Jumat, 21 Februari 2020

Melihat Bagian Dalam Kapal Al Hashemi II

Al-Hashemi Dhow
Radisson Blu Hotel

Indonesia pernah claim bahwa 'Nenek Moyangku Seorang Pelaut'. Bahkan punya lagu dengan judul yang sama. Tapi yang saya perhatikan, masyarakatnya saat ini kurang menghargai sejarah bangsanya. Nelayan masih miskin dan kota kotanya jarang yang bisa menunjukkan kejayaan para pelaut jaman dulu. Hanya monumen Jalesveva Jayamahe dan monumen Kapal Selam saja yang terlihat begitu gagah di Surabaya. Yang lain cuma jargon jargon seperti Tegal Kota Bahari dan semacamnya. Tapi jarang ditemukan monumen kapal kapal kuno yang dilestarikan.

Al-Hashemi Dhow Dilihat Dari Lantai Atas
Hotel Radisson Blu

Di Kuwait beda sekali dengan Indonesia. Sama sama ngaku 'Nenek Moyangku Seorang Pelaut' tapi di Kuwait banyak dijumpai gambar / monumen berbentuk kapal kuno. Contohnya pada lambang lambang kenegaraan, lambang department / ministry, monumen ditengah kota dan berbagai macam cendera mata. Semua orang di Kuwait termasuk expats pasti tahu, setiap ada acara perpisaham, souvenir yang diberikan pasti maket kapal kuno (Dhow).

Mirip Sekali Dengan Kapal Kuno Beneran
Tapi Tidak Pernah Melaut

Di Souq Sharq kapal kapal kuno terbuat dari kayu tersebut dilestarikan dan diparkir berjejer jejer dengan kapal nelayan modern dan juga yacht pribadi milik warga. Kapal kapal kuno tersebut terbuat dari kayu, lalu kayunya dari mana ?. Saya yakin sekali dari hutan hutan Indonesia.

Idenya Diambil Dari Kapal Beneran
Tapi Karena Buat Ballroom Maka
Dibangun Lebih Besar Dan Mewah

Salah satu monumen kapal kuno di Kuwait namanya Al-Hashemi II. Dibuat atas dasar kebanggaan sebagai cucu cicit keturunan pelaut. Bukan kapal beneran karena seumur hidup tidak pernah berlayar di laut. Rencana pembangunan dimulai tahun 1985 tapi baru benar benar terrealisasi dan mulai dibangun tahun 1997. Total biaya lebih dari 30 Juta USD murni dari kantong pribadi pengusaha besar Kuwait Husain Marafie.

Jendela Jendela Yang Artistik Dan Mahal
Lha Ya Iya Wong Ballroom Hotel

Kapal kayu ini diclaim sebagai kapal kayu yang terbesar dan masuk dalam Guiness Book Of World Records 2002. Judulnya tertulis jelas  'DHOW AMAZING' bukan 'The World Largest' karena tidak terbukti kapal tersebut pernah melaut. Tetapi tetap dapat certificate Guiness juga dengan category "Ships, largest Arabic dhow". Tercatat dalam certificatenya bahwa kapal ini mempunyai panjang 80.4 meter dan lebarnya 18.7 meter.

Mewah Dengan Ukiran Bagus
Dhow Asli Mana Ada Yang Semewah Ini

Pembangunannya 100 % di daratan meskipun sebenarnya tidak jauh dari pantai Arabian Gulf yang landai. Kapal Al Hashemi II ini memang dibangun untuk Ballroom Hotel Radisson Blu. Dibangun bersamaan saat pembangunan hotel. Jadi, kegunaannya untuk acara pernikahan, meeting, pameran dan semacamnya. Kalau anda bertanya ke staff hotel, jawabannya sangat heroik tentang sejarah pertempuran laut karena disekitar kapal juga diletakkan puluhan meriam. 

Dan saya nggak percaya sama sekali.

