Rabu, 12 Juli 2017

Ngrasain Jadi Bule Di Kenya

Anak Anak Sekolah Di Nairobi, Kenya
Cukup Saya Sapa 'Sudah Makan ?', Langsung Ngajak Photo


Seringkali kita menyaksikan dan ikut tertawa kalau ada turis asing grotal gratul mengucapkan salam atau kalimat dalam bahasa Indonesia. Semakin tersengal sengal mengucapkan kosakata Indonesia semakin banyak yang mengerubutinya. Kesannya aneh dan lucu. Apalagi, kalau turisnya bule, pasti ada yang ngajak selfie photo bersama. Sebenarnya para turis itu heran juga kalau sedang enak enak wisata tiba tiba diajak photo bersama. Dan sebenarnya sangat wajar juga para turis itu mempelajari beberapa kosakata bahasa Indonesia karena tahu sebagian besar penduduk Indonesia tidak menguasai bahasa asing sama sekali.


Turis Bule Kalau ke Indonesia Sering Bengong
Karena Selalu Diajak Photo Bersama


Sayapun juga demikian. Saat saya berkunjung ke Kenya, saya hapalkan terlebih dulu beberapa kosakata bahasa Swahili. Tetapi saya keliru, ternyata penduduk Kenya sehari hari berbahasa Inggris. Kenya punya dua Bahasa Nasional yaitu bahasa Inggris dan Swahili. Saat saya menyapa mereka dengan bahasa Swahili, terlihat semua orang tiba tiba begitu 'sumringah' mendekat dan sedikit kaget melihat ada 'Turis Pesek' mengajak berbicara dalam bahasanya.  Ada yang langsung tertawa lalu ngajak selfi. Sayapun nggak mau ketinggalan, langsung saya keluarkan iphone dan saya ajak selfie juga mereka.


Anak Anakpun Suka Turis Pesek Dari Indonesia
Jambo, Habari ? Natoka Indonesia

Yang saya hapal sebenarnya nggak banyak tapi cukup membuat 'hidup' suasana.  
  • Jambo - artinya Hi/Halo
  • Habari ? - artinya Apa Kabar
  • Natoka Indonesia - arinya Saya Dari Indonesia
  • Asante - artinya Terima Kasih
  • Karibu - artinya Selamat Datang
  • Kwaheri - artinya Selamat Tinggal
  • Ndiyo - artinya Ya
  • Hapana - artinya Tidak
  • Jina Lako Nani ? - artinya Siapa Namamu ?
  • Ushakula ? - artinya Sudah Makan ?
  • Nina Njaa - artinya Saya Lapar
  • Nina Kiu - artinya Saya Haus
Anak Anak Sekolah Kenya

Lebih heboh lagi saat saya bertemu dengan anak anak sekolah. Salah satu saya tanya namanya, 'Jina Lako Nani ?', dan salah satu anak menyebut namanya Njagua Ndese tapi minta dipanggil Jaguar. Sangar sekali panggilannya Jaguar. 
'Hah.... Jaguar ? ', pura pura kaget saya.  
'No..no... you are mbuzi', langsung ngakak semua teman temannya.


Eh, Disuruh Bergaya Mau
Keren Gayanya

Baru kemarin sore saya makan Nyama Choma, semacam Sate Kambing ala Afrika di pusat kota Nairobi. Ada tulisan Mbuzi di warung tersebut. Jadi cuma kata Mbuzi itu saja yang saya ingat dan terucap. Sampai saya berpisah dengan anak anak tersebut, masih terdengar suara ngakak senda gurau mereka. Si Jaguar mulai hari ini dipanggil Mbuzi oleh kawan kawannya. Mbuzi itu artinya Kambing.


Anak Sekolah Di Nairobi Wajahnya Diclontang Clonteng

Jambo Jaguar, eh Mbuzi
Ushakula ? Artinya Sudah Makan ?

