Senin, 12 November 2018

Baju Koko, Abaya Dan Jilbab Bordir Ukraina

Baju Koko Ukraina
Bordir Ada Di Kerah Baju, Dada dan Ujung Lengan

Di Indonesia, Baju Koko itu identik dengan busana buat Lebaran, Jum'atan ke Masjid, menghadiri undangan Tahlilan dan juga untuk acara acara Pengajian. Bahkan banyak yang menganggap Baju Koko adalah busana asli Indonesia atau bahkan menganggap sebagai Busana Muslim. Jelas anggapan yang sangat ngawur sekali akibat Kurang Piknik. Mari saya ajak anda menyaksikan baju koko di Ukraina (Note : Di Russia juga ada dan namanya 'Kosovorotka', perhatikan bentuknya pada link tulisan ini Baju Koko Russia)

Baju Koko Ukraina Tidak Ada Kancing Baju
Tapi Memakai Tali Benang Dengan Rumbai Rumbai Di Ujung

Baju Koko Ukraina namanya Vyshyvanka, modelnya sama persis dengan baju koko dari Indonesia. Bordirnya juga sama di kerah baju sampai ke dada dan ujung lengan. Bedanya, Vyshyvanka tidak ada kancing baju untuk mengencangkan kerah leher, tetapi sebagai gantinya adalah tali benang dengan rumbai rumbai di ujungnya. Nama Vyshyvanka ini tidak hanya buat baju koko laki laki, tapi semua baju/rok wanita dan anak anak dengan hiasan bordir juga diberi nama yang sama. Secara umum katakan saja Vyshyvanka adalah baju bordir tradisional Ukraina. Di Belarusia namanya juga sama Vyshyvanka.

Baju Koko Ukraina Warna Seperti Ini
Disebut Sebagai Warna Klasik Tradisional

Pemakaiannya saat ini untuk menghadiri acara acara formil termasuk untuk ibadah ke gereja. Setiap hari Kamis, Minggu ke 3 bulan May adalah Hari Vyshyvanka, kalau di Indonesia semacam Hari Batik Nasional. Tujuannya untuk mempersatukan seluruh bangsa Ukraina disegala penjuru dunia, apapun agamanya, asal daerahnya, suku dan bangsanya. Yang penting bangga dengan Identitas Nasional Ukraina dimanapun berada. Semangat Diaspora Ukraina ini ternyata mirip dengan Diaspora Indonesia saat Hari Batik Nasional 2 October.

Milih Abaya Dan Jilbab Di Pechersk Lavra Monastary
Kiev Sebelum Masuk Ke Gereja

Selain Baju Koko Ukraina yang sangat mirip dengan Baju Koko Indonesia, ternyata ada busana lain yang juga sama persis dengan yang dipakai wanita Indonesia, yaitu Kerudung Kepala ala Jilbab / Hijab. Cuma, di Indonesia Kerudung Kepala semacam ini juga diidentikkan dengan Busana Muslim. Padahal di Ukraina, kerudung kepala dan busana long dress Vyshyvanka digunakan untuk ibadah di gereja dan memasuki area gereja / monestary.

Semua Abaya Dan Jilbab Diletakkan Didepan Gereja
Pengunjung Wajib Memakai Untuk Masuk Gereja

Di Pechersk Lavra, sebuah komplek gereja dan monestary besar di kota Kiev, pengunjung baik yang mau ibadah maupun turis diwajibkan memakai penutup kepala ala Jilbab dan busana sopan semacam abaya long dress yang menutupi semua aurat sampai ke mata kaki. Semua abaya Vyshyvanka dan jilbabnya disediakan gratis dan diletakkan diluar gedung. Pengunjung tinggal memilih warna kesukaan saja, mau warna Hijau Nahdlatul Ulama, Biru Partai Demokrat, Merah PDIP atau Hitam ala Abaya Arab juga ada. Saya suka sekali motif bordirnya yang warna warni.

