Sabtu, 29 Desember 2012

Kinerja 2012 KBRI Kuwait

Duta Besar Republik Indonesia Di Kuwait
Bpk Ferry Adamhar SH, LLM
Saat Memaparkan Kinerja KBRI Kuwait 2012

Bpk Luigi Pralangga (Baju Batik)
Ada yang berbeda di akhir tahun 2012 ini dibanding tahun tahun sebelumnya. Hari ini, tanggal 29 Dec 2012 KBRI Kuwait mengundang seluruh warga negara Indonesia di Kuwait dan menyampaikan Pencapaian Kinerja KBRI Kuwait 2012. Transparansi telah dimulai dan hasil yang dipaparkan memang benar apa adanya dan bisa dirasakan secara nyata oleh para warga negara Indonesia dan juga tenaga kerja Indonesia di Kuwait beberapa tahun terakhir ini. Pemaparan Kinerja dipresentasikan sendiri oleh Duta Besar Republik Indonesia, Bpk Ferry Adamhar SH, LLM.



Statistik Penyebaran Warga Indonesia Di Kuwait
Sekarang Terpetakan

Grafik Jumlah Penghuni
Transit House KBRI Kuwait
Setelah pembukaan, acara dimulai dengan presentasi Rencana Tanggap Darurat yang disampaikan oleh Bpk Luigi Pralangga, staff United Nation yang tinggal di Kuwait. Inti dari presentasi adalah mengingatkan semua warga negara Indonesia di Kuwait khususnya yang hadir agar rencana tanggap darurat bisa dimulai dari keluarga. Hal hal sederhana pada dasarnya bisa dilakukan oleh seluruh anggota keluarga dan seandainya ada kejadian emergency yang tidak kita harapkan, maka diharapkan semua warga bisa memahami apa saja yang perlu dan harus dipersiapkan untuk evakuasi. 

Perkiraan Saving Negara Sebagai Akibat
Dari Penyelesaian TKI Bermasalah
Di Transit House KBRI Kuwait

Gangnam Style Balita
Biar Tidak Mengganggu Acara
Instrukturnya Lucu
Presentasi kedua adalah topik utama tentang Pencapaian Kinerja KBRI Kuwait 2012 oleh bpk Dubes Ferry Adamhar SH, LLM. Ada 4 misi yang dibenahi  KBRI Kuwait seperti  Menampilkan KBRI Yang Sesuai Dengan Fungsi Dan Perannya Serta Mengembalikan Intergritas KBRI Sebagai Perwakilan Indonesia, Pembenahan Kekonsuleran Untuk Pelayanan Cepat Murah Transparan Dan Berintegritas, Menempatkan TKI (Informal) Bukan Sebagai Komoditi Tetapi Asset dan terakhir Mendorong Masuknya Tenaga Kerja Formal Indonesia.


Makan Siang Bersama
Staff KBRI Dan Warga Indonesia
Di Kuwait
Hasilnya luar biasa,  saat ini semua pelayanan bisa selesai "While You Are Waiting" !!!!. Ada juga pelayanan E-Konsuler yang bisa diakses melalui website KBRI Kuwait, dan juga KBRI telah bekerja sama dengan bank lokal untuk membuat semua transaksi pembayaran biaya administratif bisa dilakukan dengan semua jenis KNET card dari berbagai  bank di Kuwait.. Disamping itu, jumlah pemohon Visa Kunjungan Wisata ke Indonesia juga meningkat sangat tajam sejak 2010 sampai saat ini 2012. Yang paling luar biasa, data statistik jumlah TKI Informal yang ditampung di Transit House KBRI Kuwait juga terjun bebas dari sekitar 100 pada bulan Jan 2011 menjadi hanya 10 orang saja di akhir bulan Dec 2012 !!!..Akibatnya, perkiraan penghematan negara yang dicapai tahun 2011 mencapai sekitar Rp 30 Milyar dan tahun 2012 sekitar Rp 8 Milyar hanya dari penyelesaian masalah TKI bermasalah di Transit House..


