Sabtu, 22 November 2008

Indahnya Layang Layang Raksasa Kuwait


Sudah beberapa minggu ini langit Kuwait dihiasi dengan layang layang raksasa dengan berbagai bentuk dan ukuran berwarna warni. Hal seperti ini tidak akan kita jumpai kalau musim panas. Begitu udara mulai sejuk dan dingin, segala macam aktifitas outdoor langsung semarak. Bermain layang layang atau olahraga apapun selalu dipenuhi pengunjung lagipula banyak sekali lapangan umum yang bisa dipakai olahraga bersama. Layang layang raksasa yang sering kita lihat adalah di Messila, persis ditepi laut. Sangat mengundang perhatian karena jaraknya sangat dkat dari highway 30 sehingga siapapun yang melintas di highway 30 pasti tertarik melihat pemandangan langka yang muncul hanya dipergantian musim panas ke dingin seperti skarang ini.




Permainan layang layang ini melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama pada saat menaikkan layang layang pertama kali. Dari mobil pengangkut layang layang yang diparkir, tampaknya mereka tergabung dalam sebuah klub yang bernama Al Farsi, motonya yang masih saya ingat ada kata kata 'The biggest kite in the world'. Mungkin cita citanya ingin menciptakan layang layang terbesar di dunia.





Bentuk layang layang segi empat standard seperti di Indonesia sudah tidak nampak lagi, yang ada dan mengudara tanggal 22 Nov 08 adalah bentuk Teddy Bear, cumi cumi, udang, bendera kuwait, ubur ubur dan lain lain. Tali pengikat layang layang ada yang banyaknya bukan main dan sperti biasa mbulet dan harus diurai dulu sebelum diterbangkan. Sebuah layang layang beratnya bisa 50 kg. Ada juga ldua buah ayang layang berbentuk ulat bulu panjangnya kira kira 20 meter dengan diameter hampir 3 meter. Tampaknya sedang ngambek nggak mau terbang keberatan badan. Sekitar 6 orang dari tadi tampak mencoba menaikkan tetapi belum berhasil juga.

Mancing Cendol Kuwait

Ikan Seperti Cendol
Ikan sangat berlimpah di Arabian Gulf, dipinggir laut saja kita bisa melihat ikan ikan yang mirip cendol atau dawet berlompatan di pantai. Orang orang disini tidak terlihat ada yang rakus mengambil sebanyak banyaknya untuk di jual. Saya perhatikan, mereka berangkat dengan kapalnya ketengah laut untuk mengambil ikan secukupnya saja, dan kalau tertangkap ikan kecil maka cepat cepat dilepaskan kembali ke laut.



Di pantai Al Quds, setiap hari terutama sore hari banyak sekali orang yang memberi makan ikan ikan di laut bebas Arabian Gulf. Saya perhatikan, mereka membawa makanan sisa tetapi ada pula yang sengaja datang ke bakala untuk membeli Qobus (roti arab) hanya sekedar untuk memberi makan ikan ikan yang luar biasa banyaknya. Gemes rasanya melihat ikan sebanyak itu nggak ada yang memanen, rasanya cukup membawa serok ikan saja sudah dapat banyak. Ikan ikan ini di laut lepas bukan dikolam ikan.


Acara Mancing Di Spring Camp
Orang orang Kuwait banyak yang memiliki kapal pribadi untuk rekreasi ditengah laut, setiap weekend selalu terlihat kapal ditarik mobil ditengah kepadatan jalan raya Kuwait. Dibelakang rumah Kuwaitis selain parkir mobil mewah juga tampak parkir kapal pribadi dengan alat penariknya dan ada juga yang nampak parkir jet ski. Tampak sekali orang Kuwait selain dilimpahi rizki minyak yang berlimpah juga kekayaan laut yang berlimpah juga.


