Minggu, 25 April 2010

Oh Mama .... Suamiku Kabur .....

Ujung Champ Elysee Paris
Sudah lama tersohor bahwa Paris adalah pusat mode dan fashion dunia. Pertanyaannya adalah Paris yang bagian mana ? Saya berputar putar diseluruh kota Paris tetapi yang saya lihat hanyalah sebuah kota besar yang tidak berbeda jauh dengan kota besar lain seperti Jakarta.




Champ Elysee Paris
Tempat Shopping Mahal Di Paris
Sangat majemuk sekali dan orang yang lalu lalang juga tidak ada bedanya dengan orang yang lalu lalang di Plaza Semanggi atau Mall Pondok Indah. Semua serba wajar dan tidak ada yang lalu lalang dangan pakaian atau dandanan full fashion seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Mumpung ke Paris, saya ajak suami untuk jalan jalan ke dua tempat yang saya ketahui menarik untuk belanja barang barang fashion di Paris :


Champs Elysees
Muahal Banget Euy..
Avenue Des Champs Elysees adalah jalan raya yang sangat terkenal di Paris dan bahkan seluruh dunia dimana toko toko fashion mewah dan hampir semua barang mewah berada termasuk juga cafe dan gedung bioskop. Harga sewa tempat didaerah ini mencapai UDS 1.5 Juta per 1000 Sq Ft atau tidak sampai 100 meter persegi. Masih termasuk yang termahal di Eropa.







Nonton Doang
Jalan ini membentang sekitar 2 Km saja dari Plaza Charles De Gaule (Arc De Triomphe) di sebelah Barat sampai Plaza De La Concorde di sebelah Timur. Yang saya suka, trotoar untuk jalan kaki sangat lebar sekali dan benar benar nyaman untuk jalan jalan, sedangkan jalan rayanya sendiri tidak begitu lebar dan tidak macet karena pengunjung lebih suka ketempat ini menggunakan kendaraan umum mengingat tarif parkir yang luar biasa mahal. Saya sendiri datang ketempat ini naik Hop On Hop Off Bus dan mobil saya parkir di hotel karena tahu parkir sangat susah dan terlalu mahal.



Enak Buat Jalan Jalan
Karena sewa tanah ditempat ini sangat mahal sudah tentu semua barang harganya juga luar biasa mahal. Tetapi cukup menyenangkan kalau sekedar studi banding dengan harga di Kuwait. Louis Vuitton, Versace, Bulberry dan hampir semua barang barang fashion dengan merek aduhai semua membuka outlet ditempat ini. 'Yuk ngambil mobil di hotel, kita pindah ke La Vallee Village, disana barangnya lebih bagus dan bermutu', dan langsung saya iyakan ajakan suami ini. Terus terang, dibanding dengan Champs Elysees, di Kuwait lebih menyenangkan untuk belanja barang branded karena sering ada discount besar sampai 80 %. Baca : Gaya Artis Mau Pulang Mudik


La Vallee Village
La Valee - Dilarang Photo
Namanya Village, kalau diterjemahkan ke bahasa Jawa artinya ndeso. Kenyataannya, sama sekali tidak ndeso sama sekali hanya letaknya saja sedikit dipinggir kota Paris. Tempat ini tidak begitu populer di kalangan turis dan relatif sepi tetapi hampir semua barang barang branded memiliki outlet disini.




Satpam La Valee Galak Galak
Banyak Artis Disini
Sebut saja Armani, Ba&sh, Bally, Calvin Klein Jeans, Cacharel, Cerruti, Guess, Jimmy Choo, Maje, Paul Smith, ST Dupont, Zadig & Voltaire dan lain lain. Harganya jelas jauh lebih murah dibanding di Champs Elysees dan katanya bisa sampai 30 %. Sudah dipotong 30 %, tetap saja kalau dirupiahkan masih Jutaan Rupiah dan ada juga yang puluhan Juta Rupiah yang membuat suami ingin cepat cepat minta kembali ke Hotel dengan alasan sakit perut.


Ngambil Photonya Sembunyi
Jadinya Ya Gini Ini
Tempat desa modern dan mahal ini tidak begitu jauh dari EuroDisney. Kaget juga saya masuk ketempat ini, banyak sekali satpam keamanan dan hampir setiap sudut berdiri satpam dengan mata yang tajam mengawasi pengunjung yang lalu lalang. Berphoto ria juga dilarang ditempat ini dan setelah saya tanyakan ke penjual es krim alasan kenapa keamanannya begitu ketat, ternyata jawabannya sederhana saja yaitu setiap hari selalu saja ada artis terkenal atau tokoh terkenal yang belanja ditempat ini. Dan mereka paling takut diphoto paparazzi.


