Jumat, 26 Juni 2009

Senja Di Pantai Kuwait

Sunyi Sepi Sendiri
Sejak Kau Tinggal Pergi
.......................
........
Untuk pertama kalinya yang tidak pernah kita bayangkan terjadi dalam kehidupan kami, yaitu menyadari bahwa usia kita setiap hari, bulan dan tahun selalu bertambah. Kami benar benar tersadar setelah merasakan di Kuwait berdua saja dengan mas Ardi. Tanggal 20 Juni 2009 yang lalu, anak kami Ayu dan Dinda berangkat duluan pulang ke Indonesia untuk menghabiskan liburan musim panas.Dan kita berpisah satu bulan. Kita akan menyusul ke Jakarta di bulan Juli.  Selama ini kemana mana kami selalu berempat, tetapi sejak anak anak berangkat remaja, mereka sudah berani kemana mana berdua saja, termasuk pulang ke Indonesia maupun ke UK untuk ngisi waktu ngikutin acara Summer Camp. Libur Summer di Kuwait lama kali, 3 bulan penuh....

Sedih memang sedih, tetapi aktifitas sehari hari untuk melupakan kesedihan di Kuwait harus tetap jalan terus. Hampir setiap sore kita berdua jalan jalan keseluruh penjuru Kuwait. Tempat yang berkali kali kita kunjungi pada saat sore hari adalah pantai. Sengaja saya pilih pantai karena disepanjang pantai Kuwait ini kita bisa berolah raga. Pantainya sangat bersih dan ada track untuk jogging. Jalan jalan sore di pantai juga bisa mengingatkan kita waktu masih pacaran dulu, waktu itu dengan gaya 'slow motion' kita berdua berkejar kejaran di pantai, kadang di Pangandaran, kadang pula di Parangtritis dan kadang pula di pantai Kenjeran.Kadang di Ancol. Ha..memang lucu ..kalau mengingat masa pacaran dulu.

Setiap sore kita berpindah dari Pantai Fahaheel, Marina Beach, pantai di Scientific Center dan sepanjang pantai Arabian Gulf Street yang kira kira menarik langsung berhenti. Karena kita sedang 'jogging' sudah tentu kita berdua lari lari kecil sambil bergaya 'slow motion' seperti layaknya bintang film India atau sinetron di Indonesia :). Yang menyedihkan lagi, kita berdua photo photoan sendiri, kalau saya yang pegang tustel maka obyeknya mas Ardi atau pemandangan pantai dan sebaliknya. Kalau mas Ardi jalannya terlalu cepat, saya ketinggalan dibelakang sendiri dan nggak GR nih, banyak orang Arab yang masih melirik, artinya saya belum tua tua amat :)


Kamis, 25 Juni 2009

Hingar Bingar Pemilu Kuwait

Spanduk

Hari ini tanggal 25 June 2009 ada acara Pemilu Kuwait. Expatriate cuma ikut nonton doang karena jelas bahwa pesta demokrasi ini hanya untuk Kuwaitis. Dua bulan lalu juga ada pesta demokrasi semacam ini di Kuwait tetapi untuk pemilihan parlemen pusat dan tahun ini muncul sejarah baru di Kuwait yaitu untuk yang pertama kalinya ada wanita berhasil masuk dalam parlemen, nggak tanggung tanggung langsung 4 orang wanita. Kali ini adalah pemilu untuk pemilihan parlemen daerah.




Tidak Bikin Macet Jalan

Di Kuwait, cara kampanye sangat berbeda dengan di Indonesia dan menurut saya sangat bersahaja sekali. Tidak ada arak arakan sepeda motor yang bikin sibuk dan susah polisi, tidak ada suara klakson kendaraan yang bisa bikin kuntilanak terbangun dari tidurnya dan juga tidak ada jor joran umbul umbul atau bendera partai di jalan jalan besar atau jalan kampung. Yang ada adalah tenda tenda besar dengan photo calon anggota parlemen yang dipampang besar didepan tenda.




