Minggu, 28 Desember 2008

Pemegang Pasport Indonesia, Bisa Kemana Saja ?


Kuwait Airport

Gambar Artis - Sedang Dibangun



Bagi pemegang passport Indonesia, sudah jelas bahwa kita bebas pergi keluar masuk ke negara negara Asean tanpa Visa. Tetapi ada juga beberapa negara lain diluar Asean yang membebaskan kita dari urusan Visa ini dan ada juga yang memberlakukan Visa On Arrival. Sangat mudah sekali, kita tinggal beli tiket pesawat saja dan sampai di tujuan tinggal bayar Visa On Arrival. Sayangnya, kalau kita berangkat dari Indonesia ada tambahan biaya lagi yang harus kita keluarkan, yaitu mbayar fiskal bagi yang tidak memiliki NPWP, punya KTKLN (Kartu Tanda Kerja Luar Negeri) bagi yang kerja diluar negeri.



Kuwait Airport

Gambar Artis - Belum Jadi Jugam Proyekbya Ngadat


Mungkin Indonesia adalah satu satunya negara yang menerapkan aturan fiskal bagi warga negaranya sejak puluhan tahun yang lalu. Selama saya mondar mandir ke negara manapun juga di dunia ini, belum pernah saya diminta bayar fiskal atau mungkin saja saya yang belum pernah mengunjungi negara yang punya aturan fiskal seperti Indonesia. Yang unik lagi dari negeri kita tercinta Indonesia adalah adanya  pajak bandara. Kemana larinya uang yang terkumpul dari pajak bandara dan fiskal ini ?. Nggak usah ikutan pusing melacak sampai dimana uang uang tersebut, anda malah akan ketinggalan pesawat yang juga sudah anda bayar pajaknya pada saat membeli tiket pesawat anda.


NOTE : Untungnya sejak awal 2015 airport international di Indonesia sudah berbenah dan jauh lebih baik. Sekarang nyaris sama dengan negara lain. Sudah hilang kutipan pajak bandara, fiskal, KTKLN, asuransi penerbangan, sumbangan PMI, jualan tiket di bandara, calo tiket dll) - 21 Nov 2015.

Negara-negara yang membebaskan visa masuk bagi pemegang Paspor Indonesia diantaranya adalah :


Update : 26 June 2016

ASEAN

ASIA (Non ASEAN COUNTRY)
  • FREE VISA
    • Japan : 15 Days, Hanya untuk pemegang passport elektronik saja. Sumber beritanya disini
    • Kazakhstan
    • Hanya untuk Diplomatic saja. Baca Perjanjian Kerjasamanya disini
    • Kyrgystan
      Hanya untuk Diplomatic saja
    • Maldives : 30 days, Baca syaratnya disini.
    • People Republic Of China ; 15 days
      Hanya group tours (lebih dari 5 orang) ke Hainan Province dan masa tinggal kurang dari 15 hari, di organisir oleh travel service yang disetujui oleh National Tourism Administration of China dan terdaftar di Hainan Province
      Hong Kong : 30 days
      Macau : 30 days
    • South Korea
      Hanya diplomatic saja
  • e-VISA
  • VISA ON ARRIVAL
    • Bhutan : 15 Days, Baca syaratnya disini.
    • East Timor: 30 days
      Visa On Arrival Bagi warga negara Indonesian yang dekat atau diperbatasan East Timor dikecualikan untuk urusan Visa ini apabila akan masuk East Timor.
    • Iran: 15 days
    • Irak : ? Days - hanya untuk tujuan bisnis dan religous saja. Selalu lihat link Emirates dibawah karena masih selalu berubah. Mulai Jul 2014, dengan alasan keamanan pemerintah Republik Indonesia menyarankan untuk tidak bepergian ke Iraq dengan alasan apapun. 
    • Jordan : 1 month
       Biaya 10 JOD per passport
    • Kyrgistan : 30 Days - USD 70 untuk turis dan hanya bisa di Manas Airport, Bishkek
    • Nepal : 90 days
    • Oman : 1 month. Biaya OMR 20 per passport
    • Pakistan : 30 Days. Hanya untuk perjalanan business saja. Lihat disini
    • Tajikistan : 45 Days , Baca syaratnya disini

AMERIKA
  • FREE VISA
    • Argentina
      Hanya bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Bermuda : 6 month
    • Bolivia
      Bagi pemegang pasport diplomatic saja
    • Brazil : 14 days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Chili : 60 days
    • Colombia : 90 days
    • Cuba : 30 days
      Harus membeli turis card dulu sebelum berangkat sebagai persyaratan utama
    • Dominica : 21 day
    • Ecuador : 90 days
    • Haiti : 3 month
    • Peru : 90 days. Lihat Disini Sumbernya
    • Paraguay : lebih dari 90 Days
      Bagi pemgang passport Diplomatic saja
    • Saint Vincent And The Gerardines : 1 month. Lihat Disini Sumbernya

