Rabu, 29 September 2010

Obat Jreng Dari Haw Par Villa Singapore

Patung Dewi Kwan Im
Siapa saja kalau ke Singapore yang dikunjungi pasti obyek obyek yang sudah ngetop seperti Orchard Road, Sentosa Island, China Town atau Merlion Park. Nggak salah sih berkunjung ke tempat tempat itu karena memang promosi tempat tempat tersebut juga gencar dimana mana diseluruh dunia. Cuma harus mengerti juga karena semua turis dari segala penjuru dunia tujuannya ketempat tersebut akibatnya  mahal di ongkos. Taksi harus ngantri panjang sekali dan lama, kalau ada tiket masuk biasanya juga sangat mahal sekali, contohnya tiket tiket permainan di Sentosa Island dan kalau njajan atau cari makan ditempat ramai seperti ini  tentu cukup membuat kita berdiri tegak. 


Siluman Ular Naga
Kalau mau hemat di Singapore, cobalah mengunjungi Haw Par Villa. Semacam 'Gunung Kawi'nya Singapore. Tidak terkenal sama sekali tetapi menjadi salah satu tujuan Ardi’s Family karena ketidak terkenalannya itu. Semakin tidak terkenal semakin ingin tahu, semakin mblusuk semakin dicari. Yang kita kunjungi kali ini adalah tempat para paranormal sering berkunjung dan juga tempat orang orang yang keluar masuk bawa sesajen macem macem. Tujuannya mereka sudah bisa diduga, apalagi kalau bukan klenik atau minta rejeki sacara kilat tanpa bekerja. Beberapa patung konon katanya punya nilai mistis tinggi dan disakralkan dan mudah diketahui dari banyaknya sesajen dibawahnya.


Pintu Masuk
Haw Par Villa adalah sebuah taman yang berisi beraneka macam patung patung mythology China. Jadi kalau mau belajar tentang mythology China silahkan datang ketempat ini. Letaknya di Pasir Panjang Road, dan bisa dicapai dengan bus kota atau taxi. Bus yang melewati Haw Par Villa ini cukup banyak, saya catat ada bus dengan nomor 10, Bus 30, Bus 51, Bus 143, Bus 200, Bus 175, Bus 188 dan Bus 176.  Hapal karena nunggu taxi kosong nggak lewat lewat. Kereta api (MRT) juga ada didekat tempat ini, nama stationnya Haw Par Villa MRT Station. Kalau anda masuk ketempat wisata ini, yang pertama kali anda rasakan adalah seperti pernah datang kesini, apalagi kalau anda pengguna balsem kerik dengan merk Tiger Balm. Tempat ini dulunya memang milik pengusaha balsem Tiger Balm bernama Aw Boon Haw dan Aw Boon Par dan baru tahun 1985 dijual ke Singapore Tourism Board dan dibuka kembali untuk umum tahun 1990 dengan nama baru dari Tiger Balm Garden menjadi Haw Par Villa.


Dewa Gendut
Ada Sesajen
Isinya berbagai macam patung mythology China, mulai patung seperti terpampang pada botol anggur cap jenggot sampai patung Dewi Kwan Im. Yang lain lain saya tidak tahu namanya tetapi sepertinya menggambarkan kehidupan manusia mulai dari dunia sampai akherat karena beberapa patung ada yang menggambarkan orang sedang disiksa di neraka. Photo neraka tidak ditampilkan diblog ini karena penyiksaan yang digambarkan terlalu sadis untuk ditunjukka. Silahkan mencari di google saja kalau ingin tahu. Jumlah patung katanya sampai 1000 dengan sekitar 150 diorama yang menggambarkan legenda China, mythology China atau ajaran Confusianism. Ada patung Budha tertawa, Naga China yang panjang sekali dan yang terpenting, ada toko souvenir China dan tempat makan yang sudah tentu jauh lebih murah daripada tempat makan di obyek wisata lain di Singapore.


