Kamis, 19 Juni 2014

Awal Mula Adanya Babu Dan Kacung Di Indonesia

Rumah Belanda Di Indonesia
Warna Putih Beratap Limas
Jendela Besar Khas Daerah Tropis

Kalau ada ngibul tapi diturunkan terus menerus sampai ke anak cucu, itu hanya terjadi di Indonesia. Nggak percaya, cobalah buka majalah majalah tentang rumah atau koran koran apapun yang pernah mengulas tentang rumah rumah peninggalan Belanda di Indonesia. Baik rumah Belanda di Bandung, Semarang,, Jakarta, Surabaya, Bukittinggi dan lain lain selalu diulas dengan sebutan Rumah Belanda. Nah istilah Rumah Belanda ini salah kaprah dan diturunkan ke anak cucu sampai sekarang.

Omah Londo Di Indonesia
Atapnya Khas Daerah Banyak Hujan
Jendela Besar Dan Banyak Khas Iklim Tropis


Rumah rumah Belanda tersebut sebenarnya adalah rumah asli Indonesia. Bentuk, design atau modelnya khas daerah tropis dan banyak hujan. Rumah tersebut bukan Rumah Belanda karena di Belanda sendiri tidak ada yang mirip dengan rumah rumah di tanah air. Arsiteknya memang benar orang Belanda, dibuatnya juga benar pada jaman penjajahan Belanda. Tapi rumah rumah tersebut bukan Rumah Belanda, tapi lebih cocok kalau disebut Rumah Buatan Arsitek Belanda, Rumah Jaman Penjajahan Belanda atau Rumah Yang Pernah Dihuni Orang Belanda .


Rumah Di Amsterdam
Warna Selalu Merah Bata

Di Belanda sendiri, hampir semua rumah berwarna merah bata dan bertingkat 4 atau 5. Di tanah air, semuanya berwarna putih dan  tidak bertingkat. Atap rumah Belanda di Indonesia berbentuk Limas atau Trapesium karena sangat banyak hujan. Di Belanda nyaris semuanya nggak ada atap apalagi yang berbentuk limas atau trapesium. Atap rumah di Belanda kebanyakan dek beton, kalaupun ada yang beratap genteng, bentuknya sangat berbeda dengan 'Rumah Belanda' di Indonesia. Jendela rumah Belanda di Indonesia juga sangat besar sekali, khas daerah tropis. Tinggal di Indonesia memang harus banyak angin masuk ke rumah, di Belanda bisa menggigil kedinginan. Lihat sendiri pada photo photo dibawah.

Rumah  Di Nijmegen
Atapnya Beda Dengan Rumah Di Indonesia

Karena negeri Belanda sangat kecil sekali, maka rumah rumah di Belanda juga dibuat kecil kecil semua tanpa halaman dan dibuat berdempet dempet 3 - 5 lantai. Satu rumah 3 - 5 lantai isinya beberapa keluarga. Beda dengan rumah Belanda di Indonesia yang dihuni hanya satu keluarga saja dan memiliki halaman sangat luas, temboknya sangat tebal dan ruang kamar sangat besar. Disamping itu  jendela juga sangat besar. Ini menandakan bahwa 'Rumah Londo' itu adalah rumah daerah tropis yang memungkinkan udara bebas leluasa bersirkulasi.


Rumah Di Arnhem
Nggak Ada Yang Warna Tembok Putih

Saya kira sangat wajar, sebagai manusia yang tertekan sehari harinya gerah di rumah rumah kecil, begitu punya kesempatan datang menjajah Indonesia maka segera dibangunlah rumah rumah yang jauh lebih besar dibanding rumah di negaranya sendiri. Sangat wajar pula kalau orang di negaranya sendiri tidak punya kebun dan halaman luas maka saat membangun rumah di Indonesia dibuatlah halaman yang sangat luas sekali mengelilingi rumahnya.

