Minggu, 27 Februari 2011

Executive Fitness Center Gratis Di Kuwait

Wih. Pegel Juga Nih


Mau olahraga di Kuwait tidak begitu sulit. Sepanjang pantai Arabian Gulf mulai dari Fahaheel di selatan sampai Kuwait City bahkan sampai di ujung utara Kuwait yang dekat dengan border Irak banyak dilengkapi dengan fasilitas umum berupa taman kota, tempat jogging dan fasilitas keluarga gratis.  Mulai anak anak sampai orang tua bisa menggunakan fasilitas umum yang bagus dan terjaga kebersihannya ini.


Bisa Lari Keliling Sambil Memandang Pantai


Dalam tulisan ini sengaja saya tampilkan hanya photo suami tercinta saja meskipun beliau 'nggrundel' photonya banyak diupload ke blog ini. Alasannya sebenarnya sederhana saja,  badan saya sudah tidak sexy lagi seperti Jenifer Lopez tetapi sudah lebih mirip bu Bariah saat ini. Daripada anda batal membaca tulisan ini hanya gara gara photo ilustrasi lebih baik saya carikan photo model yang masih langsing, tegap dan berotot.


Lari Dulu, Namanya Skywalker



Beruntung di Kuwait relatif tidak ada maling, pemulung besi/logam, tukang tadah besi/logam atau tangan tangan jahil yang suka merusak fasilitas umum. Saya perhatikan dibeberapa tempat di Kuwait, barang apapun terbuat dari logam/besi, plastik ataupun kayu yang digunakan untuk fasilitas umum semuanya masih utuh seperti sejak pertama kali diletakkan. Kalaupun ada yang rusak, umumnya karena aus dipakai atau cat dan warnanya sudah kusam termakan umur, bukan karena dijahili orang.


Nah Ini Swing Ke Kiri Dan Kekanan



Iklim Kuwait juga menunjang keutuhan barang barang besi/logam di tempat tempat terbuka fasilitas umum. Iklim yang kering dengan tingkat kelembaban udara sangat rendah sekali dan sangat jauh dibawah humidity Indonesia dan frekwensi hujan yang sangat rendah sekali menyebabkan barang barang besi/logam di Kuwait tidak cepat berkarat. Apalagi, semua fasilitas umum di Kuwait sebagian besar berkwalitas nomor satu yang diimport langsung dari United Kingdom, Polandia atau negara lain, jadi sudah jelas tidak cepat berkarat. Taman ini akan kelihatan kotor dan berdebu pada saat terjadi badai gurun saja,terutama kolam kolam airnya.

.

Sehat Kuat Mendayung Dulu Ya



Sebagai contoh fasilitas umum di Kuwait adalah peralatan Fitness atau peralatan olah raga yang kalau di Indonesia letaknya selalu di tempat tempat exclusive seperti mall, hotel bintang lima atau tempat tertentu yang untuk bisa masuk saja harus bayar iuran keanggotaan yang cukup dalam merogoh kantong kita. Di Indonesia, tempat tempat fitness semacam ini selalu bernama Executive Fitness Center, Executive Gym, Executive Sport Center dan lain lain yang tidak pernah ketinggalan adalah kata Executive meskipun yang jadi member belum tentu para executive. Di Kuwait cukup Taman atau Park yang terbuka untuk siapa saja dan gratis.


Kalau Di Indonesia Ada Besi Nganggur Kayak Gini
Barangkali Sudah Diambil Orang Madura


Taman taman kota seperti ini yang paling sering saya kunjungi adalah Egaila Park karena hanya beberapa ratus meter saja dari rumah saya di Egaila. Taman ini terdiri dari dua buah lapangan volley lengkap dengan netnya yang selalu ada dan tidak dimaling orang, dua buah lapangan basket, fasilitas fitness dengan jumlah cukup banyak, fasilitas bermain anak anak, jogging track yang sangat panjang kira kira satu putaran bisa sekitar 2 km atau bahkan lebih. Cukup jalan kaki dari rumah setiap sore atau setiap pagi saat weekend, maka saya bisa mengharap lemak diperut bisa susut dan moga moga bisa seperti Jenifer Lopez kembali.