Patung Sumo
Yang menarik, penjual obat dan souvenir di kios kios Haw Par Villa ini selalu berpromosi,  katanya actor Gerard Depardieu pernah datang ke tempat ini dengan actor Robert De Niro dan memborong balsem. Tujuannya untuk pembangkit ereksi hanya dengan dicampur sedikit air dari kolam ditempat ini.  Rupanya sedang asyik mendengar ceramah penjual obat tadi, mas Ardi suamiku tercinta sudah kabur menjauh, mungkin  takut saya ikutan memborong balsem Tiger Balm kayak Robert De Niro. Nggak kebayang deh seandainya nanti malam mas Ardi saya gosok dengan lima botol Tiger Balm sekaligus, apa jadinya ya ? 

Baca Juga :

 

Sabtu, 25 September 2010

Napak Tilas Si Bongkok Dari Notre Dame

Waktu kecil dulu saya sering melihat film bisu Si Bongkok Dari Notre Dame. Filmnya masih hitam putih dan gerakannya sangat cepat seperti film film Charlie Chaplin. Begitu sudah agak gedean, saya juga baca novelnya yang ternyata berjudul The Hunchback Of Notre Dame dan dibuat oleh Victor Hugo pada tahun 1831. Dan sekarang saya baru bisa melihat dengan mata kepala sendiri tempat dimana film itu dibuat dan tempat dimana Victor Hugo terinspirasi membuat cerita yang begitu terkenal diseluruh dunia.


Bangunan Cathedral Notre Dame masih seperti yang digambarkan dalam film dan novel diatas bedanya saat ini banyak dipenuhi turis dari segala penjuru dunia karena memang digunakan sebagai obyek wisata. Benar benar terletak di tengah tengah kota Paris yaitu didaerah Ile De France atau tepatnya di 6 Parvis Notre-Dame, Place Jean-Paul II, 75004, Paris, France. Terletak di tepi sungai Seine yang membelh kota Paris. Untuk menuju ke tempat ini cukup naik Les Cars Rouges Hop On Hop Off Bus saja, tarif relatif tidak terlalu mahal.


Seperti obyek wisata lain di Paris, disekitar cathedral ini juga banyak kios kios souvenir, sesuatu yang tidak digambarkan atau ditulis oleh Victor Hugo dalam bukunya, karena memang saat buku ditulis dulu belum ada kios souvenir. Orang berciuman didepan umum seperti digambarkan difilm juga tidak ada, rasanya film film yang sering kita saksikan terlalu berlebihan sehingga seolah olah semua orang Paris suka ceprat ceprut berciuman ditempat umum. Memang ada sih, tetapi langka dan tidak sedramatis di film.


Orang ngemis, copet, mabuk bawa botol dan ngamen juga ada di sekitar Cathedral. Saya kira ini khas kota besar dimanapun juga. Jadi tetap hati hati dengan barang bawaan anda dimanapun kita berada. Saya tidak melihat langsung ada kejahatan sih ditempat ini, tetapi ada orang yang mengingatkan kita untuk hati hati dengan tas bawaan kita. Antrian untuk masuk kedalam gedung panjangnya bukan main, jadi nggak ada gunanya buang buang waktu ditempat ini. Cukup jeprat jepret photo dari luar saja dan sudah tentu ikut desak desakan mencari souvenir di kios kios terdekat.


Lonceng yang menurut cerita selalu dibunyikan oleh si bongkok ternyata sampai saat ini masih berdentang, bedanya kalau dulu untuk membunyikan dengan cara manual atau ditarik, sekarang sudah menggunakan motor mesin dan berbunyi setiap jam. Jumlahnya lonceng ada lima buah, yang terbesar bernama Emanuelle dengan berat 13 Ton terletak di menara sebelah selatan dan yang 4 buah terletak di menara utara.


Yang saya heran sekaligus kagum ditempat ini bukan Cathedralnya yang berarsitektur Gothic, tetapi sungai Seine disebelahnya dan toilet umum disekitar bangunan Cathedral. Dalam hati saya mengatakan kenapa sungai selebar ini kok tidak ada satupun orang yang mandi atau sedang jongkok buang hajat. Terus terang saya benar benar masih gagap tehnologi, toilet umum ditempat ini begitu canggih dan membingungkan, apalagi petunjuknya bahasa Perancis yang tidak kita ketahui sama sekali bagaimana cara buka dan tutup pintunya. Seandainya ada satu saja yang jongkok disungai Seine, pasti saya akan mengikutinya daripada kebingungan grothal grathul didepan toilet umum ini. Si Bongkok dulu pasti jongkok di sungai Seine ini ....

