Kamis, 30 April 2009

Menyusur Jejak Scorpion

I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change
An August summer night
Soldiers passing by
Listening to the wind of change
The world closing in
Did you ever think
That we could be so close,like brothers
The future's in the air
I can feel it everywhere
Blowing with the wind of change

Pintu Gerbangnya Besar

Pernah dengar lagu ngetop dari Scorpion diatas ?, ya benar sekali judulnya Wind Of Change, lagu ini sering sekali dinyanyikan mas Ardi dari dulu sampai sekarang terutama saat mas Ardi masih kepincut saya 16 tahun lalu . Petikan dan sound guitarnya itu lho yang bikin hati bergetar dan langsung nyandar dibahu mas Ardi, he he.



 
Ada Roller Coaster

Karena lagu ini pula maka kita bertekad untuk napak tilas perjalanan Scorpion di Moscow, apalagi kalau tidak ingin melihat dengan mata kepala sendiri sebuah taman kota di Moscow yang langsung ikut populer setelah tertulis dalam lirik lagu Scorpion ini. Ternyata, Gorky Park yang sangat terkenal tersebut hanyalah sebuah taman bermain anak anak ditepi sungai Moscow, kira kira 10 menit jalan kaki dari Red Square area. Pintu gerbangnya saja yang sangat besar, tetapi sarana bermain didalamnya tidaklah semegah namanya. Hanya beberapa permainan anak anak saja seperti roller coaster kecil dan komidi putar, kereta api kanak kanak dan lain lain. Kira kira kalau di Kuwait setara dengan Kuwait Magic atau kalau dibandingkan dengan Taman Ria Jaya Ancol, kira kira separuhnya atau mungkin lebih kecil lagi. Boro boro kepingin masuk, melihat isinya dan suasananya kosong saja langsung kita keluar lagi. Mending di Ancol .....

Selasa, 28 April 2009

Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa ....

Nunggu Bus Lewat

Satu kebiasaan yang tidak bisa kita hilangkan kalau kita bepergian ke segala penjuru sudut dunia, yaitu 'sengaja' untuk kesasar. Kalau benar benar sudah kesasar, semua ngomel dan si Ayah yang jadi komandan selalu jadi sasaran ngedumel seluruh anggota 'Trio Kwek Kwek'. Alkisah kejadiannya tanggal 9 April 2009, kita berempat mencoba naik bus aneh khas Russia. Kami anggap aneh karena bentuknya seperti tram listrik tetapi rodanya ternyata roda bus, bukan roda besi yang berjalan diatas rel. Satu jam kita duduk duduk dihalte dengan lagak 'sok ngerti' sambil menyelidiki bagaimana cara naik dan bagaimana cara bayarnya.

.

Bus Listrik
Nggak Bisa Ngebut

Karena bus ini digerakkan oleh listrik, sudah tentu diatapnya dipasangi suatu alat yang selalu terikat dengan kabel listrik dan saking banyaknya bus listrik seperti ini di St Petersburg dan Moscow, akibatnya pemandangan kota jadi centang perentang dipenuhi oleh kabel listrik, terutama di Moscow. Karena bus tidak berjalan diatas rel, kemungkinan kabel listrik diatasnya putus tertarik bus rasanya sangat mungkin sekali karena jalanan semrawut campur aduk antara bus listrik dan kendaraan pribadi. Tetapi kata orang Russia katanya nggak pernah terjadi kabel putus tertarik bus yang ngeloyor keluar jalur. Apa ya iya ?

.

Bus Kotanya Diikat Kawat
Listrik Sepanjang Jalan

Kita semua langsung saja naik dengan tujuan nggak jelas pokok bisa melihat kota Moscow. Peta dan buku petunjuk tour terbitan Lonely Planet tidak pernah terlepas dari tangan. Celakanya buku petunjuknya bahasa Inggris dan semua tulisan didalam bus maupun ditempat pemberhentian semuanya huruf terbalik Russia (Cyrillic). Ya jelas saja kesasar jauuuhhhh sekaleee.

.


.
.
Hwaduh
Bayarnya Gimana Nih

Cara bayar bus ternyata cukup menyerahkan uang ke sopir. Karena nggak ngerti tarifnya saya beri uang Rubbel pecahan agak besar dan si sopir nyerocos pakai bahasa Russia yang nggak kita ketahui. Bus nggak jalan jalan karena si sopir nyerocos pakai bahasa Russia, saya kira duitnya kurang ketika saya tambahi lagi ternyata malah dikembalikan semua. Untung penumpang dibelakang baik hati, langsung kita dibayari hanya dengan RUB 100 (per orang RUB 25) dan diajari tata cara naik dan turun bus pakai bahasa Tarzan. Terbukti lagi, orang Russia ternyata banyak yang baik hati tidak seperti yang digambarkan dalam film film Amerika.

.


