Senin, 29 Oktober 2012

Rumah Makan Rasa Setan Di Gunung Setan

De Duivelsberg Pannekoeken Restaurant
Ditengah Hutan Perbatasan Belanda - Jerman

RM Enak Murah Selalu
Dicari Meskipun Di Hutan
Yang namanya rumah makan enak, dimanapun letaknya akan selalu dicari orang, apalagi kalau murah. Di Indonesia, saya sering dapat informasi mengenai warung enak yang letaknya cukup sulit dijangkau seperti dikampung kampung, gang sempit, bahkan ada yang ditengah sawah. Kalau bisa menemukan lokasinya yang sulit atau terpencil dan bisa mencicipi masakannya, rasanya puas sekali dan plong. Tetapi itu dulu, waktu saya masih tinggal di Indonesia dan sering blusak blusuk keluar masuk kampung untuk mencari makanan enak, murah dan terkenal diantara pecinta kuliner di tanah air.


Jalan Menuju Ke Jerman
Selepas Kota Nijmegen
Sekarang, saya tidak di Indonesia lagi, sehari hari di Kuwait tetapi kesenangan mencari rumah makan enak masih terbawa bawa sampai saat ini. Bedanya, sekarang untuk mencari warung enak bisa sampai dimana saja diseluruh penjuru dunia tergantung siapa yang memberi informasi. Dan kali ini, warung enak yang saya maksud berada ditengah tengah hutan sekitar Nijmegen, Netherland. Nama rumah makan tersebut adalah De Duivelsberg Pannekoeken Restaurant, kira kira 120 Km dari Amsterdam dan tidak terlalu jauh dari perbatasan Jerman. 


Jalan Tanah Di Hutan Gunung Setan
Masih Terang Saat Mulai Masuk

Jalan Tanah Sempit Dan Gelap Total
Hanya Ada Dua Pilihan - Maju Terus Atau Kelaparan


Menunggu Makanan Datang
Dari Amsterdam, lokasi warung enak De Duivelsberg hanya bisa dicapai dengan mobil saja. Tidak ada transportasi umum yang bisa mencapai tempat ini karena ditengah tengah hutan belantara yang dilindungi (Cagar Alam - Protected Forest Area). Sewa mobil sangat dianjurkan kalau ingin mencoba warung enak ditengah hutan ini. Kira kira dua jam saja dari Amsterdam.. Kalau anda punya GPS, lokasi tepatnya adalah N.51" 40.138' E.005" 56.635'. Tanpa GPS, jangan harap anda bisa nyampai di rumah makan top ini. Modal yang anda perlukan cuma satu, "Nekat Demi Perut". Tanpa modal dasar ini sudah bisa dipastikan anda bakal kelaparan di jalan. Lokasi koordinat bisa anda cari dari GPS anda.


Hmmm Yummy
Baunya Uenak Bikin Tambah Lapar
Menu yang disajikan benar benar makanan tradisional Belanda yang bernama Pannekoeken, dan katanya Panenkoeken De Duivelsberg ini masih dibuat sesuai resep aslinya. Cara mengolah bahan juga diturunkan oleh nenek moyang dan leluhur bangsa Belanda jaman dulu. Pilihan jenis Panenkoeken sangat banyak dan beragam, mulai dari yang berisi buah buahan, jamur, keju sampai daging. Ternyata setelah saya coba, nggak rugi dan nggak nyesel sama sekali saya masuk hutan diperbatasan Belanda dan Jerman ini.



Ternyata Pengunjungnya
Banyak Meskipun Di Hutan
Kalau ditanya, apakah masih punya keinginan untuk kembali ke restaurant ini di kemudian hari ?. Ah rasanya nggak dulu deh. Saya kemarin datang ke restaurant ini karena tidak tahu arti Duivelsberg. Setelah saya sampai rumah, saya baru tahu artinya Gunung Setan. Orang Belanda sering mengatakan lokasi restaurant tersebut sebagai Devil's Mountain Of Nijmegen, karena terletak dekat dengan kota Nijmegen. Kalau tahu artinya Gunung Setan, nggak bakalan saya datang ke restaurant ini. Apalagi jalan menuju tempat ini melalui Kuburan Tentara (War Army Cemetary) juga. Konon  pada saat perang dunia II tahun 1940an, daerah ini merupakan tempat pertempuran sengit yang dikenal dengan Operation Market Garden dengan korban meninggal ribuan tentara lebih. Ceritanya ada di Jonkerbos War Cemetary Nijmegen, Groesbeek Memorial, dll.

