Kamis, 04 September 2025

Hotel Unik Ditengah Pasar

Didepan Pintu Gerbang Pasar Semmarine
Koper Diangkut Gerobak Pasar

Pernah dengar Riad atau Riyad ?, Kalau belum, saya jelasin dulu. Riad itu rumah tradisional khas Maroko. Umumnya berlokasi ditengah pasar karena sebenarnya Riad itu rumah saudagar kaya yang berdagang di pasar tersebut. Yang menjadi ciri khas Riad, ada taman di tengah-tengah rumah yang bikin suasana adem. Keramik hiasan dinding dan lantainya sangat indah.  Taman ini dikelilingi kamar-kamar yang terbuat dari batu bata merah, keramik dengan mozaik khas dan kayu-kayu ukiran. Cukup eksotis dan betah berlama lama menikmati keindahan rumah khas Marokko ini. Saat ini banyak Riad yang sudah diubah dan dijadikan Hotel / Penginapan dengan berbagai macam renovasi modern. Nah, kali ini saya ajak anda untuk nginep di sebuah Riad di tengah-tengah kota Marrakech.

Mulai Bingung
Bell Boy Merangkap Kuli Pasar

Lokasinya di tengah-tengah souk atau pasar tradisional yang sangat ramai, namanya Souk Semmarine. Pasar ini penuh orang-orang yang berjualan segala macam barang, mulai dari karpet khas Maroko, baju-baju warna-warni, hingga rempah-rempah yang baunya 'Manaa Tahaaan'. Nggak cuma itu, suasananya bener-bener riuh, dengan suara orang tawar-menawar, langkah kaki orang berlalu lalang, dan bau wangi harum bercampur aduk mulai dari parfum, dupa, kemenyan, makanan, gorengan yang banyak dijual di tengah pasar. Terus terang, awalnya aku bingung dan kaget saat mau check in, bayangin saya diturunin Taxi di Pasar dan tidak tahu bagaimana menuju ke Riyad yang telah saya book sebelumnya.

Koper Koperku Diangkut
Gerobak Pasar

Di sinilah serunya. Ternyata seseorang 'agak kumel' telah menunggu di parkiran sambil membawa gerobak dorong. Dia memperkenalkan diri dan siap membantu membawakan koper koper saya menuju Riad. Jadi, Riad tempat saya nginap ini berada di tengah pasar yang ramai, harus melewati gang-gang sempit yang berkelok-kelok, dan nggak ada jalan buat Taxi masuk. Solusinya? Pihak hotel (Riad) bekerja sama dengan Kuli Gerobak Dorong pasar. Mereka menempatkan 'Bell Boy' di parkiran lengkap dengan membawa gerobak dorong buat bawa koper. Iya, gerobak dorong yang biasanya dipakai buat bawa barang dagangan dan sayur di pasar !. 

Breakfast Tinggal Jalan Dan Pilih Sendiri
Banyak Restaurant Di Tengah Pasar

Dalam perjalanan menuju Riad, rasanya seperti naik rollercoaster. Gerobak yang membawa koper koper saya dibawa lari dan saya harus mengikuti dari belakang. Tiba-tiba belok kiri, belok kanan, lalu ngerem mendadak karena ada pantat pedagang yang lagi nyusun barang dagangannya. Tapi untungnya, si Bell Boy sangat profesional sekali, dia bisa ngerem dan tancap gas pada saat yang tepat baik saat menghindari pantat orang maupun saat berpapasan dengan gerobak dorong lain. Rasanya seperti jalan-jalan di labirin, salah jalan sedikit langsung tersesat.

Suasana Pasar Begitu Keluar Dari Riad

Akhirnya, nyampai juga di Riad yang aku tuju. Begitu masuk, suasananya langsung beda banget. Diluar berisik suasana pasar tiba tiba jadi sepi dan tenang. Riadnya kecil, tapi nyaman banget. Ada kolam air di tengahnya, ditambah taman kecil yang jadi tempat bersantai. Pelayanan staff Riad juga baik dan sangat ramah. Saya langsung disambut dengan teh mint hangat yang segar. 