Tenda Kampanye

Didepan tenda tersedia tempat duduk untuk 'jagongan' pada sore dan malam hari. Saya nggak tahu kalau pas sedang jagongan seperti itu membicarakan politik atau asal kumpul kumpul saya. Yang jelas tampak gayeng dan akrab sekali. Tenda sebelahnya bisa jadi ditempati oleh kandidat dari partai lain, tetapi disini sangat rukun sekali dan sesekali saya lihat mereka saling mengunjungi. Kalau di Indonesia ada dua kubu yang bersebellahan seperti ini bisa jadi akan lempar lemparan sandal, sepatu dan mungkin juga batu :).



Ada Onta Simbul
Kemampuan Ekonomi Kontestan

Yang menarik, disamping tenda biasanya diletakkan beberapa ekor onta.. Saya nggak tahu maksudnya, apakah sebagai maskot keberuntungan agar bisa menang pemilu atau akan disembelih untuk santapan bersama pada malam harinya. Yang jelas saya perhatikan untuk acara makan makannya mondar mandir mobil catering keluar masuk, berarti onta tersebut tidak untuk dikonsumsi pada acara pesta demokrasi ini.

Rabu, 24 Juni 2009

Lukisan Mural & Graffiti Ala Kuwait


Jangan dikira di Kuwait tidak ada corat coret tembok atau lukisan lukisan warna warni yang umumnya banyak kita lihat distasiun bawah tanah, kereta api atau dinding jembatan layang. Pokoknya ada tembok nganggur dan bersih biasanya tidak akan tahan lama karena segera saja anak anak remaja corat coret dengan cat warna warni terkadang corat coret lukisannya sangat bagus dan terkadang pula lukisan yang sudah bagus ditindih lagi dengan lukisan baru yang membuat tembok tampak kotor dan jorok.




Bedanya dengan di Indonesia atau di negara lain, lukisan Mural atau Grafiti ala Kuwait ada unsur dakwahnya, misal ajakan untuk selalu sholat, tentang Islam atau terkadang malah kaligrafi. Memang ada juga yang kacau nggak ada maksudnya, tapi banyak juga yang baik. Semula saya kira lukisan tersebut dibuat oleh pemerintah setempat atau oleh pengurus masjid yang ada disekitarnya, tetapi ternyata pihak masjid tidak tahu siapa yang membuat, malah katanya sering kebagian tugas menghapus saja kalau sudah tumpang tindih nggak karuan. Saya juga investigasi ke toko toko yang ada disekitarnya, semua sama saja jawabnya nggak tahu, ngecatnya malam hari katanya.




Tembok tembok yang sering dijadikan tempat corat coret umumnya terletak ditempat strategis, misal di dinding rumah di perempatan jalan atau digardu listrik. Dan jelas cara membuatnya juga harus gerilya, malam hari. Pembuatnya terkadang kurang profesional, hanya ingin menyampaikan dakwahnya saja tetapi tidak memiliki rasa seni sama sekali. Pokoknya nulis, nggambar dan corat coret. Hasilnya terkadang cukup belepotan.




Gambar diatas hanya yang terlihat di Mangaf dan Fahaheel saja. Di Kuwait City lebih banyak lagi tetapi umumnya sudah tumpang tindih nggak karu karuan sehingga nampak kumuh dan tidak menarik. Yang paling heboh adalah dibawah jembatan layang perempatan antara Jalan 6 dan Jalan 30. Tulisannya besar sekali dan hanya satu kata yang bisa bikin kita tersenyum, yaitu 'BANGLADESH'.