  • VISA ON ARRIVAL
    • Montserrat : 90 Days. Bisa apply online disini
    • Nicaragua : 90 Days - USD 20. Ini sumbernya

AFRIKA
  • FREE VISA
    • Morocco : 3 months
    • Seychelles: 1 month
    • Tunisia
      Bagi pemegang pasport diplomatic saja
  • e-VISA
  • VISA ON ARRIVAL
    • Burundi : 1 months - USD 40 untuk max 72 Days dan USD 90 untuk lebih dari 72 Days
    • Cape Verde - EUR 25
    • Central Afica : 7 Days - XAF 20.000 - XAF 30.000
    • Comoros : 90 days
    • Djibouti : 1 months - DJF 10.000
    • Egypt : 6 months untuk pembantu rumah tangga dari GCC yang bepergian dengan majikannya.
      15 days untuk pemegang passport Indonesia yang bepergian ke Sharm El Sheikh, Taba dan Saint Catherine Airport dan tidak melanjutkan ke tujuan lain.
    • Ethiopia : Hanya untuk tamu undangan seminar, exhibition dari African Union dan harus mempunyai invitation letter. Biaya USD 20-USD 100 tergantung masa tinggal.
    • Guinea Bissau : 90 Days - XOF 55,000 atau EUR 85
    • Madagascar : 30 days
    • Malawi : Sumbernya disini
    • Mauritania. Sumbernya disini
    • Mozambique: 30 days
    • Seychelles : 30 days. Ini sumbernya.
    • Somalia : 30 Days. Ini sumbernya 
    • Tanzania: 3 months
    • Togo : 7 Days
    • Tuvalu : 30 Days
    • Uganda : ? Days, biaya USD 50
    • Zimbabwe: 3 months

EROPA
  • FREE VISA
    • Albania : ? days. Harus punya schengen visa type C, UK atau USA. Sumbernya Klik disini
    • Andorra : ? days
      Multiple entry Schengen Visa diperlukan. Masuk Andora berarti keluar dari Schengen Country karena negara ini bukan Schengen, tanpa airport dan kejepit diantara Perancis dan Spanyol.
    • Austria : 30 Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Azerbaijan: ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja. Baca : Link Ini
    • Belarus
      Bagi pemegang passport diplomatic dan perjalanan dinas saja.
      Perjanjian ditanda tangani di Minsk Belarus tanggal 15 Sep 2011
      Pemegang passport umum bisa VOA di Minsk Airport saja. Tapi ribet karena harus ngirim dokumen 3 hari sebelumnya.
    • Belgium : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja. Baca  Link disini
    • Bosnia Herzegovina : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Bulgaria : lebih dari 90 Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Croatia : 14 days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Kosovo : 90 days
      Tujuan turis harus menunjukkan bukti booking hotel, reservasi, voucher atau dokumen lain, sedangkan untuk tujuan bisnis harus ada surat dari sponsor atau undangan dari perusahaan
    • Luxemburg : 30 Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Macedonia : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja. Pemegang Schengen Visa bisa tinggal 15 Days.
    • Netherland : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Portugal : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Russia : 14 - 90 days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Serbia : 14 days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Slovenia
      Bagi pemegang passport diplomatic saja. Penanda tanganan kerjasama bilateral dilakukan tanggal 26 Nov 2010 di Ljubljana, Slovenia
    • Slovakia : ? Days
      Bagi pemegang passport diplomatic saja
    • Switzserland
      Masih dalam ratifikasi untuk diplomatic saja
  • e-VISA
  • VISA ON ARRIVAL
    • Armenia : 120 days, biaya AMD 15000
    • Belarus : ? days
      Minsk airport saja dan harus membeli Health Insurance. Ribet karena harus ngirim dokumen 3 hari sebelumnya.

OCEANIA
  • FREE VISA
    • Cook Islands : 31 days
    • Micronesia: 30 days
  • e-VISA
    • Saint Kitts And Nevis, Ngurus e-Visanya disini
  • VISA ON ARRIVAL
    • Fiji : 4 months
    • Niue: 30 days
    • Marshall Island : 30 Months
    • Palau: 30 days
    • Papua Neu Guinea : 60 days, hanya di Daru Airport, Jackson's International Airport dan Kagamuga Airport. Syarat lain harus punya tiket pulang pergi !.
    • Samoa : 60 days. Ini sumbernya
    • Tuvalu : 1 months, harus punya tiket pulang pergi !
Catatan : Irlandia dan Uzbekistan juga Gratis biaya pengurusan Visa tetapi harus diurus di embassy terdekat (tidak bisa On Arrival).

