Jumat, 10 Januari 2014

Kalau Arab Piknik Ke Indonesia


Rombongan Arab Piknik Ke Indonesia

Perahu Kayak Gini
Yang Disukai Arab
Saya terkejut luar biasa saat mengajak 6 orang Kuwait, Satu orang Amerika dan satu orang lagi dari UK ke Indonesia beberapa hari lalu. Apa yang sering kita lihat dan lakukan sehari hari di tanah air,  apa yang biasanya kita anggap biasa dan malah terkadang menganggap remeh ternyata dimata Arab menjadi sesuatu yang luar biasa. Total dua minggu  saja mereka saya ajak keliling Jakarta dan Bali. Inilah hal hal remeh temeh yang perlu dilestarikan di tanah air agar lebih banyak lagi turis Arab datang ke Indonesia.



OJEG PAYUNG
Ngojeg Payung
Keluar Dari Hotel
Saat pertama kali mendarat di Ngurah Rai Airport, hujan rintik rintik. Menuju ke Taxi, langsung disodori payung oleh beberapa anak kecil. Belum ada komentar saat menerima payung pertama kali. Begitu tiba dihotel, disambut payung lagi oleh beberapa anak dan terdengar suara kaget dan heran, 'Kenapa mereka hujan hujanan setelah memberikan payungnya ?'. Setelah saya beri penjelasan sedikit mereka langsung tahu, 'Wow, we like a Queen, this is a real world class services'. Langsung ngasih tip Rp 100.000, mereka nggak tahu tip sebesar itu terlalu banyak atau tidak, kalau hati  seneng, Rp 100 ribu per payung rasanya jadi nggak berarti sama sekali. Setelah itu kemana mana rombongan Arab ini tidak pernah terlihat tanpa membawa Payung Sewaan.


Terkesan Saat Disambut Payung
Di Kuta Bali - Like A Queen, World Class Services


NAIK ANGKOT
Bergelantungan Kayak Gini
Yang Bikin Wisatawan Kangen
Angkot di Bali warna warni dan berwarna cerah. Bukan warna warninya yang jadi keinginan Arab untuk mencoba naik angkot, tetapi ingin merasakan bergelantungan di pintu. Kenek angkot Bali sangat tahu sekali keinginan wisatawan, diberi dua pilihan duduk manis didalam atau bergelantungan bersama kenek. Namanya saja remaja, tentu pilihan terakhir yang dipilih. Pulang kembali ke Hotel, rombongan Arab sudah fasih sekali menirukan apapun yang diucapkan si kenek. 'Denpasar.... Suci......Kuta... Tariiiiikkkk !'. Suatu pengalaman kerja luar biasa, 'Ngenek' yang tidak mungkin bisa didapat dinegara manapun didunia. Suatu bukti nyata betapa cerdas bangsa Indonesia, begitu keneknya berganti Arab, semua penumpang segan meminta uang kembalian.



Warna Warni
Wisatawan Mana Yang Tidak Ingin Mencoba


MONYET DAN KEBUN BINATANG
Ya Ampun, Jauh Jauh
Cuma Cari Monyet
Masih di Kuwait, belum berangkat ke Indonesia, rewelnya sudah terasa. Diajak berunding menentukan tujuan wisata di Indonesia sudah nggak bisa lagi. Nggak bisa ditekuk sedikitpun, pokoknya mau melihat monyet, orang utan, gajah dan harimau. Celaka, dua minggu di Indonesia banyak terbuang di Taman Safari Bogor, Bali Zoo, Monkey Forest Ubud, Sangeh dan Alas Kedaton saja. Di depan Mall Ambasador Jakarta sempat ketemu Topeng Monyet yang beberapa bulan lalu diusir Gubernur DKI Jokowi. Berhenti sebentar lalu 'Jepret', ngambil photo berdua dengan Sarimin. Tiba kembali di Kuwait, bangganya bukan main bisa berphoto dengan harimau jinak, orang utan jinak, naik gajah dan juga bercerita tentang nasib 'Sarimin' di Jakarta. Semua orang diceritain dan ditunjukin photo, cara bicaranya heroik sekali  seolah olah sedang bergulat dengan harimau.

