Sabtu, 20 Januari 2018

Piknik Ke Border Iraq

Border Iraq Sekitar 120 Km Dari Kuwait City
Jalannya Lurus Dan Tidak Ada Bangunan Atau Pohon
Disepanjang Jalan

Bulan depan tanggal 25 dan 26 February adalah Independence & Liberation Day Of Kuwait. Nah, saya tertarik untuk mengenang 'Liberation Day'nya saja, yaitu hari bersejarah dimana Kuwait dibebaskan dari invasi Iraq pada tahun 1991. Istilah kerennya adalah 'Napak Tilas Perang Teluk. Dari Kuwait menuju Perbatasan Iraq jaraknya sekitar 120 Km saja dan jalan yang dilalui  hanya ada satu saja, namanya Road 80 atau Highway 80. Tetapi saat ini lebih terkenal dengan nama Highway Of Death.  Hiii, ngeri sekali namanya.


Sebelah Kiri Dan Kanan Highway 80 Hanya Gurun Kosong
Tidak Ada Tempat Berlindung Sama Sekali

Kenapa Road 80 namanya begitu menyeramkan ? Ceritanya, nama menyeramkan 'Highway Of Death' tersebut muncul saat Gulf War, Pembebasan Kuwait dari invasi Iraq tahun 1991 yang lalu. Tentara Iraq yang saat itu sedang mundur untuk kembali ke barak di Iraq digempur habis dari udara oleh pesawat pesawat US dan sekutunya. Diperkirakan lebih dari 10000 orang terbunuh, baik dari tentara Iraq sendiri maupun penduduk yang digunakan sebagai tameng hidup saat tentara Iraq tersebut bergerak mundur kembali ke perbatasan.


Istirahat Dulu Makan Siang Sambil
Merenung Dan Membayangkan Apa Yang Terjadi
Di Jalan Ini Tahun 1991 Lalu


Sampai saat ini kejadian tersebut masih menjadi 'kontroversi' internasional. Kalau tentara sedang bergerak mundur seharusnya tidak boleh ditembak sesuai dengan konvensi internasional. Tetapi yang terjadi saat itu tentara Iraq tersebut mundur dengan membawa persenjataan berat lengkap mulai dari tank sampai rudal anti pesawat, bukan mundur dengan tangan kosong. Jadi, sangat beralasan sekali kalau digempur habis dari udara. Baca sendiri sejarahnya di link Highway Of Death


Ditempat Ini, Pernah Bergelimpangan Mayat
Tentara Iraq

Saya bisa membayangkan betapa ngerinya kejadian tahun 1991 yang lalu disepanjang jalan ini saat melintas. Saat perjalanan mulai meninggalkan Jahra, perumahan terakhir yang ada dijalan 80, yang bisa kita saksikan hanya gurun pasir saja. Tidak ada pohon, bukit maupun bangunan sama sekali yang bisa digunakan untuk berlindung. Jadi, bisa terbayang betapa empuknya pilot pilot pesawat tempur US menembaki iring iringan tentara Iraq dan tameng hidupnya. Nggak salah kalau korban lebih dari 10000 orang dan saat ini kuburan massalnya terlihat sangat besar sekali di jalan ini.


Rasanya Ikut Sedih Mengenang Kejadian
Ditempat Ini. Setiap Butir Pasir Yang Saya Injak
Serasa Korban Masih Ada Disini

Semoga, kejadian perang semacam ini tidak terjadi lagi, dimanapun termasuk juga di Indonesia. Sudah sangat banyak korban yang berjatuhan karena perang. Dan kini Kuwait hanya bisa mengingat, mengenang dan memperingati saja keluarga, sahabat dan teman yang ikut jadi korban. Semoga tulisan tentang Independence & Liberation Day Kuwait ini bisa menjadi bahan renungan bagi siapa saja di tanah air. Terutama bagi anda yang gemar bikin 'panas' dunia medsos di Tahun Politik 2018 ini.