Kuwait Airport
Untuk yang passportnya sudah ada sticker dan stamp Visa Residence GCC (Kuwait, Bahrain, Oman, Qatar, Uni Emirate Arab, Saudi Arabia), ada tambahan kemudahan lagi yaitu masuk ke seluruh negara GCC kecuali ke Saudi Arabia. Dengan catatan, bukan untuk pemegang visa article 20 (Domestic Worker). Domestic worker seperti pekerja rumah tangga, office boy (OB), janitor dll harus ada sponsor yang menanggungnya.

Jangan lupa, dokumen yang sering ditanyakan saat mengajukan Visa On Arival biasanya adalah :
  • Tiket pesawat pulang pergi
  • Bukti reservasi hotel
  • Ada juga yang menanyakan travel insurance tetapi banyak yang tidak
  • Ada juga yang minta pasphoto tetapi kebanyakan diphoto langsung didepan counter visa on arival.
  • Ada juga yang menanyakan bawa uang berapa selama tinggal di negara tujuan. Maksudnya jangan sampai nggak bisa hidup dan wisata.
Jangan lupa 'Double Check' juga supaya lebih yakin melalui Website Emirates.

Baca Juga :

Sabtu, 20 Desember 2008

Istanbul, Hari Kelima

Halaman Dalam Topkapi Palace
Saat Musim Gugur
Hari kelima adalah hari terakhir wisata Istanbul karena besok jam 09:00 pagi sudah harus kembali ke Kuwait. Hari terakhir ini jauh lebih seru daripada hari sebelumnya karena acaranya kebanyakan adalah belanja untuk mencari oleh oleh. Dan juga, orang bilang belum ke Turkiye kalau belum mencoba Donner Kebab Turkiye yang tersohor dimana mana, memang lezat dan banyak restaurant yang menjual Donner Kebab ini tetapi pilihan kita adalah Gelic Restaurant di Bakaroy, dekat dengan hotel tempat kita menginap.

