Selasa, 05 Juli 2016

Scan Jidat Ala India

Di Muscat International Airport
Orang India Kalau Mudik Lebaran Bawaannya Banyak


Orang India kalau mudik lebaran rempongnya sama saja dengan orang Indonesia. Barang bawaannya banyak sekali, tidak semuanya dimasukkan bagasi pesawat karena bisa over baggage. Tetapi sebagian besar dimasukkan tas plastik kecil kecil agar bisa masuk cabin pesawat. Cerdas memang, daripada harus bayar biaya over baggage. Kayaknya udah pada pengalaman mudik semua, cabin pesawat penuh bukan jadi masalah, kolong kursi pesawat masih ada dan isinya penuh tas plastik dan ransel warna warni.


Oman Air Jurusan India
Penumpang India Penuh Menjelang Lebaran
Kebetulan saya bisa menyaksikan kegaduhan mudik lebaran orang India ini diatas pesawat Oman Air jurusan Muscat - Jaipur.  Hampir semua penumpang orang India semua. Mudah menebak kewrga negaraan mereka. Kalau ada tas plastik dikolong kursi atau masuk ke pesawat bawa tas plastik banyak dan diselip selipin dimana mana berarti Orang India.


Didalam Bus Gaduhnya Bukan Main
Di Indonesia Namanya Mudik Basamo



Hebohnya bukan main, diruang tunggu ngobrol terus nggak ada berhentinya, diatas bus pada lari berebutan berusaha naik paling cepat. Hebatnya lagi, saat pesawat baru saja menjejakkan roda ke landasan, semua penumpang sudah pada berdiri meskipun tanda larangan melepas sabuk pengaman masih belum dimatikan. Gaduh dan heboh seperti layaknya 'Mudik Basamo'.


Pesawat Masih Melaju Kencang Semua Sudah Berdiri
Lihat Tanda Lampu Larangan Melepas Sabuk
Masih Menyala Semua

Waktu cek imigrasi juga berebut, sebagai satu satunya orang asing yang seharusnya didahulukan terpaksa kita harus ngalah paling terakhir sendiri. Meskipun ngantri cek passport paling terakhir sendiri, keanehan dan keunkan orang India tak ada habisnya. Kali ini petugas imigrasinya yang mengejutkan, udah Jompo !!!!. Memeriksa passport dan eTV (Electronic Tourist Visa) yang saya sodorkan lamanya bukan main. Kacamata harus ganti dua kali saat membuka halaman passport satu persatu. Semakin penuh stamp di passport berarti semakin lama. Kayaknya si bapak mencari tahu, pernah pergi ke negara tertentu atau tidak. Ngetik computer kerasnya bukan main, seperti nekan tuts mesin ketik jeglog jaman purba.


Pesawat Masih melaju Kencang
Lampu Larangan Membuka Sabuk Masih Menyala
Tapi Penumpang Sudah berdiri Semua

Selesai periksa passport dan ngetikkan data ke computer, prosedur berikutnya scan sidik jari. Empat jari kiri, empat jari kanan, jempol kiri dan terakhir jempol kanan. Alat pemindai sidik jari ternyata kurang sensitif, entah buatan China atau buatan India. Berkali kali saya tekankan 4 jari kiri tetap saja tidak terdeteksi. Untungnya si bapak petugas imigrasi sudah tua dan sangat kaya pengalaman. Saya diminta mengusapkan keempat jari kiri dan kanan ke Jidat dulu. Jempol cukup diusapkan ke kening. Pokoknya diusapkan ke jidat yang ada keringatnya. Electrolit keringat yang ada di jidat bisa menetralisir ion ion negatif yang membuat alat deteksi tak berdaya katanya. Bim Salabim, langsung mesin sidik jari bisa mendeteksi sidik jari saya dengan jelas.


