Senin, 12 Mei 2014

Serba Butut Di Pasar Loak Potsdam

Tertarik ? Harga Bisa Ditawar
Pasar loak dimana saja selalu menarik untuk dikunjungi. Nggak perlu malu atau segan untuk keluar masuk ke  pasar pasar semacam ini, di semua negara selalu ada. Nah, penjual barang loak ini ada di Potsdam, tidak begitu jauh dari Sanssoucci Palace. Jadi tempat ini merupakan tempat singgah turis juga setelah keliling di taman taman Sanssouci yang cukup besar dan melelahkan. Sebenarnya tempat penjualan barang loak ini hanya berupa toko yang tidak terlalu besar. Ada beberapa toko semacam dan barang loak yang dipajang relatif sama saja, butut.

Segala Macam Barang Digelar
Didepan Toko Loak

Dibagian depan dipajang berbagai macam sepatu bekas. Sekilas melihat sepatu yang dipajang, langsung rusak bayangan saya tentang Bule Eropa. Sebelumnya, dalam bayangan saya semua bule kaya raya, selalu wah dengan pakaian mewah dan sepatu mahal bak bintang film Hollywood. Ternyata, banyak juga bule yang kere, beli pakaian dan sepatu cukup yang bekas saja di pasar loak semacam ini. Boro boro sepatu bermerk yang dijual, ternyata sepatu biasa kwalitas pasar Mangga Dua.

Sepatu Bekas Pakai Juga Ada

Di bagian depan toko juga dipajang berbagai macam barang keramik. Lumayan bagus karena memang barang keramik kuno. Tetapi masuk di bagian dalam, ternyata banyak juga pecah belah biasa. Secara sepintas saya teringat kantor Pegadaian, dimana banyak sekali tertumpuk piring, gelas dan barang pecah belah yang sering kita temui sehari hari di rumah. Ini membuktikan bahwa bule Eropapun banyak yang Kere. Bokek nggak punya duit, piring dan gelasnya dijual di toko barang loak ini.


Keramik Kuno Juga Ada
Benar Benar Kuno Atau Aspal Ya ?

Melihat barang yang dijual di toko loak ini kadang terasa keterlaluan sekali. Banyak barang yang seharusnya dibuang tetapi dijual murah ditoko ini, contohnya pakaian dalam pria, wanita dan anak anak. Semua ditumpuk disudut bersama pakaian bekas lain yang menurut saya lebih cocok untuk dibakar daripada dijual. Saya tidak tahu bule mana yang beli pakaian dalam bekas tersebut, barangkali bule tersebut saat ini sudah berada di Indonesia bersama artis film dan sinetron. Harap maklum, banyak bule Eropa yang berbondong bondong ke tanah air dengan tujuan negatif sesaat dan celakanya banyak sekali wanita yang menyambutnya dengan tangan terbuka.

Pingin Jual Barang Juga Dilayani
Buku buku bekas banyaknya bukan main tapi kayaknya jarang pembeli yang menyentuh buku bekas tersebut. Yang paling laku keras adalah pernak pernik hiasan rumah dan gadget elektronik. CD lagu lagu lama sampai lagu paling baru juga ada. Bukan CD bajakan karena terlihat kwalitasnya baik dan covernya masih cukup bagus. Pembeli CD lagu lama tersebut seorang kakek dan nenek yang sengaja datang ke tempat ini untuk bernostalgia melihat barang barang kuno yang dulu pernah dimiliki.

Buku, Gelas Dan Hiasan Rumah Semua Ada

Rupanya, banyak sekali jompo atau kakek nenek yang keluar masuk ke toko loak ini hanya untuk mengingat jaman masih muda perkasa dulu. Saya perhatikan, seorang kakek dan nenek lama sekali memandang sebuah radio kuno dan dengan semangat menceritakan kenangannya ketika anak anaknya masih kecil saat mendengarkan radio tersebut dirumahnya. Si Nenek, terlihat beberapa kali menyentuh radio kuno tersebut dan saya tidak tahu dimana anak anaknya sekarang setelah tumbuh dewasa.