Di Kiev Banyak Gereja
PKL Yang Jualan Abaya, Jilbab Banyak
Di Halaman Gereja
Tulisan ini sekedar untuk informasi saja dan jangan dibuat versi Hoax. Misal : 'Subhanallah, Baju Koko Jilbab Dan Abaya Wajib Digunakan Untuk Ke Gereja Di Ukraina'. Photo photo juga jangan dipolitisir yang aneh aneh. Pakaian tradisional Ukraina memang seperti itu, tidak ada hubungannya dengan busana Indonesia ataupun agama Islam. Kebetulan saja orang Ukraina punya satu setel busana tradisional yang mirip baju koko, jilbab dan abaya.

PKL Disekitar Radius Gereja Banyak Yang Jualan
Abaya, Jilbab Dan Baju Koko Khas Ukraina
Untuk Masuk Ke Gereja Dan Monastary

Yang Saya Pakai Kerudung Jilbab Indonesia
Diterima Juga Untuk Masuk Gereja
Pechersk Lavra

Ini Warna Klasik Tradisional
Abaya Ukraina

Abaya Ukraina Di Kaki Lima Sekitar Gereja
Bordirnya Bagus. Yang Penting Menutupi Aurat

Penjual Vyshyvanka Di Penyeberangan Bawah Tanah
Warna Dan Bordirnya Sekarang Lebih Semarak

Pedagang Vyshyvanka Kelas Kaki Lima
Modelnya Macam Macam, Harganya
Juga Bervariasi

Bukovina Vyshyvanka Adalah Abaya Dengan Hiasan Bordir
Khas Daerah Bukovina

Baca Juga :


Blogger Tricks

Sabtu, 20 Oktober 2018

Brengos Dan Jenggot Rajasthan

Ada Turis Jalan Jalan Ke Rajasthan
Itu Kumis Atau Hutan

Rajasthan, India terkenal dengan bangunan bangunan indah seperti candi candi, benteng pertahanan kuno, binatang langka harimau dan juga budayanya. Tapi yang secara kasat mata terlihat dimana mana adalah Kumis, Cambang dan Jenggot penduduknya. Hampir semua penduduk lokal laki laki asli Rajasthan memeliharai Kumis, Cambang dan Jenggot yang sangat tebal dan lebat.


Ulat Bulu Diatas Trailer
Itu Bulu Bikin Ngiler
Di kota Jaisalmer, setiap tahun sekali diadakan lomba panjang panjangan kumis dan keindahan kumis, cambang dan jenggot. Namamya Jaisalmer Desert Festival. Acara Festival meriah ini selalu diadakan pada bulan Hindu Magh (February), tiga hari berturut turut dimulai tiga hari sebelum bulan purnama. Lomba dan kemeriahan perayaan sebagian besar diadakan di tengah gurun dengan pemandangan bukit bukit pasir yang eksotis dan indah bernama Gurun Thar, kira kira sekitar 42 Km dari kota Jaisalmer.

Dari Surabaya Menuju Jombang
Boleh bang, kumis aku pegang
Tidak semua orang paham mengenai sejarah kenapa setiap tahun diadakan Jaisalmer Desert Festival, termasuk orang India sendiri. Kebetulan saja saya turis, jadi ada tour guide  yang menceritakan sejarahnya. Konon dari jaman dulu sampai sekarang ada legenda yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat. Pada jaman dulu Krisna penguasa komunitas Yadav pernah mengatakan kepada Arjuna (keluarga Pandawa) bahwa suatu saat nanti akan ada penguasa penggantinya yang akan muncul dari komunitas Yadav dan dia akan mendirikan kerajaan di Bukit Trikuta.

Aku Dan Staff Toko Cendera Mata

Pada tahun 1196, prediksi dari Krisna menjadi kenyataan ketika Rawal Jaiswal keturunan Klan Yadav mendirikan kerajaan di Jaisalmer. Mulai saat itulah Festival Gurun di Jaisalmer diadakan setiap tahun sampai saat ini untuk merayakan ramalan Krisna yang menjadi kenyataan dan berdirinya kerajaan tersebut.