Lorong Yang Menghubungkan
Pasar Dengan Riad

Tapi cerita nggak berhenti di situ. Waktu Bell Boy menurunkan koper dari gerobak dorongnya, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh. Ternyata wortel! Iya, ada wortel, yang terselip di antara koper dan barang-barang lain di gerobak dorong. Sepertinya wortel tersebut tersangkut dan terbawa saat melewati pedagang sayuran. Sambil mengambil wortel yang jatuh, si Bell Boy dan staff hotel menawarkan menu makan malam, "Ini bonus dari pasar, mau tambah sayur apa untuk makan malam nanti ?"

Pintu Riad Sangat Berat
Perpaduan Kayu Dan Besi

Coba deh menginap di Riad kalau ke Marakech. Serunya tidak akan terlupakan begitu saja.

Bagian Dalam Riad. Katanya
Dulu Rumah Saudagar Pasar
Ada Tempat Nimbun Dagangan

Baca Juga :


Jumat, 29 Agustus 2025

Belanja Kedinginan Di La Roca Village

Bus Berangkat Dari Terminal Barcelona Nord

La Roca Village itu semacam 'Sorga Belanja' emak emak. Istilah keren dikalangan emak emak pelaku dan penggemar 'Jastip' adalah Outlet Village. Isinya toko toko brand ternama dengan harga diskon, letaknya diluar kota Barcelona, Spanyol.

Buka Mulai Jam 10 Pagi Sampai Jam 10 Malam

Dari terminal Barcelona Nord, gampang banget ke sana. Cukup beli ticket bus di loket, nunggu bus datang, ngantri masuk bus dan duduk diam sambil ngantuk. Hanya sekitar 45 menit perjalanan,  langsung deh nyampai ke tujuan. Lanjut jalan kaki sekitar 3-5 menit dari parkiran bus, udah deh nyampai ke La Roca Village yang terkenal dengan barang barang branded dengan harga discount dan masih dikurangi pula tax refund 10 % di airport nanti. Langsung jiwa emak emak saya meronta ronta ingin cari untung menjadi 'JASTIP' saat itu juga.

Enak Buat Jalan Jalan Meskipun Kedinginan
Nah, awal January 2025 yang lalu saya nyobain kesana. Bayangin, cuaca sangat dingin sekali tapi semangat belanja menyala membuat langkah saya begitu mantap. Sebenarnya sih, terburu buru karena takut beku saat dijalan menuju Terminal Barcelona Nord.

Sarapan Dulu Sambil Kedinginan
Begitu masuk melewati pintu gerbang utama, suasananya kayak desa / kota kecil di Eropa, tidak seperti toko toko mewah di Mall. Jalanan rapi, rumah rumah dikiri kanan jalan difungsikan sebagai etalase dan toko toko kece berjajar, lampu lampu di jalan dan diruko sangat enak untuk dipandang. Suasananya yang membuat 'hangat' meskipun udara masih 8 derajat Celcius dan membuat jari jari tangan saya kaku seperti stick ice cream.

Suasana Seperti Desa Desa Eropa
Bedanya, Rumah dijadikan Toko Semua
Masuk ke toko pertama langsung ketemu dengan tulisan merah 'SALE', '20 % OFF', 'DISCOUNT' dan semacamnya. Dompet suami langsung bergetar, mulut suami juga sudah mulai berbunyi dengan nada dering polyphonicnya. Minta keluar dia. Untung diluar sedang dingin dinginnya, masuk kembali dan mbuntuti terus sekarang.

Sepi Karena Sangat Dingin Sekali Diluar
Lebih Baik Didalam Toko
Jiwa 'JASTIP' saya membara. Tapi, alih alih mborong tas branded, saya malah fokus berburu syal dan jaket. Prioritas hidup memang lebih utama agar bisa lanjut jalan jalan ke toko lain. Ditengah jalan jalan keluar masuk toko, saya sempatkan mampir ke restaurant untuk sarapan meskipun jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang. Celakanya, restaurannya outdoor. Hot Chocolate yang saya pesan tidak terasa nikmat karena dingin hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Lumayan, Bisa Nenteng Belanjaan

Setelah sarapan, lanjut lagi keluar masuk toko. Tentu saja saya kalah dengan jebakan discount. Pulang pulang saya bawa tas belanja kece berisi beberapa barang discount. Satu tas lagi saya khususkan untuk suami tercinta yang telah mbayari semua belanjaan hari ini. Cukup satu bungkus 'Churros' dan cemilan hangat untuk 'Ayang' ku tercinta.
Jalan Kaki Dari Parkiran Bus
3 Menit Saja Dah Nyampai

Saatnya Pulang
Baca Juga :

Rabu, 23 November 2022

Kulkas Di Kuwait

Kulkas, Diletakkan Di Tempat Umum

Anda semua tahu bahwa kulkas itu barang mahal. Kalau di Indonesia diletakkan di dapur dan diberi pernak pernik hiasan agar terlihat bagus. Tiap hari dielus elus dengan kain lap agar tetap bersih dan kinclong. 