Keren Dengan Karpet Dan Lampu Kristal Mahal

Tangga Menghubungkan Geladak Bawah

Percaya Anda Ada Kapal Kuno Secanggih Ini

Mirip Interior Titanic
Di Film Holywood

Klasik, Modern Dan Megah
Ya Jelas Dong Wong Ballroom Hotel Bintang 5

Lebih Mewah Dari Kapal Mewah Titanic
Atau Queen Mary 2, The Riviera Oceania atau Symphony Of The Seas

Dek Atas Memandang Ke Pantai Arabian Gulf

Ada Meriam Seolah Olah Kapal Al-Hashemi
Dulunya Perang ..Ah Mosok

Setir Kapal Besar Sekali
Emang Bener Bisa Berlayar
Semua Dibuat Seperti Kuno
Baca Juga :

Rabu, 12 Februari 2020

Lindenhof Kena Gusur

Gang Lindenhof - Potsdam

Mungkin anda sudah terbiasa menyaksikan pedagang, lapak kaki lima atau rumah yang digusur dengan alasan tertentu oleh pemerintah daerah. Sepertinya gusur menggusur itu cuma ada di Indonesia saja. Salah besar kalau anda menganggap penggusuran hanya ada di Indonesia saja. Di Jerman juga ada penggusuran dan saya saksikan sendiri kegelisahan para calon korban penggusuran  saat dapat surat peringatam akan digusur dari pemerintah kota.


Lorong Gang Lindenhof Diantara Toko

Tempat yang akan digusur dan ditertibkan namanya Lindenhof. Lokasinya sangat strategis yaitu di pusat kota Potsdam, Jerman. Lokasi ini selalu ramai dengan turis dari segala penjuru dunia karena dekat dengan Sansoucci Palace. Sebenarnya hanya sebuah gang sempit dengan panjang sekitar 50-75 meter. Isinya lapak lapak PKL dan berbagai macam dagangan seperti layaknya pedagang kaki lima di Indonesia. Ada juga yang agak besar berupa rumah yang diubah menjadi toko cendera mata di ujung jalan.

PKL Gang Lindenhof Potsdam
Kebanyakan Jual Barang Murah Dari China

Kira kira hanya ada sekitar 6 - 10 rumah type RSS saja di Gang Lindenhof ini. Ada yang halaman sempit rumahnya disewakan buat pedagang untuk menggelar dagangan. Ada juga yang disewakan untuk warung atau tempat usaha kecil kecilan semacam salon perawatan kuku. Jujur saja, kalau bukan di Jerman saya nggak akan masuk ke gang butut seperti ini. Barang yang dijual hampir semuanya kwalitas murah meriah buatan China semua.

Tas Plastik Warna Warni Ala Tanah Abang

Saat saya datang, semua pedagangnya sedang gelisah semua karena baru saja menerima surat peringatan agar mengosongkan gang tersebut dari aktifitas perdagangan. Ada pedagang yang nyerocos ngomong nggak jelas. Untungnya pakai bahasa Jerman jadi saya agak tenang karena tidak tahu artinya meskipun ngoceh didepan saya. Dari ocehannya, yang saya tangkap, mereka resah karena mulai January 2020 tempat ini harus bersih dan tidak ada yang berdagang lagi ditempat ini. Tinggal pilih, mau pindah sendiri sukarela atau diusir paksa.


Aneh, Jaman Serba Internet, Google Dan Email
Masih Ada Yang Jual Postcard

Informasi yang diterima pedagang sepertinya simpang siur. Ada yang mengeluh 'tidak transparan' , 'tanpa perencanaan', tidak disosialisasikan terlebih dahulu dll. Jadi semua kompak mengatakan tidak ada yang tahu mau dipakai apa tempat ini setelah diusir nantinya, Pemerintah Tata Kota punya catatan sendiri bahwa sosialisasi sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu. Nah Lo....

Rumah Diujung Yang Paling Besar Sendiri
Jualan Souvenir Buatan China

Ada pedagang yang memprovokasi juga katanya mau dijadikan hotel, ada juga yang ngompor mau didirikan apartment, Tapi ada juga yang langsung menuding orang orang di City Council pada nggak bener semua.  Pokoknya gaduhnya sama persis dengan kusak kusuk diantara korban penggusuran di Indonesia.

