Selasa, 13 Juni 2017

Ana Member Miya Miya

Card Keren Miya Miya
Kalau Saya Bawa Ke Indonesia Dan Saya Tunjukkan Ke
Ninik Mamak Tanggapannya 'Wow Keren !!!'


Nama bekennya di Kuwait Miya Miya. Lokasinya ada dimana mana diseluruh penjuru Kuwait. Miya itu artinya 100 fils (pecahan logam mata uang Kuwait senilai sekitar Rp 4300). Jadi, Miya Miya itu semacam toko serba 100 fils. Tapi itu jaman dulu, sekarang barang yang dijual tidak semuanya 100 fils. Ada juga yang KD 1 sampai KD 20an. Tapi bagaimanapun juga barang yang dijual tetap murah dan meriah.



Teko Cantik Murah Dengan Model Kahas Arab
Eh, Buatan China

Ciri khas Miya Miya ini selalu tokonya berada di basement, lantai bawah tanah. Seluruh lantai basement dipakai semua untuk berjualan barang barang murah meriah. Mulai ember seng, stationary, mainan anak, perlengkapan bayi, pecah belah, bendera, emblem club sepak bola dan lain lain semuanya ada. Bisa berjam jam nggak keluar kalau sedang 'survey' di toko serba ada ini. Yang nggak ada cuma bumbu dapur, makanan dan buah saja.

Gelas Cantik Khas Arab Dengan Kaligrafi
Saya Kira Ayat Qur'an Ternyata Artinya 'Papa', 'Mama'
'Kakak', 'Adik'

Saya paling senang 'survey' ke Miya Miya karena hampir semua pernak pernik rumah tangga khas Arab ada di toko ini. Dan sudah tentu harganya sangat murah sekali. Kenapa bisa sangat murah sekali ?. Karena hampir seluruhnya barang Kodian buatan China. Peralatan dapur terbuat dari seng umumnya buatan India. Hiasan gantung dan pernak pernik dekorasi rumah hasil kerajinan tangan 'Home Industry' ada yang buatan China, India, Bangladesh atau Turki. Ada juga rice cooker dan termos yang tertulis buatan Jerman, tapi secara sepintas dilihat dari kwalitasnya sepertinya hasil 'home industry' atau mungkin hasil prakarya pelajar sekolah menengah.

Teko Buat Kopi Arab Gahwa
Juga Buatan China

Petugas kasirnya nggak kalah dengan petugas Indomaret, Alfa atau toko toko di Indonesia. Kalau kita mau bayar selalu ditanya 'Punya Member Card Sis?', 'Sudah member Belum Sis ?', 'Daftar saja member Sis nanti dapat point', 'Ayo Sis cepetan ndaftar member mumpung ada discount'. Nah, kalau didepan kasir inilah saya paling ribet. Lama sekali harus mencari kartu member dari dompet. Namanya saja emak emak, pingin keren dan kekinian juga. Isi dompet saya penuh berbagai macam Miya Miya Card, bukan Credit Card atau Debit Card.

'Yuk berburu barang murah pakai Miya Miya Cardku, biar aku yang dapat point discount'.

Perkakas Dapur Arab Dari Logam Seng Dan Allumunium
Asli Buatan India Meskipun Modelnya Arab


Teko Jaman Nenek Masih Remaja
Murah Meriah


Ember Seng
Ada Tulisan 'Nomor 1 dan Jempol 'Like' Di Kertas Merknya 


Serba Sepuhan Emas
Khas Arab Serba Hebring


Ciri Khas Pecah Belah Arab Itu
Selalu Ngejreng Warna Emas


Tempat Bakar Kemenyan Arab Bokhur
Semua Made In Kapir China Dan India


Pecah Belah Serba Tembaga Dan Kuningan
Dari Negeri Kapir India Dan China


Warna Serba Keemasan
Antik Sekali Tempat Manasin Susu Ini



Gimana Kalau Emas Ini
Saya Taruh Di Indonesia Pasti Dikira Emas Betulan


Baki Model Mirip Kitab Al Quran
Kaum Bahlul Sumbu Pendek Pengikut Habib Rizieq
Bisa Ngamuk Kalau Melihatnya
'Haahhh, Ini Pasti Penistaan Al Quran'


