Jumat, 08 Desember 2017

Mobile Unit Pencegah Pemadaman Listrik Di Kuwait

Genset Listrik Besar Diparkir
Ditengah Jalan Di Fahaheel

Kita di Indonesia sudah terbiasa mengalami giliran pemadaman listrik. Saking biasanya, nggak ada lagi warga yang mengeluh kalau sekampung mati lampu. Sepertinya, pemadaman listrik itu nggak bisa dicegah sama sekali dan sangat mahal biaya biaya yang diperlukan untuk pencegahan pemadaman listrik. Alasan yang digembar gemborkan PLN bisa bermacam macam dan selalu diulang ulang sejak jaman nenek saya masih menyiapkan lilin dan petromax kalau kena giliran mati lampu.


Jalan Macet Dan Suara Genset
Sangat Bising
Di Kuwait, hampir nggak ada giliran pemadaman mati lampu. Kalau sedang ada perbaikan listrik, truk truk genset pembangkit listrik didatangkan oleh Ministry Of Electricity ke lokasi terdekat dimana perbaikan akan dilakukan. Kadang kadang satu truk saja yang datang, tapi sering juga dua sampai 4 truk langsung datang. Listrik dipadamkan paling hanya 5 menit saja saat pengalihan sumber listrik ke genset.


Porta Camp Buat Berteduh Dan Istirahat
Para Tukang  Listrik Juga Diparkir Di Jalan

PLN di Indonesia sebenarnya bisa juga memiliki genset mobile seperti ini untuk mencegah pemadaman listrik bergilir. Genset seperti ini bukan barang tehnologi tinggi dan mahal. Hampir semua hotel, perkantoran dan gedung tinggi di Indonesia bisa memilikinya. Barangkali, ide mengangkut genset ke atas truk dan menjadikan mobile unit saja yang belum ada. Atau barangkali dianggap nambah pekerjaan dan merepotkan kalau harus masuk ke kampung kampung dan gang sempit di tanah air. Atau sebenarnya PLN juga punya tapi nggak pernah terlihat sedang parkir di perumahan penduduk sama sekali.

Cukup Diberi Batas Tali Larangan Melintas
Kalau Sedang Ada Perbaikan Listrik

Genset Seperti Ini Sangat Umum
Di Indonesia, Kalau Dibuat Unit Mobile
Manfaatnya Sangat Banyak

Tinggal Telpon Ministry Of Electricity
Kalau Ada Listrik Mati
Blogger Tricks

Sabtu, 02 Desember 2017

Berbagi Trotoar Di Kuwait

Pedestrian Di Marina Walk
Pejalan Kaki Dan Pesepeda Bisa Berbagi Tempat

Orang Indonesia itu Egois. Tidak ada yang menyadari sejak balita sudah dididik dan diajari untuk egois. Tanyakan saja ke anak anak atau siapapun disekitar anda, 'Trotoar itu untuk apa dan untuk siapa ?', Jawabnya bisa saya tebak dan semua akan sama, yaitu  'Untuk jalan kaki dan hanya untuk Pejalan Kaki'. Itulah sebabnya kalau ada yang bukan pejalan kaki tapi nangkring atau lewat di trotoar maka banyak pengguna trotoar di tanah air yang marah marah.

Di Ahmadi Kuwait, Pesepeda Di Kiri Dan
Pejalan Kaki Di Kanan

Di Kuwait, masyarakatnya lebih bisa berbagi dan bertoleransi. Yang namanya trotoar dipakai bersama pejalan kaki dan pesepeda. Di beberapa tempat juga ada pedagang es krim atau minuman ringan juga. Pejalan kaki akan berjalan disebelah kanan trotoar dan pesepeda akan mengayun sepedanya di sebelah kiri trotoar. Aturan ini tidak mutlak harus diikuti karena baik pejalan kaki maupun pesepeda bisa saling bertoleransi. Kalau pejalan kakinya sedang disebelah kiri maka pesepeda akan mendahului dari kanan. Pokok saling enaklah, terserah masing masing asal sopan, tidak ugal ugalan dan jangan sampai nubruk saja.