Ada Juga PKL Yang Jual Kacamata Murah Meriah 

Dari nguping dan tanya jawab dengan pedagang saya jadi tahu juga ternyata para pedagang tersebut menyewa lapaknya bulanan ke landlord pemilik tanah. Sudah beberapa bulan ini si landlord tidak mau menerima uang sewa bulanan tanpa memberi alasan yang bisa diterima oleh pedagang. Tahu tahu muncul surat perintah pengosongan mulai January 2020 dari City Council.

Kalau Diphoto Kelihatan Bagus Ya
Sebenarnya Sama Saja Dengan Lapak PKL Di Indonesia

Sekarang sudah bulan February 2020. Saya tidak tahu lagi apakah sudah digusur atau belum para PKL Lindenhof tersebut. Saya coba mencari tahu melalui mbah Google, tampaknya semakin seru karena ada yang protes beberapa kios bertahan tidak mau digusur sama sekali. Alasannya sudah bayar kontrak sewa long term, bukan bayar sewa bulanan seperti PKL yang lain. Jadi minta pengembalian uang sewa yang telah dibayarkan plus uang tolak yang tidak kecil. Tambah runyam.


Baca Juga :

Minggu, 12 Januari 2020

Nggowes Di Circuit Balap Kuwait Motor Town (KMT)

Main Circuit Dilihat Dari Parking Area
Besar Dan Luas Sekali

Awalnya banyak yang nggak tahu bahwa Kuwait punya Circuit Balap bernama Kuwait Motor Town.  Disamping circuit ini masih termasuk baru, lokasinya juga jauh dari Kuwait City. Kira kira 30 Km dari rumah saya di Egaila. Circuit ini dibuka pertama kali tanggal 28 Mar 2019, hampir setahun yang lalu. Panjangnya 5,608 Km dan punya lisensi FIA Grade One dan FIM Grade A License. Keren kan ?

Latihan Balap Mobil Siang Hari
Sepeda Pagi Hari

Designernya keren dan terkenal sebagai designer top circuit FORMULA 1 bernama Hermann Tilke Pekerjaan konstruksinya dibangun oleh KCC Engineering dengan total biaya USD 162 Juta. Kapasitas tribun tempat duduknya mencapai 8000 tempat duduk. Areanya luas sekali, disamping circuit utama, ada juga arena untuk Drag Race, Go Kart Race dan entah apa lagi yang semua masih terlihat baru dan seperti belum pernah dipakai.

Latihan Balap Mobil Bayar KD 75
Sepeda Gratis

Sebenarnya wajar kalau saya tidak tahu ada circuit baru karena saya bukan penggemar balapan mobil atau motor. Hobby saya sekeluarga cuman jogging dan sepedaan. Ada banyak club sepeda di Kuwait salah satunya Indonesian Nggowes. Beberapa waktu lalu club Indonesia ini diminta untuk mengisi petisi yang isinya menuntut ke pemerintah Kuwait agar diberi tempat yang aman untuk bersepeda. Sangat beralasan sekali karena seringkali terjadi olahragawan sepeda ketabrak mobil saat berlatih di jalan raya. Setahu saya ada dua orang Kuwaitis yang ketabrak mobil tahun 2019 saja.

Semua Pesepeda Yang Masuk Circuit
Harus Registrasi Dulu
Civil ID Dan No Emergency Dicatat

Usulan para olahragawan sepeda Kuwait ini langsung disambut dengan baik oleh pemerintah Kuwait. Tanggal 20 Dec 2019 diresmikan dan diumumkan pesepeda boleh menggunakan circuit setiap hari Sabtu antara jam 07:00 - 09:00 pagi gratis. Keputusan ini hanya uji coba sampai bulan April 2020 dan akan dievaluasi kembali tergantung seberapa banyak peminat dan antusiasme masyarakat.

Pesepeda Diberi Gelang Sebagai
Tanda Telah Terdaftar

Berita gembira ini langsung beredar dari mulut ke mulut, dari WA ke WA dan juga disebarkan melalui medsos. Pada minggu pertama setelah peresmian sepeda diijinkan masuk circuit masih belum terlihat banyak yang datang karena hujan rintik rintik. Disamping itu temperatur udara 11 Deg C, sangat dingin sekali. Hari Sabtu berikutnya lebih dingin lagi karena angin bertiup cukup kencang, kira kira 5 Deg C. Berat sekali nggenjot sepeda melawan angin ditempat terbuka circuit ini.

