Senin, 27 Maret 2017

Lempar Receh Di Jembatan Itchen Southampton

Masuk Ke Kios Europcar Di Depan
Terminal Bus The Hard Portsmouth

Saya senang sekali keliling ke negara manapun nyetir mobil sendiri. Kenapa ?, karena bisa 'blusukan' kemanapun sesuka hati untuk menyaksikan apapun yang tidak pernah ditulis di Majalah Pariwisata. Background saya sebagai wartawati memang suka 'blusukan' dan bertanya mencari informasi ke penduduk lokal. Bosan saya saat membaca tulisan tulisan di website dan majalah pariwisata yang 'Itu Itu Saja' dan umumnya hanya terkagum kagum keindahan. Percayalah, majalah Pariwisata atau website itu ditulis dari 'Sudut pandang penulis yang terkagum kagum karena baru pertama kali menyaksikan' atau 'Sudut pandang penulis yang dibayar khusus untuk mempromosikan obyek wisata tertentu keseluruh dunia'.

Ruang Tunggu Sempit Hanya Tiga Tempat Duduk


Kali ini saya buka wawasan anda tentang UK dan saya mulai dengan cara menyewa mobil di Portsmouth. Saya pilih Europcar karena lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah saya. Tata cara sewa mobil sama saja dan sudah pernah saya tulis dengan judul : Sewa Mobil Di UK. Cuma, kios Europcar di Portsmouth ini sangat kecil sekali dan hanya ada satu petugas receptionis dan sekitar 2 orang mechanic di belakang. Karena mobil sudah saya pilih dan book online sebelumnya, maka petugas hanya  ngecek ulang nomor Driving License dan no passport saja sebelum menyerahkan kunci mobil. 


Eh Ketemu Lagi
Hi Susy, Welcome Back

Sebagai pemanasan, saya coba perjalanan ke Southampton. Itung itung buat  melemaskan kaki dan tangan karena mobil yang saya sewa kali ini versnellingnya Manual. Sewa mobilnya per hari relatif murah, tapi saya harus bayar tambahan Asuransi Full Risk karena nggak mau ambil resiko berurusan dengan polisi, bengkel, hospital maupun Europcar seandainya terjadi kecelakaan. Biaya lain yang harus saya bayar adalah 'Sopir Kedua'. Aturannya kalau sewa mobil itu hanya si penyewa yang boleh mengemudikan mobil, Untuk sopir pengganti, harus didaftarkan dan bayar.


Jembatan Itchen Masih Jauh
Tapi Semua Sopir Sudah Memperlambat Mobilnya
Nyiapin Duit Logam

Menjelang masuk kota Southampton, saya melewati Jembatan Itchen.  Mirip sekali dengan jembatan jembatan di sepanjang Pantura, khususnya jembatan di sekitar Brebes dan Tegal. Di kota Southampton ini semua sopir mobil harus memperlambat mobil untuk melempar duit logam recehan. Alat penangkap uang logamnya sangat kecil berbentuk seperti corong minyak tanah dan berwarna kuning. Hanya uang logam saja, berapapun uang logam yang anda lempar akan ditelan semua.


Memasuki Jembatan Itchen
Harus Siap Siap Melempar Uang Logam


Beda sekali dengan lempar receh di jembatan Brebes - Tegal. Di Brebes - Tegal, sopir nggak perlu repot melempar uang tepat sasaran. Nyantai saja, uang cukup dijatuhkan ke jalan saja sambil melaju. Ada juga alat penangkap uang di Brebes - Tegal yang pakai jaring dan sapu lidi untuk menangkap receh. Untuk jembatan dengan jenis alat penangkap receh seperti ini, sopir juga nggak perlu repot. Corong/Jaring akan otomatis mendekat dan diacungkan ke jendela, anda tinggal lempar duitnya. Bebas, nggak perlu harus uang logam, uang kertas juga bisa. Jelas kan, betapa luar biasa fleksibilitas alat menangkap receh di tanah air dibanding Southampton ?