Rumah Di Arnhem Centrum
Apanya Yang Sama Dengan Rumah Belanda Di Indonesia

Kalau anda melihat photo photo kuno jaman penjajahan, maka bisa terlihat juga bahwa setiap keluarga Belanda selalu ada pembantu yang nglesot duduk di lantai saat diphoto. Nah, di Belanda sendiri sebenarnya nggak ada keluarga yang punya pembantu rumah tangga karena rumahnya kecil kecil. Mumpung sedang menjajah Indonesia, dan kebetulan rumah yang dibuatnya besar besar dan berhalaman sangat luas maka lahirlah saat jaman penjajahan Belanda tersebut apa yang dinamakan Bedinde.

Rumah Asli Belanda Di Haarlem
Beda Sama Sekali Dengan Rumah Belanda Di Bandung

Inilah cerita awal mula lahirnya Bedinde di Indonesia dan tetap bisa bertahan sampai saat ini meskipun namanya berubah menjadi babu, kacung, tukang kebun, pembantu rumah tangga dan terakhir ini lebih canggih lagi yaitu pramuwisma. Tugasnya mulai bersih bersih rumah yang sangat besar dan halaman yang luas juga memasak buat tuan rumah. 

Rumah Belanda Di Alkmaar
Nggak Ada Halaman Sama Sekali

Rumah Belanda Di Amsterdam
Kecil Dempet Dempetan
Di Indonesia Besar Dan Punya Halaman Luas

Semua Berwarna Merah Bata
Di Indonesia Semua Putih Dan Beratap Limas

Rumah Belanda Di Indonesia Temboknya Tebal Dan Kuat
Di Nijmegen Temboknya Ngirit Batu Bata Alias Tipis

Di Belanda Banyak Rumah Kopel
Rumah Belanda Di Indonesia Besar Besar
Dan Berhalaman Luas

Nggak Ada Satupun Rumah Belanda Di
Indonesia Yang Mirip Di Negara Aslinya

Baca Juga :

Senin, 09 Juni 2014

Onta Dan Gajah Ramadhan

Hiasan Bedug Saat Ramadhan
Di  Ambarukmo Hotel Yogyakarta

Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Kalau di tanah air, suasana bulan Ramadhan sangat meriah sekali. Mall mall dan hotel hotel penuh dengan dekorasi ramadhan dan lebaran. Biasanya dekorasi didalam Mall mall dan hotel di Indonesia berupa bedug, ketupat, patung orang salaman dan terkadang Patung Onta juga.

Kalau Ada Onta Didalam Mall
Artinya Di Indonesia

Kayaknya sih biasa dan normal normal saja menyaksikan Onta saat ramadhan di Mall dan Hotel di tanah air. Untuk bedug, ketupat dan patung orang salaman sih nggak jadi masalah karena memang tradisi orang Indonesia saat ramadhan memang begitu, mukul bedug saat maghrib, makan opor ketupat saat lebaran dan salaman.

Onta Ramadhan Di Salah Satu Mall
Di Jakarta - Apa Hubungan Ramadhan Dengan Onta

Tapi, memasukkan Patung Onta kedalam Mall dan hotel saat ramadhan itu ide dari mana ??. Hampir 15 tahun saya tinggal di Timur Tengah nggak pernah saya melihat patung onta disangkut pautkan dengan Ramadhan. Apalagi naik pangkat dimasukkan Mall dan Hotel bintang 5. Apa hubungan Onta dengan Ramadhan ?.

Ini Di Kuwait - Apa Hubungannya
Ramadhan Dengan Gajah

Di Kuwait, suasana Ramadhan di mall mall dan hotel nggak ada bedanya dengan hari hari biasa. Nggak ada kemeriahan Ramadhan seperti di Indonesia. Bulan Ramadhan itu bukan bulan untuk bergembira ria, tapi untuk belajar prihatin dan berkumpul dengan keluarga. Sehingga saat bulan ramadhan kebanyakan penduduk asli Kuwait malah berada dirumah.