Aku Dan Cheff Hotel

Prosesi festival dimulai pagi hari dari Jaisalmer Fort menuju Shahid Poonam Singh Stadium. Pakaian daerah dengan warna warni cerah membuat semarak gurun menjadi penuh dengan semangat dan kegembiraan. Penduduk merayakan kegembiraan dengan menyanyi, ada juga Fire Dance yang menjadi warna festival ini. Kalabaz / Nats adalah sekelompok penduduk nomaden gurun  juga tampil dengan aksi populernya akrobat dan gymnastic. Bhopa's Langas dan Manganiars juga tidak pernah ketinggalan untuk tampil dengan musik musik khasnya

Aku Dan Bell Boy Yang Jaga
Pintu MAsuk Hotel

Tidak cuma itu saja, Balapan Onta dan olahraga Polo dengan menunggang Onta juga ada. Akrobat diatas punggung Onta, Lomba Joget Onta, Tarik Tambang, Lomba memakai Thurban, Maru Shri (Abang Dan None Gurun) dan lapak lapak Kuliner juga ada. Kira kira seperti kemeriahan acara lomba dan karnaval 17 Agustusan di desa desa di Indonesia. Puncak acaranya adalah lomba Kumis dan acara ditutup saat Poornima (Bulan Purnama Penuh).

Aku Dan Security Yang Jaga Di
Parkiran Hotel

Karena jaman sudah semakin modern maka saat ini penutupan dibuat sangat modern untuk ukuran kota Jaisalmer, yaitu lampu sorot Soklee yang diarahkan keseluruh penjuru kota dengan latar belakang Jaisalmar Fort. Yah kira kira seperti Lampu Sorot Soklee dengan latar belakang Borobudur atau Prambanan gitu lho kalau di tanah air. Tapi, sayang sekali saya datang saat Festival sudah selesai, cuma dengar ceritanya dari tour guide dan staff hotel saja.  Jadi photo photo yang bisa saya tampilkan disini hanya photo dengan Security, Bell Boy, Cheff dan Staff Hotel saja.

Aku Dan Penjaga Boat Hotel
Baca Juga :

Jumat, 19 Oktober 2018

Sekolah Gajah Pinnawala Srilanka

Gajah Srilanka Di Sungai Ma Oya
Pinnawala, Kagalle

Saya sekeluarga pernah tinggal 15 tahun disekitar gajah gajah Sumatra. Tepatnya  tinggal dan bekerja di lokasi yang berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Tahura di Minas, Riau. Berkali kali pula saya harus pindah tugas ke lokasi lain yang juga berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Sebanga Duri, Riau. Saya sampai hapal, jalur jalur lintasan gajah disekitar tempat tinggal saya. Jangan sekali kali parkir mobil atau menghalangi jalur lintasan gajah ini, bisa ngamuk dan merusak apapun kalau jalur lintasannya terhalang.


Sungai Maha Oya Tempat Hidup
Gajah Gajah Srilanka

Karena saking seringnya saya berinteraksi dengan Gajah waktu masih tinggal di Riau, maka secara tidak langsung membentuk diri menjadi orang yang selalu merindukan suara maupun tingkah polah gajah di alamnya. Sampran Elephant Park di Thailand pernah saya kunjungi, David Sheldrick Wild Trust di Nairobi Kenya juga tidak luput dari pengamatan saya seperti pernah saya tulis dalam blog ini juga Sekolah Gajah David Sheldrick Nairobi Kenya. Nah, sekarang saya ajak anda untuk melihat gajah gajah Srilanka.

Pintu Masuk Menuju Sungai Maha Oya
Tempat Gajah Gajah Mandi Bersama

Lokasi gajah gajah Srilanka ini ada di desa kecil bernama Pinnawala, sekitar 90 Km dari ibukota Colombo.  Kota agak besar terdekat bernama Kagalle. Jadi dari Colombo carilah angkutan umum menuju Kagalle dulu. Kalau yang anda cari jurusan Colombo - Pinnawala, nggak bakalan bisa ketemu, paling anda disuruh charter mobil sendiri untuk kesana. Pinnawala itu ndeso pelosok yang masih perlu perjalanan sekitar 13 Km dari Kagalle. Anda bisa naik ojek motor dari Kagalle atau sewa mobil semi offroad.