Dapat Ikan Nggak ?
Mancing dipinggir laut, adalah kegiatan warga Indonesia di Kuwait karena memang mereka belum memiliki kapal pribadi seperti halnya Kuwaitis. Tapi jangan anggap remeh mereka, meskipun klesetan duduk duduk di bebatuan, mereka banyak yang punya kebun sawit, peternakan sapi, tuan tanah dan berbagai usaha sampingan yang dipersiapkan dengan matang dari Kuwait. Meskipun tidak naik kapal pribadi, tidak mengurangi rasa kegembiraan kita sebagai warga minoritas yang tinggal jauh dari kampung halaman.


Pulaaannnng !!
Melamun dipinggir pantai terasa juga nikmatnya, sambil mancing bisa membicarakan keluarga yang jauh di Indonesia, kira kira sedang apa ya mereka di Indonesia nun jauh disana. Ada yang anak dan istri masih di Indonesia, ada yang rindu kepada orang tua ada pula yang bersyukur dikaruniai kesehatan dan keselamatan hingga bisa sampai di Kuwait yang kaya dan elok ini. Apabila kail pancing bergerak, langsung saja bubar lamunan kita.

Senin, 17 November 2008

Nyoba Salon Kecantikan Laki Laki Kuwait

Mohammed
Hairdresser Jordan
Salon kecantikan tidak hanya untuk wanita saja, di Kuwait kebanyakan salon untuk laki laki. Salon kecantikan wanita jauh lebih sulit dicari daripada salon laki laki. Umumnya salon kecantikan laki laki letaknya di tempat tempat strategis dan dijalan utama sedangkan salon wanita ngumpet di apartment apartment yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggal juga. Karena saking banyaknya salon kecantikan laki laki, maka bisa disimpulkan bahwa laki laki Arab sangat ganjen, senang bersolek, pokoknya kemana saja selalu rapi dan wangi. Inilah cerita pengalaman mengantar suami potong rambut di Kuwait. Sengaja saya pilihkan salon yang tempatnya paling mentereng di jalan besar Mecca Street. Hair Stylernya namanya Muhammad, lahir di Kuwait tetapi sebenarnya warga negara Jordan. 


Deg Degan Mau
Ditemploki Apa Lagi
Setelah basa basi sebentar, langsung rambut dipotong dengan rapih. Model rambut yang sedang ngetop disini adalah 'potong batok' atau setengah tempurung kelapa. Tetapi jelas saya nggak ijinkan mau ikut ikutan mode anak muda Arab. Karena ingin tahu apa saja jasa salonnya, maka sengaja saya biarkan apa saja yang dilakukan terhadap rambut dan wajah suami. Ternyata, dia menemukan rambut putih di kepala, langsung saja tanpa Ba Bi Bu rambut disemir dengan pewarna rambut warna hitam dari Jerman. Katanya kwalitas nomor satu. Nggak apa apa, wong pingin tahu. Sambil menunggu semir rambut meresap, wajah suami dipegang pegang dan diolesi cairan seperti aspal hangat berwarna kuning. Setelah saya tanyakan ternyata wax untuk menghilangkan rambut halus diwajah. Belum selesai kaget, wajah diolesi juga dengan cairan wangi yang saya sendiri tidak tahu apa gunanya. Saya hitung hitung, wajah diolesi 4 macam cairan wangi dan rambut 3 macam cairan wangi. Wangi dicampur wangi dan ditambah wangi jadinya saya ikut pusing tujuh keliling dan berkunang kunang mencium aneka macam wewangian Arab.

Kawanku Luigi - Pengalaman Pertama
Potong Rambut Di Kuwait

Sebelum ritual potong rambut selesai, rambut dibilas bersih dengan air hangat, celakanya tangan orang Arab sangat besar dan bertenaga sekali sehingga pada saat mengeringkan rambut kepala nampak di obok obok kekiri kanan dan atas bawah dengan sangat kuatnya. Hair Dryer yang biasanya kecil dan nyaman di kepala pada saat rambut dikeringkan, di salon ini ternyata sangat kuat anginnya dan besar sekali, suaranya mirip helikopter. Kenapa Hair Dryernya kok besar sekali, jawabnya ternyata sederhana kalau pakai hair dryer kecil orang Arab akan tertidur terkena angin sepoi sepoi dari hair dryer kecil.

