Tampilkan postingan dengan label Cerita Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Ada Pocong Di Hotel Mewah

Pocong Jadi Jadian
Dibawah ini adalah tips bagi traveller yang sering keluar masuk hotel. Entah dapat ide darimana, inilah ritual dan juga tips yang sering dilakukan anak anakku setiap kali mau check-out dari hotel baik di Indonesia maupun di luar negeri. Silahkan mencoba. Bahan bahan yang diperlukan tidak sulit dan cukup sederhana. Semua bisa didapat didalam kamar hotel. Contohnya : Seprei, Bantal, Bed Cover, Handuk, Keset, Kabel Telpon dan Kimono Hotel. Pilih semua bahan bahan diatas yang berwarna putih karena sampai saat ini belum ada Pocong yang pakai kain kafan bermotif batik. Ikuti prosedur pembuatan Pocong seperti urutan photo dibawah.

Gulung Bad Cover Atau Seprei Putih
Lalu Masukkan Bantal
TIPS :

  • Disarankan untuk membuat Pocong saat mau check-out saja.
  • Akan lebih bagus kalau check-out hari Jumat Kliwon
  • Semprotkan parfum aroma Melati atau wewangian apapun beraroma Kemenyan
  • Segera menuju airport dan jangan sampai balik lagi ke Hotel kalau ada barang ketinggalan.

OK, selamat mencoba.

Rapikan Dan Buatlah Bentuk Pocong
Sebagus Mungkin


Gunakan Kabel Tilpun Untuk
Mengikat Bagian Bagian Tertentu


Masukkan Juga Handuk Dan
Keset Kamar Mandi Biar Pocong
Bahenol Dan Berisi


Kabel Tilpun Digunakan Untuk
Mengikat Bagian Kepala


Jangan Lupa Diabadikan


Upload Instagram, Path, Facebook Dan Tweeter


OK Selesai
Check Out Hotel Sekarang
Baca Juga :

Sabtu, 29 Maret 2014

Serangan Udara Executive

Executive
Klesetan Di Airport 8 Jam
Anda tentu pernah mengantar saudara, tetangga atau siapapun ke bandara. Untuk penerbangan International biasanya lebih heboh karena yang diantar satu orang dan yang mengantar jauh lebih banyak. Perhatikan penumpang penumpang di Departure Gate International Airport Cengkareng. Semua calon penumpang penerbangan jarak jauh wajahnya begitu ceria dan sumringah, dandanannya begitu modis dan rapi dan pengantarnya tidak tahu sama sekali bagaimana perjuangan mereka diudara dalam perjalanan berjam jam yang melelahkan. Tulisan dibawah ini sedikit mengungkap perjuangan/penderitaan penumpang internasional dan juga rahasia orang orang yang tampak necis dan modis tersebut diatas pesawat dan di bandara transit. Anggap saja mereka 'executive' jadi jadian.


Jasnya Entah Ditaruh Dimana
Tahu Tahu Sudah Ngorok

Lesu Ngantuk
Internet Lelet
Saya sering keluar masuk bandara dan sudah tak terhitung lagi ketemu dengan 'executive' jadi jadian di Departure Gate. Saya sering transit berjam jam di bandara manapun kadang masuk ke executive lounge dan kadang bosen mondar mandir saja di airport. Semua penumpang  saya amati dan sering saya tiru juga trik triknya untuk mengatasi berbagai masalah dalam perjalanan jarak jauh. Secara umum semua orang sama saja, nggak peduli apakah penumpang biasa atau 'executive' jadi jadian. Mereka bisa bosen, bisa pegal pegal, pingin selonjor kaki, bisa ngantuk, kentut dan lain lain. Meskipun di Departure Gate kelihatan sangat perlente dan berwibawa, diatas pesawat maupun terminal transit ternyata sama saja. Ada yang ngeyel 3 kursi maunya dipakai sendiri untuk tidur, ada yang 'nggembel' tidur di lantai saat transit dan ada yang bisa kentut saat tidur.