.
Kesasar Lagi Kesasar Lagi
Routenya Ruwet
Kalau Baru Pertama Kali

Ini kesasar jilid dua yang luar biasa parah. Hampir tiga jam kita berada dibawah tanah nggak tahu jalan pulang. Biasa, ngikuti si Ayah naik Metro, kereta api bawah tanah Moscow yang melihat peta jalur kereta apinya saja bisa bikin mumet, apalagi tulisannya pakai huruf Russia yang tidak kita mengerti. Peta disamping sangat jelas dalam bahasa Inggris, tetapi di stasiun, ya jelas pakai huruf Russia semua. Puyeng deh...

.
.

.
.
Tinggal Baca Saja
Akan Tahu Nyampai Dimana

Stasiun kereta api yang paling dekat dengan hotel kita namanya Delavoy Center tetapi karena semua petunjuk tidak ada yang berbahasa Inggris maka nama tersebut kalau ditulis dalam bahasa Russia kira kira kalau dieja menjadi Aeknobon UeHotp. Lain sekali kan ?, pantas saja kalau kesasar dibawah tanah sampai hampir 3 jam.

.
.
.


.
Cuek Semua
Nggak Ada Senyum Sama Sekali
Susah mau bertanya di stasiun Metro bawah tanah ini, semua orangnya kalau jalan cepat sekali dan ngertinya 'Russia Good ?','Yes Train' dan 'Welcome To Moscow' saja. Lagipula kebanyakan tidak bicara didalam metro semua mikir dirinya sendiri, hal ini khas kota besar, cuek bebek dengan sekitarnya.
.



Baca Juga :

Senin, 27 April 2009

Melihat Bangunan Indah St Petersburg II

Hermitage Museum - St Petersburg

Masih mengenai Hermitage Museum, museum ini sangat besar dan megah dan tercatat sebagai salah satu museum terbesar dan tertua didunia. Jumlah koleksi barang yang ada di museum ini kata brosurnya mencapai 3 juta lebih, termasuk koleksi lukisan terbesar di dunia ada di museum ini. Ada juga koleksi Porcelein yang indah dari segala penjuru dunia. Sempat terheran heran juga, kenapa banyak sekali barang barang yang non Russia ada semua didalam museum ini. Sebagai contoh lukisan lukisan Van Gogh, Rembrand, Leonardo Da Vinci dan pelukis terkenal lain yang semuanya bukan orang Russia. Emas juga tersebar dimana mana, mulai kursi lapis emas, jam emas, langit langit bangunan dan pintu berlapis emas, singgasana Tsar emas dan semuanya serba emas. Kalah deh orang Madura.



Yang lebih mencengangkan lain adalah koleksi barang barang Mesir, semua patung, perhiasan dan harta kekayaan raja raja Mesir yang ditemukan didalam kuburan atau pyramid tumplek bleg menempati satu lantai dasar sendiri. Belum lagi relief relief kuno dari Mesopotamia (Irak) dan peninggalan raja Nimrod. Sempat kita bertanya tanya, ini barang jarahan atau bukan, kenapa bisa sampai ke Russia ?. Belum lagi koleksi Vas Bunga raksasa yang terbuat dari batu Zamrud hijau yang mahal dari China. Apalagi potongan patung kepala Budha, kasihan juga badannya masih tertinggal di Borobudur. Langsung saja saya berkesimpulan, semua barang yang ada disini didapat dengan cara tidak halal.


Smolny Convent

Sering juga disebut Smolny Convent Of The Resurrection (Voskresensky) terletak dekat dengan sungai Neva. Bangunan warna biru putih ini hasil karya arsitek Italia Franscesco Barolomeo Rasstrelli yang juga mendesain Winter Palace. Itulah sebabnya kedua bangunan tersebut berwarna sama biru putih. Dibangun pada tahun 1748 - 1764 dan semula digunakan sebagai Cathedral tetapi saat ini berfungsi sebagai Concert Hall dan banyak dikunjungi para pejabat pemerintah karena kebetulan disekitarnya memang kebanyakan kantor pemerintah.



Nevsky Prospect

Ini adalah jalan utama kota St Petersburg tempat orang jalan jalan, belanja, cari tempat makan atau sekedar melihat arsitektur bangunan tua kota St Petersburg. Jalan ini membentang mulai Admirality sampai Stasiun kereta api. Bangunan bangunan indah yang ada di jalan ini diantaranya adalah bangunan Neo Klasik Kazan Cathedral, Rastrelliesque Stroganov Palace, Toko Buku bergaya Art Noveau (Dom Knigi), Monumen Catherine The Great, Shopping Mall kuno Abad 18 yang merupakan cikal bakal shopping mall modern yang kita kenal sekarang, Russian National Library dan Pertokoan dengan arsitektur pertengahan abad 19.