Sepi, Dingin Dan Tidak Ada Apa Apa
Bisa Membayangkan Bagaimana Perang Disini

Ucapan Terima Kasih Penduduk Atas Keberhasilan
US Troops Membebaskan Kuwait

Abdaly, Kota Perbatasan Yang Menjadi Saksi
Bagaimana 10000 Orang Lebih Mati Di Jalan Ini

Mendekati Iraq Border
Katanya Jalan 80 Ini Sekarang Angker Dan Sering
Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas

Pintu Gerbang Perbatasan Kuwait Iraq
Tempat Awal Invasi Iraq

Keadaan Saat Ini - Ada Rig Pemboran Dan Ada Juga
Jaringan Listrik

Rig Pemboran Minyak
Di Perbatasan Memang Kaya Minyak

Keadaan Road 80 Setelah Dibombardir Pesawat US
Tahun 1991 (Courtesy Of Wikipedia)

Mengerikan
10000 korban lebih saat ini terbaring di Kuburan
Massal di Highway 80 (Courtesy Of Wikipedia)

Pemandangan Dari Atas Highway 80
Pasca Dibombardir Dari Atas (Courtesy Of Wikipedia)

Habis Tak Tersisa Sebelum Mencapai
Perbatasan (Courtesy Of Wikipedia)
Baca Juga :
Blogger Tricks

Jumat, 05 Januari 2018

Piknik Ala Arab

Piknik Ala Timur Tengah Itu Ya Gini Ini
Bawa Meja, Kursi, Termos Dan Kopi

Piknik kalau di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Mau piknik ke gunung, hutan, danau, laut, sungai dan pulau bisa dilakukan dengan mudah. Dari Sabang sampai Merauke banyak tempat tempat bagus yang bisa dijadikan tempat untuk wisata, kapanpun tanpa tergantung dengan musim.


Orang Arab Kalau Piknik Keluarga Cuma Duduk
Duduk Di Pantai Bawa Meja Dan Kursi Dari Rumah
Di Kuwait, saya harus mikir 1000 kali kalau mau merencanakan Piknik Keluarga. Gunung nggak ada, danau nggak ada, sungai juga sama saja nggak ada. Apalagi hutan dengan air terjun yang indah, jelas nggak ada. Pusing memang....., apalagi kesempatan untuk piknik hanya bisa dilakukan saat musim dingin saja. Musim panas nggak mungkin ngadain piknik outdoor, panasnya bukan main.

Cuma Duduk Duduk Di Pantai Doang
Lalu Senengnya Itu Dimana

Karena Kuwait negaranya sangat kecil sekali (17,818 SqKm - kira kira sebesar propinsi Bengkulu), maka piknik keluarga yang sering dilakukan adalah kabur wisata keluar negeri. Yang tidak bisa wisata keluar negeri, pikniknya cuma duduk duduk di pantai, taman kota atau bikin tenda di gurun.


Termos Air Panas Untuk Bikin Kahwa (Kopi Arab)
Wajib Dibawa Bersama Kurma

Tahu nggak, orang orang disini kalau mau piknik hebohnya bukan main. Semua barang diangkut dari rumah ke pantai yang jaraknya sebenarnya tidak seberapa jauh. Mulai meja lipat, kursi lipat, tenda, sepeda, makanan, minuman, panggangan BBQ dan masih banyak lagi semuanya diangkut dengan mobil dari rumah. Kalau satu keluarga jumlahnya 6 orang saja, maka bisa 2 - 3 mobil convoy bawa semua barang dari rumah ke pantai/gurun. Yang punya Caravan tidak terlihat begitu heboh karena semua barang bisa masuk semua.

Duduk Duduk Doang
Heran, Orang Arab Betah Sampai Subuh

Berkali kali saya mencoba merasakan Piknik Ala Arab seperti ini untuk menjajaki 'dimana sih nikmatnya piknik hanya beberapa Km dari rumah ?'. Ternyata lebih banyak ribetnya daripada nikmatnya. Saya coba bawa semua barang seperti apa yang sering dibawa oleh penduduk lokal. Ternyata perlu dua mobil untuk keluarga kecil saya yang cuma 4 orang. Barang yang saya bawa tidak lain adalah :
  • Termos Air Panas dan Air Mineral
  • Kahwa (Kopi Arab) dan juga Kopi Nescafe
  • Kurma dan Arabian Sweet (jajanan manis khas Arab seperti Kunafa, Mushaltat dll).
  • Satu Meja Lipat dan 4 buah Kursi Lipat.
  • Sepeda 2 buah
  • Dan masih banyak lagi prethil prethil kecil seperti pecah belah, tikar dll.

Yang Di Omongin Apa Kok Bisa Betah
Sampai Subuh

Ternyata, waktu terlama 'Piknik Ala Arab' yang bisa saya lakukan cuma 3 jam saja. Bosan, Jenuh dan cepat ngantuk karena cuma duduk duduk memandang laut. Nggak ada aktifitas yang energik dan bisa menghilangkan kebosanan. Paling cuma melihat anak anak main sepeda kesana kemari, melihat orang sedang jalan jalan atau melihat orang duduk duduk melamun sambil makan. Nggak ada hingar bingar ndangdutan seperti ditanah air.