Gajah Ramadhan
Kenapa Orang Indonesia Nggak Meniru Arab Saja
Kan Gajah Dari Sumatra

'Marhaban Yaa Ramadhan' dan 'Minal Aidin Wal Faizin' juga tidak dikenal sama sekali di Arab. Dua kalimat yang sangat terkenal di Indonesia ini nggak ada satupun yang tahu maksudnya. Pernah saya mengucapkan dua kalimat terkenal tersebut ke orang orang Arab Kuwait, Mesir, Lebanon dll. Semuanya kompak menjawab :
'No...No...Not Arabi, 
'Just Say 'Ramadhan Mubarak' 
'Say Eid Mubarak, Finish !!!'.
Lah...lalu dari mana asal dua kalimat tersebut ?. Jangan jangan sama dengan Onta didalam Mall diatas. Hanya imajinasi orang Indonesia tentang suasana Ramadhan di Arab.

Bangga Bisa Photo Dengan Latar Belakang Gajah


Disini, yang sering terdengar adalah 'Ramadhan Kareem', 'Ramadhan Mubarak' atau 'Mubarak Alaikom Al-Shahar', bukan Marhaban Yaa Ramadhan. Yang paling umum dan paling sopan adalah 'Mubarak Alaikom Al-Shahar'. Sedangkan 'Min Alaideen Wa Alfayzeen' atau 'Minal Aidin Wal Faizin'  bisa dimengerti sebagian orang Arab meskipun pada mlongo dulu untuk mereka-reka maksudnya. Cukup katakan  'Eid Mubarak' saja sebagai ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Photo Photoan Dengan Gajah Ramadhan
Bikin Macet Jalan Saja

Entah dapat ide dari mana orang orang Indonesia. Pokoknya kalau ramadhan semua dekorasi mall, hotel sampai kartu ucapan lebaran semuanya identik dengan Onta.

Saya jadi teringat juga Nasi Kebuli, makanan terkenal di kalangan warga keturunan Arab di Indonesia yang katanya khas Arab. Silahkan cari diseluruh penjuru Arab kalau bisa menemukannya. Di Arab sini nggak pernah saya menemukan makanan dengan nama Nasi Kebuli. Yang ada dan sangat mirip namanya Majabus, Mandi Lahm atau Biryani.

Dapat Ide Dari Mana Ramadhan Menghias
Mall Dengan Gajah

Sebenarnya yang aneh bukan orang Indonesia saja. Orang Arab juga cukup aneh dan bahkan kelewatan anehnya saat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kalau di Indonesia Onta jadi dekorasi utama Mall dan Hotel sepanjang bulan Ramadhan, di Kuwait dekorasinya cukup Patung Gajah saja. Tepatnya keluarga Gajah. Ada bapak Gajah yang paling besar sendiri, Ibu Gajah yang sangat gemuk dan dua anak anaknya yang lucu.

Habibie...Datanglah Ke Indonesia
Jangan Heran Melihat Onta Jadi Hiasan Ramadhan

Karena di Arab nggak ada Gajah sama sekali, sudah tentu semua orang nonton dan photo photoan dengan latar belakang patung Gajah saat melihat ada Patung Gajah didalam Mall. Bikin macet jalanan hanya gara gara ingin melihat Patung Gajah.

Ramadhan Sale - Mango Mania
Di Lulu Hypermart Qurain

Hebatnya lagi, gajah gajah tersebut digambarkan sedang makan mangga seolah olah makanan utamanya hanya Mangga saja. Yah, memang seperti itulah bayangan, imajinasi atau gambaran orang Arab tentang Ramadhan. Sekelompok Keluarga Gajah yang Sakinah dan Mawaddah terlihat begitu bahagia saat menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Segala Macam Mangga Dari Srilanka, India
Thailand, Mesir, Brazil Dan Indonesia Didatangkan Untuk
Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

Ada Juga Mangga Golek Dari Indonesia

Baca Juga :

Sabtu, 31 Mei 2014

Rumah, Lain Jakarta Lain Pula Singapura

Rumah Pribadi  Minimalis Singapore
Koruptor Indonesia Yang Lari Ke Singapore
Semuanya Tinggal Di Apartment - Kere Juga

Kalau anda saya tanya, 'Seberapa besar luas darat dan laut Singapura ?'. Jawabnya paling singkat saja 'Kecil'. Kalau saya tanya lagi 'Kecilnya seberapa ?'. Jawaban umum yang sering saya dengar 'Segede Bali'. Jelas ngawur, coba buka wikipedia dan bandingkan luas Singapore yang hanya 716,1 Sq Km dan DKI Jaya yang mencapai 7,641.51 Sq Km. Artinya, luas darat dan laut Singapura hanya 10 % saja dibanding luas darat dan laut DKI Jaya. 