Nggak Ada PKL Dan Sepeda Motor Di Trotoar Ahmadi
Hanya Sepeda Dan Pejalan Kaki
Karena sifat egois dari lahir inilah maka di Indonesia banyak sekali lahir komunitas, ormas atau apapun yang bertindak anarkis, mau menangnya sendiri dan sweeping pengguna trotoar dengan anggapan tindakannya benar sesuai peraturan. Padahal peraturannya dibuat oleh pejabat yang sebenarnya sudah terbentuk sifat egois sejak bayi. Sami Mawon. Lihatlah trotoar di jalan jalan di Kuwait pada gambar dibawah ini. Terlihat begitu adem dan ayem nggak ada yang ribut antara sesama pengguna trotoar.

Di Indonesia Harus 4 Gambar
Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor Dan PKL
Di negara lain kebanyakan juga sama saja. Trotoar bukan monopoli milik pejalan kaki saja. Biasanya, diberi penanda batas yang jelas baik berupa garis putih atau dibuat warna lantai yang berbeda. Misal warna lantai merah untuk pesepeda dan hitam atau abu abu untuk pejalan kaki. Contohnya di Belanda seperti gambar dibawah ini.

Ini Di Belanda. Jalur Sepeda Lebih Lebar Karena Lebih
Banyak Sepeda Dibanding Pejalan Kaki
Jadi jelas ya, kenapa banyak sekali pejalan kaki di tanah air marah marah karena kenyamanannya terganggu saat menggunakan trotoar lalu diupload di facebook, youtube dan tweeter ?. Sampai saat ini dan sudah ribuan trotoar saya lewati di berbagai negara, belum pernah saya menyaksikan ada orang marah marah karena tidak mau berbagi trotoar dengan pengguna lain. Tidak pernah juga saya menyaksikan tanda peringatan trotoar yang begitu egois seperti di Indonesia : 'Trotoar Hanya Untuk Pejalan Kaki', apalagi kalau sampai ditulis seram 'Nubruk Benjut'. Hiii serem dan sadis.

Trotoar Di Ahmadi Kuwait
Sesama Pengguna Trotoar Memang Seharusnya
Bisa Saling Menghormati


Pesepeda Harap Pelan
Di Scientific Center Kuwait

Bisa Jogging Dan Bersepeda Sambil
Menikmati Semilir Angin Arabian Gulf

Jalur Kiri Untuk Pejalan Kaki
Yang Kanan Untuk Pesepeda

Kucing Juga Boleh Lewat

Jalan Jalan Sore Sambil Olah Raga

Duduk Duduk Memandang Laut Juga Bisa

Pesepeda Juga Bebas Dan Bersatu Berbagi Tempat
Yang Sama

Meskipun Sepeda Harus Di Kiri
Tapi Nggak Masalah Juga Kalau Jalan Di Kanan

Biasanya Disudut Ini Ada PKL Jualan Es Cream
Dan Minuman Ringan Dingin


Bisa Jalan Jalan, Jogging, Lari
Dan Bisa Juga Bersepeda
PKL Nggak Banyak Umumnya Jual Minuman


Pelan Pelan
Kalau Di Indonesia Tulisannya 'Nubruk Benjut'

Sabtu, 25 November 2017

Politisi, Hoax Dan Demo Di Humayun Tomb

Demo Usai Jumatan Jalan Kaki Menuju Kuburan Humayun
(Humayun's Tomb) - Disiarkan Live Di Medsos

