Sabtu, 12 Agustus 2017

Gereja Buntung Royal Garrison Portsmouth

Papan Keterangan Didepan Pintu Gerbang
Penjelasannya Lengkap

Namanya Royal Garrison Church, lokasinya dekat sekali dengan tempat saya tinggal di Gunwharf Quay, Portsmouth, UK. Setiap saat saya bisa mengamati ada atau tidaknya aktifitas di gereja ini karena lokasinya diseberang pantai tidak jauh dari jogging track tempat saya biasa jalan jalan berolah raga. 

Pintunya Selalu Terkunci
Kalau Ada Rombongan Turis Boleh Numpang Masuk

Lokasi tepatnya di Penny Street, Grand Parade, Portsmouth, Hampshire, UK. Hampir tidak ada aktifitas sama sekali di gereja ini setiap harinya. Sepertinya hanya difungsikan sebagai cagar  budaya saja dan tidak digunakan untuk ibadah lagi. Sesekali dibuka untuk umum, terutama hanya dibuka untuk rombongan turis yang sudah ada appointment saja.

Halaman Depannya Penuh Kuburan
Pernah Jadi Rumah Sakit, Dan Gudang Senjata

Gereja buntung Royal Garrison ini sangat tua sekali. Didirikan tahun 1212 oleh Bishop Of Winchester dan saat itu digunakan juga sebagai rumah sakit dan hostel. Pernah juga digunakan sebagai gudang amunisi dan senjata. Tanggal 10 january 1941, atapnya kena sambar bom saat Perang Dunia II dan dibiarkan buntung, terbuka lebih dari separuh sampai saat ini. 


Kuburan
Di Bom Tahun 1941 Saat Perang Dunia II

Kaca kaca 'stained glass' di semua jendela dan pintunyapun sangat unik. Gambarnya kebanyakan tentara yang sedang berperang lengkap dengan senjata, tank, kapal perang dan pesawat temput. Tidak hanya gambar tentara saja, tetapi gambar urutan sejarah mulai saat masih sebagai rumah sakit (dokter, perawat dan pasien) sampai Perang Dunia II. Arsitek yang merenovasi gedung gereja Royal Garrison ini sepertinya lupa kalau gereja itu setidaknya harus ada gambar Yesus, Bunda Maria atau yang lainnya.


Kuburannya Paling Keren Sendiri
Saya paling ngeri kalau jalan jalan di kota Portsmouth terutama sepanjang jogging track Clarence Pier tengah malam. Saat melintasi gereja buntung Royal Garrison ini, suasananya terasa 'Singup' (bahasa Jawa). Sepanjang pantai sekitar gereja ini banyak sekali monumen peringatan korban perang dunia II, terutama angkatan laut Inggris. Kota Portsmouth memang pangkalan angkatan laut dan kapal perang Inggris. 

Bentuknya Sekarang Dibiarkan Buntung Tanpa Atap
Sejak Dibom Tahun 1941

Saat melintasi Gereja Buntung Royal Garrison ini, dari jauh terlihat banyak sekali kuburan dihalaman gereja. Ada satu kuburan paling besar tepat didepan pintu gereja yang cukup menyeramkan. Kuburan besar ini diatasnya ada patung jenasah dengan posisi tidur. Entah patung jenasah siapa itu, mungkin patung jenasah pak Garrison sendiri. Kalau Patung tersebut mendengar suara cewek, katanya langsung terbangun dan berdiri. Tapi untungnya patung tidak bisa mendengar, jadi nggak akan pernah bisa berdiri sendiri.


Jogging Track Sepanjang Pantai Tempat Saya
Jalan Jalan Setiap Hari

Portsmout Kota Angkatan Laut Inggris
Dimana Mana Banyak Tugu Peringatan/Kuburan
Korban Perang Dunia II

Halamannya Luas, Bersih Dan Indah
Tapi Banyak Orang Mati Disini Saat Perang Dunia II

Mozaik Kacanya Unik
Mungkin Satu Satunya Gereja Dengan Mozaik Tentara

Hanya Di gereja Buntung Royal Garison
Anda Bisa Melihat Jendela Dengan Mozaik Perang

