Sabtu, 13 Oktober 2012

Saat Musim Kemarau Berakhir Di Kuwait

Ijo Royo Royo
Dengan Rumput Mahal Membentang

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR. Muslim)

Gulungan Karpet Baru
Siap Dipasang
Saat ini bulan Oktober, artinya musim panas telah berakhir di Kuwait dan dua bulan lagi akan memasuki musim dingin yang rasa dinginnya bisa terasa sampai tulang. Sama halnya dengan di Indonesia, aktifitas penduduk Kuwait juga sama saja dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia, memasuki musim penghujan maka semua petani mulai menebar benih dan penduduk lain juga sibuk mempersiapkan kebun kebunnya untuk memulai bercocok tanam. Alam yang semula kering kerontang, pelan pelan akan berubah menjadi hijau.


Pemasangan Karpet
Rumput Di Ahmadi
Tetapi ada yang berbeda dengan Kuwait, menjelang musim dingin seperti bulan ini, hanya dalam hitungan detik saja seluruh negara bisa berubah menjadi ijo royo royo. Tanah kering kerontang sepanjang jalan bisa tiba tiba menjadi hijau yang memukau secara instant. Tidak perlu harus menyiram air dan menunggu rumput  tumbuh, itu kuno dan sangat menjemukan kalau harus menunggu rumput tumbuh. Terlalu lama, cukup datangkan saja karpet dan bentangkan diatas gurun yang dikehendaki, terutama disepanjang jalan raya protokol yang selalu ramai. Pemerintah Kuwait punya dana yang berlimpah untuk 'Penghijauan'.

Tebal Dan Tidak Luntur
Termakan Cuaca
Karpet rumput yang dipakai bukan karpet murahan, bahkan lebih bagus dan sangat tebal melebihi karpet sintetis stadion sepakbola saat ada pertandingan internasional. Kenapa dipilih karpet yang kualitasnya sangat bagus ? Karena dijamin rumput tidak akan lepas dan warna tidak akan pudar meskipun dipasang satu tahun di udara terbuka seperti gurun. Karpet stadion bola hanya tahan saat musim kompetisi saja, setelah itu harus diganti, kata para pekerja pemasangan karpet di Ahmadi.


Siap Untuk Dijahit Agar
Karpet Tidak Terbang Saat Badai
Bisa tidak karpet ini di gunakan di Indonesia, jelas bisa tetapi pemakaiannya lebih bagus didalam rumah saja untuk digelar saat ada kenduri, tahlilan atau semacamnya. Terlalu beresiko kalau dipasang di jalanan, bisa jadi karpet diambil maling. Atau bisa jadi umurnya tidak lebih dari sebulan saja karena tanah di Indonesia mengandung lempung sehingga kemungkinan karpet hijau akan berubah menjadi hitam legam hanya dalam beberapa hari saja terutama saat musim hujan datang nanti.


Sisa Karpet
Oom Boleh Saya Bawa Pulang Nggak ?


Baca Juga :

1 komentar:

  1. wah kalau karpetnya dibawa ke Indonesia bisa-bisa cepat habis dimakan kambing,maklum masih banyak kambing bergentanyangan bebas dimana-mana,he,he,he...kain ibu-ibu ja yang dijemur di lahap sapi,,apalagi karpet yang bentuknya seperti rumput.he.hee
    http://comebacktoschool.blogspot.com

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.