Jumat, 29 April 2011

Sekilas Bandara International Kuwait

,
Hall Utama Bandara International Kuwait
Lebih mirip Mall Daripada Airport
Airport adalah pintu gerbang kedua suatu negara setelah Kedutaan Besar. Sudah tentu baik atau buruknya suatu negara akan terlihat dari Kedutaan Besar dan juga Airportnya. Kuwait International Airport luasnya tidak seberapa dibandingkan dengan Bandara Cengkareng, bahkan bisa saya katakan terlalu kecil untuk sebuah bandara international.


Aku Saat Mengantar Dan Ditinggal
Sendiri Anak Anak
Rasanya Kuwait 'masih harus banyak belajar dari Indonesia' terutama dalam hal memaksimalkan pendapatan negara dari bandara. Di Airport ini sangat minim loket pungutan apapun. Jangankan pungutan liar, pungutan resmi saja tidak ditemukan. Bandingkan dengan bandara Soekarno Hatta Cengkareng yang sangat lengkap sekali seperti Pungutan Pajak Bandara, Pungutan BNP2TKI, Pos Pemeriksaan/Denda Barang Bawaan, Meja Asuransi Penerbangan dan lain lain.  Belum lagi calo tenaga kerja (TKW) yang berkeliaran menjemput bola sampai masuk kedalam, calo taxi, calo hotel dan oknum bandara yang sibuk cari cari celah ditengah kerumunan penumpang yang baru turun dari pesawat yang banyaknya bukan main. Berapa kira kira pemasukan tambahan bagi pemerintah Kuwait seandainya bisa meniru cara Indonesia diatas.


Selalu Ramai Didepan Pintu
Kedatangan
Loket yang ada di airport Kuwait cukup yang standard standard saja misalnya Loket Visa On Arrival,  Pemeriksaan Passport kantor imigrasi untuk penggeledahan bagi yang bermasalah. Bank jelas tidak berkantor di Airport, cukup ATMnya saja yang diletakkan di airport. Asuransi maupun airport tax sudah termasuk dalam harga tiket dan tidak dipungut double di airport. Barang bawaan juga tidak dikenakan pajak. Kelebihan bagasi, cukup bayar pakai card. Tetapi yang benar benar beda,  di bandara Kuwait tidak saya temukan  calo, sopir taxi, atau makelar hotel yang tiba tiba nyelonong dan berhenti didepan kita menawarkan jasanya. Mereka duduk tertib ditempatnya menunggu konsumen datang.


Ban Sampai Gembos Saking
Lamanya Ditinggal Di Airport
Yang paling banyak di Airport Kuwait bukan calo dan pos pungutan, tetapi restaurant dan toko toko Duty Free electronik,jam dan parfum. Termasuk tempat menunggu berupa kedai kopi Starbuck, Cofee Bean, Costa dan bahkan tukang potong rambut. Lebih banyak lagi adalah mobil parkir, tempat parkirnya jauh lebih luas dibanding bangunan airport sendiri. Sudah menjadi kebiasaan penduduk Kuwait kalau bepergian selalu keluar negeri atau balik kampung ke negara maing masing karena Kuwait sangat kecil sekali dan bisa dikelilingi hanya dalam waktu sehari saja. Sebagian besar kalau bepergian selalu mobilnya diparkir di Bandara. Ada yang mobilnya ditinggal di Bandara sampai berbulan bulan bahkan tidak diambil karena pemiliknya pulang kenegaranya dan tidak kembali lagi selamanya. Yang seperti ini katanya mobilnya kredit dan belum lunas, jadi lebih baik ngabur daripada harus melunasi hutang.

Rabu, 20 April 2011

Ada Apa Dibalik Ghutrah

Coba Hitung Berapa Yang Botak
Kalau saya bertanya kepada anda tentang lelaki Arab tentu jawaban anda ngganteng, gentleman, gagah, tegas, tegap dan perkasa. Apalagi kalau melihat jenggot lebatnya yang aduhai dan memakai pakaian tradisionalnya Dishdasa yang anggun. Wanita mana yang tidak terkapar kejang kejang dilirik oleh seorang lelaki Arab yang kalau saja mau datang ke Indonesia, sudah pasti akan laris manis dikontrak main sinetron atau main film. Entah kenapa umumnya orang Indonesia lebih menyukai wajah wajah asing dibanding wajah wajah lokal untuk pemain sinetron dan filmnya.


Dua hal Yang menyilaukan Mata
Lampu Dan Botak
Tetapi, tidak setiap hari mereka memakai pakaian tradisional Dishdasa dan penutup kepalanya yang bernama Ghutrah atau sering juga disebut Kafiyeh. Saat ngantor atau bekerja, biasanya mereka memakai pakaian biasa berupa celana panjang dan kemeja lengan pendek atau panjang saja tanpa memakai ghutrah penutup kepala. Saat saat tertentu saja memakai pakaian tradisonal putih putih yang bernama Dishdasa. Nah, disini ketahuan, dibalik ghutrah atau kafiyeh penutup kepalanya ternyata terdapat sesuatu yang menyilaukan mata, yaitu botak selebar lapangan sepak bola !!!