Setelah menunggu di mobil hingga 1 jam lamanya. akhirnya selesai juga. Total bayar  KD 10 atau sekitar Rp 300.000. Terlalu mahal, karena biasanya suami saya potong rambut tidak terlalu banyak milih dan terbiasa potong 'pitingan' dibawah pohon.


Baca Juga :

Minggu, 16 November 2008

Malaysian, Indonesian, Egyptian Day @ KOC Spring Camp

Weekend, bukan hari yang ditunggu tunggu kalau di Kuwait. Tetapi hari yang paling memusingkan, negeri ini sangat kecil mungkin hanya separuh Jakarta saja. Masih mending Jakarta yang padat penduduk dan udara selalu nyaman sepanjang tahun. Di Kuwait hampir seluruh tempat wisata, mall, souk (pasar) dan bakala (kedai) sudah pernah kita kunjungi berkali kali. Rasanya setahun di Kuwait sudah cukup 'khatam' semua lokasi dan obyek wisatanya. Itulah sebabnya kenapa penduduk Kuwait dan saya juga kalau hari libur agak panjang selalu mencari obyek wisata keluar dari Kuwait.
Negara GCC (Oman, Qatar, Bahrain, UAE, dll) atau Jordan bebas Visa tinggal pesen tiket pesawat saja. Jangan membayangkan jarak antar negara jauh sekali, semuanya dekat tidak lebih dari 2 jam saja. Kuwait - Bahrain kira kira setara dengan Jakarta Bandung. Yang terjauh Kuwait Jordan setara dengan Jakarta Surabaya. Negara Timur Tengah yang dekat dari Kuwait dengan biaya penerbangan murah seperti Lebanon, Syria, Egypt, Turkye, Saudi Arabia juga merupakan tujuan pelarian dari Kuwait. Kalau dompet lebih tebal bisa juga ke Eropa hanya perlu waktu 4 - 5 jam terbang saja.
Kali ini bukan perjalanan ke negara tersebut diatas tetapi ngatasi kejenuhan dengan acara piknik dengan keluarga Malaysia dan Egypt. Seperti biasanya tahun tahun sebelumnya, 'KOC Spring Camp' telah dibuka untuk dikunjungi para staff/karyawan KOC. Seperti namanya, area KOC Spring Camp hanya dibuka pada saat musim 'spring' saja dan hanya untuk keluarga karyawan KOC. Musim panas tutup dan musim dingin tetap buka tetapi biasanya nggak ada yang datang takut resiko kedinginan dan beku di lokasi. Letak KOC Spring Camp kira kira sekitar 1/2 jam perjalanan dari Mangaf/Fahaheel/Ahmadi atau sekitar 40 Km. Jalan menuju kesana bisa melalui 30 Road Highway dan tembus ke 40 Road Highway yang kearah Wafra. Sangat dekat dengan komplek perumahan Chevron di Mina Al Zoor atau sekitar 2 km saja dari Chevron.
KOC Spring Camp sebenarnya adalah sarana piknik ala Kuwait berisi tenda tenda, sarana bermain, dan mancing di laut. Biasanya pengunjung membawa bekal dari rumah untuk BBQ di udara terbuka yang cukup dingin di musim 'spring'. Rumah makan sebenarnya juga ada, tetapi rasanya kurang nikmat kalau tidak bikin BBQ sendiri sambil menghangatkan badan. Apalagi kawan dari Egypt sangat piawai mbakar daging dan kawan dari Malaysia membuatkan bumbu istimewa khas Malaysia.
Kami berangkat jam 7:30 pagi, keluarga Zairal dari Malaysia, keluarga Adil dari Egypt dan kami sendiri asli Jawa. Yang dari Egypt punya keahlian khusus mbakar daging BBQ, yang dari Malaysia sibuk ngasuh anak dan yang dari Indonesia mancing dan makan saja. Sayangnya tiga jam mancing nggak dapat apa apa, dan akhirnya kami harus pulang ke rumah masing masing jam 16:00 sore. Alasan pulang disamping sudah kekenyangan sebenarnya adalah kedinginan juga. Pokoknya nggak rugi piknik dengan kawan Egypt ataupun Malaysia.