Topkapi Palace (Topkapi Sarayi)
Antrian Tiket Topkapi Palace
Untuk memasuki Topkapi Palace ini, antrian sangat panjang dan lama karena disamping harus ngantri, penjagaannya sangat ketat sekali. Yang njaga tentara, mungkin karena banyaknya perhiasan intan permata didalam museum. Kita menggunakan jasa tour dari ITS (International Travel Services) untuk acara wisata di Topkapi Palace ini dengan alasan ngantrinya lama dan ingin dijelaskan sejarahnya. Waktu kita sangat pendek, daripada terbuang untuk ngantri seperti gambar disamping lebih baik digunakan untuk acara yang lain.
Biaya Tour adalah sebagai berikut :
1. Ottoman Splendours - EUR 35/orang
2. Bosporus Cruise - EUR 30/orang
Waktu yang diperlukan untuk kedua tour tersebut 'Full Day' mulai jam 08:00 pagi sampai jam 17:00 petang.
.
.
Barbie Gate
Topkapi Palace
Topkapi Palace adalah istana kesultanan Uthmaniyah (Ottoman) yang ditempati antara tahun 1465-1853. Letaknya masih dikawasan Sultan Ahmet juga, hanya beberapa puluh meter dari Grand Mosque, Hagia Sophia dan Grand Bazaar. Sangat luas sekali karena konon dihuni oleh lebih dari 4000 orang. Pagar bentengnya sebagian besar masih utuh dan yang nyeberang jalan raya dan ditepi laut sudah sebagian roboh karena harus ngalah dengan jalan raya modern.
.
.
Dapur Dengan Cerobong Asap
Besar Sekali
Dapurnya luar biasa besar, cerobong asap raksasanya kira kira ada sekitar 10 buah dan ruangan didalamnya kemungkinan dulu dipakai sebagai dapur masak sekaligus ruang makan untuk ribuan orang penghuninya. Karena saat ini dipakai sebagai museum, maka yang bisa kita lihat adalah berbagai macam keramik dan pecah belah kuno yang sebagian besar nampak jelas gosong pantatnya. Bisa dibayangkan, betapa gaduhnya dapur ini kalau beribu ribu orang makan bersamaan didalamnya.
.
.
Didepan Museum
Ada Pintu Kabah Dan Pedang Nabi
Topkapi Palace ini terdiri dari banyak sekali ruangan besar dan saat ini setiap ruangan digunakan sebagai museum yang menyimpan berbagai macam senjata, perhiasan istana, tanda penghargaan sultan, manuscript dan kaligrafi Islam. Yang menarik adalah adanya pancuran emas 'ka'abah', pintu ka'abah, pedang nabi, baju Husein dan Aisiyah dan ada pula jejak kaki nabi. Saya sendiri sangsi mengenai keasliannya karena masih bagus meskipun sudah koyak dibeberapa tempat. Dimuseum ini tidak boleh mengambil photo dan sangat penuh sesak.
.
.
Kucing Angora
Ternyata asalnya dari Ankara Turki
Sayangnya, anak anak bosan melihat lihat museum dan keluar masuk kedalam ruangan yang penuh berisi barang kuno peninggalan sejarah. Mereka lebih senang nggendong kucing yang banyak berkeliaran didalam istana. Kucing kucing disini sangat bagus, bersih dan berbulu tebal, Tour Guidenya cukup lucu juga dan mengatakan kucing tersebut adalah satu satunya keturunan penghuni istana yang masih tinggal didalam istana sampai saat ini, Kucing Ningrat katanya.... ada ada saja.
.
.
Bosporus Cruise
Banyak Bangunan Kuno
Dispeanjang Selat Bosphorus
Perjalanan menyusuri selat bosporus ini dimulai siang hari setelah kita selesai makan siang bersama para wisatawan yang lain. Waktu yang diperlukan sekitar 2 sampai 3 jam saja, kita menelusuri selat yang memisahkan benua Asia dan Eropa. Sepanjang perjalanan, banyak sekali burung laut yang terbang mencari makan dilaut dan juga banyak sekali kapal kapal wisata maupun kapal nelayan yang mondar mandir disekitar kapal kita. Bangunan bangunan bersejarah seperti masjid Suleimaniyeh dan masjid masjid di kawasan Galata juga nampak cantik dan menarik dari laut. Rumah rumah orang kaya Turki umumnya juga berada dipinggir selat Bosporus termasuk hotel Kempinski, hotel termahal di Turki tempat langganan Michael Jackson, Madonna dan presiden Putin.
.
.
Dingin Sekali
Diatas Kapal Wisata
Meskipun perjalanan menyusuri selat Bosporus ini siang hari, udara sangat terasa dingin sekali dan kita tidak bisa berlama lama di dek atas. Tetapi ada untungnya juga berada di kabin, disamping lebih hangat, pesan minuman hangatpun juga bisa, sayang nggak bisa pesan bakso atau sio may hangat dari dapur kapal ini.
.
.
Basilica Cistern
Selesai sudah wisata sehari penuh ini, dan kami dibawa bus kembali ke Hotel masing masing. Tetapi daripada kembali ke Hotel, kita memilih turun ke Sultan Ahmet saja, tujuannya adalah Grand Bazaar. Tidak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque dalam perjalanan kami ke Grand Bazaar, kita menemukan obyek wisata lain yang tidak kalah menariknya yaitu Basilica Cistern. Sayang tidak sempat ngambil photo karena keburu pingin segera shopping di Grand Bazaar.
.
.
Grand Bazaar
Toko Di Grand Bazaar
Disambut Teh Hangat Kalau Masuk
Letaknya masih di kawasan Sultan Ahmet juga, menuju ketempat ini kita melalui jalan jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu kendaraan saja. Hampir semua jalan di Sultan Ahmet tidak diaspal tetapi cukup ditata batu batu yang apik dan menarik saja. Dijalan sempit ini sudah berjajar aneka macam toko yang menjual berbagai macam souvenir. Sangat luas sekali, setiap kali masuk toko selalu ditawari minum teh atau kopi. Bisa kembung dan terpaksa 'harus' beli kalau kita berlama lama di satu toko. Tehnya sangat panas sekali, bisa satu jam ditoko tersebut nunggu teh dingin.
.
.
Demo Penjual Karpet
Mahal Sekali Yang Dari Sutera
Turkiye terkenal dengan karpet, kulit dan perhiasan emas. Oleh karena itu barang barang tersebut banyak mendominasi grand bazaar. Karena masih pagi dan tujuan kita masih banyak, maka yang saya kunjungi hanya toko karpet saja. Cara menjualnya cukup unik, semua orang dikumpulkan dan disuruh masuk saja kedalam toko yang luas. Setelah itu kita ditanya mau minum apa. ini adalah tehnik yang sangat luar biasa untuk membuat pengunjung betah didalam tokonya sambil melihat demo menggelar karpet.
.
.
Demo nggelar karpet ini diperagakan oleh para crew toko dengan sangat menarik. Berpuluh puluh Turkish Carpet digelar dihadapan kita, setelah peragaan selesai, kita baru diajak melihat lihat seluruh isi toko. Rayuannya sangat profesional sekali belum pernah saya merasakan rayuan ala Turki semacam ini sebelumnya dan tidak terasa barang yang kita beli sudah melebihi keranjang yang kita bawa. Mas Ardi saja yang langsung cemberut karena harus bayar banyak.

