Sabtu, 28 Agustus 2010

Guede Tenan First World Hotel Genting Highland

Saya pernah 3 jam kesasar atau tersesat nggak bisa keluar, tetapi kejadian ini di subway, stasiun kereta api bawah tanah di Moscow. Baca : Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa. Kebiasaan kesasar seperti ini sudah menjadi 'trade mark' Ardi's Family. Kalau nggak kesasar rasanya nggak seru, dan nggak ada yang bisa diceritakan dalam blog ini. Kita memang paling suka jalan jalan sendiri tanpa bantuan siapapun, kemana kaki melangkah, selalu saja ada yang bisa ditulis dalam blog ini.

Kali ini kita sengaja nyasar didalam First World Hotel di Genting. Sebuah hotel terbesar nomor 3 didunia (sebelumnya pernah menjadi nomor 1 didunia sebelum dikalahkan oleh The Palazzo Hotel Las Vegas tahun 2008). Tahun 2006 tercatat dalam Guiness World Of Record sebagai hotel dengan jumlah room terbanyak di dunia, yaitu 6118 kamar. Gedung hanya terdiri dari dua tower saja dan masing masing hanya sampai tingkat 28. Tetapi lobby dan desk resepsionisnya buesar dan buanyaknya bukan main. Untuk check in saja harus mengambil nomor urut dari mesin yang banyak tersedia dan perlu waktu satu jam nunggu nomor kita dipanggil. Suasna lobby tidak ada bedanya dengan suasana menunggu nomor kita dipanggil di sebuah bank atau rumah sakit di Jakarta.

Jumlah lift juga ratusan dan dari resepsionis sudah ditentukan kita harus masuk ke kamar menggunakan lift nomor berapa. Tapi bukan Ardi's Family kalau kita harus nuruti saran dari resepsionis, kita mencoba naik ke kamar menggunakan lift yang terdekat dan paling kosong dan sepi. Maklum di hotel ini semuanya serba self service, tidak ada bell boy yang membawakan koper koper kita. Tetapi hal ini malah menggembirakan kita karena kita bisa bebas tanpa dikawal untuk melihat lihat semua sudut hotel yang luasnya bukan main ini..

Ternyata pilihan lift paling kosong dan sepi adalah lift menuju Casino. Baru tahu setelah lift terbuka, tampaklah sebuah Casino besar dengan gate pemeriksaan layaknya sebuah bandara. Sambutan petugas begitu ramah sekali, koper kita langsung dibawakan dan diperiksa dengan mesin X Ray, passport diperiksa untuk memastikan kita bukan warga negara Malaysia karena warga negara Malaysia dilarang masuk ke Casino ini.

Bukan Ardi's Family kalau kita tidak berani blusak blusuk meskipun harus mengucapkan bismillah dan astaghfirullah berkali kali. Orang tua dan anak anak dipisah masing masing dikawal oleh Casino Guide yang 100 % orang Indonesia. Saya perhatikan, pengunjung kesasar berpassport India akan dikawal oleh Casino guide dari India, pasportnya 'Jepang' maka casino guidenya Jepang pula dan passportnya China maka akan dipanggil Casino Guide berbahasa ibu China. Sayang nggak bisa diphoto. Si guide ngerti bahwa kita bukan penjudi, maka yang dijelaskan hanya nama nama permainan dan sesekali merayu agar kita mencoba salah satu permainan. Anak anak jauh dari pantauan saya, ternyata mereka diberi coin gratis untuk mencoba permainan permainan. Akibatnya fatal, begitu sampai dikamar merengek rengek minta ke Casino. 'Hush !!! Haram ....., Nanti Ke Theme Park saja...'

Keluar dari casino, perjalanan tidak langsung masuk ke kamar, tetapi melihat pemandangan diluar dari dalam hotel, ada tempat khusus untuk memandang panorama sekitar dihotel ini. Ternyata diluar berkabut tebal meskipun baru jam 2 siang. Theme Park dan pemandangan pegunungan dengan kabutnya yang tebal diluar tidak membuat kita surprise karena sudah sering melihat hal semacam di Indonesia.

Salam, Tunggu cerita  selanjutnya tentang Genting Theme Park Malaysia.


Baca Juga :


Rabu, 25 Agustus 2010

Jalan Jalan Ke 'Royal Selangor'

Kalau ke Malaysia tanpa mengunjungi Royal Selangor rasanya rugi sekali. Royal Selangor ini sebuah nama untuk berbagai macam hiasan dan accesories rumah tangga terbuat dari Pewter, semacam campuran timah putih dan timah hitam yang diukir dan digosok sedemikian rupa sehingga berharga sangat mahal sekali. Bentuk hiasan bisa berupa asbak, vas bunga, piring dengan ornamen bunga, binatang atau pemandangan yang diukir dengan tangan dan sangat halus dan detail sekali. Pokoknya cocok dengan harganya yang mahal karena kualitasnya memang dijaga sedemikian rupa karena dieksport ke berbagai negara.

Lokasi pabrik pembuatan pewter ini di Kuala Lumpur, tepatnya di Jalan Usahawan, Setapak Jaya. Begitu memasuki gedung pabrik, yang terlihat pertama kali dihalaman pabrik adalah teko raksasa yang sampai saat ini masih tercatat sebagai teko pewter terbesar di dunia dan tercatat dalam guiness book of record sejak tahun 1985. Tempat parkirnya cukup luas dan tampak bus bus wisata yang parkir menunggu turis menyaksikan atraksi pembuatan pewter didalam gedung.


Kerajinan Pewter ini sudah ada sejak tahun 1885 dan yang mendirikan seorang China Malaysia bernama Yong Koon. Semula hanya berupa kios kecil bernama Ngeok Foh (Jade Palace) dan hanya membuat peralatan peralatan upacara keagamaan saja. Tetapi dengan kedatangan pemerintah kolonial Inggris di Malaysia, usaha Yong Koon bertambah maju dan besar sehingga nama pabrik diubah menjadi Selangor Pewter. Tahun 1970, perusahaan mulai export ke Singapore, Hongkong dan Australia dengan sukses besar dan mulai tahun 1992 nama perusahaan menjadi Royal Selangor International Sdn Bhd sampai sekarang.

Apabila anda masuk kedalam gedung, pelayanan staffnya sangat profesional sekali. Mereka tidak membedakan kita rombongan turis (group tour) atau turis perorangan. Semua dilayani dengan baik, mula mula dijelaskan tentang sejarah perusahaan, dikenalkan dengan pengrajin, ditunjukkan proses pembuatan dan diminta untuk praktek membuat sendiri. Kita diijinkan untuk mengukir, mengetok ketok dengan palu dengan petunjuk staff ahlinya.

Sejak dari hotel sampai tempat wisata manapun di Kuala Lumpur, boleh dikatakan semua penduduk cukup welcome terhadap turis terutama dari Indonesia yang terkenal pemurah dan suka memberi tips kepada tour guide, sopir dan kondektur tour bus. Tidak saya jumpai sedikitpun pedagang asongan yang ngejar ngejar turis dan memaksa turis untuk membeli asongannya. Memang saya akui Malaysia lebih piawai menjual turismenya dan kita Indonesia cuma bisa teriak teriak saja dan sedikit sekali usahanya untuk memperbaiki diri dan mendidik masyarakat untuk membantu sektor pariwisata terutama dalam hal pelayanan dan keamanan.

Salam....
Dari Susy yang sedang menikmati lagu lagu Indonesia di sebuah restaurant di Kuala Lumpur.
Dalam hati saya bertanya, salahkah saudara kita dari Indonesia ini menyanyi dan menarikan tari dan budaya Indonesia dihadapan turis di negeri orang ?

Baca Juga :



Senin, 23 Agustus 2010

Selamat Ulang Tahun Anakku, Dinda



Tinggal di Kuwait terkadang ada rasa sedih juga kalau jauh dari keluarga dan saudara. Meskipun komunitas Indonesia di Kuwait begitu akrab, sangat baik dan bagaikan keluarga kita sendiri, terkadang muncul juga rasa rindu dengan keluarga asli kita di Indonesia. Rasa rindu akan muncul dengan sendirinya kalau kita sedang sakit atau sedang bergembira merayakan pesta untuk salah satu dari keluarga kita. Tidak hadirnya keluarga kita dalam acara acara keluarga tidak bisa tergantikan 100 % dengan hadirnya 'keluarga baru' komunitas Indonesia di Kuwait.




Oleh karena itu, ada rasa dendam kesumat pada saat kita kembali ke tanah air tercinta. Hanya beberapa hari saja setelah menginjakkan kaki ke tanah air, langsung saudara kita, Pudjo berinisiatif mengumpulkan  seluruh keluarga besar kita yang tinggal di Jakarta dengan acara yang di'ada ada'kan, pokoknya bisa kumpul bersama. Maklum sudah lama enggak ketemu. Kali ini adalah Buka Bersama sekaligus Ulang Tahun Ke 14 anakku yang nomor 2, Dinda   yang kebetulan bertepatan dengan tanggal 21 Agustus 2010.




'Selamat Ulang Tahun Ya Nak, Meskipun Kamu Sering Membuat Bunda Sedih, Marah, Menangis Dan Repot Dipanggil Kepala Sekolahmu Karena Ulahmu, Bunda Tetap Mencintaimu dan menyayangimu. Insya Allah tetap menjadi yang terbaik di Sekolah, Juara.....Juara dan Juara....Semoga Kamu Sukses Selalu Dan Kelak Menjadi 'Orang' Seperti Yang Kamu Cita Citakan .......Amin'..




'Oh iya nak, kotak amal hadiah ulang tahunmu yang kamu puter ke pakde Pudjo, bude Atik, pakde Apik, bude Era, Oom Inu, Oom Kelot, mas Tiyan, mbak Santi sudah terkumpul berapa semuanya ?. Nanti berikan ke Bunda semua ya. Anak kecil tidak baik bawa uang terlalu banyak, nanti hilang. Biar Bunda saja yang membawa dan menyimpannya'.

Minggu, 22 Agustus 2010

Tips Wisata Hemat Ala Madame Susy

Pyramid Kaca Louvre Paris
Tips wisata hemat dari saya cukup satu saja dan mudah dilakukan. Jangan sekali kali mengikuti saran Keliling Dunia Dengan Naik Sepeda atau Keliling Dunia Dengan Berenang. Disamping pegel pegel, anda juga akan rugi waktu dan total biaya semua juga tidak akan menghemat terlalu banyak, apalagi kalau kita start dari Indonesia. Tips dari saya cukup : Peluk Dan Cium Suami Tercinta Kita Dan Katakan Dengan Lembut Agar Melamar Pekerjaan Di Middle East - Lakukan paling sedikit 3 x Sehari.


Ngantri Tiket Di Louvre
Sangat mudah bukan ? Ya kita rayu terus agar mau pindah kerja ke Timur Tengah, khususnya Kuwait karena negara ini terletak ditengah tengah dunia. Merayu suami suami tercinta kita agar mau bekerja global bukan hal yang sepele, tugas kita disamping merayu juga berdoa dan perlu waktu lama untuk meluluhkan hati suami suami tercinta kita yang sudah terlanjur seperti batu. Ditanggung biaya wisata ke Europe, Middle East, North Africa akan terpotong habis 60 - 90 % dibandingkan kalau kita masih tinggal di Indonesia.


Musee Du Louvre (Museum Louvre)
Didalam Louvre Museum
Besar Sekali
Ini adalah museum dengan jumlah pengunjung terbesar di planet bumi yang terletak di Palais Royal, ditengah kota Paris, France. Tahun 2009 lalu saja tercatat jumlah pengunjung 8.500.000 orang dari segala penjuru dunia. Kalau anda pernh berdesak desakan di Pasar Tanah Abang Jakarta, nah seperti itulah suasananya. Terus terang saya merasa tidak nyaman di Museum Louvre ini dan lebih banyak di luar dan ditempat tempat yang tidak berdesak desakan.




Mesin Tiket Ini
Bisa Teriak
Gedung museum sangat tua sekali dan konon bekas istana yang bernama Palais Du Louvre yang didirikan pada abad 12 oleh Philip II. Diubah menjadi museum pada tahun 1793 dan pernah ditutup cukup lama pada tahun 1796 - 1801 karena adanya kerusakan pada konstruksi bangunan. Pada tahun 1983, presiden Francois Mitterand mulai merencanakan untuk renovasi total bangunan museum dan I.M Pei, seorang Chinese American arsitek berhasil memenangkan design renovasi sebagian gedung museum yang saat ini kita kenal dengan Louvre Pyramid. Renovasi selesai pada tahun 1993 dan setelah itu jumlah pengunjung meningkat tajam hampir 3 kali lipat dan menjadikan Louvre sebagai museum nomor satu dari sisi jumlah pengunjung terbanyak.

Lukisan Di Louvre Museum
Pyramid kaca ini sebenarnya adalah pintu masuk ke underground lobby tempat kita membeli tiket masuk museum. Untuk membeli tiket di lobby ini semuanya self service dari mesin mesin yang tersedia cukup banyak. Desk Informasi juga melayani puluhan bahasa, brosur brosur dan peta museum tersedia dalam jumlah banyak dalam berbagai bahasa. Saya cari yang bahasa Melayu ternyata tidak ketemu, si petugas informasi dengan ramah mengatakan belum dicetak karena pengunjung dari Indonesia/Malaysia/Brunei tidak terlalu banyak.

Padat Dan Pengap
Terlalu Penuh Pengunjung
Koleksi museum tidak kalah apabila dibandingkan dengan museum besar The Hermitage Museum di St Petersburg, Russia. Ada beberapa bagian dalam museum ini, di bagian tengah adalah Lobby yang tepat berada dibawah Pyramid kaca dan 3 buah koridor (sayap/wings) yaitu Sully Wings, Richeliu Wings dan Denon Wing. Koleksinya sendiri dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu Painting tempat lukisan Monalisa berada, Egyptian Antiquities, Near Eastern Antiquities, Greek-Etruscan & Roman, Islamic Art, Sculpture, Decorative Art dan Print & Drawings. Tahun 2012 nanti sebagian dari koleksi museum ini akan dibawa ke Abu Dhabi. Pemerintah Perancis dan UAE telah menanda tangani kesepakatan bersama tahun 2007 lalu untuk membuka Louvre Museum Of Abu Dhabi. Apa saja isinya, tunggu saja pada tulisan berikut di blog ini nanti kalau sudah grand opening tahun 2012.



Lebih Asyik Nonton Pengunjung
Karena saat saya berkunjung bertepatan dengan musim dingin, saya bisa dengan mudah berkesimpulan bahwa semua pengunjung yang berdesak desakan di museum tidak mandi sama sekali beberapa hari atau minggu. Jadi daripada pingsan berdesak desakan dengan pengunjung dengan aroma bermacam macam, lebih baik saya akhiri saja kunjungan saya di museum ini.


Baca Juga :

Minggu, 15 Agustus 2010

Kalau Expatriate Panen Kurma Di Kuwait

Di Salmiya Kuwait

Ini cerita tentang expatriate yang tinggal di Kuwait, khususnya expatriate dari Mesir, Bangladesh, India, Philipine dan tentu saja Indonesia. Kali ini tentang Kurma, buah buahan terkenal yang banyak tumbuh di padang pasir dan menjadi oleh oleh utama jamaah haji Indonesia meskipun di Indonesia sendiri banyak dijual di pasar pasar dan supermarket. Sedikit gambaran saja bahwa buah kurma yang manis, coklat tua kehitaman dan selalu kita santap di bulan ramadhan ternyata tidak sama dengan yang sering kita lihat sehari hari di Indonesia apalagi kalau masih dipohonnya.



Pohon Kurma
Banyak Di Jalanan
Kurma yang kita kenal  umumnya adalah yang sudah matang berwarna coklat tua sampai kehitaman dan  berasa manis sampai manis sekali. Ternyata tidak semua kurma manis, ada juga yang tidak bisa dimakan sama sekali karena tidak bisa matang meskipun sudah rontok dan jatuh ketanah. Yang masih segar dipohonpun rasanya juga macam macam, mulai asam, sepet, kecut, hambar dan tentu saja manis. Ada juga kurma yang kalau matang mengeluarkan cairan atau berair seperti madu dan kurma jenis ini pasti tidak sampai ke Indonesia karena tidak awet, hanya beberapa hari saja cairan seperti madu yang keluar akan terfermentasi dan rasanya jadi seperti tape. Yang masih dipohon, warnanya juga bermacam macam, ada yang hijau, merah, kuning dan ukurannya juga ada yang besar sekali sampai kecil sebesar kelereng.



Al Kouts Fahaheel
Saya tidak tahu nama nama ilmiah kurma kurma ini, yang saya ketahui cuma enak dan manis dan kalau malas untuk beli bisa memetik sendiri dimanapun ada pohon kurma berbuah karena memang pohon kurma di Kuwait banyak bertebaran disepanjang jalan dan umumnya digunakan sebagai penghias jalan dan taman di Kuwait. Pemilik pohon jelas dinas pertamanan Kuwait karena tiap hari mereka yang menyiram air, tetapi pemilik buahnya boleh dikatakan siapa saja yang lewat dan bisa meraih adalah pemiliknya. Bulan ramadhan tahun 2010 sekarang ini bertepatan dengan musim panas di Kuwait, saat saat dimana pohon kurma berbuah lebat dan siap dipanen.



Kurmanya Dibrongsong
Ada yang percaya kurma jenis tertentu bisa dijadikan sebagai obat. Entah obat apa saya kurang tahu, yang jelas kurma ajaib ini konon hanya tumbuh disekitar masjid. Entah omong kosong atau tidak, yang jelas kalau pulang ke Indonesia saya sering dititipi ‘kurma obat’ ini. ‘Kurma Obat’ ini banyak dipanen para expatriate baik dari Mesir, Bangladesh, India, Philipine dan juga Indonesia. Karena musim panen selalu bertepatan dengan musim panas dimana kebanyakan expatriate yang tinggal di Kuwait pulang mudik untuk ngadem di negara asalnya, maka orang Indonesia juga tidak mau ketinggalan.. Yang pulang mudikpun kebanyakan bawa oleh oleh kurma dan juga banjir titipan kurma kurma ajaib ini untuk keluarga di Indonesia. Sudah menjadi hal yang lumrah kalau ada yang pulang mudik ke Indonesia, titipan dari kawan kawan selalu saja ada. Komunitas Indonesia yang kecil ini menyebabkan keakraban dan kekeluargaan tumbuh sedemikian akrabnya, sehingga jumlah kurma obat titipan yang kita bawa bisa jadi lebih banyak dari kurma kita sendiri.


Panen Kurma
Yang menarik, panen biasanya dilakukan setelah sholat Jum’at secara berombongan 4 – 6 orang.  Satu orang memarkir mobil didekat pohon kurma sasaran, satu orang naik keatap mobil, satu orang sebagai pemulung yang bertugas memasukkan kurma kurma yang dijatuhkan kedalam tas kresek dan satu orang lagi sebagai ‘tenaga keamanan’.  Sengaja diambil saat panen setelah sholat Jumat dengan tujuan untuk mem’balance’ atau paling tidak mengurangi dosa seandainya ada yang men’claim’ sebagai pemilik pohon. Beberapa expatriate dari Mesir, Bangladesh, India dan Philipine malah ada yang kelewat rajin, kurma yang sudah mulai besar di’brongsong’ atau dibungkus dengan jaring plastik. Kalau sudah ada jaring atau ‘brongsong’annya berarti sudah ada yang memiliki, kita tidak berani ambil. 

Kamis, 12 Agustus 2010

Cerita Tentang Mbak Sri Dan Mbak Jum Di Transit Terminal Singapore

Setiap manusia diciptakan sama oleh yang maha besar Allah, tetapi dalam perjalanannya bisa saja berbeda dalam hal nasib, rejeki dan tingkah laku. Dihadapan Allah, semuanya sama tetapi manusia sendiri yang membeda bedakannya. Kalau kita melakukan perjalanan dari Kuwait ke Indonesia, kita akan dengan gamblang melihat pemandangan pemandangan yang tidak semestinya, dan kita tidak bisa berbuat apa apa. Siapa lagi kalau bukan saudari saudari kita mbak Sri, Mbak Jum dan teman temannya.

Lima hari sebelum memasuki bulan ramadhan 2010 atau sekitar sebulan sebelum hari raya idul fitri, saya melakukan perjalanan mudik ke Indonesia. Sengaja saya pilih Singapore Airlines karena pesawat ini transit dua kali di Abu Dhabi dan Singapore, lumayan bisa jalan jalan sebentar di terminal transit untuk meluruskan kaki dan menghilangkan pegel pegel karena kelamaan duduk didalam pesawat. Sejak berangkat dari Kuwait, sekitar 40 % seat ditempati oleh mbak Sri, mbak Jum dan kawan kawannya. Pada saat transit di Abu Dhabi boleh dikatakan belum ada masalah apapun karena penumpang transit tidak diperkenankan turun ke terminal bandara. Disini pesawat hanya ‘ngetem’ satu jam saja untuk menaikkan penumpang jurusan Singapore dan Indonesia. Begitu penumpang masuk kedalam pesawat, sempat saya kaget dan terkagum kagum, hampir seluruh penumpang yang naik adalah wanita wanita pemberani dari Indonesia kawan kawan mbak Sri dan mbak Jum  dari Kuwait. Suasana didalam pesawat begitu gegap gempita layaknya sebuah reuni akbar sebuah sekolah negeri. Peluk dan cium dalam reuni akbar ini begitu menyentuh dan menjadi perhatian penumpang lain.

Setelah melakukan perjalanan 8 jam yang melelahkan, tibalah saatnya seluruh penumpang harus turun di Changi Airport Singapore untuk oper pesawat ke Indonesia. Wanita wanita perkasa tersebut dengan gagah berani berombongan menuju gate 41, terminal keberangkatan Singapore Airlines menuju ke Jakarta. Saya perhatikan, mereka mengikuti mbak Sri dan mbak Jum yang dengan cepat mengambil inisiatif kepemimpinan rombongan. Sampai disini saya cukup bangga dengan wanita wanita sukses dan pemberani ini, tetapi hanya beberapa menit saja karena tanpa di komando dari sang pemimpin, semua wanita perkasa ini langsung duduk nglesot dilantai. Apa salahnya duduk di kursi empuk yang banyak tersedia dan kosong diterminal. 

Memang jaman feodal dulu waktu kakek nenek kita masih remaja, bangsa kita harus duduk bersimpuh didepan ‘londo’ dan para bangsawan. Tetapi saat ini, semua adat istiadat seperti itu sudah tidak berlaku lagi, semua manusia sama dan sederajat terutama dihadapan Allah. Masalah sopan santun tidak harus diartikan dengan duduk bersimpuh dilantai. Bukankah kita hidup dan tinggal diluar negeri membawa nama Negara kita tercinta Indonesia ?, lalu siapa yang mengajari mereka tata cara sopan santun gaya feodal semacam ini ? Apa kata dunia kalau bangsa kita tiarap didepan orang asing diterminal keberangkatan Changi Airport Singapore padahal kalau mau kita telusuri, orang asing yang duduk di kursi tadi sebenarnya tidak lebih dari pegawai rendahan juga yang mencari rejeki dinegeri orang. Lihatlah betapa gagahnya kuli bangunan dari India yang pernah saya tulis dalam blog ini juga dengan judul Madame Kesengsem Gaya Executive India.

Waktu berjalan dengan lambat dan gate 41 telah dibuka. Tibalah saat boarding masuk ke pesawat menuju Jakarta. Saya begitu tersentak kaget, ternyata sebagian dari mereka mendapat masalah besar yang mau tidak mau saya harus turun tangan untuk membantu, apalagi kalau bukan bantuan translate bahasa Inggris dan teriak agar ngechek tiketnya masing masing. Mereka ternyata hanya mengikuti rombongannya saja tanpa pernah ngechek tiketnya, mereka tidak tahu flight no dan mereka juga tidak tahu sebenarnya harus nunggu di gate no berapa. Dalam pikirannya cuma satu saja, ‘rombongan saya dari Abu Dhabi semua nunggu dan klesetan disini’. Sudah salah, ngeyel pula ke petugas katanya semua beli tiketnya bareng dari Abu Dhabi pada hari yang sama dan jam yang sama pula. Petugas dengan susah payah menjelaskan ‘Pesawat penuh dan penumpang dari Abu Dhabi di split jadi dua, sebagian berangkat dari gate 41 dan sebagian berangkat dari gate 56. BACA TIKETNYA !!!!!!’. Yang dibentak juga tidak mau kalah ‘INI ROMBONGAN, TIDAK BISA DIPISAH BEGITU SAJAAAA !!!!!’. Penumpang lain ikut nimpali pula ‘DI JAKARTA KALIAN AKAN KETEMU LAGI JUGA!!!!!!!!’. Karena kebanyakan ngeyel, akhirnya beberapa orang ketinggalan pesawat karena gate 56 ternyata sudah tutup dan pesawat sudah mau tinggal landas. Gantian saya yang teriak ‘KAMU NGGAK BISA MASUK PESAWAT!!!... SUDAH PENUH!!!, SAYA JUGA MAU BERANGKAT TERBANG!!!!!!!!’. Setelah pesawat tinggal landas saya baru terpikir, oh iya gimana ya cara mereka menukarkan tiketnya ?

Selasa, 03 Agustus 2010

Jentat Jentit Naik Velib

Velib singkatan dari Velo yang berarti sepeda dan Liberte yang kira kira berarti bebas merdeka. Maksudnya adalah sepeda yang bisa kita pinjam dan pakai sesukanya kemana saja disegala penjuru Paris terutama kalau mau sehat dengan sedikit kaki pegel linu karena nggenjot sepanjang hari. Sepeda sewaan ini tersedia disetiap ujung jalan hampir disemua jalan di Paris terutama didaerah daerah keramaian dan daerah perbelanjaan. Parisian, demikian  orang Paris menyebut dirinya sendiri mengatakan bahwa tempat parkir sepeda ini namanya Station. Bisa dipakai oleh semua orang, baik penduduk Paris sendiri maupun turis yang ingin menikmati kota Paris dengan lebih bebas dan santai.


Ada ratusan Station dan ribuan sepeda yang bisa kita pakai jalan jalan di kota Paris ini. Dan perkiraan saya setiap 300 meter terdapat Station. Jika ingin sewa Velib ini, cukup datang ke station terdekat dan siapkan Credit Card anda karena semua station tidak ada yang jaga, yang ada cuma mesin untuk bayar deposit dengan credit card anda saja. Untuk pertama kali agak susah karena beberapa mesin yang saya kunjungi petunjuknya bahasa Perancis saja, orang Perancis rupanya alergi dengan bahasa tetangganya Inggris. Ada 3 pilihan berlangganan, 1 Day Ticket seharga EUR 1, 7 Days Ticket seharga EUR 5 atau annual Ticket seharga EUR 29. Pilih salah satu dan anda langsung bisa naik sepeda keliling kota.


Tiket yang keluar harap anda perhatikan nomornya karena nomor ini akan dipakai terus pada saat mengambil atau melepas kunci magnet sepeda dari station manapun. 30 menit pertama gratis, tetapi setelah itu perpanjangan 30 menit kedua akan dicharge EUR 1, dan 30 menit ketiga akan dicharge EUR 2 dan selanjutnya EUR 4 setiap 30 menit berikutnya. Anda bisa check balance atau sisa deposit kartu anda disetiap terminal dan kalau perlu isi ulang lagi. Kalau selesai tinggal kembalikan ke station dimanapun, pastikan kunci magnet sepeda benar benar menempel sebelum anda meninggalkan station karena kalau sampai tidak menempel dianggap sepeda tidak dikembalikan dan credit card anda akan didebet EUR 150.


Velib ini adalah salah satu cara untuk mengurangi kepadatan kota Paris yang baru diperkenalkan pada 15 July 2007. Semula cuma 10000 buah sepeda saja, tetapi karena benar benar sukses mengurangi kepadatan kota, maka walikota paris menambah jumlah sepeda menjadi 20000 buah dengan total station saat ini sekitar 1450 tempat. Setiap station bisa menampung sekitar 20-30 buah sepeda, susahnya pada saat mengembalikan sepeda kalau kebetulan tempat parkir menyandarkan sepeda sudah penuh, maka harus cari tempat lain yang kosong. Celakanya, tempat tempat yang strategis selalu penuh, akibatnya cari station yang agak jauh dan akhirnya kembali ke jalan kaki juga. Jadi, pegel nggenjot sepeda dan pegel jalan kaki karena station yang kosong terlalu jauh.


Baca Juga :