Saya beberapa bulan lalu ke New Delhi dan diajak keliling kota New Delhi oleh seorang teman India dari Kuwait. Sepanjang jalan, seisi mobil sangat ceria, saling tertawa terbahak bahak membandingkan Demo Jaman Now di India Versus Indonesia. Ternyata pola, scenario dan tingkah laku demonstran di India hampir sama saja dengan di Indonesia. Demonya selalu hari Jumat dimulai setelah Jumatan, rame rame jalan kaki dari Masjid menuju lokasi dekat Humayun Tomb sambil teriak teriak Allahu Akbar, Turunkan Modi (Prime Minister India) dan broadcast 'Live' di Facebook, Tweeter dengan judul Spektakuler, kira kira artinya '7 Juta Turun Ke Jalan Siap Gulingkan Modi'.


Sama Saja Dengan Di Indonesia,
Teriak Teriak Allahu Akbar,Turunkan Modi Dan
Nyebut Nyebut Anjing, Kampret Dan Monyet

Di TV, malam itu juga tidak kalah serunya. Acara semacam ILC juga ribut debat antar politisi. Seru membicarakan Demo dan berita HOAX yang berseliweran di Medsos. Ada yang percaya, tidak percaya, khawatir pengaruh medsos Jaman Now, nyengir, tertawa, marah dan tersinggung. Ulama India yang bikin kisruh negara juga banyak. Yang terkenal adalah Zakir Naik dan saat ini statusnya masih Buron, kabur meninggalkan India dan saat ini ngumpet di Uni Arab Emirates. Sialnya, Kewarga Negaraan ustad kontroversial ini sudah dicabut pemerintah India dan tidak bisa lagi pulang untuk orasi bersama kelompoknya di India.


Sama Saja Dengan Di Indonesia, Ngakunya 7 Juta
Boleh Teriak, Tapi Nggak Boleh Bawa Bendera Palestina

Pemerintah India juga dibikin sibuk sekali. Berkali kali mengadakan recruitment besar besaran mengajak warganya untuk bergabung dengan Indian Army dan department apapun dipemerintahan. Tujuannya cuma satu saja, yaitu mengajak masyarakat untuk Ikut 'Menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik India)' tanpa senjata. Cukup dengan jari dan keyboard komputer saja dengan tujuan untuk menangkal serangan berita berita HOAX yang gencar sekali mengadu domba masyarakat dengan issue SARA.


Iklan Lowongan Pekerjaan 'Jaga NKRI'
(Negara Kesatuan Republik India)

Ngumpulnya kenapa di sekitar Humayun's Tomb ?.  Karena orang orang yang demo tersebut mengatakan bahwa India itu milik orang orang Islam dan harus dipimpin oleh Muslim dan harus berdasarkan Syariah. Humayun yang dimakamkan disini nama lengkapnya Nasir Ud-Din Muhammad Humayun. Memang benar bahwa dia Muslim, 'The Second Emperor Of Mughal Dynasty'. Termasuk orang orang pertama yang menyebarkan dan membesarkan kekuasaan Islam dengan wilayah kekuasaan di Afghanistan, Pakistan dan India Utara. Humayun ini berkuasa tahun 1530-1540 menggantikan orang tuanya Babur dan berkuasa kembali tahun 1555-1556. Peninggalan kekuasaan Islam (Mughal Dynasty) di India memang sangat banyak. Yang terkenal lainnya adalah Taj Mahal di Agra.


India Memang Beda Dengan Saudi Arabia
Meskipun Sama Sama Muslim, Kuburan
Di India Dibangun Besar Dan Megah

Nggak usah khawatir untuk wisata dan masuk ke Humayun's Tomb ini. Aman sekali karena demonstran nggak boleh masuk ke area kuburan. Area taman Humayun's Tomb ini termasuk UNESCO World Heritage, sehingga keamanannya benar benar dijaga oleh polisi. Disamping itu ada juga warga setempat (sepertinya Ormas) yang ikut menjaga keamanan disekitar pintu masuk saat lagi banyak demo. Yah, kira kira samalah seperti Banser NU yang bertugas menjaga gereja saat hari Natal, cuma mereka semuanya adalah non muslim (Hindu) yang menjaga gedung dan bangunan peninggalan Islam untuk menjaga ketentraman para turis dari berbagai negara.