Executive Lounge
Bosen Dan Jenuh Kalau Transit Terlalu Lama
Banyak Makan, Banyak Gas Dan Ngantuk


Ngisi Waktu Saat Transit
Sambil Mengumpulkan Gas
Untuk Balasan
Di Terminal keberangkatan memang banyak yang kelihatan gaya bak seorang businessman atau businesswoman sukses. Tapi diatas pesawat kalau perjalanan lebih dari 10 jam ternyata kelakuan para 'executive' jadi jadian tersebut sama saja. Ada yang ngorok, mendengkur dan ngiler. Masih mending kalau cuma ngorok dan ngiler, terkadang tercium juga aroma  kentut yang menyebar pelan tapi pasti keseluruh cabin penumpang. Saya banyak belajar dari para 'executive' jadi jadian dari segala penjuru dunia  di pesawat apapun. Saat lampu pesawat mulai dimatikan, inilah kesempatan bisa buang 'gas beracun' sepuasnya. Pura pura tidur dengan selimut ditutupkan ke wajah merupakan trik paling sederhana, klasik dan terlalu umum. Trik yang paling anggun, elegance atau berwibawa yang pernah saya saksikan yaitu dengan cara menyapa dengan sopan pramugari yang lewat. "Would you please to close the toilet ?". Cuek, tenang,  berwibawa dan Jaim (Jaga Image). Nggak mikir sama sekali, ternyata toiletnya jauh di belakang. Mana mungkin bau berasal dari toilet. Artinya, siapa lagi yang kentut sembarangan kalau bukan dia sendiri. Keterlaluan memang ...:)


Gelap, Saat Tepat Untuk Memulai
Serangan Udara Sepuasnya

Tutup Hidung Kalau Tiba Tiba
Ada Serangan Gas Beracun Dari Belakang
Dasar Executive Berdarah Dingin
Saat Lampu Terang Ekspresi Wajahnya Tenang
Tanpa Dosa Dan Tidak Merasa Salah

Baca Juga :

Sabtu, 12 Januari 2013

Tanda Larangan Paling Aneh Di Dunia

Tanda Larangan Yang Terdapat Di An Nasr Stadium
Dilarang Menggonggong

Pingin Negara Aman, Tenteram
Dan Damai Pasang Saja
Tanda Larangan Ini
Beberapa tahun terakhir ini hampir semua media dipenuhi berita demo negara negara Timur Tengah. Bahrain rakyatnya koar koar protes, Libya juga ribut dan berakhir setelah Moammar Khadafy tumbang. Mesir juga sama saja gaduh teriak teriak menumbangkan Hosni Mubarak. Syria sama saja gaduhnya. Bagaimana dengan Kuwait ? Oh tenang saja, aman tenteram dan damai. Tanda larangan cukup tegas dan jelas "No Barking" atau "Dilarang Menggonggong".  Jelas tanda larangan tersebut bukan untuk hewan karena hewan tidak bisa membaca. Ingin Indonesia aman, tenteram dan damai, tiru saja cara Kuwait.

Catatan : Alphabet Arab tidak mengenal huruf P, yang ada hanya B (Ba). Jadi semua rambu Larangan Parkir akan terbaca seperti rambu pada photo diatas.

Baca Juga :

Minggu, 18 November 2012

Expats Pendatang Baru Kuwait

Lawyer Ini Masih Mau Naik Kuda Kudaan
Karena Baru Datang - Loc : KOC Spring Camp

Bulan Pertama : Acting Pura Pura Beli
Padahal Belum Pernah Terima Gaji
Lokasi : Souq Mubarakeeyah
Di Kuwait jumlah expatriate jauh lebih banyak dibanding penduduk lokal. Kira kira setiap 3 orang expatriate setara dengan seorang penduduk asli. Data penduduk tahun 2008, tercatat jumlah expatriate 68 % dari total penduduk yang berjumlah 3 - 3.5 Juta. Umumnya expatriate yang berdatangan di Kuwait adalah pekerja, bukan datang untuk tujuan wisata. Oleh karena itu, kalau anda berada di Kuwait International Airport maka dengan mudah anda menyaksikan aktifitas mereka saat datang dan pergi dengan segala macam barang bawaannya yang terkadang unik dan menarik. Sangat berbeda sekali dengan aktifitas airport dimanapun juga.