Jumat, 19 Juni 2009

Jalur Maut Fahaheel Expressway - 30th Road



Jalan 30, atau sering juga dikenal dengan Fahaheel Expressway. Jalan ini menghubungkan Fahaheel dengan Kuwait City terdiri dari 4 jalur dan mulus sekali. Dari segi kepadatan jelas nggak ada apa apanya dibanding Jln Thamrin atau Jln Sudirman Jakarta. Tetapi dari sisi kejadian kecelakaan, saya mengusulkan agar jalan ini dimasukkan 'The Most Dangerous Road In The World'. Saya sudah pernah melihat Highway di India, Jordan, Russia, Malaysia, Indonesia dan masih banyak negara lain, tetapi hanya jalan 30 yang saya jumpai bangkai mobil bekas kecelakaan berat selalu bertambah setiap hari. Entah berapa nyawa melayang setiap hari di jalan raya ini.



Hari Kamis, 18 June 2009 jam 17:30 sore, saya melewati jalan 30 ini menuju Kuwait City. Menjelang 3rd Ring Road atau sekitar Shaab dan entah mimpi apa semalam kita melihat dengan mata dan kepala sendiri kejadian kecelakaan tunggal yang membuat tulang lutut jadi gemetar. Mungkin kita termasuk orang pertama yang menyaksikan dan secara reflek mendekat ke mobil yang celaka tersebut dengan maksud untuk memberi pertolongan.


Sebuah mobil sedan dari arah berlawanan (jalur sebelah dari Kuwait City ke arah Fahaheel) saya lihat melaju dengan kecepatan sangat tinggi mendahului beberapa kendaraan dengan cara mengemudi ugal ugalan dan tiba tiba tidak bisa mengendalikan kemudi dan laju kendaraannya. Setelah itu mobil tersebut tampak berguling guling sebanyak 4 atau 5 kali kearah mobil saya dan dalam sekejap langsung terbakar.


Perhatikan urutan gambar dibawah ini :


Gbr 1 : Saya segera menepi dan secara reflek berusaha lari kearah pagar pembatas (mobil belum terbakar pada saat itu), tetapi karena mobil saya berhenti terlalu ketengah saya kembali lagi kemobil untuk meminggirkan mobil dan mengambil kamera. Sekitar 6 mobil dibelakang saya tidak melihat langsung kejadian, tetapi tampak berhenti tertegun melihat mobil mulai terbakar.





Gbr 2 : Saya kembali mendekati pagar pembatas jalan, pada saat itu belum ada orang yang berani mendekat, semua masih tertegun didalam mobil masing masing. Saya sendiri terhalang oleh pagar tinggi dan tidak bisa meloncati pagar.







Gbr 3 : Api bertambah besar, belum ada orang yang berani mendekat. Saya perhatikan sudah ada beberapa orang yang ragu ragu antara mendekat atau diam saja karena api sudah terlalu besar sekali.








Gbr 4 : Mobil mobil dibelakang mobil yang celaka langsung berhenti tidak beraturan ditengah jalan, ada yang turun berusaha mendekat atau menolong tetapi ada juga yang tetap di mobil histeris nggak tahan melihat kejadian. Beberapa mobil berusaha naik trotoar untuk balik arah.






Gbr 5 : Api bertambah besar, ada suara ledakan mungkin tangki bensin yang meledak. Asap hitam semakin tinggi mengepul. Suara mobil terbakar dan orang yang teriak histeris bikin dengkul gemeteran.











Gbr 6 : Mobil Polisi, pemadam kebakaran dan ambulance datang kira kira 15 menit setelah kejadian. Mobil tersebut bisa cepat menuju tempat lokasi kejadian karena system trotoar ditengah jalan di Kuwait memang digunakan untuk emergency.





Gbr 7 : Proses pemadaman sedang berlangsung. Dua orang memadamkan api dan polisi yang lain mengatur jalan agar kemacetan di kedua jalur ke Fahaheel maupun ke Kuwait City tidak macet. Ambulan juga sudah siap siap bergerak.









Gbr 8 : Api berhasil dipadamkan.