Nggak Ada Gambar Yesus, Bunda Maria Atau
Gambar Gambar Lain Seperti Umumnya Gereja

Atapnya Dibiarkan terbuka Sejak Terkena Bom

Baca Juga :
Blogger Tricks

Selasa, 08 Agustus 2017

Moi International Airport, Mombasa Selayang Pandang

Gelap Gulita - 15 Menit  Baru Ada Satu
Petugas Bandara Yang Datang Menyalakan Lampu

Jam 11 siang pesawat Ethiopian Airlines yang membawa saya sekeluarga terbang dari Addis Ababa bersiap siap untuk mendarat di Moi International Airport, sebuah bandara Internasional kota Mombasa, Kenya. Dari atas saya perhatikan bandara ini cukup besar, jauh lebih besar dibanding bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau Ahmad Yani Semarang. Cocok sekali, Mombasa sebagai kota terbesar nomor dua di Kenya memeliki bandara internasional yang begitu besar. 

Penumpang Mulai Gelisah
Nunggu 15 Menit Dalam Kegelapan


Ada dua buah runway, runway utama panjangnya sekitar 3 - 3.5 kilometer, sedangkan runway kedua lebih pendek. Perkiraan saya hanya 1 - 1.5 kilometer saja. Runway 1 dilengkapi dengan ILS (Instrument Landing System). Artinya bandara ini memang bandara internasional yang mampu didaratin pesawat besar dan kecil, bukan bandara icak icak sekedar buat gaya gayaan bisa bikin proyek bandara.

Mombasa Kota Pantai Dan Pelabuhan
Patung Di Bandara Cukup Lumba Lumba

Turun dari pesawat, semua penumpang jalan kaki menuju counter pemeriksaan passport didalam gedung yang cukup besar dan megah. Tapi saya agak terkejut dan was was. Di counter imigrasi ternyata tidak ada petugas imigrasi sama sekali, kosong melompong dan bahkan gelap gulita. Wah, gawat nih, 15 menit menunggu di kegelapan membuat pikiran saya mulai ngacau. Membayangkan ada sesuatu kejadian luar biasa di Kenya. Mungkin diluar sana ada bom meledak, teroris Al Shabab, Boko Haram, Kudeta menggulingkan pemerintah, wabah penyakit atau cerita cerita seram lain tentang Afrika yang sering berseliweran di TV, medsos, film dan koran.

Horeee, Lampu Menyala
15 Menit Nunggu, 30 Menit Berdiri Ngantri

Ternyata saya salah, nggak ada apa apa  di Kenya. Petugas imigrasinya telat datang, klewas klewes minta maaf kepada semua penumpang alasannya rumahnya jauh dan jalanan macet ada pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara. Hanya seorang diri, petugas ini tugasnya multi fungsi mulai membuka pintu, menyalakan lampu, menyalakan komputer, mengatur antrian, menyingkirkan tanda tanda larangan masuk dan stempel pasport. Lumayan, 15 menit nunggu, 30 menit ngantri. Begitu semua penumpang sudah distempel passportnya, langsung komputer dan lampu dimatikan kembali. Si Petugas langsung ngloyor entah pergi kemana

Hanya Satu Petugas Imigrasi
melayani 100an Penumpang Ethiopian Airlines

Hanya Turkish Airlines, Ethiopian Airlines, RwandAir dan Meridiana yang terbang dari luar negeri menuju bandara ini langsung. Tidak semuanya punya jadwal terbang tetap setiap hari. Pesawat lain kebanyakan pesawat charter, tidak setiap hari mendarat di bandara ini contohnya Bravo Airways, Condor, Enter Air dan Neos. Pesawat lokal juga ada, umumnya pesawatnya kecil kecil dengan mesin baling baling. Contohnya Kenya Airways (pesawatnya Embraer),  Mombasa Air Safari, Jambo Jet, Fly540 dan Fly SAX.

Gerbang Masuk Moi International Airport
Mombasa, Kenya

Di halaman luar bandara, terdapat tempat parkir yang sangat luas dengan taxi bandara berwarna kuning terparkir rapi menunggu penumpang. Ada dua terminal saja di Moi International Airport ini yaitu terminal Kedatangan dan terminal Keberangkatan. Di Terminal Keberangkatan hanya ada satu buah cafe (Rafiki Cafe) dan satu buah Duty Free Shop, namanya Candy Shop. Tempat duduk buat nunggu keberangkatan sangat banyak tapi saya tungguin hampir dua jam tetap saja kosong melompong.