Masih Gembira Karena Belum Tahu
Nama Lokasi Di Gunung Setan

Bagian Luar Rumah Makan
Gunung Setan (Duivelsberg)


Baca Juga :

Minggu, 28 Oktober 2012

Gypsy Dan Goyang Gangnam Style

Aku, Ruud Hilbrand Dan Kucing
Didepan Caravan Tempat Aku Menginap

Rungkut Dan Dipinggir Kali
Nggak Terlalu Beda Dengan
Rumah Affandi
Seniman memang sering nyleneh dan terkadang daya kreatifitasnya diluar nalar orang normal. Di Belanda saya pernah menginap di rumah salah seorang seniman nyentrik bernama Ruud Hilbrands. Rumahnya, secara sepintas tidak ada bedanya dengan rumah Maestro Pelukis Affandi di Yogyakarta. Kalau rumah Affandi saat ini dijadikan museum, maka rumah si Ruud ini terbuka untuk semua orang untuk mencoba merasakan gaya hidupnya. Rumah Affandi terletak dipinggir kali Code, sedangkan rumah si Ruud terletak dipinggir sungai Rhine. Kalau anda punya GPS, lokasinya adalah N 51" 58.946' E 005" 53.840', kira kira 100 Km dari Amsterdam, tepatnya di Arnhem, wilayah Gelderland.


Didepan Rumah Ruud
Yang menarik, sanggarnya yang disebut Tuscan Watervilla dan bernama Drijfpaleis (Istana Mengambang) dibuatnya sendiri selama bertahun tahun. Kebanyakan bahan yang digunakan terbuat dari barang bekas. Caravan butut disulap jadi kamar  ala Gypsy yang sering kita lihat di film film. Kapal rusak dibeli dan dijadikan kamar kamar  yang unik, antik, aneh sekaligus menarik. Mobil rongsokan juga disulap sebagai hiasan penyambut tamu. Pecahan keramik dijadikan ornamen dinding dan lantai. Masing masing kamar dan sudut sudut tertentu diberi nama yang unik seperti layaknya hotel bintang 5. Misal : Nelson Mandela Bridge.


Gangnam Style Dari Radio Jadul
Lemarinya Dari Kompor Gas
Soal interior, wow benar benar unik dan tiada duanya. Ada kamar yang dinding sampai langit langit kamarnya dipenuhi lukisan dengan warna merah menyala. Lebih unik lagi, tempat tidurnya ada yang terbuat dari kayu bekas bongkaran bangunan dan digantung dilangit langit menggunakan rantai. Kira kira kalau tidur seperti diayun ayun seperti layaknya ayunan bayi raksasa. Semua lantai dan dinding penuh warna warni ngejreng dan norak terbuat dari remukan keramik. Entah bekas bongkaran rumah atau keramik baru yang dipecah pecah saya kurang tahu. Yang jelas dicampur juga dengan kelereng dan kaca yang didesign sedemikian rupa dengan motif ikan sampai lingkaran lingkaran abstrak yang aneh dan tidak saya ketahui apa maksudnya.

Full WIFI - Pengunjung Menuntut Agar
Bisa Update Status FB Langsung


Lantai Mozaik
Pecahan Keramik Dan Beling
Saya tinggal di salah satu Caravan bernama Tamini, kira kira seluas VW Combi. Tempat tidur cuma bisa untuk berdua saja. Kompor gas bekas disulap jadi meja serbaguna sekaligus tempat kulkas dan beberapa laci tempat menyimpan makanan.. Ada dua buah kursi  yang saling berhadap hadapan dengan meja kecil yang bisa dilipat dengan heater pemanas ruangan kecil dibawahnya.. YMeskipun berupa Caravan ternyata dilengkapi juga dengan Wifi yang cukup cepat. Katanya Wifi didalam caravan merupakan tuntutan tamu jaman sekarang yang ingin bisa segera update status facebook kalau berkunjung dan tinggal di rumahnya.


Siap Siap Bobok
Interior Bagian Dalam Caravan


Sarapan Pagi
Dibawah Pohon
Selain warna warni interior yang 'ngejreng', yang menarik lainnya adalah radio kuno yang tersedia diatas meja. Bentuk radio boleh saja kuno, tetapi lagu yang terdengar ternyata lagu ngetop saat ini, yaitu "Gangnam Style". Inilah Caravan dengan cita rasa Gypsy tetapi suasana abad ini, yaitu bisa bergoyang ala Gangnam Style. 
"Mas... mas, seandainya saja Caravan ini tidak ada rodanya, tentu tidak akan ikut bergerak gerak ya kalau kamu terlalu lasak dan banyak gerak seperti ini ?". 
"Iya dik, gimana kalau kita pindah diluar saja biar Caravannya tidak bergerak".
"Hooh... Hooh...... Ayo mas....."