St Petersburg - Kota Sejuta Patung

Segala macam patung semuanya ada di kota ini, mulai patung yang telanjang bulat, Tsar Rusia, pendiri kota St Petersburg Peter The Great sampai patungnya Colonel Sanders (KFC) dan patung badut warna kuning dari Mc Donald. Patung patung dikota ini ada yang terbuat dari logam dan banyak pula yang berlapis emas. Tandanya kalau banyak kamera berarti patung emas beneran, tetapi patung emas yang paling banyak ada di Peterhof, kira kira satu jam dipinggiran kota St Petersburg, tepatnya dipinggir teluk Finland. Saya sarankan kalau mau ke Peterhof pada saat musim panas saja, musim dingin seperti sekarang ini air mancurnya beku dan jadi es batu.




Saking banyaknya patung yang kita jumpai dan catat akibatnya malah bingung sendiri apalagi catatan nggak sinkron dengan jepretan kamera. Sebut saja patung pak Brewok disamping, entah siapa namanya.

Atau patung kuda disamping ini.







Ada  Tukang Photo




Atau Patung Satria Berkuda didepan hotel Moscow ini. Belum lagi patung patung yang berada didalam gedung seperti pertokoan dan mall, restaurant atau taman taman kota. Wah buanyaknya bukan main, barangkali setiap penduduk yang mati dipatungkan semua.

Senin, 20 April 2009

Melihat Arsitektur Indah Bangunan St Petersburg

Dingin Sekali
Sungainya Bersih

Sudah sering saya jalan jalan di negara dingin tetapi baru di St Petersburg ini saya benar benar kedinginan tetapi tetap saja nekat jalan terus melihat bangunan bangunan kota St Petersburg yang indah dan bercita rasa seni tinggi. Banyak bangunan yang dilindungi UNESCO sehingga kota ini boleh dikatakan masih tetap terjaga keaslian dan keindahan bangunan dan tata kotanya. Banyak bangunan ibadah berbagai macam agama termasuk Islam, Hindu dan Kristen, tetapi sudah jelas yang paling banyak adalah gereja Kristen dari berbagai macam aliran seperti Orthodox, Katolik Roma, Lutheran atau aliran aliran yang lain dan ada juga Synagog orang Yahudi. Artinya, nggak benar bahwa kehidupan beragama dilarang di Russia baik jaman sekarang maupun jaman komunis beberapa tahun lalu. Yang benar adalah bangunan antik sekarang dilindungi UNESCO dan hanya dijadikan obyek wisata saja atau tidak dipakai untuk ibadah lagi. Bukannya dilarang untuk ibadah.

Kazan Cathedral
Bersama Pengamen
Didepan Kazan Cathedral

Ini adalah bangunan ibadah orang orang Kristen Orthodox yang terletak di tengah jalan utama St Petersburg, Nevsky Prospekt. Bangunannya melebar dan tampak agung dan dalam sejarahnya pernah digunakan sebagai Museum Sejarah Agama Dan Atheism, pernah juga digunakan sebagai monumen lambang kemenangan Russia atas Napoleon. Bangunan sangat tua sekali tercatat mulai dibangun tahun 1801.




St Isaac's Cathedral
Menikmati Keindahan
Arsitektur St Issac

Bangunan Neo Klasik ini konon memerlukan waktu 40 tahun untuk pembangunannya dan merupakan pesanan Tsar Alexander I. Dibangun mulai tahun 1818 - 1856, sangat luar biasa lama dan hasilnya juga luar biasa penuh dengan relief dan detil yang njlimet, pilar pilar dan lantai terbuat dari batuan granit merah dan marmer dan disana sini terlihat lapisan emas yang membuat kita terkagum kagum termasuk melihat kubah emasnya. Sepintas bangunan ini mirip gedung Capitol di Washington DC.







Church Of The Saviour On Spilled Blood
Mirip St Basil Cathedral
Namanya serem sekali, konon nama tersebut diberikan ke gereja ini sehubungan dengan pembunuhan Alexander II yang terjadi ditempat ini pada 13 Mar 1881. Dibangun tahun 1883 oleh anak dari Alexander II yaitu Alexander III sebagai penghormatan terhadap ayahnya. Pembangunannya sangat lambat dan baru selesai pada saat Nicholas II berkuasa pada tahun 1907. Bentuk arsitekturnya sangat mirip dengan gereja terkenal yang terletak di Red Square Moscow, yaitu St Basil.





Peter And Paul Fortress
Peter And Paul Fortress

Ini adalah kota St Petersburg yang asli, tidak begitu luas dan dikelilingi dengan sungai Neva dan benteng yang kokoh untuk pertahanan. Didalamnya layaknya sebuah kota juga berisi bangunan gereja dengan kubah yang lain daripada yang lain, runcing dan menjulang keatas dengan warna emas yang mencolok. Tempat ini juga pernah dijadikan penjara politik pada tahun 1720. Yang paling mencolok adalah Peter and Paul Cathedral dan kuburan kuburan para Tsar Russia.