Volley Dan Nasi Goreng

Volley - Engineer Migas

Apa hubungannya Volley dengan Nasi Goreng ? Jelas nggak ada hubungannya, tetapi di Kuwait semuanya serba bisa dihubung hubungkan. Memasuki musim dingin dimana temperatur udara mulai turun terus, aktifitas olahraga bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Kuwait khususnya para enginer KOC, Schlumberger, Corpro dan lain lain tidak lain adalah Volley. Karena udara cukup dingin, tentu paling nikmat kalau makan dan minum yang hangat hangat. Karena hampir semua pemain pembaca setia blog ini dimana tertulis jelas dihalaman depan keahlian saya hanya bikin 'nasi goreng', he he maka jelas tuntutan pemain volley adalah 'nasi goreng bu Gendut' yang sangat tersohor di seluruh jagat internet atau jagat blogger.


Volley Sebentar, Makan
Lebih Utama

Olah raga pagi ini diadakan di lapangan Volley Mangaf-Fahaheel, tempat yang bagus dan indah ditepi laut Arabian Gulf. Tempat ini merupakan sarana olah raga gratis yang selalu penuh pada saat 'spring' dan winter saja. Tidak hanya lapangan Volley saja, lapangan bola basket, jogging track dan beberapa sarana outdoor juga ada. Tempatnya memanjang sepanjang pantai antara Mangaf sampai Al Quds di Fahaheel. Aktifitas juga macam macam ada yang sekedar jalan jalan, olah raga, mandi di laut sampai melamun sambil memandang laut seolah olah kampung halaman sudah dekat dan hanya disberang laut.


Engineer Kelas Dunia
Sektor Perminyakan

Aktifitas Volley hanya dilakukan setiap jumat pagi jam 07:00 saja, air minum mineral selalu tersedia hasil dari 'saweran' para peserta volley. Penghangat badan lain seperti saya sebutkan diatas adalah sukarela dari ibu ibu yang bersedia menyediakan saja, kadang pisang goreng, mpek mpek Palembang, kacang hijau atau yang lainnya. Yah, namanya jauh dari kampung halaman, segala macam aktifitas yang biasa biasa saja kalau di Indonesia. Lain halnya di Kuwait 'seolah olah'  semuanya serba luar biasa nikmat. Walaupun hanya sekedar nasi goreng saja.


Hari Jumat kemarin termasuk hari yang luar biasa, karena menu hari itu tidak cuma nasi goreng saja tetapi juga ada bubur kacang hijau dan selesai Volley, masih ada undangan 'nasi uduk'. Saya perhatikan yang paling 'sumringah' adalah para engineer baru KOC, disamping bisa 'perbaikan gizi' hari ini mereka juga bisa cuti tidak 'masak memasak ' lagi di apartment. Mbungkus pula untuk makan siang dan makan malam, apa ya masih enak kalau untuk makan malam ?

Rabu, 12 November 2008

Di Jakarta Da Vinci. Di Kuwait nemu di Pasar Loak

Sedang Pemasangan Furniture Mahal
Harga Pasar Loak

Umumnya orang akan malu kalau belanja barang loak, Itu di Indonesia. Lain halnya di Kuwait. Para pendatang yang bekerja dan tinggal di Kuwait selalu mondar mandir dan jalan-jalan di Pasar Loak. Entah mereka membeli atau hanya sekedar cuci mata. Begitu juga kami. Kalau ada waktu luang, acaranya jalan ke ''Friday Market'', nama pasar loak terbesar di Kuwait. Entah membeli atapun tidak yang penting jalan. Disamping  bisa hemat biaya terkadang kami bisa menemukan barang langka yang sangat susah dicari karena sudah punah. Atau bahkan kalau di Jakarta , barang tersebut dijual ngadubillah mahalnya. Kali ini kami sengaja berburu furniture Arab di daerah Al Rai, dekat pasar Jumat yang terkenal dengan aneka macam barang loaknya. Sengaja berangkat dari rumah malam hari sambil uji coba ketahanan tubuh menjelang musim dingin beberapa minggu lagi, lumayan dingin temperatur diluar sudah mencapai 20 derajat celcius.