Tim Sukses Sekaligus
Tim Penggembira
Tidak hanya itu saja, berdasarkan statistik kementerian Perdagangan RI, ekspor Indonesia ke Kuwait pada periode bulan Jan - Jul 2012 meningkat sebesar 26.17 % dibanding periode yang sama pada tahun 2011. Nilai total perdagangan RI-Kuwait pada periode Jan - Jul 2012 meningkat sebesar 111.75 % dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Itulah sebabnya, kenapa saat ini sehari hari kita bisa melihat berbagai macam produk Indonesia di Kuwait, mulai dari ban mobil, elektronik, kebutuhan sehari hari sampai kesibukan staff KBRI dan Duta Besar dalam hal memfasilitasi pertemuan pengusaha Indonesia, pengusaha Kuwait dan pemerintah Kuwait. Termasuk memfasilitasi kerjasama Kuwait University dan Universitas Indonesia, Pertamina dan Kuwait Oil Company dalam rangka kemungkinan  menerapkan tehnologi Indonesia dalam hal peningkatan produksi minyak di Kuwait dan masih banyak lagi.


Baca Juga :

Rabu, 26 Desember 2012

Salmiya, Arabian Gulf Road Kuwait 2

Arabian Gulf - Lautnya Tenang Dan Bersih
Gedung Di Kejauhan Menambah Indah Pemandangan

Olah Raga Pagi - Tuk Wa Ga Pat

Berbagai Macam Suku Bangsa Ada
Semua Berolah Raga Pagi


Taman Kota Yang Ijo Royo Royo Dan Bersih
Semua Di Sepanjang Arabian Gulf Road


Berperahu Mengawasi Pengunjung
Di Scientific Center


Di Halaman Belakang Scientific Center Salmiya


Olah Raga Pagi - Tempat Aman bersepeda
Dan Jogging


Mancing Bagi Yang Tidak Suka Jogging


Pegel Linu Setelah Olah Raga 5 Menit Saja
Lebih Baik Duduk Dan Nonton Orang Lewat

Baca Juga :

Jumat, 21 Desember 2012

Kuliner Indonesia Ala Londo Celup

Jembatan Indonesie
Melintas Sungai Rhine Di Gelderland


Aziatische Supermarkt, Ada
Masakan Indonesia Ala Londo Celup
Orang Belanda saya akui sangat menghargai bangsa Indonesia. Sangat berlawanan dengan cerita Ludruk yang sering saya tonton waktu kecil dimana sering digambarkan negatif dan terkadang sangat berlebihan.  Kayaknya ada dendam kesumat karena dijajah 350 tahun. Kalau anda jalan disegala penjuru kota di Belanda, maka akan mudah sekali ketemu nama jalan yang sangat tidak asing bagi kita seperti Kartini Straat (ada di Utrech, Haarlem dan Amsterdam), Batavia Straat (Highway di Arnhem-Nijmegen), Mohammad Hatta Straat, Sutan Sjahrir Straat (Harlem) atau nama nama Indonesia lain yang populer sebagai nama sarana umum. Jembatanpun ada tulisannya besar Indonesie seperti gambar diatas. Senang saya rasanya melihat hal sederhana seperti itu.


Bumbu Jadi Masakan Indonesia
Asli Made In Belanda
Lalu kalau makanan dan kuliner gimana, apakah ada nama nama khas Indonesia. Oh jelas ada, anda tahu kan anak kecil negro hitam jelek yang 4 tahun diberi makan tahu dan tempe tetapi setelah dewasa bisa jadi Presiden Amerika Serikat ? Ya benar sekali, Obama. Di Belanda, ternyata tahu dan tempe sudah jadi menu sehari hari juga. Tetapi, mungkin kwalitasnya beda sehingga belum pernah ada satupun anak Belanda yang bisa jadi presiden Amerika Serikat setelah dewasa. Itulah juga sebabnya kenapa orang Belanda begitu semangatnya mengkonsumsi tahu tempe sampai saat ini. Berkali kali saya kehabisan stock kalau belanja agak kesiangan.