Masha Allah, Baru Lihat Pertama Kali Pohon
Vanilli Dan Kopi Di Indonesia


PEDAGANG KAKI LIMA DAN KULINER

Njajan Di Jimbaran
Umumnya orang Indonesia merasa bergengsi kalau makan di restaurant mewah. Lihat saja photo photoan di Hard Rock Cafe dibawah. Wisatawan yang saya bawa ke Indonesia ini sebaliknya, mereka lebih tertarik Kios Ponsel, Kios Rokok, Warung Makan Kaki Lima dibanding apapun yang ada didalam gedung atau Mall. Saat saya ajak ke Rumah Makan Padang, mereka gembiranya bukan main. Ternyata mereka surprise melihat pelayan restaurant membawa tumpukan piring ditangan.  Sialnya, semua makanan yang tersaji dicoba dan saya harus bayar semua karena semua piring cuma dicicip satu sendok saja.

Wisatawan Indonesia
Mana Mau Berphoto Didepan Pedagang Kaki Lima

Jadi Nasi Yang Kita Makan
Setiap Hari Pohonnya
Seperti Ini ?
Masih banyak lagi yang perlu saya ceritakan ke anda. Dari pengalaman jalan jalan ke Indonesia kali ini saya bisa tahu bahwa tidak benar sama sekali anggapan sebagian besar orang Indonesia selama ini bahwa 'Sorga Berada Di Telapak Kaki Ibu'. Dengarkan saja komentar Arab dibawah ini saat pulang kembali ke Kuwait

'No Mam, Heaven In Indonesia, Heaven in Bali !!!'

Apa iya ? Belum pernah kamu ke Bromo, Borobudur, Prambanan. Ntar gue tunjukin, baru tahu negaramu kecil nggak ada apa apanya. Kamu akan kaget melihat semua tempat di Indonesia hijau dan semua makanan dan minuman yang kamu beli tiap hari berasal dari tanaman di Indonesia.

Aum,,, Senengnya Bukan Main Bisa
Pegang Binatang


Baca Juga :

Selasa, 07 Januari 2014

Kuwait Diwaktu Malam

Scientific Center Kuwait
Di Malam Hari

IMAX Theater
Orang Arab terbiasa melek malam dibanding umumnya orang Indonesia. Hampir semua aktifitas kota terasa hidup begitu gelap mulai datang. Saat musim panas bulan Juni - September memang bisa diterima akal sehat kalau beraktifitas malam hari karena siang hari memang temperatur bisa mencapai 40 Deg C - 52 Deg C. Tapi saat musim dingin November - February, kebiasaan melek malam memang tidak berubah dan masih berlanjut sampai saat ini.



Pedagang Kaki Lima
Juga Ada
Yang Nonton Futsal
Juga Ada
Bedanya, aktifitas di luar ruangan pada saat musim dingin seperti ini semua orang memakai jaket tebal dan wanitanya memakai sepatu boot tinggi berbulu dan hangat. Bah, Arab udah ada musim dingin ?, Masha Allah !!!...kiamat deh ?. Tenang, tenang saudara saudaraku di tanah air. Di  Arab juga ada musim dingin. Puncak musim dingin bisa mencapai 0 Deg C.  Di negara negara Arab yang bergunung gunung tinggi juga bersalju saat musim dingin. Lihat link Tempat Tempat Bersalju Di Arab Dan Sahara ini kalau ingin tahu ski resort di negara negara Arab

Duduk Duduk Sambil Memandang
Liberation Tower

Sedang Nggelar Meja
Kursi Dan Persiapan BBQ
Aktifitas luar ruangan yang dilakukan penduduk Kuwait sangat bermacam macam. Ada yang sekedar jalan jalan bersama keluarga, olah raga futsal, basket ball, tennis atau sekedar duduk duduk melamun sendiri atau ngobrol bersama keluarga, saudara atau teman. Sama halnya dengan orang Indonesia, yang remaja seringkali berkelompok dan mejeng. Kalau ada cewek melintas langsung suat suit iseng. Ceweknya juga pura pura cuek. Bedanya, kalau cowok Arab lebih terkendali, nggak ada yang berani jahil dan langsung salaman ngajak kenalan. 


Nunggu BBQ Siap Sambil
Memandang Laut

Nonton Air Mancur
Di Scientific Center
Satu hal yang tidak akan dijumpai di Indonesia, yaitu penduduk Kuwait kalau rekreasi di taman taman kota malam hari, ribetnya bukan main. Meja, kursi, sepeda anak anak, bola, alat pemanggang dan semua bahan bahan makanan dibawa semua dari rumah. Misalnya satu keluarga berisi 8 orang, maka perlu tiga sampai empat mobil dikerahkan untuk mengangkut semua perlengkapan.. Yang tidak mau ribet juga ada, umumnya mereka klesetan diatas rumput sambil bakar bakar ikan, sosis atau daging. Baunya, wuah bisa bikin lapar tujuh hari tujuh malam.