Minum Dulu Airnya Dingin Mak Nyes
Musim Panas Juga Tetap Dingin


Nggak perlu kuatir kehausan saat berolahraga, air minum juga tersedia gratis. Terkadang disediakan paper cup gratis tetapi lebih banyak disediakan gelas yang terbuat dari almunium. Gelas gelas ini ada yang diikat dengan kawat tetapi ada juga yang tidak diikat sama sekali akibatnya seringkali setelah minum langsung dilempar atau ditendang jauh jauh. Dan petugas kebersihan yang sibuk mengembalikan ketempatnya. Sampai jumpa lagi, suatu saat nanti akan saya buatkan tulisan khusus bagi anda semua tentang olah raga yang lain, terutama setelah badan saya langsing kembali seperti Jenifer Lopez.

Jumat, 18 Februari 2011

Tombo Kangen - Warung Bakso Anita Kuwait

Nyem Nyem Bakso Anita,
Mak Nyus
Satu lagi muncul restoran Indonesia di Kuwait. Kalau pertengahan tahun 2010 lalu muncul restoran Mama Lala, maka pada awal tahun 2011 ini muncul juga restoran Indonesia yang bernama Kuwait Indonesia Restaurant And Cafe, tetapi lidah kampung saya masih terasa susah sekali mengucapkan nama restoran yang panjangnya bukan main tersebut. Lebih enak saya sebut saja Bakso Anita meskipun sebenarnya yang tertulis dikaca pintu adalah Anita Bakso. Suatu nama yang dibaca sepintas saja sudah kelihatan kelasnya, Kelas Dunia (World Class) dan di Kuwait bukan bakso sembarangan seperti bakso Pak Min, bakso Cak Man atau yang lainnya seperti yang banyak kita temui di Indonesia.





Anita Bakso,
tulisannya kecil sekali


Pertama kali disajikan, kita sudah kaget dan surprise dulu dan nyaris terloncat dari tempat duduk. Bukan kaget karena baksonya besar besar, tetapi mangkoknya yang luar biasa besar. Sangat cocok bagi yang sedang kelaparan di Kuwait. Kira kira cukup pesan satu mangkok kenyangnya bisa tahan sampai sehari penuh. Salah satu strategi untuk menghemat biaya hidup di Kuwait yang lumayan mahal. Yang saya suka dengan bakso ini adalah 'tetelan', potongan daging iga sapi yang lumayan banyak. Tetapi sayangnya favorit saya yang lain yaitu 'gorengan' atau siomay goreng belum ada saat saya datang. Mungkin sekarang sudah ada karena tersedia juga Bakso Malang


Daftar Makanan Dalam Menu
Yang Lengkap Sekali


Tapi jangan kuatir, meskipun namanya Bakso Anita, ternyata hampir semua masakan nusantara bisa dipesan. Mulai dari siomay, gado gado, sate kambing, karedok, nasi goreng, mpek mpek Palembang sampai rempeyek kacang juga ada. Order By Phone jelas bisa. Daripada harus pulang ke Indonesia untuk sekedar mencicipi bakso, akan lebih bagus mampir ke restoran restoran Indonesia di Kuwait seperti ini. Tombo Kangen........Nyem nyem nyem, nulis ini saja saya bisa ngiler sampai ngeces, apalagi anda yang belum pernah datang ke restoran ini.



Pesan Makanan,
suasana Indonesia kental sekali


NOTE : Bakso Anita diatas sudah tutup. 

Baca Juga :

Kamis, 17 Februari 2011

Pernak Pernik Hari Kemerdekaan Kuwait

Di Kuwait tidak ada Lomba Panjat Pohon Pinang, Lomba Balap Karung atau Lomba Sepak Bola Pakai Sarung untuk merayakan hari Kemerdekaannya. Tetapi kemeriahan menyambut hari Kemerdekaan ini tidak kalah gegap gempitanya dengan di Indonesia. Tanggal 25 dan 26 February 2011 nanti bertepatan dengan 50-20-5 Independence & Liberation Day Of Kuwait, artinya 50 tahun merdeka, 20 tahun bebas dari pendudukan Irak dan 5 tahun  HH  Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah berkuasa.

