Jumat, 18 Desember 2009

Alexandria. Sorga Pecinta Mobil Antik

Taxi Skoda Alexandria
Masih ingat film 'Ayat Ayat Cinta' atau 'Ketika Cinta Bertasbih'. Kedua film ini latar belakang ceritanya di Mesir, tepatnya di Cairo dan Alexandria. Kalau melihat kedua film ini, latar belakang kedua kota begitu indah, menarik dan glamour. Kenyataannya tidak seindah dalam film, jelas negeri tercinta Indonesia lebih bagus, modern dan hijau. Gedung gedung tinggi di Cairo nampak kusam dan butut karena pemerintah mesir benar benar melarang rakyatnya untuk menghambur hamburkan air, misal mencuci mobil atau menyiram kaca jendela dengan air. Maklum, sumber air untuk seluruh Mesir diproses dari Sungai Nil dengan debit yang terbatas. Mobil mobil yag berkeliaranpun sebagian besar peninggalan jaman Firaun atau Tutankhamun. Lihat gambar gedung dan mobil Skoda di Cairo pada gambar disamping.


Taxi Skoda Butut Semua
Alexandria, jauh lebih bersih dibanding Cairo. Kota ini nampak lebih bersinar karena banyaknya gedung gedung baru dan modern. Lebih bersinar lagi kalau menjelang musim panas, sepanjang pantai Alexandria banyak sekali dipenuhi turis turis ber'bikini' yang membuat mata susah untuk berkedip. Mengenai mobil yang berkeliaran di Alexandria juga sama saja dengan Cairo, sebagian besar kendaraan Raja Raja Mesir Kuno.




VW Kodok
Butut Semua
Jumlah VW Kodok yang berkeliaran banyaknya bukan main. Boleh dikatakan setiap jalan 100 meter selalu ketemu VW Kodok sedang parkir atau sedang lewat. Tidak seperti VW Kodok di Indonesia yang selalu kinclong dan dielus elus, di Alexandria yang namanya VW Kodok benar benar asli tanpa modifikasi atau assesories yang aneh aneh. Bagi penggemar Volkswagen Vintage, sayang sekali kalau tidak berkunjung ke Alexandria (dan Cairo tentunya).






VW Kodok
Paling Kinclong
Jangan samakan dengan pemilik VW di Indonesia yang apabila disapa dengan Salam VW langsung antusias bercerita tentang kehebatan VWnya. Di Alexandria hampir semua pemilik VW yang saya jumpai dan saya ajak ngobrol nggak ngerti sama sekali bahwa mobil yang ditunggangi harganya sangat mahal kalau di Indonesia. Ketika saya tanya ada nggak klub VW di Mesir, jawabnya juga sederhana sekali, untuk apa ada klub disini semua mobil seperti ini dan disini nggak perlu mbentuk klub karena semua onderdil mudah dicari. Nah lo




Dijual - Cukup Tempel
Iklan Di Kaca
Jual mobil VW di Indonesia biasanya hanya berputar putar diantara sesama penggemar VW saja. Paling banter berpindah dari klub VW satu ke klub VW lainnya di luar kota. Kalau di Alexandria (dan Cairo), mobil antik bisa dibeli siapa saja baik penggemar mobil antik maupun masyarakat umum. Mereka tidak tahu nilai mobil antik bisa sangat mahal sekali kalau di Indonesia. Perhatikan saja gambar disamping, cukup meletakkan kertas berisi nomor telpon dan kata 'Dijual' di kaca belakang sambil jalan jalan keliling kota.


Baca Juga :

Senin, 14 Desember 2009

Cairo, Kombi Oh Kombi


VW Kombi di Indonesia nasibnya sangat baik sekali apalagi kalau dibandingkan dengan di Mesir. Di Indonesia boleh dikatakan semua VW Kombi sudah ditangan penggemar VW dan setiap hari cuma dielus elus dan secara rutin dipamerkan dalam ajang Jambore VW yang selalu diadakan secara rutin di berbagai kota di Indonesia. Memang ada sih beberapa yang masih teronggok tidak terawat baik di bengkel atau digarasi tetapi biasanya dalam waktu tidak terlalu lama sudah kinclong dan ikut dalam jambore VW.


Di Mesir, VW sangat banyak sekali dan penduduk mesir umumnya menggunakan mobil tua semua. Mobil modern keluaran tahun baru hanya sesekali saja terlihat dan umumnya pemiliknya sangat berkecukupan. Yang menyedihkan, VW Kombi di Cairo digunakan untuk angkutan umum dalam kota. Semua angkutan kota VW Kombi ini berwarna putih dan melayani penumpang disekitar Pyramid Giza. Jadi pada saat mata semua orang mengagumi keagungan Pyramid Giza, mata kita tertuju ke VW Kombi yang berseliweran mengangkut penumpang keluar masuk area Pyramid Giza. Keagungannya tidak kalah dengan patung Sphinx meskipun si Kombi jalannya sudah mereng mereng kekanan.