Gajahnya Berwarna Coklat Dan Bersih
Bahasa Kita Sawo Matang Bersih Dan Mulus

Gajah Srilanka ini ternyata berbeda sekali dengan gajah Sumatra atau gajah Afrika.  Gajah Sumatra suka jalan jalan jauh sekali melalui jalan lintasan yang tetap,. Gajah Afrika suka putar putar disemak semak yang menjadi wilayahnya, kira kira seperti patroli wilayah. Kalau gajah Srilanka sukanya mandi 'Telanjang' bersama dengan kawan kawannya. Pagi, siang sampai sore kerjaannya cuma bersenda gurau sambil siram siraman air di sungai Maha Oya.

Mandi Bersama Sepanjang Hari

Keluar dari air hanya untuk makan saja. Jarang terlihat gajah gajah Srilanka tersebut jalan jalan terlalu jauh dari pinggir sungai. Karena disepanjang sungai banyak sekali pohon kelapa, maka sering kali gajah gajah tersebut menggoyang goyang pohon kelapa dengan badannya. Begitu 'Bug' ada buah kelapa yang jatuh langsung berebut untuk dimakan setelah diinjak dulu.

Pengunjung Hanya Boleh Melihat Dari Pinggir Sungai

Ada juga gajah yang sudah sangat jinak dan bisa dinaiki. Gajah jinak ini disewakan buat para turis dengan tarif tertentu per jam. Route perjalanannya menjauhi sungai Maha Oya dan lewat jalan jalan desa, bahkan keluar masuk hutan. Terkadang harus nyeberang sungai kecil. Satu ekor gajah bisa dinaiki dua orang dewasa dan pawangnya akan jalan kaki mengikuti dari belakang.


Lihat Warna Kulitnya
Bersih Dan Mulus Karena Hobby Mandi

Saya agak curiga, kenapa gajah yang bisa dinaiki dan disewakan ini warna kulitnya hitam dan ukurannya lebih besar. Sangat berbeda dibanding dengan gajah gajah yang sehari hari mandi telanjang bulat di Sungai Maha Oya. Kulitnya juga berdebu, mirip dengan gajah Sumatra yang lebih suka mandi debu dibanding air.

Ini Gajah Jinak Yang Disewakan
Warna Kulitnya Lebih Hitam

Ahhhh, jangan jangan, gajah gajah hitam berdebu yang saya naiki ini adalah 'Dosen' atau Expatriate Gajah Pengajar yang di'recruit' khusus dari Indonesia. Jangan jangan gajah jinak ini lulusan dari Sekolah Gajah di Tahura Minas atau Sebanga Duri, Riau. Terlihat sekali gajah hitam ini takut air dan beda dengan yang lainnya. Gajah hitam ini harus dicambuk dulu untuk menyeberang sungai kecil.

Karena Gajah Ini Warnanya Hitam
Saya Curiga Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Dari Sumatra / Thailand


Warna Kulitnya Hitam Dan Lebih Tinggi
Pasti Ini Expatriate Gajah Dari Sumatra / Thailand

Yakin Saya, Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Yang Ngobyek Ngojek Di Srilanka



Gimana Guys
Kenapa Gajah Tunggangan Di Pinnawala Warnanya Beda


Baca Juga :

  • Sekolah Gajah David Sheldrick Kenya
  • Dari Colombo Ke Pinnawala
  • Nyamuk Nyamuk Colombo
  • Ke Srilanka Dengan eVisa
  • Sekilas Bandaranaike International Airport
  • Selasa, 11 September 2018

    Semalam Di Amboseli National Park Kenya

    Embraer Emprit Di Nairobi Siap Terbang
    Menuju Amboseli

    Seumur umur, baru pertama kali ini saya naik pesawat kecil jenis emprit, bernama Embraer buatan Brazil dengan kapasitas penumpang sekitar 15an orang saja. Pesawat ini digunakan khusus untuk membawa tamu Hotel Amboseli Serena dari Nairobi. Lokasi Amboseli Serena Hotel ini ditengah taman margasatwa Amboseli National Park, Kenya, sekitar 450 Km atau 3.5 jam perjalanan darat dari Nairobi.

