Selasa, 17 Desember 2013

Ngetest TOA Di Masjid Kuwait

Test... Test...Satu Dua Tiga Test...Test
Sound Check..One Two Three Sound Check
AllaaaahhuAkbar, AllahuAkbaaaaar !!!!!


"Satu Dua Tiga Test... Test..Satu Dua Tiga..".

Ini kata kata yang biasa dan sering kita dengar di Indonesia saat tehnisi organ tunggal sedang ngetest sound system saat ada acara kondangan di kampung kampung.


Masjid Lagi
Dimana Mana Masjid

"Sound check.. One Two Three...Sound check".

Yang ini juga sering kita dengar kalau kita nonton Live Music Metalica atau band bule apapun dimanapun diseluruh dunia. Kalau di Kuwait, kalimat apa yang diucapkan saat ngetest sound system ? Ternyata lain negara lain juga cara ngetest dan kalimat yang diucapkannya.



Masjid Kabeer
Masjid Agung Kuwait


Seperti biasa setiap hari Senin dan Kamis saya puasa Sunnah. Karena sudah rutin dan ada keinginan agar badan bisa langsing kembali seperti saat masih gadis remaja dulu, maka saya selalu nggak pernah sahur. Tapi sial, hari ini aktifitas luar rumah saya kebanyakan. Dari pagi mondar mandir antar jemput anak, ke embassy dan nglayap kemana mana. Akibatnya, rasa haus sangat luar biasa menyerang tenggorokan meskipun hari ini sedang musim dingin di Kuwait.


Bubaran Jumatan


Seperti biasa menjelang maghrib segala macam makanan dan minuman segar yang 'terbayang bayang' siang tadi saya kumpulkan semua diatas meja. Saya siapkan juga menu spesial berbuka puasa berupa Kurma. Puasa sendiri, nyiapin sendiri dan makan sendiri.


Bubaran Sholat Jumat

"AllahuAkbar... AllaaaahuAkbar......".

Terdengar suara Adzan keras sekali karena memang di sekitar rumah saya banyak sekali masjid. Hampir setiap 200 meter ada Masjid baik itu masjid Syiah atau Sunni. Rumah saya dikelilingi 3 masjid Sunni dan 1 masjid Syiah. Karena rasa haus yang luar biasa, langsung saya sikat satu gelas air putih untuk membasahi tenggorokan. Legaaaa, sebutir korma juga saya ambil. Tapi ada yang aneh, suara adzan tiba tiba berhenti dan  nggak ada kelanjutannya.

"Lho mas, adzannya kok mandeg ?"


Suasana Didalam Masjid
Saat Sholat Jumat


Tak seberapa lama terdengar kembali suara adzan "AllahuAkbar... AllaaaahuAkbar......", tapi kali ini suaranya menggema pakai echo, dan setelah itu berhenti kembali dan terdengar suara percakapan dua orang pria pakai bahasa Arab. Saya tidak tahu sama sekali apa yang diucapkan, rasanya semua orang Arab kalau ngomong, marah, berdoa atau dzikir nada dan tekanan suaranya sama saja.

"Lho mas, adzannya kok disisipi dzikir ?"

"Biarkan saja dik, barangkali masjid belakang rumah kita hari ini dipakai 'Aliran  Lain'".


Pakai Echo Dan Delay
Biar Lebih Merdu


Beberapa menit setelah Preview Adzan diulang ulang, terdengarlah Adzan versi lengkap, anggap aja Full Package dengan effect echo dan delay, komplit..plit..plit dan enak ditelinga. Artinya, inilah saat buka puasa yang sebenarnya. Yang 'Preview' tadi  cuma ngetest TOA dan sound system ala Arab. 


Baca Juga :

Kamis, 12 Desember 2013

Pasar Utrecht, Ora Canggih Blass !

Pasar Utrecht Centrum
Bedanya Cuma Ada Pedagang Keju Saja

Melalui blog ini saya pernah ajak anda ke Pasar Albert Cuyp Amsterdam dan juga ke Pasar Arnhem dekat Esebius Church, Arnhem Centrum. Nah sekarang anda saya ajak jalan jalan ke Utrecht, tepatnya di Utrecht Centrum. Kalau anda belum pernah ke Belanda tentu bayangannya sebuah pasar di Eropa adalah modern dan canggih. Eropa gitu lho masak kalah canggih dibanding pasar pasar di Indonesia.

Pasar Utrecht
Sama Dengan Di Indonesia

Ternyata salah besar, pasar pasar di Belanda relatif sama saja dengan di Indonesia. Belanda pernah 350 tahun di Indonesia sehingga ikut andil memberi bentuk pasar pasar tradisional di Indonesia dan juga meletakkan dasar dasar tata kota dan segala macam hukum dan irigasi kota.