Winter Palace
Winter Palace
Istana Besar Sekali

Istana musim dingin ini adalah tempat tinggal resmi Tsar Russia. Di istana inilah sejarah Russia dibentuk, termasuk cerita cerita pembantaian yang sering disebut dengan Bloody Sunday tahun 1905 dimana pada saat itu terjadi demo damai besar besaran terhadap Tsar Nicholas II. Demonstaran ingin menyerahkan petisi ke Tsar secara langsung tetapi dihadapi dengan senjata oleh pengawal istana. Jumlah korban ada yang mengatakan sekitar 4000 orang, tetapi pengakuan resmi penguasa hanya 99 orang saja. Revolusi October 1917 juga terjadi ditempat ini. Halaman istana ini sangat luas dan disebut Palace Square.

Hermitage Musseum
Serba Emas Di
Dinding

Ini adalah bagian dalam dari komplek istana Tsar - Winter Palace dan palace palace disebelahnya. Saat ini sudah dijadikan museum negara dan termasuk dalam salah satu museum tertua yang dibangun oleh Catherine The Great pada tahun 1764 dan dibuka untuk umum pada tahun 1852. Dimana mana berserakan emas, mulai dari pintu, dinding, pilar dan langit langit sampai furniture dan semua perabot istana. Bisa dibayangkan, seberapa kaya Tsar Russia pada saat itu

Selasa, 14 April 2009

Njajan Es Krim Di Igora Park

Igora Park - Sekitar 1 Jam
Dari St Petersburg

Ceritanya, kita sedang jalan jalan nih di Igora Park, sebuah Ski Resort besar  yang terletak sekitar 2 jam perjalanan dari St Petersburg kearah utara. Sebenarnya jarak dari St Petersburg tidak begitu jauh, hanya sekitar 54 km saja, tetapi karena jalanan basah terkena salju yang mencair kelindes roda kendaraan maka perjalanan sangat pelan pelan karena licin. Jalannyapun sedikit berkelok kelok dan menanjak dengan pemandangan Dacha (rumah tradisional russia) yang cantik dengan halaman dan atap putih tertutup salju.


Siap Meluncur

Ditempat ini kita bisa main ski, naik kereta gantung kabel ke atas bukit dan meluncur kebawah dengan ski, meluncur dengan menggunakan toboggan (semacam ban dalam mobil) atau hanya sekedar bermain main salju membuat boneka snowy dari salju yang putih bersih. Temperatur udara sudah jelas dibawah 0 Celcius, terlihat jelas dari air mineral yang kita bawa dinginnya seolah olah dicemplungi es batu.


Menuju Rumah Makan

Igora Park Resort ini sangat besar dan luas dan dibangun tahun 2007 dengan investasi lebih dari $ 25 million, merupakan proyek prestisius Russia saat itu. Sebenarnya sudah ada 3 Ski Resort disekitar St Petersburg yaitu didekat desa Korobitsyno, Pykhtolova Gora dan Okhta-Park. Dan yang terakhir Igora Park Ski Resort ini adalah yang luar biasa megah dan canggih dan dibangun oleh 4 investor AKB Rossiya, Severstal, Severo Zapad Center of Strategic Development dan Sogaz.


Serba Ikan Mentah

Ditempat ini juga ada gedung untuk istirahat yang menjual macam macam makanan termasuk makanan berat untuk makan siang. Makanan yang disajikan juga banyak yang khas makanan orang Eskimo, yaitu ikan mentah. Bentuknya saja yang seperti ikan mentah, tetapi sebenarnya matang, entah bagaimana cara memasaknya. Cara makannya cukup ditoletkan ke saus atau mayonnaise dan umum disajikan bersama salad. Saya lihat turis Arab sedang asyik nyantap ikan mentah banyak sekali, berarti halal. Ditempat ini camilannya bukan chiki chiki tetapi es krim yang di lidah terasa jadi hangat karena udara diluar lebih dingin lagi.

Ice Cream Dingin, Mau ?

Heran juga apa ada yang salah dengan lidah Indonesia di Russia. Entah karena kelamaan bermain ski diudara terbuka atau entah lidahnya yang error, es krim russia di lidah kita rasanya seperti hangat. Logikanya kalau kita berada di udara luar yang dinginnya sampai – 3 derajat Celcius, yang paling hangat dan nikmat adalah makan bakso. Tetapi jelas nggak ada bakso di Russia yang kita temukan hanya penjual es krim, dan masuk kerongkongan rasanya hangat, jauh lebih hangat dari udara luar yang dibawah 0 derajat Celcius.


Sewa Peralatan

Sewa Toboggan

Untuk sewa peralatan ski ini kita harus masuk ke gedung tempat penyimpanannya. Masuk gedungya gratis tetapi kalau sewa peralatan baru bayar. Artinya, kalau kita cuma jalan jalan sambil melihat orang bermain ski dan berphoto ria saja berarti nggak perlu bayar.