Orang Asing Harus Ngisi Form Kedatangan Dulu
Dibantu Ngisi Pula, Apa Nggak Enak


'Kalau semua jari sudah saya usap usap ke dahi tapi alatnya tetap nggak bisa mendeteksi gimana ?'
'Don't worry sir, saya akan mengambil data sidik jari anda dari sumbernya secara langsung'.
'Maksoed Loe ???'
'Tempelkan jidat anda ke mesin deteksi ini, nanti semua data akan tertransfer otomatis'


Semua Sudah Selesai Cek Passport
Apes Dapat Petugas Jompo


Gosokkan Semua Jari Ke Jidat
Lalu Letakkan 4 Jari Kiri Ke Alat
Scan Sidik Jari Made In India


Usapkan Jempol Ke Kening
Lalu Letakkan Jempol Kiri Dulu
Ke Alat Scan India
Layar Pemindai Sidik Jari Sangat Lebar
Tempelkan Dahi Anda Ke Layar Pemindai


Naik Ke Atas Kotak Panggung 1 x 1 Meter
Dan Angkat Tangan Keatas Untuk Periksa Seluruh Badan


Pintu Keluar Terhalang Troley Yang Ditinggal
Begitu Saja Ditengah Jalan, Gimana Nggak Macet



Jumat, 01 Juli 2016

Mudik Lebaran Di Kuwait

Macet Di Terminal Keberangkatan
Kuwait International Airport Saat H-7

Di Indonesia kita mengenal istilah H-1, H-2, H-3, H-4 atau H+1, H+2, H+3, H+4 dan seterusnya untuk menggambarkan suasana kepadatan lalu lintas dan kesibukan terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara beberapa hari menjelang dan setelah lebaran (hari raya Idul Fitri). Beruntung Indonesia punya ribuan  terminal bus dimana mana, stasiun kereta dan pelabuhan juga banyak dan ratusan airport di segala penjuru kota besar dan kecil diseluruh nusantara. Di Kuwait, hanya ada satu airport saja untuk transportasi keluar negara. Bus sebenarnya juga ada yang reguler menuju negara tetangga, tapi tidak segaduh airport.


Departure Gate Kuwait International Airport
Perlu Perjuangan Sendiri Untuk Bisa Masuk Bandara

Beda dengan Indonesia yang negaranya besar dan luas, Kuwait negaranya kecil sekali hanya sebesar Propinsi Bangka Belitung. Jadi penduduknya kalau pulang mudik sudah tentu keluar negeri. Dan bandaralah yang jadi tujuan utama para pemudik. Beda yang lain lagi adalah tentang orangnya. Kalau di Indonesia yang mudik adalah nasional atau warga negara Indonesia sendiri. Tapi kalau di Kuwait, yang menuh menuhin bandara saat menjelang lebaran adalah expatriate dari berbagai macam negara. Salah satunya dari Indonesia. Bisa dikatakan di bandara International Kuwait inilah kita orang Indonesia bisa reuni, melepas kangen sesama orang Indonesia yang sebenarnya tiap hari bisa ketemu di negara seuprit Kuwait..

Sepanjang Bulan Ramadhan Selalu Penuh Sesak
Sekolah Libur Dan Semua Expats Mudik

Alasan lain kenapa expatriate Kuwait pada ikut ikutan mudik meskipun tidak semuanya merayakan hari raya idul fitri  cukup banyak. Alasan yang pertama adalah Sekolah Libur. Umumnya, saat sekolah libut panjang seperti sekarang ini, anak dan istri dipulangkan terlebih dulu ke negara masing masing. Exodus ini dimulai sejak hari pertama libur sekolah (awal ramadhan). Gelombang kedua exodus mulai ramai kembali sekitar H-7.  Sebabnya karena setiap tahun libur resmi lebaran selalu sekitar 5 hari (termasuk libur weekend).  Jadi banyak karyawan di Kuwait yang memanfaatkan liburan panjang tersebut untuk nglencer. Hanya mengambil cuti dua hari saja sudah dapat minimum 7 hari libur untuk kumpul kembali dengan keluarga di negara masing masing atau nglencer ke negara lain.

