Tampilkan postingan dengan label Liburan-Srilanka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Srilanka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2018

Sekolah Gajah Pinnawala Srilanka

Gajah Srilanka Di Sungai Ma Oya
Pinnawala, Kagalle

Saya sekeluarga pernah tinggal 15 tahun disekitar gajah gajah Sumatra. Tepatnya  tinggal dan bekerja di lokasi yang berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Tahura di Minas, Riau. Berkali kali pula saya harus pindah tugas ke lokasi lain yang juga berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Sebanga Duri, Riau. Saya sampai hapal, jalur jalur lintasan gajah disekitar tempat tinggal saya. Jangan sekali kali parkir mobil atau menghalangi jalur lintasan gajah ini, bisa ngamuk dan merusak apapun kalau jalur lintasannya terhalang.


Sungai Maha Oya Tempat Hidup
Gajah Gajah Srilanka

Karena saking seringnya saya berinteraksi dengan Gajah waktu masih tinggal di Riau, maka secara tidak langsung membentuk diri menjadi orang yang selalu merindukan suara maupun tingkah polah gajah di alamnya. Sampran Elephant Park di Thailand pernah saya kunjungi, David Sheldrick Wild Trust di Nairobi Kenya juga tidak luput dari pengamatan saya seperti pernah saya tulis dalam blog ini juga Sekolah Gajah David Sheldrick Nairobi Kenya. Nah, sekarang saya ajak anda untuk melihat gajah gajah Srilanka.

Pintu Masuk Menuju Sungai Maha Oya
Tempat Gajah Gajah Mandi Bersama

Lokasi gajah gajah Srilanka ini ada di desa kecil bernama Pinnawala, sekitar 90 Km dari ibukota Colombo.  Kota agak besar terdekat bernama Kagalle. Jadi dari Colombo carilah angkutan umum menuju Kagalle dulu. Kalau yang anda cari jurusan Colombo - Pinnawala, nggak bakalan bisa ketemu, paling anda disuruh charter mobil sendiri untuk kesana. Pinnawala itu ndeso pelosok yang masih perlu perjalanan sekitar 13 Km dari Kagalle. Anda bisa naik ojek motor dari Kagalle atau sewa mobil semi offroad.


Gajahnya Berwarna Coklat Dan Bersih
Bahasa Kita Sawo Matang Bersih Dan Mulus

Gajah Srilanka ini ternyata berbeda sekali dengan gajah Sumatra atau gajah Afrika.  Gajah Sumatra suka jalan jalan jauh sekali melalui jalan lintasan yang tetap,. Gajah Afrika suka putar putar disemak semak yang menjadi wilayahnya, kira kira seperti patroli wilayah. Kalau gajah Srilanka sukanya mandi 'Telanjang' bersama dengan kawan kawannya. Pagi, siang sampai sore kerjaannya cuma bersenda gurau sambil siram siraman air di sungai Maha Oya.

Mandi Bersama Sepanjang Hari

Keluar dari air hanya untuk makan saja. Jarang terlihat gajah gajah Srilanka tersebut jalan jalan terlalu jauh dari pinggir sungai. Karena disepanjang sungai banyak sekali pohon kelapa, maka sering kali gajah gajah tersebut menggoyang goyang pohon kelapa dengan badannya. Begitu 'Bug' ada buah kelapa yang jatuh langsung berebut untuk dimakan setelah diinjak dulu.

Pengunjung Hanya Boleh Melihat Dari Pinggir Sungai

Ada juga gajah yang sudah sangat jinak dan bisa dinaiki. Gajah jinak ini disewakan buat para turis dengan tarif tertentu per jam. Route perjalanannya menjauhi sungai Maha Oya dan lewat jalan jalan desa, bahkan keluar masuk hutan. Terkadang harus nyeberang sungai kecil. Satu ekor gajah bisa dinaiki dua orang dewasa dan pawangnya akan jalan kaki mengikuti dari belakang.


Lihat Warna Kulitnya
Bersih Dan Mulus Karena Hobby Mandi

Saya agak curiga, kenapa gajah yang bisa dinaiki dan disewakan ini warna kulitnya hitam dan ukurannya lebih besar. Sangat berbeda dibanding dengan gajah gajah yang sehari hari mandi telanjang bulat di Sungai Maha Oya. Kulitnya juga berdebu, mirip dengan gajah Sumatra yang lebih suka mandi debu dibanding air.

Ini Gajah Jinak Yang Disewakan
Warna Kulitnya Lebih Hitam

Ahhhh, jangan jangan, gajah gajah hitam berdebu yang saya naiki ini adalah 'Dosen' atau Expatriate Gajah Pengajar yang di'recruit' khusus dari Indonesia. Jangan jangan gajah jinak ini lulusan dari Sekolah Gajah di Tahura Minas atau Sebanga Duri, Riau. Terlihat sekali gajah hitam ini takut air dan beda dengan yang lainnya. Gajah hitam ini harus dicambuk dulu untuk menyeberang sungai kecil.

Karena Gajah Ini Warnanya Hitam
Saya Curiga Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Dari Sumatra / Thailand


Warna Kulitnya Hitam Dan Lebih Tinggi
Pasti Ini Expatriate Gajah Dari Sumatra / Thailand

Yakin Saya, Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Yang Ngobyek Ngojek Di Srilanka



Gimana Guys
Kenapa Gajah Tunggangan Di Pinnawala Warnanya Beda


Baca Juga :

  • Sekolah Gajah David Sheldrick Kenya
  • Dari Colombo Ke Pinnawala
  • Nyamuk Nyamuk Colombo
  • Ke Srilanka Dengan eVisa
  • Sekilas Bandaranaike International Airport
  • Jumat, 16 Maret 2018

    Dari Colombo Ke Pinnawala Srilanka

    Ini Photo Asli Perjalanan Luar Kota Di Srilanka
    Bukan Di Klaten Atau Magelang

    Saya pernah menceritakan ibukota Srilanka yaitu Colombo di blog ini yang sangat mirip sekali dengan kota kota di Indonesia. Salah satu kemiripannya yaitu banyaknya Bajaj yang jalannya ngawur 'semau gue' dan juga banyak nyamuk dimana mana. Disamping itu, juga terlihat banyak ruko jual pulsa HP, tambal ban dll diseluruh pelosok kota. Coba baca : Nyamuk Nyamuk Colombo. Bandara internationalnya juga unik dengan loket peron untuk pengunjung yang ingin melihat pesawat dari dekat seperti setasiun kereta api di Indonesia tahun 1970an. Baca : Sekilas Bandaranaike International Airport


    Rumah Penduduk Disepanjang Perjalanan
    Keluar Kota Colombo Sangat Mirip Dengan Di Indonesia

    Nah sekarang saya ajak anda untuk jalan jalan keluar kota, tepatnya menuju ke obyek wisata di Pinnawala. Obyek wisata apa yang ada di Pinnawala akan saya ceritakan secara khusus di blog ini pada tulisan selanjutnya. Dari Colombo menuju ke Pinnawala sekitar 2 1/2 jam dengan mobil sewaan atau kira kira 90 - 100 Km lewat Kandy Road (A1). Jalannya tidak selebar  jalan Tol Jakarta Bandung, tapi lebih mirip jalan propinsi Banjarnegara - Wonosobo - Purwokerto dengan pemandangan kiri dan kanan hijau dan mulai agak berbukit bukit begitu perjalanan mendekati obyek wisata di Pinnawale.


    Sawah Hijau Juga Terlihat Disepanjang Jalan

    Tidak perlu saya ceritakan terlalu detail apa saja yang bisa kita lihat di Kandy Road atau jalan utama yang menghubungkan kota Colombo dengan kota tujuan wisata Pinnawala ini. Semua yang anda saksikan sama persis dengan di Indonesia. Baik rumah rumah penduduk, aktifitas penduduk, jenis kendaraan yang lewat dijalan ini dan apapun semua mirip dengan di Indonesia. Lihat saja photo photo dibawah ini.

    Warung Juga Ada Di Sepanjang Jalan

    Yang benar benar berbeda cuma penjualnya nggak bisa bahasa Jawa, Sunda atau bahasa Indonesia saja. Disamping itu disepanjang jalan ini nggak ada warung Serabi dan juga nggak ada penduduk yang jualan Pecel Lele, Soto, Bakso, Sate dan RM Padang saja. Saya jamin enakan di Indonesia, warung makannya sangat lengkap dan penjualnya bisa bahasa Jawa.

    Nyeberang Dulu Mau Beli Buah Buahan
    Hati Hati Bajaj Dan Truk Box

    Banyak Juga Sepeda Motor Dan Berbagai
    Macam Angkutan Pedesaan

    Ada Penjual Buah Buahan Di Pinggir Jalan
    Mulai Rambutan, Jeruk Sampai Durian Ada

    Lagi Musim Durian, Manggis, Nenas Dan Rambutan

    Pagar Jembatan Dan Pemandangan Alam Sama
    Persis Dengan Indonesia

    Ijo Royo Royo Dan berbukut Bukit Seperti
    Di Indonesia

    Rumah Rumah Disepanjang Jalan Sama
    Bentuknya Dengan Rumah Di Indonesia

    Ada Juga Monyet Disepanjang Jalan
    Baca Juga :

    Sabtu, 13 Juli 2013

    Nyamuk Nyamuk Colombo

    Sumprit.. Ini Mobil Di Colombo
    Rasanya Di Indonesia Sudah Tidak Ada Lagi


    Belanja Di Warung
    Motor Cukup Parkir Dijalan
    Inilah saat saat paling sulit bagi Ardi's Family. Ke negara manapun, kita bepergian, selalu saja bisa menulis cerita apapun dengan mudah. Tapi di Colombo, Srilanka semua ide ide tulisan hilang begitu saja. Pengalaman sebagai pewarta puluhan tahun serasa tak berguna sama sekali. Tidak tahu apa yang harus saya tuliskan dan tidak tahu dimana harus memulai. Kenapa saya bisa 'blank' sama sekali saat menjejakkan kaki pertama kali di Colombo, Srilanka ? Jawabnya karena kota Colombo tidak ada bedanya sama sekali dengan kampung halaman saya sendiri, dan juga nyaris sama dengan kota kota kabupaten di Indonesia. 


    Bajaj Paling Bagus
    Di Colombo
    Sebagai ibukota Srilanka, saya bisa mengatakan kemiripan kota Colombo kira kira sama dengan kota Surabaya tahun 1970an atau kota kota kecamatan/kabupaten di Indonesia sekitar tahun 1980an. Kenapa bisa yakin sekali mengatakan Colombo sama dengan kota di Indonesia tahun 1970-1980an ? Karena di Colombo banyak terdapat Bajaj, jalanan, ruko dan kelakuan sopir angkutan umum yang suka ngetem dan berhenti sembarangan sama persis dengan Indonesia. Disamping itu, nyamuk sangat banyak sekali di Colombo.. Indonesia punya Cendrawasih sebagai Burung Nasional, maka perkiraan saya, Nyamuk adalah Burung Nasional  Srilanka, khususnya kota Colombo.


    Mirip Kios Kartu Ponsel

    Sungai Sumber Nyamuk Di Colombo

    Bajaj Lagi - Nyeberang Jalan Njemput
    Penumpang Seenaknya Saja

    Ruko Terbagus Di Colombo
    Suara Bajaj Mengingatkan Kampung Halaman

    Sekolahan, Hati Hati Banyak
    Anak Menyeberang


    Kampung Di Colombo
    Rumah Tidak Teratur

    Macet Dijalan Sempit - Bajaj Berhenti Seenaknya
    Patung - Biar Selamat Sampai Tujuan

    Ngetem Cari Penumpang
    Sumprit... Ini Di Colombo

    Jumat, 28 Juni 2013

    Sekilas Bandaranaike International Airport, Srilanka

    Bandara "Tradisional" Bandaranaike Srilanka
    Ngantri Dimana Mana Petugasnya Klewas Klewes
    Main Main IPhone Dan Ngobrol

    Taxi Gelap Banyak Dan Siap
    Mengantar Penumpang - Hati Hati
    Dipalak Sopir Taxi
    Beberapa bulan lalu media di Indonesia geger karena Kepala Dinas BKPMD Bangka Belitung  memukul pramugari Sriwijaya Air saat turun dari pesawat. Pak Kadin BKPMD Zakaria Umar Hadi merasa tersinggung saat diminta untuk mematikan telepon genggamnya saat diatas pesawat. Beruntung sekali, pramugari tersebut di Indonesia, kalau saja dia di Srilanka, bisa jadi akan dikeroyok seluruh penumpang. Penumpang Srilanka kelakuannya seperti pak Kadin  semua, dan tidak tahu sama sekali 'Keselamatan Penerbangan'. Jangankan masalah pemakaian HP di pesawat, baru saja pesawat menyentuh landasan dan masih berjalan di landasan dengan kecepatan tinggi, semua penumpang Srilanka sudah melepas sabuk keselamatan, berdiri dan membuka bagasi untuk mengambil tas bawaannya.


    Jalan Didepan Bandara
    Seperti Di Bandara Buluh Tumbang
    Saya baru tahu pasti kenapa orang Srilanka kelakuannya seperti Pak Kadin Bangka Belitung setelah benar benar berada di dalam  Bandaranaike International Airport. Ternyata, bandara international ini tidak semegah dan sebesar bandara internasional di negara manapun. Apalagi dibandingkan dengan bandara internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Indonesia. Kira kira setara dengan bandara Bangka Belitung (H.A.S Hannandjoeddin/Buluh Tumbang Airport). Service atau pelayanan airport dan fasilitas airport relatif sama, bukan sama sama bagus tetapi sama sama memble. Kelakuan petugasnya khas daerah dan sama persis dengan pak Kadin BKPMD Bangka Belitung, yaitu asyik main telephone genggam saat melayani calon penumpang.


    Keluar Dari Airport Menuju
    Kota Colombo
    Yang saya ceritakan ini adalah Terminal 1 (International Airport) yang sudah dibuka tahun 1967. Terminal 2 akan dibangun dan rencana akan dibuka tahun 2015. Sedangkan Terminal 3 masih baru, dibuka resmi bulan November 2012 yang lalu untuk penerbangan domestik saja. Saya juga terheran heran, tampaknya penduduk Srilanka lagi seneng senengnya menggunakan IPhone atau telepon genggam sejenisnya baik di darat maupun di udara. Rasanya, mereka bangga dan gagah sekali kalau turun pesawat dari Terminal 1 langsung kutak katik telepohone genggamnya. Ketika saya lirik sedang apa dengan telephone genggamnya, ternyata cuma main facebook atau tweeter. Update status "Back Home, Landing At Srilanka International Airport".

    Bayar Tiket Peron Untuk Nonton Pesawat
    Seperti Stasiun Kereta Api

    VIP Lounge

    Ini Bandara International Atau Stadion Sepak Bola
    Nonton Pesawat Terbang - Horeeeeee

    Baca Juga :



    Sabtu, 22 Juni 2013

    Ke Srilanka Dengan E-Visa

    Horee Akhirnya Bisa Masuk Ke Srilanka
    Dengan Cara Yang Luar Biasa Mudah


    Di Airport Srilanka Langsung
    Di Stamp Dan Bisa Masuk
    Dengan Sangat Mudah
    Wisata ke Srilanka semakin mudah saja. Cukup dengan mengajukan e-Visa secara online melalui website resmi pemerintah Srilanka http://www.eta.gov.lk. Syaratnya juga sangat mudah sekali, sangat mudah dan bahkan termudah yang pernah saya rasakan. Cukup masukkan data pribadi secara online, tanggal keberangkatan dan tanggal pulang kembali ke negara asal, nomor passport dan nomor reservasi ticket pesawat. Sudah itu saja nggak ada syarat syarat lain, seperti harus punya bukti booking hotel, travel insurance, bukti keuangan atau bank account atau harus punya pekerjaaan dan dibuktikan dengan surat keterangan kerja dari perusahaan.


    Print Out e-Visa Srilanka
    Mudah... Mudah,,,,
    Karena demikian mudahnya sudah tentu dampak positifnya banyak. Terutama jumlah kunjungan turis terus merangkak naik. Negara Srilanka memang beberapa tahun lalu disibukkan oleh perang saudara bertahun tahun. Dan pemberontak Macan Tamil sangat terkenal saat itu karena keberaniannya melakukan perlawanan dengan pemerintah. Tetapi sekarang perang saudara sudah usai, saatnya pemerintah membangun negara dan saatnya pula mendatangkan wisatawan dan investor dari berbagai macam negara di dunia. Proses masuk yang luar biasa mudah inilah salah satu yang ditawarkan pemerintah Srilanka saat ini.


    Duit Srilanka, Aneh...
    Semua Vertical
    Berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses e-Visa Srilanka ? Luar biasa cepat, saya memproses saat hari kerja dan ternyata bisa selesai dalam waktu 2 jam saja meskipun janji di websitenya mengatakan bisa selesai dalam waktu 24 jam. Artinya 22 jam lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Seandainya saja Indonesia bisa secepat ini, tentu kunjungan turis ke tanah air akan meningkat tajam. Setelah saya menerima konfirmasi bahwa e-Visa telah disetujui, maka langsung bisa diprint dari rumah saat itu juga.



    Lihat Gambar Dalam Mata Uang
    Srilanka, Semua Gambar Vertical
    Ada yang terasa janggal saat saya mempersiapkan perjalanan ke Srilanka kali ini. Saat saya menukarkan uang, ternyata mata uang Srilanka cara bacanya Vertical. Gambar gambar dalam mata uang semuanya vertical, tidak horizontal seperti mata uang Indonesia, Kuwait atau negara negara lain Disamping itu, jumlah angka nol juga banyak sekali seperti mata uang Indonesia. Ada pecahan 5000, 2000, 1000, 500 dan lain lain. Sangat beda dengan mata uang Kuwait yang sangat miskin angka nol. Jadi rasanya bawa uang Srilangka beberapa lembar saja, serasa PD sekali. Saat saya menerima pecahan Srilanka, rasanya saya bawa uang banyaaak sekali. Serasa, saya menjadi manusia terkaya di dunia, padahal yang saya tukar hanya beberapa KD saja.

    Catatan : Kurs KWD 100 = LKR 45.600 = IDR 3.515.000 (22 Jun 2013)


    Baca Juga :