Apartment Di Singapore
Iklannya Nyampai Ke Indonesia

Inilah sebabnya pertumbuhan Singapore menjulang keatas. Penduduknya berjubel tinggal di Apartment. Tidak sembarang orang bisa punya rumah tanah di Singapore, terlalu mahal dan tidak akan terjangkau oleh kebanyakan penduduk Singapore. 

Bangunannya Memang Kuno Dan Ketinggalan
Jaman Tapi jangan Tanya Berapa Harganya

Kalau anda melihat bangunan kecil diantara gedung gedung pencakar langit di Singapore, bisa dipastikan gedung tersebut adalah Tempat Ibadah, Bangunan Cagar Budaya atau Rumah Tinggal Exclusive milik 'orang orang tertentu' yang incomenya jauh diatas rata rata penduduk Singapore. Beda dengan orang Indonesia, biar kelihatan bergengsi dan gaya maka rame rame tinggal di Apartment ditengah kota dengan seribu satu alasan. 

Katanya Ini Rumah Lee Kuan Yew
Apa Bener ?, Kenapa Kecil Dan Sederhana Sekali

Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, tinggal di Apartment sama sekali tidak bergengsi dan tidak bisa nambah prestige seseorang. Biasanya kepepet, nggak sanggup beli/sewa rumah tanah maka terpaksa mau tinggal di apartment. Tentu kalau ditanya 'ngeles' juga, misal dekat kantor, fasilitas komplit, keamanan 24 jam, nggak macet, ada mall dan lain lain.

Nggak Ada Satpam 24 Jam Dan Nggak Ada Juga
Pagar Keliling Tinggi - Adanya Cuma CCTV

Karena luas daratan Singapura sangat kecil sekali maka kalau anda berwisata ke Singapura, kira kira sama saja dengan jalan jalan dari Tebet ke Manggarai lalu pindah ke Tanah Abang. Paling jauh ke Sentosa, kira kira sama jaraknya dengan ke Dufan, Ancol. Meskipun semuanya serba kecil dan dekat, tapi iklan dan promosi pariwisata Singapura benar benar mendunia. Dan entah berapa juta orang yang terpikat dan berduyun duyun ke Singapura setiap tahunnya. Iklan property Singapura juga tiap hari marak di berbagai media di negara manapun diseluruh dunia terutama Indonesia.

Rumah Kecil Singapore Ini  Modelnya Kadaluarsa
Di Indonesia Buanyak - Di Singapore Mahal Sekali

Pihak pengembang sering pontang panting mengakali supaya harga jual / sewa bisa tinggi dengan memberi nama apartmentnya dengan berbagai macam istilah biar kelihatan berbeda, bergengsi dan berkelas. Biasanya diberi nama Condominium, Condo, Condotel, Executive Apartment, Five Star Apartment, Executive Residence atau entah apa lagi. Di Jakarta lebih 'mbulet' lagi karena ada juga istilah Rusun  dan Rusunawa,  

Prestige Orang Singapore kalau Punya
Rumah Tanah - Makanya Banyak Yang Beli
Rumah Di Batam Dan Johor

Sebenarnya semua sama saja, apapun namanya, semuanya adalah  Apartment. Rumah bagi Rakyat Jelata yang nggak sanggup beli / sewa rumah tanah. Di Jakarta saja yang agak aneh dan berbeda, punya rumah tanah kecil dianggap kere, tinggal di apartment dianggap bergengsi dan Horang Kaya. Baru akhir akhir ini saja pemerintah Indonesia, khususnya DKI membangun apartment untuk rakyat jelata warga bantaran kali.