Bu Guru Baru
Ngajari Lagu Anak Anak Indonesia, Ternyata Bisa

Gede gede, Ternyata Masih SMP
Ceweknya Gundul Semua

Akrab Bersama Guru Dan Anak Anak


Angkat Tangannya Semua
Selfie Dulu Ya

Jambo, Salam Buat Anak Anak Indonesia

Horeee  Jadi Bule Di Kenya

Orang Kenya Ternyata Mudah
Diajak Akrab Dan Bersahabat


Horeeee Pulang
Baca :

Jumat, 07 Juli 2017

Bling Bling Matatu Kenya

Namanya Matatu Di Kenya
Serbaguna Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama

Mungkin anda masih ingat percakapan atau lagu dalam film kartun Lion King. Ada lagu dan juga kalimat yang paling sering diucapkan dalam film tersebut yaitu Hakuna Matata. Ini bahasa Swahili Kenya yang berarti 'Nggak Jadi Masalah' atau 'No Problem'. Sebuah kalimat yang juga sehari hari saya dengar diucapkan oleh penduduk Kenya. Kesannya orang Kenya itu suka 'menggampangkan' semua masalah. Dikit dikit mengucapkan 'Hakuna Matata...... Hakuna Matata' dimanapun juga.


Kepalanya Truk Tapi Ekornya Full Karaoke



Kalau tiba tiba ada Angkot nyelonong, ugal ugalan atau berhenti mendadak, yang sering saya dengar 'Huhh Matatu Matata !'. Nah ini artinya Matatu Bermasalah. Matatu itu adalah nama angkutan umum warna warni, full music dan gemerlap penuh lampu di Nairobi dan kota kota lain di Kenya. Matatu adalah angkot swasta. Angkot yang normal tanpa hiasan warna warni dan accesories heboh milik pemerintah namanya SACCO. Kalau di Indonesia SACCO itu kira kira sama dengan DAMRI.


Selebritis Top Kenya Namanya Maje


Matatu ada yang berukuran kecil, sedang dan besar. Kira kira seukuran Mitsubishi Colt, Toyota Hi Ace, Metromini atau bahkan truk yang dimodifikasi menjadi angkutan umum. Dibandingkan dengan Bus Kota/Antar Kota SACCO yang normal tanpa gambar, lampu, sound system dan accesories heboh, Matatu ini terlihat lebih agresif mencari penumpang. Kondektur / Keneknya terlihat selalu bergelantungan di pintu sambil teriak teriak mencari penumpang.


Semakin Hebring Semakin Tertarik Penumpang
Untuk Mencoba Naik


Tampilan Matatu terlihat sangat atraktif sekali. Dari luar seluruh body bus/truk digambari tokoh atau selebrities terkenal. Mulai Bob Marley, Ronaldo, sampai Spiderman. Ada juga gambar  artis artis lokal yang kira kira paling cantik dan semlohe di Kenya. Tulisan tulisan graffity warna warni dalam bahasa Swahili juga ada. Mungkin artinya,  'Kunanti Jandamu', 'Piye Kabare, Enak Jamanku To' dll


Musiknya Kencang
Penumpang Boleh Joget Di Trotoar

Yang membuat saya tertarik untuk menuliskan dalam blog ini adalah suara musiknya yang hingar bingar sangat keras sekali. Bisa budeg kalau naik Matatu kira kira 2 jam saja keluar kota. Kalau malam hari, lampu warna warni dinyalakan semua menambah hebring angkutan umum khas Nairobi dan kota kota besar di Kenya ini.


Ada TV Lebar Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama

Saya sempat heran juga, Matatu ini kalau malam hari banyak yang berubah fungsi menjadi tempat Karaoke, Nonton Sepak Bola Bersama, Cafe Tempat Ngopi dan berbagai macam hiburan malam. Keren kan, disaat penumpang sepi, langsung diubah fungsikan jadi tempat hiburan malam. Saya perhatikan isi interiornya, ternyata ada Wifi, TV Layar Lebar dengan sound system canggih didalamnya. Dan terlihat ada beberapa gadis pakai rok mini sedang berKaraoke. Asyikkkkk ......, silahkan sruput dulu welcome drink khas Matatu Kenya, air mineral Cap Keringet  seperti gambar dibawah ini, Suegerrrrr ....


Air Mineral Terkenal Di Nairobi Kenya
Suegerrrrr Pol

Penampakan Malam Hari
Cerdas, Daripada Nggak Ada Penumpang Lebih Baik Buat
Karaoke



Hati Hati Kalau Naik Matatu Malam Hari
Banyak Kasus Kriminal Bermula Dari Matatu


Setiap Tahun Ada Lomba Design Matatu
Berhadiah Besar


Siang Hari Cari Penumpang Ugal Ugalan

Saling Salip Menyalip Berebut Penumpang


Akhirnya Terperosok Masuk Ke Parit


Ada Matatu Yang Melayani Antar Kota
Bersaing Dengan SACCO


Putar Balik Di Jalanan Sempit
Hakuna Matata (No Problem)