Caravan Berhantu
Kalau Malam Bergoyang Goyang

Klenting Merah Bawa Handuk
Siap Siap Mandi Di Kali Rhine

Minggu, 21 Oktober 2012

Arab Indo (Arab Berdarah Campuran Indonesia)

Central Blood Bank Kuwait Di Jabriya

Salah Satu Kegiatan Donor
Darah Komunitas Indonesia
Di Jabriya - Kuwait
Umumnya orang Indonesia lebih menghargai orang yang memiliki “darah campuran” daripada penduduk yang berdarah asli Indonesia. Terbukti, mereka yang berdarah campuran sedemikian mudahnya menjadi artis  film dan sinetron. Sedangkan yang “berdarah asli” Indonesia harus jatuh bangun dan merangkak dari figuran terlebih dahulu untuk menjadi artis tenar. Lebih parah lagi kalau berbicara dan cara mengucapkan kosakata bahasa Indonesia sedikit “cadel”, maka akan menjadi daya tarik bagi wartawan untuk mengekspose habis habisan.


Di Unity Center Ahmadi
Beberapa artis yang sukses dan sampai saat ini menjadi favorit saya karena berdarah campuran Indonesia - Arab adalah Ayu Azhari. Jihan Fahira, Jane Shalimar, Nabila Syakieb, Alba Fuad, Dhini Aminarti, Asya Shara dan lain lain. Rasanya, tak ada habis habisnya saya mengamati mereka, apa kelebihan mereka dibanding yang asli berdarah Indonesia.. Cantik ?, nggak juga dan hal ini sangatlah relatif. Yang berdarah asli Indonesia juga banyak yang cantik dan menarik.



Di Ahmadi Hospital
Di Kuwait bagaimana, apakah ada Arab berdarah campuran Indonesia ? Wow, jangan ditanya…. Orang Arab berdarah campuran Indonesia jauh lebih banyak dibanding orang Indonesia berdarah campuran Arab. Saking banyaknya, susah untuk melacak apakah si Arab yang berdarah campuran saat ini menjadi artis film, artis sinetron, politisi atau bahkan telah sukses menjadi pejabat tinggi. Sebagai orang Indonesia yang tulus menyumbangkan darah bagi sesama, kita warga Indonesia di Kuwait tidak pernah berpikir sama sekali bahwa darah kita akan membuat si penerima menjadi seorang artis film dan sinetron. Kita juga tidak pernah berpikir sedikitpun kalau melihat artis cantik dan ngganteng Arab pasti ada campuran darah Indonesianya.


Wall Of Honor
Tempelan Surat Di Dinding Berisi Ucapan
Terima Kasih Dari Masyarakat Kuwait

Si Kecilpun Juga
Doyan Donor Darah
Yang jelas, kita warga Indonesia di Kuwait selalu rajin menyumbangkan darah untuk si Arab yang membutuhkan. Setiap saat dalam acara Blood Donation, baik yang diadakan secara rutin oleh komunitas warga negara Indonesia, kantor kantor atau pertokoan,  selalu saja saya ketemu donor warga negara Indonesia. Pokoknya dimanapun ada kegiatan donor darah di Kuwait, selalu saja ada warga negara Indonesia yang dengan tulus menyumbangkan darahnya untuk warga Kuwait yang membutuhkan. 


Pelayanan No Satu
Di Central Blood Bank Kuwait


Rajin Donor
Biar Langsing
Tidak benar sama sekali issue issue yang beredar dan mengatakan kalau darah Arab di campur dengan darah Indonesia maka si Arab pipisnya berbau seperti pete dan jengkol. Tidak benar juga kalau digossipkan bahwa si Arab jadi suka kentut setelah terjadi percampuran darah dengan darah Indonesia. Yang benar mereka sangat berterima kasih seperti terlihat pada ribuan ucapan terima kasih yang terpampang pada Wall Of Honor - Central Blood Bank Kuwait di Jabriya. Bahkan, berkali kali saya disalami dan dicium pipi kiri dan kanan oleh orang yang tidak saya kenal saat baru saja memasuki pintu gerbang Central Blood Bank Kuwait.


