat
Ada Yang Isi Daging Ayam, Kambing, Bayam Dll

Hummous

Reyas
Lamb Chops Ala Arab

Qobus

Kebab Dan Chicken Tikka

Yang Ini Bisa Bikin Ngoceh Tambah Lama

Baca Juga :

Sabtu, 28 September 2013

3 Hal Tentang Wong Londo

Rajin Mandi Saat Masih Kanak Kanak Saja

Harus Ke Amsterdam
Untuk Memandikan Cucu
'Dimana Kaki Berpijak, Disitu Langit Dijunjung'. Inilah peribahasa yang benar benar harus saya pegang dimanapun saya berada. Dengan peribahasa inilah saya bisa diterima dan dihargai oleh semua penduduk yang saya kenal di Kuwait terutama tetangga kiri dan kanan saya. Di Belanda, saya juga bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangga kiri kanan saya meskipun saya tidak menguasai bahasa Belanda sedikitpun. Dengan bahasa Tarsan dan sedikit campur aduk dengan bahasa Inggris, Jawa dan Indonesia ternyata komunikasi dengan orang Belanda begitu mudah.



Kalau Gede Nanti
Gue Nggak Mau Mandi
Tetangga sebelah rumah saya di Belanda punya anak kecil sekitar 5 tahun. Tiap pagi sering saya suapin makan di rumah karena ibunya agak susah bangun pagi. Hampir tiap hari pula Oma dan Opa si anak kecil tadi mampir kerumah saat jalan jalan pagi. Seperti biasa, si Oma dan Opa akan mampir kerumah anaknya dulu sambil pura pura marah karena anaknya masih tidur, setelah itu baru kerumah saya untuk nengok cucunya yang lepas kerumah saya. Dari hal kecil inilah saya tahu banyak tentang kebiasaan orang Belanda Apalagi, kita sering pergi bersama dengan mereka ke kota kota terdekat. Kira kira orang Belanda seperti dibawah ini :


Oma Bayar Sendiri Opa Bayar Sendiri
Tante Nggak Jadi Beli Es Krim


Ramah Dan Sangat Bersahabat
Tante Susy Tante Susy
Mandi Sini
Nyaris nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Orang Belanda secara umum selalu menyapa dan tersenyum meskipun secara sambil lalu. Kayaknya nggak niat menyapa karena cepat sekali, tetapi sebenarnya bisa dimaklumi karena kalau jalam memang langkahnya lebar lebar sehingga kalau menyapa terasa cepat sekali dan tahu tahu telah menghilang. Hal ini beda sekali dengan rata rata orang Jerman yang nggak pernah senyum dan terkadang terkesan ketus atau rasialis kalau saya tanya hal hal yang sederhana.


Pelit Dan Njlimet Penuh Perhitungan
Oom Piet
Saya Nggak Pelit Lho
Soal Pelit ini rasanya menyeluruh semua orang Belanda luar biasa pelit, itung itungan apapun yang menyangkut uang rasanya yang seharusnya sederhana menjadi sangat rumit dan berkelak kelok ribet. Contohnya beli es krim. Dimanapun kalau menawari beli es krim maka harus bertanggung jawab untuk mbayari. Di Belanda, saya baru tahu ternyata ditawari beli es krim, maka urusan bayar harus masing masing. Nggak itu saja, kalau sampai uang yang kita bayarkan nggak ada duit kembalian, susahnya minta ampun untuk minta ijin dibayari dulu nanti sampai rumah baru diganti. Di toko, rumah makan, hotel dan tempat lain semua sama saja. Njlimet dan ruwet urusan duit.


Nggak Pernah Mandi
Minta Dipanggil Kakak
Yang ini No Comment saja, saya nggak tahu kenapa kebanyakan orang Belanda jarang mandi. Kalau anda memperhatikan orang orang yang berlalu lalang baik yang jalan kaki maupun naik sepeda akan tahu dengan sendiri benar atau tidak yang saya katakan. Jarang sekali saya temui orang Belanda yang wajahnya segar dan pakai make up rapi. Rambutpun sering terlihat acak acakan dan tidak disisir rapi. Saya pernah 'ngrasani' orang yang duduk dekat saya. 'Mas, orang sebelah ini prengus mungkin sebulan nggak pernah mandi'. Eh, langsung berdiri dan pindah tempat, artinya dia tahu apa yang saya katakan.