Photo Tanpa Flash
Agar Tidak Ada Pantulan Sinar
Saya tidak tahu pasti apakah iklim gurun yang panas menyebabkan kepala mereka gersang dan tandus atau sebaliknya karena kepala mereka botak dan sangat menyilaukan maka tanaman disekitarnya banyak yang mati kekeringan dan tanah disekitarnya menjadi gurun yang kering kerontang. Kalau saya hitung, 6 dari 10 orang Arab yang saya jumpai mengalami kebotakan diusia muda. Tetapi jenggotnya tetap kuat dan mantap sampai usia tua. Karena hal ini, secara general saya bisa mengatakan bahwa orang Arab akan tampak lebih tua dari umur yang sebenarnya. Seorang anak SMU di Cambridge School Hawally yang pernah saya jumpai mengaku baru berumur 18 tahun, tetapi seandainya dia mengaku umur 40 tahunpun sebenarnya saya juga percaya.

Bagaimana, masih tertarik dapat jodoh orang Arab ?

Kamis, 14 April 2011

Catatan Umroh 4 : Barbar ! ! !

Barbar Shop Dan Para Barbarian
Di Mekah Saudi Arabia

Berbeda dengan Kuwait yang mayoritas penduduk aslinya menguasai bahasa Inggris dengan baik. Di Saudi Arabia, khususnya Mekkah dan Madinah penduduk Arabnya malah lebih lancar mengucap kosa kata bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Anda akan dengan mudah mendengar kalimat :
Murah… murah….. beli satu dapat dua….!!!’, atau
Mari masuk… harga dibanting…!!!’.
Tetapi baik Kuwait maupun Saudi punya persamaan, keduanya susah mengucap huruf P dan lebih lancar huruf B. Dalam Alphabet Arab tidak mengenal huruf P, tetapi yang ada huruf B (Ba’). Sehingga lidah orang Arab akan bekerja ekstra keras kalau dipaksa mengucapkan kata yang ada huruf P. Contohnya adalah barang atau kejadian yang sedang popular saat ini seperti IPad dan Japan Tsunami.  Secara otomatis lidah mereka akan terucap menjadi IBad dan Jaban Tsunami.


Belum Ada Tanda Tanda
Penyiksaan

Huruf E dalam kosa kata Arab sangat sedikit dibanding huruf A seperti Alhamdullilah, InsyaAllah, Astaghfirullah, Bakala dan lain lain sehingga kalau menuliskan kata atau kalimat, mereka cenderung mengganti huruf E dengan A baik sengaja atau tidak sengaja. Di Mekkah banyak sekali terdapat BARBAR Shop yang setiap hari melayani potong rambut bagi jamaah yang telah selesai melaksanakan Umroh. Perhatikan saja tulisan yang terpampang di kaca etalase depannya dengan teliti. Maksudnya adalah Barber Shop, tempat potong rambut atau tahalul dimana biasanya model potongan rambut BARBAR Shop ini tidak terlalu neko neko, gundul atau agak gundul.

Kompresor Angin Disemburkan
Ke Wajah

Mari kita saksikan apa saja yang dilakukan oleh tukang potong rambut barbar shop ini. Benarkah mereka barbar, brutal, sadis dan kejam seperti namanya ? Sudah sering kita mendengar TKW digebuki di Saudi dan sekarang saatnya kita ulas habis apakah benar tukang potong rambut Arab ini termasuk kategori barbar.

Uap Panas Disemburkan Ke Wajah Dan
Seluruh Badan Dibungkus Plastik Laundry Pula

Pertama masuk kedalam kios potong rambut di Makkah ini suasana masih normal dan biasa biasa saja. Ada satu orang korban yang sedang potong rambut dan sambutan si tukang potong rambut atas kedatangan mas Ardi sebagai calon korban sangat halus dan manis sekali. Dengan basa basi sedikit dalam bahasa Arab yang susah dimengerti, tetapi bahasa isyarat tampaknya langsung dimengerti terbukti dari sigapnya mengambil gunting potong rambut. Agak sedikit terkejut saya yang mengantar karena sebelum rambut mas Ardi dipotong ternyata seluruh badan ditutupi plastik besar seukuran tas kresek raksasa yang biasa digunakan untuk membungkus pakaian ditempat Laundry. Bukan selembar kain seperti yang umumnya dipakai sebagai penutup badan seperti di tempat potong rambut di Indonesia.