Kelakuan sopir dan penumpang angkutan umum di Cairo relatif sama dengan penumpang angkot di Indonesia. Sudah jelas penuh sesak selalu teriak teriak 'kosong' pada saat cari penumpang. Berhenti juga sembarangan, dimana nampak seseorang dipinggir jalan langsung saja berhenti didepannya padahal orang tersebut tidk sedang menunggu angkot. Akibatnya jalanan disekitar area Pyramid Giza yang sempit dan padat turis jadi macet nggak ada selesainya. Tetapi karena kemacetan ini pula kita bisa mendengar suara merdu mesin VW yang sudah lama nggak pernah saya dengar sejak kita tinggal di Kuwait.


Baca Juga :

Kamis, 10 Desember 2009

Selayang Pandang Hawalli - Kuwait

Hawalli


Hawalli, ini adalah daerah yang paling macet dan sibuk di Kuwait selain Fahaheel. Berbeda dengan Fahaheel, daerah ini merupakan tempat perdagangan elektronik termasuk jual beli berbagai macam barang elektronik second hand, terutama Computer baik yang bermerek terkenal atau rakitan sendiri yang di Indonesia terkenal dengan sebutan Komputer Cap Jangkrik. Kalau di Jakarta mungkin bisa disamakan dengan daerah Glodok atau Mangga Dua tetapi jelas tidak sebesar dan selengkap Glodok/Mangga Dua.

Masih Hawalli Juga


Semua computer, HP dan pernak perniknya ada ditempat ini. Software bajakan juga ada, cuma kalau beli kita harus ngumpet ngumpet. Kita hanya melihat daftar software bajakannya saja dalam sebuah album dan kalau sepakat dengan harganya baru diambilkan atau dicopykan dulu sekitar 10 menit. Si penjual software bajakan ini sebelum melepas dagangannya masih harus clingak clinguk kiri kanan untuk meyakinkan bahwa kita tidak diikuti polisi pada saat bertransaksi.


Hawalli Park

Menurut data PACI pada bulan Dec 2007 jumlah penduduk ada 164,212 orang, tetapi perkiraan saya saat ini sudah lebih dari itu. Sama dengan daerah daerah lain, selain Arab, expatriate dari berbagai negara juga sangat banyak sekali, termasuk dari Indonesia. Daerah ini terasa sangt sepi sekali hanya pada hari libur Jum’at saja, hari Sabtu ramai kembali meskipun tidak seramai hari biasa. Semakin malam semakin ramai karena kebiasaan orang di Kuwait sini kalau belanja pada malam hari dan siang hari tidur molor.

Hawalli Juga

Hawalli sangat padat dan macet karena ditempat ini ada beberapa tempat yang sering menjadi sumber kemacetan, diantaranya adalah
  • Al Qadsiya Sport Club. Ini adalah salah satu stadion sepakbola terkenal di Kuwait dan sering bikin macet pada saat bubaran pertandingan nasional ataupun internasional.
  • Ada juga Mohaleb Mall, salah satu Mall besar di Kuwait yang juga bikin macet. Hampir semua mall dan tempat keramaian di Kuwait parkirnya tidak teratur meskipun sudah disediakan tempat parkir yang bagus dan memadai.
  • Hawally Park, tempat hiburan anak anak dimana didalamnya terdapat juga toko buku Jarir Book Store.
  • Berbagai macam sekolah bagus dan terkenal di Kuwait ada di Hawally, missal The American School Of Kuwait (ASK), Cambridge English School Hawally dan sekolah sekolah lain.
  • Dan lain lain
Banyak Burung Dara
Di Hawalli

Ada yang saya suka di Hawalli ini, saya bisa olahraga jalan jalan pagi dengan bebas pada hari libur sambil bermain dengan burung burung merpati jinak yang banyak terdapat di sepanjang trotoar pertokoan di Hawalli. Burung burung ini sangat jinak sekali dan tidak takut orang, bahkan mendekat kalau kita berdiri ditengah tengahnya.



Baca Juga :

Minggu, 06 Desember 2009

The Big Boys Toys


Ini tontonan gratis lain yang umum dilakukan penduduk di Kuwait pada saat udara sejuk, yaitu main layang layang. Bukan layang layang sembarangan tetapi layang layang raksasa yang harganya tentu sangat mahal sekali. Untuk merakit dan menaikkan layang layang biasanya perlu kerjasama 4 orang sampai 6 orang sekaligus. Cukup ribet tetapi sangat mengasyikkan dan apabila berhasil terbang, penonton juga ikut gembira bertepuk tangan. Kalau layang layang sudah terbang, tali layang layang tinggal diikat di mobil, dan pemiliknya bergabung dengan penonton menikmati keindahan langit Kuwait yang cerah.