Pelatihnya Telaten Sekali

Total biaya yang kita keluarkan untuk sewa peralatan yang terdiri dari 2 buah sepatu ski, 2 buah peralatan ski lengkap untuk Ayu dan Dinda dan 2 buah toboggan adalah RUB 4900. Biaya ini adalah harga paket untuk setengah hari saja. Termasuk biaya pelatih yang ngajari Ayu dan Dinda sampai benar benar bisa dilepas sendiri.

Sudah Bisa Meluncur

Ternyata, kalau urusan main main seperti ini Ayu dan Dinda luar biasa cerdasnya. Hanya dilatih sebentar saja sudah berani meluncur sendiri tinggal emak dan bapaknya saja yang khawatir anaknya meluncur jauh kebawah tidak bisa ngerem. Yah, sepi deh tinggal berdua saja Ayu dan Dinda udah ngebut kebawah. 


Baca Juga :

Minggu, 12 April 2009

Cara Orang Russia Mencari (Tambahan) Uang

Yang Muda Ngamen Di Subway
Ada banyak cara untuk mendapatkan uang di St Petersburg maupun Moscow, terutama didaerah daerah yang banyak dikunjungi turis atau tempat tempat yang selalu ramai tempat lalu lalang orang jalan. Yang masih sehat dan segar bugar umumnya ngamen dengan menunjukkan keahliannya. Dimana mana banyak terlihat orang kesana kemari membawa alat musik (katanya sih mahasiswa seni musik).
.


.
Yang Uzur Ngamen Di Jalan
Mereka harus bersaing dengan orang yang kurang beruntung seperti pengamen sejati. Ada juga yang jagoan main Circus, Russia memang terkenal dengan 'Circus'nya. Tetapi ada juga yang sudah terlalu uzur untuk bersaing keahlian dan ketangkasan dengan yang lebih muda sehingga cukup mengharapkan sedekah dari orang lain. Semoga diberi kemurahan rejeki bagi orang orang yang kurang beruntung ini.
.
.
Diantara cara mendapatkan uang halal yang cukup menarik adalah sebagai berikut :

    Kazan Cathedral - St Petersburg
    Yang Sepuh Ngemis
    Waktu kita jalan jalan di Cathedral besar dan antik ini, tiba tiba muncul dua orang laki laki dan perempuan dengan pakaian yang cukup berat jaman Tsar dengan warna yang meriah. Yang wanita memakai gaun merah menyala dan yang pria dengan pakaian hijau yang tidak kalah menyalanya juga, entah pakaian Tsar tahun berapa. Mereka menawarkan photo bersama, cara bayarnya berdasarkan jumlah mereka berganti gaya.
    .
    .



    .
    Favorit Turis Yang Dandan
    Ala Jaman Baheula
    Terserah mau dijepret berapa kali dengan satu tustel atau banyak tustel selama gaya mereka tetap sama ya cukup bayar RUB 150. Tetapi mereka juga akan memberitahu kalau akan berubah gaya, kalau kita setuju ya mbayar lagi tambahan RUB 150. Ngamen cara ini juga kita temui di beberapa taman kota.
    .



    .
    .
    Photo Studio - St Petersburg

    Kalau yang ini adalah ajakan untuk berphoto di studio memakai baju tradisional Russia.Salesmannya datang dan menawarkan photo photo cantik turis dari berbagai penjuru dunia yang sedang mengenakan pakaian tradisional Russia, mulai pakaian keluarga Tsar sampai pakaian sederhana penduduk pedesaan. Jasa photo studio ini termasuk 'ndandani' semirip mungkin dengan Tsar Rusia atau dengan wong 'ndeso' Russia. Biaya photo dan biaya sewa pakaian dihitung tersendiri. Semakin 'berat' pakaian jelas semakin mahal. Diajari juga cara menari pergaulan cara Russia yang umum dilakukan didesa desa.

    .
    .
      Tentara Jaman Komunis - Kremlin Moscow
      Stalin Sedang Ngemis
      Saat ini Rusia adalah negara federal bukan negara Komunis lagi. Segala macam atribut Komunis atau sesuatu yang berbau Lenin dan Stalin dijadikan barang souvenir. Bendera partai komunis, kaos kaos bergambar Lenin dan Stalin dengan tulisan yang diplesetkan agar lucu, emblem atau tanda pangkat tentara, logo KGB sampai seragam tentara jaman Komunis dulu semua ditawarkan ke turis. Photo bersama dengan 'tentara tentara'an dengan pangkat Jendral sampai photo sedang digeledah agen KGB semua bisa dilakukan di Moscow. Bayarnya RUB 100 sekali jepret.


      .
      Circus - Old Arbat Street Moscow
      Badut Jalanan
      Ini yang paling nyaman karena memakai baju badut yang tebal. Temperatur udara sekitar 0 - 5 Derajat Celcius kalau tidak memakai baju tebal dan tidak bergerak bisa beku jadi es batu, makanya badut circus di old arbat ini paling lincah bergerak kesana kemari. Mulai dari bagi bagi brosur, atraksi naik sepeda roda satu sampai melempar puluhan bola dengan tangan satu.
      .