Ada Banyak Kuburan Keluarga Mughal
Yang Ini Kuburan Isa Khan Niyasi

Silahkan datang ke India dan menyaksikan sendiri peninggalan peninggalan Islam. Anda akan terkejut melihat sejarah Islam disana. Selain kuburan yang indah dan megah, anda juga bisa menyaksikan photo dan lukisan para istri. Ternyata istri Humayun lebih dari 4, yaitu 7 dan semuanya tidak ada yang ber'abaya' dan bercadar hitam seperti wanita Indonesia Jaman Now. Tapi semuanya  tampil sexy pakai kain Sari tipis. Rrrrruar biasahhhh.  Lihat saja salah satu istrinya melalui link ini Hamida Banu Begum

Muslim Diharamkan Bikin Kuburan Megah
Hahh, Ngaku Aja Nggak Punya Duit

Kuburan Muslim Di Humayun's Tomb
Beda Dengan Kuburan Muslim Di Saudi Arabia

Pintu Kuburan
Penuh Kaligrafi

Humayun Ternyata Istrinya 9 Nggak Ada Satupun Yang
Pakai Cadar Hitam, Malah Pakai Kain Sari

Baca Petunjuk Dulu
Biar Nggak Tersesat

Taman Kuburan Islam Humayun's Tomb
Sangat Luas Sekali

Photo Photoan Dulu

Pagar Yang Memisahkan Kuburan Satu
Dengan Kuburan Lainnya

Bagus, Bersih Dan Luas

Woooo, Ini Gerbang Masuk
Ke Kuburan Islam






Kamis, 09 November 2017

Toko Kucing Wa Wa Wa

Toko Kucing Wa Wa Wa
Bikin Bingung Turis Aja

Saya sedang di Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta untuk menjemput beberapa teman saya dari Kuwait. Tujuan tamu istimewa saya ini mau jalan jalan wisata ke Prambanan, Borobudur, Dieng dan ke beberapa obyek wisata disekitar Yogya selama 2 minggu. Tugas saya cuma memberi 'short briefing' saja tentang Yogya dan selanjutnya akan ditangani oleh Pak Sumanto, seorang Tour Guide Proffesional yang telah saya hubungi jauh hari sebelumnya.

Turis Pada Bingung Kenapa Kucing Indonesia
Bunyinya Wa Wa Wa Bukan Meow Meow Meow

Dalam perjalanan putar putar kota Yogya menuju ke Hotel, tamu istimewa Arab saya tersebut sibuk jeprat jepret photo apapun yang dilihat sepanjang jalan sambil nyerocos bertanya macam macam. Berkali kali pertanyaannya cukup mengejutkan dan tidak saya duga sama sekali.
'Why the cat here sounds Wa Wa Wa, not Meow Meow Meow ?'
Bingung saya dengan pertanyaan ini. Ternyata si turis Arab ini terheran heran sepanjang jalan membaca banyak sekali papan nama Toko Cat Wa Wa Wa.


Toko Cat Wa Wa Wa
Dikira Pet Shop
Lebih terkejut lagi, si Arab ini menanyakan juga apakah di Yogyakarta masih banyak binatang buas. 'Haah, kenapa kamu bertanya seperti itu kawan ? Apakah kamu melihat ada binatang buas di sepanjang jalan yang kita lalui ?'.  
'No...No, But I saw thousand of Pet Shop along this street'. 

Toko Kucing Mobile
Dikira Salah Nulis Kurang Huruf 'e'
Ternyata tamu saya ini diam diam memasukkan kata 'Toko' dan 'Jual' ke Google Translate di handphonenya dan langsung menyimpulkan arti Toko Cat adalah Cat Shop, Jual Cat adalah Cat For Sale. Yahhh kira kira kesimpulannya di Yogya banyak Pet Shop, banyak binatang juga termasuk binatang buas seperti Harimau Jawa dsb.