Ahmadi Saat Malam Hari

Baca Juga :


Main Bola Basket
Cari Keringat Biar Makan Banyak


Suit Suit, Remaja Kuwait
Mejeng. Cantik Cantik Juga

Sabtu, 04 Januari 2014

Murah Meriah Di Factory Outlet Kuwait

Tinggal Pilih ..Tinggal Pilih...
Murah.. Murah..!

KD 1 Dapat Satu Bundel
Orang Jakarta setiap akhir pekan selalu berbondong bondong ke Bandung atau Bogor. Semua satu tujuan, wisata belanja mborong semua barang di toko toko yang ada embel embel nama 'Factory Outlet'. Laris manis, dan sudah tak terhitung lagi berapa banyak toko di tanah air yang pakai embel embel nama 'Factory Outlet' di papan nama tokonya. 




Beda Definisi Antara India
Dan Indonesia
Di Kuwait, saya kenal istilah 'Factory Outlet' dari seorang India. Yang namanya 'Factory Outlet' ternyata sangat lain dan bahkan bertolak belakang artinya. Lihat saja gambar gambar pada tulisan ini. Istilah 'Factory Outlet' ini mungkin hanya dimengerti India/Bangladesh saja. Sama sama seru dan murah meriah. Produknya bukan busana siap pakai, busana cacat pabrik atau busana untuk menghabiskan stock yang tak terjual, tapi hanya berupa potongan kain berbagai macam motif dan ukuran saja. Dua atau tiga lembar potongan kain berbagai macam corak dan ukuran, cukup diikat dengan gelang karet menjadi satu bundel dan dihargai KD 1 per bundel. Penjualnya dari India atau Bangladesh. Mereka keukeuh mengatakan dagangannya benar benar 'Factory Outlet'. 

"Yes Mam, believe me, all of this Textiles are factory outlet". 


Tas Jinjingnya Gaya Juga Bro..
Bahasa Inggris "Paris Gallery Textile Co" Kuwait
Factorynya Low Profile, Cukup Tas Kresek

Jadi mikir saya, 'Factory Outlet' kalau versi India dan Bangladesh berarti artinya 'Buangan Pabrik' bukan seperti definisi yang saya pahami di Indonesia saat ini. Setahu saya di tanah air artinya 'Showroomnya Pabrik' atau 'Showroom Barang Afkiran Pabrik'. Sangat bergengsi sekali kalau keluar dari 'Factory Outlet' di Bandung atau Bogor, pintu mobil dibukakan, tas tentengan belanja dari kertas warna coklat 'ecofriendly' dan ada tulisan nama nama kota seluruh dunia : 


"De Senza Bandoeng Factory Outlet
London - Paris - New York"


Dania Al Saada Factory Outlet
Karachi - New Delhi - Kuwait

Factory Outlet India Di Kuwait
Ketika saya tanya penjualnya, saya dapat penjelasan cukup detil. Textile Factorynya memang berada di Bangladesh dan India. Produk produk busana siap pakainya dieksport kemana mana, termasuk yang saat ini dijual di Mall Mall Kuwait. Tapi bagaimanapun juga, tetap ada rasa bangga saat saya keluar dari Factory Outlet di Kuwait ini. Tas yang saya bawa keluar dari Factory Outlet Kuwait juga ada tulisan nama kota diseluruh dunia, bahasa Inggris seperti halnya tas tas dari Factory Outlet Bandung dan Bogor, bahkan ada tulisan bahasa Arab juga disebaliknya.


"Paris Gallery Textile Co, Kuwait 
Open : 10:00 AM - 20:00 PM
Kumar - Phone +965 9787xxx
Exported Quality - Bapu Bazaar 2nd Floor-L17 , Udaipur India"


Tinggal nambahin saja, Singapore - London - New York. Cuma, sayangnya kok berupa tas kresek warna biru. Kurang ecofriendly gitu lho maksud saya ...:)


Selasa, 31 Desember 2013

Ngonthel CoBi Di Berlin, Jerman

Becak Unik Berlin
Semua Penumpang Ikut Nggenjot

Pernah dengar sepeda unik yang bernama CoBi ? Saya menemukannya di Berlin, Jerman. CoBi singkatan dari Conference Bike, sebuah sepeda yang memungkinkan orang buta untuk mengayuh sepeda keliling kota tanpa harus was was ketabrak kendaraan lain. CoBi ini bisa dikendarai oleh 7 orang sekaligus dengan posisi saling berhadap hadapan dan melingkar seperti layaknya orang yang sedang meeting.