Baca Juga :

Jumat, 19 Desember 2008

Istanbul, Hari Keempat

Sholat Ied Di Masjid
Rapi Dengan Memakai Jas
Yang paling berkesan ketika mengunjungi Istanbul adalah pemandangan Masjid yang luar biasa banyaknya dan nampak indah dari kejauhan karena letaknya yang diatas bukit atau ditepi laut. Umumnya adalah masjid masjid tua peninggalan jaman Ottoman (Uthmaniyyah). Bentuknya relatif sama dan warnanya kebanyakan abu abu atau warna semen. Memasuki jam sholat, terdengar suara adzan bersahut sahutan dan merdu sekali dari kejauhan. Dan tidak seperti di Indonesia, Kuwait atau bahkan Arab Saudi, penduduk yang datang sholat menuju Masjid cara berpakaiannya sangat 'western' sekali, semua memakai jas dan banyak yang membawa Al Qur'an kecil dari rumah. Saya langsung teringat kampung halaman dimana sering kita lihat mereka yang beragama kristen berangkat ke gereja dengan membawa bibel dari rumah di Indonesia.


Semua Masjid Di Turki Terbuka
Buat Turis Apapun Agamanya
Lain dengan di Indonesia yang tegas tegas melarang non muslim untuk memasuki Masjid. Di Turki, masjid bebas dimasuki oleh yang non muslim karena dijadikan obyek wisata. Hanya pada saat jam sholat saja masjid ditutup sementara untuk sholat, setelah itu buka kembali. Semua tour guide dengan bebas berdakwah memperkenalkan Islam yang sebenarnya kepada non Muslim dan didalam masjid ada 'pertunjukan' yang bisa disaksikan para turis yaitu membaca Al Qur'an.

.
Pertanyaan pertanyaan mengenai terorisme dan radikalisme yang sudah terlanjur melekat pada para muslim dengan bijak dijelaskan oleh guide dan ustadz masjid dengan sejuk dan bagusnya. Demikian juga dengan aliran Sunni, Shiah dan yang lainnya dijelaskan detil dengan cerdas dan mudah dimengerti oleh yang non muslim. Kisah kisah yang ada pada bibel juga dijelaskan hubungannya dengan apa yang tertulis dalam Al Quran. Sangat luar biasa, dan hasilnya ... Islam berkembang pesat di Eropa melalui Turkiye terutama di Perancis (tahun depan saya ceritakan khusus, InsyaAllah saya akan ke Perancis untuk hal ini). Bagaimana dengan Indonesia ? Yah, baru sebatas mempermasalahkan perbedaan. Kalau lihat gambar disamping pasti langsung pasang kuda-kuda, sajadah kok diinjek injek bule.


Rustem Pasha Camii (Rustem Pasha Mosque)
Kubahnya Indah Sekali
Masjid Uthmaniyyah (Ottoman) ini dibuat pada tahun 1561-1563 oleh Arsitek Mimar Sinan. Letaknya dekat sekali atau malah didalam Pasar Strawmat Weavers di EminönĂ¼ atau terletak di Hasircilar Carsisi, jalan besar yang hanya beberapa langkah saja sudah sampai di laut Marmara.
Seluruh dinding penuh dengan keramik warna biru yang indah, sebagian masih asli dan nampak kuno sedangkan sebagian lagi sudah merupakan hasil renovasi dan diganti persis seperti aslinya. Dekorasi kubahnya sangat bagus sekali.


Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii)
Blue Mosque
Ini masjid utama Istanbul yang sangat terkenal. Warnanya abu abu seperti semen dan tidak terkesan ada warna birunya. Bagian dalam juga dipenuhi karpet warna merah tebal dan bagus. Lalu yang biru apanya ? ternyata keramik dinding bagian dalamnya yang berwarna biru, tidak biru biru amat sih, kalah sama warna merah karpet sajadahnya. Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Sultan Ahmed, terletak di kawasan Sultan Ahmet, kawasan  tertua Istanbul.


Blue Mosque Penuh Turis
Tour Guide Pontang Panting
Menjelaskan Islam
Masjid ini dibangun tahun 1609-1616 atas perintah Sultan Ahmet I. Makamnya ada di halaman Masjid. Letaknya berhadapan dengan museum yang dulunya bekas gereja kristen dan pernah berubah jadi masjid sebelum dipermanenkan jadi museum, yaitu Hagia Sophia (Aya Sophia/Sancta Sophia). Daerah ini sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Byzantin. Arsitek Masjid ini bernama Sedefhar Mehmet Aga. Non muslim juga tidak diharamkan memasuki masjid ini.



