Jumat, 24 Januari 2014

Arab Nglencer Ke Indonesia

Pemandangan Dari Hotel
Villa Bintang 5 Dengan Private Swimming Pool
Sauna Dan Jacussi - Kapan Lagi

Arab Sedang Ngantri
Flying Fish Di Tanjung Benoa
Dua minggu saya menemani anak anak remaja Arab, UK dan US ke Jakarta dan Bali. Tentu sebisa mungkin saya arahkan untuk berkunjung ke obyek obyek wisata yang menarik dan paling aman.  Apalagi, rombongan Arab yang saya bawa ini bukan termasuk golongan 'Turis Kere', 'Turis Pas Pasan' atau 'Backpackers'. Bayangan saya, pasti semua turis Arab ini punya selera tinggi, kalaupun masuk tempat shopping pasti mintanya Mall Mewah. Oleh karena itu selama di Bali saya pilihkan hotel dan obyek wisata yang paling exclusive dan high class. Kalau bisa semuanya sudah tersedia di Hotel karena sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Ternyata meleset semua, selama di Indonesia seleranya Kere.

Diving Di Tanjung Benoa

Kode Artinya  Nggak Mau Mentas

PHOTO MODEL
Mam... Acting Please..
Arabpun Senang Kuliner Kaki Lima
Baik di Jakarta maupun di Bali, rombongan Arab ini maunya selalu jalan kaki, naik angkot, bajaj atau transjakarta. Mereka saya ikuti terus karena saya tidak menginginkan mereka dapat musibah dipalak atau dijambret orang selama di Indonesia. Tetapi, jalan kaki dengan jarak 100 meter saja bisa ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Mulai dari Bajaj, Kios Ponsel, Warung Makan kakilima, gerobak sampah dan apapun yang disaksikan sepanjang jalan semuanya diphoto. Berhenti 3 menit, photo lagi. Apesnya, saya yang dijadikan model photonya. 'Mam... acting please...'. Dan sekarang wajah saya bertebaran dan terpampang di Instagram, Tweeter dan Facebook anak anak remaja Kuwait. Lihat saja gambar selebritis atau photo model 'Khusus Gerobak Sampah, Kios dan Warung PKL'  hasil jepretan mereka disamping.

Saya Ajak Ke Pasar Dibelakang Rumah
See The Camera Mam !!!
Tukang Ojekpun Diphoto
Pingin Coba Naik Ojek Tapi Saya Larang


SARIMIN DANCE
Kursi Sofa Ini Disingkirkan
Untuk Sarimin Dance
Rombongan Arab ini saya ajak ke Uluwatu untuk menyaksikan Tari Kecak sambil melihat Sunset yang sangat terkenal diseluruh dunia. Bayangan saya, kalau nggak lihat Tari Kecak atau Barong Dance tentu bukan ke Bali namanya. Tetapi ternyata nggak ada yang suka dan semuanya rewel minta segera balik ke hotel. Ternyata, di hotel mereka bikin acara sendiri malam itu juga, yaitu Joget Arab. Karena sehari sebelumnya mereka melihat atraksi Topeng Monyet didepan Mall Ambassador Jakarta, maka gerakan tari mereka lebih banyak menirukan gerakan Sarimin. Kira kira perpaduan antara gerakan tari Sarimin dan Hanoman seperti yang mereka lihat di Kecak Dance sore harinya. Sebagai bangsa Indonesia yang punya banyak sekali budaya dan tari tarian, saya ajarkan juga cara Salto dan Koprol biar lebih ancur Joget Arabnya.

Sarimin Dance Kayak Gini
Yang Ditiru Arab
Menunggu Sunset Di Uluwatu

ISTIGHOSAH
Di Kolam Renang Ini
Arab Ngumpul Istighosah
Di Tanjung Benoa, dua hari nonstop rombongan Arab ini mengikuti semua paket Water Sport, mulai dari Banana Boat, Diving, Sea Walk dan Fly Fish semua tidak dilewatkan. Kembali ke hotel, masih nyemplung lagi ke kolam renang. Tentu anda bertanya seperti apa suasana kolam renang kalau isinya Arab semua, iya kan ? Ternyata cukup seru sekali dan diluar dugaan saya. Pada saat mulai nyemplung, keluarlah bahasa aslinya atau bahasa ibu, yaitu bahasa Arab. Suasana kolam renang yang semula sepi tiba tiba berubah seperti sedang ada acara Istighosah, Tahlilan atau Pembacaan Sholawat Tidak bisa dibedakan apakah mereka sedang bicara, bersenda gurau atau sedang baca doa. Inilah untuk pertama kali saya mendengar dan melihat dengan mata dan kepala sendiri suasana Istighosah / Sholawat atau Tahlilan di kolam renang.

Mau Istighosah Di Dalam Air ?


Baca Juga :

10 komentar:

  1. Hahahahaaaaaaa…..kebayang, kebayang banget!

    BalasHapus
  2. heheh…..namanye juga orang jalan-jalan…:)

    BalasHapus
  3. ibu aldy rumahnya di daerah menteng pulo, casablanka or menteng atas y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Casablanca - Menteng Dalam. Sekitar 100 meter dari pasar Menteng Pulo. Tetanggaan ya ?

      Hapus
  4. buk,sy mau nanya dkit nih,gk ada hubunganya sama tulisan diatas,buk sy pernah liat survey di internet kalo di saudi itu 60% warganya tinggal dirumah kontrakan alias ngontrak ,emg kalo property mana mahalan rumah dikuwait ato di indonesia sih buk? trus kalo emg lebih mahal di kuwait alasanya knp buk?apakah lahan dikuwait terbatas?dan kalo ibuk pribadi enakan mana tinggal dikuwait/di indonesia,dan dijangka panjang apakah akan tetap menetap di kuwait/belanda atau balik ke indoesia ? sebelumnya wasalam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penduduk Nasional Kuwait dan negara Timteng Lain hanya sepertiga saja dibanding expatriate. Orang Asing tidak boleh beli rumah dan hanya bisa menyewa saja. Orang Indonesia rakusnya bukan main, satu keluarga bisa punya rumah lebih dari satu. Di Kuwait, hampir nggak ada yang punya pikiran punya rumah lebih dari satu. Rumah juga gratis diberi negara, punya anak juga dapat tunjangan dari negara, kesehatan gratis, nggak ada pajak dll. Jadi, hanya di Indonesia saja yang ada istilah investasi rumah dan tanah.

      Hapus
    2. Baik atau Jelek negara sendiri, benar atau salah pemerintahan sendiri yang jelas tidak akan mau saya jadi warga kelas dua negara lain. Dibanding Kuwait/Belanda, jelas Indonesia punya segalanya, mulai sumber daya alam sampai manpower. Di Kuwait atau Belanda, nggak ada penduduknya apabila dibanding Indonesia. Seorang Lurah/RW di Indonesia, kalau di Kuwait / Belanda bisa punya tugas dan tanggung jawab seperti Major (Walikota) bahkan gubernur. Jadi Indonesia itu SDMnya hebat hebat, kekayaan alam dan budaya sangat menggiurkan bangsa lain cuma sayangnya orang Indonesia umumnya suka menjelekkan diri sendiri dan membesarkan hal hal kecil negara lain. Media di Indonesia isinya juga kriminal thok dan juga mengulas tuntas kekurangan pejabat atau jalan berlobang.

      Hapus
  5. wkwkwkwkwkwk…iso tak bayangke bubrahhe. . .

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.