Jumat, 31 Juli 2020

Nonton Bule Angon Kambing Dan Sapi


Angon Kambing Di Arnhem, Belanda
Dipagari Sore Digiring Ke Kandang

Mumpung sedang Idul Adha, mari saya ajak anda jalan jalan melihat cara bule Eropa Angon Kambing dan Sapi. Jangan sampai anda berpikiran bahwa bule Eropa itu nggak ada yang angon kambing dan sapi. Salah besar kalau anda memiliki pemikiran seperti itu. Di negara manapun termasuk di negara negara Eropa,  total luas desa dan perkotaan itu paling sekitar 30 % dari total luas negara. Sisanya yang 70 %  isinya kebun, sawah, hutan dn tanah kosong. Banyak yang dipakai buat angon kambing dan sapi.

Diberi Tali Keliling
Lokasi Andematt - Uri, Switzerland

Umumnya orang Indonesia mendapat informasi tentang Eropa kurang lengkap dari teman / tetangga yang ke Eropa hanya ke kota besar dan obyek wisata beberapa hari saja. Atau dari TV Entertainment dan majalah Pariwisata yang isinya serba wah, hebat dan luar biasa. Karena hal inilah maka kebanyakan orang Indonesia di tanah air tidak tahu bahwa Bule Eropa juga banyak yang angon sapi / kambing, membersihkan kandang, ngosek tahi sapi / kambing, memandikan sapi / kambing dsb.

Sapi Eropa Nggak Berani Menerobos Tali Kecil
Lokasi Andematt - Uri, Switzerland

Sebenarnya semua orang di tanah air tahu bahwa Bule Eropa itu makanannya serba keju dimana bahan mentahnya berasal dari susu.  Hampir semua negara, misalnya Belanda sangat terkenal dengan produk produk keju seperti Edam, Beemster, Brie, Gouda, Bouremkaas, Graskaas, Limburger Cheese dll. Susu kaleng terkenal Frisian Flag dan Dutch Lady juga dari negara ini. Tapi karena terlalu banyak nonton TV Entertainment, ngertinya cuma berita Bule jadi rebutan artis doang. Banyak saudara kita di tanah air yang tidak tahu kalau yang jadi rebutan artis tersebut sebenarnya ada juga yang kesehariannya angon kambing dan sapi. Kebanyakan menganggap semua Bule itu Businessman, Aktor Film dan punya jabatan jabatan Executive yang sangat mentereng dan kaya raya.

Pagarnya Kuat
Lokasi Arnhem, Belanda

Cara angon kambing dan sapi ala bule Eropa tidak ditungguin seperti di Indonesia. Pagi hari sapi digiring keluar dari kandang ke lapangan rumput.  Lapangan rumput ini bukan milik peternak, tapi tanah kosong negara jadi bebas dipakai oleh warga untuk angon kambing dan sapi. Supaya kambing dan sapi tidak berkeliaran jauh, peternak membuatkan pagar dari tali yang diikatkan ke tiang pancang kayu atau besi setinggi 1.5 meter. Kalau pagi sering saya mendengar  suara tak tok tak tok, ternyata ada bule sedang menancapkan tiang pancang untuk pagar tali keliling.

Kambing Belanda Ngganteng
Dibawa Ke Indonesia Masuk TV Entertainment

Lapangan rumput ada juga yang ada pagarnya permanent. Jangan mengira bahwa area lapangan rumput tersebut milik peternak. Belum tentu, karena pemerintah setempat banyak juga yang membuatkan pagar permanent agar sapi tidak lari ke jalan raya atau masuk kota. Contohnya di kota Arnhem Belanda seperti gambar diatas. Lokasi lapangan rumput di kota Arnhem ini berseberangan dengan pemukiman penduduk, kampus dan fasilitas umum lain. Jadi wajar kalau pemerintah daerah yang membuatkan pagar.

Peternak Bule Sedang Ngangkut Susu Sapi
Lokasi : Bedoin - France

Saya perhatikan cara bule angon kambing dan sapi ini cukup menarik. Ternyata dalam sehari ada beberapa kali shift. Shift pertama sapi / kambing digiring ke lapangan rumput sekitar jam 10 pagi. Katanya setelah susu diperah, si kambing dan sapi diberi kebebasan untuk keluar kandang beberapa jam buat makan enak cari rumput sendiri di alam bebas. Sekitar jam 2 siang kambing / sapi yang termasuk dalam rombongan Shift 2 digiring ke lapangan sampai sekitar jam 5 sore.