Kalau di Indonesia, dimana mana bertebaran hanya satu bendera saja yaitu merah putih. Kalaupun ada bendera lain tentunya adalah bendera Belanda yang sedang dirobek warna birunya sebagai simbol heroisme bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Di Kuwait sangat berbeda sekali, bendera yang dipajang dijalan jalan banyaknya bukan main dan selalu berpasang pasangan. Misal bendera Mesir & Kuwait, Australia &Kuwait, Amerika & Kuwait, Canada & Kuwait dan masih banyak lagi. Bendera Indonesia saja yang tidak terlihat sama sekali. Kenapa ? Karena negara negara tersebut turut berpartisipasi dalam pembebasan Kuwait dari pendudukan Irak tahun 1991. Saat itu mereka tergabung dalam koalisi untuk mengeroyok Irak agar kembali kenegara asalnya. Baca : Perang Kuwait 1991

Saat ini perang sudah tidak ada lagi, yang ada tinggal kegembiraan merayakan Independence & Liberation Day. Hanya dalam 20 tahun setelah pembebasan dari Irak, Kuwait sudah tumbuh menjadi negara terkaya didunia no 6 berdasarkan GDP per capita versi CIA Factbook 2010 dan no 13 versi IMF 2010. Baca : List Of Countries By GDP per Capita. Dibawah ini anda saya ajak untuk menikmati photo suasana Kuwait dan sedikit cerita tentang gegap gempita pedagang pernak pernik Kemerdekaan ala Kuwait. Seluruh gambar kita ambil di Souq Al Mubarakeeya di Kuwait City.

Namanya Souq Al Mubarakeeya, sebuah pasar tua seumur negara Kuwait tempat tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Kuwait. Pasar ini sehari hari menjual segala macam barang mulai dari perlengkapan rumah tangga, barang barang tradisional dari Kuwait sampai negara tetangga seperti Iran, Saudi, India, Pakistan dll sampai barang barang hi end seperti TV, Game, HP dan perlengkapannya. Menjelang Independence Day, pasar ini berubah menjadi meriah dengan segala macam pernak pernik kemerdekaan berwarna hijau, putih, merah dan hitam sesuai dengan bendera Kuwait.

Pengunjungnya sontak jadi berlipat ganda, terutama keluarga yang mengantar anak anaknya berbelanjan pakaian dan pernak pernik warna warni. Biasanya jarang satu keluarga penuh datang ke pasar ini. Pernak pernik yang dijual penuh dengan tulisan 'I Love Kuwait' atau semacamnya. Ada yang tertulis di kaos, ikat kepala, topi, badge sampai kuku imitasi. Pedagang celana dalam saja yang tampak termenung menung sepi karena dagangannya tidak ada tulisan 'I Love Kuwait'.

Lukisan Emir Kuwait juga terpampang besar ditengah tengah pasar. Dan yang saya perhatikan, tidak satupun gambar atau lukisan yang menggambarkan 'kekerasan', seperti gambar tentara, tank atau heroisme pahlawan nasional yang sedang mengacungkan senjata. Yang ada cuma photo pahlawan setengah badan atau satu badan penuh dengan duduk santun di mimbar atau kursi. Slogan slogan bernada keras dan sadis seperti 'Merdeka Atau Mati', 'Usir Irak...' juga tidak ada sama sekali. Yang ada adalah photo rapat penyelesaian diplomatis. Pertunjukan drama, sandiwara, sinetron tentang heroisme mengusir Irak tidak terlihat sama sekali. Berita di koran lokalpun juga sama saja - sepi heroisme.


Ada yang berbeda antara Kuwait dan Indonesia. Kuwait hanya ingin mengenang masa lalu dan tidak ingin membuka luka lama. Koran lokal hanya menampilkan cerita saja tanpa photo perang yang seram. Bandingkan dengan Indonesia, setiap tahun masih menggelorakan dendam. Anak anak kecil berperan sebagai pahlawan dengan membawa senjata dan bambu runcing dalam drama di sekolah dan TV, anak anak sekolah diajak menyaksikan adegan kekerasan di Lubang Buaya, Film dokumenter tentang perang dan kekerasan baik oleh penjajah Belanda, komunis maupun oleh tentara dan palawan nasional dalam membela negara disiarkan sampai berdarah darah dan sedetil detilnya. Dan yang selalu diteriakkan adalah "Merdeka Atau Mati ......". Di Kuwait mah cuma Assalamualaikum dan salaman saja sambil memakai pernak pernik warna warni.