Selasa, 21 September 2010

Sarapan Pagi Di Kuwait

Menu Harian Makan
Siang Di Kantor
Orang Arab, khususnya Kuwait seringkali terheran heran dengan kebiasaan orang Indonesia makan nasi sepanjang hari. 'Kamu setiap pagi, siang dan malam selalu makan nasi kenapa tidak gemuk gemuk ?'. Pantas sekali pertanyan seperti ini diajukan ke kita orang Indonesia yang umumnya postur tubuhnya kecil dan kelihatan lebih kurus dibandingkan orang Arab. Mereka menganggap makan nasi akan membuat badan menjadi gemuk karena pagi hari umumnya mereka cukup makan roti, toast atau shawarma (daging ayam/sapi cincang dibungkus dengan qobus atau semacam roti Arab) saja. Siang hari jarang makan dan kalaupun makan bukan makanan berat seperti nasi, tetapi cukup burger atau roti lagi. Dan malam hari benar benar makan berat, kira kira jatah orang Indonesia untuk 4 orang bisa dimakannya sendiri.


Suasana Lelang Ikan Di
Pasar Ikan Al Quds
Lihat photo makan siang suami di kantor seperti gambar diatas, hanya terdiri dari roti dengan isi keju atau irisan kecil daging ayam, satu biji buah apel/jeruk, sedikit sayuran berupa irisan mentimun dan tomat dan roti kering atau biscuit plus minuman ringan, tissue dan tusuk gigi. Pada awalnya, suami selalu mengeluh kelaparan dengan menu makan siang seperti ini di kantor dan setiap pagi saya bekali nasi dan lauk pauknya untuk dibawa kekantor. Tetapi lama lama perutnya jadi perut Arab juga, kalau makan cukup malam hari dengan porsi Arab, jatah 4 orang dimakan sendiri.


Pasar Ikan Al Quds
Bersih Sekali
Tidak seperti di Indonesia dimana kita dengan mudah mencari lontong sayur, bubur kacang hijau, gado gado atau ketoprak untuk menu makan pagi. Di Kuwait, agak agak susah karena umumnya restaurant buka jam 10:00 atau 11:00 siang. Yang buka pagi dan bisa untuk sarapan kebanyakan adalah restaurant burger seperti Mc Donald, Hardees, KFC dan semacamnya. Tetapi beberapa restaurant India ada juga yang buka pagi, tetapi tidak ada yang bisa dimakan karena mereka buka pagi hanya untuk membersihkan restaurant dan mulai memasak untuk siang harinya. Nasib baik kalau masih ada makanan tadi malam yang bisa dipesan kalau kita datang terlalu pagi.


Sarapan Pagi Di Pasar
Ikan Al Quds
Salah satu restaurant yang buka pagi hari dan sering dijadikan tempat nongkrong adalah di Pasar Ikan Al Quds Fahaheel. Letaknya sedikit ngumpet dibagian belakang pasar Ikan Al Quds sehingga nyaman untuk nongkrong berlama lama sambil guyonan atau sekedar bercengkerama dengan teman atau penjualnya. Ada 2 atau 3 restaurant kecil ditempat ini dan yang unik dan menarik adalah masakannya benar benar 'Tailor Made'. Artinya, kita beli sendiri ikannya di pasar ikan, bisa beli ditempat lelang ikan atau di lapak lapak penjual ikan dan koki restaurant akan memasakkan ikan tersebut sesuai selera kita. Bisa pilih mau digoreng, dibakar atau dicincang, benar benar bisa 'customize' sesuai selera pelanggan.