Ini Kambing Di Norway

Karena dibagi menjadi 2 shift, maka ada waktu dan kesempatan buat si peternak bule untuk membersihkan kandang, ngosek tahi sapi atau tahi kambing di kandang, ngumpulkan tahi sapi dan tahi kambing buat dijadikan pupuk kandang, menyiapkan makanan dan air minum, vaksinasi dan berbagai macam aktifitas di kandang sapi dan kambing seperti halnya di Indonesia.

Sapi Switzerland
Lokasi Andematt - Uri, Switzerland

Jangan percaya kalau ada berita berita yang isinya terlalu melambung tinggi tentang persapian dan perkambingan di Eropa. Semuanya hampir sama saja dengan di Indonesia. Nggak ada satupun peternakan yang bisa membersihkan tahi sapi dan kambing pakai robot, menggiring sapi pakai artificial inteligent dan cerita cerita 'mbelgedes' tentang tehnologi peternakan Eropa. Semuanya dilakukan manual dengan tangan oleh bule bule Eropa. Kalaupun ada tehnologi yang dipakai, saya bisa pastikan relatif sama saja dengan yang dipakai peternak di Indonesia.

Kambing Wool

Lapangan Rumput Di Arnhem Belanda Ini Berseberangan
Dengan Perumahan Warga

Sarana Umum Untuk Angon Sapi Dan Kambing
Di Arnhem Belanda - Dekat Dengan Kampus

Pagarnya Cuma Tali Ringkih
Tapi Nggak Ada Sapi Yang Berani Menerobos Pagar

Kambingnya Gemuk Ginukk Ginuk
Diambil Bulu Woolnya

Sapi Kota Arnhem Netherland

Ada Yang Angon Kuda Juga

Baca Juga :

Sabtu, 25 Juli 2020

Wine Dan Bule Njemur Gabah Di Perancis


Tempat Menjemur Gabah Gandum
Di Saint Chinian France

Perjalanan dari Barcelona (Spain) ke Paris (France) memakan waktu sekitar 10 jam perjalanan darat dengan mobil. Sangat melelahkan dan menjemukan karena pemandangan sepanjang jalan nyaris tidak ada bedanya dengan perjalanan melewati desa desa di Indonesia. Sepanjang jalan yang saya lalui ketemunya cuma sawah (Sawah Eropa tidak berair banyak), kebun, kambing dan sapi. Bedanya dengan di tanah air, orang orang yang ngangkut jerami, ngangkut pupuk kandang, ngarit motong rumput, semak dan pepohonan semuanya Bule Perancis.

Dari Belakang Baunya Minta Ampun
Ternyata Bule Ngangkut Pupuk Kandang Juga

Photo photo ilustrasi dibawah ini saya ambil di desa Saint Chinian, Occitanie Region - Perancis Selatan. Sebuah desa yang saya lewati setelah  3 jam perjalanan dari Barcelona menuju Paris. Kalau anda baca majalah pariwisata, atau berbagai sumber berita yang bertebaran di Internet, ulasannya sangat hebat dan luar biasa. Saint Chinian diulas sebagai daerah penghasil Wine kwalitas tinggi yang sangat terkenal bernama Saint Chinian Wine dan bersertifikasi AOC (Appellattion d'Origine Controlee).

Ternyata Kepalanya Traktor
Asli Kecerdasan Petani Perancis Guys

AOC (Appellattion d'Origine Controlee) sendiri adalah badan pemerintah Perancis yang bertugas untuk menjaga kwalitas produk produk olahan pertanian / peternakan  dengan cara memberi label sertifikasi. Kira kira semacam Label Halal yang dikeluarkan oleh MUI di Indonesia. Jadi kalau anda pingin beli oleh oleh Wine, Cheese, Butter, Tomato Sauce atau produk olahan pertanian / peternakan asli dari Perancis, teliti dulu ada atau tidak label AOCnya. Siapa tahu barang yang anda beli masuk kategori 'Haram' untuk dikonsumsi.

Gudang Atau Lumbung Hasil Pertanian
Dengan Halaman Buat Menjemur Gabah
Di Saint Chinian Perancis

Meskipun desa Saint Chinian ini terkenal dengan minuman beralkohol dengan label Halal dikonsumsi dari AOC, tapi tidak terlihat sama sekali kebun kebun anggur disepanjang jalan. Yang terlihat hanya dua toko oleh oleh atau Wine Store saat anda masuk ke tengah pusat keramaian desa. Yang terlihat jelas adalah Maison Des Vins De Saint Chinian Store dan  Wine Area Of Saint Chinian Store.