Toko Kucing Lancar

Pembicaraan semakin seru ketika si turis membaca tulisan Cat Oven, Body Repair, Kenteng Magic & Cat. Dalam pikirannya, bengkel bengkel tersebut adalah tempat praktek dukun Vodoo. Berisi dukun dukun sakti yang bisa menyembuhkan badan yang terkena santet/tenung (Body Repair) dan bisa juga mencelakakan orang lain dengan media Kucing. Si Kucing di panggang pakai Oven oleh dukun (Cat Oven) dan orang yang dituju akan langsung kelojotan kepanasan. Orang Arab ternyata takut sekali dengan Vodoo dan praktek praktek perdukunan.



Kata Magic & Cat Ini Yang Diartikan
Sebagai Tempat Praktek Dukun Santet

Cat Oven Ini Yang Diartikan Bahwa
Orang Indonesia Sadis Sadis

Kata Body Dan Cat Oven Ini
Yang Diartikan Tempat Dukun Praktek

Cat Oven & Body Repair
Turis Bingung Mengartikan
Tempat Penyembuhan Dengan Media Kucing Yang Di Oven


Rabu, 01 November 2017

Pameran Jemuran Di Ibukota Negara

Asyik, Hanya Di Ibukota Negara New Delhi India
Anda Bisa Menyaksikan Jemuran Dan Pakaian Dalam
Di Jalan Protokol Di Tengah Kota
Saya baru saja melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Sekitar jam 11 siang pesawat yang membawa saya dari Kuwait mendarat di Indira Gandhi International Airport. Begitu keluar dari pintu bandara, ternyata sudah ada yang menjemput, seorang pria setengah baya dengan membawa kertas dengan tulisan nama saya. Yang menjemput tersebut namanya Anthony, staff hotel The Lalit, New Delhi yang bertugas menjemput tamu tamu hotel. Saya tebak asalnya pasti dari Goa dan ternyata benar. Orang India yang berasal dari Goa memang umumnya punya nama 'Western', bukan nama nama khas India seperti Rakesh, Suresh, Gandhi atau Kumar.


Amazing !!!, Mulai Dari Seprei Sampai Celana Dalam
Dijemur Di Jalan Protokol New Delhi

Sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel pemandangan lumayan menarik, tetapi menjelang memasuki pusat kota, pemandangan berubah seketika dan menjadi lebih menarik lagi. Sudah puluhan ibukota negara saya kunjungi, tetapi hanya di New Delhi ini saja saya bisa menyaksikan Jemuran terbentang di jalan protokol di pusat kota. Inilah jemuran terpanjang di dunia yang pernah saya saksikan. Dan baru pertama kali ini pula saya bisa menyaksikan jemuran terlengkap di dunia mulai dari pakaian bayi, seprei, rok, baju pria sampai celana dalam dan BH wanita berbagai macam ukuran.

 
Huebatt, Hanya Di New Delhi Ada Pameran Textile
Di Jalan Raya Di Tengah Kota

India memang terkenal dengan kain Saree dan industri garment dan textilenya. Bahkan pabrik pabrik textile dan toko textile di Indonesia saja pemiliknya banyak yang berasal dari India. Untungnya,  pengusaha India di tanah air tersebut tidak ada satupun yang mengajari kita cara menjemur pakaian di jalan protokol. Nggak kebayang, seandainya ada orang Indonesia yang diajari cara menjemur pakaian 'ala India', seperti apa kira kira pemandangan jalan jalan protokol di Kota kota besar Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta.


Rruarr Biasa, Design Textile India Yang Dipajang
Di Jalan Jalan Utama New Delhi




Full Colour, The Wonderful Of India
Bagus Nggak Jemurannya ?