Baca Juga :

Jumat, 19 Oktober 2012

Di (m)Bahrain Banyak (m)Benteng

Seandainya Saja Ada Penjual Jagung Bakar
Di Bab Al Bahrain - Manama Souq

Arad Fort Bahrain
Bahrain adalah negeri kecil berupa pulau di Teluk Persia (Arabian Gulf) yang berukuan tidak jauh berbeda dengan kota Jakarta. Luas area Bahrain cuma 765.3 Km Persegi, setara dengan kota Jakarta yang yang berukuran 740.3 Km Persegi. Soal jumlah penduduk, jelas nggak ada apa apanya, cuma 10 % jumlah penduduk Jakarta (1.2 Juta Vs 10.2 Juta penduduk). Kira kira kalau tawuran seperti yang dilakukan anak anak SMA di Jakarta, pasti keok dan tak berkutik menghadapi kroyokan penduduk Jakarta.


Bahrain National Museum
Meskipun kecil, tapi terkenal sebagai si 'cabe rawit'. Sebelum tetangganya Dubai dan Abu Dhabi tumbuh besar sebagai raksasa ekonomi seperti saat ini, Bahrain sudah lebih dulu menjadi pusat ekonomi di Timur Tengah. Sangat jelas terlihat dari tata kota dan perkantoran perkantorannya dimana di Dubai dan Abu Dhabi saat ini lebih banyak didominasi oleh gedung gedung baru dan masih banyak yang kosong melompong tanpa aktifitas ekonomi yang berarti.


Qal'at Al Bahrain
(Bahrain Fort)
Soal pariwisata, Bahrain sebenarnya lebih kaya obyek wisata dibandingkan negara tetangganya UAE, Dubai dan Abu Dhabi. Tetapi saat ini, turis banyak tersedot ke kedua kota 'baru'  Dubai dan Abu Dhabi yang sangat gencar mempromosikan pariwisatanya ke seluruh dunia. Yang tidak pernah saya duga sebelumnya, ternyata di Bahrain banyak sekali Benteng Benteng Pertahanan kuno dan peninggalan Archeologies.  Sepertinya pada jaman dulu Bahrain merupakan pintu masuk bangsa lain untuk menduduki Timur Tengah. Sejarah mulai jaman Pra Islam, Islam, Persia dan dibawah kekuasaan Portugis sampai awal abad 20 semua terdokumentasi cukup baik didalam National Museum Of Bahrain.

Bab Al Bahrain
Qal'at Al Bahrain atau Bahrain Fort adalah benteng kuno peninggalan Portugis yang masuk dalam list UNESCO sebagai "World Heritage Site". Benteng yang lain seperti Arad Fort juga cukup bagus dan terawat sampai saat ini. Masjid kuno Al Khamis Mosque dan Al Fateh Mosque juga masih apik dan enak untuk dikunjungi. Cuma, jumlah turis di Bahrain saat ini habis tersedot ke Dubai saja sehingga terasa sepi sekali dan serasa 'linglung' jalan jalan sendiri saat saya kunjungi semua obyek wisata di Bahrain.


Tanda Dilarang Meludah
Dan Ngupil
Bab Al Bahrain (Pintu Gerbang Bahrain) saja yang ramai dan penuh sesak. Kenapa bisa ramai sekali ?, ya karena pasar. Bab Al Bahrain adalah pintu gerbang masuk ke pasar Manama (Manama Souq) yang terletak ditengah kota Manama.dan tidak jauh dari Gold Souq. Yang saya suka di pasar ini, semuanya sangat bersih sekali dan enak untuk jalan jalan. Jangan sekali kali meludah atau ngupil ditempat ini, tanda larangan meludah terpampang besar dan anda bisa ditangkap polisi keamanan pasar kalau ketahuan meludah atau ngupil ditengah pasar.

Bahrain Fort (Qal'at Al Bahrain)
Tidak Jauh Dari Kota

National Museum Of Bahrain
'Modern Art'nya Sangat Bagus Sekali
Salah Satu Diorama
Ada Ayam Masuk Museum

Pintu Masuk
National Museum Of Bahrain



Baca Juga :

Sabtu, 13 Oktober 2012

Saat Musim Kemarau Berakhir Di Kuwait

Ijo Royo Royo
Dengan Rumput Mahal Membentang

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Gulungan Karpet Baru
Siap Dipasang
Saat ini bulan Oktober, artinya musim panas telah berakhir di Kuwait dan dua bulan lagi akan memasuki musim dingin yang rasa dinginnya bisa terasa sampai tulang. Sama halnya dengan di Indonesia, aktifitas penduduk Kuwait juga sama saja dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia, memasuki musim penghujan maka semua petani mulai menebar benih dan penduduk lain juga sibuk mempersiapkan kebun kebunnya untuk memulai bercocok tanam. Alam yang semula kering kerontang, pelan pelan akan berubah menjadi hijau.