 Salah Tempat, Selembar Adonan Martabak Telor Tipis
Diletakkan Di Wajah

Potong rambut berjalan normal, tetapi pada saat membersihkan sisa sisa rambut, hair dryer yang dipakai ternyata berukuran besar sekali dan lebih cocok digunakan untuk pabrik atau industri. Tekanan anginnya sekuat kompresor tukang tambal ban yang pernah saya saksikan di Jalan Raya Lintas Utara Jawa, tepatnya kompresor tukang tambal ban di Alas Roban Kendal, Jawa Tengah. Untungnya kepala mas Ardi dipegang kuat kuat agar tidak terbang saat kompresor tersebut diarahkan ke wajah. Untungnya lagi, nyemprot rambut dengan kompresor tadi tidak terlalu lama, sesuatu yang saya takutkan karena kalau sampai masuk angina maka saya juga yang repot harus ngeroki. Susah membayangkan seandainya pegangan dikepala suami tercinta kurang kuat, barangkali bisa terbang melayang sejauh 100 meter. Daya cengkeram tangan Arab memang terkenal kuat dan perkasa sejak dulu kala, karena konstruksi tangan Arab memang diciptakan lebih besar dari tangan bangsa Indonesia.

Leher Dipegang Kuat
Dari Belakang

Selesai potong rambut, kursi dijeblakkan kebelakang sehingga korban langsung terlentang diatas kursi. Bukan njeblakkan kursi yang membuat saya kaget, ternyata wajah suami tercinta langsung diteploki selembar bahan putih tipis semacam adonan Martabak Telor. Yah kalau di Indonesia kira kira semacam bedak bengkoang tebal dan dingin dicampur bahan mirip lilin (wax). Setelah itu masih diselimuti lagi wajahnya dengan semacam plastik transparan.  Tidak cuma itu saja, uap panas yang menyembur halus juga disemprotkan langsung ke wajah dari sebuah alat penyemprot yang kalau di Indonesia lebih banyak digunakan untuk rambut pada saat selesai creambath. Susah membayangkan penderitaan/kenyamanan ini karena proses steamer ini memakan waktu hamper 30 menit.


Wajah Digosok  Tangan Dan Kain Pel Di Wastafel

Yang terakhir benar benar membuat saya terjengkang dari tempat duduk. Saya langsung teringat adegan film James Bond saat Pierce Brosnan wajahnya dibenamkan kedalam air agar mengaku oleh musuhnya. Di Barbar Shop ini leher bagian belakang mas Ardi dipegang kuat kuat dan didekatkan ke sebuah wastafel yang penuh berisi air. Langsung saya teringat adegan film James Bond saat pacar James Bond berlari lari dengan gaya ‘slow motion’ mencari kekasihnya Pierce Brosnan yang sedang dibenamkan kedalam air oleh lawannya. Karena kios Barbar Shop ini terlalu sempit untuk berlari ‘slow motion’ maka saya hanya bisa mendekat pelan pelan, memphoto dan menyaksikan apa yang terjadi terhadap suami tercinta ‘Pierce Brosnan’. Alhamdullilah, tukang potong rambut Barbar Shop ini cuma mencuci muka wajah saja, bukan membenamkan wajah ke air di wastafel seperti James Bond.

'James Bond' Dan Ketiga
Cewek Cantiknya

Hasil akhir Barbar Shop Mekah ini ternyata benar benar memuaskan. Suami tercinta sekarang benar benar mirip dengan Pierce Brosnan. Potongan rambut cepak tetapi tidak gundul benar benar mengingatkan saya saat jagoan saya James Bond beraksi dilayar lebar.  Karena puas dengan hasilnya, ‘Pierce Brosnan’ dan ‘kekasihnya’ yang cantik jelita langsung berlari ‘slow motion’ menuju ke Masjidil Haram untuk segera sholat Dhuhur. THE END.


Baca Juga :


Selasa, 12 April 2011

Catatan Umroh 3 : Apa Yang Kau Cari

Mencari Sandal Di Halaman
Masjidil Haram Mekah
Di Makkah dan Madinah, saat kita melakukan umroh atau haji, kita bisa melihat dengan mata kita sendiri betapa beragamnya makhluk ciptaan Allah yang bernama manusia ini. Mulai dari bayi sampai yang sudah tua dan uzur, sehat dan tegap sampai yang cacat, warna kulit yang beraneka macam, raut wajah saat tersenyum, tertawa dan menangis, warna warni pakaian, sorban penutup kepala sampai tingkah laku yang berbeda beda. Semua seolah tergelar didepan mata dan ditunjukkan kepada kita semua, betapa agungnya Allah menciptakan makhluk yang satu ini.


Mencari Keluarga
Harus Naik Pot Bunga
Coba tanyakan kepada mereka, 'Apa yang kamu cari di Makkah dan Madinah', jawabnya pasti religious sekali. Saat kami berangkat umroh pada 31 Mar - 7 April 2011, sempat saya tanyakan secara acak kepada beberapa orang disekitar saya. 'Apa yang sebenarnya kamu cari di Makkah dan Madinah pada perjalanan umroh kali ini ?'.  Rasanya pertanyaan sangat sederhana dan mudah, tetapi jawabannya benar benar berbeda sekali dengan karakter yang saya kenal sebelumnya.