Ngetem Cari Penumpang
Pokoknya berhenti Dimanapun Juga Hakuna Matata



Senin, 26 Juni 2017

Diani Beach Mombasa Kenya

Onta Di Diani Beach, Kwale
Buat Hiburan Turis Bisa Jalan Jalan Sepanjang Pantai

Seperti warga Kuwait yang lain, saat musim panas sebagian besar penduduknya 'ngadem' bepergian ke negara lain. Panas sekali, temperatur udara diluar sekitar 50 Deg Celcius. Sayapun ikutan 'ngadem' juga dan kebetulan ada libur panjang Idul Fitri. Tujuan saya kali ini ke Mombasa, Kenya.  Negara terdekat yang proses visanya tidak ribet sama sekali, cukup apply online eVisa Kenya. Klik klik klik langsung jadi dan berangkat.


Pagi Hari Air Surut
Terlihat Bendungan Alam Sandbars Yang Menahan Ombak
Indian Ocean

Saya cukup terkejut saat pertama kali menjejakkan kaki di Mombasa International Airport, ternyata alamnya hijau, hujan turun terus setiap malam (Musim Hujan antara Apr-Jun dan Oct-Nov) dan udaranya sangat sejuk dengan temperatur udara sekitar 21 - 25 Deg Celcius. Wow...... saya kira padang rumput bergurun dengan semak semak pohon kecil seperti yang sering saya lihat di acara TV Animal Planet, ternyata dikejauhan terlihat banyak bukit dan gunung juga. Baru ingat saya, gunung tinggi terkenal Kilimanjaro letaknya di perbatasan Tanzania-Kenya, hanya 279 km dari Mombasa.


Kantor Pemasaran Wisata Deep Fishing
Banana Boat, Snorkeling, Glass Boat dan Ski Diving

Ada banyak sekali pantai yang menjadi andalan pariwisata Kenya, Diani Beach, Nyali Beach, Bamburi Beach dan lain lain. Saya pilih Diani Beach karena namanya rada rada Indonesia gitu. Kayaknya kenal banget saya dengan nama Diani ini, apalagi mas Ardi, bayangannya si Diani ini cewek, cantik, semlohe teman SMAnya dulu. Klop sudah, kita menginap di Diani Reef Hotel. Keren, teman SMA mas Ardi sukses punya beach, resort dan hotel di Mombasa, Kenya.


Hijau Dan Hujan Sepanjang Malam

Lokasi pantai Diani ini sekitar 30 Km  kearah selatan dari Mombasa, tepatnya masuk wilayah Kwale County. Dari Mombasa melewati Lunga Lunga Road, sebuah jalan sepanjang pantai kalau diikuti terus sekitar 250 Km akan nyampai perbatasan Tanzania.  Ada Sungai Kongo dan Sungai Mwachema yang mengalir menuju Diani Beach membentuk sandbars dan menghalangi ombak besar dari Indian Ocean.

Pantai Putih Diani Beach

Seluruh pantai sepanjang Diani Beach dikuasai hotel hotel besar. Yah, biarin saja yang penting pasirnya putih dan pemandangan bagus dengan pohon pohon kelapa, pohon baobab dan akasia disepanjang pantai dan jalan. Turis asing dan turis lokal cukup banyak, perkiraan saya tingkat hunian hotel sekitar 50 % saat low season bulan Juni ini.


Jalan Setapak Sepanjang Pantai

Hiburan yang ada cukup banyak seperti deep sea fishing, jet ski, ski diving, snorkeling, glass boat, banana boat, melihat ikan lumba lumba (dolphin) di laut lepas, discotheque dan lain lain. Binatang yang berkeliaran disekitar pantai dan hotel adalah Monyet dan ada juga Onta yang dituntun untuk hiburan turis. Slametttt, slamettt slamettttt!!!, nggak ada atau nggak ketemu Singa, Macan Tutul, Badak dan Gajah yang berkeliaran di Diani Beach meskipun pantai ini dekat sekali dengan Shimba Hills Conservation Area.