Pasar Ikannya Bersih
Makan Pagi Ditengah Pasar
Jadi Serasa Nikmat
Makanan yang siap saji tentu juga ada dan rasanya benar benar nikmat kala sudah terbiasa. Kalau belum terbiasa seringkali susah nelan karena rasa dan baunya terasa aneh di mulut dan hidung kita. Masakannya campuran antara India dan Arab, ada Chapatti, Qobus, Shawarma, Dosa, Apam Podi dan berbagai menu makan pagi ringan yang terlalu susah untuk diingat nama namanya. Cara makannya cukup dirobek Qobus atau roti Arabnya dan dicocolkan ke daging cincang atau ambil daging cincangnya dan letakkan dalam qobus lalu digulung dan siap makan. Nyem nyem nyem......enak tenan, mak nyooos....


Baca Juga :

Senin, 20 September 2010

Yang 'Gratisan' Di Changi Airport

Internet Gratis Banyak
Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah Terminal yang pernah saya kunjungi selama ini. Mungkin ratusan atau mungkin juga sudah mencapai ribuan. Di Jakarta saja saya sudah ratusan kali ke Terminal Pulau Gadung, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lebak Bulus, belum lagi di kota kota lain di Indonesia. Begitu saya bertempat tinggal di Kuwait dan berstatus 'Expatriate', urusan keluar masuk Terminal ini masih tetap saja berlanjut sampai sekarang, bedanya kali ini yang sering kita kunjungi adalah Terminal 2D, 2E atau 2F Soekarno Hatta, Terminal 2 Dubai Airport, Terminal 1 atau 2 Changi Airport dan masih banyak lagi terminal terninal lain diseluruh penjuru Dunia yang pernah kita singgahi.


Bersih Dan Bagus
Dari ratusan terminal yang pernah kita singgahi, saya paling senang sekaligus jengkel adalah di Terminal 1 dan 2 Changi Singapore International Airport. Sangat senang karena Terminal ini begitu nyaman, aman, bersih dan banyak fasilitas umum yang Gratis. Yah benar, urusan gratis ini perlu digaris bawahi karena jumlahnya banyak sekali, mulai dari tilpun local gratis, air minum gratis, internet gratis, city tour gratis bagi yang transit lebih dari 5 jam dan Pijat Gratis. Tetapi juga sangat menjengkelkan karena suami tercinta selalu tertidur pulas diatas tempat pijat gratis yang juga banyak tersedia disepanjang koridor dan ruang tunggu disemua gate keberangkatan.



Mesin Pijet
Benar sekali, urusan ‘Gratis’ ini tidak ada hubungan dengan strata ekonomi seseorang, maksudnya penumpang yang terbiasa duduk di business class juga ikutan memakai yang gratis gratis seperti ini, apalagi yang tiketnya selalu economy class. Hampir disetiap koridor menuju keberangkatan diberi sarana internet gratis dengan jumlah sekitar 12 sampai 20 unit computer. Pengunjung bisa memakai sesukanya, Cuma harus login kembali setiap 3 menit sekali. Koneksi ke Internet akan logout sendiri setiap 3 menit dengan alasan untuk keamanan karena banyak sekali pengguna internet di Terminal ini yang lupa logout dan langsung berangkat terbang.



Pijet Gratis
City Tour Gratis juga ada. Tinggal tunjukkan boarding tiket terusan kita saja ke desk Free Singapore City Tour didekat escalator di Terminal 2 Changi maka semua pegel linu nunggu pesawat lanjutan langsung hilang. Lama City tour Singapore ini dua jam, jadi kalau transit anda kurang dari 5 jam maka akan ditolak, tetapi kalau lebih dari 24 jam juga ditolak. Route City Tour ini ke Little India, China Town dan sekitarnya. Lumayan daripada berjam jam nunggu keberangkatan di airport. Tidak ada biaya sama sekali karena bagi warga negara Indonesia bebas Visa untuk masuk ke Singapore, tinggal tunjukkan passport saja semua urusan selesai.