Toko Oleh Oleh Wine
Berlabel Halal Dari AOC

Saya menduga bahan dasar Wine yaitu anggur didatangkan dari daerah / negara lain. Atau kemungkinan produksinya tidak banyak tapi promosinya yang terlalu berlebihan. Kemungkinan hanya ada beberapa pengrajin wine rumahan di desa tersebut tapi digembar gemborkan ke seluruh dunia melalui berbagai media cetak, TV maupun internet ke seluruh dunia. Melihat tokonya sih sepi tidak seheboh ulasan di internet.

Silahkan Beli Dan Bawa Pulang Ke Indonesia
Periksa Teliti Label Halal AOC

Tapi entahlah, saya tidak tahu dengan pasti berapa produksi Wine desa kecil ini. Yang saya lihat sepanjang jalan cuma kebun sayur, biji bijian, beberapa ladang tanaman jeruk, anggur dan entah tanaman apa pohonnya mirip pohon jagung tapi tidak begitu luas. Tentu saja saya juga melihat aktifitas petani Bule Perancis sedang menjemur gabah gandum,  angon sapi dan juga ngarit ngumpulin jerami kering dan ngasih pupuk. Sepertinya pupuk kandang juga karena saat jendela mobil saya buka, bau udaranya sama persis dengan aroma pedesaan di Indonesia.

Rumah Petani Bule Perancis

Ndeso Saint Chinian Perancis
Sangat Bersahaja

Kalau Di Indonesia Namanya
Jalan Propinsi Kelas 2

Rusak Bayangan Saya Perancis Negara Kaya Dan
Industri Maju - Ternyata Warganya Nyangkul Dan
Ngasih Tanaman Pupuk Kandang Juga

Kebun Anggur Belum Berbuah
Tak Kira Bule Perancis Kerja Industri
Ternyata Ngarit Dan Bikin Pupuk Kandang Juga

Jalan Kampung Masuk Desa
Saint Chinian

Masak Perancis Agraris Seperti Ini
Orang Indonesia Mengatakan Negara Industri

Ndeso Agraris Gini Kok Di Indonesia
Digembar Gemborkan Negara Industri Maju

Sama Kan Dengan Suasana Desa
Di Indonesia

Ndeso Saint Chinian Perancis
Siapa Bilang Perancis Negara Industri


Baca Juga :


Senin, 20 Juli 2020

Bhaktapur Durbar Square Nepal Setelah Digoyang Gempa


Bakhtapur Durbar Square
Cagar Budata Peninggalan Hindu UNESCO

Tanggal 25 April 2015 adalah hari kelam di Nepal. Gempa besar dengan kekuatan magnitude 7.8 Skala Richter terjadi dengan pusat gempa di sebelah timur wilayah Gorkha. Sekitar 9000 orang meninggal dunia, 22.000 orang terluka dan 3.5 juta warga kehilangan tempat tinggal. Peristiwa tragis ini sekarang diingat oleh warga dengan nama Gorkha Earth Quake.

Disangga Besi Biar Gedung Tidak Roboh
Besi Sudah menahan Dinding Sejak 2015

Lebih tragis lagi, setelah bencana alam besar tersebut masih diikuti gempa susulan sebanyak 25 kali dalam waktu hanya 2  bulan di hampir seluruh wilayah negara Nepal dengan rata rata magnitude 5 - 5.5 Skala Richter. Gempa susulan terbesar terjadi pada  tanggal 12 May 2015 yaitu 7.3 Skala Richter dengan pusat gempa di Dolakha. Total bertambah 218 orang tewas dan sekitar 2500 orang terluka akibat gempa Dolakha ini.

Meskipun Gedung Disangga Besi
Pedagang Tidak Dilarang Berjualan Dibawahnya

Salah satu cagar budaya kebanggan Nepal dan tercatat sebagai warisan budaya yang dilindungi oleh UNESCO adalah Bhaktapur Durbar Square yang terletak di kota Bhaktapur, sekitar 50 Km dari Kathmandu. Ada banyak sekali pagoda / candi yang berada di tempat ini misalnya Nyatapola Temple. Bhairab Nath Temple, Dattatraya Temple, Changu Narayan, Ta Pukhu (Siddha Pokhari) dan patung dewa Shiva bernama Kailashnath Mahadev. 