Sangat Berat - Kayunya Sangat Tebal


Karena rumah baru kami sangat besar, sengaja saya cari furniture bekas Kuwaitis. Kami sudah hapal sekali sifat Kuwaitis, cepat bosan dengan perabot yang dimilikinya. Barang masih bagus dan belum ada cacatnya sudah dijual padahal baru dipakai 3 - 6 bulan saja. Mereka dengan mudah menjualnya ke pasar loak hanya karena ingin membeli yang lebih baru. Tidak cuma perabot rumah, mobilpun juga banyak dijual di daerah Al Rai ini, tumplek bleg bercampur dengan barang loak lain. Saya mengatakan 'barang loak' tetapi jangan dibayagkan sama dengan barang loak di Indonesia, kalau di Indonesia bukan barang loak tetapi barang rongsokan. Disini barang loak kalau jeli memilih benar benar dapat yang kondisinya masih 90 - 99 %.

Perlu 5 Orang Untuk Mengangkat
Dan Pasang Lemari Besar Ini

Nggak usah khawatir harga akan dinaikkan mahal kalau kita parkir mobil didepan penjual atau datang dengan pakaian necis atau modis, yang datang belanja di pasar loak ini semua naik mobil dan berdandan layaknya akan kondangan, ada yang datang pakai jas dan berdasi. Kalau di Indonesia, harga pasti akan segera melambung tinggi kalau yang datang rapih dan nampak berduit seperti itu.


Setelah berjam jam keluar masuk kios kios barang loak, akhirnya kami dapat furniture kamar tidur lengkap dengan ukuran raksasa dan finishing halus sekali. Kira kira kalau di Jakarta barang mewah seperti ini jualnya di Da Vinci dan harganya satu set bisa mencapai diatas Rp 40 Juta. Beratnya minta ampun karena semuanya dari kayu berukir dan dibeberapa bagian ada hiasan dari keramik mewah, bukan multiplex seperti mebel Olympic di Indonesia. Ukiran, hiasan dan finishingnya sangat halus, sekali pandang saja kita bisa tahu bahwa furniture seperti itu sering kita lihat dalam film film horor seperti Dracula, Frankestein atau film lainnya. Furniture ini bukan barang kuno, masih relatif baru tetapi karena ukuran kamar rumah Kuwaitis besar besar maka hampir semua furniture disini penuh dengan dekorasi besar dan berukir. 


Setelah satu minggu keluar masuk toko meubel. Barang yang kita inginkan Mahallll nya enggak ketulungan. Dan keputusan kami ya....jalan ke Pasar Loak.Dapat barang yang sama dan harga pun murah. Pingin tahu berapa harga yang saya dapatkan ? Hanya Rp 5 Juta saja tetapi ongkos pasang dan angkutnya sendiri Rp 2 Juta dari Al Rai Ke Mangaf. Ngangkutnya pakai truk besar dan ditangani oleh 4 orang Arab yang saya akui kuat kuat untuk ngangkat barang sebesar itu. Saya sendiri sudah berkali kali nyoba ndorong ternyata nggak bergerak sama sekali. (Shw/ Foto: Ard )