Masjid Ortakoy, Masjid Yeni Valide Dan lain lain
Masjid masjid lain yang bersejarah sangat banyak sekali, dan kita cukup melihat dari kejauhan saja. Bentuk arsitekturnya dan penempatan bangunannya yang diatas bukit atau di teluk pinggir laut secara tidak langsung membuat mata langsung melihat ke bangunan masjid yang lain dibandingkan dengan sekitarnya. Seperti sedang berkelana di cerita komik HC Andersen, karena menara menara masjid sangat mirip dengan gambar pada komik tersebut.


Hagia Sophia (Aya Sophia/Sancta Sophia)
Aya Sophia
Didepan Blue Mosque
Saat ini bangunan ini dijadikan museum dan hanya dipisahkan sekitar 500 meter saja didepan Blue Mosque. Sebuah keputusan yang tepat dari Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1937 daripada dilanda kerusuhan yang berbahu agama berkepanjangan. Pada awalnya bangunan ini adalah sebuah gereja katedral (basilika) yang didirikan oleh Constantine. Tetapi sejak Constantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmet II pada tahun 1453, gereja ini difungsikan sebagai Masjid Agung dengan nama Aya Sophia. Gambar gambar yang mengkultuskan individu langsung segera dihapus karena tidak diperbolehkan dalam Islam dan altar segera diubah menjadi Mihrab yang langsung menghadap Kaabah tempat Imam Masjid memimpin Sholat.


Aya Sophia
Pernah Jadi Gereja Dan
Masjid
Renovasi tidak terbatas pada bagian dalam Masjid saja, bagian luar yang berkesan gereja diubah total termasuk tanda salib dipuncak kubah diganti dengan bulan sabit. Pada masa Mehmet II (1444-1446 dan 1451-1481), dibangun menara dibagian selatan bangunan dan pada masa Selim II (1566-1574) dibangun 2 menara lagi. Tempat wudhu yang terlihat pada gambar dibawah juga masih antik, asli sekaligus lestari.






Tempat Wudhu
Aya Sophia
Pada tahun 1937, fungsi bangunan diubah menjadi Museum oleh bapak bangsa Turkiye Mustafa Kemal Ataturk. Gambar gambar bernuansa gereja yang indah yang sebelumnya dicat atau ditutupi mulai diperlihatkan kembali tanpa mengganggu atribut Islam yang sudah ada dan tidak kalah indahnya. Inilah satu satunya bangunan yang unik pernah saya lihat dimana dalam satu tempat ada atribut dua agama Kristen dan Islam berdampingan secara serasi. Diatas Mighrab tempat Imam terpampang gambar Yesus dan ada kaligrafi Islam bertuliskan Allah, Muhammad dan sahabat sahabatnya.



Hippodrome
Hippodrome
Ternyata Tugu Seperti
Yang Ada Di Mesir
Yang ini nggak jelas bangunan apa, letaknya juga masih dikawasan Sultan Ahmet, bentuknya hanya berupa tugu dan mirip sekali dengan tugu tugu untuk lempar Jumrah di Saudi Arabia, ada yang besar dan kecil. Karena nggak ada yang bisa njelasin saat itu maka kita anggap saja tempat untuk manasik haji. Banyak juga turis yang berphoto photoan juga, dan kita juga nggak mau kalah ikut berphoto juga meskipun nggak ngerti sejarahnya. Kalau anda pingin tahu sejarahnya, silahkan baca sendiri hippodrome of Constantinople. Setelah itu tolong saya diceritain juga ya.



Baca Juga :

Sabtu, 13 Desember 2008

Istanbul, Hari Ketiga

Kereta Api Antik Taksim
Hari ketiga adalah mengulangi tempat tempat yang menurut kita menarik pada saat kita lihat dari atas bus pada saat city tour own arrangement kemarin. Kaki rasanya sudah susah untuk diajak jalan jalan lagi, kemana mana jalan, berhenti sebentar duduk duduk dipinggir jalan lalu jalan kaki kembali. Dingin sekali, rasanya kurang tepat bepergian ke Turki bulan Desember tetapi bagi kita yang penting enjoy dan sehat bisa jalan kaki kemana mana.

Taksim Square
Kayak Orang Ilang
Nggeret Tas Ditengah Kota
Namanya Taksim Square, tapi kita cari cari yang 'square' sebelah mana kita tidak menemukan, yang ada adalah bundaran dengan tugu ditengah jalan Taksim Cad. Ditempat ini sangat ramai sekali karena merupakan pertemuan segala macam angkutan umum, mulai bus kota, stasiun metro, tram listrik sampai tempat mangkal taxi. Seperti halnya ditempat semacam ini di Indonesia, pedagang kaki lima juga banyak. Jagung bakar ada cuma teh botol saja yang nggak ada. Gambar disamping adalah gambar kita pada saat pertama kali nyampai di Taksim hari pertama, kita masih belum tahu kalau 50 meter dari tempat kita berdiri adalah 'Malioboro'nya Istanbul. Perhatikan gambar masjid Istiklal di latar belakang, masjid tersebut berada di Istiklal Cad, Taksim Istanbul.


Taksim, Padat
Pejalan Kaki
Hanya nyeberang jalan sekitar 50 meter saja dari stasiun metro bawah tanah atau dari tempat pemberhentian bus, sudah ketemu jalan yang luar biasa padat, mirip kawasan Malioboro di Yogyakarta. Entah apa nama jalan ini, mungkin Istiklal Cad, Straserviller Cad atau mungkin juga Beyoglu karena nama nama ini yang banyak saya baca ditempat ini. Sama seperti di Malioboro banyak sekali tulisan Sate Padang, Soto Madura, Martabak Mesir dan Gudeg Yogya yang membuat para turis bingung, sedang berada di Yogya, Padang, Mesir atau di Madura saat itu. Maklum jalan sendiri dan nggak ada guide yang membimbing atau memberi tahu. Cuma modal peta kecil dan buku 'Istanbul City Guide' saja kemana mana.



Photo Sebentar Saja
Bisa Bikin Macet Pejalan Kaki
Anggap saja jalan padat orang ini namanya Beyoglu saja biar gampang, disini kita bisa berdesak desakan dengan orang dari berbagai macam belahan dunia dan juga berdesak desakan dengan tram listrik yang mondar mandir ditengah jalan. Nggak usah kuatir ketabrak tram, suara loncengnya cukup keras dan tramnya ngalah sama pejalan kaki. Sampai saat ini saya tak habis mengerti, kenapa orang orang tersebut berjalan berdesakan dijalan itu kesana kemari, kalau tujuannya belanja kenapa toko toko disepanjang kiri kanan jalan tersebut sepi sepi saja dan mereka tidak banyak yang membawa barang belanjaan. Menurut saya sih, mereka cuma cari anget saja daripada kedinginan jalan sendiri.


Ini Dia Kereta Api Taksim
Yang Bikin Macet
Naik Tram listrik disini bisa bayar dan bisa juga tidak, kemungkinan besar nggak bayar. Pengalaman kita, kalau naiknya dari depan dan kita tanya ke sopirnya berapa bayarnya, dia langsung minta 1 YTL per orang, tetapi kalau naik di gerbong belakang, nggak ada kondektur yang narik iuran. Malahan, kita bisa bebas loncat naik dan turun tram karena jalannya pelan sekali. Sangat pelan karena padat sekali dengan orang jalan kaki disamping itu tramnya juga sangat kuno dan antik. Saking asyiknya naik tram, kita hitung hitung sudah 4 kali mondar mandir naik tram, sekali bayar dan 3 kali naik gerbong belakang.


Taksim Belanja Barang Branded
Parisnya Istanbul
Dari stasiun metro kekanan sekitar 100 meter juga banyak sekali pertokoan pertokoan bagus. Pertokoan ini berada dijalanan sempit dan tertata sangat rapi dan bersih mengingatkan kita akan toko toko semacam itu di Paris. Barang yang didagangkan terutama gaun gaun fashion dari perancang busana terkenal, ada rumah mode Dior, Channel, Coco Rabanne, Davidoff dan rumah rumah mode terkenal lainnya seperti di Paris. Entah dirancang sedemikian rupa atau tidak sengaja menyerupai Paris saya tidak mengerti. Tetapi beberapa nama daerah di Istanbul sangat mirip dengan nama nama di Perancis juga, misalnya Edirne. Meskipun jaraknya hanya beberapa 100 meter saja dari jalanan yang padat manusia diatas, jalanan di Paris Kecil ini jauh lebih sepi atau boleh dikatakan sangat sepi sekali.

Baca Juga :

Istanbul, Hari Kedua

Turki Palsu
Si bapak pusing tujuh keliling, anggota 'trio kwek kwek'nya tidak ada yang suka melihat museum atau peninggalan sejarah di Istanbul. Alasannya jelas, kemarin sore sudah berphoto bersama didepan Blue Mosque dan Aya Sophia jadi buat apa harus masuk kedalam, mending jalan jalan di toko toko didepannya. Si bapak juga nggak mau kalah, kalau cuma toko di Kuwait juga banyak, kalau mau cari souvenir bisa hari terakhir. Ribut satu lawan tiga, dan pemenangnya adalah 'TRIO KWEK KWEK'.



Sepatu Baru
Bakirkoy District
Pagi hari setelah makan pagi di hotel, kita sepakat mau shopping dulu bukan ke Sultan Ahmet karena ditempat ini kebanyakan adalah toko souvenir, carpet dan toko oleh oleh saja, tetapi kami ingin mencari baju hangat disekitar hotel saja. Baju hangat yang kami bawa dari Kuwait ternyata kurang tebal dan tidak mempan dengan udara dingin Istanbul. Jari jari tangan dan kaki rasanya juga sudah beku dan susah diajak kompromi karena dari Kuwait yang kita pakai adalah sepatu terbuka yang hanya cocok dipakai di padang pasir. Sepatu anti dingin juga menjadi target darurat pagi ini.