Cuma Jalan Jalan Setelah Itu Balik Lagi
Ngambil Makanan Dan Ngopi Kahwa

Pernah saya mengajak seorang teman dari Saudi untuk jalan jalan ke Indonesia biar tahu bagaimana tempat wisata dan bagaimana piknik yang seharusnya. Saya turunkan dia di Puncak. Ketika ketemu saya kembali di Kuwait, ceritanya panjang lebar dan menggebu gebu. 'I surprise...Indonesia is the real heaven'. Heran dia dengan gunung, sungai, hujan, air terjun, binatang binatang di Taman Safari dan alam hijau daerah Puncak. Nggak salah dia menganggap Indonesia adalah 'The Real Heaven', selain alamnya indah, ternyata setiap hari kerjaannya juga ndangdutan dikelilingi 72 bidadari cantik di Puncak.


Baru Saja Buka Lapak
Sudah Langsung Kekenyanyan

Barang Yang Dibawa Banyak
Tapi Cuma Betah 2 - 3 Jam Saja

Susah Membedakan, Ini Kekenyangan
Atau Cuma Melamun

Jalan Jalan Lalu Balik Lagi Ke Lapaknya
Makan Dan Ngopi Lalu Jalan Jalan Lagi

Yang Punya Caravan Bisa Sekali Angkut

Orang Kuwait Banyak Yang Punya Caravan
Tapi Nggak Pernah Jalan Jauh, Paling Cuma Ke Pantai

Piknik Begini Ini Hanya Saat Musim Dingin Saja

Bawa Caravan Setahun Paling Cuma Sekali
Saat Musim Dingin - Itupun Jarak Dari Rumah Sangat Dekat

Minggu, 31 Desember 2017

Balapan Onta Jaman Now Di Kuwait

Kuwait Camel Racing Club
Setiap Hari Sabtu Jam 13:30 - 17:00
Tiket Masuk : Gratis

Namanya Onta, sebenarnya sama  saja dengan Sapi, Kerbau atau Kambing. Tapi binatang yang satu ini seringkali dikeramatkan atau disakralkan oleh orang orang Indonesia ditanah air. Contohnya, 'Hati Onta' ditulis panjang lebar khasiatnya diberbagai media di tanah air dan katanya bisa digunakan sebagai obat asma, kanker, batuk, pilek, panu, kadas, kurap dan lain lain. 'Air Susu Onta' juga diulas khasiatnya dan dicari sangkut pautnya dengan kebiasaan minum para Nabi. Bahkan 'Air kencing Onta'pun juga dipercaya sebagai obat yang mujarab dan dijadikan oleh oleh para jamaah Umroh dan Haji sepulang dari tanah suci. Baca tulisan geblek dari link ini : Mujizat Hadits, Fakta Ilmiah Air Kencing Onta Adalah Obat.

Juara Pertama Memasuki
Garis Finis
Bagi orang Arab, nggak ada sama sekali orang yang mensakralkan binatang ini meskipun dulunya adalah tunggangan para Nabi. Baik daging, hati, air susu, air kencing semuanya dianggap sama saja dengan Sapi atau binatang lain. Yang jelas, khasiat dagingnya bikin perut kenyang dan tentu saja enak kalau dibikin Kebab, itu saja. Air kencing onta juga nggak ada yang mau minum. Seandainya anda termasuk orang yang mensakralkan onta, cobalah periksakan diri anda ke Psychiatrist. 


Punggungnya Dipasangi Speaker Technology Bluetooth
Dan Motor Electronic Untuk Pecut Dengan
Technology Wireless
Di Arab, khususnya Kuwait, hanya ada dua pilihan saja bagi Onta. Yaitu dijadikan Kebab atau ikutan Racing. Kalau pilihannya ikut Racing dan bisa menjadi juara maka hidup si Onta akan menjadi lebih baik, makmur dan benar benar diperlakukan khusus dan istimewa. Si 'Onta Juara' akan diphoto dan diajak selfie, diberi piala berlapis emas, masuk TV, berbulan bulan jadi selebriti terkenal diseluruh Arab countries, kandangnya berbeda dengan normalnya kandang onta. Harga jual si Onta akan melonjak sangat mahal sekali. Pernah tercatat, ada 'Onta Juara' yang laku terjual Rp 25.5 Milyar di Saudi.