Jalan Cepat, Takut Juga Belanja Di Kios Ini
Kalau Tiba Tiba Roboh Gimana

Keadaan pagoda, candi dan patung saat itu setelah terjadinya gempa katanya hancur berantakan. Tetapi saat saya kunjungi beberapa waktu yang lalu masih terlihat beberapa bagian sedang direnovasi.  Yang sudah selesai direnovasi terlihat jelas warnanya lebih segar. Baik batu bata, tembok, genteng dan ornamen maupun lukisan di dinding berbeda kecerahannya dibanding dengan yang asli.

The Show Must Go On
Turis Tidak Dilarang Meskipun
Ada Pekerjaan Renovasi

Ada yang unik mengenai cara renovasi ala Nepal. Beberapa bangunan yang tidak hancur terlihat dibeberapa tempat masih disangga oleh tiang besi miring agar tidak roboh. Sempat heran saya dan meragukan kekuatan besi miring tersebut dalam menyangga gedung yang mau roboh. Rasanya nggak mungkin akan bisa menyangga gedung, tapi kata pedagang disekitar besi besi penyangga tersebut sudah dipasang sebulan setelah Gorkha Earth Quake.

Bhaktapur Durbar Square
Banyak Gedung Yang Disangga Besi

Belum selesai saya mengamati tiang besi miring penyangga gedung, saya mendengar seorang pedagang souvenir berteriak kearah saya 'Indonesia Good'. Diulang lagi 'Indonesia Good'. Rupanya pedagang tersebut bermaksud untuk mengucapkan terima kasih dan berusaha menggiring saya masuk ke tokonya. Berkali kali pedagang ini mengucap beberapa nama Indonesia yang pernah dikenalnya, rupanya nama nama anggota TNI yang pernah dikirim ke Nepal untuk misi kemanusiaan.

Changu Narayan Temple
Masih Banyak Batu Disekitarnya
Setelah Renovasi Total

Memang benar saat gempa Nepal tahun 2015 yang lalu Indonesia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Nepal. Tercatat bantuan dari Indonesia berupa tenaga dari TNI beserta 2 pesawat Garuda Boeing 737-400 yang membawa bantuan kemanusiaan seberat 6 ton berupa selimut, makanan, air, obat obatan, perlengkapan medical dan uang tunai sebesar USD 2.000.000. Bangga rasanya, kontribusi kemanusiaan dan beberapa nama TNI masih diingat warga Nepal sampai saat ini. Indonesia Good !.

Himalaya Coffee Bhaktapur
Jangan Lupa Mencoba Di Cafe Ini

Toko Souvenir Khas Nepal
Di Bhaktapur Durbar Square

Salah Satu Lorong Jalan Di
Bhaktapur Durbar Square

Hmm, Ada Gedung Disangga Besi
Biar Tidak Roboh

Kalau Nggak Salah Namanya
Nyattapola Temple

Seperti Pasar
Masih Disekitar Bhaktapur Durbar Square

Bisa Belajar Membuat Keramik
Di Bhaktapur Durbar Square

Keramik Dijemur

Pasar Souvenir Bhaktapur Durbar
Penuh Warna Warni

Baca Juga :

Senin, 13 Juli 2020

Warung Bule, Adakah Yang Jual Indomie, Antimo Dan Shampoo Sachet


Warung Di Pellizzano - Trentino Italia
Jual Decolgen, Antimo dan Teh Botol Mbak ???

Mungkin anda heran dan tidak percaya membaca dan melihat photo photo ilustrasi di blog ini. Kok di Eropa pemandangannya seperti di Indonesia, dimana mana banyak Warung Pedagang Kaki Lima, ada Gelandangan juga, ada Maling Sepeda dll. Kalau benar seperti itu yang ada dalam pikiran anda berarti selama ini anda adalah salah satu orang yang terpengaruh oleh tulisan dan tontonan majalah dan TV Pariwisata.

Trentino - Alto Adige Italia
Mbak Contah Tomat Dan Apel Ini Boleh Saya Makan ??

Obyek Pariwisata itu tidak banyak. Kota dengan bangunan indah dan bersejarah itu juga tidak banyak.  Misalkan saja negara Italia, Obyek Wisata dan kota/pantai atau alam yang indah itu paling cuma 20-30 % dari seluruh luas negara.. Jadi, kalau anda mau menjelajah jalan jalan ke daerah lain diluar obyek wisata, ke desa desa dan kota/pantai lain yang 70-80% tadi maka yang akan anda saksikan adalah pemandangan biasa dan kehidupan sehari hari yang relatif sama dengan di Indonesia.