Rak Khusus Barang Import
Ada Kecap Bango, Sambal ABC
Di kota manapun anda berada, akan mudah sekali anda menemukan restaurant Indonesia. Jauh lebih mudah dibanding mencari Pizza Italia atau Kebab Turki. Nama restaurant juga sangat Indonesia sekali seperti Citra Lestari Restaurant, Parahyangan Restaurant, Ramayana dan lain lain. Saya kira pemilik atau paling tidak tukang masak dan pelayannya orang Indonesia, ternyata tidak juga. Malah lebih banyak 'Londo Celup'nya, maksud saya orang Indonesia berhidung pesek kulit sawo matang tetapi rambutnya disemir pirang dengan tehnik teh celup dan kalau diajak ngomong, bahasa Indonesianya juga terkesan megap megap. 'Londo Celup Butchery' (Rambut Ngechet Sendiry) ini memang oyeee dalam hal kuliner Nusantara. Saya pernah coba beli Rendang dan gulai Padang, enak tapi kalau saya perhatikan piring yang tersaji didepan saya, rasanya agak aneh karena penyajian rendangnya pakai french fries (kentang goreng) dan bisa juga milih mash potatoes. Gulai padangnya disajikan dalam mangkuk kecil terpisah. Ada irisan keju kecil juga disamping rendang menambah bingung mana dulu yang harus saya makan. 


Bumbu Indonesia
Asli Buatan Belanda
Bumbu jadi juga banyak dan hampir ada disemua supermarket besar seperti Sajoer Boentjis, Boemboe Soto, Boemboe Sate, Sajoer Asem, dan lain lain. Saya kira made in Indonesia ternyata asli made in Belanda.  Kalau mau yang import dan asli made in Indonesia juga ada, dan banyak dijual dioko toko Asia (Aziatische Supermarkt). Ditoko ini tidak menjual produk dari Indonesia saja, tetapi juga dari Philipine, India dan  lain lain negara di Asia. Yang menarik, dibagian masakan jadi siap makan, yang ramai selalu masakan Indonesia., sampai ngantri. Ketika saya tengok, masakan apa sih yang ngantrinya sampai panjang, ternyata cuma Mie Goreng Jawa. Dimasak langsung oleh bule Londo, dan kecap yang dipakai ternyata Cap Bangau. Saya coba melihat sekitarnya, siapa tahu ada Teh Botol ternyata minumnya tetap Coca Cola.


Warung Londo Celup
Masakan Jawa : Sajoer Boentjis Tahoe

Kamis, 13 Desember 2012

Ke Belanda, Apa Sih Yang Bisa Dilihat ?

Belanda, Negeri Penuh Sapi
Dari Dulu Terkenal Ilmu Peternakan Dan Research Pengembangannya

Coba tanyakan ke saudara, teman atau tetangga anda yang pernah pergi ke Belanda. Apa yang bisa dilihat di Belanda ?. Biasanya jawabannya ‘nggedabus’ seolah olah Belanda adalah sebuah negara yang sangat buesar sekali, negara industri yang sangat maju dan berbagai macam cerita yang membuat anda ngiler untuk pergi ke Belanda. Padahal, penduduknya cuma 16 Juta (Perkiraan 2012) dan luas cuma 41,543 Km Persegi. Percayalah, Indonesia lebih besar dalam hal segalanya.

Jawaban umum yang sering saya dengar kalau seseorang baru pulang dari Belanda diantaranya sebagai berikut :


1. Hebat, Belanda Negara Industri Yang Maju.
Negara Penuh Kambing Gini
Kok Dikatakan Negara Industri

Ini benar benar mbelgedes, kalau anda berjalan dari utara ke selatan dan barat ke timur yang anda jumpai sepanjang jalan lebih banyak kambing dan sapi. Lapangan rumput, kebun gandum, sayur dan sawah  yang menghijau dan juga kebun buah dan  bunga lebih dominan dibanding bangunan pabrik atau industri. Disekitar  Rotterdam saja terlihat banyak industri, itupun terlalu kecil kalau mau disebut kota industri. Sebuah pabrik ukurannya terlalu mungil apabila dibandingkan dengan pabrik di Bekasi, Tangerang atau tempat lain di tanah air.  Tapi, harap tahu jugalah, kalau pabrik pabrik di Indonesia, China, Vietnam dll banyak yang kepemilikan sahamnya dipegang oleh pabrik kecil di Belanda tadi. Sampai saat ini, Belanda terkenal dengan ilmu peternakan dan research tentang pengembangan ternak. Banyak doktor doktor IPB jebolan Belanda. Dari dulu sampai sekarang, Belanda terkenal produk produk Susu dan Keju. Baca Juga : Susu Belanda