Ada Juga Onta Yang Kelelahan
Memasuki Garis Finish

Di Kuwait, untuk melihat onta onta tersebut saat berjuang/bersaing untuk meraih predikat yang tercepat, terbaik dan termahal bisa disaksikan di Kuwait Camel Racing Club. Lokasinya ditengah gurun pasir yang jauh dari mana mana (The Center Of Nowhere). Tidak ada angkutan umum menuju lokasi balapan ditengah gurun ini. Satu satunya cara menuju ke tempat racing ini adalah dengan mobil pribadi sekitar 50an Km dari kota melalui 7th Ring Road dan belok kekiri melalui Road 602 (Sulaibiya Road) kearah Kabad. Tidak dipungut biaya apapun untuk masuk ke tribune stadium yang megah, berAC sejuk dengan tempat duduk sofa kulit yang empuk.


Klakson Dari Mobil Membuat
Onta Lari Terbirit Birit

Jaman Now, balapan onta sudah jauh berbeda dibanding jaman Nabi dulu. Joki anak anak yang naik dipunggung onta untuk mengendalikan si onta dengan cambuk sudah tidak ada lagi saat ini. Sudah dilarang pemerintah karena sering terjadi kecelakaan. Si joki anak anak seringkali terjatuh dan terluka terinjak onta onta dibelakangnya. Undang undang di negara negara Arab saat ini juga lebih baik dengan adanya larangan untuk mempekerjakan anak dibawah umur disemua sektor termasuk Camel Racing.


Menjelang Finish, Mobil Mobil Harus
Belok Ke Kiri Tidak Boleh Mengikuti Onta Lagi

Tanpa joki yang mencambuk dari atas punggung sudah tentu si Onta tidak akan mau lari kencang. Tetapi orang Arab punya akal yang tidak kalah canggihnya dengan bangsa lain. Di punggung onta racing saat ini dipasangi speaker dengan technology Bluetooth. Ada juga motor kecil dengan penggerak accu sepeda motor untuk memutar cambuk ketubuh si onta. Motor ini dikendalikan dengan technology wireless. Tidak cuma itu saja, puluhan mobil dengan klakson yang sangat keras dan berisik akan mengikuti si onta dan membuat si onta lari kencang pontang panting atau tunggang langgang ketakutan.

Jamal, Masuk Garis Finish Pertama
Puluhan Wartawan Menyambut Kemenangannya

Baik suara speaker maupun lecutan cambuk dipunggung onta semuanya dikendalikan oleh assistant sopir yang duduk disamping sopir saat mobil mengejar si onta dari belakang. 'It's Fun' kata mereka. Gimana nggak fun, terkadang sopir dan pembantunya terlihat ribut saling menyalahkan saat ontanya kalah.  Ribut gaduh tapi juga tertawa, karena masalah sebenarnya adalah signal Bluetooth dan Wifi terputus saat jarak mobil terlalu jauh dari si onta.


Penonton Berkerumun Menyambut
Celebrities Baru - Jamal Sang Juara Nasional

Bersaing Untuk Juara Dua Dan Ketiga

Tribune Balap Onta Jaman Now
Full AC Dan Leather Sofa

Ini Kuwait Camel Racing Stadium
Sofanya Empuk Padahal Nggak Bayar Sama Sekali

Penuh - Suara Komentator Juga Gaduh
Disiarkan Langsung Di TV Nasional

Photo Photo Para Juara Dengan Trophy
Dan Medali Kemenangan


Perhatikan Mobil Mobil Yang Mengikuti Dibelakang
Onta Dengan Suara Klakson Yang Berisik

VIP Room Dengan Piala Berlapis Emas
Dan Camera Untuk Siaran Langsung Ke
Negara Negara Arab Sekitar Kuwait

Kuwait Camel Racing Stadium
Dari Bagian Depan

Baca Juga :

Sabtu, 23 Desember 2017

Ketela Pohon Al Shaheed Park Kuwait

Al Shaheed Park Kuwait
Paru Paru Kota Ditengah Kuwait City

Sudah cukup lama saya tidak mengunjungi Al Shaheed Park, sebuah taman kota terbesar di Kuwait City. Taman ini terletak di Al Soor Street tepat didepan Tijaria Tower dengan luas sekitar 200.000 meter persegi (800 m x 2.5 Km). Taman kota ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960an, tapi baru saja dilakukan renovasi total. Renovasi Tahap Pertama selesai December 2014 dan diresmikan atau dibuka untuk umum kembali tanggal 3 Mar 2015. 