Expats Ini  Sekarang Tidak Mau
Diphoto Ditempat Ini , Sudah
Jadi Mudir IATMI Kuwait
Dari statistik 2009, expats India tercatat yang terbesar (580.000) dan diikuti oleh Mesir, Pakistan, Bangladesh, Syria, Iran, Philipine, Srilanka dan Indonesia. Sehingga kalau anda melintas didepan gate keberangkatan Kuwait International Airport, maka akan terasa sekali bahwa dunia ini kecil. Baru saja mendengar bahasa Urdu, lalu melangkah 10 meter saja sudah terdengar bahasa Hindi, melangkah ke gate berikutnya akan terdengar bahasa Tagalog dan sepuluh meter lagi serasa di kampung halaman sendiri yaitu terdengar ocehan calon penumpang berbahasa Jawa dan Sunda.



Hanya Karena Tulisan Di Airport
Muhandis Ini Berani Minta Tolong
Orang Lewat Untuk Memphoto
Expatriate pendatang baru, baik dari Bengali, India, Philipine atau bangsa lainnya semua sama saja. Begitu tiba di terminal kedatangan maka sibuknya bukan main. Yang dikeluarkan pertama kali adalah camera. Mulai camera pocket, DSLR dan HP bercamera semua dikeluarkan. Bayangkan betapa ribetnya, di pundak menggantung camera DSLR, tangan kiri pegang pocket camera dan tangan kanan pegang iPhone. Dan yang diphoto cuma kereta dorong (troley) doang !!!, Rasanya bangga dan gaya sekali para expats baru Bengali, India, Pakistan dll bisa photo sedang ndorong troley di bandara Kuwait. Akibatnya, koper dan barang bawaannya terlupa dan lebih dari 15 menit berputar putar di belt conveyer bandara.

Troley Seperti Inilah Yang Selalu Diphoto
Expats Bengali, Pakistan Dan India Di Kuwait Airport

Masih Bersedia Diatur Gayanya
Lokasi : Al Kouts
Kalau anda jalan jalan dipusat keramaian Kuwait, maka dengan mudah anda melihat expatriate pendatang baru sedang berphoto photoan dengan latar belakang pemandangan apapun yang bagus. Ada yang ditengah bundaran di perempatan jalan yang ramai dan ada yang malu malu kucing dan ingin cepat cepat selesai saat diphoto.  Sayangnya, ritual expatriate pendatang baru semacam ini tidak terlalu lama, paling banter 3 sampai 4 bulan saja sejak kedatangan. Setelah itu, jangan harap mereka mau diphoto  lagi ditempat yang sama. Dibayar berapapun umumnya sudah ogah dan menolak kalau diminta berpose di bundaran atau perempatan jalan. Alasannya hampir sama, teman dan relasi di Kuwait sudah cukup banyak yang dikenal sehingga malu kalau harus bergaya di tempat keramaian apalagi di bundaran perempatan jalan.

Asyikkkk, Kirim Ke Kampung Buat
Bukti Sudah Tiba Di Kuwait


Didepan Kapal Nelayan
Al Kouts - Tahun Depan Belum
Tentu Mau Bergaya Begini
Yang unik adalah saat berada di rumah makan. Berbagai gaya dipertunjukkan para expatriate baru. Ada yang jaim dan sok tau tetapi ada juga yang mengambil cara aman saat memesan makanan. Begitu menu makanan disodorkan oleh pelayan restaurant, si expats baru langsung membaca menu dari yang teratas sampai terbawah. "Brother, can I order this, this and this  .......", sambil jari menunjuk ke daftar menu.  Mantap, percaya dirinya tinggi sekali tetapi begitu pesanan makanan datang, baru si expat terkaget kaget. Ternyata yang terhidang  acar semua, asem atau kecut.



Semua Makanan Dicoba
"I want to order this, this and this......"
Buanyak sekali dan rasanya asem !!!!

Saya mah sudah cukup berpengalaman, setiap makan dirumah makan Arab selalu saya pilih cara yang paling aman. Yang saya pilih selalu makanan favorit yang bernama "SAME". Maksudnya, saya lirik dulu pesanan tetangga di meja sebelah. Kalau terlihat enak maka tinggal mengucap "SAME....." sambil memberi kode lirikan mata ke meja sebelah. Anggun dan tampak berwibawa. Ditanggung, makanan yang datang enak dan sama persis dengan tetangga sebelah.