Taxi Kuning Moi International Airport
Rapi Parkir Sabar Nunggu Penumpang

Iseng iseng saya ajak ngobrol pelayan Rafiki Cafe. Saya tanyakan kenapa bandara internasional sebagus dan sebesar ini bisa kosong melompong. Jawabnya, cukup mengejutkan. 'No Mc Donald in Kenya, never....'. Bingung saya mengartikan jawabannya. Ternyata pelayan yang satu ini benci sampai ke ubun ubun apapun yang berbau Amerika. Terutama pemberitaan TV ala Amerika dan juga medsos yang dianggapnya semua produk Amerika. Satu jam saya ajak ngomong, keluar semua unek uneknya. 

Mirip Bandara Adi Sucipto Yogya
Tapi Moi Airport Jauh Lebih Besar

Katanya penderita AID yang terbanyak di Amerika, yang dituduh Afrika. Monyet dan binatang Afrikapun tidak luput dari tuduhan sebagai sumber penyakit yang mewabah didunia.  'Coba lihat seluruh Kenya, siapa yang AID, Bird Flu, Ebola, Yelow fever ?, Africa is continent friend, hundred countries are in Africa'. Rupanya, orang ini jengkel dengan masifnya pemberitaan negatif tentang Afrika di TV dan medsos. Medsos buatan Amerika inilah sumber utama yang bikin turis ogah datang ke Kenya.

Mirip Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta

Akhir kata, kalau anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan temui Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.

Counter Check In Sepi

Check In Penumpangnya Sedikit
Karena Pesawat Lokal Kecil Dan Masih Baling Baling

Rafiki Cafe
Lumayan Ada Yang Jual Minuman

Ruang Tunggu Keberangkatan
2 - 3 Jam Saya Tungguin Tetap Saja Kosong

Candy Shop Jual Permen, Buku Travel
Cendera Mata Dan Minuman Kaleng

Banyak Burung Beterbangan Didalam Airport
Ada Wabah Flu Burung Di Amerika Yang Dituduh
Burung Di Afrika. 

Rabu, 02 Agustus 2017

Kampanye Pemilu Serentak Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu

Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.

Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa - Nairobi

Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).

Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud 'modified' adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.


Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye

Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana - Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.

Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh

Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.

Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa

Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.

Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun

Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput



Baca :

Jumat, 28 Juli 2017

Nyama Choma - Daging Sisa Santapan Singa

Nyama Choma
Ngeri, Mirip Daging Kambing Dicabik Cabik Singa

Tentunya anda pernah melihat acara TV Animal Planet yang sangat dramatis dimana seekor Singa mengejar, menerkam, dan mencabik cabik anak zebra  disalah satu Taman Nasional di Kenya. Begitu si Singa berhasil melumpuhkan buruannya, langsung singa singa lain datang ikut mencabik cabik dan melahapnya. Tak begitu lama datanglah beberapa orang suku Maasai mengusir Singa kelaparan tersebut hanya dengan tongkat kayu kecil. Dengan santai dipanggulnya sisa santapan singa tersebut untuk dipanggang ditempat lain. Nah, daging panggang khas suku pedalaman Kenya ini sekarang sudah menjadi kuliner andalan Kenya. Namanya Nyama Choma.

Usus Dan Jerohan Tidak Dipotong Rapi
Seperti Sisa Makanan Singa

Saat ini Nyama Choma disajikan dengan apik diberbagai tempat di kota Nairobi dan kota kota lainnya. Mulai warung kecil dipinggir jalan, ditengah pasar Kenyatta sampai restaurant roof top hotel bintang 5 banyak yang menyajikan Nyama Choma. Daging yang dipanggang sudah disesuaikan dengan selera orang kota, bukan lagi daging Zebra, Gazelle atau Wildbeese tapi sudah diganti dengan daging Kambing dan ada juga Ayam.