Nggak Seru Kalau Nggenjot Sendiri

Satu orang bertindak sebagai pengemudi. Penciptanya Eric Staller seorang seniman kelahiran New York dan karena sangat effektif untuk mengurai kebekuan dalam suatu meeting, maka banyak perusahaan yang memakai sepeda unik tersebut untuk sekedar diskusi masalah masalah krusial di perusahaan.

Asyik, Bisa Ngonthel Sambil Ngobrol

Saat ini sudah lebih dari 300 unit CoBi terjual di 18 negara dan umumnya digunakan oleh perusahaan untuk Corporate Team Building. Contohnya adalah Google Campus di California. Di Berlin, CoBi disewakan untuk umum, terutama turis. Tempat ngetemnya di taman sekitar Brandenburg Gate.

Gotong Royong Ngonthel Di Berlin

Kalau ada dua  atau tiga orang sedang berdiri didekat sepeda tersebut, dekati saja, biasanya mereka cari teman agar seluruh sadel bisa terisi penuh. Nggak rame kalau yang nggenjot cuma dua atau tiga orang saja. Tapi jangan lupa, kalau gabung mereka patungannya bayarnya sama rata atau nggak ?. Orang Eropa terkenal pelit, apalagi Belanda. Jangan jangan anda disuruh bayar, dan si bule tadi cuma nggenjot doang. 


Designnya Cukup Unik
Bisa Sambil Ngopi

Ayo Genjot Terus


Nunggu Orang Lewat Yang Mau Diajak
Patungan Naik CoBi

Baca Juga :

Rabu, 25 Desember 2013

Rahasia Sungai Dan Dam Gaza Yang Bikin Heboh

Nahal Betzet Israel
Source : Nahal Betzet - Wikipedia
Betzet River Bahasa Indonesianya Got Betzet


Nahal Poleg Israel
Source : Nahal Poleg - Wikipedia
Kering Saat Musim Panas
Tahun ini, genap 7 tahun saya 'blusukan' di negara negara Arab atau Timur Tengah. Negara Arab ada sekitar 40 negara besar dan kecil, tetapi memang belum semua negara pernah saya kunjungi. Meskipun begitu, sudah cukup bagi saya untuk memahami keadaan alam, budaya dan paling tidak mengenal kota kota besar dan kecil di negara negara Arab. Latar belakang saya sebagai wartawan cukup membantu saya dalam berinteraksi dengan penduduk lokal. Secara garis besar bisa saya simpulkan bahwa ada ketidaksamaan persepsi atau istilah antara orang Arab dan Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari berita berita tentang Timur Tengah yang bertebaran di tanah air;


Nahal Kziv Israel
Source : Nahal Kziv - Wikipedia
Kata Orang Arab Ini Kziv River


Nahal Sorek Israel
Source : Nahal Sorek - Wikipedia
River Ala Arab Ya kayak Ini
Contoh nyata adalah pemahaman wartawan dan penulis Indonesia tentang River dan Dam yang sering ditulis di media Arab. Berbagai koran berbahasa Arab dan Inggris di Timur Tengah memang gencar memberitakan tentang Banjir di Gaza. Media berbasis Islam mendramatisir berita seolah olah Dam jebol karena terkena rudal Israel. Media lain yang juga cukup ekstrim mengatakan Dam dibuka Israel dengan sengaja untuk membanjiri Gaza. Wartawan / penulis sangat yakin hakkul yakin karena berita diambil dari Al Arabiya, Arabnews atau media lain dengan nama media ARABxxxxx. Pokoknya kalau ada media dengan nama Arab didepannya pasti benar. Yang menyangkal kebenarannya dianggap tidak seiman, Antek Yahudi. Kafir. Dajjal, Setan atau yang lainnya.


Saya pernah mengoreksi salah satu tulisan tentang banjir di Gaza di Islampost dan VOA Islam. Ternyata akibatnya fatal, pembacanya galak galak,  saya dituduh Setan Yahudi. Padahal apa yang saya katakan benar. Saya hanya menjelaskan definisi dam/river antara orang Arab dan Indonesia jauh beda dan saya sarankan agar jangan dipahami/diterjemahkan bulat bulat. Di Gaza yang namanya Dam bisa roboh hanya ditendang dengan kaki karena cuma gundukan tanah. Nggak perlu rudal, cukup cangkul bisa jebol. Banyak disana :).