Lapar, Cari Makan Ah .....

Tante Beli Sandwitch Satu

Duitnya Mana ?


Tante Susy..!!! Minta Duit, Bayarin Dong

Saya Belum Mandi

Baca Juga :

Selasa, 24 September 2013

Bus Kawat Di Arnhem Belanda

Kabel Listrik Centang Perentang Di Persimpangan
Jalan Di Arnhem Centraal



Badan Bus Dikaitkan Ke
Kawat Listrik
Kalau anda tanya saya, apa yang paling unik di Belanda saat ini ?. Maka jawaban saya bukan Kincir Angin tetapi Trolleybus. Bus listrik yang badan busnya diikatkan dengan kawat listrik diatas jalan yang dilaluinya. Kincir angin bisa anda jumpai dimana mana di Belanda seperti Saanze Schaan, Kinderdijk, Haarlem, Emmen dan lain lain, tetapi Trolleybus hanya ada di Arnhem. Arnhem adalah satu satunya kota di Belanda yang masih melestarikan system transportasi jadul Trolleybus yang sudah beroperasi sejak 5 September 1949. Di seluruh Eropa, system transportasi Trolleybus ini sudah nyaris punah, demikian juga di negara lain diluar Eropa. 



Terminal Bus - Kabel Lebih Rapi

Nggak Bisa Ngebut
Karena Diikat
Di Jerman, hampir semua kota pernah punya system transportasi bebas polusi semacam ini, tetapi telah punah semua dan saat ini yang masih tersisa hanya di kota Solingen. Di Austria sama saja, saat ini yang masih beroperasi hanya dikota Salzburg. Italia juga 'sami mawon', hanya bisa dilihat di kota Cagiliari, Napoli, Parma dan beberapa kota kecil lainnya. Rata rata diseluruh negara di Eropa system transportasi seperti ini sudah dibabat habis dan tinggal 10 % saja dan umumnya disisakan dikota kecil yang tidak terlalu ramai. Tetapi negara terbesar yang masih menggunakan system transportasi ini adalah Russia. Moscow memiliki 1740 unit bus dan St Petersburg dengan 742 unit bus dan masih banyak lagi dikota kota lain di Russia.

Kalau anda ingin tahu tanggal wafat trolleybus di masing masing negara, silahkan baca Trolleybus Usage By Country dan List Of Trolleybus System


Interior Dalam
Kaki Nggak Boleh Selonjor


Nunggu Bus Lewat
Nggak Ada Bau Knalpot Sama Sekali
Kenapa Trolleybus pelan pelan 'dibunuh' dan dihilangkan dari muka bumi padahal system transportasi ini bebas polusi ?. Mungkin kawat kawat listrik yang centang perentang ditengah kota dianggap mengganggu pemandangan, mungkin juga truk tronton dan trailer nggak bisa lewat karena kawat listrik terlalu rendah dan mungkin juga pendudk merasa terganggu karena nggak bisa main layang layang dan jengkel layang layangnya selalu tersangkut ke kabel listrik. Entah mana yang benar, yang jelas saya merasa nyaman saja naik bus tanpa suara berisik dan tanpa pencemaran udara ini.



Kabel Ruwet Kalau Di Persimpangan
Nggak Bisa Main Layang Layang


Penumpang Bisa Tahu Berapa
Menit Lagi Bus Akan Datang
Meskipun Trolleybus Arnhem ini telah beroperasi sejak lama, tetapi busnya relatif baru dan terawat dengan baik. Untuk sekali jalan biaya jauh - dekat EUR 2 atau sekitar Rp 30.000. Mahal sekali ya ?, Busway Trans Jakarta saja nggak semahal itu, Gubernur DKI mau menaikkan menjadi Rp 5000 saja diprotes banyak orang di Jakarta.  Tetapi karena mahal maka busnya cukup bagus dan terawat dengan baik.





Dilarang Selonjor Kaki
Karena tarif trolleybus ini cukup mahal, maka orang Belanda sendiri pada malas naik bus dan lebih memilih naik sepeda kemana mana. Tetapi tetap ada nggak enaknya naik Trolleybus di Arnhem ini. Selain tarifnya mahal, penumpang juga dipaksa harus duduk manis dan sopan. Kalau sampai ketahuan menaikkan kaki ke bangku depan atau selonjor biar kaki nggak pegel, maka dendanya EUR 50. Jadi, enak mana, naik Troleybus di Arnhem atau Busway Trans Jakarta ?