Gbr 9 : Saya dibelakang penonton siap siap mau berangkat lagi karena team ambulan sudah mulai memeriksa keadaan. Nggak mau lihat yang lebih serem lagi.






Baca Juga : 

Selasa, 16 Juni 2009

Beda Umroh/Haji Dari Indonesia Dan Kuwait


Ini pengalaman kita kalau berangkat Umroh dari Kuwait, rasanya sangat beda sekali dan layak untuk diceritakan. Kalau kita berangkat Umroh atau Haji dari Indonesia maka saudara, tetangga atau siapapun yang kita kenal akan mengantar kita sampai bandara dan setelah tiba kembali akan dengan senang hati menjemput kita dan berharap akan dapat berkah dari orang yang baru pulang dari tanah suci. Tetapi kalau berangkatnya dari Kuwait, ya jelas saja berangkat sendiri naik taxi dari rumah menuju bandara dan rasanya nggak ada sedikitpun rasa bahwa kita akan bepergian dengan tujuan mulia ke tanah suci. Berangkatnya cukup diam diam nggak seheboh seperti di Indonesia dan cukup bawa pakaian dua stel saja. Nggak ada juga yang menyambut kedatangan kita begitu turun dari pesawat.



Kalau berangkat dari Indonesia maka harus nabung dulu bertahun tahun karena biaya ke tanah suci cukup mahal, tetapi kalau dari Kuwait boleh dikatakan jauh lebih murah karena dekat. Kita bisa berangkat Kamis malam dan pulang kembali ke Kuwait Sabtu malam. Mau jalan darat atau pakai pesawat murah Jazeera Airways juga bisa, biaya bisa murah sekali kalau pas ada promo. Tarip normal KD 40 dan kalau ada promo bisa KD 5/orang plus pajak untuk Kuwait - Jeddah pp, yang agak mahalan dikit bisa pakai Kuwait Airways atau Saudia. Tinggal pilih saja. Hotelpun juga tidak jadi masalah karena seringnya mondar mandir ke Saudi sehingga tahu hotel mana yang bagus, murah dan dekat dengan Masjidil Haram. Nggak perlu booking jauh hari sebelumnya, semuanya serba 'Go Show', kalau penuh ya pindah hotel / penginapan tetangganya apalagi sudah banyak kenal dengan sopir taxi setempat yang bisa diajak puter puter cari hotel.



Visa masuk Saudi juga bisa diurus sendiri, biaya KD 15/paspor jadi sangat beda sekali dengan ngurus Umroh/Haji dari Indonesia yang semuanya serba diurus oleh Travel Agent. Begitu juga di Kuwait, kalau untuk Haji juga harus melalui Hamlah (travel agent yang mengurus urusan Haji). Kelebihan kalau mau berangkat Haji dari Kuwait adalah nggak perlu ngantri dua tahun seperti di Indonesia karena kuota haji Kuwait nggak pernah dipakai seluruhnya. Satu hari sebelum Hari Raya Hajipun masih bisa mendaftar dan berangkat untuk Haji. Tapi biaya Haji dari Kuwait cukup mahal juga berkisar antara KD. 900 sampai KD 1.200, karena expatriate kabarnya harus mensubsidi Kuwaitis karena memakai kuota Kuwait. Haji dari Kuwait hanya 10 hari saja di tanah suci.



Masalah kekhusukan ibadah, dengan tegas saya katakan kalau berangkat dari Indonesia akan lebih khusuk. Mungkin juga karena dana yang dikeluarkan kalau kita berangkat dari Indonesia sangat besar sekali sehingga membuat kita benar benar nggak mau rugi dan benar benar memanfaatkan waktu untuk selalu ibadah didalam masjid. Kalau dari Kuwait, entah karena dekat atau saking seringnya mondar mandir ke Mekah, maka kekhusukan tersebut berkurang banyak (eh sedikit ding .. :)). Selesai ibadah wajib biasanya langsung ngeloyor keluar dan berinteraksi dengan penduduk untuk sekedar bertegur sapa atau melihat aktifitas lain. Bisa berinteraksi dengan penjual jerigen, bisa juga melihat tas yang digantung dipagar berisi pakaian dua setel milik jamaah hemat biasanya dari negara tetangga dekat. (Sssst, bisa tebak nggak tas saya pada gambar samping yang mana :)).