Rabu, 09 Februari 2011

Mimpipun Bisa Beda Kalau Tempat Berbeda

Porsche Carrera GTS
Kecil, cocok nih untuk saya
Menjelang 25 dan 26 Feb 2011 (Kuwait Independence & Liberation Day), di Kuwait banyak sekali tontonan. Bagi kami tontonan yang menarik adalah menonton ‘Orang Nonton Pameran Otomotif CONCOURS D’ ELEGANCE 2011’. Suatu ajang tontonan mobil klasik sampai mobil terbaru sekaligus penjualan mobil mobil mewah model mutakhir. Kenapa saya lebih  tertarik menonton para penonton dibanding barang yang ditonton ?. Jawabnya karena beberapa hari lalu seluruh warga negara Kuwait ketiban ‘hujan duit’ dari Emir Kuwait. Per kepala mendapat shodaqoh uang tunai KD 1000 termasuk bayi baru lahir. Kalau satu keluarga terdiri dari 5 orang saja berarti KD 5000 ditangan.


Suasana Concours D'Elegance 2011
Marina Crescent 2 - 6 Feb 2011
Di ajang pameran otomotif inilah saya bisa menyaksikan kegembiraan yang sebenarnya, kegembiraan belanja memborong mobil terbaru, termutakhir yang belum dipasarkan dinegara lain. Baca Juga : 5 Billion USD Turun Dari LangitHujan Duit Di KuwaitBagi Bagi Duit Di Kuwait

Bingung Pilih Jaguar Continental,
Bugatti Veyron Atau
Ferarri Scaglietti
Lalu terbayanglah angan angan saya, mimpi seandainya punya uang sebanyak mereka. Seandainya saja saya juga kebagian duit dari Emir Kuwait, seandainya saja saya punya uang tunai sebanyak mereka, seandainya saja saya harus memilih uang tunai yang saya dapat dari Emir harus saya belanjakan di Indonesia atau di Kuwait, dan lain lain mimpi dan angan angan yang tak jelas bisa kesampaian atau tidak.  Ternyata mimpi dan angan angan bisa berbeda kalau tempatnya berbeda, maksud saya keinginan kita bisa berbeda jauh kalau kita tinggal di Kuwait. Mimpi saya ringan saja, pingin seperti Kuwaitis punya mobil mewah buanyaaaaak sekali. 


Enggak Ah, Roll Royce
Terlalu Mahal
Untuk harga mobil baru, di Kuwait sebenarnya cuma 40 % harga mobil di Indonesia karena di Indonesia menerapkan pajak bea masuk barang import dan barang mewah. Sedangkan di Kuwait tidak ada pajak semacam itu. Baca Juga : Harga Mobil Baru Indonesia Vs Kuwait. Sayangnya, tidak bisa dikirim ke Indonesia. Seandainya bisa dikirim kemungkinan akan kena pajak/bea masuk juga. Alasan lain kenapa orang Kuwait boros belanja mobil adalah murahnya bensin. Harga bensin super sekelas pertamax di Kuwait hanya 60 fils per liter. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 1800 – Rp 2000 saja, jauh lebih murah dibanding seliter air mineral yang berharga 100 fils. 


Ini Mobil Ditinggal Mesinnya
Menyala Kok Nggak Ada
Yang Nyolong Ya ?
Banyak sekali orang Indonesia di Kuwait yang bermimpi jadi exporter termasuk saya, tetapi cuma mimpi doang. Bayangkan berapa keuntungan akan saya dapat kalau harga kulakan di Kuwait cuma 40 % harga di Indonesia. Oh iya, coba lihat mimpi  mimpi saya di Kuwait dan bandingkan mimpi saya kalau saya masih di Indonesia seperti pada tabel dibawah ini. Dengan jumlah uang yang sama, mimpi saya bisa lebih berkualitas di Kuwait dibanding dengan mimpi saya di Indonesia.