Di Luar Bebas Ngambil
Photo
Tapi petak umpet masih bisa dilakukan juga, saya berhasil mengambil gambar suasana ndeso tempat belanja Jenifer Lopez, Elle Macpherson, Brad Pitt dan bintang bintang terkenal dunia ini. Sayang, nggak bisa ikut gaya mereka menenteng belanjaan karena suami lebih dulu kabur ketempat parkir karena tiba tiba sakit perut melihat harga luar biasa mahal. Sesampai dimobil ternyata suami sudah tiduran didalam mobil. ....'


Baca Juga :

Senin, 19 April 2010

15 Menit Yang Menegangkan

Beberapa Menit Sebelum Berangkat
Disamping ini adalah beberapa photo yang sempat saya ambil pada saat terjadi badai gurun di Kuwait tanggal 17 April 2010 yang lalu. Telat upload tetapi layak untuk dilihat betapa dramatis dan menegangkan saat itu.







Angin Mulai Bertiup Kencang

Jam 7:45 AM, kita masih berphoto bersama dengan Edi Rahmat, seorang kawan yang baru saja datang ke Kuwait untuk bergabung dengan Perusahaan Minyak Cap Manuk. Rencana mau ke Salmiya untuk bertemu beberapa kawan di Hotel Ibis.






Beberapa Detik Saja Pasir
Sudah Beterbangan

Jam 7:50 AM, angin mulai berhembus kencang. Kita berada didepan rumah dan tidak tahu sama sekali apa yang terjadi dibelakang rumah. Karena teman saya yang satu ini baru datang, maka aktifitas jeprat jepret tetap saja berlangsung. Begitu angin bertambah kencang, yang bisa kita lakukan adalah cepat cepat naik kedalam mobil dan berangkat.





Mulai Gelap - Sampah Beterbangan
Jam 7:52 AM, angin yang berhembus kencang membawa debu dan pasir. Suara mobil begitu gaduh terkena pasir dan kita belum menyadari apa yang sedang terjadi. Sampah kertas dan plastik semakin banyak beterbangan. Mobil kita jalankan pelan pelan sambil mengamati apa yang sedang terjadi.





100 Meter Dari Rumah
Jarak Pandang Sudah Terbatas

Jam 7:55 AM, mobil berjalan kira kira 150 meter dari rumah menuju ke persimpangan jalan besar. Ketika menengok sebelah kiri dipertigaan jalan, tampak badai gurun besar sedang menuju kearah kita berhenti. Angin sangat kencang degan disertai dengan sampah yang berterbangan. Langit masih cukup terang benderang tetapi dikejauhan sebelah kiri tampak jelas sekali bahwa sesuatu akan terjadi pada diri saya. Debu, hujan dan sesekali ada suara petir menyambar. Jarak pandang masih bagus dan lampu lampu jalan menyala otomatis.



Masuk Highway 30 Seperti
Malam Hari

Jam 08:00 AM, mobil yang saya tumpangi telah masuk ke Fahaheel Expressway (Highway 30) setelah mas Ardi saya minta untuk ngebut menjauh sebisa mungkin menghindari badai gurun yang nampak berputar putar nggak karuan mengejar dibelakang. Tiba di Fahaheel Expressway (hanya sekitar 500 meter dari rumah) langsung berhenti dipinggir jalan karena jarak pandang benar benar 0 alias gelap total.





Hujan Ditengah Badai
Mobil Berhenti Di Kolong Jembatan

Jam 08:05 AM, kita benar benar berada ditengah tengah badai gurun. Gelap total dengan hujan lebat disertai petir. Kita benar benar berada ditengah tengah pusaran angin. Mobil kita hentikan dipinggir jalan sambil berdoa dan cemas karena khawatir ada mobil yang masih meluncur kencang dan menabrak kita dari belakang. Kita sama sekali tidak tahu apakah mobil sudah benar benar di bahu jalan atau masih ditengah jalan.





Pemandangan Dari Kolong Jembatan
Tempat Mobil Berlindung

Jam 08:10 AM, sinar matahari sudah mulai nampak kembali dan langit seolah olah berwarna merah lembayung. Kita belum berani jalan nunggu keadaan benar benar aman. Komat kamit doa masih kami ucapkan sebisa mungkin, sudah nggak ingat lagi doa apa yang kami ucapkan.







Semakin Jelas Lampu Jalan
Otomatis Menyala Dan Telah Terlihat

Jam 08:15 AM, sudah semakin terang meskipun langit masih merah dan hujan masih lebat. Mobil bisa kita jalankan pelan pelan kembali menuju Salmiya, dan saya perhatikan ada beberapa mobil yang terpuruk dan nyelonong jauh ke bahu jalan.








Seperti Jam 5 Pagi
Hujan Dan Mulai Terang

Jam 08:20 AM, ketegangan didalam mobil mulai berkurang dan semua bisa tersenyum lega. Ini pengalaman keluar dari kegelapan yang luar biasa, benar benar berada ditengah pusaran badai. Syukur alhamdullilah mobil tidak terangkat keatas meskipun saya perhatikan ada beberapa mobil yang ekornya melintang jalan. Semua selamat, termasuk penumpang mobil yang terpuruk dan ekornya melintang jalan.





Dimana Mana Membersihkan
Jalan Dan Trotoar

Jam 08:55 AM, saya sudah tiba di Hotel Ibis Salmiya untuk bertemu kawan dari Saudi. Saya perhatikan beberapa petugas kebersihan hotel sedang sibuk membersihkan pelataran hotel yang penuh debu, sampah dan berbagai macam benda terbang. Acara selanjutnya adalah mengantar teman dari Saudi tersebut berwisata ke Friday Market dan ke pasar Mubarakeeyah. Hebatnya, kawan saya tidak begitu tahu bahwa ada badai besar telah terjadi beberapa menit yang lalu. Dan Sekali lagi syukur alhamdullilah semua selamat.




Baca Juga :

Rabu, 14 April 2010

Madame Gagap Baca GPS

Schiphol Airport
Sebagai orang asing yang tinggal dinegara orang dan serumah mempunyai hobby yang sama yaitu 'ngluyur' kesegala penjuru sudut dunia tentu andalan utamanya cuma satu, GPS. Sejak GPS segede buku dan mahal sampai sekarang bisa dikantongi dan sudah berharga lebih murah mbokde selalu melihatnya . Cuma untuk mengoperasikan sampai saat ini belum ngerti ngerti juga meskipun anak anak sudah ngajari berkali kali. Mbokde lebih luwes pegang 'uleg uleg' daripada alat alat semacam itu.


Windmill Disepanjang Jalan
Amsterdam -Den Haag
Tanggal 1 - 10 April 2010 yang lalu, kita sekeluarga sewa mobil untuk keliling Eropa. Sewa mobil melalui http://www.hertz.com/ dan pembayaran dilakukan di perwakilan Hertz di Shuwaikh Kuwait. Karena mobil mulai saya pakai di terminal kedatangn Schiphol Airport, Amsterdam dan saya kembalikan di Charles De Gaule Airport, Paris maka di Amsterdam harus bayar lagi Drop Fee karena saya tidak ingin balik lagi ke Amsterdam hanya untuk mengembalikan mobil. City Tax sebesar 19 % juga dibayar di Amsterdam. Disamping itu saya juga tidak mau ambil resiko mengganti kalau terjadi kecelakaan, maka saya harus nambah asuransi Full Risk sebesar EUR 16 per hari (kalau nggak ikut Full Risk sebenarnya tidak apa apa, cuma yang dicover asuransi hanya kalau kerusakan tidak lebih dari EUR 800 saja).


GPS Biar Tidak Nyasar
Batery Habis Mumet Deh
GPS bisa sewa melalui Hertz juga, tetapi kalau sudah punya sendiri jangan lupa download peta bajakannya yang paling terakhir melalui http://www.gpsunderground.com/ (peta Indonesia bisa didownload melalui http://www.navigasi.net/ ). Yang penting untuk diupdate adalah lokasi lokasi speed camera, red light camera dan pompa bensin. Silahkan download melalui http://poi.gps-data-team.com/ . Semua rental mobil menyediakan jasa sewa GPS.




Istirahat
Perjalanan dimulai dari Schippol Airport lalu mengacak acak seluruh penjuru Netherland tanpa halangan berarti. Setelah itu dilanjutkan blusak blusuk Brussel juga tanpa ada hambatan berarti. Dan terakhir menuju Paris bisa keluar masuk kota Paris sampai ke kampung kampungnya segala. Boleh dikatakan apa yang saya lihat dan saksikan berbeda sekali dengan yang anda bayangkan tentang kota kota di Eropa. Bisa bebas sampai ke kampung kampung berkat GPS yang diset dan dibacakan anak anak. Mbokde nggak ngerti sama sekali.


Di Tempat Parkir Madurodam
Seperti apa Amsterdam, Rotterdam, Antwerpen, Brussel dan Paris ? Tentu jawaban anda adalah sebuah kota yang indah dengan penduduk yang makmur. Saya kira jawaban anda akan mengacu ke photo photo atau gambar gambar di film atau televisi yang hampir tiap hari anda saksikan. Karena saya menggunakan mobil sendiri dengan GPS dan juga disertai jalan kaki blusak blusuk kesegala penjuru kota maka jawaban saya akan lain dengan anda. Kota kota diatas adalah kota besar dengan permasalahan yang relatif sama dengan kota Jakarta, macet, copet, maling, sampah, gelandangan. Kawasan tertentu memang sangat indah penuh dengan bangunan tua dan menjadi andalan wisata dan sering dijadikan tempat shooting film. Memang bagus sekali tetapi yang lalu lalang kebanyakan turis kaya dari luar negeri dengan tentengan belanjaan keren. Coba anda kedaerah pinggiran tempat sebagian besar penduduk bermukim.

Kanal Butek
Siapa Bilang Kanal Eropa Bersih
Sebagai contoh, di darah pinggiran yang padat dan tidak pernah di shooting TV di Paris saya melihat Pasar Tumpah dengan tumpukan sampah disekitarnya dan membuat macet kendaraan, saya juga melihat preman mabuk sedang memalak orang lewat disebuah jalan kampung saat perjalanan menuju ke Euro Disney.






Halooo Eyang,
Saya Di Amsterdam
Di Amsterdam - Central Station, air sungai / canal yang sering nampak bersih sekali kalau di shooting TV atau difilm film, ternyata sama saja warnanya coklat dan banyak sampah yang mengapung. Bedanya dengan di Indonesia cuma tidak ada yang jongkok buang hajat saja dan di Amsterdam ada petugas kebersihan yang selalu membersihkan sampah yang mengapung. Beberapa kolong jembatan yang saya lewati relatif sama dengan kolong jembatan di Jakarta, bau apek dan gelap. Sepeda sepeda dirantai segede rantai kapal, artinya banyak maling. Telepon umum sudah tidak ada gagang teleponnya dan banyak juga yang dirusak tangan jahil.




Gembel Eropa
Kalau Mau Ke Indonesia
Tentu Dapat Jodoh Artis
Gelandangan atau tuna wisma juga banyak terlihat, bedanya mereka pakai jaket tebal atau jas karena dingin dan kemana mana membawa selimut tebal. Seandainya saja mereka dibawa ke Jakarta, saya yakin sekali kehidupannya akan jadi lebih baik karena akan diopeni dan jadi rebutan para artis ibukota. Biasa, banyak bule 'dipakai' artis untuk sensasi acara TV, kan nggak ada yang tahu di negara asalnya seperti apa........



Baca Juga :

Minggu, 11 April 2010

Kalau Nama Anak 'Blonthang Blontheng'

Transit Di Frankfurt
Umumnya orang Indonesia tidak memiliki nama keluarga (Family Name), kecuali beberapa daerah saja yang sudah mencantumkan nama keluarga (Marga / Family Name). Mungkin, dulunya orang Indonesia (baca : Jawa) tidak pernah berpikiran akan pergi keluar negeri sehingga kalau bikin anak cukup diberi nama sederhana tanpa mencantumkan siapa nama orang tuanya. Hanya orang Batak, Manado dan Maluku saja yang memiliki visi jauh kedepan sehingga namanya selalu diikuti nama keluarga seperti Sembiring,  Siregar, Lubis, Manuputty, Manuhutu dan lain lain. Lebih celaka lagi nama nama orang Sumbar (Sumatera Barat), biasanya cuma satu kata saja Fahrizal, Afrizal, Rini dan lain lain.


Counter Lufthansa Frankfurt
Nah, kalau anda punya anak yang bernama satu suku kata atau lebih dari satu suku kata tetapi tidak ada nama keluarga sama sekali, siap siap saja untuk mendapat masalah pada saat pemeriksaan imigrasi di airport manapun di luar negeri. Kebanyakan semua staff imigrasi akan membandingkan nama anak anak dengan nama ayahnya. Kalau ayahnya Perdamaian Sihombing maka anaknya sudah pasti Tigor Sihombing dan Renita Sihombing. Aman …. Bisa langsung lenggang kangkung masuk ke Negara tujuan. Itulah sebabnya kenapa orang yang mau Umroh atau berangkat haji ke Saudi Arabia selalu ada tambahan nama Bin atau Binti diakhir nama yang tertulis di passtportnya.


Schiphol Airport Amsterdam
Passport anak saya berakhiran Pertiwi dan satu lagi Kartikasari sedangkan ayahnya jelas nama Jawa pakai akhiran 'O'. Semua berbeda dan membingungkan petugas. Who is Mr Pertiwi ? Who is Mr Kartikasari ?, selalu diulang ulang pertanyaan ini sambil menatap saya dengan tajam dan terkadang cengar cengir. Kemungkinan si petugas imigrasi mengira saya sindikat jual beli manusia dan kemungkinan juga kagum dengan diri saya yang dianggap 'wanita perkasa' punya suami tiga orang sekaligus, Mr Ardianto, Mr Pertiwi dan Mr Kartikasari. Siapa tahu kan …. abis cengar cengir sih.


Ngantri Full Body Scan
Schiphol Airport
Untungnya saya selalu membawa akta kelahiran anak anak dan surat nikah kemanapun saya bepergian. Tinggal tunjukkan ke petugas imigrasi sebentar semua langsung beres. Beberapa hari sebelumnya kawan saya yang tidak pernah membawa akta kelahiran sempat  tertahan hampir 3 jam di Schiphol Airport. Ada juga kawan yang nyaris dideportasi oleh petugas Imigrasi Frankfurt Airport karena tidak bisa membuktikan anak anak yang dibawanya adalah anak kandung sendiri, bukan anak hasil menculik yang akan diperjual belikan.

"Dik ….nama dua anak kita selalu bikin masalah di airport karena nggak ada family namenya, Mulai sekarang jangan membuat kesalahan lagi ya… , nanti sesampai di Hotel kita bikin satu lagi lengkap dengan family name". Langsung saya jawab : "Iya …. Iya….. iya ……"


Baca Juga :

Rabu, 07 April 2010

Mbokde Kesengsem Gaya Executive India

Tas Executive Yang
Membuat Wanita Menggelepar
Tanggal 1 April 2010 yang lalu, mbokde menuju ke Kuwait Airport untuk memulai perjalanan ke Frankfurt. Pesawat Lufthansa yang akan membawa mbokde dan keluarga baru akan berangkat jam 00:05 tengah malam, tetapi mbokde dan keluarga sudah berada di Airport Kuwait sejak jam 21:00. Daripada termenung menung menunggu, mbokde akhirnya memilih untuk melakukan pengamatan tentang keadaan Airport Kuwait, khususnya untuk pembaca setia blog ini.


Kejang Kejang
Sangat Executive Sekali
Di Kuwait, jumlah pendatang dari India banyaknya bukan main. Boleh dikatakan hampir semua sektor bisnis selalu dikuasai expatriate dari India. Mulai dari sopir Taxi, Tukang Batu dan Bangunan, Penjaga Bakala, Pelayan Restaurant India, Bell Boy Hotel sampai yang high educated seperti engineer dan Manager. Tetapi yang membuat mbokde tertarik adalah mode yang sedang ngetrend dikalangan pria India, nggak peduli tukang batu atau manager semuanya seragam.




Mas Boleh Kenal Nggak
Mau Dong....
Pingin tahu mode yang sedang ngetrend di kalangan pria India di Kuwait ? Perhatikan dengan benar penumpang yang baru turun atau akan naik ke pesawat jurusan Mumbai, Kochi, New Delhi atau kota lain di India. Kesimpulan anda pasti sama dengan saya, semuanya memakai tas koper model 'Samsonite' atau 'Echolac'. Mode yang pernah ngetop di Indonesia sekitar tahun 1970 dimana saat itu hampir semua anak sekolah di Indonesia lagi demen demennya memakai tas koper 'Echolac' untuk kesekolah.



Bisa kebayang kan ?, wanita mana yang tidak akan menggelepar kejang kejang bertatap muka dengan pria asing ber'tas' executive gaya Direktur Utama sebuah perusahaan. Sempat saya lirik isi tas tersebut, ternyata bukan gepokan KD, dollar atau dokumen proyek, tetapi cuma oleh oleh dua bungkus korma dan bekal makanan kecil India untuk perjalanan. Mbokde langsung memberi nasehat kepada anak anak mbokde Ayu dan Dinda 'Nak, nanti kalau cari jodoh yang bener ya, jangan cuma melihat tasnya doang ....'.

Baca Juga :