Kalau di Kuwait Kulkas diletakkan dipinggir jalan dan didalam masjid. Hah, Masjid kan tempat sholat kenapa ada kulkas didalam masjid ? Nah itu dia. Masjid di Kuwait itu isinya selain kulkas ada juga meja makan, kursi, sofa, parfum, rak buku dan segala macam barang rumah tangga yang tidak terpikirkan bisa berada didalam masjid. Sangat mengherankan, khususnya bagi orang Indonesia. Baca : Apa Isi Masjid Di Kuwait


Tinggal Buka Kulkas Lalu Letakkan
Makanan/Minuman

Di Kuwait, Kulkas banyak diletakkan di pinggir jalan, terutama di kampung kampung. Fungsinya untuk tempat sedekah / sosial warga sekitarnya. Jadi, kalau seseorang ingin bersedekah, misal punya makanan /minuman berlebih di rumah dan ingin berbagi dengan orang lain cukup meletakkan makanan/minuman yang akan disumbangkan kedalam kulkas umum tersebut. 

Masih Pagi, Kulkas Kosong.
Agak Siang Sedikit Penuh
Makanan/Minuman Sumbangan Warga

Tidak semua orang yang mengambil makanan/minuman gratis ini adalah fakir miskin. Tetapi siapapun yang mau, haus atau lapar silahkan mengambil gratis. Secara umum boleh dikatakan bahwa di Kuwait semua orang mempunyai penghasilan dan tempat tinggal tetap baik expat maupun local. Jadi sebenarnya tidak ada yang betul betul miskin seperti halnya di tanah air.

Tinggal Letakkan Makanan / Minuman
Kedalam Kulkas

Isi makanan dan minuman sangat bervariasi tergantung siapa yang menyumbang.  Terkadang dipesan langsung dari restaurant, dan terkadang masakan rumah tangga. Terkadang cepat habis dan kadang pula sampai sore belum ada yang mengambil. Saya sering nyumbang makanan atau minuman sambil lihat lihat apa isi kulkas hari ini. Kalau ada yang menggugah selera, apa salahnya kalau tukeran. Saya masukkan Nasi Biryani lalu saya ambil dua botol Kopi Starbuck.

Ingin saya meniru cara orang Kuwait bersedekah seperti ini di Indonesia. Tapi, bisa saya bayangkan, kalau saya letakkan kulkas didepan rumah dan saya isi makanan / minuman, pasti yang diambil duluan kulkasnya.


Baca Juga :

Sabtu, 29 Oktober 2022

Trotoar Dubai, Kuwait, India Dan Indonesia

Di Dubai, Ketinggian Trotoar Hanya
0 - 8 Cm saja

Trotoar, semua orang tahu fungsinya buat pejalan kaki. Tapi apakah anda tahu hanya dengan melihat lebar, ketinggian dan ornamen ubin Trotoar di berbagai negara saja anda akan bisa menebak karakter dan kebiasaan penduduknya. Sebagai contoh saya akan bandingkan trotoar di Dubai - UAE, Kuwait, New Delhi - India dan Jakarta -  Indonesia saja. Dan perhatikan photo photo diatas dan dibawah ini.


Dubai - Ketinggian Trotoar Rendah Sekali

DUBAI - UAE :

Dubai - Trotoarnya Bisa Untuk Klesetan

Secara umum ketinggian trotoar di Dubai hanya sekitar 0 - 8 Cm saja dari permukaan jalan raya. Warna aspal dan ubin trotoir saja yang membedakan dan terlihat kontras dengan jalan aspal. Ukurannya juga sangat lebar. Tidak ada pembatas berupa pepohonan atau besi besi penghalang apapun. Artinya, penduduknya sangat beradab dan paham betul bahwa trotoar hanya untuk pejalan kaki atau bisa juga untuk pengguna otoped/sepeda listrik.