Perjalanan Menuju Pasar Utrecht Centrum
Sebenarnya Nggak Ada Bedanya Dengan Suasana Pasar
Di Indonesia Cuma Udara Disini Dingin Saja

Kalau anda melihat sungai sungai di kota Tua Jakarta, susah sekali membedakannya dengan di Belanda. Perbedaan yang mencolok adalah yang di Belanda ada airnya sedangkan di Jakarta ada sampahnya. Yang benar benar sama persis adalah Stasiun Kereta Api, baik di Belanda maupun di Indonesia bentuknya nyaris sama dan selalu berdekatan dengan tempat prostitusi. Contohnya kawasan Red Light di jalan Damrak  Amsterdam. Letaknya hanya beberapa langkah dari Central Station Amsterdam. Mengingatkan saya dengan tempat prostitusi Pasar Kembang disamping Stasiun KA Yogya atau Saritem dan kawasan jalan Kebon Jati di Stasiun KA Bandung.


Ramai, Nggak Ada Bedanya
Dengan Pasar Di Kampung Ane

Losmen losmen atau hotel kecil juga bertebaran disekitar Central Station Amsterdam. Rel Kereta Api juga sama saja, di Belanda rel KA juga membentang berdampingan dengan jalan raya, mengingatkan saya akan rel rel kereta api yang menghubungkan Surabaya - Sidoarjo atau Tegal - Kendal.

Jajanan Pasar Londo
Kembali ke pasar pasar di Belanda, anda bisa melihat sendiri seperti apa bentuknya melalui photo photo diatas. Silahkan mengomentari, canggih atau tidak pasar Utrecht ini. Bagi wanita terutama saya, rasanya seru sekali berada dipasar dan cukup menyenangkan bisa tawar menawar harga dan berinteraksi dengan pedagang. Tidak sedikitpun saya merasa canggung untuk tawar menawar atau bertegur sapa dengan pedagang dan ibu ibu yang sedang belanja.


Gini Gini Eropa Bro
Kosakata bahasa Belanda banyak yang sudah menjadi bahasa Indonesia dan bukan hambatan berarti kalau  sekedar ngomong di pasar. Apalagi, orang Belanda banyak yang ngerti beberapa  kata bahasa Indonesia. Di Pasar Utrecht ini saya paling sering memaksa pedagang Belanda mengeluarkan semua kosakata bahasa Indonesia yang diketahuinya. Dan keramahan orang Belanda nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Beda sekali dengan orang Jerman yang begitu jaim dan kadang nggak enak diajak ngomong.

Yang Belanja Banyak Bapak Bapak Juga

"Say it in bahasa, no bahasa no pay"

Saya tunggu lamaaaa sekali, akhirnya setelah ngeden sekitar 3 menit muncul juga kata kata bahasa Indonesia.

Banyak Orang Tua Juga

"Kerupuk, seven Euro"
"Boentjis, enaaak , half kilogram!!!"
"Sambal pedaaas", tapi yang disodorkan cabe merah.
"Bakmi Jawa", yang disodorkan mie instant
"Kecap Maniiiiis, Maniiiis", tapi cuma ngomong doang karena memang pedagang yang saya kunjungi ini nggak jual kecap. Tapi berkali kali pedagang tersebut ngucapin kata Manis... maniiissss, kayaknya hidung saya jadi kembang kempis. Berkali kali hidung saya pegang, rasanya jadi besar sekali. Pedagang tersebut tampaknya ngerti bener bahwa pembeli yang dihadapinya memang benar benar  manis. Ge-Er dikit sih, maklum baru pertama kali ketemu "Tom Cruise" yang berani menggoda dengan kata "Manis" berkali kali.


Segala Macam Kebutuhan Sehari Hari Ada

Orang Belanda Kalau Belanja
Seluruh Isi Rumah Ikut Ke Pasar

Tawar menawar Juga

Pengunjung Pasar Macam Macam

Keju Belanda, Enak

Baca Juga :

Sabtu, 07 Desember 2013

Kere Jerman

Salah Satu Sudut Kota Berlin
Kalau Sampai Nggak Ketemu Pengamen Kebangeten

Berlin adalah kota besar dengan segala permasalahan yang relatif sama dengan kota Jakarta. Copet ada, maling sepeda dan mobil juga ada, gembel jelas ada, pengamen juga ada. Yang kaya raya banyak, kere juga banyak. Pokoknya komplit....plit....plit. Apa yang saya saksikan sehari hari di kota besar ini seringkali dibantah dan yang membantah semuanya orang Indonesia. Kayaknya nggak rela gitu lho. Saya tidak tahu apakah mereka membantah habis habisan karena suaminya orang Jerman, merasa paling tahu Jerman karena pernah tinggal/sekolah di Jerman atau 'keracunan' berita berita di tanah air yang selalu memuja muji Bule Eropa karena di tanah air selalu muncul di TV Entertainment saat menikah dengan artis cantik terkenal. Yang jelas ada rasa tidak terima kalau saya tunjukkan bukti autentik photo photo gembel Berlin dan kota kota di Eropa. Rasanya mereka lebih bisa menerima kalau 'kere' hanya ada di Indonesia saja dibanding kota kota Jerman.

