Minggu, 10 November 2019

Helicopter Tour Wisata Dramatis Nepal

Perjalanan Kebawah Dari Annapurna Base Camp
Dimulai

Mas Ardi dan si kecil Dinda ikut paket tour Trekking 2 Hari 3 Malam ke gunung tertinggi nomor 10 dunia, yaitu Gunung Annapurna (+8091 meter), Himalaya Nepal. Artinya selama dua hari 3 malam tersebut jalan kaki menuju puncak tertinggi. Saya dan Ayu nggak ikut dan lebih baik nunggu di Hotel saja sambil jalan jalan di kota Pokhara.

Sherpa Yang Mengawal
Cerita Serem Saat Istirahat

Tapi, hari kedua sekitar jam 8:00 malam, Travel Agent menelpon saya dan memberitahu bahwa mas Ardi dan Dinda terkena Mountain Sick dan saat ini masih di ABC. Mendengar kata 'Sick' tentu saya bingung dan panik. Mountaim dan Sick, bayangan saya artinya Sakit di Gunung. Langsung kacau pikiran saya membayangkan cerita kecelakaan saat pendakian yang sering saya baca dan lihat di koran koran, TV dan film.

Harus Mengikuti Aliran Air Untuk Menuju
Base Camp Ke 3 Dibawah

Lebih kacau lagi saya tidak tahu sama sekali dimana itu ABC, Langsung saya datangi Tour Travel yang memberangkatkan suami dan anak saya malam itu juga. Semua pegawai menyambut saya dengan ekspresi cemas dan prihatin. Sesekali menenangkan saya dengan memberi air mineral. 

Diberitahu Cara Bertahan Hidup
Seandainya Kemalaman Dan Belum Bisa
Mencapai Base Camp Bawah

Manager Tour Travel dengan wajah serius menawarkan saya untuk menjemput dengan naik helicopter langsung ke ABC. Ternyata, ABC itu singkatan Annapurna Base Camp, sebuah camp terakhir pendakian ke puncak gunung Annapurna. Langsung saya setujui dan saya bayar tanpa harus berpikir panjang. 4 x USD 350 langsung digesek dari kartu kredit saya.
Diminta Selalu Bergerak Supaya Tidak
Kedinginan

Saya harus menunggu sampai pagi hari karena tidak ada penerbangan malam, Meskipun semalaman nggak bisa tidur, akhirnya jam 5 pagi saya dibawa ke Pokhara Airport untuk terbang langsung ke base camp tertinggi ABC. Sama sekali saya tidak bisa menikmati perjalanan, pikiran kacau balau pingin cepat sampai ke Annapurna Base Camp untuk segera bertemu dengan suami dan anak.

Saat Saat Paling Menyedihkan Saat
Mendengar Suara Helicopter Tapi Tidak Tampak

Ternyata, suami dan anak saya sehat sehat saja dan malah sedang asyik ngopi dan makan Indomie rebus saat saya datang. 'Katanya Mountain Sick ?'. 'Ya hilang sendiri setelah istirahat dan beradaptasi', kata mas Ardi dengan kalem. Saya baru sadar dikerjain Tour Travel. Manager dan staff yang saya temui kemarin sore berarti sukses jualan Paket Tour Helicopternya hanya dengan sedikit bermain kata dan menunjukkan ekspresi cemas dan prihatin. Mungkin ini yang disebut cara marketing level Harvard.

Gila Bener Sherpa Yang Mendampingi
Disuruh Teriak Teriak Sekeras Kerasnya
Nggak Mungkin lah Pilot Helicopter Bisa Dengar

Tidak sampai satu jam di Annapurna Base Camp, gantian saya dan ayu merasa pusing pusing. Helicopter yang mengantar saya ternyata sudah tidak ada, entah terbang kemana lagi. Petugas radio ABC langsung menghubungi emergency dan minta agar diterbangkan helicopter ke ABC segera. 'ABC may day, ABC..... 3 Orang mengalami Mountain Sick', kata petugas radio. Ternyata yang dimaksud  saya, ayu dan seorang lagi emak emak dari Canada. 