2. Saya Kalau Ke Belanda Selalu Melihat Bunga Tulip.
Kembang Plastik, Makanya
Kalau Ke Belanda Bulan Mei Saja

Ini juga nggombal pol. Tulip plastik memang ada setiap saat dimana mana. Tetapi kalau bunga Tulip yang beneran hanya mekar sekitar bulan Mei saja. Anda bisa melihat bunga tulip asli di Keukenhoff. Toko toko bunga (Bloomen Market) juga banyak menjual bunga tulip, cuma kalau bukan musim bunga agak lumayan sulit untuk mendapat bunga tulip asli Belanda. Kalaupun ada biasanya didatangkan dari luar Belanda. Tetapi bunga warna warni yang lain cukup banyak. Orang Belanda memang senang dengan bunga, terlihat di jendela jendela rumahnya selalu ada bunga hias warna warni.


3. Di Belanda Dimana Mana Ada Kincir Angin.
Kinderdijk, Orang
Belanda Menyebut Got, Parit Atau
Selokan Dibelakang Sebagai River

Bohong besar kalau teman anda nggombal seperti ini. Kincir angin tersebar cukup berjauhan. Yang dibuka untuk umum hanya ada di Saanze Schaan, Kinderdijk, Leuwerden, Emmen, Haarlem dan beberapa tempat lain yang cukup tersebar jauh. Dari Amsterdam ke Saanze Schaan perlu perjalanan sekitar 1 jam, ke Kinderdijk juga sama saja. Kalaupun anda melihat ada kincir angin disepanjang jalan, belum tentu dibuka untuk umum. Anda bisa melihat tandanya, kalau ada bendera biru artinya terbuka untuk umum dan anda boleh masuk untuk menyaksikan bagian dalamnya atau mendekat untuk berphoto ria. Saya anjurkan anda ke Saanze Schaan untuk menyaksikan kincir angin. Jauh lebih menarik dibanding Kinderdijk karena ada museum, toko souvenir, toko keju belanda dan jarak antar kincir angin cukup berdekatan.


4. Di Belanda Danau Dan Sungainya Bersih.
Yang Ini Namanya Canal
Yah Lebih Besar Dikitlah Dari
Selokan - Airnya Butek Juga

Nah celaka kalau teman anda nggombal seperti ini. Di Belanda, comberan atau genangan air berdiameter 25 – 100 meter saja dinamakan Danau atau Pond. Bandingkan dengan istilah danau di Indonesia yang luasnya bisa ber kilo kilometer persegi seperti danau Toba, danau Maninjau dll. Selokan atau Parit kecil dengan lebar tidak sampai 5 meter saja dinamakan Kanaal atau bahkan River. Belakang rumah saya di Bogor ada got yang jauh lebih lebar dibanding kanaal di Belanda. Sampai saya pindah ke Kuwaitpun got tersebut tidak punya nama. Beda sekali dengan di Belanda dimana semua genangan air, got, Parit dan selokan diberi nama yang bagus bagus. Jadi nggak ada tuh Danau dan Sungai yang bener bener sesuai dengan definisi orang Indonesia kecuali Sungai Rhine saja yang memang cukup lebar. Cabangnya juga cukup lebar dan bernama Maas River (Nieuwe dan Oude Maas. Tapi, sungai sungai tersebut sangat pendek sekali. Ingin rasanya saya mengajak orang Belanda ke Banjir Kanal Timur, pasti reaksinya 'Wow, this is the biggest canal in the world'


5. Saya Senang Jalan Jalan Di Mall  Belanda.
De Bijenkorf Mall
Tukang Becak Amsterdam
Sedang Nunggu Penumpang

Bah, apa pula ini. Kita orang Indonesia terbiasa menyebut pertokoan raksasa seperti Senayan City dan Artha Gading dengan sebutan Mall. Kita juga terbiasa bangun pagi dan pulang malam karena ikut berdesak desakan didalam Mall yang selalu ramai. Kalau anda di Belanda, anda akan merasakan yang namanya Mall kok kecil sekali, pengunjungnya  kok beberapa gelintir orang saja. Dan waktu rasanya begitu malas bergerak. Toko toko buka sekitar jam 11 siang dan tutup kembali  jam 5 sore. Kalaupun ada yang mau bertahan, biasanya terpaksa nyerah harus tutup jam 6 sore. Di kota besar seperti Amsterdam dan Rotterdam saja ada yang tutup jam 8 sore, itupun tidak semuanya. Mungkin karena tenaga kerja di Belanda sangat mahal sehingga harus tutup sangat awal. Secara umum bisa saya katakan tidak ada yang layak disebut Mall di Belanda. Yang banyak adalah toko toko kecil. Konsep tata kota di Belanda memang mengutamakan Street Shopping.