Selasa, 11 November 2008

Jeritan Anak Perempuan Dari Rumah No 13

Rumah baru kami, nomor 13 ( Nomornya sih belum ditempel ) dan mulai ditempati tanggal 31. Banyak yang mengingatkan dan terheran heran dengan pilihan rumah kami yang besar dan berada ditengah tengah bangunan rumah yang belum jadi. 'Mbak kenapa sih milih rumah kok nomor 13 ?', susah ngomong dengan orang orang seperti ini, kalau dijawab serius malah cerita panjang lebar tentang takhayul, nggak dijawab mepet terus kemanapun kita berjalan. Paling sederhana ya njawab apa adanya dan pendek saja 'senang'. Dan rumah itu di Kuwait. Bukan di Indonesia...
Memang ada yang aneh dengan rumah besar ini, baru beberapa menit kami menempati terdengar suara jeritan anak perempuan dari kamar mandi. Dan suara ini terdengar berkali kali, bisa pagi, siang, sore atau malam hari. Selalu saja jeritan anak perempuan dan kadang suara wanita dewasa. Kadang disertai suara melengking seperti sedang kesakitan. Paling menyebalkan, mas Ardi malah tenang tenang saja dan terkadang malah tertawa ngakak kalau dilapori hal ini. Paling gaduh adalah suara jeritan dari kamar mandi anak anak di lantai atas, memang ada dua kamar mandi dilantai atas tersebut dan setiap pagi diantara suara gemericik air selalu saja ada suara teriakan anak perempuan terdengar dari kamar mandi lantai atas.

Setelah bosen mendengar keluhan seisi rumah, baru mas Ardi turun tangan dan ternyata penyebabnya banyak teriakan suara perempuan di kamar mandi ternyata  keran air. Keran air dirumah baru kami termasuk 'non standard' atau dibuat hanya khusus untuk Arab. Normalnya keran air kalau diputar kekiri akan mati dan kalau diputar kekanan akan mengalir, lha keran Arab dirumah kami berlaku sebaliknya kalau diputar kekanan malahan mati, diputar kekiri air mengalir deras. Celakanya, anak anak kami dan juga saya sendiri (kebetulan perempuan semua) tidak terbiasa dengan keran Arab ini, maksudnya ingin mengurangi air panas dengan memutar kekiri tetapi yang terjadi malah air yang keluar menjadi sangat panas sekali, akibatnya setiap kekamar mandi selalu saja terdengar jeritan ' Ao...panas,'' teriak anak perempuan kami Ayu dan Dinda kepanasan. Dan sering pula ibunya juga njerit kepanasan karena salah putar keran. Si bapak kalau mendengar teriakan cuma ketawa ngakak saja dan sampai saat ini belum pernah menjadi korban air panas keran air Arab ini karena memang jarang mandi apalagi musim dingin seperti sekarang ini dimana temperatur sudah turun sampai 18 derajat Celcius, wah jelas nggak mandi deh...... (Shw)

Senin, 10 November 2008

Lanjutan Perjalanan ke Jordan (Hari ke 3)

Nah, saya akan melanjutkan  perjalanan  ke Jordan liburan yang lalu. Biarpun sudah terlewati beberapa tulisan. Hari ke 3 tujuan kita ke Al-Karak Castle dan Petra.  Cerita sekarang tentang Petra. Perjalanan dari Aman ke Petra cukup jauh sekitar 270 km, berangkat pagi jam 7 dari hotel di Amman dan pulang masuk hotel kembali juga jam 7. Tiket masuk ke Petra 21 JD. Dari gerbang utama menuju Bangunan tersebut jauhnya minta ampun. Sekitar 2 kilometer. Tapi kalau mau naik Kuda atau Delman juga ada. Tarif sewa Kuda sampai tujuan 7 JD. Kalau Delman berpenumpang 4 orang  20 JD. itupun satu kali jalan. Nah cerita sejarahnya daripada salah nulis, lebih bagus saya sadur saja dari http://id.wikipedia.org/wiki/Petra

Kota di Dinding Batu
Petra
Ternyata Kuburan
Salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru adalah Petra. Penetapan tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation, serta diumumkan di Lisbon, Portugal, pada 07-07-07 alias 7 Juli 2007.

Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'batu'. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.


Semua Di Dinding Batu
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.
Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.


Kotanya Suku Nabatean
Dulu Tempat Tinggal
Suku Nabatean
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.
Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno.
Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Musim Panas
Huh Panasnya
Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.

Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur. Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.

Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah. Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.

Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.