Gaaton River Israel
Source : Gaaton River - Wikipedia
Ini River Atau Selokan

Ayalon River
Source : Ayalon - Wikipedia
Selokan Kota = River
Sebenarnya, inti masalah kenapa tiba tiba comment saya di Islampos atau VOA Islam dibalas dengan 'Setan Wahyudi :)' adalah pemahaman penulis Indonesia mengenai definisi 'River' dan 'Dam' yang tertulis di media media Arab. River diterjemahkan sebagai Sungai dan Dam diartikan sebagai Bendungan. Padahal, bagi orang arab kalau ada air mengalir sedikit saja langsung disebut River dan kalau ada tanah atau bangunan yang menghalangi aliran air maka sering menyebut dengan istilah Dam, nggak peduli besar atau kecilnya.


Di semua negara Arab, hujan lebat selalu terjadi menjelang musim dingin saat udara dingin dari kutub bertemu dengan udara panas dari gurun, maka terjadilah Kondensasi, selanjutnya terjadi hujan lebat. Sama halnya dengan Pintu Air Manggarai, kalau permukaan air semakin tinggi, maka pintu air akan dibuka dan akibatnya akan membanjiri istana negara dan pusat kota Jakarta. Kejadian seperti inilah yang terjadi di Gaza dan dilakukan oleh pegawai pintu Air yang jelas jelas orang Yahudi Israel. Jelas air akan membanjiri kota kalau pintu air dibuka karena kota kota di Timur Tengah sangat minim sekali saluran air, selokan atau got. Beda dengan di Indonesia, semua kampung didepannya selalu ada got dan saluran air limbah rumah tangga. Buat apa harus banyak dibuat got, hujan saja paling cuma 2 hari dalam setahun.

Nahal Tanimin Israel
Source : Nahal Tanimin - Wikipedia
Kubangan Air, Kalau Musim Panas Airnya Hilang

Lakhish River Israel
Source : Lakhish - Wikipedia
Selokan Kayak Gini = River
Mengenai River dan Dam yang ditulis di media Arab memang benar adanya. Tetapi kalau diterjemahkan letterlux kedalam bahasa Indonesia menjadi 'Sungai' dan ''Bendungan', menurut saya jadi salah dan fatal karena bagi orang Indonesia Sungai itu sebesar Sungai Kapuas dan Bendungan itu sebesar Jatiluhur, apalagi ada bumbu bumbu politik dan agama. Yang tepat, River itu setara dengan got kalau di Arab dan Dam setara dengan pintu air bahkan lebih kecil lagi. Di Arab sini jarang sekali hujan, sehingga Got atau Selokan kecil saja orang Arab menyebut sebagai River. Akibatnya apa, kalau media Arab membuat judul "Israel Opens Dams Flooding Gaza Strip Near Deir Al Balah" diterjemahkan bulat bulat dan sama persis menjadi 'Israel Membuka Dam Dan Membanjiri Gaza Strip Dekat Deir Al Balah' maka tentu akan menimbulkan kemarahan banyak orang. Nggak ada Dam disana.


Di Timur Tengah sini yang layak disebut Dam hanya Aswan di Mesir dan Dam yang membendung sungai Euphrats dan Tigris di Turkey dan Irak. Yang lainnya cuma Got, Selokan dan Pintu Air saja. Kalau ada penulis atau wartawan Indonesia menterjemahkan bulat bulat, artinya dia tidak tahu apa yang ditulis benar atau salah. Silahkan melihat sungai sungai pada photo diatas. Sengaja tidak saya tampilkan photo photo saya karena photo saya nggak ada airnya sama sekali. Kering saat diambil musim panas tahun lalu.


River Alexander Israel
Source : Alexander Stream - Wikipedia
River Kayak Gini Diterjemahkan Sebagai Sungai

Jadi, kalau pintu air manggarai dibuka oleh penjaga pintunya yang asli Betawi, perlukah seorang wartawan mencantumkan negara dalam beritanya dengan membuat judul "Indonesia Membuka Dam Umtuk Membanjiri Kota Jakarta Di Manggarai". Tentu tidak, itulah yang terjadi dengan berita berita tentang dunia Arab terutama Palestina/Israel. Dam di Arab hanya seperempat pintu air Manggarai, rasanya terlalu berlebihan sekali kalau kejadian wajar disangkut pautkan dengan politik dan agama. Si tukang pintu air hanya menjalankan tugas.