Petunjuk Arah Di Halaman Depan Circuit Utama
Luas Sekali Bro

Sukses dibuka untuk umum buat pesepeda, langsung dibuka juga untuk pelari. Acara lari bareng diadakan untuk menyambut pergantian tahun 2019/2020. Bukan pesta pora kembang api tapi jalan kaki dan lari bersama dengan nama keren 'New Year Running'. Acara menyambut tahun baru murah meriah tidak bikin macet jalan raya dan tanpa hiruk pikuk musik. Cukup mengumpulkan orang untuk jalan kaki atau lari keliling circuit saja daripada bikin macet jalanan di kota.

Rombongan Road Bike
Bisa Melaju Kencang Tanpa Harus Takut Ketabrak Mobil
Sebenarnya Jakarta bisa meniru Kuwait. Setiap tahun baru adakan saja acara lari atau jalan kaki bersama keliling circuit Sentul gratis, pasti kemacetan tahun baru di Jakarta  akan berkurang banyak. Nggak perlu hingar bingar panggung ndangdut, semua orang akan berbondong bondong dengan tujuan sama yaitu Sehat.

Dingin Sekali 11 Deg C

Aman Bisa Bersepeda Dengan Santai

Circuit Lebar Dan Relatif Datar
Cocok Buat Road Bike

Ada Banyak Restaurant Tapi Tutup Semua
Pagi Hari

Hanya Costa Cofee Yang Buka Sangat Pagi
Tapi Selalu Ngantri Panjang

New Year Running 2019/2020

New Year Running
Kegiatan Bagus Di Circuit Tanpa
Hingar Bingar Musik Dan Bikin Macet Jalanan
Anggota Indonesian Nggowes Saat Menghadiri Peresmian
Pemburu Kaos Gratis

Anggota Indonesian Nggowes Club
Brompton Owner -  Konsumen Salwa Store

Antrian Masuk Hari Pertama Peresmian Buat Pesepeda
Tgl 20 Dec 2019
Ramai Dan Penuh Pengunjung Saat Peresmian Buat Pesepeda
Ternyata Banyak Club Sepeda Di Kuwait
Gembira Petisi Minta Tempat Buat Pesepeda Disetujui


Baca Juga :

Sabtu, 30 November 2019

Hotel Rasa Losmen Di Nepal

Tamu Hotel Umumnya Bertujuan Untuk Mendaki Gunung
Jadi Check In/Out Hanya Bawa Ransel Doang

Di Nepal yang namanya Hotel itu beda dengan negara negara lain. Saya baru mengetahui setelah putar putar ke beberapa kota baik di ibukota Kathmandu, Pokhara, Nagarkot maupun Lukla, Ternyata yang namanya Hotel di Nepal itu kalau di Indonesia kira kira setara dengan Losmen. Jarang sekali Hotel sekelas Hotel Bintang 5 saya temukan diseluruh kota di Nepal.

Ada 3 Koper Yang Aneh Sendiri Diantara Ransel
Koper Itu Milik Saya

Jadi, saat saya booking online, semua photo tentang fasilitas hotel terlihat begitu bersih dan indah. Nama nama hotel juga banyak yang sangat terkenal bahkan sudah lama saya mengenal nama nama tersebut sebagai Hotel berbintang 5. Sebut saja salah satunya adalah Four Seasons Hotel, ternyata Four Seasons di kota Pokhara Nepal ini adalah Losmen backpacker yang letaknya mblusuk di kampung dan nggak ada hubungannya sama sekali dengan Four Seasons Hotel di negara lain.

Hotel Four Seasons Palsu
Di Pokhara

Masih banyak lagi nama nama hotel terkenal yang mirip nama terkenal hotel bintang 5 tapi letaknya mblusuk dikampung, diatas ruko, di gang buntu dll. Kenapa bisa dengan mudahnya njiplak nama hotel terkenal untuk dipakai di losmen losmen butut di seluruh kota di Nepal ? Apa nggak takut dituntut oleh pemilik nama yang sebenarnya ?.