Baca Juga :



Senin, 09 Juli 2012

Kerja Ala Arab


Ini dia yang namanya kerja Team ala Arab. Belum pernah saya menyaksikan cara kerja seperti ini di Indonesia. Satu orang mengeruk tanah dengan sekop dan satu orang lagi diatas menarik sekop dengan tali. Cepat, hemat tenaga dan bisa dipraktekkan ditanah air. Selamat mencoba ...., ditanggung bisa mengurangi sakit boyok.


Note : Video diatas memerlukan flashplayer dan tidak bisa dilihat di IPAD

Rabu, 06 Juni 2012

Masya Allaaaaah !!!

IMMI-k
Ikatan Mudir Dan Muhandis Indonesia Di Kuwait

Tinggal di Kuwait memang sangat menyenangkan meskipun iklim, cuaca dan adat istiadat penduduknya sangat berbeda dengan negeri tercinta Indonesia. Terkadang cukup unik dan menarik untuk diceritakan terutama hal hal yang menyangkut harga diri bangsa. Harap maklum mayoritas orang Indonesia di Kuwait adalah pembantu rumah tangga sehingga hampir semua orang menganggap orang Indonesia adalah PRT.. 

Mudir
Siapa Mau Numpang

Perkiraan saya, saat ini ada sekitar 30.000 orang yang bekerja sebagai PRT di Kuwait. Sehingga tidak bisa disalahkan sama sekali kalau semua orang di Kuwait menganggap negeri kita tercinta Indonesia serba kekurangan.

Perhatian Perhatian Penumpang
Jangan Ribut Dan Kentut !

Saya kemana mana naik mobil baik untuk mengantar anak ke sekolah atau hanya sekedar jalan jalan keliling kota. Berkali kali saya mendapat tumpangan ibu ibu Arab, baik itu Arab Kuwait, Arab Palestine, Arab Mesir atau Arab negara negara sekitarnya. Terutama kalau ada acara disuatu tempat maka mereka dengan santun minta ijin untuk menumpang sampai di tujuan tertentu yang saya lewati. Pada saat berada dimobil saya inilah saya bisa mengerti jalan pikiran mereka tentang Indonesia dan warga negara Indonesia.
.
Arab : “Thank you madame, Are you Philipinos?”
Saya : “No, I’m Indonesian”
Arab : “MashaAllaaaaah !!!”

Muhandis Indonesia
Di Kuwait

Saya tidak tahu pasti, kenapa si Arab teriak seperti itu. Dugaan saya, si Arab mengira hanya Philipine saja yang ada mobil dan penduduknya bisa nyetir. Barangkali Indonesia dikira masih hutan belantara, penduduknya beruk dan monyet saja. Mungkin juga penduduk Indonesia dianggap masih telanjang bulat dan pakai "Koteka" semua.

Pertanyaan tidak berhenti dan bahkan bertambah seru dan menarik.

Arab : “Is your husband Kuwaitis ?”
Saya : “No, pure Indonesian.  Original… Made In Surabaya”
Arab : “MashaAllaaaah !!!”

Terkadang saya harus menjawab ‘sak karepe dewe’ daripada diam nggak ngomong sama sekali. Nggombal juga perlu demi nasionalisme bangsa dan negara Indonesia.

Arab : “What’s your job in Kuwait ?”
Saya : “Mudir..”
Arab : “MashaAllaaaah !!!”

Mudir  Dan Yacht
Di Marina

Pertanyaan biasanya bertambah seru dan panas
Arab : “What’s your husband  job in Kuwait ?”
Saya : “Muhandis..”
Arab : “MashaAllaaaah !!!”

Note : Baik Mudir (Manager) dan Muhandis (Engineer) sangat ampuh di Kuwait. Kalau ada Arab, India, Bengali, Philipino yang usil tanya macam macam, jawab saja dengan dua kata sakti tersebut. Biasanya langsung tidak percaya dan pergi menjauh, mungkin mengira saya 'Orang Gila'. Bagaimana bisa percaya, wajah saya dan suami sangat "Kere" sekali.