Ciri Apartment Singapore Adalah Cara
Menjemur Pakaian - Tidak Pernah Saya Jumpai
Cara Menjemur Pakaian Seperti Ini Di Negara Lain

Lucunya, orang Jakarta merasa dirinya hebat kalau tinggal di apartment yang dijaga ratusan Satpam. Satpamnya membawa anjing pula. Masuk halaman kolong mobil diperiksa dengan detector bom, masuk lobby lewat detector logam, tas digeledah dulu dan naik lift menggunakan access card. Semakin ribet semakin merasa hebat dan serasa menjadi Horang Faling Kaya Sedunia. Nggak pernah saya jumpai di negara manapun 'rumah rakyat' dibikin ribet seperti di Jakarta.  Perhatikan saja Singapore dan negara lain, ada tidak 'rumah rakyat' yang sengaja  dibikin ribet oleh pengembang agar terkesan 'exclusive' seperti di Jakarta.

Jemuran Seperti Ini Bukan Di Apartment Murah
Tapi Hampir Di Semua Apartment Ada Pemandangan
Jemuran

Perhatikan gambar gambar rumah tanah di Singapore pada tulisan ini. Bandingkan dengan rumah rumah tetangga disekitar anda di tanah air. Mana lebih bagus dan megah, rumah di Indonesia atau di Singapore ?. Kalau jawaban anda lebih bagus dan megah rumah rumah di tanah air, artinya anda sependapat dengan saya. 'Orang Indonesia kaya raya karena rumahnya di atas tanah'. Tetapi kalau anda tidak setuju dan masih menganggap Apartment lebih bergengsi, maka mulai sekarang ubahlah cara berpikir anda. 


Berpikirlah seolah olah anda orang Singapore. Maka anda akan bisa bersyukur bahwa rumah tanah mungil yang anda huni sekarang adalah rumah mahal yang sehari hari diidam idamkan seluruh penduduk Singapore. Rumah mungil anda nggak beda jauh ukurannya dengan rumah orang paling kaya di Singapore. Sekali lagi yang di Singapore karena rumah tanah mereka yang di Batam atau Johor ternyata besar besar dan mewah juga.


Baca Juga :

Jumat, 23 Mei 2014

Duplikat Kunci Rumah Belanda

Lebar Rumah Belanda Kira Kira
Sama Dengan Panjang Mobil Kecil Sekelas Honda Jazz

Saya punya rumah di Belanda, bukan rumah sendiri tapi nyewa. Seperti rumah rumah Belanda yang lainnya, tembok luarnya berwarna merah bata tanpa di'plaster' semen. Batu bata merah sengaja diperlihatkan dan kesannya memang jadi terlihat asri. Hampir semua rumah di Belanda tidak punya halaman sama sekali. Masih mending rumah rumah di Indonesia yang punya halaman atau taman meskipun hanya selebar 1 - 2 meter saja. Rumah Belanda rata rata kecil dan luas tanahnya setara dengan RSS ukuran 21 atau 36. Bedanya dengan RSS di Indonesia, rumah Belanda umumnya bertingkat 2. Yang saya bicarakan adalah Rumah, bukan Apartment. Baca Imut Imut Rumah Belanda


Atapnya Jadi Satu Dan Kelihatan Besar
Tapi Ternyata Penghuninya Puluhan Keluarga

Rumah Belanda yang kelihatannya besar sekali, ternyata dihuni banyak keluarga. Hal ini terlihat dari jumlah bel dan kotak surat didepan pintu utamanya. Kalau jumlah bel dan kotak surat ada 10, berarti ada 10 keluarga di rumah besar tersebut. Berbeda dengan rumah rumah di Indonesia yang isinya lengkap sekali mulai kakek, nenek, anak, cucu, sopir dan pembantu. Di Belanda, rumah rumah tetangga saya isinya cuma oma dan opa saja. Nggak ada tetangga saya yang berjubel di satu rumah. Paling banter satu rumah isinya dua atau 3 orang saja.

Orang Belanda Suka Menghias Jendela Dan Balkon

Yang menarik, jendela jendela rumah Belanda dan balkon digunakan sebagai etalase untuk memajang berbagai macam pernak pernik hiasan rumah. Ada yang memajang vas bunga, pot bunga, botol warna warni dan berbagai macam hiasan berbagai macam ukuran dan bentuk. Kita bisa menengok isi rumah Belanda melalui jendela karena trotoar umumnya menyatu dengan rumah tanpa ada pembatas pagar atau taman.