Kalau Beruntung Bisa Dapat Barang Bagus Juga

CD Lagu Dan Barang Butut Jaman
Kakek Nenek Masih Remaja Masih Ada

Banyak Kakek Nenek Yang Datang Cuma
Untuk Bernostalgia Melihat Barang Jaman Masih Pacaran

Buku Bisa Beli Sewa, Maksudnya Kalau Sudah Selesai
Baca Bisa Dikembalikan Dan Uang Kembali
Baca Juga :

Jumat, 09 Mei 2014

Toboggan Di Igora Snow Park St Petersburg

Tempat Persewaan Toboggan Di
Igora - St Petersburg, Russia

Yang Dewasa Main Ski
Kanak Kanak Meluncur Pakai
Toboggan
Saya sering ngajak orang Arab  ke Indonesia, mereka senangnya bukan main kalau ketemu hujan deras dan banjir. Bisa dimengerti karena di Arab jarang sekali hujan deras. Kembali ke negara asalnya Kuwait, hebohnya bukan main, katanya hujan di Indonesia seperti air yang ditumpahkan dari langit dari sebuah ember seng raksasa. Bunyi petir, katanya seperti ember kaleng yang dipukul keras keras. Semua orang diceritain, 'Saya senang bukan main, Indonesia banyak air ......'


Kamar Pas Kalau Mau Sewa Sepatu Ski

Tempat Pengambilan Toboggan
Orang Indonesia lain lagi kalau jalan jalan keluar negeri. Begitu melihat salju turun lebat, bukannya cepat cepat berteduh didalam rumah/hotel tetapi malah keluar rumah/hotel dan langsung photo photoan. Saat penduduk lokal ngumpet didalam rumah cari hangat, orang Indonesia malah sibuk membawa keluar segala macam mainan, selimut hangat, camera, jalan kesana kemari dan bikin Snowman. Dan dalam hitungan detik, semua moment dan aktifitas sudah terupload ke facebook dan tweeter.


Igora Park St Petersburg


Ngantri Beli Tiket Dan Nyewa
Toboggan
Saya  masih orang Indonesia juga, masih 'ndeso' dan 'kampungan' juga kalau melihat salju. Tapi cara saya agak sedikit beda. Biar nggak kelihatan aneh dimata penduduk lokal dan tidak kelihatan 'ndeso'  maka kalau salju sedang lebat lebatnya turun maka saya pura pura jaim seolah olah nggak terjadi apa apa, padahal sebenarnya saya mengintip dari balik jendela rumah atau hotel.. 





Toboggan Ditarik Tali Naik Keatas Kembali


Tarip Sewa Toboggan
Begitu salju agak sedikit reda, langsung saya keluarkan alat ski meskipun sebenarnya nggak bisa main ski sama sekali. Dengan mobil sewaan, langsung saya menuju tempat bermain ski di Igora Park, tidak begitu jauh dari hotel tempat saya tinggal di St Petersburg dan bergabung dengan turis lain. Jadi, mau jungkir balik, jatuh bangun atau guling guling di saljupun paling yang melihat sesama turis yang sama sama 'ndeso' nggak pernah lihat salju.




Meluncur Dengan Toboggan Di
Igora Snow Park St Petersburg

Siap Meluncur Dengan
Toboggan
Boro boro main ski, bisa berdiri dgn peralatan ski yang berat dan panjang saja sudah mending. Tapi nggak apa apa, ditempat bermain ski juga tersedia Toboggan. Toboggan beda dengan sledge. Keduanya memang sama untuk meluncur diatas salju bagi yang nggak bisa main ski. Toboggan sebenarnya hanya ban mobil yang dilapisi plastik biar nggak mudah bocor saja. Dari atas tebing tinggal naik dan meluncur kebawah, setelah itu untuk naik kembali tinggal cantolkan tali pengikatnya pada kabel yang akan membawa kembali keatas.



Naik Keatas Cukup Dicantolkan Saja

Hah, apa nggak salah ada orang dewasa meluncur naik ban mobil yang bernama Toboggan, bukannya Toboggan hanya untuk  kanak kanak dan remaja saja ?. Nah itu masalahnya ...., tapi nggak apa apa, banyak temannya disana, banyak turis yang nggak bisa main ski dan snowboard juga.