Kalau Penuh Sesak Dan Bulan Puasa Seperti Ini
Porter Bisa Panen Raya

Penduduk asli Kuwait sendiri cenderung tidak kemana mana, ramadhan dan ied bersama keluarga. Kebetulan saja tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada bulan July, saat puncak musim panas di Kuwait. Temperatur udara diluar mencapai 50 Degree Celcius. Dengan udara sepanas ini, expats yang tidak biasanya mudik kekampung halamanpun mau nggak mau banyak juga yang mencari tempat untuk ngadem diluar negeri, termasuk saya,  Panas sekali, lebih baik kabur dari Kuwait beberapa hari buat ngadem. Saya memang selalu ngadem saat puncak musim panas, 'mudik' tapi selalu ngabur ke negara lain yang lebih sejuk dan nyaman..


Suasana Didalam Terminal Keberangkatan
Ramai Dan Susah Diatur

4 Jam lebih saya ikut ngantri berdesak desakan di bandara Kuwait dengan tujuan ke tempat paling adem terdekat. Kemana lagi kalau bukan ke Himalaya (Himachal Pradesh), India. Salju abadi di Leh, Ladakh, Manali dan Rohtang Pass akan saya sajikan buat pembaca setia blog ini dalam waktu dekat. Perjalanan darat lewat tebing dan jurang dari Chandigarh, Shimla, Manali, Rohtang Pass, Leh dan Ladakh tentu akan menjadi cerita pengalaman seru karena route ini termasuk dalam The Most Dangerous Road In The World. Tunggu tanggal tayangnya, InshaAllah.





Ngantri Bisa 2 - 3 Jam
Klesetan Di Lantai Adalah Pemandangan Biasa



Bandingkan Dengan Suasana Bandara Di
Indonesia - Mana Lebih Ramai


Ini Semua Orang Lho Ya
Jangan Dikira Dawet


Kalau Antrian Nggak Maju Maju
Banyak Juga Yang Sewot Dan Marah Takut Ketinggalan
Pesawat - Siapa Suruh Datang Terlambat


Lepas Dari Pemeriksaan Passport
Suasana Sama Saja - Uyel Uyelan

Rohtang Pass Himalaya India (Himachal Pradesh)
Hanya Bisa Dilalui Saat Summer Saja

Di Manali India Ini Saya Mau Ngadem

Tunggu Petualangan Saya Di Ladakh - Manali India
Melalui Blog Ini Juga


Baca Juga :

Senin, 13 Juni 2016

Adakah Lele dan Bebek Di Arab - Warung Mbok Sani

Ini Pecel Lele Warung Mbok Sani Di Salmiya
Emangnya Ikan Lele Harus Import Dari Indonesia


Saya pernah menceritakan di blog ini tentang Perkebunan (Farm) di beberapa tempat di Kuwait seperti Wafra Farm dan Abdali Farm. Reaksi pembaca di Indonesia luar biasa menarik. 'Gurun Pasir Mulai Menghijau Pertanda Datangnya Hari Kiamat' dan lain lain. Lebih heboh lagi saat saya posting lokasi lokasi Ski Resort dan daerah daerah bersalju di Arab, buanyak sekali pembaca di Indonesia yang terkaget kaget. Kayaknya di jaman mbah Google ini mereka 'Kurang Browsing' (maaf, ini kata halusnya dari 'Kurang Piknik'). Silahkan Baca sendiri komentarnya : Ski Resort Dan Salju Di Arab Yang Selalu Bikin Heboh).