Mudir-Muhandis-Al Falaq

Baik Arab maupun Indonesia sebenarnya sama saja dalam menghadapi suatu kejadian yang mengejutkan. Bedanya, orang Arab frekwensi mengucapkan kata ‘MashaAllah’ lebih sering dibanding orang Indonesia.

Sekitar bulan lalu saya dapat tumpangan anak anak sekolah. Mereka semua adalah anak anak SMA teman anak saya di American International School (AIS). Satu orang duduk didepan dan empat orang berdesak desakan di belakang. Ditengah jalan salah satu dari penumpang belakang tersebut kentut. ‘Dddtttttt’, nyaris tanpa suara. Pada awalnya suasana masih tenang dan sepi, tetapi begitu aroma sudah mulai menyebar maka penumpang depan langsung teriak ‘MashaAllaaaaahh !!!!!”. Dan langsung heboh membuka jendela dan bahkan minta saya untuk menghentikan mobil dan semua penumpang turun.

Bandingkan dengan orang Indonesia yang anggun, elegance dan berwibawa dalam menghadapi keadaan yang sama dibawah.

Anak : "Ayah kentut ya ???"
Ayah : “Ya, kenapa ? Kentut bagus tidak untuk kesehatan ?”
Anak : “ Ya jelas Tidak…!!!!”
Ayah : “Makanya ayah keluarkan……”

Lain kali kalau suamiku kentut kembali, maka dengan tenang , anggun dan berwibawa akan tanya kembali kepada anak anak :

Ayah : “Kentut bagus tidak untuk kesehatan ?”
Anak  : “Bagus…bagus sekali yah...”
Ayah : “Makanya Ayah berikan kamu……”

Bagaimana, lebih elegance mana Arab atau Indonesia. Tidak perlu kan sedikit sedikit menyebut 'MashaAllah' hanya untuk hal hal yang tidak patut.


Baca Juga :

Sabtu, 21 April 2012

Cerita Aneh Seputar Umroh


Tempat Sa'i Lantai 2 Masjidil Haram Mekkah
Sepi Pada Bulan Apr 2012

Komunitas Indonesia Kuwait
Secretary, Pramugari, Perawat,
Mechanic, Pilot, Engineer Ada
Kalau anda googling di google untuk mencari kejadian kejadian aneh saat Perjalanan Umroh atau Haji, tentu ceritanya begitu dramatis, religius dan terkadang ditulis sedemikian rupa membuat pembaca komat kamit terbawa arus cerita yang mencekam dan mendebarkan. Nggak percaya ? Coba saja cari sendiri di google dengan keyword seperti judul tulisan ini. Anda bisa temukan berbagai macam tulisan dan analisa mulai dari yang 'gathuk mathuk', takhayul sampai yang dakwah detail dengan berbagai macam cuplikan berbagai macam ayat ayat Qur'an. Bagi saya ya terserah saja apa yang mereka katakan.



Taman Bermain Khusus Balita
Kakek Dan Nenek Bagian
Nungguin Cucu


Misalnya saja ada yang menceritakan pengalaman Ketemu Malaikat, Ditolong Malaikat saat berdesak desakan mencium Hajar Aswad atau saat lempar Jumroh, Ketemu Setan Besar di Jamarat, Ketemu Jin dan pengalaman lain yang susah dibuktikan kebenarannya. Cerita kecopetan saat thawaf dan dihubung hubungkan dengan kebiasaan tidak pernah sedekah juga ada. Cerita kehilangan sandal yang dihubungkan dengan dosa dosa di dunia juga ada. Semuanya serem dan tidak ada satupun cerita yang bisa membuat tenang pembaca yang rata rata ingin berangkat ketanah suci untuk melakukan ibadah. Apalagi cerita yang menghibur dan bisa membuat ngakak pembacanya, jelas tabu untuk diceritakan.


Bandel, Cari Tumpangan
Ingat Madam, Tidak Boleh
Marah Ya.....


