Baca Blog Ini Saya Merasa :

Minggu, 01 Mei 2011

Catatan Umroh 5 : Masjid Qisas Jeddah

Mejeng Didepan Masjid
Qisas Jeddah
Sudah berkali kali saya mendengar tentang sistem hukum yang diterapkan di Saudi Arabia. Rasanya kalau mendengarkan cerita cerita tentang hukuman yang diterapkan di Saudi Arabia terhadap seorang 'pesakitan' membuat jantung berdetak lebih kencang. Hukum pancung, potong tangan, atau rajam memang tidak dipakai di Indonesia maupun Kuwait. Rasa tertarik untuk menyaksikan tempat tempat unik inilah yang membuat kita harus bersusah payah keliling kota Jeddah untuk mencari sebuah masjid yang terkena dengan nama Masjid Qisas.

Arsitektur Masjid Qisas Yang
Lain Daripada Yang Lain
Nama sebenarnya adalah Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali, katanya orang kaya Saudi yang membangun masjid ini. Letaknya benar benar ditengah kota Jeddah yang ramai di kawasan Ballad, sebuah wilayah di tengah kota Jeddah yang sangat terkenal dikalangan jemaah haji Indonesia karena terdapat pasar besar tempat jemaah haji Indonesia shopping sebelum pulang ke Indonesia. Letaknya ditengah bundaran besar antara jalan Bagdadiyah, jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah. Sbelah barat terdapat kantor Sekretariat Departemen Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia dan disudut lain terdapat Markas Polisi Militer Jeddah. Asrama Jamaah Haji Indonesia rasanya tidak terlalu jauh dari tempat ini karena sempat kita lewati sebelumnya.


Tempat Hukuman Pancung
Disamping Masjid Qisas
Tempat hukuman pancung berada persis disamping masjid. Hanya berupa lantai keramik yang ditinggikan sekitar setengah meter dari sekitarnya dan berukuran tidak lebih dari 15m x 15 m. Bayangan saya tempat ini mengerikan dan selalu berbau anyir darah, ternyata tidak sama sekali. Sehari hari malahan dipakai untuk tempat duduk duduk atau tiduran para sopir taxi dan juga sopir sopir mobil pribadi yang sedang istirahat. Tempat ini memang lebih mirip tempat parkir dan tempat istirahat para sopirnya dibanding tempat hukuman mati yang menyeramkan. Tanda larangan memphoto banyak terdapat disekitar tempat ini dan karena ada tanda larangan photo ini sajalah saya bisa percaya bahwa tempat ini memang sering dipakai untuk melakukan hukuman pancung.

Saya Kira Mau Ada Qisas,
Ternyata Rombongan Turis Umroh
Hukuman pancung selalu dilakukan setiap hari Jum'at setelah selesai sholat Jum'at dan sangat cepat dan efektif sekali dengan disaksikan banyak orang yang kebetulan melihat, sengaja mau melihat atau mereka yang merasa 'haus hiburan'. Begitu gluduk kepala terpenggal, langsung lantai disiram air, dibersihkan dan dalam waktu tidak lebih dari beberapa menit saja tempat tersebut sudah kembali seperti biasa. Pada saat yang sama jenasah disholatkan sebentar di Masjid dan selesai. Tahu tahu diluar sudah terlihat sopir sopir kembali ke aktifitas semula yaitu duduk duduk dan tiduran. Begitulah cerita sopir taxi yang mengantar saya ketempat ini.

1 komentar:

  1. I Have Already Seen this Mosque..It is Really Very Beautiful..Keep it up!
    wool outlast blanket

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.