Turun Bus Tetap Harus Jalan Kaki
Nggak Ada Becak Dan Ojek Di Arnhem


Nggak Ada Yang Berdiri, Semua Dapat Tempat Duduk
Penduduknya Sedikit Sekali Dan Pelit Pelit
Mending Naik Sepeda Daripada Keluar Duit EUR 2

Baca Juga :

Kamis, 19 September 2013

Satu Jam Di Kereta Belanda

Berangkat Menuju Amsterdam, Naik Sprinter Dulu
Baru Pindah Ke Intercity


First Class Tempat Duduk 2 + 1
Kosong Satu Gerbong Dipakai Sendiri
Rumah saya di Arnhem, sekitar 100 Km dari Amsterdam dan dekat dengan perbatasan Jerman. Setiap akhir pekan rasanya bosen sekali tinggal di kota kecil yang lumayan sepi ini. Untuk menghilangkan rasa bosan, saya sering jalan jalan ke kota besar terdekat. Kadang ke Dusseldorf di Jerman dan kadang ke Utrecht atau Amsterdam. Perusahaan kereta api di Belanda, namanya NS. Untuk antar kota dan langsung tanpa berhenti sering disebut NS Intercity dan kereta ini hanya berhenti di Centraal Station saja. KA pengumpannya disebut Sprinter, bertugas untuk membawa penumpang dari stasiun stasiun kecil ke Centraal Station untuk diumpankan ke NS Intercity atau Thalis (antar negara).


Pemandangan Di Luar Sawah, Sapi Dan Kambing

Hans, Pedagang Asongan
Di Kereta First Class
Jual Pop Mie Dan Krupuk
Saya beli tiket Intercity termahal, First Class seharga EUR 26 untuk jarak sekitar 100 Km dengan tujuan Arnhem Centraal ke Centraal Station Amsterdam. Ticket Second Class sebenarnya tidak seberapa jauh berbeda, yaitu EUR 16, tapi "Apa Kata Dunia" kalau tetangga tetangga dan saudara saya dikampung tahu 'Mbak Susy di Belanda ternyata sama saja dengan di kampung, naiknya kereta Ekonomi'. Sesekali gaya naik First Class kan nggak apa apa. Tapi ternyata saya merasa tidak nyaman berada di gerbong VIP ini. Pingin tahu sebabnya ? Karena kosong, nggak ada penumpang lain selain saya dan anak anak. Heran juga saya, nggak ada kondektur dan nggak ada satpam yang mengawasi kok nggak ada satupun penumpang yang berani pindah duduk di kelas utama ini.



Kroepoek Londo
Enak Juga
Sedang asyik melamun sambil melihat pemandangan sawah dan kebun dari balik kaca jendela tiba tiba saya dikagetkan dengan teriakan cukup keras 'KROEPOEKKKKKK.... KROEPOEK !!!!'. Ternyata teriakan pedagang asongan yang sedang menawarkan dagangannya. Cukup ngganteng dan ramah sekali, namanya Hans. Dia tahu penumpang Kelas Utama berkulit sawo matang yang ditemuinya berasal dari Indonesia karena mendengar percakapan saya dengan anak anak. Umumnya orang Belanda banyak yang bisa bahasa Indonesia meskipun pasif. Kosakata Indonesia yang dikuasai Hans lumayan banyak, misal Panas, Dingin, Pakai Es dan Tidak Punya. Pedagang asongan kwalitas 'Layar Lebar' ini tahu juga segala macam nama makanan Indonesia. Si Hans tampaknya doyan makan.



Sepeda Dan Anjing Naik Kereta Api


Begitu Duduk Langsung Ngorok
Sampai Amsterdam
Di Gerbong Second Class belakang, suasana cukup meriah. Penumpang serentak masuk tergesa gesa dengan sepeda dan ransel besar dipunggungnya. Ada penumpang yang marah karena celananya kotor kesenggol roda sepeda, ada juga yang nggrundel nggak bisa lewat terhalang sepeda. Dan ada juga yang sibuk dengan anjing bawaannya. Tapi lebih banyak yang cuek bebek. Pintu kereta belum tertutup dan beberapa penumpang masih berusaha naik dan mendorong sepedanya agar bisa terangkut, eh ada penumpang yang langsung duduk dan tidur ngorok nggak bangun bangun sampai Amsterdam. Rasanya uenak sekali nggak punya pikiran macem macem dan langsung bisa tertidur pulas hanya dalam hitungan detik.