Paling Sedih Kalau Melihat Helicopter
Tapi Lewat Saja

Satu jam menunggu helicopter nggak datang datang alasannya kabut sudah terlalu tebal, helicopter tidak bisa mendarat lagi untuk menjemput. Satu satunya cara harus turun ke base camp dibawah dan jalan kaki sekitar 2 jam. Tentu saya jadi panik lagi apalagi Ayu sudah mulai muntah muntah.  Mas Ardi dan Dinda langsung saya semprot habis habisan, ngapain ikut Trekking mendaki gunung segala, bikin susah aja,

Nah Ini Baru Helicopter Saya Datang
Menjemput

Petugas ABC berusaha menenangkan suasana, katanya 3 orang sherpa akan mendampingi untuk turun ke base camp bawah. Tapi perlengkapan yang dibawa membuat saya semakin tidak tenang. Selain membawa PPPK. juga membawa lampu darurat, tenda, dan entah apa lagi. 2 orang yang membawa barang berat berangkat duluan dan satu orang mendampingi saya sepanjang perjalanan turun.

Ternyata Tempat Pendarata Helicopter
Banyak Sekali

Dalam perjalanan turun ini sesekali terdengan suara helicopter, lalu menghilang. Saat terdengar suara helicopter kita disuruh teriak teriak sekuatnya. 'Pilot Helicopter sedang mencari kita' kata si sherpa dengan tenang.  Sedih, lunglai dan ingin menangis rasanya saat suara helicopter terdengar menjauh dan menghilang.

Helicopter banyak Yang Melintas Karena
Jumlah Peserta Helicopter Tour Cukup Banyak

Akhirnya terdengar lagi suara helicopter, tapi kali ini helicopternya terlihat. Langsung kita disuruh melambai lambaikan tangan setinggi tingginya agar pilot melihat. Tapi helicopter terlalu tinggi dan melintas begitu saja. Kali ini saya, Ayu, Dinda dan kawan Canada saya benar benar menangis sedih membayangkan bermalam diatas gunung tanpa persiapan apapun. 

Pilotnya Ugal Ugalan
Meliuk Liuk Diantara Gunung, Menukik Tajam
Bahkan Demo seolah Olah Mau Menabrak Gunung

Doa apapun rasanya sudah saya ucapkan, tapi pertolongan helicopter tidak kunjung datang. Sebentar lagi akan gelap dan dua orang sherpa yang tadi membawa tenda dan perbekalan dan berangkat duluan tidak terlihat sama sekali, entah dimana mereka sekarang. Rasanya, besok pagi saya akan masuk koran dan menjadi berita utama ditanah air karena mati di gunung Annapurna.

Ceria Nggak Jadi Jalan Kaki Ke Base Camp 3

Baru saja saya selesai maaf maafan dengan suami dan anak anak, tiba tiba suara helicopter terdengar kembali. Si Pilot langsung tahu posisi kita dan tampak akan mendaratkan helicopternya. Agak curiga saya, kenapa bisa langsung tahu keberadaan kita, kenapa si sherpa langsung mengeluarkan handy talky radio dan memberi aba aba mendarat ?. 

Rasanya  Mau Nnabrak Gunung
Pilotnya Sengaja Membuat Tegang Penumpang

Ternyata posisi saya berdiri tidak jauh dari landasan mendarat helicopter. Jadi, selama ini saya dikerjain petugas radio, sherpa yang mendampingi saya, sherpa yang bawa perbekalan berat dan tour travel di Pokhara, Jalan kaki turun dari ABC sebenarnya hanya perjalanan menuju ke landasan helicopter dibawah yang didramatisir sedemikian rupa.

Inilah Sungai Yang Akan Saya Lewati Menuju Camp
Dibawah Seandainya Helicopter Tidak Datang

Baru kali ini saya ikut tour helicopter yang cukup dramatis, mengaduk aduk perasaan dan emosi sekaligus mendekatkan saya dengan keluarga dan Allah sang pencipta alam dan segala isinya. Saat saya mampir kembali ke Tour Travel di Pokhara, semua staff bertepuk tangan menanyakan kesan kesan ikut Helicopter Tour. Dan saya dijelaskan bahwa semua kejadian yang saya alami memang telah discenariokan untuk membedakan Helicopter Tour dengan rutin penerbangan biasa. Helicopter Tour memang harus dramatis, mendebarkan, mencekam dan membuat peserta tour selalu deg degan dan was was. Semprul tenan, tapi tidak akan pernah saya lupakan.

Medan Seperti Ini Helicopternya
Meliuk Liuk Acrobatic Tapi Asyik Juga


Baca Juga :

1 komentar:

  1. hahahahhahahahahahahahahahahahahahha Ya Allah Buk saya bacaya sampe ngakak
    bacanya

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.