Seandainya Saya
Di Kuwait
Nggak Punya Duit
Kredit tanpa DP semua jenis mobil
Cuma punya Rp 125.000
Sewa mobil Toyota Corolla (KD 6 per hari)
Punya Rp 120 – 150 Juta Tunai
Beli Chevrolet Cruze Kontan
Punya Rp 250 – 300 Juta Tunai
Beli Chevrolet Camaro Sport Kontan
Punya Rp 350 – 400 Juta Tunai
Beli Caddillac CTS V Kontan
Punya Rp 1 Milyar Tunai
Beli Porsche Panamera Sport Kontan
Punya diatas Rp 1 Milyar
Beli Bugatti Veyron Kontan

Seandainya Saya
Di Indonesia
Nggak Punya Duit
Naik Busway
Cuma punya Rp 125.000
Naik Bussway & Makan Enak
Punya Rp 120 – 140 Juta Tunai
Beli Sepeda Motor & Foya Foya
Punya Rp 250 – 300 Juta Tunai
Beli Toyota Inova Full Accesories
Punya Rp 350 – 400 Juta Tunai
Beli Honda CRV Full Accesories
Punya Rp 1 Milyar Tunai
Pingsan 3 hari Nggak Bangun Bangun
Punya diatas Rp 1 Milyar
Setep Kejang Kejang Seminggu

Hwa ka ka ka, Dasar kere, kalau mimpi nggak tanggung tangung keinginannya. Apa salahnya bermimpi he he he……

Baca Juga :

Jumat, 04 Februari 2011

Ini Dia KBRI Kuwait

Dubes Kuwait,
Ferry Adamhar SH, LLM
Pembukaan Transit House 3 Feb 2011


Ini dia 'KBRI'ku di Kuwait. Tempat segala urusan 'tetek bengek' diselesaikan di Kuwait. Mulai dari urusan administratif seperti perpanjangan passport, legalisir ijasah dan lain lain sampai urusan TKW. Juga tempat bertemu seluruh warga negara Indonesia di Kuwait baik disaat suka, duka maupun saat kepepet mendapat masalah di Kuwait. Namanya saja yang diurus 'tetek bengek', jadi lebih banyak ngurus 'bengek'nya daripada yang pertama tadi.

Sebelum Dan Sesudah


Sudah sering saya tulis sebelumnya dalam blog ini suasana KBRI Kuwait yang kusam dan memprihatinkan dimana lantai bawah gedung KBRI digunakan sebagai shelter penampungan sementara TKW bermasalah. Jumlahnya tidak tanggung tanggung saat itu, 300 sampai 500 TKW rata rata per hari yang ditampung dilantai dasar yang luasnya tidak seberapa dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi, dapur yang sangat memprihatinkan. Baca : TKW Oh TKW, Ihwal TKW Bermasalah


Ruang Tidur

Sekarang, wow....tidak ada lagi istilah Shelter untuk penampungan saudari saudari kita tadi. Nama shelter yang terkesan tidak manusiawi, gelap dan kusam telah diubah menjadi Transit House sejak 3 February 2011. Kenyataannya, memang yang dulu gelap, kumuh dan kusam telah berubah 360 derajat menjadi layaknya sebuah asrama Haji yang bersih. Lengkap dengan dapur dan ruang makan yang cukup apik dan rapi.

Menu Makan Harian


Yang saya cukup surprise, menu makan harian tersaji lengkap dipapan tulis dan membuat siapapun yang melewatinya ngiler ingin ikut duduk dan makan bersama dengan saudari kita mbak Jum, mbak Sri dan mbak Siti. Apalagi aroma masakan dari dapur dan ruang makan, benar benar mengganggu hidung kita yang telah lama tidak pulang ke Indonesia.


Locker


Lebih surprise lagi, sekarang tersedia locker yang bisa dikunci dengan jumlah cukup banyak. Masing masing TKW berhak satu locker untuk menyimpan koper dan barang barang pribadinya. Karena penasaran, sempat saya panggil seorang penghuni dan saya tengok isi dan barang barangnya, ternyata isinya barang yang sangat terkenal di Indonesia dan hampir semua orang tahu kegunaan dan manfaatnya, yaitu Indomie.


Suasana Ruang Makan
Lengkap Dengan TV

Ruang makan cukup luas dan kira kira bisa menampung 50 orang secara bersamaan. Saat tulisan ini dibuat tanggal 4 Feb 2011, jumlah penghuni Transit House KBRI Kuwait ini masih sekitar seratusan orang. Sangat jauh menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 500 orang lebih. Diharapkan beberapa bulan kedepan, Transit House ini benar benar sebagai tempat transit sementara, tempat singgah beberapa orang saudari kita sebelum pulang kembali ke Indonesia.