Toboggan
Cuma Ban Mobil Doang


Dorong Yuk...


Yihaaa, Ditarik Kabel Berjalan


Pulang, Tarik Yuk Toboggannya

Baca Juga :

Selasa, 29 April 2014

Nonton Bokong Di De Adriaan Windmollen Haarlem

De Adriaan Windmollen - Haarlem

Harus Jalan Kaki Melalui
Gang Sempit Menuju De Adriaan
Windmill De Adriaan terletak di kota Haarlem, Belanda kira kira 27 Km dari Amsterdam. Sebuah kota kecil yang lebih adem ayem dibanding Amsterdam. Kanal yang mengalir di kota ini jauh lebih bersih dibanding kota Amsterdam yang berwarna coklat, butek dan bau. Hanya ada satu windmill yang ada di kota Haarlem ini yaitu De Adriaan Windmollen. Saya paling senang mengunjungi windmill ini karena benar benar dikelola secara profesional. Staff atau tour guidenya sabar menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan turis dan juga menguasai banyak bahasa. Saat saya uji kemampuan bahasa Indonesianya, ternyata bisa dimengerti juga meskipun "Pating Pecotot" dan membuat kita tersenyum lebar.


Lobby Bawah Sedang Dilukis Oleh Seniman

"Siapa pencipta atau designer windmollen yang pertama kali di Belanda ?"
Jawabnya nggak nyambung sama sekali. Entah sedang lapar atau alasan lain jawabannya ternyata menyimpang jauh sekali.
"Saya pernah tinggal di Yogyakarta 2 tahun. Makan Gudeg Lesehan Setiap Hari"

Nunggu Turis Lain Datang
Ngetem Nunggu Penumpang
Ternyata Dari Penjajahan Belanda

Setelah Beli Tiket Staff De Adriaan
Menjelaskan Sejarah De Adriaan
Setelah membeli tiket masuk, saya harus menunggu sebentar dan dipersilahkan untuk duduk di lobby atau melihat lihat sekitar windmollen sambil menunggu turis yang lain datang. Saya jadi tahu, sopir angkot di tanah air yang selalu ngetem nunggu penumpang penuh baru berangkat rupanya budaya Belanda yang diturunkan ke bangsa Indonesia mulai jaman penjajahan dulu. Akhirnya setelah ngetem sekitar 30 menit, terkumpullah sekitar 8 orang Turis dan staff De Adriaan mulai menjelaskan sejarah windmollen De Adriaan dari awal sampai akhir. Menjelaskannya cukup diluar bangunan windmollen dan yang membuat saya senang, gaya bicaranya sangat santai dan bersahabat.


Sabar Menjelaskan
Semua Detil Bangunan

Di Lantai Dasar Nonton Video
Sejarah Windmollen Di Belanda
Setelah itu semua diminta masuk dan nonton video. Pindah ruang, nonton video lagi. Tour guidenya kabur entah kemana dan turis turisnya banyak yang gelisah dan bosen nonton video. Ada yang serius nonton video dan ada juga yang mondar mandir kesana kemari seperti ayam kehilangan induk. Untung tour guidenya benar benar profesional, begitu video habis dia sudah datang kembali, mematikan TV dan melanjutkan kotbahnya. Isi video tentang sejarah windmollen di Belanda dan sejarah De Adriaan. Windmollen ini ternyata pernah terbakar habis tahun 1932 dan dibangun kembali tahun 2002. Jadi masih baru. Biaya pembangunan kembali dari hasil sumbangan penduduk Haarlem, patungan ala kadarnya.


Di Ruang Yang Lain Nonton Video Kebakaran
Dan Gotong Royong Pembangunan
De Adriaan Windmollen

Bagian Dalam Dijadikan Museum
Tidak Ada Penggilingan Gandum Lagi
Selesai nonton video langsung digiring naik ke lantai atas. Karena tangganya vertikal maka diatur laki laki dahulu yang naik baru setelah itu wanita menyusul. Saat turun berlaku aturan sebaliknya. Wanita yang turun lebih dulu dan laki laki belakangan. Kenapa pengaturannya sedemikian rupa, ternyata jawabnya sederhana saja. Kalau wanita yang naik duluan, maka para laki laki akan rame rame ngikut dibawahnya sambil ngintip bokong terutama yang pakai rok. Apapun suku dan bangsanya, kalau ada kesempatan ngintip bokong dan celana dalam dari bawah selalu dimanfaatkan dengan baik oleh para lelaki. Staff De Adriaan sudah hapal betul tingkah laku turis laki laki. Yang naik keatas nenek nenekpun tetap saja diintip, nggak tahu kenapa, untung saya datang saat peraturan sudah diberlakukan.