Konon Nyama Choma Itu Aslinya
Daging Panggang Sisa Santapan Singa

Cara memanggangnya sangat tidak sedap dipandang mata. Kaki kambing utuh, Kepala kambing utuh, iga kambing utuh dan bahkan jerohan kambing mulai dari usus, paru dan hati semua dionggokkan diatas alat pemanggang berukuran 1 x 3 meter. Brutal, Kambing tidak dipotong kecil kecil dulu baru dipanggang tapi dimutilasi jadi 4  atau 5 potongan besar plus jerohan yang dikeluarkan semua utuh. Benar benar seperti menyaksikan atraksi bakar kambing sisa santapan singa.

Kachumbari
Rasanya Segar Agak Kecut Dan Pedas

Cara menyajikannya juga cukup mengerikan.  Jerohan atau isi perut kambing mulai dari usus, hati, paru dll langsung dicomot dari tempat memanggang dan diletakkan diatas piring tanpa diiris kecil kecil. Daging paha kambing cara memotongnya juga dicabik cabik dengan pisau. Pedagangnya sambil cengengesan menyebut cara memotong daging serampangan seperti itu dengan istilah 'Lion Cut' atau 'Lion Bites'. Sangat berbeda dengan Sate Kambing di tanah air dimana daging kambing diiris kotak kotak sama besar dan ditusuk bambu dan terlihat rapi.

Namanya Sukuma Wiki
Enak Sekali, Di Indonesia Nggak Ada Daun Sukuma Wiki Ini

Pasangan Nyama Choma yang dihidangkan adalah Kachumbari (campuran tomat, bawang merah, cabe hijau dengan rasa nano nano), Sukuma Wiki (bener nih, enak sekali daun hijau yang bernama Sukuma Wiki ini) dan sebagai nasinya adalah Irio atau Ugali. Baik Irio atau Ugali ini bahannya umbi umbian Afrika, Irio agak manis, kira kira seperti Umbi Cilembu sedangkan Ugali rasanya tawar.

Yang Warna Putih Diatas Namanya Ugali
Umbi Umbian Khas Afrika Makanan Pokok Orang Swahili

Nggak suka Irio atau Ugali bisa minta ganti Mahamri. Rasa Mahamri ini lebih bisa diterima oleh turis bule maupun Asia dibanding Irio dan Ugali karena bahannya dari tepung beras. Rasanya kira kira seperti roti bolang baling kalau di Indonesia. Tapi anda akan dianggap aneh kalau minta Mahamri saat makan siang karena umumnya Mahamri ini dimakan untuk sarapan pagi.

Namanya Irio
Entah Dari Umbi Apa Tapi Cocok Dimakan Dengan Nyama Choma

Saran saya kalau anda ingin mencoba Nyama Choma, jangan sekali kali melihat dapur tempat pengolahan Nyama Choma, terutama saat dipanggang. Meskipun baunya sedap dan rasanya enak, tapi kalau yang kita saksikan kambing dimutilasi jadi empat atau lima bagian dan usus terburai keluar dari perut, yang kita bayangkan di kepala adalah upacara Ngaben, aroma Krematorium atau maling motor dibakar penduduk. Kalau udah begini, siapa yang bisa berselera dan mau makan  ?

Mahamri
Saya Paling Suka, Rasanya Mirip Bolang Baling

Mutilasi, Seluruh Jerohan Isi Perut Kambing Langsung
Dipanggang Tanpa Dipotong Potong Terlebih Dahulu

Dapur Warung Nyama Choma
Ngeri, Isi Perut Kambing Di Panggang Utuh

Dipanggang Utuh Dulu Baru Dipotong Potong
Saat Disajikan

Melihat Dapur Dan Cara Memasaknya
Cukup Mendebarkan

Warung Makan Nyama Choma
Laris Dan Nunggunya Cukup Lama

Sayuran Bisa Milih Sendiri Dan Tinggal Nunjuk

Sarapan Pagi Ala Kenya
Nduma (Umbi Putih Seperti Potongan Tempe)
Mahamri (Bolang Baling Goreng Segitiga)
Sukuma Wiki (Sayuran Hijau)
Matoke (Pisang Panggang)
Mutura (Sosis Kenya)
Mbazi (Kacang Kacangan)