Bisa Melongok Rumah Tetangga Sambil Lewat


Sejak pertama kali saya menyewa rumah, kunci rumah yang diserah terimakan cuma sebuah saja untuk setiap pintu. Satu buah anak kunci dipegang oleh pemilik rumah, satu buah lagi dipegang biro jasa / agent yang menyewakan dan satu buah untuk penyewa. Konon, kalau ada apa apa dengan rumah misal penyewanya kabur nggak bayar uang sewa, maka pihak agent penyewaan yang bertanggung jawab bisa mengambil tindakan seperlunya seperti mengeluarkan semua barang penyewa bandel tersebut.


Sepeda Selalu Ditaruh Diluar
Terlalu Sempit Kalau Dimasukkan Rumah

Saya pernah mencoba untuk menggandakan anak kunci rumah saya karena cukup repot kalau anak kunci cuma satu sedangkan penghuni 4 orang. Saya pilih sebuah toko di Utrecht Centrum yang didepannya terpampang besar tulisan dengan bahasa Belanda. Artinya kira kira "Dokter Kunci" atau "Ahli Kunci". Ketika saya sodorkan kunci rumah saya untuk diduplikat, ternyata Bule Londo yang saya temui nyerocos minta berbagai macam persyaratan yang tidak bisa saya ingat sama sekali saking banyaknya yang disebutkan. Kalau nggak salah Surat Ijin Dari Pemilik Rumah, Surat Keterangan Dari Polisi, Surat Pernyataan Dari Saksi, Surat Sewa Rumah dan lain lain. Bah, hanya buat duplikat kunci saja minta macam macam surat.

Semua Jendela Penuh Pernak Pernik

Memang bener alasan yang diberikan, bahwa kunci duplikat bisa dipakai untuk mencuri seluruh isi rumah dua atau tiga tahun lagi kalau rumah yang saya tempati sudah dipakai orang lain. Bisa juga kunci yang mau saya duplikat bukan kunci rumah saya tapi kunci bank atau toko. Artinya saya dianggap sedang merencanakan atau mau merampok bank beberapa hari kemudian. Daripada pusing, saya langsung pergi. Mangkel rasanya mau bikin duplikat kunci saja dikira mau merampok Bank dan diminta syarat syarat yang musykilla.


Apapun Diletakkan Di Jendela
Jadi Tampak Bagus


Apa yang saya lakukan sebagai 'tombo mangkel' saat itu sangat sederhana sekali. Cukup saya belikan 'cylinder key' baru seharga EUR 3 maka saya bisa punya 3 anak kunci baru sekaligus. Ngganti 'cylinder key' hanya perlu waktu 3 menit saja. Kalau mau yang lebih mahal sebenarnya bisa saja saya belikan komplit, lengkap dengan handelnya juga. Saya heran sampai sekarang, kenapa orang Belanda bodoh dan tolol seperti itu bisa menjajah bangsa Indonesia 350 tahun. Apa Londo tersebut nggak mikir beli Cylinder Key lebih gampang dan murah dibanding mengurus surat surat seperti yang diminta.


Rumah Kosong
Cukup Ditutup Kertas Koran
Dimana Ada Jendela Disitu
Diletakkan Hiasan


Saya Kira Satu Rumah 4 Lantai
Ternyata Satu Rumah Dua Lantai Saja
Pintu Utama Rumah Besar
Banyak Bel Dan Kotak Surat
Sewanya Agak Mahal Karena
Punya Taman


Baca Juga :

Selasa, 20 Mei 2014

Made In Indonesia Di Jarir Book Store

Pintu Masuk Jarir Book Store
Tidak Terlihat Dari Luar Karena Didalam Hawally Park

Hawally Park Kuwait
Di Kuwait, jumlah penduduk tidak sebanyak Indonesia sehingga yang namanya toko buku cuma ada satu saja yaitu Jarir Book Store. Yang lain tidak bisa saya katakan sebagai toko buku tapi lebih cocok kalau saya namakan Kios Buku Dan Majalah saja karena memang hanya menjual stationary, majalah, koran dan beberapa buku saja. Agak besar dikit ada juga Kuwait Book Store tapi koleksi buku yang dijual tidak selengkap Jarir Book Store. Kios kios buku dan majalah kecil yang jual stationary dan majalah cukup banyak tersebar dimana mana.