Internet Gratis
Mesin pijat dan Urut juga gratis dan tersedia disepanjang koridor. Mulai dari mesin pijat telapak kaki sampai yang full seluruh punggung ada di terminal ini. Tinggal lepas sepatu dan masukkan kaki ke mesin maka langsung hilang pegal pegal di kaki apalagi kalau alat dipunggung ikut berputar, wuah bisa merem melek. Mesin pijat kesehatan ini adalah biang keributan diantara kita karena umumnya hanya dua tempat duduk saja disetiap tempat dan jumlah kita 4 orang. Jadi biang ribut karena harus gentian meskipun sebenarnya kalau mau cukup jalan 10 – 15 meter saja untuk mencari tempat pijat yang kosong. Bapak, emak dan anak tidak ada satupun yang mau ngalah kalau sudah berebut kursi pijat kesehatan seperti ini. Celakanya lagi, si bapak sebagai komandan regu tidak mau meninggalkan kursi ini sebelum tertidur pulas. ‘Pindah sono saja kosong, ngganggu orang tidur saja… kan pesawat masih 2 jam lagi berangkat..!!!’.


Baca Juga :

Jumat, 17 September 2010

Dasi Executive Pekerja Luar Negeri

Saat ini bulan September 2010, tepatnya tanggal 14, saat musim panas di Middle East dan juga di Indonesia. Temperatur di Kuwait saya perkirakan masih berkisar 45 Deg C dan di Jakarta sekitar 33 Deg C. Acara lebaran di tanah air sudah usai dan sekarang saatnya pulang kembali ke Kuwait, negeri tercinta tempat sebagian orang Indonesia mengais rejeki. Saya berangkat dari terminal 2D Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan rencana pesawat akan transit juga di Abu Dhabi, berarti sebagian besar penumpang adalah tenaga kerja Indonesa yang bekerja di Abu Dhabi dan juga Kuwait.

Pemandangan di terminal 2D ini seperti biasanya, ramai sekali karena arus mudik lebaran rupanya sudah terasa di terminal keberangkatan luar negeri ini. Yang berangkat ke Abu Dhabi/Kuwait satu orang yang ngantar sekampung. Yang saya terkesan adalah banyaknya mas mas yang ngganteng berdasi dan berjas executive. Saya sempat bertanya tanya dalam hati, apa mereka tidak tahu di Abu Dhabi dan Kuwait sedang musim panas ? Apa tidak gerah di Jakarta yang temperaturnya 33 Deg C memakai jas ? Lihat gambar disamping.

Ternyata jawabnya sederhana saja. Saat ini adalah bulan dimana sebagian besar tenaga kerja Indonesia di luar negeri pulang mudik untuk berlebaran di kampung halaman. Artinya, inilah saatnya panen bagi 'oknum' bandara untuk mencari cari kesalahan para tenaga kerja ini. Seperti biasa 'default' oknum bandara ini adalah selalu menganggap siapa saja yang bekerja di Timur Tengah (dan juga Malaysia) adalah tenaga kerja haram. Oleh karena itu semua diasumsikan tenaga kerja rendahan seperti sopir, kuli bangunan, pelayan atau pembantu rumah tangga yang mudah digertak untuk megeluarkan uang karena memang itulah yang banyak dikirim PJTKI ke timur tengah. Supaya tidak dilecehkan oknum bandara, maka kalau berangkat ke salah satu negara di Timur Tengah, banyak para pahlawan devisa ini harus berpenampilan executive.

Passport akan dibuka lembar demi lembar, kalau ketahuan Visanya adalah Residence Visa dan tidak ada stempel dan oret oret tenaga kerja resmi dari PJTKI langsung digiring ke 'loket' khusus untuk bayar biaya damai. Dijaman serba internet seperti sekarang ini, melamar kerja kenegara manapun didunia sedemikian mudahnya. Tetapi entah kenapa orang orang semacam ini dianggap melanggar aturan dan sering dibebani kutipan resmi atau tidak resmi di negeri sendiri. Untung saya sudah berkali kali menjumpai mas mas executive semacam ini, kalau belum pengalaman bisa menggelepar kejang kejang bertatap muka dengan para executive Timur Tengah semacam ini.

Baca Juga :

Kamis, 09 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H

Assalamuallaikum Wr. Wb.
Lisan kadang tidak terjaga, janji kadang terabaikan, 
Hati kadang berburuk sangka, sikap kadang menyakitkan,
Seiring datangnya Hari Raya Idul Fitri 1431H, 
kami sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin...
Semoga amal ibadah kita mendapat ridhoNya.
Amien....!!!