      Baca Juga :

      Sabtu, 11 April 2009

      Masjid 'Soekarno' Di St Petersburg

      Masjid Soekarno Di
      St Petersburg
      Pada hari pertama kedatangan di St Petersburg tanggal 3 Apr 2009, kita tidak menduga bahwa malam hari di St Petersburg ternyata terang benderang seperti layaknya siang hari. Matahari benar benar menghilang sekitar jam 10 malam dan terbit lagi sekitar jam 2 pagi. Hanya 4 jam saja gelap, akibatnya terjadi kekacauan dalam hal sholat, nunggu datangnya sholat maghrib tak kunjung tiba dan tertidur pulas sampai jam 4:30 pagi hari. Sholat Isya jelas tertinggal, sholat subuh juga nggak yakin akan diterima atau tidak sebab jam 04:30 pagi rasanya seperti jam 10:00 siang.





      Cekungan Ini Berada
      Di Luar Masjid Bisa
      Jadi Mirqab/Mimbar Untuk
      Sholat Ied Diluar Masjid
      Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kita sepakat mencari masjid disekitar downtown. Kita yakin sekali ada masjid di St Petersburg karena kebetulan dari Istanbul ke St Petersburg kita satu pesawat dengan rombongan Umroh warga St Petersburg. Artinya, pasti ada banyak muslim Russia di St Petersburg. Benar saja tidak jauh dari hotel Atrium di Nevsky Prospekt, tepatnya didaerah downtown (city center) juga, persis diseberang Peter And Paul's Fortress berdiri megah St Petersburg Mosque. Pengaturan jamaah masjid terasa unik kalau dibanding masjid di Kuwait atau Indonesia dimana lantai dasar untuk jamaah masjid laki laki, lantai satu untuk jamaah masjid wanita dan lantai 2 untuk belajar ngaji.



      Masjid St Petersburg ini pembangunannya selesai pada tahun 1921 dan dibangun dari sumbangan banyak pihak dan tercatat sebagai donatur terbesar adalah Said Abdul Sahad, Emir Of Buchara. Arsiteknya adalah Nikolay Vasiliev, engineer sipilnya adalah Stepan Krichinskiy dan pengawas pembangunan oleh Alexander Von Gogen. Ijin pembelian tanah dan pendirian bangunan masjid diberikan oleh Tsar Nicholas II pada 3 July 1907. Pada saat Perang Dunia II, masjid ini ditutup dan digunakan sebagai medical warehouse. Tetapi atas permintaan Presiden I Indonesia Soekarno yang mengunjungi masjid ini pada tahun 1956, maka masjid ini dibuka kembali dan dikelola oleh Komunitas Muslim di St Petersburg, hanya 10 hari setelah kunjungannya di St Petersburg. Tahun 1980 dilakukan renovasi besar besaran sehingga bentuknya seperti yang sekarang kita lihat. Presiden Megawati pernah berkunjung ke Masjid ini pada tahun 2003 sedangkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah berkunjung pada 30 Nov 2006. Presiden Mangaf Block 4 Kuwait - Ardianto H pada tanggal 4 April 2009. 
      .

      Baca Juga :

      Dacha - Rumah 'Ndeso' Orang Russia

      Didepan Salah Satu Dacha Dekat St Petersburg


      Dacha sebenarnya adalah rumah asli orang Russia yang sudah ada sejak jamannya Peter The Great dimana arti sebenarnya dari Dacha adalah 'hadiah atau sesuatu yang diberi'. Konon dulunya Tsar Russia sering membagikan rumah kecil yang kelak bernama Dacha ini. Saat ini Dacha tak ubahnya seperti villa villa di Puncak milik orang kota. Pernah dilarang pembangunannya, pernah dibatasi luas tanah dan bangunannya, pernah juga ditertibkan dan digusur dan sering berseberangan dengan aturan pemerintah setempat. Ya, memang Dacha sekarang umumnya hanya dimiliki dan digunakan oleh orang kaya di kota untuk bersantai dan liburan musim panas saja. Bentuk arsitekturnya juga jor joran seperti kebanyakan orang yang punya duit berlebih dimanapun juga. Mirip sekali dengan nasib villa villa di daerah Puncak dan sekitarnya bukan ?


      Rumah Kayu Dacha
      Kosong Karena Pemiliknya Di Kota


      Dacha yang kita kunjungi adalah sekitar 2 jam dari St Petersburg, sangat jauh dari kebisingan kota St Petersburg. Pada saat kita kunjungi pada tanggal 4 April 2009, sebagian besar halaman Dacha masih tertutup salju. Beberapa Dacha ada yang ditunggui oleh satpam yang angker dan ada pula yang ditunggui penduduk desa. Tetapi yang ditinggal begitu saja juga banyak, katanya sih satu penjaga sanggup menunggu sekitar 4 Dacha yang berdekatan. Pada saat musim dingin atau peralihan musim seperti sekarang ini, sebagian Dacha ada yang disewakan kepada turis asing. Sangat berbeda dengan villa villa di Puncak yang umumnya disewakan juga kepada pasangan selingkuh dari Jakarta.


      Sumur Penduduk
      Airnya Tidak Beku

      Yang unik dari Dacha ini adalah letak sumur airnya. Sumur air tidak terletak di belakang rumah tetapi letaknya didepan rumah, persis dipinggir jalan. Jadi meskipun permukaan tanah tertutup salju semua, air sumur masih tetap bisa ditimba untuk kebutuhan sehari hari. Waktu kita coba menimba air, wow ternyata air sumur ini tidak sedingin udara di permukaan yang masih penuh tertutup salju. Airnya masih segar, bersih dan cukup hangat untuk diminum. 


      Baca Juga :

      Pemilu - Nyoblos Di Moscow

      Didepan KBRI Moscow

      Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat, kita sempatkan waktu yang terbatas untuk nyoblos wakil rakyat pada tanggal 09 April 2009 di KBRI Moscow, Rusia. Ternyata kedatangan kita ke KBRI langsung membuat heboh semua pihak, termasuk satpam dan tukang parkir. Lokasi KBRI Moscow bisa dikatakan berada ditempat yang sangat ramai, jalanan didepan KBRI bisa dikatakan cukup sempit karena penuh dengan mobil parkir, baik mobil parkir para Warga Negara Indonesia yang mau nyoblos maupun orang lain yang sedang nongkrong di kafe kafe untuk sarapan pagi.

      .
      .

      Pendaftaran Pemilu
      Alamat KBRI Moscow adalah sbb :
      Embassy Of Indonesia In Moscow, Russian Federation
      Novokuznetskaya Ulitsa 12
      Moscow - Russia
      Phone : (7-495)951-9549 to 51
      Website : http://www.kbrimoskow.org/
      .
      .
      .


      .


      .
      Staff KBRI

      Proses nyoblos berjalan sangat cepat karena jumlah masyarakat Indonesia di Moscow tidak begitu banyak seperti halnya Kuwait. Surat pindah TPS yang kita bawa dari Kuwait sempat membingungkan petugas pendaftaran karena mungkin hanya kita saja yang pindah pencoblosan ke Moscow. Setelah diskusi dengan pimpinan KPPSLN sebentar, akhirnya kita dipersilahkan nyoblos dan memasuki salah satu dari dua bilik suara yang ada. Nyelup jari ke tinta dan selesai. Cepat kan, nggak perlu ngantri berjam jam seperti di Indonesia. (Moscow, 9 Apr 2009)



      .

      Baca Juga :

      Perjalanan Kuwait - Saint Petersburg

      Jarak Kuwait – Saint Petersburg sebenarnya tidak begitu jauh, Cuma celakanya sampai saat ini, April 2009 belum ada penerbangan pesawat langsung dari Kuwait Ke Saint Petersburg. Akibatnya harus transit dulu dan berganti pesawat.

      Transit Di Istanbul Yang Melelahkan

      Tidur Di Ataturk Airport
      Ngantuk Berat
      Kami berganti pesawat di Istanbul dan menggunakan Turkish Airways. Pesawat mulai berangkat dari Kuwait sekitar jam 02:15 pagi tanggal 3 April 2009 dan tiba di Bandara Ataturk Airport Istanbul jam 6:15 pagi waktu setempat pada tanggal yamg sama atau kurang lebih sekitar 4 jam saja dari Kuwait - Istanbul. Penerbangan lanjutan dari Istanbul ke Saint Petersburg baru akan berangkat jam 14:00, berarti kita akan transit dan berada di bandara Istanbul sekitar 8 jam sendiri. Bisa dibayangkan betapa lama dan melelahkan menunggu pesawat berikutnya terbang menuju St Petersburg.



      Sarapan Pagi Di Airport

      Akhirnya jam 13:25 pesawat Turkish Airways benar benar berangkat meninggalkan Istanbul menuju St Petersburg. Rasanya ngantuk luar biasa karena hampir semalam nggak bisa tidur, paling banter hanya tidur tidur ayam saja di bandara Istanbul. Perut boleh dikatakan kenyang sekali karena selama transit di Istanbul, segala macam makanan Turki kita coba semua. Kopi berbagai macam merek yang ada di café café bandara juga kita coba untuk mengganjal mata yang luar biasa ngantuknya.



      Tiba Di Pulkovo Airport St Petersburg

      Ditawari Taxi Ke Hotel

      Jam 17.50  pesawat Turkish Airways benar benar mendarat di bandara Pulkovo - St Petersburg. Proses immigrasi sedikit berbeda dengan kebanyakan bandara yang pernah kita kunjungi. Passport kami sempat dibawa kedalam untuk ditunjukkan ke ‘seseorang’ yang tidak saya ketahui jabatannya, yang jelas mereka terheran heran dengan passport hijau Indonesia. Sangat jarang sekali orang Indonesia yang berkunjung ke Russia, Selama saya menunggu sang pejabat memeriksa passport dan visa kita, keramahan khas Russia sangat kental kami rasakan.


      Wajah ‘melayu’ seperti kita ini jadi bahan tontonan orang banyak di bandara, ada yang tanya sambil nebak dengan bahasa Rusia apakah kita berasal dari Japan, Malaysia, China. Tidak segera kita jawab, tapi saya persilahkan nebak dari Negara mana kira kira kita berasal. Ada yang mengatakan kita dari Nepal dan ada juga yang mengatakan kita dari Bolivia. Wow, jauh amat …... Bahasa Inggris tidak dikuasai oleh kebanyakan orang Russia, tetapi ternyata komunikasi pakai bahasa Tarzan sangat mudah dipahami kita semua.


      Sambutan Hangat Atrium Hotel St Petersburg

      Dijemput Sopir Atrium Hotel
      Keluar dari pintu kedatangan bandara ternyata kita sudah ditunggu  oleh sopir dari Atrium Hotel, namanya Sergei. Sayang sepanjang jalan nggak ngomong sama sekali karena si sopir nggak ngerti sama sekali bahasa Inggris. Rata rata orang Russia memang nggak bisa berbahasa Inggris, petunjuk lalu lintas, nama toko, tanda peringatan semuanya ditulis dalam huruf Cyrilic khas Russia. Bisa dibayangkan, betapa bingungnya kita kalau saja tidak dijemput oleh Sergei. Tampaknya pihak Hotel ngerti benar kebingungan tamu asing di Russia sehingga menyiapkan sopir khusus untuk antar jemput ini. Untuk biaya penjemputan dari bandara ke hotel sebesar RUB 1400. Sesampainya di hotel kita diberi coklat Russia sebagai ucapan selamat datang khas Russia.


      Hotel Atrium Di St Petersburg

      Hotel Atrium

      Dari sisi lokasi, hotel pilihan kita boleh dikatakan sangat strategis sekali. Terletak disudut dan hanya beberapa langkah saja dari pusat keramaian Old Nevsky Prospekt. Hotelnya antik dan artistik sekali, mungkin gedungnya termasuk dalam cagar budaya St Petersburg yang tidak boleh dibongkar.  AC jelas tidak diperlukan di St Petersburg karena temperature St Petersburg tertinggi hanya sekitar 25 C saja pada saat musim panas. Pada saat saya check in saya lirik temperature -3 C, pantesan saja dinginnya luar biasa. Rata rata hotel di downtown St Petersburg berupa bangunan tua yang antic dan juga artistic. Tinggal kita saja, memilih hotel mana yang akan kita pakai. Semua bangunan di kota itu sangat antik dan bersih-bersih. Dan tak lupa semua gang dan jendela rumah, hotel dan apartment serba berpagar atau teralis besi. Mungkin inilah penyebab Russia dikenal sebagai negara Tirai Besi.


      Registrasi Passport

      Penuh Sesak
      Di Airport

      Nah ini adalah proses yang tidak umum di Negara manapun. Di Russia, apabila kita telah lolos dari proses immigrasi, kita masih diwajibkan untuk mendaftarkan passport kita ke pemerintah. Kalau kita ngurus sendiri barangkali nggak akan pernah selesai karena nggak ada yang bisa ditanya dan kantor pemerintah yang mana yang ditunjuk untuk proses registrasi. Untungnya Atrium Hotel mempunyai tenaga yang bisa dimintai tolong untuk proses registrasi ini sehingga kita cukup bayar RUB 100 per passport dan beres hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam saja. Seandainya saja receptionis hotel Atrium tidak memberitahu hal ini, mungkin kita nggak bisa kembali ke Kuwait.



      Bengong Jam Sholat Di St Petersburg

      Terang Benderang Jam 10
      Malam Di St Petersbutg

      Waktu sudah jam 6 sore di St Petersburg, kalau di Kuwait atau Indonesia berarti sudah saatnya memasuki sholat Maghrib, tetapi langit diluar masih terang benderang seperti layaknya jam 2 atau 3 siang di Kuwait atau di Indonesia. Sambil berbenah mengeluarkan barang barang dari koper kita berempat menunggu saatnya matahari tenggelam tanda sholat Maghrib tiba. Ternyata, waktu sholat Maghrib tak kunjung tiba, jam 19:00 masih terang benderang, jam 20:00 juga masih terang, jam 21:00 juga masih terang benderang. Jam 22:00 sudah tertidur pulas kelelahan. Bangun pagi jam 04:30 juga sudah terang benderang lagi, langsung cepat cepat sholat subuh, barangkali sholat subuh kita masih bisa diterima. Lihar gambar kota St Petersburg disamping diambil jam 21:00 malam. Masih terang benderang. (St Petersburg, 3 Apr 2009)



      Baca Juga :