Sabtu, 27 Juni 2020

Rambu Lalu Lintas Cebol Di Spanyol


Entah Berapa Kali Aspal Ditinggikan
Sehingga Rambu Tinggal Semeter

Hilang rasa letih dan lelah kalau kita melakukan perjalanan nyetir sendiri mobil sewaan keluar kota, kemanapun diseluruh penjuru Spanyol. Sepanjang jalan sering kali kita semua tertawa terbahak bahak dan rasanya ingin sekali saya guling guling dan salto di jalanan. Bagaimana tidak tertawa, pemandangan sepanjang jalan mempertontonkan betapa lucunya Dinas Pekerjaan Umum Spanyol dan Kontraktor kontraktor  yang dapat proyek memperbaiki jalan umum.

Tahun Depan Kalau Aspal Ditinggikan Lagi
Rambu Ini Tinggal Gambar Kuda

Kalau ada kontraktor menang tender perbaikan jalan, caranya sama persis dengan para kontraktor Indonesia tahun 1970an. Aspal lama langsung saja ditimbun atau diurug dengan aspal baru, tidak dikerok dulu. Cara perbaikan jalan model timbun dan urug ini entah sudah terjadi sejak kapan, yang jelas saat ini hampir semua rambu lalu lintas  di jalan umum luar kota banyak sekali yang 'cebol'. Separuh tiangnya tertimbun aspal yang bertambah tebal dari tahun ketahun. Rata rata tinggi rambu lalu lintas tinggal satu meter saja.

Rambu Cebol Banyak Di Spanyol

Lebih lucu lagi kelakuan kontraktor Spanyol kalau dapat proyek untuk membuat tembok penahan longsor. Rambu lalu lintas yang menghalangi proyek pembangunan tembok tidak dibongkar atau disingkirkan dulu tapi dibiarkan apa adanya dan ikut disemen. Jadi, sudah menjadi hal yang umum kalau anda menyaksikan tiang besi rambu lalu lintas tertanam didalam tembok batu penahan longsor.

Tingginya Tinggal Satu Meter

Yang penting proyeknya bisa selesai dengan cepat, ada rambu lalu lintas atau apapun yang menghalangi proyek, semen saja beres. Gambar proyek yang disetujui Dinas Pekerjaan Umum Spanyol bisa jadi bukti bahwa tidak ada benda apapun yang menghalangi pembangunan tembok. Jadi kalau ada rambu lalu lintas yang hilang tersemen didalam tembok penahan longsor  atau hanya nampak ujung atasnya doang maka jangan salahkan siapa siapa. Cukup tertawakan saja, Standard Operating Procedure (SOP) kontraktor perbaikan jalan umum di Spanyol memang diluar nalar siapapun yang melihatnya. Pokoknya Out Of The Box lah.

Terlihat Jelas Aspal Tingginya Bukan Main
Dibanding Tanah Dibawahnya

Dinas Pekerjaan Umum Spanyol Dan
Kontraktor Perbaikan Jalan Kerjanya Amburadul

Tingginya Tinggal Satu Meter


Tiang Rambu Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok

Rambu Ini Ditimbun Tanah  Dan Disemen Saat
Pembangunan Tembok Batu



Rambu Ini Jadi Cebol Karena Jalan Aspal
Ditinggikan Terus

Rambu Km Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok Penahan Longsor Sekarang
Harus Berhenti Didepannya Untuk Baca


Tahun Depan Rambu Ini Tinggal Separuh

Jalan Baru Saja Ditambahi Aspal
Masih Hitam Mulus

Lumayan Masih Agak Tinggi
3 Tahun Lagi Tinggal 1/2 Meter


Rambu Kuning Ini Dulu Terlihat Jelas
Sekarang Hampir Tidak Terlihat
Setelah Dibangun Tembok

Baca Juga :

