Minggu, 18 November 2012

Expats Pendatang Baru Kuwait

Lawyer Ini Masih Mau Naik Kuda Kudaan
Karena Baru Datang - Loc : KOC Spring Camp

Bulan Pertama : Acting Pura Pura Beli
Padahal Belum Pernah Terima Gaji
Lokasi : Souq Mubarakeeyah
Di Kuwait jumlah expatriate jauh lebih banyak dibanding penduduk lokal. Kira kira setiap 3 orang expatriate setara dengan seorang penduduk asli. Data penduduk tahun 2008, tercatat jumlah expatriate 68 % dari total penduduk yang berjumlah 3 - 3.5 Juta. Umumnya expatriate yang berdatangan di Kuwait adalah pekerja, bukan datang untuk tujuan wisata. Oleh karena itu, kalau anda berada di Kuwait International Airport maka dengan mudah anda menyaksikan aktifitas mereka saat datang dan pergi dengan segala macam barang bawaannya yang terkadang unik dan menarik. Sangat berbeda sekali dengan aktifitas airport dimanapun juga.


Expats Ini  Sekarang Tidak Mau
Diphoto Ditempat Ini , Sudah
Jadi Mudir IATMI Kuwait
Dari statistik 2009, expats India tercatat yang terbesar (580.000) dan diikuti oleh Mesir, Pakistan, Bangladesh, Syria, Iran, Philipine, Srilanka dan Indonesia. Sehingga kalau anda melintas didepan gate keberangkatan Kuwait International Airport, maka akan terasa sekali bahwa dunia ini kecil. Baru saja mendengar bahasa Urdu, lalu melangkah 10 meter saja sudah terdengar bahasa Hindi, melangkah ke gate berikutnya akan terdengar bahasa Tagalog dan sepuluh meter lagi serasa di kampung halaman sendiri yaitu terdengar ocehan calon penumpang berbahasa Jawa dan Sunda.



Hanya Karena Tulisan Di Airport
Muhandis Ini Berani Minta Tolong
Orang Lewat Untuk Memphoto
Expatriate pendatang baru, baik dari Bengali, India, Philipine atau bangsa lainnya semua sama saja. Begitu tiba di terminal kedatangan maka sibuknya bukan main. Yang dikeluarkan pertama kali adalah camera. Mulai camera pocket, DSLR dan HP bercamera semua dikeluarkan. Bayangkan betapa ribetnya, di pundak menggantung camera DSLR, tangan kiri pegang pocket camera dan tangan kanan pegang iPhone. Dan yang diphoto cuma kereta dorong (troley) doang !!!, Rasanya bangga dan gaya sekali para expats baru Bengali, India, Pakistan dll bisa photo sedang ndorong troley di bandara Kuwait. Akibatnya, koper dan barang bawaannya terlupa dan lebih dari 15 menit berputar putar di belt conveyer bandara.

Troley Seperti Inilah Yang Selalu Diphoto
Expats Bengali, Pakistan Dan India Di Kuwait Airport

Masih Bersedia Diatur Gayanya
Lokasi : Al Kouts
Kalau anda jalan jalan dipusat keramaian Kuwait, maka dengan mudah anda melihat expatriate pendatang baru sedang berphoto photoan dengan latar belakang pemandangan apapun yang bagus. Ada yang ditengah bundaran di perempatan jalan yang ramai dan ada yang malu malu kucing dan ingin cepat cepat selesai saat diphoto.  Sayangnya, ritual expatriate pendatang baru semacam ini tidak terlalu lama, paling banter 3 sampai 4 bulan saja sejak kedatangan. Setelah itu, jangan harap mereka mau diphoto  lagi ditempat yang sama. Dibayar berapapun umumnya sudah ogah dan menolak kalau diminta berpose di bundaran atau perempatan jalan. Alasannya hampir sama, teman dan relasi di Kuwait sudah cukup banyak yang dikenal sehingga malu kalau harus bergaya di tempat keramaian apalagi di bundaran perempatan jalan.

Asyikkkk, Kirim Ke Kampung Buat
Bukti Sudah Tiba Di Kuwait


Didepan Kapal Nelayan
Al Kouts - Tahun Depan Belum
Tentu Mau Bergaya Begini
Yang unik adalah saat berada di rumah makan. Berbagai gaya dipertunjukkan para expatriate baru. Ada yang jaim dan sok tau tetapi ada juga yang mengambil cara aman saat memesan makanan. Begitu menu makanan disodorkan oleh pelayan restaurant, si expats baru langsung membaca menu dari yang teratas sampai terbawah. "Brother, can I order this, this and this  .......", sambil jari menunjuk ke daftar menu.  Mantap, percaya dirinya tinggi sekali tetapi begitu pesanan makanan datang, baru si expat terkaget kaget. Ternyata yang terhidang  acar semua, asem atau kecut.



Semua Makanan Dicoba
"I want to order this, this and this......"
Buanyak sekali dan rasanya asem !!!!

Saya mah sudah cukup berpengalaman, setiap makan dirumah makan Arab selalu saya pilih cara yang paling aman. Yang saya pilih selalu makanan favorit yang bernama "SAME". Maksudnya, saya lirik dulu pesanan tetangga di meja sebelah. Kalau terlihat enak maka tinggal mengucap "SAME....." sambil memberi kode lirikan mata ke meja sebelah. Anggun dan tampak berwibawa. Ditanggung, makanan yang datang enak dan sama persis dengan tetangga sebelah.


Baca Juga :



8 komentar:

  1. Ha ha ha, jadi ikut tersindir nih. Saya kalau di Airport juga paling seneng kalau diphoto sedang ndorong Troley. Rasanya gimanaaaa gitu he he.
    Blognya bagus sekali mbak ...., saya ikut senang bisa mentertawakan diri saya sendiri yang seperti Expats Bengali dan India.

    BalasHapus
  2. mbak seru banget blognya.. daftar jadi penggemar baru yaah! :)

    BalasHapus
  3. Waaah bisa mengenal kuwait lbih dlm neh...ditunggu cerita menarik lainnya mbak....

    BalasHapus
  4. Houmus semua yang lo makan dhan ?

    BalasHapus
  5. Kayaknya Dhanny lagi ga doyan makan ya ? Kok cuman segitu ?

    BalasHapus
  6. Terima kasih buat Pak Ardy n Mbak Susy yg sudah berbaik hati mengajak jalan jalan di malam minggu :)

    BalasHapus
  7. abis semua tuh? ckckck...sia2 sudah catering selama inih...:p

    BalasHapus
  8. Ibu aku mau jadi expat dong..

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.