KUWAIT :
Trotoar Di Kuwait Dipasang Dua Jenis
Penghalang

Di Kuwait, Trotoar memiliki ketinggian yang lumayan tinggi sekitar 12 - 20 Cm. Hal ini karena trotoar sering digunakan untuk parkir mobil terutama yang lokasinya dekat dengan pertokoan. Cara mengemudi mobil di Kuwait juga sering kali acakadut, contohnya apabila jalan macet, pengemudi mobil yang tidak sabar selalu saja putar balik dengan cara menyeberang naik keatas trotoar. Ada juga yang menyalip mobil mobil yang sedang macet dengan cara menyalip dari atas trotoar. Itulah sebabnya trotoar di Kuwait diberi batu bulat atau tiang beton 'anti mobil naik keatas trotoar'.

NEW DELHI, INDIA :

New Delhi - India. Trotoarnya Sangat Tinggi
Sekali 25 - 30 Cm

Di India, khususnya New Delhi kebanyakan trotoarnya tingginya bukan main. Perkiraan saya sekitar 25 - 30 Cm. Saya berpikir keras sekali mencari jawaban kenapa orang India bikin trotoar tingginya bukan main. Ternyata, banyak sekali warga India punya kebiasaan duduk duduk di trotoar sambil ngobrol. Banyak sekali saya temui orang India duduk di trotoar sekitar lampu traffic light. Ada yang ketok ketok pintu mobil ngemis, ngelap kaca mobil, jual air mineral sampai malak pengguna jalan. Alasan lain, pengemudi sepeda motor dan juga Bajaj ternyata  punya kebiasaan melaju diatas trotoar juga seperti di Jakarta kalau jalanan macet.

JAKARTA - INDONESIA :

Jakarta - Indonesia. Kalau Ruwet Kenapa Nggak
Dibikin Mbulet Dan Ribet


Nah, Trotoar di Indonesia khususnya Jakarta termasuk yang paling unik dan menarik untuk dibahas. Banyak sekali halangan atau rintangan berupa besi setinggi sekitar 1 meter. Mirip film TV Benteng Takeshi dimana seseorang kalau lewat harus meliuk liuk dulu menghindari berbagai rintangan. Tujuannya agar sepeda motor yang berniat mengendarai sepeda motor di trotoar bisa akrobat bak sedang Test SIM C di kantor polisi. Artinya, umumnya orang Indonesia itu Ruwet, pokoknya lebih senang yang Ruwet, berkelak kelok dan mbulet. Kalau Ruwet, kenapa nggak dibikin ribet dan njlimet ???. Itulah Indonesia Raya.

Baca Juga :

Rabu, 02 Maret 2022

Moscow Dan Kiev Sebelum Perang

Hampir dua tahun sudah Covid merebak diseluruh dunia. Akibatnya, saya nggak bisa kemana mana dan kesulitan untuk mendapatkan cerita menarik dari berbagai belahan dunia. Selama dua tahun terakhir ini otomatis kegiatan hanya di Kuwait saja karena airport tutup, lockdown, partial lockdown, WFH, Vaksinasi, Booster dan macam macam istilah yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan sedikitpun.

KIEV - UKRAINE


Baru saja Covid mereda dan peraturan mulai dilonggarkan, eh ada perang akhir bulan Januari 2022 ini. Russia menyerang tetangganya Ukraina. Untung sudah pernah ke kedua negara tersebut, jadi isi blog ini untuk sementara saya isi video tentang perjalanan saya ke Russia dan Ukraine saja dulu. Kebetulan selama terkurung di Kuwait 2 tahun terakhir ini kegiatan cuma diisi dengan rekaman lagu di studio musik kecil dirumah tempat keluarga menyalurkan hobby bermusik dan bernyanyi asal mangap.

KREMLIN. MOSCOW - RUSSIA


DOA SEORANG TRAVELLER BLOGGER

Semoga pandemi covid ini segera berlalu, tidak ada karantina di semua negara, tidak ada airport yang ditutup, tidak ada PCR dan saya bisa bebas kembali kemanapun menjelajah seluruh negara di benua ini untuk para pembaca blog yang setia menunggu postingan baru. Aminn

JAKARTA - INDONESIA