Ada Restaurant Juga
Malam Hari Pengunjung Lebih Dominan Remaja

Al Shaheed Park ini merupakan sarana umum yang modern dan terintegrasi. Fasilitas umum yang ada di taman ini diantaranya jogging track, outdoor theater, Museum (The Remembrance dan The Habitat), Performance Center (sarana indoor untuk pertunjukan music, concert, tari, drama, pameran seni dan berbagai macam pertunjukan kebudayaan). Dan tentu saja ada beberapa restaurant yang cukup ramai saat malam hari. Sampai saat ini untuk masuk Al Shaheed Park tidak dipungut biaya dan bisa parkir mobil gratis ditempat parkir modern yang berada dibawah taman (Undeground Parking). Meskipun hanya sebuah taman kota, tetapi tempat parkirnya setara dengan Mall besar dengan escalator dan lift menuju taman diatasnya.

Dari Al Shaheed Restaurant Ini Bisa
Berphoto Dengan Latar Belakang Kuwait City

Al Shaheed Park Tahap II baru diresmikan April 2017 lalu isinya lebih kearah aktifitas 'Anak Muda' seperti Skateboard Park, Panjat Dinding, dan berbagai macam fasilitas Interactive Games dan juga Open Air Performance Center. Lebih gegap gempita dan berisik karena isinya anak anak muda semua. Baik Al Shaheed Park I maupun Al Shaheed Park II buka mulai jam 05:00 Pagi sampai jam 10:00 Malam. Kalau musim dingin ramai sepanjang hari tapi kalau musim panas hanya ramai malam hari saja.


Lantai Jogging Track Lebih Mirip Lantai Mall
Biaya Total USD 118 Juta (USD 703.33 per Meter Persegi)

Memasuki kedua taman ini anda tidak merasa sama sekali sedang di tanah Arab, tidak terlihat sama sekali tanah gurun yang kering coklat. Semua terlihat sangat hijau dengan pohon pohon rindang yang cukup lebat dan bangku bangku taman yang tertata apik. Patung patung karya seni seniman seniman Kuwait juga tertata dengan manisnya menambah sedap dipandang mata. Kesannya memang megah, mewah dengan lantai marmer yang katanya tidak panas kalau diinjak saat musim panas. Percaya saja, karena total biayanya konon mencapai USD 118 Juta atau USD 703.33 per meter persegi dan landscapenya USD 250 per meter persegi.

Patung Apa Ini
Ternyata Di Kuwait Banyak Seniman Juga

Patung Apa Ini, Ada Onta Tapi
Ada Sepeda Motor Juga

Tetapi tetap saja, kalau sedang puncak musim panas nggak ada sama sekali orang yang nekat jogging ditempat terbuka ini. Yang panas udaranya, mungkin benar lantainya nggak panas tapi saya nggak mau nekat membuktikan. Biasanya penggemar jogging di Kuwait akan pindah ke Avenue Mall  saat musim panas karena indoor jogging tracknya sangat panjang dan lebih seger karena bisa jogging sambil lihat lihat discount dan pilihat restaurant lebih banyak. 

Ada Kolam Air Dan Berbagai Macam Karya Seni


Saat saya berkunjung ke Al Shaheed Park kemarin, ada pemandangan yang berbeda dibanding dengan pemandangan musim dingin tahun lalu. Saat ini ada tanaman baru yang cukup menarik, yaitu pohon ketela. Saya nggak tahu, dapat ide darimana pengelola taman ini kok sempat sempatnya menanam pohon ketela. Barangkali, inilah pohon ketela yang paling mujur diseluruh dunia. Setiap hari dirawat oleh staff khusus seperti layaknya merawat tanaman mahal dan langka di Kebon Raya Bogor. Tukang kebun yang merawat pohon ketela tersebut didatangkan dari luar negeri, yaitu India dan Bangladesh.  Rrruar biasah, ketela memang bukan tanaman asli gurun jadi jangan sampai mati kekeringan.

Tijaria Tower Yang Paling Depan Sendiir

Banyak Patung Patung Bagus Dan Megah
Karya Seniman Kuwait Di Taman Ini

Bisa Melihat Sunrise Juga

Petunjuk Ke Museum, Ampitheater
Atau Restaurant Cukup Jelas

Kebun Ketela Dibelakang Masjid

Hanya Di Al Shaheed Park Ini Saja Pohon Ketela
Diawasi CCTV 24 Jam

Pohon Ketela Di Kuwait Ini Barangkali Termasuk
Pohon Paling Sejahtera, Punya Perawat Khusus
Disiram Air Setiap Jam Dan Diawasi CCTV

Pohon Ketela Ini Entah Didatangkan Dari Negara Mana

Karya Seni Dari Seniman Kuwait
Banyak Di Taman Ini

Ruang Parkir Ini Berada Di Bawah Al Shaheed Park
Bisa Menampung Mobil Sekitar 800-1000an

Baca Juga :