Selasa, 23 Juni 2020

Rumah Spanyol, Beda Banget Dengan Di Indonesia

Ciri Rumah Spanyol Yang Asli Itu
Pagarnya Pakai Roster Lubang Angin Beton

Saya masih blusukan ke kampung kampung di Spanyol, baik di Madrid, Barcelona sampai Teneriffe Islands untuk melihat sendiri seperti apa bentuk rumah penduduk. Penasaran saya dengan istilah property yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu 'Rumah Gaya Spanyol'. Saya coba browsing Google dengan keyword yang sama, luar biasa dari Sabang sampai Merauke dan dari kota sampai desa saya temukan berbagai macam photo rumah dengan istilah 'Gaya Spanyol'. 

Iklan Properti Rumah Gaya Spanyol
Di Indonesia - Terlalu Besar Dan Megah
Nggak Ada Yang Mirip Di Spanyol

Spanyol sebelah mana yang bentuk rumahnya megah dan modern seperti iklan iklan property di Indonesia ?. Perhatikan gambar gambar rumah yang saya temui di kampung kampung di segala penjuru kota di Spanyol dibawah ini. Nggak ada satupun yang megah, modern dan keren seperti di Indonesia. Saya langsung bisa menyimpulkan, Arsitek dan Developer Perumahan di Indonesia ngibulnya luar biasa. Daya khayalnya luar biasa tinggi buat ngibulin konsumen property / perumahan. Saya yakin sekali, Arsitek dan Developer yang bikin rumah 'Gaya Spanyol' di Indonesia tidak pernah melihat sendiri seperti apa rumah rumah penduduk di kota kota Spanyol.

Roster Lubang Angin
Kenapa Rumah Gaya Spanyol Di Indonesia
Tidak Memakai Roster Lubang Angin Beton

Memang benar ada istilah 'Hacienda', 'Finca', 'Ranchos', 'Estancias' yang berarti rumah / perumahan di Spanyol. Tapi nama nama tersebut hanya populer di negara jajahan, tepatnya di jaman kolonial saat Spanyol menjajah berbagai negara diseluruh dunia. Hacienda, Finca, Ranchos dan Estancias itu rumah tinggal penjajah Spanyol di perkebunan, pertambangan atau sekitar pabrik di negara jajahan yang isinya buat menampung puluhan sampai ratusan  orang Spanyol dan keluarganya agar aman di negara jajahan. Ukurannya saja yang berbeda, Hacienda memiliki ukuran yang terbesar dibanding nama yag lain. Semacam Camp, Asrama atau Barak ditengah perkebunan, pertambangan atau pabrik dengan fasilitas lengkap. Bentuknya kebanyakan  seperti benteng dengan banyak sekali kamar didalamnya.

Pagar Rumah Asli Spanyol
Full Roster Lubang Angin Beton

Lha negara Spanyol yang saya kunjungi ini benar benar Spanyol diluar negara jajahan atau bekas jajahannya. Luasnya nggak seberapa hanya 506,000 Km2 dengan jumlah penduduk 47 Jutaan. Disamping itu di Spanyol saat ini nyaris nggak ada perkebunan, pertambangan dan pabrik yang harus dijaga dengan pengamanan extra ketat seperti di negara jajahan jaman dulu. Tentu nggak ada lagi Hacienda, Finca, Ranchos atau Extancias seperti yang pernah dibangun di negara jajahannya dulu. Yang saya temui dimana mana cuma rumah rakyat di kampung kampung dengan bentuk dan luas yang kira kira sama 'Kere'nya dengan rumah rumah rakyat di Perumnas atau perkampungan di Indonesia.

Pipa Air Bocor Sedang Diperbaiki
Di Kampung Spanyol

Tentu anda bertanya tanya, di photo photo di internet, majalah pariwisata dll kok Spanyol kelihatan bagus rumah rumahnya ?.  Benar sekali, yang anda lihat itu bukan rumah tapi Gereja, Gedung Perkantoran, Hotel, Gedung Bersejarah dan Monumen peninggalan jaman dulu. Semua gedung bersejarah dan Hotel memang dibuat sebagus mungkin untuk konsumsi turis. Warga Spanyol sama saja dengan orang Indonesia, ada yang punya rumah sendiri, ngontrak rumah dan ada juga yang tinggalnya di rumah semacam bedeng bedeng panjang yang mereka namakan flat.