Bergaya Di Ruang Dina,
Staff KBRI Kuwait

Satu hal lagi yang benar benar berubah total di KBRI Kuwait adalah adanya Access Control. Sebelumnya siapapun bisa keluar masuk KBRI dengan bebas. Pintu gerbang utama meskipun selalu terkunci tetapi saking banyaknya TKW didalam dengan mudah mereka membukakan pintu kalau ada yang teriak minta dibukakan. Saat itu security tidak berfungsi karena lebih banyak ngadem didalam. Sekarang security (Satpam) telah dikembalikan ke habitatnya, yaitu ditempatkan di pos penjagaan didepan dengan tugas sama seperti security security seprti layaknya security sebuah Kedutaan Besar.

Kamis, 03 Februari 2011

Hadiah Terbesar Buat Expatriate ?

Sudah Mirip Kuwaitis Kan ?
Berita terbaru dari Kuwait. Ada apa ini ya, kok tiba tiba semua expatriate yang bekerja di Oil Sector (Perminyakan) mau dijadikan warga Negara Kuwait. Ah, bisa benar benar lupa Lontong Sayur, Sate Padang dan Gule Kambing nih. Buapaaakk, Emaaakkk...... ane mau dijadiikan warga negara Kuwait dan nggak pulang ke Indonesia lagi nih. 
Baca Juga :


Kuwait is mulling a plan to offer citizenship to skilled foreign workers as it struggles to compete with Dubai for expatriate talent, a government advisor has said.

The Gulf state needs to attract top-level workers if it is to diversify its economy away from oil revenues, said Dr Sami Alfaraj, president of the Kuwait Center for Strategic Studies.

“We could not have managed the oil industry without expats… especially at the beginning. If we are thinking about new avenues of industry and technology to beat others we need more people specialising in that,” said Dr Alfaraj, who has advised the Ministry of Foreign Affairs and the Office of the Prime Minister.

Kuwait’s view is that “Dubai gets the crème of expats and we get the lower end, especially the uneducated ones.”
The world’s fourth largest oil exporter is keen to diversify its oil-dependent economy and emulate the success of commercial hub Dubai, but has struggled to pass key reforms following long-standing political rows between parliament and the government.
Kuwait’s parliament is considering giving citizenship to top expatriate workers and their families as a means to fast-track the overhaul of its economy, Dr Alfaraj said.

“As long as we have the Kuwaiti parliament they will push for more nationalisation policies. Kuwaitis see the expat community as part of the fabric of society.”

The Gulf state has made efforts to overhaul its labour laws, announcing last year it would scrap its worker sponsorship system in favour of allowing businessmen to sponsor themselves.

Mohammed Al-Ifasi, Kuwait’s Minister of Social Affairs and Labour, has said the country may scrap its existing sponsorship network, commonly known as the ‘kafeel’ system.

In its place, expatriates would be allowed to transfer their work permits without gaining the consent of the current sponsors, and would allow certain businessmen in underserviced sectors to sponsor themselves.


Rabu, 02 Februari 2011

Ngantar Dinda Ke Dokter Gigi

Dental Clinic Dari Depan
Ada yang  benar benar berbeda antara Klinik Gigi di Indonesia dan di Kuwait. Soal kwalitas klinik, dokter dan perawatnya boleh dikatakan tidak jauh berbeda. Yang benar benar berbeda adalah dokter, perawat dan seluruh staff klinik semuanya didatangkan dari luar Kuwait. Sebuah klinik kecil disudut jalan di Mangaf sebagai contohnya. Klinik ini nampak begitu bersih, rapi dan tenang karena terletak disebuah apartment dan menempati satu lantai saja di lantai 8. Kalau di Indonesia bisa disetarakan dengan klinik kesehatan yang sering kita sebut ‘Klinik Praktek Bersama’ beberapa dokter. Dokternya bermacam macam kebangsaan, ada yang dari India, Mesir dan juga bule kalau didengar dari logat bicaranya tampaknya dari Negara sekitar Russia. Perawatnya juga bermacam macam, umumnya dari Philipine, Srilanka, Pakistan atau India. Bagian kebersihanpun juga diimport dari Nepal atau Bangladesh.