Benarkah Ada Warung Soto Ayam Lamongan
Di Covelo - Lombardia, Italia
Kebetulan saya dan keluarga senang sewa mobil ngikuti kemanapun jalan yang ditunjukkan oleh GPS. Jadi lebih sering menjelajahi pedesaan sendiri tanpa dipandu oleh tour guide. Karena sering tidak mengikuti arahan tour guide maupun buku petunjuk pariwisata inilah saya seringkali kesasar dan putar balik kalau jalannya habis atau menyeramkan. Selalu ada yang lain dan berbeda dibanding dengan tulisan blog/majalah pariwisata. Yang saya saksikan dan jadikan liputan bukan Gedung gedung indah warisan budaya 'World Heritage' UNESCO saja seperti yang umumnya sering diulas majalah/TV Pariwisata, mahasiswa PPI diluar negeri atau Turis Indonesia yang kemana mana dipandu Tour Guide.

Bu, Punya Shampoo Sachet ???
Vriuli - Venezia Giulia, Italia
Secara umum di negara manapun sama saja dengan di Indonesia. Orang desa lebih ramah dibanding orang kota. Meskipun warna kulitnya Bule kalau jenis pekerjaannya petani tentu lebih banyak waktunya di ladang ngurusi tanamannya. Yang peternak 'Ngarit' juga nyari rumput buat makan sapinya. Jangan mengira Sapi di Italy makannya tiap hari 'delivery' Pizza ya, ngawur dan salah besar. Sapi Eropa makannya juga Dedek, Rumput dan Tahinya dikumpulin buat pupuk kandang juga. 

Warung Tenda Sebelah Kiri  Ini
Lokasinya Di Trentino, Italia
Tunggu liputan saya tentang Pertanian dan Peternakan di blog ini juga. Akan saya jelaskan sedetail detailnya biar anda tidak mengira bahwa Bule itu pasti Bintang Film atau Businessman seperti yang anda duga selama ini. Petani, Peternak, Sopir Truk, Tukang Bangunan juga ada dan sangat banyak. Di Indonesia saja Bule digandrungi artis dan masuk TV Entertainment setiap hari.

Warung Rokok Dan Kopi Dibawah Jembatan Ini
Lokasinya Di Innsbruck, Austria
Mengenai warung warung sepanjang jalan juga mirip dengan di Indonesia. Yang dijual tentu tidak sama tapi disesuaikan dengan kebutuhan warga di sekitarnya. Nggak mungkin lah ada bule buka warung makan yang dijual Soto, Rawon, Gorengan dsb. Semua hidangan disesuaikan dengan kebiasaan makan sehari hari pelanggannya.

Bu, Teh Botolnya Satu, Tempe Mendoannya 3
Lokasi Val Di Sole, Italy

Warung kelontong juga sama saja. Yang dijual kebutuhan sehari hari buat tetangganya daripada harus belanja ke kota yang cukup jauh. Saya perhatikan, sebuah kios kelontong kecil di desa Covelo, Italia, jualannya sangat lengkap mulai roti, chiki chiki, kosmetik sampai sandal plastik untuk ke kebun. Nggak ada Balpirik karena Bule itu memang nggak ada yang kerokan.

Buah Buahan Segar Ini Diacungkan Ke 
Mobil Dan Bus Yang Lewat

Berderet Deret Lapak PKL
Di Italy - Bisa Berhenti Sambil Istirahat

Mari Bu, Ada Mendoan, Pisang Goreng
Indomie Juga Ada Bu, Tapi Agak Lama Dikit Ya
Airnya Belum Mendidih

Antimo Habis Bu, Adanya Decolgen
Bayarnya Uang Pas Nggih Bu
Lokasi : Covelo - Lombardia, Italia

Warung Warung Bule Di Innsbruck, Austria
Ada Wedang Ronde atau STMJ Mister ???

Lhah, Ada Warung Tahu Campur
Mister Mister, Jual Tahu Campur Nggak ???

Sama Aja Dengan Orang Indonesia
Senengnya Cangkruk, Ngobrol Di Warung

Mirip Toko Oleh Oleh  Di Jalan Magelang
Lokasi :  Roquebrun-Occitanie, France