Roster Lubang Angin Dipakai Buat Pagar
Warna Pagar Norak Khas Kampung

Secara umum, rumah Spanyol asli  itu pagarnya seperti rumah rumah di Indonesia tahun 1970an terbuat dari tembok dengan hiasan Roster Lubang Angin beton. Perhatikan photo photo roster lubang angin beton dibawah yang dipakai buat pagar. Ada tidak Arsitek dan Developer di Indonesia yang membangun Rumah Gaya Spanyol dengan pagar menggunakan Roster Lubang Angin ? Jelas tidak ada. Rumah Gaya Spanyol di Indonesia itu terlalu bagus, mewah dan modern dan disesuaikan dengan imajinasi arsiteknya. Tidak ada sama sekali kemiripannya dengan rumah warga di Spanyol . Dari pagarnya saja sudah terlihat jauh berbeda.

Rumah Petak Isinya Beberapa Keluarga

Pagarnya Mengingatkan Saya Rumah
Di Indonesia Jaman Purba

Kelihatannya Tanahnya Besar Besar
Tapi Ternyata Isinya Beberapa Keluarga

Dimana Mana Pagar Roster Lubang Angin
Yang Saya Temui

Di Negara Jajahan Spanyol
Hacienda Juga Dipagari Tembok Seperti Benteng

Sekolahan
Nggak Ada Bedanya Dengan SD Inpres

Kelihatan Besar Tapi Isinya
Beberapa Keluarga

Roster Lubang Angin Beton Lagi

Seperti Perumnas


Pohon Mangga Pak RT

Baca Juga :

Rabu, 17 Juni 2020

Tiang Sepanjang Jalan Jotunheimen National Park


Lom - Jotunheimen National Park - Gaupne
Ketinggian 1443 Meter DPL

Manusia dimanapun memang cukup unik. Orang Arab senangnya bukan main kalau wisata ke Indonesia. Katanya, alamnya sangat Hijau dan hamparan tanaman padi seperti carpet. Kalau hujan seperti air yang dicurahkan dari langit. Binatang dari semut, serangga, burung, harimau sampai gajah ada. Ya iyalah, yang didatangi  Kota Hujan Bogor dan Taman Safari Bogor

Warna Hijau Rumput Dan Lumut
Berubah Jadi Hitam Batuan Gunung

Orang Indonesia lain lagi. Senangnya bukan main kalau wisata di negara bersalju. Kebanggaan luar biasa kalau bisa photo photoan pegang Salju atau dengan latar belakang Salju. Sebenarnya, sering sekali saya dikira 'sinting' oleh tetangga karena setiap turun salju malah keluar rumah photo photoan dengan seluruh keluarga. Yah gimana lagi, meskipun sudah lama saya tidak tinggal di Indonesia tapi jiwa dan kelakuan saya tetap Indonesia juga.

Sognefjellet - Jalan Wisata Menuju
Jotunheimen National Park

Karena ingin melihat Salju ini pulalah saya sempatkan jalan jalan menuju ke Jotunheimen National Park, Norway. Lumayan, sekitar  4 - 5 Jam dari Oslo.  Pemandangan mulai menarik saat melintasi jalan yang 'katanya' bernama Sognefjellet. Dari ndeso Lom - Jotunheimen National Park sampai ndeso Gaupne pemandangannya berubah warna dari hijau rerumputan dan lumut,  hitam bebatuan gunung, putih hamparan salju dan biru langit yang menyatu di cakrawala dengan pantulan cahaya yang menimpa salju. Luar biasa, nggak ada pemandangan alam seperti ini di Indonesia.