Karena untuk menaikkan dan menurunkan layang layang perlu banyak orang, maka permainan ini bisa melibatkan seluruh keluarga. Asyik …., meskipun kenyataannya yang menaikkan dan menurunkan hanya pria dewasa saja, anak anak bisa keseret terbang katanya. Penontonpun seringkali juga ikut sibuk, kalau terlalu dekat dengan layang layang maka sudah tentu diteriaki untuk diminta tolong memegangi tali. 'Left ..left ... left ....yes stop and hold', begitu teriakannya waktu kita diminta tolong memegang layang layang agar tidak terbawa angin selama persiapan belum beres.



Acara rutin bermain layang layang semacam ini sering dilakukan di Messila, tepatnya di tempat terbuka didekat tempat permainan air Messila Water Village Park. Tempat ini memang ideal untuk bermain main layangan karena lokasinya sangat dekat dengan jalan 30 (Fahaheel Expressway). Siapapun yang melintas di jalan raya ini pasti bisa menyaksikan pemandangan indah langit Kuwait yang berwarna warni bak bunga yang sedang bersemi di langit Kuwait.



Lokasi ini juga hanya beberapa meter saja dari bibir pantai Arabian Gulf (Teluk Persia) yang berair tenang dan berwarna biru indah. Pepohonan dan tumbuh tumbuhan hijau juga banyak ditempat ini sehingga hembusan angin laut yang biasanya sangat kuat sekali bisa sedikit tertahan dan cukup baik untuk si layang layang memulai terbang tinggi di langit Kuwait yang indah. Bukan mainan anak anak lagi tetapi sudah jadi kesenangan orang dewasa, benar apa yang mereka katakan The Big Boys Toys.....


Baca Juga :

Rabu, 02 Desember 2009

Brrr..... Dingin Sekali Kuwait

Pergantian Musim Selalu Ditandai Dengan Hujan
Rintik Rintik Sampai Deras Sepanjang Hari


Setiap saya pulang ke Indonesia dan bertemu dengan kawan kawan atau saudara, selalu saja beranggapan bahwa Kuwait sangat panas sekali, kering kerontang nggak ada tumbuh tumbuhan, nggak ada hujan dan dimana mana hanya pasir gurun. Jelas salah besar sekali, tetapi ada sedikit yang benar juga. Di Kuwait sebenarnya ada 4 musim, yaitu 'Musim Dingin', 'Musim Dingin Sekali', 'Musim Panas' dan 'Musim Panas Sekali'.


Kalau Hujan Banyak Yang Malah Mengeluarkan Mobil
Menerjang Banjir

Bulan Desember ini sudah memasuki musim 'Dingin Sekali', temperatur udara setiap hari turun dengan cepat sekali dan pergantian musim Dingin ke musim Dingin Sekali selalu ditandai dengan hujan, terkadang hujan lebat tetapi lebih sering lagi hujan rintik rintik tetapi sepanjang hari. Awal Desember temperatur udara sudah mencapai 12 C pada pagi hari dan 19 C pada siang hari dan perkiraan pada akhir December nanti sudah mencapai 0 C seperi tahun tahun sebelumnya. Didaerah daerah terbuka yang jarang sekali perumahan temperatur bisa minus 5 atau minus 10 C.

Tempat Bermain Anak Seperti Di
Hawally Ini Ramai Pengunjung
Saat Musim Dingin

Meskipun temperatur terendah hanya -5 atau minus 10 C, rasa dinginnya berbeda dengan rasa dingin udara di Eropa. Udara dingin Kuwait sangat kering dan serasa menusuk tulang. Air hujan yang turun beberapa hari menjelang musim Dingin Sekali seperti ini membawa debu halus sehingga semua mobil menjadi dekil dan sangat kotor tetpi setelah hujan reda udara tampak bersih dan segar. Jalanan yang basah seringkali diselimuti kabut yang sangat tebal dan seringkali terjadi kecelakaan fatal karena kabut dan jalan licin.

Mancing Ke Laut Atau Bermain JetSki Menjadi
Pemandangan Sehari Hari Saat Musim Dingin

Udara dingin sekali tidak menghalangi penduduk untuk mengunjungi tempat tempat hiburan yang banyak tersebar dimana mana, bahkan jauh lebih ramai dibandingkan hari hari sebelumnya. Ada juga yang camping di tenda tenda di daerah yang masih kosong atau gurun. Ada yang sibuk narik mobil caravannya ke gurun dan ada juga yang sibuk narik yach ke laut untuk mancing. Meskipun aktifitasnya berbeda beda, ada yang sama dilakukan mereka yaitu Barbeque, mereka membawa peralatan lengkap untuk memanggang daging.

Hawally Park
Ramai Anak Anak Dan Orang Tuanya
Hanya Saat Musim Dingin

Kalau saya benar benar tidak bisa menikmati kegembiraan musim Dingin Sekali ala Kuwait ini, disamping ribet pakai pakaian tebal, kita juga harus memakai sepatu tinggi sampai selutut untuk mengurangi rasa dingin yang menusuk tulang. Saat berkaca melihat penampilan, kok rasanya seperti penyannyi dangdut yang mau pentas di panggung sekaten Yogya. Ya jadinya tetap dirumah saja sambil nongkrong didepan heater pemanas ruangan.


Baca Juga :