Ini Lele Siap Digoreng Di Warung Mbok Sani


Nah kali ini akan saya ceritakan tentang Lele, ada nggak ikan Lele di Arab ?. Gimana bisa hidup ikan Lele di gurun Arab yang tandus dan gersang ?. Binatang yang bisa hidup kan cuma Onta saja di Arab ?. Kiamat deh kalau Lele bisa hidup di gurun yang kering kerontang. Nah pernyataan 'Salah' seperti inilah yang diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak jaman dulu kala. Di Arab itu juga banyak peternakan ikan Lele, Nila Merah dan berbagai macam ikan air tawar. Bukan hanya ikan Lele saja,  Bebekpun juga ada yang membudi dayakan. Apalagi kalau cuma bikin Bakso, Tempe dan Tahu.

Sambal Hijau Ini Yang Paling Ngetop
Di Seluruh Kuwait

Nggak percaya di Arab, khususnya Kuwait ada yang membudi dayakan Lele dan Bebek ?. Datang saja ke Warung Mbok Sani di Salmiya. Silahkan tanya sendiri darimana bisa dapat Lele, Bebek, Tempe, Tahu atau Bakso. Setiap hari banyak orang yang datang dan memesan Pecel Lele, Bebek Goreng, Bebek Penyet, Tempe Penyet,  Ayam Penyet, Tahu Isi, Karedok Bakso, Mie Ayam, Soto Babat dan lain lain.

Ini Persiapan Untuk Home Delivery

Pingin nyoba rasanya Lele Arab atau Bebek Arab ? Datang saja ke Warung Makan Mbok Sani di Helal Al Mutairi Street Lane 7, belakang Souq Salmiya, tepatnya belakang Al Awladona.

Tahu Isi Dan Bakwan Juga Ada Di Kuwait
Bisa Mbayangin Nggak Seperti Apa Orang Arab Kalau
Lagi Makan Tahu Isi ?


Bebek Goreng Dan Lalapan
Uenak Tenan, Mak Nyus

Tempe Goreng Juga Ada Di Arab


Karedok Juga Ada
Arab Aja Bisa Keringatan Merasakan Pedasnya
Karedok Dan Sambal Ijo

Ayam Penyet
Daun Kemangi Saja Ada Di Arab


Nih Gedung Tempat
RM Mbok Sani Di Salmiya

Jangan Lupa Merasakan Lele Arab
Ternyata Lele Arab Kurus Kurus Juga
Baca Juga :

Selasa, 07 Juni 2016

Pasar Induk ALFORDA Kuwait

Pasar Induk AlForda Kuwait
Dibagi Beberapa Zone Dan Pintu Masuk

Masih ingat siaran radio RRI tentang harga cabe merah keriting, kol bulat, jagung pipilan,  tomat, kentang dan lain lain saat jamannya Presiden Soeharto yang lalu ?. Tiap hari setelah siaran berita, selalu RRI menyiarkan harga harga sayur di berbagai Pasar Induk di tanah air. Di Kuwait, ternyata ada juga Pasar Induk besar, namanya ALFORDA, tetapi kebanyakan orang di Kuwait menyebut dengan nama CAPRA. Lokasinya ditengah gurun dan tidak terlalu jauh dari Kabad Gate, lapangan minyak Burgan Field. Kalau dari Kuwait City jaraknya sekitar 40 Km, dari 7th Ring Road belok saja kekiri kearah 604 Road (Sulaibiya Road), ke arah Kabad. Begitu nyampai di Roundabout pertama, langsung belok kanan dan akan terlihat bangunan besar dan luas seperti Mall besar dengan tempat parkir yang luas.


Lokasinya Ditengah Gurun
Sekitar 30-40 Km Dari Kuwait City
Belok Saja Ke Road 604 (Sulaibiya Road)

Pasar Induk Al-Forda atau Al-Forda Central Fruit And Vegetable Hypermarket ini memang besar sekali, luasnya sekitar 300 Ribu Meter Persegi. Dibangun oleh Al-Wafir Marketing Services Company dan mulai beroperasi pada tahun 2010. Dibangun selama 3 tahun dengan budget sekitar KD 30 Juta. Ada 3 buah Auction Hall atau tempat lelang yang tersambung dengan fasilitas IT lengkap untuk video conference dengan negara lain, Sample Testing Laboratory, Quality Assurance Department, Cold Chamber atau gudang gudang berpendingin agar sayur dan buah tetap awet. Ratusan Cold Truck juga banyak terparkir dan mondar mandir siap untuk mengantar buah dan sayur ke berbagai macam tujuan.