Mencari Lengah Polisi
Keamanan Masjid
Si Boy yang saya kenal sehari hari 'slebor', kali ini menjawab sangat religious sekali yaitu 'Karena panggilan Allah'. Si Udin yang paling cengengesanpun juga menjawab seperti seorang ustad yang sedang berdakwah 'Mencari ridhlo Allah, saya ingin berdoa khusyuk didepan ka'abah agar mendapat pahala yang berlimpah dariNya'. Si Mamat juga tak kalah religious, 'Saya akan lakukan apapun yang diperintahkan Allah, siapa tahu besok saya akan mati'. Memang luar biasa Mekah dan Madinah, bisa merubah yang 'bejijagan' menjadi sangat alim dan religious sekali.


Mencari Sandal Di
Masjid Nabawi Madinah
Benarkah yang mereka cari di Makkah dan Madinah pada saat umroh seperti yang mereka ucapkan ?. Pengamatan saya mengatakan hal yang berbeda dengan yang mereka ucapkan. Coba perhatikan sekeliling anda saat anda berada didalam atau disekitar masjid Al-Nabawi Madinah atau masjid Al-Haram Makkah. Beberapa hal yang paling sering dicari makhluk Allah yang bernama manusia ini banyak sekali. Anda akan tersenyum lebar melihat si Boy, si Udin dan si Mamat dalam aktifitas yang sebenar benarnya. Ternyata mereka semua datang jauh jauh ke Mekah dan Madinah untuk :

  
     
  • Mencari Sandal   
    Mencari Tiang Untuk Bersandar

    Semua jamaah pasti disibukkan dengan urusan sandal ini pada saat masuk kedalam Masjid. Dimasukkan kedalam tas terasa berat, diletakkan diluar masjid takut hilang, diletakkan ke tempat sandal yang banyak tersedia takut lupa dimana letaknya. Jadi serba repot sehingga masing masing punya trik sendiri sendiri untuk menyelamatkan sandal.
Naik Pagar Mencari Keluarga
    Selesai sholat sibuknya bukan main mencari sandal kesayangan ini. Ada yang ditendang jauh sekali tetapi paling banyak disedot mesin penyedot petugas kebersihan. Pagi hari setelah sholat subuh atau sekitar jam 6 - 7 pagi biasanya petugas kebersihan langsung beraksi membersihkan lantai, dinding dan segala sesuatu yang membuat kotor pemandangan. Kalau nasib jelek sandal kita tersedot mesin, maka tidak ada kata lain selain harus mencari pengganti atau pulang ke hotel tanpa alas kaki.  

    Tiang Yang Jadi Rebutan
  • Mencari Tiang   Tiang Masjid selalu diperebutkan banyak orang didalam masjid. Tak peduli bangsa mana, semuanya ingin bersandar. Celakanya yang sudah berjam jam bersandar tidak mau pergi untuk gantian. Aktifitas saat bersandar bisa bermacam macam, ada yang baca Qur'an ada yang sekedar bersandar sambil termenung menung, ada yang sebagai pengamat lingkungan alias melihat lihat dekorasi dan arsitektur masjid yang indah.

    
    Tempat Ngorok Favorit Jauh Dari
    Polisi - Lantai 2 Al Haram
  • Mencari Tempat Yang Tidak Ada Polisi Keamanan Masjid   Didalam masjid selalu ada polisi keamanan, terutama di Al Haram Makkah yang bertugas mengusir orang orang yang tidak sedang beribadah. Biasanya lantai 2 atau tempat tempat tertentu yang jauh dibelakang jarang ada petugasnya. Lagipula tempat tempat yang agak tersembunyi dibelakang ini lebih sejuk dibanding sudut manapun juga. Tempat seperti ini banyak dicari orang untuk tidur tiduran sampai tidur beneran. Omong kosong kalau anda tidak merasa ngantuk ditempat berAC, sejuk dan jauh dari polisi keamanan masjid seperti ini.

     
    Mencari Oleh Oleh Di
    Sekitar Masjid
  • Mencari Oleh Oleh   Nama kerennya Thawaf Mall, salah satu prosesi umroh jaman sekarang dengan ritual putar putar di mall mall yang ada disekitar Masjid, baik masjid Nabawi di Madinah maupun Al Haram di Makkah. Putar putarnya tidak cuma 7 kali, tetapi bisa berpuluh puluh kali. Cocok dengan harga bisa langsung melanjutkan dengan prosesi Lempar Riyal, bukan Lempar Jumroh. Lempar Riyal ini juga untuk mengusir setan agar segera pergi dan tidak menggoda lagi untuk belanja lebih banyak. Tak heran kalau jamaah umroh jaman sekarang hanya untuk sebuah sajadah kecil buatan Turki saja thawafnya bisa ke seluruh mall disekitar masjid yang dikelilingi.