Pada bulan April 2012 yang lalu, saya sekeluarga diberi kesempatan untuk menunaikan Ibadah Umroh kembali. Saya sekeluarga berangkat bersama Komunitas Indonesia Di Kuwait. Satu bus berangkat lewat darat dan sekitar satu bus lagi lewat udara dan ketemu di Madinah. Perjalanan dengan bus dari King Abdul Azis Airport Jeddah memakan waktu lebih dari 4 jam dan cukup melelahkan. Di Madinah menginap sekitar 2 hari dan tidak ada hal hal aneh yang bisa saya ceritakan. Perjalanan saat prosesi Umroh dengan bus dari Madinah, Bir Ali, Mekkah juga baik dan lancar. Seperti tahun tahun sebelumnya, selalu saja ada cerita aneh yang bisa saya tuliskan untuk blog ini. Kali ini cerita pengalaman Umroh saya benar benar aneh dan mengejutkan saya. Rasanya tidak mungkin ada orang lain yang mau menceritakan pengalaman pribadi di Masjidil Haram seperti yang saya alami tahun ini.


Sayang Anak Sayang Anak
Putaran Pertama Si Bapak
Masih Berlari



Bukan pengalaman Ketemu Malaikat atau Ketemu Jin yang saya alami, tetapi Ketemu Skate Board didalam Masjidil Haram. Benar, jangan tertawa, ini cerita serius dan religius tentang Umroh dan sangat tidak patut untuk jadi bahan tertawaan. Saya Ketemu Skate Board dan anak anak yang sedang bermain di lantai 2, tepatnya ditempat Sa'i antara Safaa dan Marwah. Sayang saat itu saya tidak membawa camera sehingga tidak bisa mengabadikan moment bagus tersebut. Keterkejutan saya kira kira setara atau sama dengan anda saat Ketemu Malaikat, Jin atau bahkan Setan. Rupanya, tempat Sa'i sekaligus Taman Bermain Anak Anak di lantai 2 ini sengaja dipilih para orang tua karena lebih sepi dibanding lantai bawah. Pada saat orang tua menyelesaikan ibadah Umroh, anak anak cukup diparkir disuatu tempat lengkap dengan segala permainannya.


Ancang Ancang Balapan
Si Anak Bosan Akhirnya Si Bapak
Yang Harus Mengembalikan


Umumnya, yang menjadikan Masjidil Haram menjadi seperti taman bermain seperti ini adalah penduduk lokal atau pendatang dari kota atau negara terdekat. Mereka sering satu keluarga lewat dan menyempatkan diri untuk mampir dan melaksanakan ibadah Umroh. Cucu cucu dan anak kecil bermain ditunggu oleh kakek dan neneknya sedangkan anak dan menantu melaksanakan Sa'i. Tidak cuma anak anak bermain Skate Board yang saya temui ditempat Sa'i ini, balapan dan kebut kebutan juga ada. Dan yang membuat saya terkejut seperti ketemu setan adalah pelaku kebut kebutan ternyata bukan anak anak lagi tetapi sudah dewasa dan sehat wal afiat. Semula, orang tua yang sehat wal afiat tersebut menyewa kendaraan listrik roda tiga hanya untuk menghibur anaknya. Orang tua mana yang tahan kalau anak anaknya merengek rengek ingin naik kendaraan listrik yang sebenarnya hanya untuk orang tua atau cacat saja.


Go !!!
Mengembalikan Kendaraan Listrik
Ke Tempat Persewaan


Putaran pertama Sa'i, sopir kendaraan listrik masih dipegang anak anak dan bapaknya lari lari kecil sa'i, putaran kedua si anak sudah mulai bosan, bapaknya langsung ambil alih mengemudi Dan si anak duduk di samping. Putaran ketiga, anak sudah tidak ada lagi, mungkin ngantuk, turun dan dijaga ibu, kakek atau neneknya. Putaran keempat, ketemu lawan dan langsung balapan dan kebut kiri kebut kanan. Si Bapak rupanya sangat bertanggung jawab, diripada kendaraan ditinggal sembarangan lebih baik dinaiki untuk dikembalikan ke tempat persewaan.