Ada Peta Yang Jelas Biar Tidak Tersesat
Didalam Pasar

Jumlah lapak (stalls) lebih dari 500an dan dibagi menjadi tiga bagian yaitu Orange, Purple dan Mango. Setiap lapak punya fasilitas internet, telephone, listrik dan air bersih. Gudang gudang penyimpanan sayur dan buah dengan pendingin udara dan refrigerator besar berada di samping kiri dan kanan gedung. Hall untuk lelang sayur dan buah import jumlahnya 3 buah dengan fasilitas audio visual yang tidak kalah dengan hotel berbintang. Bedanya, pengunjungnya semua pedagang dan rata rata gaptek tehnologi juga. Penampilannya juga khas pedagang, pakai sandal tapi duitnya banyak. Hall untuk lelang dan memajang local product luasnya 12.000 meter persegi.



Umumnya Untuk Kulakan
Tetapi Ada Juga Yang Jual Eceran
Ada juga bank, ATM dan beberapa perusahaan importir makanan yang berkantor disana. Ada juga On Cost, toko retail besar dengan semboyan Cash and Carry tapi menyediakan jasa Home Delivery. Pasar Induk sebesar ini hanya menjual sayur, buah dan telur saja dan sudah tentu harganya jauh lebih murah dibanding harga di Kuwait City. Kebanyakan sayur dan buah berasal dari local farm di Kuwait, Saudi Arabia, Lebanon, Mesir, Jordan, Afrika, India, Srilanka dan negara lain. Sayangnya buah dan sayur dari Indonesia susah ditemukan disini. Entah kenapa orang Indonesia kok kurang pinter berdagang sampai keluar negeri. Orang Padang yang terkenal hebat dalam hal berdagang saja bisa lewat kalau dibanding orang Arab.


Buah Dan Sayuran Lokal Dan Juga
Import Dari Mesir, Lebanon, Jordan, Afrika, India, Srilanka

Seandainya saja orang Arab bisa bahasa Minang, saya bisa pastikan akan ada kulakan sayur dan buah besar besaran dari Indonesia ke Arab pakai video conference.

"Halo uda Kareem, Onde mande .... video conference, tak kusangko, jauh dimato dekek di TV"
"Baa Kaba da ?, lah lamo indak basuo...."
"Lai, ado Nenas banang ciek da ?"
"Bara ni da ?"
"Bara pasnyo, kuranglah saketek"
"Kirim yo ciek ton"
"Bara sadonyo da ?"

Tenaga Porter Banyak
Ongkos Porter Tertulis Di Pengumuman Hanya KD 0.5 


Panggil Saja Porter Yang Lalu Lalang
Mereka Siap Membantu Anda



Porter Ada Yang Berseragam Merah Dan Ada Juga
Yang Biru


Umumnya Belinya Harus Sekarung Besar
Tapi Ada Juga Beberapa Yang Melayani Eceran


Yang Pakai Seragam Putih Kayak Dokter Ini
Tugasnya Masalah Hygiene Dan Kesehatan Makanan
Tugasnya Keliling Cari Buah Dan Sayur Busuk



Semua Buah Dan Sayur Masih Segar
Meskipun Diimport Dari Jauh



Seluruh Gedung Ber AC Dingin
Diluar Banyak Truk Box Dengan Pendingin AC
Siap Mengantar Kemanapun Juga



Telor Ayam Juga Banyak
Orang Arab Ternyata Juga Beternak Ayam



Pasar Buka Jam 6:00 Pagi Sampai Jam 10 Malam



Kembang Kol Besar Dan Segar
Tidak Layu Dan Busuk Sama Sekali