Pemasangan Karpet
Rumput Di Ahmadi
Tetapi ada yang berbeda dengan Kuwait, menjelang musim dingin seperti bulan ini, hanya dalam hitungan detik saja seluruh negara bisa berubah menjadi ijo royo royo. Tanah kering kerontang sepanjang jalan bisa tiba tiba menjadi hijau yang memukau secara instant. Tidak perlu harus menyiram air dan menunggu rumput  tumbuh, itu kuno dan sangat menjemukan kalau harus menunggu rumput tumbuh. Terlalu lama, cukup datangkan saja karpet dan bentangkan diatas gurun yang dikehendaki, terutama disepanjang jalan raya protokol yang selalu ramai. Pemerintah Kuwait punya dana yang berlimpah untuk 'Penghijauan'.

Tebal Dan Tidak Luntur
Termakan Cuaca
Karpet rumput yang dipakai bukan karpet murahan, bahkan lebih bagus dan sangat tebal melebihi karpet sintetis stadion sepakbola saat ada pertandingan internasional. Kenapa dipilih karpet yang kualitasnya sangat bagus ? Karena dijamin rumput tidak akan lepas dan warna tidak akan pudar meskipun dipasang satu tahun di udara terbuka seperti gurun. Karpet stadion bola hanya tahan saat musim kompetisi saja, setelah itu harus diganti, kata para pekerja pemasangan karpet di Ahmadi.


Siap Untuk Dijahit Agar
Karpet Tidak Terbang Saat Badai
Bisa tidak karpet ini di gunakan di Indonesia, jelas bisa tetapi pemakaiannya lebih bagus didalam rumah saja untuk digelar saat ada kenduri, tahlilan atau semacamnya. Terlalu beresiko kalau dipasang di jalanan, bisa jadi karpet diambil maling. Atau bisa jadi umurnya tidak lebih dari sebulan saja karena tanah di Indonesia mengandung lempung sehingga kemungkinan karpet hijau akan berubah menjadi hitam legam hanya dalam beberapa hari saja terutama saat musim hujan datang nanti.


Sisa Karpet
Oom Boleh Saya Bawa Pulang Nggak ?


Baca Juga :

Jumat, 05 Oktober 2012

Ngemut Simit Di Turki

Simit Asli Istanbul Turki
Seperti Donat Tetapi Kok Besar Sekali

Wong Ndeso
Mencoba Simit
Dibandingkan dengan orang Indonesia, orang Turki memang terlihat lebih besar dan gagah. Perawakan dan raut wajahnya merupakan percampuran antara Arab dan Eropa. Turki memang satu satunya negara yang wilayahnya separuh berada di Asia dan separuhnya lagi di Eropa. Soal ukuran badannya yang besar tadi, sebenarnya sejak awal saya sudah mengetahui dari melihat makanan tradisionalnya yang bernama Simit. Bentuknya seperti Donat, tetapi ukurannya sangat besar dengan lubang ditengah yang juga besar. Kira kira tangan orang dewasa Indonesia bisa masuk dan sangat menarik kalau dijadikan gelang tangan.


Simit Mewah Dijual Di Mall
Siapapun yang pertama kali melihat Simit dan menyaksikan cara menjualnya pasti tertarik untuk membeli. Ada yang dijual menggunakan kereta dorong, ada juga yang dijajakan dengan nampan besar dan diletakkan di kepala tetapi ada juga yang dimasukkan kedalam tongkat kayu sampai tinggi sekali. Alun alun didepan Aya Sophia dan Blue Mosque Istanbul merupakan salah satu tempat para pedagang menjajakan Simit kepada para turis. Tetapi, kalau ingin membeli Simit untuk dijadikan oleh oleh, juga tidak terlalu repot. Banyak sekali toko Simit di Istanbul, dan namanya Simit Sarayi (Istana Simit), ada juga yang bernama Simit Firini (Simit Dari Oven) dll.

Toko Oleh Oleh Simit Sarayi, Artinya :
Istana Simit
Photo : Internet (Unknown)

Soal rasa, hmm manis manis asin dan mirip dengan kulit Onde Onde karena ditaburi biji wijen. Sayangnya, kalau digigit, rasanya tidak seempuk Donat bahkan terasa sangat keras sekali. Tetapi bagi saya terasa luar biasa dan merupakan pengalaman yang lain daripada yang lain. Saat udara dingin dan sejuk seperti ini, ngemut Simit sepanjang jalan terasa nikmat sekali. Inilah pengalaman saya wisata sambil ngemut sepanjang jalan di Turki. Benar benar Kelas Dunia .....meskipun gigi sudah mulai ada yang lubang dan ompong dan tidak kuat lagi melawan kerasnya Simit.



Baca Juga :