Mirip Gate Jalan Tol Tapi Hanya Terima Uang Logam
Canggih Jembatan Brebes - Tegal
Uang Logam Dan Kertas Tinggal Dijatuhkan Ke Jalan

Alat penangkap receh di Itchen, Southampton ini kalah canggih dibanding alat yang sama di tanah air. Saya tidak tahu sensornya berdasarkan diameter uang logam, berdasarkan berat uang logam atau kombinasi keduanya. Yang jelas, tertulis harus bayar 60 pennies. Saya masukkan 1 Pound ditelan, 2 pound ditelan juga. Bodohnya, saya masukkan logam Rp 50 atau Rp 100 juga ditelan dan gerbang membuka  juga tanpa ada 'error' sama sekali. Gerbang paling kanan sendiri saya perhatikan terbuka lebar dan mobil mobil berlalu lalang tanpa ada yang bayar. Barangkali, sebelumnya ada sopir yang iseng memasukkan tissue atau tutup botol bir kedalam corong kuning penangkap recehnya.


Lempar Uang Logam Yang Tepat Ke Corong Kuning
Corongnya Kecil Kalau Meleset Ulangi Lagi

Di Brebes Jaring/Corong Penangkap Receh Semacam Ini
Lebih Besa Dan Otomatis Bisa Mendekati Sopir Tanpa Diminta
Mana Bisa Corong/Jaring Jembatan Itchen Ini Mendekati Sopir

Ini Nangkap Uang Receh Cara Brebes - Tegal
Sangat Fleksibel Bisa Maju Mundur Mendekati Sopir


Di Jembatan Tegal - Brebes
Sopir Tinggal Jatuhkan Uang Ke Jalan Raya
Di Itchen Uang Logam Harus Dilempar Tepat Sasaran

Baca Juga :

Senin, 20 Maret 2017

Anjrit, Terkunci Diluar Rumah Di Kota Bath

Jalan Kecil Menuju Kota Bath
Berkabut Tebal Saat Jam 16:00

Saya dalam perjalanan dengan mobil sewaan menuju ke rumah saya di Portsmouth, England. Jam masih menunjukkan sekitar jam 16:00 sore, tetapi langit yang semula terang benderang dan cerah tiba tiba berubah menjadi gelap dan berkabut dengan sedikit hujan rintik rintik. Kalau nekat melanjutkan perjalanan ke Portsmouth, paling 1.5 - 2 jam lagi sudah nyampai, itupun kalau langit kembali cerah setelah melalui kota Bath. Tapi, karena jarak pandang terlalu pendek, jalan licin dan sudah mendekati maghrib, maka diputuskan untuk 'Menginap Di Kota Bath' saja.


Semakin Mendekati Kota Bath
Kabut Semakin Tebal Dan Jalan Mobil Semakin Merayap

Tindakan darurat yang saya lakukan adalah mencari hotel atau apartment yang murah hanya untuk transit semalam saja. Ada beberapa pilihan yang harus segera dipilih yaitu Hotel, Apartment atau Bed And Breakfast Accomodation. Nah, pilihan kita saat ini adalah BnB dan saya ublek ublek Airbnb.com dan Booking.com. Secara umum yang namanya BnB pasti lebih murah dibanding Hotel atau Apartment. Tetapi keunggulannya, umumnya lokasinya di perkampungan dan membaur dengan rumah rumah penduduk. Bisa jadi, lokasinya sangat dekat dengan obyek wisata karena BnB ini sebenarnya adalah rumah penduduk yang disewakan.


Kota Bath Pagi Hari

Ciri lain dari BnB ini biasanya Pemilik Rumah tinggal bersama dengan penyewa, misal menempati satu kamar saja atau tinggal di lantai paling bawah. Kamar lain di lantai atas semua disewakan buat tamu. Kira kira seperti Sinetron TVRI terkenal 'Losmen', tamu dan pemilik bisa ketemu tiap saat. Ingat kan sinetron lama tersebut ?. Kalau  apartment, jumlah kamar yang disewakan jauh lebih banyak.


