Rabu, 02 Desember 2009

Brrr..... Dingin Sekali Kuwait

Setiap saya pulang ke Indonesia dan bertemu dengan kawan kawan atau saudara, selalu saja beranggapan bahwa Kuwait sangat panas sekali, kering kerontang nggak ada tumbuh tumbuhan, nggak ada hujan dan dimana mana hanya pasir gurun. Jelas salah besar sekali, tetapi ada sedikit yang benar juga. Di Kuwait sebenarnya ada 4 musim, yaitu 'Musim Dingin', 'Musim Dingin Sekali', 'Musim Panas' dan 'Musim Panas Sekali'.


Bulan Desember ini sudah memasuki musim 'Dingin Sekali', temperatur udara setiap hari turun dengan cepat sekali dan pergantian musim Dingin ke musim Dingin Sekali selalu ditandai dengan hujan, terkadang hujan lebat tetapi lebih sering lagi hujan rintik rintik tetapi sepanjang hari. Awal Desember temperatur udara sudah mencapai 12 C pada pagi hari dan 19 C pada siang hari dan perkiraan pada akhir December nanti sudah mencapai 0 C seperi tahun tahun sebelumnya. Didaerah daerah terbuka yang jarang sekali perumahan temperatur bisa minus 5 atau minus 10 C.

Meskipun temperatur terendah hanya -5 atau minus 10 C, rasa dinginnya berbeda dengan rasa dingin udara di Eropa. Udara dingin Kuwait sangat kering dan serasa menusuk tulang. Air hujan yang turun beberapa hari menjelang musim Dingin Sekali seperti ini membawa debu halus sehingga semua mobil menjadi dekil dan sangat kotor tetpi setelah hujan reda udara tampak bersih dan segar. Jalanan yang basah seringkali diselimuti kabut yang sangat tebal dan seringkali terjadi kecelakaan fatal karena kabut dan jalan licin.

Udara dingin sekali tidak menghalangi penduduk untuk mengunjungi tempat tempat hiburan yang banyak tersebar dimana mana, bahkan jauh lebih ramai dibandingkan hari hari sebelumnya. Ada juga yang camping di tenda tenda di daerah yang masih kosong atau gurun. Ada yang sibuk narik mobil caravannya ke gurun dan ada juga yang sibuk narik yach ke laut untuk mancing. Meskipun aktifitasnya berbeda beda, ada yang sama dilakukan mereka yaitu Barbeque, mereka membawa peralatan lengkap untuk memanggang daging.

Kalau saya benar benar tidak bisa menikmati kegembiraan musim Dingin Sekali ala Kuwait ini, disamping ribet pakai pakaian tebal, kita juga harus memakai sepatu tinggi sampai selutut untuk mengurangi rasa dingin yang menusuk tulang. Saat berkaca melihat penampilan, kok rasanya seperti penyannyi dangdut yang mau pentas di panggung sekaten Yogya. Ya jadinya tetap dirumah saja sambil nongkrong didepan heater pemanas ruangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.