Pantai Nelayan Di Istanbul
Temperatur diluar pagi hari sudah mencapai 4 Derajat Celcius. Laporan cuaca TV pagi ini mengatakan di Ankara sudah mencapai 0 Derajat Celcius. 'Trio Kwek Kwek akhirnya sukses membeli sepatu boot hangat anti beku untuk musim dingin. Si bapak merengut dari pagi, 'sepatu orang sakit polio kok dibeli'. Tralala Trilili dapat sepatu baru .....




Bakirkoy
Di sekitar hotel Atakoy Marina (namanya Bakirkoy district) ternyata tempat jalan jalan juga. Tiga mall besar yang ada disini adalah Galleria, Capacity dan Caroussel. Tetapi yang menarik adalah toko toko kecil sepanjang gang dan lorong diantara ketiga mall tersebut.








Toko Souvenir
Di Sultan Ahmet
Suasananya sangat western sekali, meskipun 95 % penduduknya beragama Islam tetapi tidak terlihat ciri ciri negara Islam kecuali banyak masjid saja, wanitanya tidak berkerudung, di kiri kanan banyak yang jual minuman keras dan ada juga pedagang kecil yang jual kupon lotere. Kalau di Indonesia barangkali sudah di'bom'.








Ngamen Di Stasiun Metro
Pengamen jalanan juga ada, cara ngamennya tidak asing sekali dan sering kita lihat di film film. Sambil memainkan alat musiknya, topi atau koper alat musiknya digelar didepannya. Kita tinggal melemparkan uang kedalamnya. Lagu yang dibawakan semuanya lagu Turkish yang tidak kita mengerti. Tetapi ada bagusnya juga, kalau yang dibawakan lagu Indonesia pasti mas Ardi ikut gabung disitu dan nggak mau diajak pergi. Sayang kita nggak bisa 'request' lagu.



Masuk Kota Istanbul
Kesan saya, Istanbul sangat bersih dan rapi meskipun jalan dan gangnya kecil dan sempit tetapi tidak ada mobil yang parkir sembarangan seperti di Kuwait. Penduduknya taat sekali dengan peraturan lalu lintas. Semua orang yang jalan jalan di Bakarkoy District ini sangat modis sekali, mungkin karena kedinginan. Pemandangan lautnya sangat indah sekali, daerah ini benar benar menghadap selat Bosphorus, banyak sekali kapal kapal besar, nelayan dan kapal wisata yang berseliweran di selat ini.


City Tour Istanbul
Havas Bus
Bis Damri Istanbul
Hari kedua ini kita sebut City Tour, Own Arrangement kemana mana naik bus angkutan umum dan metro pokoknya pindah dari terminal ke terminal dari pinggiran kota paling selatan sampai paling utara dan paling barat sampai timur. Tujuannya nggak jelas dan nyampai dimana juga nggak tahu. Jadi susah sekali ceritanya. Pokoknya ada tempat menarik langsung kita ingat ingat dan mulai besok baru akan kita kunjungi. Nampak station metro langsung turun dan ganti naik metro, nampak tram listrik juga turun dan mencoba naik tram. Kalau ongkos bus, metro atau tram YTL 1.4 dan kita naik turun 10 kali, maka total biaya city tour ini hanya kurang lebih YTL 50 sampai 60 atau sekitar KD 10 saja berempat. Habis sudah seluruh Istanbul kita jelajahi.


Tram Listrik Istanbul
Hujan juga mulai turun, mengingatkan kita pada Indonesia dimana mana jalanan basah. Sepatu baru segera diganti kembali dengan sepatu lama. Untung kardusnya nggak dibuang. Rasanya seperti hujan hujan di Puncak, Bukittinggi atau Berastagi, Brrr dingin sekali ... tetapi nggak apa apa, kesempatan hujan hujan seperti ini sulit kita temui di Kuwait.




Gorengan Istanbul
Yang menarik adalah belanja makanan kecil yang kita temui sepanjang jalan. Ada jual jagung bakar langsung kita coba, nggak enak. Ada juga yang jual makanan seperti donat raksasa, entah apa namanya juga kita coba ternyata nggak enak juga, asin. Yang kita suka adalah semacam biji nangka tetapi agak besar dan cara masaknya dibakar di alat pembakar bulat kecil. Kita bisa makan sambil jalan jalan di udara dingin. Uenak tenan ..... pedagang kaki limanya mengingatkan kita suasana didepan rumah apartment kita di Casablanca - Tebet.


Baca Juga :