Tidur tiduran dihalaman masjid juga nyaman sekali apalagi musim panas seperti sekarang ini, baca Quran didalam Masjid yang sejuk dan dingin membuat mata ini jadi mudah ngantuk. Jalan jalan disekitar masjid juga sangat menyenangkan, kita bisa melihat sepeda motor yang di rantai pakai rantai kapal. Kata pemiliknya, meskipun ditanah suci, maling sepeda motor sangat banyak, apalagi copet. "Sepeda motor kalau nggak dirantai besar bakalan hilang deh di Mekah", kata pemilik motor yang asli Indramayu.

Baca Juga :

Sabtu, 13 Juni 2009

Fahaheel Selayang Pandang


Fahaheel adalah daerah yang padat dan ramai tempat bermukim berbagai macam pekerja dari berbagai negara seperti Afghan, Pakistan, Bangladesh, India, Mesir, Lebanon, Syria, India, Philipina dan tentu saja Indonesia. Daerah ini terletak disebelah selatan Kuwait City kira kira sekitar 40 Km jauhnya, tetapi sangat dekat sekali dengan perkantoran perusahaan minyak di  Ahmadi, misal KNPC, KOC, KGOC dan kantor kontraktor kontraktor pendukung perusahaan minyak seperti Napesco, Heisco dan lain lain.




Daerah ini selalu macet terutama sore dan malam hari  tetapi jarang macet pada pagi atau siang hari karena memang aktifitas di Kuwait baru hidup pada malam hari. Pusat keramaian di Fahaheel tersentralisir di Pasar Fahaheel, baik pejalan kaki bercampur aduk dengan bus kota yang berhenti sembarangan dan mobil pribadi yang parkir seenaknya sendiri menambah keruwetan Fahaheel.




Didaerah yang dekat dengan pantai, lebih tertata rapi dan enak dipandang, tetapi kalau soal macet sama saja. Di sepanjang pantai ini ada mall besar bernama Al Kout, tidak hanya pertokoan mewah yang ada di mall ini tetapi ada juga pasar tradisional ikan, daging dan sayur mayur. Karena berada ditepi pantai, maka nelayan bebas keluar masuk mendagangkan hasil tangkapannya. Ini yang benar benar menarik di Al Kout Fahaheel apalagi kalau ada lelang ikan.


Apartment di Fahaheel sangat laku keras dan jarang ada yang kosong sampai berbulan bulan, biasanya begitu ditinggal pindah penghuninya langsung sudah ada yang booking mau menempatinya. Banyak yang mencari apartment di Fahaheel karena lokasinya dekat dengan pasar, pertokoan dan juga jalus bus kota kemanapun tujuan ada termasuk ke ahmadi dan daerah industri disekitarnya.



Kalau pas tanggal gajian, wuah ramainya bukan main. Sangat ramai karena di Fahaheel inilah tempat ngumpulnya agen pengiriman uang dan money changer. NBK Bank, Gulf Bank, Burgan Bank dan masih banyak bank lagi yang buka kantor disini dan umumnya para pekerja mengantri ATM sampai panjang sekali untuk kemudian ditransfer kenegaranya melalui agen pengiriman uang yang banyak tersebar disekitar bank tadi. Semua agen pengiriman uang berlomba lomba mendapat nasabah sebanyak mungkin dengan iming iming hadiah, discount dan bahkan ada yang gratis biaya kirim ke negara tertentu.