Ruang Tunggu Yang
Mungil Dan Nyaman
 Meskipun kliniknya tidak terlalu besar dan papan namanya tidak begitu meyakinkan, ternyata pelayanannya benar benar International. Sangat berbeda dengan klinik atau rumah sakit di Indonesia yang semuanya mempunyai nama dengan embel embel International tetapi servicenya jauh kedodoran. Pertama datang, kita diminta duduk diruang tunggu yang bersih, seorang Philipine langsung menawarkan minuman. Mau Juice Apel, Juice Mangga, Kopi atau Teh semua ada dan tersedia. Belum selesai minum, seorang staff mendatangi kita dan membantu kita mengisi formulir isian. Rupanya. cuma mencatat data pribadi untuk database mereka. Setelah itu baru dipersilahkan bertemu dengan dokter Gigi import dari India. Kita ajak Dinda ke dokter Gigi ini karena ingin pasang ‘bracket’ untuk merapikan giginya yang kurang teratur. Sempat deg degan juga, ini bener dokter gigi atau penari ular…. Kalau bicara kepala selalu geleng geleng khas India. Ternyata benar, dokternya baik sekali, sopan dan ramah. Sekali kali berusaha melucu agar Dinda tidak terlalu stress.

Nunggu Dokter Datang
Selesai diperiksa barulah membicarakan tentang biaya untuk pasang bracket gigi. Di Indonesia, untuk pasang bracket gigi diperlukan biaya sekitar Rp 15 Juta dan biaya sebesar itu harus dibayar tunai didepan. Harga sebesar itu umumnya belum termasuk biaya cabut gigi dan biaya perawatan bulanan. Tidak punya duit sebanyak itu jangan harap dokter gigi di Indonesia mau menangani. Di Kuwait, sangat luar biasa dan sempat membuat saya kaget dan hampir saja lari terbirit birit keluar klinik. Selesai Dinda diperiksa, pak Dokter langsung menyebut biayanya KD 1200 (sekitar 36 Juta Rupiah). Langsung juice Apel yang tadi saya minum enak sekali serasa ingin keluar lagi. 

Dokter Joe Dari India
Yang Baik Hati
‘Tenang Mam….’, pak dokter Joe dari India berusaha menenangkan saya yang kelihatan pucat pasi tersedak Apel Juice. Ternyata, cara menghitungnya sangat berbeda sekali  dengan dokter atau rumah sakit di Indonesia. Di Kuwait, si dokter menghitung seperti layaknya seorang pemborong bangunan. Dinda disuruh mangap dan dihitung seluruhnya secara rinci berapa kebutuhan kawat gigi selama 2 tahun, berapa material lain yang dibutuhkan selama 2 tahun, berapa kali harus datang saat perawatan dua tahun dan lain lain material dan jasa yang kira kira akan keluar selama masih dalam perawatannya.  Semua dihitung dan ditotalkan untuk perawatan selama 2 tahun. Persis sama dengan cara Pak Dul, tetangga saya di Surabaya saat mendapat proyek membangun musholla di kampung.

Tempat Bayar Angsuran
Yang Cantik
Dan yang membuat saya tertawa gembira, di Kuwait ternyata bayarnya bulanan. Artinya, setiap bulan sekali Dinda harus datang periksa dan cukup membayar KD 35 (sekitar Rp 1 Juta) saja setiap datang sampai total biaya tercapai. Kalau mau nakal sebenarnya bisa saja setelah bracket dipasang langsung kabur dan tidak pernah nongol lagi. Jadi biaya pasang bracket cuma KD 35 (Rp 1 Juta) saja. Masalahnya di Kuwait lain dengan di Indonesia. Di Kuwait kalau sudah ‘janji’ mau datang setiap bulan berarti ‘hutang’ dan harus dibayar. Taruhannya neraka kalau sampai ngabur. Untungnya, klinik dengan manajemen  Arab seperti ini tidak buka praktek di Indonesia. Seandainya ada klinik semacam ini satu saja di Indonesia, pasti laris dan pasiennya cuma datang sekali saja seumur hidup………