Banyak Yang Piknik Bawa Caravan

Terus terang saya merasa bingung berada di jalan Sognefjellet antara Lom dan Gaupne ini. Bingung yang pertama karena susah sekali mengingat nama nama desa yang saya lalui. Coba anda bisa mengingat berapa kalau nama desa mbulet ruwet seperti ini : Lom, Vegaskjellet, Sognefjelshyta, Mefjellet, Liasanden, Nedre Oscarshaug, Tutagro, Fortun, Nes, Hurrungane dan Gaupne.

Tiang Tiang Kayu Sepanjang Sognefjellet Road
Antara Lom - Gaupne.
Di Desa Desa Indonesia Pernah Ada
Tiang Kabel Komunikasi Antar Penduduk Intercom

Bingung kedua, nggak ada gelapnya sama sekali. Sampai saya balik kembali ke Oslo  tetap saja terang benderang. Lumayan bisa ngirit, nggak perlu sholat Maghrib dan Isya. Langsung aja tidur kecapekan nggak tahan nunggu matahari tenggelam. Bangun pagi sudah terang benderang pula. Lumayan, kali ini dapat bonus gratis nggak sholat subuh juga. Kata staff Hotel, matahari baru tenggelam setelah jam 11 malam dan terbit kembali jam 3 pagi. Jadi rata rata terang benderang 18 - 20 jam.

Fungsi Tiang Kayu Untuk Penanda Pinggiran Jalan
Di Indenesia Juga Ada Fungsinya Untuk Kabel Komunikasi
Antar Penduduk Intercom

Sebenarnya yang paling menarik perhatian saya adalah tiang tiang kayu sepanjang jalan yang saya lalui. Setiap 50 - 100 meter dipasang tiang kayu dengan ketinggian sekitar 3 meter. Ada yang tegak, mereng kekiri, kekanan dan ada juga yang roboh. Terlihat beberapa Bule Norway berusaha keras untuk menegakkan dan menanam kembali tiang tiang yang roboh. Di jalan Sognefjellet ini saya bisa mengetahui bahwa bule Norwaypun kemana mana bawa pacul dan mencangkul tanah juga untuk menanam tiang kayu.

Tanpa Tiang Kayu Mobil Bisa
Terperosok Keluar Jalan Kalau Jalan Tertutup Salju

Akhirnya saya tahu juga, ternyata tiang tiang kayu  yang dipasang sepanjang Sognefjellet Road tersebut fungsinya sebagai penanda pinggiran jalan seandainya jalan tertimbun salju. Jadi untuk mencegah kendaraan keluar dari jalan raya saat melintas. Disamping itu untuk memudahkan petugas saat membersihkan salju dari jalan raya menggunakan buldozer tanpa khawatir kecemplung danau atau sungai baik dikiri maupun kanan jalan.

Perpaduan Warna Hijau, Hitam, Putih Dan Biru

Rumit sekali cara menyingkirkan salju dari jalan raya. Masih mendingan Indonesia, kalau jalan raya banjir, tinggal nyalakan pompa air langsung habis. Atau didiamkan saja mobil masih bisa lewat setelah surut dalam beberapa jam saja. Di Norway kalau salju didiamkan saja menutupi jalan raya tanpa dikeruk buldozer, bisa 6 bulan lebih mobil nggak bisa lewat nunggu salju mencair. Itupun baru akan mencair saat Summer saja.

Bule Norway Ternyata Bawa Pacul Dan
Mencangkul Tanah Juga Untuk Menanam Tiang

Ketebalan Salju Yang Dikeruk Bisa
Lebih Dari Satu Meter

Perhatikan Tinggi Tiang Kayu
Dan Ketebalan Salju Yang Telah Dikeruk

Tiang Kayu Dikontrol Setiap Saat
Sebelum Hujan Salju Datang

Hati Hati, Ikuti Tiang Kayu
Jalan Menurun Licin

Pulang Piknik

Pulang Piknik Dari Jotunheimen National Park

Baca Juga :