Tidak cuma kirim uang saja yang ramai, belanja barang kecil kebutuhan sehari hari juga luar biasa ramai pada saat tanggal muda seperti ini. Mungkin bisa disamakan dengan pasar Tanah Abang keruwetan dan kesibukannya, tetapi dibalik itu saya senang sekali dengan pasar ini karena barang yang dijual sangat lengkap sekali mulai jarum, benang sampai mobil juga ada.


Photo photo diambil siang hari karena kalau malam hari terlalu padat dan susah parkir ....

Selasa, 09 Juni 2009

Jalan Di Kuwait


Indonesia memang Bhinneka Tunggal Ika, termasuk Jalan rayanya juga, bermacam macam mulai yang mulus sekali seperti jalan tol, setengah rusak, sangat rusak dengan lubang seperti kubangan kerbau sampai rusak parah hanya kerbau saja yang bisa lewat. Iklim dan kondisi tanah di Indonesia memang yang menyebabkan jalanan cepat rusak, diperbaiki sebentar saja akan rusak lagi kalau musim hujan datang.



Di Kuwait lain, jarang ada hujan sehingga kondisi tanah cukup kokoh untuk pondasi jalan. Hanya ada dua pilihan disini, jalan mulus atau mulus sekali. Disamping itu jumlah kendaraan yang lewat tidak sebanyak di Indonesia dan kendaraan yang lewat umumnya kendaraan ringan seperti sedan dan jeep saja. Nggak ada di Kuwait truk ngangkut kayu balok dengan muatan berlebih seperti di sepanjang jalan lintas Sumatra. Paling banter sesekali lewat juga truk trailer ngangkut tank dan perlengkapan perang Amerika menuju Irak.



Karena jalan jalan mulus dan lurus, maka kendaraan bisa dikebut sampai kecepatan maksimum, cuma ditempat tempat tertentu dipasangi kamera untuk menangkap pembalap pembalap Kuwait yang ngebut melampaui batas kecepatan. Kalau sampai terjadi kecelakaan, biasanya mobil jungkir balik berkali kali seperti yang sering kita lihat di film film action dan setelah itu mobil ditinggal begitu saja dipinggir jalan sampai berhari hari kalau penumpangnya nggak mati. Sudah merupakan hal umum disini terjadi kecelakaan mobil terbang. Nggak pernah kita melihat ada onta nyebrang ditabrak mobil, yang sering terlihat adalah mobil terbang.




Jalan raya disini umumnya penamaannya berdasarkan angka, misal 1st Ringroad, 2nd Ringroad dst. Kita menyebutnya dengan bahasa Indonesia saja misal Jalan 30 (30th Road - Fahaheel Expressway), Jalan 40, Jalan 6 dan seterusnya. Untuk Highway, umumnya terdiri dari 3 sampai 4 jalur - setara jalan tol di Indonesia, bedanya disini nggak bayar saja. Sedangkan jalan kelas 2, umumnya dua arah dan pemisah jalan umumnya dipasangi keramik putih seperti yang di Indonesia dipasang di tiang listrik (isolator listrik) tetapi banyak juga yang dipasang karet segi empat.



Beda sekali dengan jalan di Indonesia, kalau di Indonesia cukup dibatasi dengan cat putih putus putus atau garis penuh. Ada bagusnya juga pembatas jalur ditengah ini berupa karet atau keramik putih, kalau kita meleng dan roda menginjak pembatas ini maka kita segera tersadar karena suaranya gluduk gluduk atau blek blek blek tidak nyaman didengar. Jelas sekali biaya pembuatan jalan di Kuwait jauh lebih mahal dari di Indonesia.


Baca Juga :



Sabtu, 06 Juni 2009

Hotel Kucing Di Kuwait

Nonton TV
Sekarang bulan Juni, sudah memasuki musim panas di Kuwait. Saya katakan panas karena memang sangat panas sekali, keluar rumah langsung seperti berada didepan oven atau bisa disamakan dengan didepan api unggun saat kita masih pramuka dulu. Temperatur diluar rumah sudah naik mencapai 45 Derajat Celcius pada siang hari. Air keranpun sudah cukup panas tanpa harus dipanaskan dengan heater. Tetapi ada suka cita yang luar biasa juga kalau musim panas seperti ini, berarti kita serumah akan pulang ke Indonesia untuk ngadem dalam waktu dekat ini.