Hotel Jampa Ini Di Gang Buntu
Kawasan Thamel Kathmandu

Ternyata. hampir semua turis yang datang ke Nepal itu punya tujuan yang sama yaitu mendaki gunung. Mereka adalah turis yang sering kita sebut sebagai Backpacker. Mereka tidak memerlukan hotel mewah berbintang 5 dengan fasilitas hotel sempurna. Mereka hanya perlu akomodasi apa adanya sehari saja untuk persiapan mendaki gunung dan bertemu dengan sesama pendaki gunung. Selanjutnya tidurnya di tenda di gunung. Hotel bintang 5 beneran susah lakunya di Nepal.

Ini Deretan Hotel Diatas Ruko Di Thamel
Hotel Backpacker Semua

Para pendaki dan turis turis backpacker inilah yang sesuka hatinya sendiri memberi nama tempat pondokannya. Mungkin biar bergengsi saat ditilpun istri, keluarga atau media televisi di negaranya saat wawancara live. Biar keren dan bergengsi kalau bisa menyebut nama hotel mewah bintang 5.

'Ma, saya sudah tiba di kota Nagarkot, baru saja check in di Hotel Hyatt'

Rumah Disudut Ini Dijadikan Hotel Backpacker
Namanya Suka Suka Yang Nginap
Haloo Ma, Saya Nginap Di Mercure Hotel

'Haloo halooo, maaf suara terputus putus. Ini SCTV bisa jelas didengar, Halooo Kathmandu ?'
'Ya ya, Selamat malam pemirsa di tanah air,  perlu saya sampaikan bahwa Team Merah Putih baru saja selesai check in di Hotel Radisson. Malam ini rombongan pendaki akan istirahat dan baru akan mulai pendakian besok pagi kalau cuaca cerah'

Hotel Terbagus Di Kota Pokhara
Hotel Ini Yang Menginap Umumnya Pengusaha Lokal
Pendaki Gunung Jarang Yang Mau Menginap Di Hotel Ini

Jadi, kira kira seperti itulah berita berita di tanah air kalau sedang acara wawancara live dengan para pendaki gunung di Nepal. Jadi jangan terkejut kalau anda membaca nama losmen yang mirip dengan nama hotel bintang 5 tapi lokasinya mblusuk di gang gang sempit diantara ruko di pasar, di kampung kampung atau di gang buntu. Ada yang nama hotel ditulis rapi dan ada juga yang ditulis tangan apa adanya diatas papan. Semua ulah para turis backpacker untuk 'menghibur diri' agar keren dan bergengsi saat ditilpun dari tanah airnya. 

Keramaian Kota Pokhara Malam Hari
Kebanyakan Rombongan Pendaki Dari Berbagai Negara

Sarapan Pagi Terasa Aneh Sekali
Yang Sarapan Kebanyakan Bajunya Dekil
Nggak Pernah Dicuci Berhari Hari

Hotel Di Gang Buntu
Yang Penting Murah Dan Bisa Istirahat

Hotel Vaishalli Mblusuk Di Kampung
Ada Tetangga Yang Nyapu Jalan, Jualan Gorengan Dll

Hotel Serenity Di Thamel Kathmandu
Lobbynya Jualan Pulsa Telpon Selular Juga

Hotel Four Seasons Palsu
Letaknya Mblusuk Di Kampung

Bentuknya Seperti Hotel Beneran
Tapi Sebenarnya Apartment Warga Yang Disewakan
Buat Back Packer

Banyak Juga Apartment  Penduduk Yang Dijadikan
Hotel Backpacker

Hotel Dan Rumah Penduduk
Di Kampung Sempit Dilihat Dari Atap
Hotel White Pearl Pokhara

Rumah Yang Disulap Jadi Hotel Di Kathmandu
Namanya Hotel Shimbala

Hotel White Pearl Pokhara
Letaknya Di Kampung Menyatu Dengan Warga


Baca Juga :