Hallooo Hallooo
Coba Tebak, Siapa Yang Sakit
Dan Siapa Yang Numpang


Sedang asyik mengamati taman bermain ini tiba tiba terdengar bunyi polyphonic telephone genggam yang suaranya mirip HP saya. Ternyata seorang ibu yang yang saat itu juga sedang naik kendaraan listrik roda tiga mendapat telpon, kemungkinan telpon dari kampung halaman di Riyadh, Oman, Qatar, UAE atau Kuwait. Kira kira kalau saya terjemahkan ke bahasa Indonesia Do'a Sa'i ibu ibu tersebut sbb :

"Hallo... Hallo... Yaa....Saya Sudah Sampai Mekkah.... "
"Baru Saja Tiba Kira Kira Sejam Lalu.....Sekarang Sedang Sa'i Putaran Ketiga......"
"Belum... Belum Kemana Mana...., Beres nanti saya bawakan oleh oleh... "
"Yaa Yaa Nanti Saya Tilpun Lagi Yaaa......." 


Baca Juga Cerita Aneh Umroh Dibawah Ini:

Sabtu, 04 Februari 2012

Miss Waterproof Kerokan

Hujan Sepanjang Hari
Di Kuwait - Banjir
Media Di Indonesia selalu gegap gempita kalau ada kejadian warga Indonesia disiksa di Arab. Opini selalu dibangun sedemikian rupa sehingga pembaca langsung menelan mentah mentah apa yang ditulis oleh wartawan tanpa harus mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Pokoknya, harus dibuat dramatis, heroik dan semua pekerja Indonesia di luar negeri harus selalu benar dan tak ada cacat celanya sedikitpun. Pokoknya apapun yang terjadi, yang salah harus Arab. Nah, cerita dibawah ini bertentangan dengan media media di Indonesia. Sudah tentu sangat tidak menarik untuk diketahui masyarakat Indonesia ditanah air apalagi dijadikan acuan media ditanah air. Bisa jadi koran langsung dirobek dan TV dimatikan kalau memuat berita yang bertolak belakang seperti ini.


Pagi Hari Menuju
Ahmadi Hospital
Alkisah ada tiga remaja ABG, sebut saja mereka Miss Waterproofs. Satu dari Indonesia dan dua lagi asli Arab Kuwait. Mereka bersahabat sangat baik sekali meskipun berasal dari sekolah yang berbeda beda. Karena persahabatan mereka inilah maka orang tuanya juga sangat dekat sekali dan saling kunjung mengunjungi dan terkadang berwisata bersama meskipun hanya melihat laut saja. Setiap weekend, selalu 'sleep over' berpindah pindah, maksudnya boyongan pindah tidur bergantian kerumah salah satu dari mereka bergantian. Minggu ini untuk yang kesekian kalinya mereka menginap dirumah saya. Tentu saja saya siapkan makanan Indonesia yang terkenal pedas pedas. Namanya saja anak remaja baru gede, sepanjang hari mereka hujan hujanan diluar rumah karena di Kuwait sedang banyak hujan menjelang berakhirnya musim dingin. Udara diluar masih sekitar 15 deg C dan hujan terus sepanjang hari. Itulah sebabnya mereka saya sebut Miss Waterproofs.


Biar Dramatis
Masuk Angin Dinaikkan Kursi Roda
Tengah malam, dua orang Miss Waterproof Arab menggigil demam. Beruntung Miss Waterproof Indonesia tetap sehat wal afiat, mungkin iklim Indonesia yang banyak hujan membuat anak saya lebih waterproof dibanding anak anak Arab. Sebagai tindakan darurat untuk mencegah masuk angin saya buatkan wedang jahe dan saya keroki seluruh badannya sambil menunggu pagi. Mereka cukup gembira mendapat pengalaman pengobatan tradisional Indonesia yang bernama Kerokan. Mereka juga banyak bertanya apa hubungannya kerokan dengan masuk angin. Mereka juga minta diulang kalau punggungnya belum terlihat merah kerokan meskipun mereka tertawa geli saat dikeroki.


Anak Anakku
Masuk Angin
Pagi hari saya antar kedua Miss Waterproof Arab tersebut ke rumah sakit. Orang tuanya langsung ditilpun untuk segera menuju kerumah sakit, tentu kaget luar biasa kok tiba tiba anak anaknya berada dirumah sakit. Lebih kaget lagi dipunggung anak anak Arab tadi terdapat bekas penyiksaan berupa garis garis merah seperti baru saja dicambuk. Setelah Miss Waterproof tadi menceritakan pengalaman Kerokan ke orang tua masing masing, baru orang tuanya tertawa lebar.  Sore hari ketiga Miss Waterproof sudah klayapan kembali keliling kota menghabiskan weekend di Al Kout Mall dengan punggung yang masih babak belur kerokan.