Masih banyak lagi yang belum saya tuliskan seperti mencari rumput fatimah, mencari jalan pulang ke hotel, mencari background photo dan yang lainnya. Tunggu saja catatan umroh berikutnya, sebuah catatan ringan sekitar  Perjalanan Umroh Darat Bersama Masyarakat Indonesia Di Kuwait. Salam.....


Baca Juga :

Senin, 11 April 2011

Catatan Umroh 2 : Jalan Panjang Menuju Madinah

Rombongan Umroh Perjalanan Darat
Masyarakat Indonesia Di Kuwait
Segar Bugar Dan Ceria Di Tengah
Perjalanan
Semangat tinggi untuk segera tiba dan beribadah di Madinah sedemikian tingginya sehingga rasa letih dan lelah tidak terasa lagi. Semua kalah dengan ‘Panggilan Allah’ yang sedemikian kuatnya. Baca : Catatan Umroh 1 : 8 Jam Di Border Kuwait Saudi. Dibawah ini akan saya ceritakan hal hal menarik, lucu, aneh dan ajaib sekitar umroh perjalanan darat dengan bus antara border Saudi ke Madinah yang berjarak sekitar 979 Km dan bisa ditempuh dalam waktu 15 jam dengan 4 kali istirahat di tempat istirahat exclusive khas Saudi Arabia yang tidak pernah saya jumpai di Kuwait, Indonesia atau negara manapun yang pernah saya singgahi. Suatu saat nanti kalau ada umroh perjalanan darat dengan onta akan saya ulas juga pengalaman saya dalam blog ini.

Jalan Raya Antara Saudi Border Ke Madinah
Lurus Dan Tak Ada Apapun
Yang Bisa Diceritakan
Jalan raya Saudi tidak selebar jalan raya di Kuwait. Lampu penerangan jalan hampir tidak ada dan gelap kecuali beberapa lampu dari mobil yang berpapasan. Sangat sepi saat kita melintas dan dari hal ini saja saya sudah bisa berkesimpulan bahwa Kuwait lebih glamour dibanding Saudi. Sepanjang jalan tidak ada yang bisa saya ceritakan karena jalan lurus nyaris tidak ada belokan sama sekali dan sepanjang kiri dan kanan jalan cuma gurun pasir datar yang kering kerontang. Kuwait masih lebih hijau dibanding Saudi karena pepohonan masih banyak yang kita lihat terutama farm atau kebun kebun hijau penduduk yang cukup banyak disepanjang highway Kuwait. Dari GPS yang saya bawa, saya bisa mengetahui jarak rumah sakit terdekat, pompa bensin atau lainnya. Semuanya cukup jauh dan menurut saya sangat sulit untuk mendapatkan pertolongan pertama kalau sampai terjadi kecelakaan.

Super Sopir

Ngopi Diatas Kecepatan 100 Km/Jam
Di Jalan Yang Lurus
Sopir bus kita bernama Abu Mohammad, artinya Bapaknya Mohammad. Di dunia Arab sini sudah merupakan hal yang umum dan merupakan kehormatan kalau memanggil seseorang dengan nama anak lelaki sulungnya. Sepanjang perjalanan yang panjang ini beliau tidak didampingi sopir pengganti sama sekali. Selalu tersenyum dan sangat ramah sekali. Bbiasanya orang Arab sangat sulit tersenyum kalau bertemu dengan orang yang baru dikenalnya. Kalau sudah kenal guyon ngakakpun sama saja dengan kita. Pak sopir ini punya keahlian khusus yaitu menuang minuman hangat dari termos yang selalu dibawanya dan diletakkan didekat kakinya saat kecepatan mobil diatas 100 Km/jam tanpa oleng kekiri atau kekanan. Terus terang, perhatian saya selalu terfokus kepada sopir ini, saya benar benar khawatir si sopir ngantuk karena tidak istirahat tidur saat di border.


Pompa Bensin

Pompa Bensin Baru Dan Terbagus
Sayang Belum Ada Yang Digital
Pompa Bensin di Saudi masih sangat jauh ketinggalan jaman disbanding Kuwait atau Indonesia. Dijaman serba digital seperti sekarang ini, meteran pompa bensin masih seperti pompa bensin di Indonesia sekitar tahun 1970 – 1980. Tidak saya lihat satupun sepanjang jalan ke Madinah yang menggunakan meter digital dan kalau mereset meter ke 0 harus dioglek oglek beberapa kali baru bisa nol. Mungkin harus ditendang dulu baru bisa nol. Setiap station pompa bensin jumlah pompanya luar biasa banyak, saya perhatikan rata rata diatas 20 – 40 pompa. Tetapi jumlah mobil yang keluar masuk mengisi bensin cuma beberapa mobil saja sehingga banyak pompa yang tidak difungsikan. Katanya saat musim haji semua pompa akan difungsikan semua.