Pemandangan Pantai Dan Kolam Renang
Dari Kamar Diani Reef Hotel

Angin Yang Berhembus  Sejuk
Bikin Ngantuk

Shark Fin Cafe Diani Reef Hotel
Ombak Cukup Besar Sore Hari

Mencoba Snack Dan Minuman Hangat Gratis
Mulai Jam 16:00 - 17:00

Kalau Ombak Cukup Besar
Ganggang Dan Rumput Laut Mengotori Pantai

Minggu, 25 Juni 2017

Addis Ababa, Bole International Airport Selayang Pandang

Airport Ramai Dan Sibuk Merupakan Hub
Ethiopian Airlines

Apa yang ada dalam pikiran anda kalau saya menyebut nama negara di Afrika, Ethiopia ?, Pasti yang ada dalam pikiran anda adalah Kemiskinan, Kelaparan, AIDS dan berbagai jenis penyakit menular, warna kulit hitam dan lain sebagainya. Pemikiran seperti ini salah kaprah kalau anda datang dan melihat sendiri Addis Ababa Bole International Airport.  Rusak semua gambaran buruk tersebut karena sekilas pandang saja siapapun akan tahu, berada di airport ini siapapun akan merasa seperti di negara China.


Toko Obat China
Ternyata Ada Obat China Bikin Tidur Pulas


Bandara Internasional ini sangat ramai sekali dan merupakan Hub Ethiopian Airlines ke segala penjuru dunia, khususnya seluruh kota di negara negara Afrika. Bayangkan, negara yang anda anggap 'Kere' tersebut pesawatnya ternyata sangat banyak dan menguasai Afrika. Lokasi bandara ini di Bole Area sekitar 6 Km dari pusat kota Addis Abeba. Dulunya bernama Halie Selassie Airport. Selain sebagai Hub pesawat Ethiopian Airlines, bandara ini juga dipakai sebagai sekolah penerbangan Ethiopian Aviation Academy. Bisa kebayang nggak, generasi muda Ethiopia yang anda anggap masih kelaparan tersebut kedepannya seperti apa.


Duty Free
Isinya Barang Barang Dari China


Siapa yang bisa membalik kemiskinan dan kelaparan tersebut menjadi masa depan yang terang benderang ?. Jawabnya adalah keberanian pemerintah dan investor investor dari China. Pada saat IMF, World Bank dan negara negara kaya Eropa dan Amerika begitu pelit menyalurkan investasinya dengan mengajukan syarat syarat yang sulit dan mustahik, Investor China dengan penuh resiko tinggi mengambil alih semua investasi di negara negara Afrika,

Counter Di Airport Perusahaan China
Pegawainya Asli Ethiopian Tapi Sudah Pandai Bahasa Mandarin


Itulah yang saat ini terlihat jelas di Bandara International Addis Abeba Bole International Airport. Mulai Restaurant, Duty Free Airport sampai Toko Obat apalagi barang barang yang beredar diseluruh penjuru Afrika, khususnya Ethiopia dan bandara ini semuanya 'Made In China'. Tidak terasa sedikitpun anda sedang berada di benua Afrika saat tiba di bandara ini, isinya China mulu dan turis turis bule yang transit menuju negara lain.


Restaurant China Tapi Menunya
Masakan China Dan Lokal


Apalagi saat ini bandara international ini sedang diperluas. Pengerjaan konstruksinya juga dilakukan oleh kontraktor dari China. Lengkap sudah 'Chinaisasi' negara negara Afrika. Mulai mandor, pekerja konstruksi, Pilot Pelatih Ethiopia Aviation Academy, chef restaurant, penjual obat dan store manager semuanya hasil investasi yang berkelanjutan dari China.  Penduduk yang dulunya disepelekan karena kemiskinannya berangsur angsur terangkat derajatnya. 


Tokonya China Tapi Karyawannya
Ethiopian

Bagaimana saudara saudara, masihkah anda 'Jalan Ditempat' ?. Si Kere Ethiopian ternyata cara berpikirnya jauh lebih maju daripada anda semua yang setiap hari teriak masalah Suku, Bela Agama, Presiden Komunis, Joh Koh Wie keturunan China dll. Ethiopian sudah bukan bangsa Kere lagi dan anda semua masih berusaha mempertahankan ke'Kere'an anda. Maju terus Indonesiaku !!!.

Banyak Sekali Restaurant China Di
Addis Ababa International Airport

Toko Cendera Mata Ethiopian
Meskipun Souvenirnya Khas Afrika Tapi Made In China

Airport Duty Free Dengan Dekorasi China
Nggak Terasa Sedang Di Ethiopia

Counter Informasi Ethiopian Air
Dekorasinya China

Berbagai Macam Jamu China

Pekerjaan Konstruksi Pelebaran Bandara
Investornya Juga China


Andalan Export Ethiopia
Tepung Terigu - Investornya Juga China