He He He - Kerokan
Iih Malu ...
Note :
Tolong dong, apa bahasa Inggrisnya greges greges dan semlenget ?. Susah sekali saya menjelaskan ke Ortu para Miss Waterproof ini. Her body is not delicious....!, masuk angin apa pula ya ?


Baca Juga :

Senin, 03 Oktober 2011

Smart Phone Bangladesh


HP Bengali - Telpon
International Sepuasnya
Bisa sewa Harian
Di Kuwait hanya ada 3 operator telepon selular besar, yaitu Zain, Wataniya dan Viva. Ketiga operator ini saling bersaing dengan paket paket telpon international, internet, SMS, BBM yang katanya termurah di Kuwait. Iming iming gratis ipad, blackberry, iphone atau merk yang lainpun bertebaran kalau anda bersedia berlangganan selama setahun penuh. Meskipun mereka koar koar sebagai operator termurah, sebenarnya sangat mahal juga. Telpon ke Indonesia beberapa menit saja bisa habis pulsa KD 3 (sekitar Rp 90.000), bisa kebayang betapa mahalnya telpon ke Indonesia dari Kuwait kalau menggunakan operator telpon selular resmi diatas..


Hallo Indonesia
Jelas Nggak ?
VOIP (Voice Over Internet Protocol) jelas dilarang oleh pemerintah Kuwait. Alasannya jelas untuk melindungi perusahaan telekomunikasi telepon seluler diatas. Kalau tidak dilarang sejak awal, maka ketiga operator telepon tadi pasti akan segera gulung tikar. Jangankan bertelepon menggunakan VOIP, baru mengunjungi website SKYPE saja sudah diblock apalagi download aplikasinya. Demikian juga dengan website terkenal lain tempat download aplikasi telepon VOIP, semuanya diblock dan anda nggak akan bisa mendownload atau mengunjungi websitenya.


WARTEL
Pingin Murah Masuk
Dari Belakang
Tetapi, tenang .... tenang saudara saudara. Di Kuwait banyak sekali tempat tempat yang menjual jasa telpon VOIP. Sebut saja jasa Smart Phone, bukan unit Smart Phone  seperti Iphone atau yang lainnya, tetapi benar benar jasa 'Smart' menjual kecerdasan dengan mengakali telephone dan computer anda agar bisa VOIP dan menembus blokade ketiga operator telepon resmi diatas. Ada jasa install Skype, Nimbuz, ICall ke Computer dan langsung bisa dipakai nelpon ke tanah air, contohnya penjual jasa di kios kios telpon di Hawalli atau di pasar Fahaheel. Tetapi ada juga Wartel 'International Call Service'. Kalau anda masuk ke wartel semacam ini, telpon yang didepan bayarnya mahal sekali, tetapi kalau anda terus terang mau yang murah maka anda akan diajak kebagian belakang tempat telpon VOIP berada.



Telpon Uleg Uleg
Sewa Sehari Tarip Terserah
Yang hebat adalah tehnologi Bengali (sebutan untuk orang Bangladesh). Entah bagaimana caranya mereka bisa membuat VOIP server yang entah dimana meletakkannya di Kuwait ini. Namanya cukup mentereng, yaitu NK Telecom. Unit teleponnya tidak perlu secanggih iPhone 4, cukup unit telpon kuno sebesar uleg uleg. Cara memasarkannya cukup dengan bisik bisik. Kalau kita mau nelpon ke tanah air misalnya, cukup sapa para Bengali disekitar kita dan katakan saja mau sewa sebentar HPnya untuk nelpon ke Indonesia. Si Bengali dengan gembira akan nelponkan ke nomor yang kita berikan. Mau ngomong berjam jampun ongkosnya sangat murah sekali. Saking murahnya, kalau nelpon cuma dua atau 3 menit saja, si Bengali selalu mengatakan 'Terserah' kalau kita tanya berapa ongkosnya. Saya sewa sehari dan saya bawa pulang HPnya, jawabnya juga sama saja 'Terserah mau ngasih berapa...'.