Merknya Najib Tapi Asli Buatan China Kapir
Nama Merk Dan Ornamennya Saja Yang Khas Arab


Kaligrafi Buatan China
Jangan Ngamuk Ya Para Santri Al Facebookiah
Kalau Melihat Kaligrafi Huruf Arab Dipasang Di Dapur
 Artinya Cuma 'Bumbu Dapur', 'Tempat Sendok' Dll


Kamis, 08 Juni 2017

Sesajen Si Hantu Kecil Garge'an

Pernak Pernik Garge'an
Isinya Permen, Kacang Dan Mainan

Di Kuwait dan juga negara sekitarnya, ada hari yang benar benar ditunggu oleh anak anak setiap bulan Ramadhan, yaitu hari ke 14. Di Indonesia nggak ada hari ke 14 ramadhan dirayakan seperti disini. Pada hari ke 14 inilah anak anak keluar rumah, jalan kaki berombongan dan berkunjung ke tetangga kiri kanan sambil memakai pakaian warna warni dan wajah dihias clontang clonteng lucu sekali. Hari ke 14 Ramadhan inilah yang disebut Guirgian atau Garge'an. Baca penjelasan detail dalam link ini :  Guirgian - Garge'an Kuwait


Bingkisan Garge'an Lucu Lucu
Isinya Boneka Kecil Bawa Kranjang Isi Permen

Karena rumah saya berbaur dengan penduduk asli Kuwait, maka setiap hari ke 14 ramadhan seringkali kedatangan rombongan anak anak. Saat pertama kali, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan saat kedatangan anak anak tersebut. Saya biarkan saja anak anak tersebut masuk kerumah saya, clingak clinguk cari makanan tapi nggak ada yang bisa dimakan. Tapi lama lama saya tahu juga apa yang harus saya siapkan saat ramadhan. Beberapa hari sebelum hari ke 14, saya sudah belanjakan pernak pernik Guirgian buat anak anak yang akan datang tengah malam setelah buka puasa nanti.


Satu Keranjang Harganya Sekitar KD 15
Isinya Boneka Kain Dan Permen

Pernak pernik Giurgian tersebut banyak dijual di berbagai macam toko, karena isinya cuma bungkusan permen saja. Yang agak mahalan sedikit ditambahin boneka kain atau mainan plastik. Rata rata harga satu keranjang sekitar KD 15 (sekitar Rp 600 ribu). Nanti permen permen dan boneka/mainan dalam keranjang ini akan diserbu oleh anak anak dan dimasukkan kedalam tas guirgian yang dibawanya.


Bonekanya Ini Yang Bikin Harga Mahal
Permennya Mah Murah

Saat anak anak tersebut datang, kita harus pura pura kaget dan takut dulu ada makhluk kecil clontang clonteng warna warni. Setelah itu anak anak tersebut akan menyanyi yang artinya kira kira 'saya makhluk kecil guirgian, apakah boleh masuk'. Sebagai tuan rumah, sebisa mungkin saya ikutan nyanyi, tapi pakai bahasa Jawa karena nggak tahu bahasa Arab sama sekali.




Baju Dan Kantong Tas Garge'an
Bisa Buat Nampung Permen Sekilo


Tinggal Pilih
Satu Keranjang Sekitar KD 15


Salah Satu Toko Yang Semarak Menjual
Permen Dan Kacang Buat Garge'an

9 Jun 17 Jam 10 Malam Akhirnya Anak Anak Yang Kutunggu
Datang Semua


Berebut Permen Dan Boneka Garge'an


Antri Ya Satu Persatu
Eh, Anak Anak Arab Nurut Disuruh Antri. Ngerti Bahasa Jawa


Sedih Deh Pindah Ke Rumah Tetangga

Pindah Deh Anak Anakku Yang Lucu
Cantik Dan Ngganteng Ke Rumah Tetangga


Baca Juga :