    Ini Airport Ditengah Padang Sabana
    Amboseli National Park

    Pesawat Embraer yang membawa saya dari Nairobi terbangnya sangat rendah sekali. Sepanjang perjalanan bikin deg degan terus karena mesin pesawat bisa tiba tiba menderu kencang sendiri saat melawan angin. Kadang kadang terasa pesawat jalannya maju tapi agak menyerong seperti belok arah sendiri mengikuti arah angin. Kadang kadang terasa seperti lewat jalan bergelombang atau bahkan anjlok cukup kuat. Untung penerbangan hanya sekitar 45 menit saja.

    Jalan Dari Bandara Amboseli Menuju Hotel
    Kiri Kanan Banyak Binatang Liar

    Yang lebih mendebarkan adalah saat mendarat di Amboseli National Park Airport. Pesawat harus terbang rendah dulu diatas landasan beberapa kali. Saya kira pesawat gagal mendarat dan terbang lagi, eh ternyata tujuannya supaya pilot bisa menangkap signal radio handy talky dari karyawan hotel yang sudah menunggu dibawah. Pesawat sengaja terbang rendah diatas landasan untuk bisa menangkap frekwensi Handy Talkie atau Handphone  dibawah.

    Petunjuk Arah Menuju Amboseli Serena Hotel

    'OK, silahkan mendarat mas Pilot, Gajah, zebra dan binatang lain yang tidur di landasan sudah saya usir semua'.  

    Jadi, sambil memastikan sendiri landasan aman, si Pilot juga ingin mendengar karyawan hotel sudah mempersilahkan untuk mendarat melalui handy talkie atau handphone.  Maklum, di bandara mini ini tidak ada pagar, tidak ada Control Tower untuk memandu pilot  dan juga tidak ada gedung ruang tunggu penumpang.  Semua harus dilakukan sendiri oleh pilot dan karyawan hotel dibawah, termasuk menakut nakuti binatang dengan suara mesin pesawat apabila ada binatang yang terlalu dekat dengan landasan.

    Cottage Kamar Saya  Di Amboseli Serena Hotel

    Begitu pesawat sudah berhasil mendarat dengan selamat, terlihat ada sekitar 10 mobil  Range Rover dengan sopir berseragam hotel. Sambutan cukup baik, selain senyum ada juga 'welcome drink' yang cukup aneh rasanya di mulut berupa rumput dicampur es. Pingin nambah lagi juga bisa, minuman dingin yang sama akan segera dituangkan langsung dari termos yang dibawa dari hotel. Susah membayangkan kalau nggak ada yang menjemput dari hotel. Bisa jadi 'bancakan' binatang buas saya di bandara terbuka tanpa gedung seperti ini.

    Pintu Masuk Amboseli Serena Hotel

    Perjalanan dari bandara kecil Amboseli ini menuju hotel masih perlu waktu 15 menit melalui jalan tanah dengan kiri kanan  masih banyak binatang liar dan buas. Sesekali terlihat berbagai macam binatang liar disepanjang perjalanan menuju hotel. Saat 'check in' dan mulai masuk area hotel, perasaan saya masih begitu senang, gembira dan ceria menikmati fasilitas hotel dan suasana baru yang lain daripada yang lain. Putar putar di area hotel terasa begitu tenang dan nyaman.

    Pintu Gerbang Masuk Amboseli Serena Hotel

    Tapi, malam hari suasana terasa sangat mencekam dan susah sekali memejamkan mata. Berbagai macam suara binatang terdengar sangat dekat sekali dari kamar. Rasanya berbagai macam binatang berada dibawah jendela kamar hotel. Yang paling sering terdengar adalah suara gedebak gedebuk rombongan binatang sedang berlari. Suara auman singa, cheetah, leopard, hyeena, serigala sesekali terdengar sangat jelas di kejauhan. Suara binatang sedang menggeram berkelahi juga terasa sangat dekat sekali.

    Meskipun Terpencil Ternyata Hotelnya
    Fully Booked

    Baru pertama kali ini saya menginap di hotel, bayar sangat mahal  tapi nggak bisa kemana mana. Sepanjang malam saya, suami dan anak anak hanya dikamar saja.
    Instruksi saya tegas, 'Tidak boleh ada satupun yang keluar kamar !!!!'. Emak berkuasa penuh.
    'Halaah, itu mah suara tape dari speaker di halaman hotel'
    'Nggak boleh mbantah, hayo tidur semua, jangan keluar'
    Bener, anak dan bapak semua bisa tidur nyenyak. Tinggal saya sendiri yang nggak bisa tidur semalaman.

    Pemeriksaan Surat Surat Untuk Masuk
    Amboseli Serena Hotel

    Yang paling parah saat ada serombongan gajah melintas. Salah satu gajah perutnya gatal gatal dan digaruk garukkan ke pagar kawat dan pohon. Suara rombongan gajah ini berisik sekali tapi untungnya kegaduhan terjadi saat pagi hari. Banyak tamu hotel yang sudah bangun dan mau sarapan di restaurant ikut menyaksikan kegaduhan para gajah. Yang menarik, staff hotelnya bisa mengusir gajah liar tersebut dengan mudah. Mereka dari suku Maasai yang sehari hari hidup di alam, jadi ada binatang apapun bikin gaduh malah didekati dan jadi tontonan para tamu hotel.

    Sudah Nyampai Didepan Lobby
    Amboseli Serena Hotel

    Akhirnya setelah selesai ber'safari' seharian, saya putuskan pulang ke Nairobi lewat jalan darat. Cukup semalam saja nggak bisa tidur nyenyak di hotel ini. Dan juga, cukup sekali saja naik pesawat turun di bandara tanpa petugas control udara. Tapi sayangnya dalam perjalanan darat ke Nairobi saya lebih banyak tidur. Ngantuk sekali saya.


    Jembatan Menuju Ke Kamar Hotel

    Sarapan Pagi Di Restaurant Hotel

    Kalau Malam Terdengar Suara Singa
    Dan Binatang Lain

    Hiasannya Gambar Binatang Semua

    Lobby Amboseli Serena Hotel
    Patung Singa, Gajah, Jerapah Semua Ada

    Staff Hotel Dari Suku Masaai

    Sabtu, 08 September 2018

    Naik Kereta Korengan Isle Of Wight, UK

    Saya Hanya Bisa Tertawa Terkekeh Kekeh
    Naik Kereta Karatan Jaman Sherlock Holmes Di UK

    Baru beberapa bulan lalu saya pulang ke Indonesia dan mencoba transportasi umum, khususnya kereta api di Indonesia. Luar biasa,  Stasiun kereta api Tugu Yogyakarta, Gubeng Surabaya dan Tawang Semarang sudah jauh berbeda dibanding saat saya masih tinggal di Indonesia sepuluh tahunan yang lalu. Bersih, pelayanan profesional dan tidak ada lagi penjual pecel dan gorengan yang berada di area stasiun atau naik ke gerbong. Semua gerbong kereta api di Indonesia apapun kelasnya telah berubah jadi dingin dan berAC dalam waktu kurang dari 10 tahun.


    Penumpang Kereta Api Duduknya Membelakangi Jendela
    Kusen Jendela Dari Kayu

    Calo jelas tidak ada lagi, ngantri berdiri beli tiket sudah tentu tidak ada lagi. Sekarang beli tiket bisa online atau lewat mesin. Di Stasiun Tugu Yogya malah saya bisa masuk ke Executive Lounge yang tidak pernah saya jumpai di Stasiun Kereta Api di negara manapun yang pernah saya kunjungi. Mungkin anda tidak percaya apa yang saya katakan, mari kita bandingkan saja dengan kereta luar negeri. Saya ajak anda jalan jalan naik kereta api di Inggris.