Dikelilingi Gunung
Celah Satu Satunya
Menuju Petra
Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.


Hanya Kuda Dan Jalan Kaki Saja
Yang Bisa Melewati Celah
Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.

Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani.

Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya. Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi 'kota yang hilang' selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.


Baca Juga :

Jumat, 07 November 2008

Perlu Lima Engineer Untuk Pindah Rumah Di Kuwait

Pindah rumah di perantauan cukup menyenangkan dan sangat kekeluargaan. Jauh dari keluarga maka semua harus di'arrange' sendiri. Nggak tanggung tanggung, yang mbantu pindahan ada Petrophysist, Sr Reservoir Engineer, Facility Enginer, Sr Petroleum Engineer, Geologist dan lain lain. Belum cukup, masih ditambah 4 orang 'helper' yang datang khusus dari Bangladesh dan India dan truck box dari kontraktor yang bekerja untuk KOC. Bayangkan saja kalau seandainya mereka minta bayaran, bisa berapa KD harus kami harus  keluarkan untuk pindah rumah di Kuwait.

Mereka semua bukan engineer 'kemarin sore', rata rata sudah berpengalaman diatas 10 tahun dan sudah pengalaman bekerja Internasional di berbagai negara, jadi kalau soal ngangkat barang sudah mumpuni dan bisa dipercaya. Ganti ban bocor juga bisa dan tentu saja bisa ditunggu. Jadi, kalau anda mau pindahan atau sekedar ganti ban dan perlu tenaga engineer expert dengan pengalaman internasional, cukup hubungi kami saja, bayar tentunya dengan tarip expert engineer - dihitung per jam :)


Kami pindah rumah tepatnya tanggal 31 Oct 2008 dan Rumah kami yang baru bernomor 13. Nggak ada maksud tertentu kenapa pindahnya tanggal 31 dan kenapa kami memilih rumah nomor 13. Selama ini kami nggak percaya primbon dan takhayul macam apapun. Yang jelas mudah diingat tinggal dibolak balik saja dan kalau dijumlah 1+3=4 sama dengan jumlah anggota keluarga. Tanggal 31 terpaksa dipilih untuk pindahan karena sewa apartment memang habisnya tanggal tersebut, kalau lebih sehari ya jelas harus bayar dong, prinsip ekonomi harus jalan daripada mbayar kian lebih baik pindah secepatnya.

Mencari rumah di Kuwait cukup mengesankan, karena kami di Indonesia sudah terbiasa tinggal di rumah perusahaan yang sangat besar maka setahun tinggal di apartment kecil rasanya seperti di 'gang senggol', oleh karena itu saya mencari rumah Kuwaitis yang kira kira sama ukurannya dengan rumah kami di Indonesia. Celakanya, karena wajah kita wajah melayu, seringkali kita dilecehkan oleh Haris penjaga rumah kalau kita menanyakan harga sewa rumah Kuwaitis. 'Only For American and European' katanya dengan nyengir. Adapula yang belum ditanya langsung teriak dari dalam rumah 'Expensive.... not for you' sambil nunjuk gedung lain yang katanya lebih cocok untuk kita. Haris yang sopan dan baik atau menghargai kita juga banyak. Beruntung kalau bisa ketemu langsung dengan Kuwaitisnya, mereka sangat 'welcome' dengan kita dan negosiasi bisa langsung. Kami nggak bisa nyalahkan si Haris yang bersikap tidak bersahabat karena memang majority wajah seperti kita di Timur Tengah adalah TKW yang kerja rumah tangga atau barangkali wajah mas Ardi lebih mirip sopir daripada seorang Sr Petroleum Engineer yang telah malang melintang 16 tahun di dunia perminyakan. Philipino yang wajahnya mirip kita umumnya juga kerja di toko atau sebagai Haris juga. Mungkin dalam hati si Haris berpikiran 'Hah.... sama sama Haris kok nanya nanya harga sewa rumah Kuwaitis, pingin tahu saja....mau cari tahu harga pasaran ya .....'. ( Shw/foto: Ard )