Restoran

Rumah Makan 'Simpang Raya'nya
Saudi Arabia
Sama dengan di Indonesia, setiap tempat istirahat selalu ada Pompa Bensin, Restoran, Toilet, Bengkel atau Supermarket. Tetapi jangan dibandingkan dengan tempat istirahat di sepanjang tol Jagorawi di Indonesia yang penuh dengan Starbuck, Mc Donald atau restoran franchise yang apik. Di Sepanjang jalan menuju Madinah (dan juga Madinah Mekah) restoran yang ada kira kira dua tingkat dibawah restoran Simpang Raya atau Restoran Pagi Sore disepanjang Lintas Sumatra. Menu makanan sangat terbatas dan soal kebersihan jauh sangat terbelakang. Paling banter menu yang ada adalah Sandwitch, Burger, Nasi Biryani dan Ayam Panggang.



Saudis Yang Tidak Takut Diphoto
Sebagai orang Indonesia kita sudah terbiasa tertawa lebar bersama sama, mondar mandir cicip sana cicip sini saat bertemu dengan kawan satu perjalanan, bergabung dengan keluarga lain satu bus untuk menikmati makanan yang kita pesan. Di Restoran Saudi ternyata membawa malapetaka, kita terutama yang wanita dihardik cukup keras oleh orang Arab agar tidak tertawa cekakakan.




Ramai Ada Yang Marah
Saat Kejepret Kamera
Tidak cuma itu saja, wanita diminta naik kedalam bus kembali dan hanya laki laki saja yang boleh ngantri makanan. Restoran di Saudi umumnya dibeda bedakan antara ruang untuk Laki Laki, Perempuan dan Family.  Kita tidak bisa seenaknya bergabung dengan keluarga lain meskipun berada di ruang Family, kalau nampak cicip sana cicip sini dan main comot makanan keluarga lain langsung diusir keluar restoran. Untungnya orang Arab yang tidak tahu kebiasaan orang Indonesia tadi jumlahnya kalah banyak dengan kita dan kita masih bisa cuek saja makan bersama dengan rombongan Umroh dari Kuwait yang lain.

Restoran Fast Food Baru
Masih Bersih Dan Apik
Entah dalil mana yang dipakai, saat kita photo photoan didalam restoran seorang wanita tiba tiba marah dan minta segera menghentikan jeprat jepret yang kita lakukan. Barangkali dia takut tertangkap kamera karena sedang makan bersama selingkuhannya atau barangkali karena alasan lain yang saya tidak ketahui. Padahal menurut saya tertangkap kamerapun sebenarnya tidak apa apa dan tidak akan ada satu orangpun yang mengetahui karena wanita tersebut yang terlihat hanya matanya saja. Abaya hitamnya sudah menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata saja yang terlihat. Kenapa takut dan marah ?


Toilet

Toilet Terbersih Yang
Saya Temui Di Saudi
Ini yang paling heboh dan membuat perjalanan kita penuh dengan canda tawa sepanjang jalan. Kalau tidak sedang perjalanan Umroh, barangkali kita sudah ngedumel menyaksikan  toilet Arab ditempat tempat istirahat sepanjang perjalanan ke Madinah (dan juga Mekah) ini. Tetapi karena sudah kehendak yang diatas bahwa kita harus berhenti di tempat istirahat semacam ini, maka apapun yang kita temui sepanjang jalan kita ambil hikmahnya dan kita anggap sebagai barokah. Semua pemandangan dan temuan didalam toilet harus kita 'syukuri' dan kita jadikan bahan pembicaraan dan guyonan yang tidak ada habisnya. Ada yang menemukan ‘harta karun’ yang berukuran jauh lebih besar dari orang Arab pemiliknya, ada yang menyebut ‘temuannya’ sebagai ‘isyarat akan datangnya rejeki’  dan ada juga yang mengatakan temuannya didalam toilet sebagai ‘rejeki’ karena tidak semua orang bisa ketemu ‘harta karun’ yang bisa bikin mampet toilet. Pokoknya asal ngomong saja, yang penting gembira dalam perjalanan darat yang cukup jauh ini. Soal aroma, susah untuk ditulis dengan kata kata, yang jelas parfum seharum apapun akan kalah semerbak dibandung parfum asli Saudi ini.


Satu Teko Untuk 'Harta Karun'
Segede Gajah - Pantas Mampet
Kenapa rata rata toilet umum di Saudi joroknya bukan main,  nah jangan tanyakan kesaya. Yang jelas kalau melihat teko untuk menyiram yang tersedia didalam toilet yang ukurannya hanya sekitar 1 liter saja per teko maka jelas tidak akan bisa menggelontor ‘harta karun’ orang Arab yang ukurannya sudah jelas jauh lebih besar dari rata rata bangsa lain. Apalagi kalau benar perkataan seorang kawan yang begitu sumringah ekspresinya saat meneriakkan temuannya ke kita semua yang sedang duduk duduk santai ‘Wuah…. Buesar Sekali Mbak……!!!!!’.