Jumat, 19 Mei 2017

Cengkir Heritage Resto And Coffee

Cengkir Heritage Resto And Coffee
Jln Sumberan, Ngaglik - Sleman Yogyakarta

Saya sedang menginap di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta saat itu. Tetapi suasana dihotel tidak nyaman sama sekali karena kedatangan tamu Kapolri Tito Karnavian beserta rombongan dan pengawal pengawalnya. Dimana mana disegala sudut hotel penuh polisi, ada yang joget Poco Poco di kolam renang, ada juga yang pakai batik tapi bawa HT ngawasi orang yang keluar masuk. Kapolrinya cuma satu tapi yang 'sowan' ke Hotel lebih dari satu batalyon, 4 hari nonstop siang pakai seragam polisi lengkap dan malam pakai batik joget Poco Poco.


Nasi Ngambil Sendiri Di Dapur
Ada Dua Kukusan Berisi Nasi Putih Dan Nasi Merah

Karena suasana di hotel tidak seperti normalnya hotel, maka saya cari suasana yang lain daripada yang lain. Nah akhirnya ketemu juga tempat nyantai sambil leyeh leyeh ngopi, makan dan ngemil. Namanya Cengkir Heritage Restaurant And Coffee. Lokasinya sekitar 2.5 Km dari hotel Hyatt Regency, tepatnya di Jl Sumberan, Ngaglik - Sleman Yogyakarta. Ini restaurant ndeso yang terletak di ndeso dengan menu makanan rumahan ala ndeso juga.


Nasi Merah Dan Nasi Putih
Hangat Kepul Keput Ngambil Sendiri Di Dapur

Karena restaurant ini di Yogya, maka 'style'nya seperti warung mahasiswa. Nasi ngambil sendiri didapur, lauk milih dan ngambil sendiri di meja lalu lapor ke kasir untuk dihitung dan bayar. Setelah itu baru cari meja untuk menyantap makanan. Kalau anda pernah jadi mahasiswa di Yogya, pasti tidak akan asing lagi dengan cara bayar menunjukkan lauk dan piring seperti ini.


Ada Sop Kampung, Jangan Bening, Sayur Lodeh
Lauknya Tahu, Tempe, Telor Dadar

Malam hari, restaurant ini semakin ramai untuk ngopi dan leyeh leyeh. Suasana ndeso dengan lampu kerlap kerlip ala kadarnya membuat tamu semakin banyak yang datang. Soal rasa masakannya menurut saya tidak terlalu istimewa, benar benar masakan rumahan seperti yang sering kita nikmati sehari hari. Harganyapun juga normal dan cenderung ke 'harga mahasiswa'. Silahkan datang dan mencoba sendiri kalau anda sedang di Yogya.



Dapur Ndeso Aroma Ikan Gorengnya
Harum Dan Bikin Lapar


Lokasinya Masih Ndoso
Belum Banyak Rumah Disekitarnya



Tempat Parkirnya Sangat Luas



Batas Desa Ngaglik Didepan Restaurant



Banyak Sepeda Motor
Berarti Pengunjungnya Kebanyakan Mahasiswa



Dekorasi Ndeso Didepan Restaurant



Makan Dulu Ya
Meja Dan Kursinya Jadul Semua



Pendopo Restaurant Baru
Sepertinya Restaurant Masih Berkembang Terus



Kalau Malam Ramai Mahasiswa Mahhasiswi
Ngopi Sambil Nyantai



Menjelang Malam Suasan Ndeso
Semakin Menarik

Baca Juga :

Senin, 15 Mei 2017

Mangut Lele Anake Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen

Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon - Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling.


Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung 'legendaris' tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para 'alumni' pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.


Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap 'khas' pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.


Sekarang Sudah Modern - Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.


Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.


Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih 'modern' dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.



Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto


Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto


Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto


Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :