| Sumprit.. Ini Mobil Di Colombo Rasanya Di Indonesia Sudah Tidak Ada Lagi |
| Belanja Di Warung Motor Cukup Parkir Dijalan |
Inilah saat saat paling sulit bagi Ardi's Family. Ke negara manapun, kita bepergian, selalu saja bisa menulis cerita apapun dengan mudah. Tapi di Colombo, Srilanka semua ide ide tulisan hilang begitu saja. Pengalaman sebagai pewarta puluhan tahun serasa tak berguna sama sekali. Tidak tahu apa yang harus saya tuliskan dan tidak tahu dimana harus memulai. Kenapa saya bisa 'blank' sama sekali saat menjejakkan kaki pertama kali di Colombo, Srilanka ? Jawabnya karena kota Colombo tidak ada bedanya sama sekali dengan kampung halaman saya sendiri, dan juga nyaris sama dengan kota kota kabupaten di Indonesia.
| Bajaj Paling Bagus Di Colombo |
Sebagai ibukota Srilanka, saya bisa mengatakan kemiripan kota Colombo kira kira sama dengan kota Surabaya tahun 1970an atau kota kota kecamatan/kabupaten di Indonesia sekitar tahun 1980an. Kenapa bisa yakin sekali mengatakan Colombo sama dengan kota di Indonesia tahun 1970-1980an ? Karena di Colombo banyak terdapat Bajaj, jalanan, ruko dan kelakuan sopir angkutan umum yang suka ngetem dan berhenti sembarangan sama persis dengan Indonesia. Disamping itu, nyamuk sangat banyak sekali di Colombo.. Indonesia punya Cendrawasih sebagai Burung Nasional, maka perkiraan saya, Nyamuk adalah Burung Nasional Srilanka, khususnya kota Colombo.
| Mirip Kios Kartu Ponsel |
| Sungai Sumber Nyamuk Di Colombo |
| Bajaj Lagi - Nyeberang Jalan Njemput Penumpang Seenaknya Saja |
| Ruko Terbagus Di Colombo Suara Bajaj Mengingatkan Kampung Halaman |
| Sekolahan, Hati Hati Banyak Anak Menyeberang |
| Kampung Di Colombo Rumah Tidak Teratur |
| Macet Dijalan Sempit - Bajaj Berhenti Seenaknya Patung - Biar Selamat Sampai Tujuan |
| Ngetem Cari Penumpang Sumprit... Ini Di Colombo |