Istirahat - Hawally Park Hanya Ramai
Saat Musim Dingin - Musim Panas Sepi Sekali

Jangan membayangkan Jarir Bookstore gedenya sebesar Gramedia atau Gunung Agung yang bisa 3 sampai 4 lantai. Toko buku terbesar di Kuwait ini hanya satu lantai saja. Mungkin karena kecil dan kurang PD, maka letaknya ngumpet tidak terlihat dari jalan raya. Lokasi tepatnya didalam Hawally Park, tempat bermain anak anak semacam Dufan tapi dalam ukuran mini kira kira hanya 10 % luas Dufan. Memang seperti inilah Kuwait, negaranya kecil, tempat hiburan mini dan toko bukunya juga seukuran liliput kalau dibandingkan Indonesia.

Buku Buku Yang Dijual 60 % Bahasa Inggris
Dan 40 % Bahasa Arab

Kalau musim panas, Jarir Book Store lumayan ramai karena memang lebih enak ngadem didalam ruangan ber AC dibandingkan berpanas panasan main roller coaster atau mainan lain di Hawally Park. Tapi kalau musim dingin akan sebaliknya, anak anak dan orang tuanya lebih tertarik main main diluar dibanding masuk ke toko buku.


Banyak Bahan Bahan Handy Craft Dan Hobby
Hobby MelukisPaling Banyak
Begitu masuk ke toko buku ini, disebelah kanan anda akan ketemu berbagai macam laptop, printer dan berbagai macam accesories komputer. Ditengah ada etalase kecil yang memajang berbagai macam gadget mulai dari Smartphone, camera, calculator sampai GPS berbagai macam merk. Agak ke belakang baru terlihat rak rak buku. Buku buku pelajaran sekolah berbahasa Arab disebelah kiri tetapi karena saya nggak ngerti sama sekali bahasa Arab maka biasanya langsung belok kanan menuju buku buku import berbahasa Inggris. Mulai buku Travel, Kedokteran, Tehnik, Hukum, Ekonomi dan Agama semua ada dan cukup lengkap dengan harga yang cukup murah dibanding buku import di Gramedia Jakarta.


Kertas Dan Karton Semua Buatan Indonesia
Merk SINAR Sangat Terkenal Di Kuwait
Saya punya hobby menghias rumah dan membuat kerajinan tangan apapun. Di toko inilah saya bisa mendapatkan semua peralatan apapun hasil import dari berbagai macam negara dengan kualitas bagus dan harga tidak semahal di tanah air. Contohnya semua pernak pernik untuk ngecat 'border' di tembok. Paling tidak sebulan sekali atau dua kali saya mengunjungi toko buku ini untuk ngecheck siapa tahu ada barang baru. Tapi alasan sebenarnya kenapa saya senang masuk ke toko buku ini karena banyak sekali barang barang buatan Indonesia. Hampir semua kertas printer, photo dan  photo copy semuanya buatan Indonesia. Merk yang cukup laris SINAR. Sampul sampul buku plastik, berbagai macam stationary dan tas juga dari Indonesia. Panasonic LCD Monitor juga tertulis besar Made In Indonesia. Guitar Accoustic Yamaha juga Made In Indonesia. 


Buku Baru Dan Laris Letaknya Ditengah

Biasanya saya pura pura bego selalu bertanya, terutama kalau ada orang lain yang berdiri disebelah saya : 
'Barang ini Buatan Mana, China Atau India ?'.
'No, Madame. Made In Indonesia. Better quality than China or India products, believe me...'
Rasanya seneng sekali kalau petugasnya njawab kencang dan didengar orang orang disebelah saya.



Hanya Satu Lantai Saja
Kalah Besar Dibanding Gramedia Dan Gunung Agung


Hobby Melukis
Banyak Pilihan Cat Dan Canvas


Kios Kios Disamping Jarir Book Store
Menjual Anak Ayam, Kelinci Dan Ikan

Baca Juga :