    Kereta Api Jaman Sherlock Holmes
    Penumpangnya Ceria Ingat Agatha Christie
    Kereta Api Inggris ini sepertinya peninggalan Sherlock Holmes atau Agatha Christie. Kalau anda pernah menyaksikan film detektif kuno 'Murder On The Orient Express', nah seperti itulah bentuk kereta api di Inggris ini, tepatnya di Isle Of Wight. Tidak ada AC sama sekali di kereta, tapi angin sangat kencang dan sejuk didalam gerbong karena hampir semua gerbong nggak ada pintu, kalaupun ada pintunya nggak bisa ditutup. Kereta api ini menghubungkan beberapa stasiun  Ryde Pier Head, Ryde Esplanade, Ryde St John, Small Brook, Brading, Sandown, Lake dan terakhir Shanklin.

    Kondektur Marah Saat Dikritik
    Keretanya Butut
    Goyangnya sungguh luar biasa aduhai, kalau lokomotifnya goyang kekanan, ekornya goyang kekiri. Assooy......., Kusen jendela terbuat dari kayu mirip kusen di rumah rumah Perumnas di tanah air. Lantainya dilapisi triplek tebal. Atap kereta bagian luar terlihat korengan penuh karat tapi bagian dalam masih terlihat sangat bagus. Mungkin dempulnya sangat tebal sekali sebelum dicat putih.


    Atap Kereta Korengan Penuh Karat
    Hati Hati Tergores Bisa Tetanus
    Kondektur kereta butut di Isle Of Wight ini sangat pemarah sekali, mungkin karena tiap hari kereta bututnya dikritik penumpang terus menerus. Semua penumpang kayaknya sudah paham dengan karakter pak kondektur yang pemarah tersebut. Kebanyakan penumpang hanya senyam senyum dan tertawa saja saat ada penumpang complain lalu dimarahi pak kondektur galak tersebut. Sepertinya semua penumpang takut diturunkan ditengah jalan.

    Ini Bukan Bangkai Kereta
    Masih Beroperasi Di Isle Of Wight

    Anak saya sempat kena marah juga dan ditertawain penumpang lain :

    'Ada asuransi nggak kalau penumpang tergores dan terkena tetanus ?'.

    Ini sebenarnya pertanyaan umum penumpang yang khawatir akan terluka, tergores besi karatan didalam gerbong kereta. Tapi pak kondektur dengan lihai menjawab segala macam keluhan penumpang, 

    'Saya naik kereta ini sejak kanak kanak', 
    'Keretanya seperti sekarang ini karena tertular tetanus dari saya'


    Banyak Penumpang Yang Ragu Dan Bertanya
    Apa Benar Kereta Ini Safe Dan Bisa Jalan

    Semakin Korengan Tampaknya
    Membuat Turis Semakin Tertarik Untuk Mencoba

    Selamat Jalan Jaga Kulit Anda
    Agar Terhindar Dari Tetanus

    Suasana Bagian Dalam Gerbong
    Keretanya Sherlock Holmes

    Meskipun Butut Dan Korengan
    Tapi Naik Juga Karena Nggak Ada Transportasi Lain

    Ryde Esplanade Train Station
    Ada Kios Kelontong Jual Kebutuhan Sehari Hari Di Stasiun

    Shanklin Station
    Stasiunnya Kecil Dan Sepi
    Ini Executive Lounge Stasiun Tugu
    Di Yogyakarta

    Executive Lounge Di Stasiun Kereta Api Itu Hanya
    Ada Di Indonesia

    Executive Lounge Anggrek Di Stasiun Tugu Yogya
    Stasiun KA Dimanapun Di Dunia Lewaaaat

    Kereta Api Di Indonesia Kinclong Kinclong
    Baca Juga :