6. Wah Belanda Kaya Dan Penduduknya Makmur
Lihat Pengemis Dibelakang
Ada Juga Yang Ngemis Kan ?

Mbelgedes.... Kaya atau miskin tergantung siapa yang menilai. Kalau saya sehari hari naik angkot maka saya akan menilai siapapun yang naik mobil sebagai orang kaya. Kalau saya nyetir mobil sendiri maka saya akan menilai yang kemana mana diantar sopir pribadi sebagai orang kaya. Di Belanda ternyata sama saja dengan di Indonesia, dimana mana banyak juga gembel, pengamen, preman mabuk, tukang palak jalanan, pengemis, prostitusi, tukang becak, maling sepeda dan sebagainya. Kita saja yang selalu tertipu tulisan tulisan wartawan atau turis Indonesia yang terkagum kagum melihat negara lain karena datang hanya beberapa hari dan melihat obyek wisata yang sudah dikemas cantik tanpa melihat kenyataan sehari hari.


7. Jangan Lupa Kalau Ke Belanda Mampir Ke Museum
John Frost Bridge, Di Sleman Juga
Ada Tapi Nggak Punya  Nama
Latar :  Sungai Rhine

Yah benar, di Belanda memang banyak sekali Museum. Tetapi waktu bukanya terasa sekali ogah ogahan. Tertulis jam 10 siang buka tetapi jam 11 siang baru nampak petugas loketnya. Dan seharusnya jam 5 sore tutup tetapi sering saya jumpai sudah nggak ada penjaganya lagi sebelum jam tutup. Dan, saya akui promosi pariwisatanya memang handal. Jembatanpun masuk dalam promosi pariwisata. John Frost Bridge di Arnhem pada gambar disamping ini memang sangat bersejarah saat diperebutkan pada Perang Dunia II dan telah difilmkan dengan judul A Bridge Too Far. Inilah War Museum yang tidak ada penjaganya dan buka 24 jam penuh dan bisa anda kunjungi setiap saat.

'Jembatan kayak gini mah di Sleman banyak'.


Lalu Apa Dong Yang Bisa Saya Lihat Di Belanda ?
Jalan Pagi
Anjing Digandeng Tetapi Anak Dilepas

Nah ini dia, begitu anda turun dari pesawat di Schiphol sampai perjalanan dikota manapun tujuan anda, yang selalu dan mudah anda temukan adalah Anjing, Jompo dan Sepeda. Anjing Polisi ada di Schiphol cukup banyak dan kadang kadang ikut memeriksa bagasi penumpang. Keluar dari airport, anda akan ketemu sepeda. Pokoknya dimanapun anda berada pasti dengan mudah ketemu orang yang sedang menuntun anjing. Di Lobby Hotel, didalam Lift, Di Restaurant, di jalanan dan didalam pertokoan selalu saja ketemu jompo nuntun anjing. Sampai sekarang saya sering heran, kenapa di Belanda lebih mudah ketemu anjing dan jompo dibanding anak anak dan remaja. Mungkin anak muda Belanda banyak yang kerja dan ditempatkan di perusahaan Belanda di Indonesia, Vietnam, Thailand atau negara lain diseluruh penjuru dunia. Siapa tahu kan ...., 


Oma Dan Anjing

Anjing Dan Opa Nyeberang Jalan

Oma Nuntun Anjing

Sabtu, 08 Desember 2012

Pasar Karpet Di Friday Market Kuwait

Friday Market (Souq Al Jumaah)
Karpetnya Bagus Dan Murah


Enak Untuk Cuci Mata
Ada Karpet Iran, Turki, Saudi, India, China Dll


Penjualnya Ramah Dan Bersahabat
Semua Karpet Baru Dan Didatangkan Langsung
Dari Iran, Irak, Turki, Saudi dll


Tinggal Pilih Dan Tawar Menawar
Nggak Perlu Bayar Kalau Cuma Mau Lihat Lihat


Lampu Kristal
Yang Ini Barang Bekas, Tetapi Ditanggung Masih Bagus


Alat Alat Pertukangan
Barang Baru Dan Bekas Ada, Tinggal Tawar Menawar


Barang Rumah Tangga
Bekas, Tapi Ada Yang Belum Pernah Dipakai Sama Sekali


Pedagang Saudi, Barang Dagangannya Murah
Kalau Mau Gratis, Jadi Istri Keempat Dulu
Sembarangan @#$%^&*!!!!