Nomer Kode Pintu Utama Dan Pintu Kamar
Dikirim Lewat E-mail

Sebenarnya Apartment dan BnB ini relatif sama, yaitu Tidak Ada Receptionist, Bell Boy dan Porter yang akan membantu membawakan barang barang anda masuk kedalam kamar. Mulai check in sampai check out semua harus dilakukan sendiri. Kalau anda booking salah satu dari dua jenis penginapan ini, maka anda akan diberi nomer kode atau password untuk membuka Pintu Utama dan pintu kamar. Kode atau passwordnya dikirim lewat email saat booking sudah confirm. Tidak semua BnB hanya menyediakan kamar kecil dan sarapan. Ada juga yang fasilitasnya lengkap seperti Apartment, yaitu dengan dapur didalam. 


Tehnologi Semprul
Nggak Ada Tombol Membuka Untuk Orang Pikun


Masalah terjadi saat pagi hari. Seperti biasa, pagi hari, berada ditempat baru dan masih asing, maka kita langsung 'Mendadak Olahragawan'. Keluar dari rumah, clingak clinguk sebentar dan langsung jalan jalan keluar masuk kampung sambil senam pagi. Begitu pulang baru sadar, HP nggak bawa, bukti booking tertinggal didalam kamar dan Astaghfirullah Wal Ad'ziem.....Lupa Password !!! untuk membuka pintu.


Gue Tunggu Terus Siapa Kuat
Sampai Pintu Membuka Sendiri Saat Penghuni Keluar


Untungnya, saya menginap di Bath ini bertiga dengan anak saya yang masih tertidur pulas didalam kamar lantai atas. Jadi, cuma.....saya ulang lagi 'Cuma !!!! nunggu satu jam saja sampai ada penghuni lain yang juga keluar berolah raga'. Begitu ada penghuni lain membuka Pintu Utama, cepat cepat saya tahan pintu agar tidak menutup kembali. Saya sapa penghuni tersebut dengan ucapan 'Good Morning', 'Thank You' dan 'Senyum Manis' yang sengaja saya siapkan sejam lalu buat siapapun yang membukakan Pintu Utama. 


Keren Kan, Nggak Kalah Dengan Hotel
Bintang 5

Alhamdullilah semua 'lancar jaya', bisa masuk sampai ke kamar. Nama baik Bangsa Dan Negara Indonesia tetap terjaga di United Kingdom. Nggak kebayang deh, kalau sampai saya melakukan kesalahan tindakan, pasti ada tetangga yang ngrasani 'Ini Orang Dari Manaaaa ?, pagi pagi bikin gaduh, gedor gedor ngganggu tetangga. Apa nggak tahu cara bukanya pakai password'.


Nah Ini Dinda Yang Tidur Mulu
Nggak Tahu Bapak Ibunya Terkunci Di Luar


Ada Meja Makan Kecil
Nggak Kalah B&B Dengan Hotel



Ada Dapur Juga
Jangan Dikira Hanya Apartment Yang Punya Dapur



Ini BnB Lho Bukan Hotel
Lokasi Ditengah Kota, Kwalitas Bintang 5
Tarif Losmen


Naik Turun Tangga Nggak Jadi
Masalah, Paling Cuma 3 Lantai Saja


Lokasinya Di Kampung
Ada Juga Yang Menyebut Apartment


Ternyata Banyak Juga Penginapan
Di Kampung Kampung Di Kota Bath


Sebelah Kiri Ini Adalah Pintu Utama
Yang Bisa Membuka Sendiri Tanpa Password
Setelah Saya Tungguin Satu Jam


Sabtu, 11 Maret 2017

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf - Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan 'beol' di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah 'kebelet' memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.


Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa

Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman 'kebelet' diluar negeri.


Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang 'kebelet' bisa langsung numpang toilet ke toko toko atau rumah penduduk terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil 'numpang' toilet ke toko toko kecil atau rumah penduduk terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.


Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis 'membilas' sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin 'membilas' lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia. Asumsi seperti ini 'Salah Besar'. Tidak ada satupun manusia yang 'Superior' berani 'claim' bau kotorannya lebih wangi dari bangsa lain. Percayalah.... Baunya Sama Saja !!!


Victoria Station - London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies


Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.


Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir


Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah 'Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia'.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul nggak bisa nukar uang atau membuka pintu dan dilihat banyak orang. Ngisin isini.....


Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC

Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.


Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn


Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat
Baca Juga :

Minggu, 05 Maret 2017

Apa Merk Taxi London

Lain Negara Lain Nama
Di Indonesia Namanya Taxi, Tapi Di UK Namanya Cabs

Di Indonesia, kita sering menyebut angkutan umum ini dengan nama Taxi. Tapi di UK, khususnya kota London namanya Cab. Orang Inggris agak bingung dan gelagapan kalau kita mengucapkannya dengan istilah Taxi. Kadang kadang mereka menyebut dengan nama Black Cab meskipun warnanya hijau, biru, kuning atau merah. Nama lain yang sering diucapkan penduduk lokal adalah Hackney atau Hackney Carriage. Orang asing atau turis lain lagi istilahnya, paling sering menyebut dengan nama London Taxi.


Meskipun Warnanya Merah
Orang Inggris Menyebut Dengan Nama Black Cab

Bingung kan jadi orang Inggris. Barangnya sama, tapi namanya banyak sekali. Mending jadi orang Indonesia saja, cukup menyebut dengan nama Taxi saja. Lalu apa merek mobil yang digunakan untuk taxi London tersebut ?. Nah ini yang bikin bingung. Saya perlu berkali kali naik Cab dan mengamati interior dan exterior untuk mencari logo atau symbol merk mobil. Nggak ada logo merk mobil sama sekali.


Plontos Nggak Ada Emblem Merk Apapun

Akhirnya tahu juga, ternyata, merknya LTI, tetapi sopir taxi kalau ditanya njawabnya TX1, TX2, TX3 atau TX4. Apa pula ini, belum pernah saya mendengar merk mobil seaneh ini. Untuk memastikan, terpaksa saya harus naik London Taxi beberapa kali sekedar bisa bertanya dengan si sopir langsung. Jawabannya semua sama saja, merk mobil asal nyebut TX1, TX2, TX3 atau TX4, diproduksi oleh LTI Vehicles. TX4 dibuat antara tahun 2007 - 2010, setelah itu proses pembuatan dikerjakan sendiri oleh The London Taxi Company bekerja sama dengan Geely Automobile China sampai sekarang.


Ternyata Mobil China
Geely Automobile China


Kenapa modelnya dari jaman baheula hampir nggak berubah ?. Nah ini yang saya kurang begitu jelas alasannya. Konon, model jadul seperti sekarang ini merupakan hasil metamorfose dari merk Austin FX3 yang pernah berjaya sebagai taxi antara tahun 1948 - 1958. Sebelum menjadi bentuk TX4 seperti sekarang ini, metamorfosa dimulai dari LTI TX1, setelah itu berubah menjadi TX2, TX3, TX4 dan yang terbaru TX5. Merk LTI langsung mengecil bahkan cenderung menghilang begitu kepemilikan LTI Vehicles diambil alih oleh The London Taxi Company dan Geely Automobile China.

Dulu LTI Vehicles Yang Bikin
Tapi Sekarang Pakai Tehnologi Geely China

Yang menarik dari Cab ini selain modelnya yang jadul adalah interiornya. Tempat duduk sopir disekat dengan kaca, jadi penumpang jahat akan kesulitan untuk merampok sopir. Saking rapat dan kedapnya penyekat, terkadang sopir harus menggunakan microphone kalau berbicara dengan penumpang dibelakang. . 


Meskipun Investornya Geely China
Tapi Interiornya Eropa

Tempat duduk penumpang hanya satu jok saja bisa untuk bertiga. Kursi lipat kecil tersedia dua buah menghadap kebelakang. Tidak ada bagasi, kalau bawa koper banyak berarti semuanya diletakkan di kabin penumpang. Bayarnya pakai argometer kalau naik dari stasiun atau airport tapi kalau nyegat di jalan bisa juga tawar menawar tanpa menyalakan argometer. Kelakuan sopir taxi dimana saja ternyata sama saja.

Tulisan TXII Sangat Kecil Di Kiri Belakang


Koper Semua Di Cabin Penumpang
Cabin Sopir Disekat Dengan Kaca Anti Perampokan



Duduk Di Kursi Lipat Menghadap Belakang
Tidak Nyaman Sama Sekali


Hanya Ada Satu Jok Untuk Bertiga
Menghadap Depan

Baca Juga :