Sabtu, 28 September 2013

3 Hal Tentang Wong Londo

Rajin Mandi Saat Masih Kanak Kanak Saja

Harus Ke Amsterdam
Untuk Memandikan Cucu
'Dimana Kaki Berpijak, Disitu Langit Dijunjung'. Inilah peribahasa yang benar benar harus saya pegang dimanapun saya berada. Dengan peribahasa inilah saya bisa diterima dan dihargai oleh semua penduduk yang saya kenal di Kuwait terutama tetangga kiri dan kanan saya. Di Belanda, saya juga bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangga kiri kanan saya meskipun saya tidak menguasai bahasa Belanda sedikitpun. Dengan bahasa Tarsan dan sedikit campur aduk dengan bahasa Inggris, Jawa dan Indonesia ternyata komunikasi dengan orang Belanda begitu mudah.



Kalau Gede Nanti
Gue Nggak Mau Mandi
Tetangga sebelah rumah saya di Belanda punya anak kecil sekitar 5 tahun. Tiap pagi sering saya suapin makan di rumah karena ibunya agak susah bangun pagi. Hampir tiap hari pula Oma dan Opa si anak kecil tadi mampir kerumah saat jalan jalan pagi. Seperti biasa, si Oma dan Opa akan mampir kerumah anaknya dulu sambil pura pura marah karena anaknya masih tidur, setelah itu baru kerumah saya untuk nengok cucunya yang lepas kerumah saya. Dari hal kecil inilah saya tahu banyak tentang kebiasaan orang Belanda Apalagi, kita sering pergi bersama dengan mereka ke kota kota terdekat. Kira kira orang Belanda seperti dibawah ini :


Oma Bayar Sendiri Opa Bayar Sendiri
Tante Nggak Jadi Beli Es Krim


Ramah Dan Sangat Bersahabat
Tante Susy Tante Susy
Mandi Sini
Nyaris nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Orang Belanda secara umum selalu menyapa dan tersenyum meskipun secara sambil lalu. Kayaknya nggak niat menyapa karena cepat sekali, tetapi sebenarnya bisa dimaklumi karena kalau jalam memang langkahnya lebar lebar sehingga kalau menyapa terasa cepat sekali dan tahu tahu telah menghilang. Hal ini beda sekali dengan rata rata orang Jerman yang nggak pernah senyum dan terkadang terkesan ketus atau rasialis kalau saya tanya hal hal yang sederhana.


Pelit Dan Njlimet Penuh Perhitungan
Oom Piet
Saya Nggak Pelit Lho
Soal Pelit ini rasanya menyeluruh semua orang Belanda luar biasa pelit, itung itungan apapun yang menyangkut uang rasanya yang seharusnya sederhana menjadi sangat rumit dan berkelak kelok ribet. Contohnya beli es krim. Dimanapun kalau menawari beli es krim maka harus bertanggung jawab untuk mbayari. Di Belanda, saya baru tahu ternyata ditawari beli es krim, maka urusan bayar harus masing masing. Nggak itu saja, kalau sampai uang yang kita bayarkan nggak ada duit kembalian, susahnya minta ampun untuk minta ijin dibayari dulu nanti sampai rumah baru diganti. Di toko, rumah makan, hotel dan tempat lain semua sama saja. Njlimet dan ruwet urusan duit.


Nggak Pernah Mandi
Minta Dipanggil Kakak
Yang ini No Comment saja, saya nggak tahu kenapa kebanyakan orang Belanda jarang mandi. Kalau anda memperhatikan orang orang yang berlalu lalang baik yang jalan kaki maupun naik sepeda akan tahu dengan sendiri benar atau tidak yang saya katakan. Jarang sekali saya temui orang Belanda yang wajahnya segar dan pakai make up rapi. Rambutpun sering terlihat acak acakan dan tidak disisir rapi. Saya pernah 'ngrasani' orang yang duduk dekat saya. 'Mas, orang sebelah ini prengus mungkin sebulan nggak pernah mandi'. Eh, langsung berdiri dan pindah tempat, artinya dia tahu apa yang saya katakan.



Lapar, Cari Makan Ah .....

Tante Beli Sandwitch Satu

Duitnya Mana ?


Tante Susy..!!! Minta Duit, Bayarin Dong

Saya Belum Mandi

Baca Juga :

11 komentar:

  1. ada enaknya kita dijajah belanda ya bund...banyak bangunan-bangunan kokoh yang sekarang masih layak pakai, terutama di jogja...kemudian kita diwarisi rel-rel kereta api yang kuat...

    tapi untungnya kita nggak ketularan berbudaya pelit dan jarang mandi...hehehe

    BalasHapus
  2. Oooo, sdh hijrah ke Londo ta?

    BalasHapus
  3. mandinya nunggu musim panas kali..kalo musim dingin kan heather pemanas air mahal..jadi takut tagihan listrik melonjak naik

    BalasHapus
  4. Satu lagi, wong londo bebas madat, emang ga ada larangan kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anggapan salah, tidak bisa digeneralisasi seperti itu. Memang di belanda ada tempat tempat untuk madat, tapi kalau sampai melakukan diluar tempat yang diijinkan dan tertangkap mabuk di tempat umum langsung habis masa depannya kalau sampai tertangkap polisi. Jauh lebih banyak orang yang sadar narkoba daripada yang nggak bener.

      Hapus
  5. yg saya heran tadi, kok mas prengus tau bhs Indonesia ya….hehe

    BalasHapus
  6. skrng mbak susy ini tinggal di kuwait atau dibelanda ya hehe

    BalasHapus
  7. Soal pelit emang terkenal bunda hehehe waktu dateng dimari juga aku suka protes ma bojo, tapi skarang malah aku jadi ikut-ikutan kayak bojo hahahaha Klo soal jarang mandi kayaknya ga semua lho bun.., Temen-temen sekantorku pada rajin mandi semua, cm ya disini ga boleh sering-sering mandi nanti kayak daku waktu pas datang sehai 2-3 x mandi malah harus ke dokter krna kulit jadi kering hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener memang tidak semuanya jarang mandi. Saya kalau ngajak pergi londo seringkali mereka spontan berangkat, nggak ada cerita harus nunggu lama. Bedakan saja rasanya nggak apalagi dandan menor berjam jam. Praktis memang dan hemat kosmetik.

      Hapus
  8. Blog e lucu buangeet ....jadi gak bosan bacanya...dan saya tinggal sendirian di kompleks perumahan kecil...rumahnya kecil2 dan dempet.pasti tetanggaku ngira aku wis orak waras! Karena dari tadi ngakak sendirian...wis tobat...tobat...

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.