Wassalam,
Ardi's Family

Cerita Menarik Sekitar Ramadhan Di Kuwait

Senin, 06 September 2010

Sekali Lagi Tentang Biaya Hidup Kuwait

Komunitas Indonesia
Sektor Migas Di Egaila
Banyak sekali yang tanya tentang biaya hidup di Kuwait dan hampir semuanya mengatakan biaya hidup di Kuwait sangat mahal sekali. Pertanyaan konyol karena yang namanya biaya hidup sebenarnya sangat tergantung dari gaya hidup masing masing. Seseorang yang terbiasa hidupnya mewah maka otomatis biaya hidupnya tinggi dan tidak bisa dipaksa untuk tinggal di apartment 'sederhana', demikian sebaliknya. Benarkah biaya hidup di Kuwait sangat tinggi ? 


Komunitas Indonesia Sektor
Migas Di Egaila Beach
Ternyata salah besar sekali. Biaya hidup di Jakarta jauh lebih mahal dibanding Kuwait. Tapi ingat, cara membandingkannya harus sama 'apple to apple'. Jangan sekali kali membandingkan biaya hidup anda sebagai warga Jakarta yang bukan expatriate dengan biaya hidup anda di Kuwait sebagai expatriate. Bandingkan biaya hidup di Jakarta seumpama anda adalah expatriate dan di Kuwait anda sebagai expatriate. Nggak usah pusing pusing, sudah ada yang melakukan survey tentang hal ini, yaitu Marsh Mercer Kroll. Detail laporannya bisa dilihat di Mercer's 2010 Cost of Living survey highlights - GlobalLuanda, Angola-Afrika ternyata menjadi kota termahal nomor satu didunia.dan Jakarta (urutan 94) jauh lebih mahal dibanding Kuwait City (Urutan 152) atau kota kota lain di Timur Tengah.

Rank 2010
City
Country
1
LUANDA
ANGOLA
2
TOKYO
JAPAN
3
NDJAMENA
CHAD
4
MOSCOW
RUSSIA
5
GENEVA
SWITZERLAND
6
OSAKA
JAPAN
7
LIBREVILLE
GABON
8
ZURICH
SWITZERLAND
8
HONG KONG
HONG KONG
10
COPENHAGEN
DENMARK
11
SINGAPORE
SINGAPORE
50
ABU DHABI
UNITED ARAB EMIRATES
55
DUBAI
UNITED ARAB EMIRATES
94
JAKARTA
INDONESIA
139
MANAMA
BAHRAIN
144
RIYADH
KINGDOM OF SAUDI ARABIA
146
DOHA
QATAR
152
KUWAIT CITY
KUWAIT
176
MUSCAT
OMAN
181
JEDDAH
KINGDOM OF SAUDI ARABIA

Jadi kesimpulannya, apa yang ditakutkan untuk berangkat ke Middle East, khususnya Kuwait ? Manusia diciptakan untuk bisa flexible atau menyesuaikan diri, penghasilan besar maka biaya hidup cenderung sangat besar juga dan penghasilan kecil maka cenderung untuk berhemat. Kapan lagi bisa jadi pahlawan kalau bukan sekarang meskipun cuma Pahlawan Devisa. Sudah bukan jamannya lagi jadi pahlawan harus perang dulu, dengan Malaysia misalnya. Hanya seorang  pemberani dengan tekad besar saja yang berani mewarnai hidupnya dengan pengalaman internasional. Selamat berjuang dan sukses selalu Tenaga Kerja Indonesia dilmanapun anda berada.


Sabtu, 04 September 2010

Cube Ice World - Genting Theme Park

Kayak Gini Mah DUFAN
Juga Ada
Beberapa minggu terakhir ini koran dan TV di tanah air sedang ribut masalah pelanggaran batas wilayah Indonesia-Malaysia yang dipolitisir sedemikian rupa agar pemerintah segera turun tangan langsung memerangi tetangga kita Malaysia. Kita dikaruniai pancaindra untuk mendengar, merasa, melihat, berucap dan berpikir. Tetapi, entah kenapa sebagian saudara kita cuma mendengar dan langsung berkoar  tanpa berpikir.


Salju Buatan Kayak Gini Cocok
Buat Nipu Mertua Yang
Tidak Tahu Bedanya Dgn Salju Asli
Daripada ikutan berteriak, yuk kita lihat negara tetangga kita ini, kita lihat hal hal yang positif tanpa tendensi politik dan SARA. Cara lihatnya khas`Ardi's Family, yaitu blusak blusuk kemanapun di Malaysia. Kali ini kita kunjungi Genting Theme Park, dimana kita bisa berinteraksi langsung dengan orang orang Malaysia yang baik hati, cinta damai dan jauh dari sifat premanisme dan anarkis. Percayalah, dinegara manapun di dunia ini, 98 % orang yang kita temui adalah orang baik yang siap menolong kita. Pengalaman saya traveling keliling dunia mengatakan seperti itu.


Didepan Loket Genting
Theme Park
Genting Theme Park adalah sebuah Entertainment City yang terletak di Genting Highland, sebuah dataran tinggi dengan ketinggian hampir 1760 meter dari permukaan laut dan dikaki Titiwangsa Mountain atau perbatasan antara Pahang dan Selangor. Theme Park ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu First World Indoor Theme Park, Outdoor Theme Park dan Water Park. Seperti namanya, First World Indoor Theme Park adalah sarana permainan didalam gedung yang terletak didalam First World Hotel.




Kelihatan Jelas Es Batu
Ngaku Di Kutub Ada
Yang Percaya Nggak Ya ?
First World Indoor Theme Park sebenarnya tidak ada bedanya dengan permainan anak anak didalam gedung seperti yang terdapat di Mall Mall di Jakarta, bedanya disini lebih besar saja karena hotel First World adalah hotel terbesar no 3 didunia. Yang bisa anda saksikan disini diantaranya adalah :
  • Ripley's Believe It Or Not Museum
  • Flying Coaster
  • Haunted House
  • Snow World
  • Genting Sky Venture
  • Space Shot

Tumpukan Es Batu
Karpetnya Kelihatan Tuh
Percayalah, semuanya di Jakarta ada. Namanya saja yang mungkin asing ditelinga kita, tetapi di Jakarta jauh lebih bagus cuma terpencar pencar dibeberapa tempat atau  mall. Snow World adalah istana es batu, cocok untuk ngibulin orang yang belum pernah melihat snow (Salju). Kalau anda datang ke negara yang bersalju seperti Russia atau Finland, anda akan tahu sendiri bahwa 'salju' di Snow World ini 90 % berbeda dengan salju yang sebenarnya. Disini es batu ditumpuk tumpuk dijadikan plorotan atau bentuk bangunan dan  salju buatan disemprotkan dari bagian atas. Namanya saja salju buatan, kalau mesin pendinginnya macet maka es akan dengan cepat mencair dan langsung terlihat karpet merah penutup lantai. Di Pantai Karnaval Ancol juga pernah ada Snow World semacam ini, persamaannya adalah esnya banyak yang sudah mencair dan kelihatan karpet merahnya yang butut.


Ngantri Di Udara Berkabut
Haunted House (Rumah Hantu) juga trelatif sama dengan yang di Jakarta, kecil dan tidak menakutkan kecuali anda seorang penderita phobia suasana gelap. Flying Coaster indoor juga sama saja, Ripley's juga ada di salah satu mall di Jakarta. Space Shot tidak berbeda jauh dengan tempat tembak tembakan disalah satu mall di Jakarta, yang benar benar tidak ada di Jakarta adalah Casino saja.


Aduh, Gimana Nih
Karpet Kelihatan
Sedang Musim Panas Ya
Outdoor Theme Park relatif sama dengan DUFAN di Ancol, malahan DUFAN jauh lebih luas. Di Genting udara Genting yang dingin dan berkabut saja yang membuat kita betahberlama lama disini. Disamping itu, staff yang bekerja di Genting Resort ini terdiri dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Baik turis Indonesia, staff  lokal maupun staff dari Indonesia tidak terpengaruh sama sekali dengan berita berita bombastisdan provokatif di TV Indonesia. Selamat berjuang pahlawan devisa di Malaysia.



Baca Juga :