Baca Juga Cerita Aneh Umroh Dibawah Ini:

Jumat, 08 April 2011

Catatan Umroh 1 : 8 Jam Di Border Kuwait - Saudi

Merdeka ! Lolos Pemeriksaan
Dan Stamp Passport
Seru...., 100% seru dan pengalaman yang luar biasa mengikuti perjalanan umroh lewat darat dari Kuwait ke Saudi Arabia. Setiap tahun kita sekeluarga selalu Umroh berangkat dan mengatur perjalanan sendiri dan selalu lewat udara tetapi baru kali ini kami mencoba melalui darat. Baca : Kalau Suami Istri Beda Tinggi dan Umroh Berangkat Dari Kuwait. Perjalanan Umroh ini kami lakukan tanggal 31 Mar - 7 Apr 2011. Tepat jam 14:00 tanggal 31 Mar, kami memulai petualangan perjalanan darat dengan bus bersama rombongan Masyarakat Indonesia di Kuwait. Total 2 bus atau sekitar 80 orang yang berangkat dari segala kalangan masyarakat Indonesia yang bekerja di Kuwait.

Tempat Kumpul
Masjid Indonesia Di Kuwait
Tempat berkumpul rombongan darat dipilih di Masjid Indonesia Di Kuwait, satu satunya masjid di Kuwait yang dikelola oleh masyarakat Indonesia. Masjid ini terletak di Regee sekitar 1.5 jam [179 km] dari perbatasan Kuwait - Saudi Arabia. Tidak semua calon jamaah Umroh saya kenal dan suasana masih terasa kaku meskipun sebenarnya kita sudah pernah bertemu sebelumnya saat manasik. Komunitas Indonesia di Kuwait memang banyak dan besar sekali, sehingga tidak mungkin rasanya kita mengenal satu persatu. Tetapi tidak apa apa, cerita dibawah ini mengakibatkan kekakuan kita menjadi lumer dan seolah kita adalah sebuah keluarga besar yang saling bantu membantu baik saat susah maupun saat lebih susah lagi di border.

2 Jam Di Perbatasan Kuwait

Ruang Tunggu
Salmi Border Kuwait
Perjalanan dengan bus dari Masjid Indonesia Regee ke check point Salmi border Kuwait yang berjarak sekitar 179 km bisa ditempuh hanya 1.5 jam saja. Highway 70 Kuwait yang lebar dan mulus membuat perjalanan begitu nyaman. Tetapi hal ini tidak terlalu lama terjadi, begitu tiba di perbatasan, ternyata proses check passport di pintu keluar Kuwait ini butuh waktu 2 jam !. Waktu yang cukup lama sekali hanya untuk urusan pemeriksaan passport atau stamp passport. Sebagai catatan, system komputerisasi dan database imigrasi Kuwait terbilang canggih. Jangan coba coba melintasi border Kuwait seandainya anda punya tunggakan kredit atau punya catatan kriminal. Bisa jalan kaki kembali ke Kuwait City karena tidak ada taxi atau angkutan umum sama sekali di border ini.


Ngantri Stamp Passport
Cukup Disodorkan Dari Jendela
Pos check imigrasi di perbatasan Kuwait ini menurut saya sangat jauh ketinggalan jaman dibanding border negara lain meskipun system komputerisasi Kuwait terbilang canggih. Negara sekaya Kuwait, bordernya kira kira sama dengan border Singapore-Johor Malaysia 75 tahun lalu, terutama gedungnya. Untuk periksa dan stamp passport, semua penumpang bus harus ngantri diudara terbuka, tidak ada tempat duduk, café atau tempat makan dan minum seperti layaknya sebuah border modern. Sempat terpikir jiwa bisnis saya, seandainya saja diperbolehkan buka usaha ditempat ini, pasti laris manis. Paling tidak jual es dawet, es campur atau semacamnya.



Antrian Paling Belakang
Nyaris Keluar Gate
Beruntung Umroh ini dilakukan bulan April saat udara terasa sejuk di Kuwait. Seandainya dilakukan saat musim panas atau musim dingin, bisa jadi seluruh penumpang bus akan kering atau membeku. Untungnya tidak ada Badai Pasir saat kami ngantri seperti yang terjadi beberapa minggu lalu. Yang cukup parah, gedung tempat pemeriksaan ini rusak parah dan hanya beberapa ruang saja yang digunakan, mungkin gedung check point ini bekas sasaran bom saat jaman perang dengan Irak tahun 1991 lalu. Dimana mana tampak runtuh dan rusak parah. Sangat kontradiksi dengan gedung gedung di Kuwait City yang megah dan gemerlap. Saya jadi ingat Battle Of Khafji yang terjadi tahun 1991 lalu.