Untuk Naik Keatas Tangganya Vertikal
Laki Laki Naik Dulu Biar Nggak Ngintip
Celana Dalam Dan Bokong


Timbangan Masih Ada


Pegel Naik Turun Bisa Istirahat


Pemandangan Kampung Diluar
Dari Dalam Windmill


Bisa Lihat Pemandangan Kota Haarlem
Dari Atas


Kalau Turun Harus Mundur Dan Wanita Dulu
Diatur Demikian Karena Banyak Turis Laki Laki
Yang Iseng  Lihat Bokong Kalau Turun Duluan

Baca Juga :

Jumat, 25 April 2014

Melongok Bagian Dalam Gereja St Basil Moscow

Bagian Dalam Gereja St Basil Moscow
Penuh Ukiran Kuno Keemasan
St Basil Dari Luar
Seperti Kumpulan Ice Cream
St Basil Cathedral adalah sebuah gereja kecil yang terletak di ujung tenggara kawasan Red Square. Aslinya bernama Trinity Church dan kemudian salah kaprah disebut Cathedral. Hanya terdiri dari dua lantai dan 9 ruangan kecil atau kapel dilantai dua dan satu kapel dilantai dasar. Masing masing ruangan/kapel paling hanya bisa diisi 5 orang saja. Oleh karena itu untuk masuk kedalam harus ngantri dan nggak boleh berlama lama didalam. Pagi hari saat baru dibuka adalah saat yang tepat untuk masuk ke dalam gereja mini ini karena belum ada yang datang.




Red Square Dilihat Dari
Bagian Dalam St Basil



Bagus Arsitekturnya
Diujung Red Square
Secara umum bangunan gereja kuno ini sangat bagus dan terjaga dengan baik. Sejak dibangun tahun 1555 boleh dikatakan tetap warna warni seperti contong ice cream. Oleh karena itu sering disebut Lollypop Cathedral.  Karena bangunannya kecil sekali maka untuk naik ke lantai atas harus naik tangga yang nyaris vertikal. Saya nggak tahu sama sekali lukisan lukisan di dinding dan fungsi masing masing ruang kenapa didalam sebuah gedung ada 9 + 1 kapel karena saya Muslim, jadi silahkan baca sendiri link dibawah untuk lebih detilnya.



Lantai 1 :


Ornamen Dindingnya Njlimet

Lantai 2 :



Menara Lonceng Dilihar
Dari Bagian Dalam St Basil
Yang jelas, kunjungan saya ke Russia kali ini telah membuka mata dan telinga saya lebar lebar. Sejak kecil jaman Orde Baru, saya dididik dan dicekoki pendidikan politik yang salah. Saat itu, yang masuk ke telinga anak anak termasuk saya  mengatakan bahwa Russia adalah negara yang menganut faham atheism, agama dilarang, ibadah dilarang,. Kenyataannya, jumlah tempat ibadah buanyaknya bukan main dan terawat dengan baik, artinya tidak pernah dilarang sama sekali. Berbagai macam aliran agama punya tempat ibadah masing masing. Gereja ada puluhan bentuk menandakan alirannya berbeda beda, Masjid juga banyak, Kelenteng juga ada. Jadi, semua yang saya terima saat saya masih sekolah dasar jaman orde baru dulu semua adalah propaganda politik pro kapitalis anti Russia yang dipaksakan masuk ke telinga kanak kanak.



Yang Ini Ornamen Dinding
Lebih Njlimet Sekali

Di Pintu Keluar, Didalam Kecil Sekali
Dan Males Desak Desakan


Saya Nggak Tahu Tempat Apa Ini

Baca Juga :



Lukisan Lukisan Di Dinding Bagus