Ruang Santai
Untuk Kucing
Celakanya, kita memiliki seekor kucing Persia yang manis dan lucu bernama 'Habibie'. Kalau kita pulang ke Indonesia sebulan, lalu siapa nanti yang akan memelihara, memberi makan, ngelus elus agar bisa bobok. Kucing ini sudah seperti anggota keluarga, kalau pagi selalu membangunkan kita semua untuk sholat subuh. Disamping itu manjanya bukan main, kegemarannya nonton TV, nggak tanggung tanggung channel favoritnya adalah Animal Planet. Kalau sedang nonton channel Animal Planet, duduknya selalu didepan sendiri dan nggak mau diganggu.



Kamar Hotel Khusus Kucing
Bersih Dan Mewah
Karena hal tersebut diatas, maka sibuklah kita mencari tempat penitipan kucing diseluruh penjuru Kuwait. Dan hasilnya membuat kita kaget, heran dan terkagum kagum. Ternyata yang namanya penitipan binatang di Kuwait lebih mirip Hotel daripada kandang. Biaya penitipan satu ekor kucing paling murah adalah KD 3 per hari, kalau dirupiahkan sekitar Rp 100.000,-. Bisa dihitung seandainya mudik ke Indonesia selama 30 hari saja, maka biaya nginap di Hotel Kucing ini bisa mencapai KD 90 belum kalau si kucing minta perlakuan khusus, misal Spa, Nyalon atau makan makanan mahal jatah kawan atau tetangga kamarnya.


Ada Toko Asesories Binatang
Sebut saja namanya Hotel Kucing, letaknya di Wafra dan dikelola oleh AnimalCare Of Kuwait. Fasilitas Hotel Kucing ini sangat lengkap sekali mungkin hotel bintang 5 didunia perkucingan, diantaranya adalah :
  • Lobby Hotel lengkap dengan sofa mewah dan toko kebutuhan sehari hari dan mainan kucing.
  • Kamar hotel ber AC dan Heater (Pemanas Ruangan), satu kucing per kamar ukuran 50x 80 cm. Setiap kamar dipasang tanda pengenal berisi nama dan catatan khusus misal 'Diet' yang berarti si kucing hanya boleh makan makanan yang low calorie.
  • Makan pagi, siang dan malam dengan menu pilihan (maksudnya pemilik yang memilihkan makanan setiap harinya)
  • Sarana bermain lengkap bagi kucing
  • Spa / Mandi air hangat dengan wewangian khusus
  • Salon - potong rambut model mutakhir dunia kucing.


Ada Heater Pemanas Ruangan
Pokoknya pemilik tinggal telpon maka kucing akan dijemput kerumah dan akan diantar kembali kerumah sesuai dengan kesepakatan. Service lain yang diberikan adalah pengurusan surat surat ijin perjalanan termasuk karantina, tiket pesawat seandainya kucing mau dibawa keluar negeri. Kalau kucing sakit, maka akan dibantu untuk membawa ke dokter. Tetapi sebelum masuk harus dicek dulu punya asuransi atau nggak tujuannya kalau si Kucing mati maka akan mendapat ganti rugi uang. Yang berbeda, di Hotel Kucing ini tampaknya berlaku 'pergaulan bebas'. Kalau kucing anda betina, jangan salahkan pihak hotel kalau saat anda ambil kembali ternyata si kucing dalam keadaan sudah hamil muda.


Baca Juga :


  • Susahnya Memelihara Binatang Di Kuwait
  • Hamil, Rp 21 Juta Melayang
  • Enaknya Jadi Kucing Di Kuwait