NOTE :
Pasar Jum'at (Friday Market / Souq Al Jumaah) Kuwait
Jam Buka :

  • Hanya Jumat Dan Sabtu Saja mulai pagi jam 08:00 sampai  jam 10:00 malam.
  • Hari Kamis Sore - malam juga Buka, Tetapi sebenarnya persiapan pedagang untuk esok harinya.
  • Banyak pengunjung yang datang hari Kamis, disamping barang masih lengkap juga kebanyakan pembelinya adalah pedagang juga untuk dijual kembali esok hari atau dijual kembali diluar pasar.

Lokasi : N 29* 18.829'   -   E 47*  57.418'


Baca Juga :

Senin, 03 Desember 2012

Wong Ndeso Di Schiphol Airport Amsterdam

Schiphol Airport Amsterdam
Parkir Pesawat Dekat Sekali Dengan Jalan

Mesin Check In
Mesin Ketiknya
Dimana Ya ?
Mampus deh gue, sudah berkali kali saya keluar masuk airport internasional di negara manapun di dunia ini, tetapi tidak pernah sedemikian hebatnya rasa deg degan saat saya berada di Schiphol Airport Amsterdam.  Padahal sudah berkali kali saya ke Belanda. Kenapa setiap berada di Schiphol jantung saya serasa mau copot ? Lama lama saya tahu juga, ternyata saya terlalu Gaptek, ndeso dan kampungan. Saya memang tidak tahu sama sekali dengan tehnologi. Waktu saya lahir puluhan tahun lalu, ibu saya ditolong bidan kampung, tidak pakai tehnologi apapun seperti jaman sekarang. Itulah sebabnya saya gaptek sampai saat ini. Satu satunya tehnologi yang saya kuasai  cuma Mesin Ketik, itupun di Schiphol tidak ada alat check in yang pakai mesin ketik jeglog seperti yang saya pelajari saat saya masih gadis remaja dulu.


Jaim, Pura Pura Tahu
Padahal Ndeso Pol
Biar kelihatan keren dan tidak memalukan, maka urusan check in dan bagasi saya serahkan anak anak saya yang lahir dijaman Satelit Komunikasi sudah bertebaran diatas langit. Mas Ardi cukup saya beri tugas ngangkat koper saja karena ternyata sama saja dengan saya. Terlalu Jadul dan nggak bisa dipercaya dalam hal berurusan dengan tehnologi baru. Baik cara mengoperasikan mesin check in, mesin parkir kendaraan maupun mesin bagasi semuanya tidak ada yang beres.


Saat Saat Kritis
Kopernya Cuma Maju Mundur

Tertawa Setelah Tas Merah Berhasil
Berjalan Menuju Ke Pesawat
Tetapi saya akui, dalam hal Sok Tahu dan Jaga Image, suami saya memang cukup piawai. Tengok kiri kanan dulu, kira kira aman dan jauh dari pantauan orang maka langsung dipencet semua tombol. Akibatnya, koper setelah dimasukkan kedalam mesin langsung tidak mau bergerak, cuma maju mundur saja dan tidak mau jalan maju  menuju ke pesawat. Dipencet lagi, entah tombol apa yang dipencet langsung glodakkkk....., koper jatuh dan bersuara keras sekali.  Demi menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia, langsung saya pergi menjauh dan pura pura nggak kenal dengan 'orang' yang bikin suara gaduh tadi, Aman....., nama baik bangsa Indonesia tetap terjaga di Schiphol Airport.


Mevrouw Susy Jaga Image
Pura Pura Shopping Daripada Ketahuan Gaptek

Periksa Passport, Alhamdullilah Ternyata Banyak Juga Yang
Gaptek Tidak Tahu Cara Gesek Passport Sendiri

Mesin Parkir Mobil
Tambah Bingung Lagi Saya

Baca Juga :