Antrian Panjang
Sopirnya Ada Yang Turun Juga
Lebih celaka lagi, proses stamp passport cukup melalui jendela berjeruji. Para pelintas batas cukup menyodorkan passportnya melalui jendela dan apabila proses pengecekan selesai langsung petugas berteriak keras keras 'Jumadi Bin Maksum !!!!!', dan secara estafet pengantri paling depan akan meneriakkan hal yang sama sampai pemilik nama maju kedepan.  Antrian mobil juga tak kalah hebohnya, sopirnya terlihat ada yang seenaknya turun, entah ke kamar kecil atau ngantri stamp passport kurang begitu jelas. Yang saya lihat mobil yang dibelakangnya sibuk memundurkan mobilnya untuk pindah jalur check point yang kosong.


6 Jam di Perbatasan Saudi Arabia

Border Saudi
Periksa Komplit 6 Jam
Hanya beberapa ratus meter dari border Salmi di Kuwait, kita sudah sampai di border Saudi Arabia, sebut saja Al-Khafji border. Gedungnya memang lebih bagus dibanding Salmi tetapi proses birokrasi pemeriksaan sangat tidak effektif dan buang buang waktu. Jauh lebih parah dibanding Kuwait. Total waktu di border Saudi Arabia ini 6 jam !!!. Kalau membawa ketela Pohon bisa jadi tape nih kalau begini caranya. Gedung sebesar ini ternyata tidak saya temukan tempat makan dan minum sama sekali. Yang mudah terlihat cuma penumpang yang mondar mandir kesana kemari. Musholla tersedia dimana-mana, paling tidak kita bisa berdoa terus menerus 6 jam nonstop tanpa henti.



Ruang Pemeriksaan Barang
6 Jam Tidak Diperiksa  Petugas
Sama Sekali
Pertama kali datang, bus diminta parkir dan pak sopir diminta menuju kesalah satu ruang untuk mengambil nomor urut seperti layaknya di klinik kesehatan, dan dapat nomor urut 27. Saat mengambil nomor urut ini sudah sekitar jam 20:00 dan saat itu yang sedang diproses baru nomor urut 12, perkiraan jam 3 pagi baru selesai. Jam 24:00 bus baru diijinkan bergerak menuju pos pemeriksaan. Seluruh penumpang diminta turun dan barang bawaan termasuk yang di bagasi juga harus diturunkan. Semua kopor diminta untuk dibuka, tetapi 2 jam menunggu tidak ada satupun petugas yang datang memeriksa. Kopor kopor yang berjam jam kita tungguin ini memang akhirnya tidak diperiksa sama sekali. Petugas cuma datang dan langsung 'khalas' yang artinya 'selesai'. Si petugas cuma mengatakan 'Finish....'. Hebat....., tanpa dilihat dan disentuh sedikitpun langsung Finish, barangkali tehnologi Saudi lebih canggih dan menggunakan radar atau Tehnologi Penginderaan Jarak Jauh tercanggih didunia.


Meeting, Membahas
Keajaiban Birokrasi Saudi
Semua barang dan penumpang harus diturunkan karena bus akan discan disuatu tempat khusus yang berjarak sekitar 300 meter dari tempat kita diturunkan. Ditanggung bingung kalau anda yang jadi sopir, karena tempat scan ternyata bus harus balik arah kembali. Lumayan, 4 jam sendiri nunggu bus selesai scan. Penumpang sudah banyak yang senyam senyum ngrasani proses birokrasi ajaib ala Saudi,  tidak adanya tempat duduk atau cafe tempat makan dan minum dan bosan menunggu kopor masing masing yang terbuka nunggu diperiksa petugas.

Enjoy Saja, Sambil
Makan Menanti Keajaiban Lain
Selesai bus di scan saya kira urusan telah selesai, ternyata masih ada proses lagi yang unik, yaitu semua wanita digiring ke suatu ruang untuk diperiksa. Sempat heran juga, kenapa yang laki laki tidak diperiksa sama sekali. Petugas wanita yang memeriksa menanyakan 'apakah semua sudah diperiksa ?', dan karena tidak tahu jawaban kami tidak kompak, ada yang njawab 'sudah' dan banyak yang njawab 'belum'. Akibatnya nunggu lagi sampai semua benar benar diperiksa.


Tetap Happy Dan Optimis
Detektor logam seperti di airport tidak berfungsi sama sekali, jadi cara memeriksanya cukup digeledah satu persatu. Anjing pelacak jelas tidak digunakan karena termasuk kategori haram. Kotak Saran banyak tersedia dimana mana, tetapi entah dibaca atau tidak kurang begitu jelas. Cerita ini belum selesai dan akan bersambung dengan cerita ajaib dunia Arab yang lain.

Baca Juga :