Di Gerbong Ini Sepeda Nggak Boleh Masuk
Tapi Anjing Duduk Di Kursi

Tas Jinjing Khusus Untuk Bawa
Anjing Di Kereta Api
Rasa penasaran dan ingin tahu menyebabkan saya keliling keseluruh gerbong dan ikut berdesak desakan di gerbong belakang. Kadang harus meloncati anjing dan kadang harus menyibak sepeda. Ternyata, lebih menarik di gerbong ekonomi ini. Selain penuh sesak dan bisa melihat tingkah polah penumpang juga bisa senyam senyum mendengar teriakan Hans. 'Coffeeeeee Kroepoek, Kroepoek Coffeeeeeee Bagus !!!'. Nggak ada beda sama sekali dengan Kereta Api di Indonesia. Saya masih ingat saat naik kereta api ekonomi dan berhenti di Gambringan beberapa tahun lalu. Pedagang asongan juga sering berteriak yang bisa membuat penumpang tersenyum.  'Pecruk... Pecel Wedang jeruk ......!.  Ternyata, sama saja.




Corat Coret Juga Ada
Jangan Dikira Belanda Bersih Dan Rapi


Aroma WC Sama Saja
Jangan Dikira WC Bule Lebih Harum
Bedanya Nggak Bau Pete Dan Jengkol Saja

Ada Yang Cepat Marah Saat
Kakinya Tersenggol Roda Sepeda

Berhenti Di Stasiun

Baca Juga :


Sabtu, 14 September 2013

Pembaca, Inilah Suaraku

Ulah Suamiku - Nanggap Pengamen Jalanan
Di Potsdam Jerman

Banyak sekali pembaca blog ini yang menghubungi saya melalui e-mail, facebook, chatting atau yang lainnya. Ada yang sekedar ingin berkenalan, bertanya tentang Kuwait atau berbagai macam hal tentang jalan jalan keluar negeri. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak orang Indonesia yang merasa terbantu saat menemukan blog ini, puluhan orang langsung menghubungi saya saat tiba pertama kali di Kuwait. Dan saat ini mereka telah menjadi 'saudara' saya di Kuwait, yaitu Keluarga Besar Warga Indonesia Di Kuwait.


Sebel Deh, Kebagian Bayar
Kalau Suami Request Lagu Terus



Yang tidak bisa ketemu saya di Kuwait umumnya penasaran, seperti apa sih orangnya, pribadinya dan bagaimana suaranya. Sedikit saya beri 'clue' atau gambaran ya. Saya, suami dan anak anak saya semuanya senang musik dan sangat mengapresiasi pengamen jalanan. Kalau bepergian kemanapun juga dan menginap di hotel, selalu yang dicari hotel yang ada music live. Kalau di Lobby hotel ada music live, kita semua bisa berlama lama nonton. Hanya nonton doang karena nggak PD dengan suara sendiri. Suami saya agak parah, paling seneng nanggap pengamen. Nggak di Indonesia atau di luar negeri kelakuannya tetap saja. Di Potsdam, Jerman serombongan pengamen senangnya bukan main karena ditanggap untuk menyanyikan beberapa lagu oleh suamiku. "Bun, tuh... ayah mulai request lagu", biasanya anak anakku yang protes kalau sudah diluar kendali seperti ini. Dan saya bagian cemberut karena harus bayar.


Finish !, Eh Suami Malah Teriak
Request Lagu Besame Mucho
Dan Quizas Quizas

Biar pembaca blog ini tidak penasaran, inilah suaraku.


'Bisikku' ini adalah 'Lagu Kebangsaan'ku. Aku terkiwir kiwir dan pasrah dilamar mas Ardi karena dinyanyikan lagu ini setiap hari saat masih gadis remaja dulu. Dibawah pohon jambu, dipinggir empang wak Haji Sukri, di asrama putri atau kost kostanku dan dimanapun juga modalnya cuma gitar dan suara pas pasan. Kalau saya pikir sekarang, 'Gileeeee...., cuma modal gitar kok mau maunya saya nyerah dan nyandar di bahunya saat itu'.



Aktifitas Week End Di Kuwait

Cinta Terbaik - Madame Susy
Egaila Music Band



Baca Juga :