Ngamen Sambil Pegang Bendera Komunis Dan Kapitalis
Photo Harus Bayar Dihitung Per Jepretan
Jenis Kamera DSLR Atau Handphone Tarifnya Beda

Contohnya adalah pengemis, kalau ngemis sampai 'ndelosor' di trotoar dan menghalangi pejalan kaki. Pengamen, bentuk dan cara ngamennya macam macam yang pernah saya temui di kota Berlin saja. Apakah pengamen ini termasuk kere ?. Ya jelas, buktinya kalau ada patroli polisi lewat mereka lari terbirit birit. Pengamen khusus turis saja yang cukup tenang kalau ada polisi lewat. Sangat tenang sekali karena pengamen tersebut memakai seragam militer tempo dulu dengan pangkat dan tanda jasa menempel di dada dan pundak. Mungkin pak Polisi kalah wibawa dengan Jenderal yang bawa bendera US dan Russia seperti gambar diatas. Kalau Jenderal saja ngemis, siapa yang berani menangkapnya.

Semua photo gembel gembel Eropa selengkapnya bisa dilihat pada link dibawah. Awas, jangan dibawa ke Indonesia, bisa jadi bintang film dan rebutan artis !!!


Sirkus Jalanan Di Berlin
Hati Hati Ketabrak Mobil Mas ....

Pengamen jalanan sering terlihat di perempatan jalan. Pengamen ini 'sangat presisi' sekali, dia tahu kapan lampu merah menyala, kapan mulai ketengah jalan melakukan atraksi lempar bola atau botol dan kapan mulai jalan kemobil mobil yang berhenti sambil menadahkan topinya untuk menampung uang. Berhari hari saya mengamati pengamen di perempatan perempatan jalan di Berlin dan saya langsung bisa menyimpulkan bahwa orang Jerman pelit dan jarang yang mau memberi uang. Mobil mobil yang melintaspun tidak sebanyak mobil di Jakarta, jadi saya langsung bisa memperkirakan penghasilan sehari ngamen di Jerman nggak ada apa apanya dibanding di Jakarta. Untuk makan sehari saja rasanya nggak akan cukup. Jelas enakan di Jakarta, mobil yang melintas banyak, penduduknya sangat sosial dan mudah memberi sedekah dan pantas sekali kalau di Jakarta seorang pengemis bisa punya penghasilan Rp 25 juta.


Pingin tahu tentang dana sosial di negara negara Eropa ? Baca Kenapa Artis Indonesia Kawin Cerai dan Social Dienst, Nganggur Aja Dibayar

Lihat Betapa Sosialnya Orang Indonesia
Yang Memberi Sedekah Di Berlin Ini

Banyak Komentator Yang Ngeyel Mengatakan
Di Eropa Nggak Ada Pengemis
Kalau Lewatnya Di Jalur Wisata Mana Bisa Melihat
Gembel Dan Keadaan Yang Sebenarnya

Baca Juga :

Kamis, 05 Desember 2013

Serba Butut Di Lapak Pemulung Belanda

Kringloopwinkel - Plattenburg
Gaya Dulu Ah... Gini Gini Belanda Bro..

Bosan dengan photo photo pemandangan bagus Europe di majalah majalah pariwisata ?. Lihat saja photo photo butut dibawah ini, tanpa ada rekayasa dan memang bener bener butut. Photo pariwisata memang harus bagus dan punya nilai artistik tinggi, tapi seringkali 'nggedabus' dan belum tentu sesuai dengan kenyataannya.

Pot Bunga Bekas
Masih Mahal Asli Dari Indonesia

Nah tulisan dan photo photo ini juga di Europe, tepatnya di Belanda. Nggak ada turis yang mau 'blusukan' ketempat seperti ini karena memang letaknya jauh dari obyek obyek wisata terkenal di Belanda. Hanya turis 'gendeng' saja yang mau datang ke tempat seperti ini karena memang tempat ini hanyalah sebuah tempat pengepul dan penjualan barang bekas. Tidak ada dalam brosur brosur pariwisata. Tour guide asli 'Londo'pun kemungkinan besar juga tidak tahu lokasi toko 'rombeng' semacam ini.

Pecah Belah Bekas Juga Ada
Tinggal Pilih, Murah Meriah Beli 3 Gratis 1

Toko barang loak ini bernama Kringloopwinkel, Platenburg di Arnhem. Buka setiap hari antara jam 10:00 sampai jam 17:00. Kalau di Indonesia barangkali setara dengan lapak penampungan barang bekas dari pemulung. Bedanya, bagian dalam lapak pengepul barang bekas Belanda ini lebih bagus dan rapi karena dipakai untuk memajang barang barang bekas yang kira kira masih 80 % - 90 %.

Asal Tumpuk
Pemulung Bule Ternyata Sama Saja

Tetapi bagian luarnya sangat semrawut. Barang barang bekas ditumpuk sesukanya dan tercium bau 'prengus' khas barang bekas pakai. Anda bisa datang untuk menjual barang apapun dan juga membeli kalau ada yang tertarik.

Jam Jadul Jaman Kakek Nenek Masih Remaja


Mulai kotak sabun, CD, elektronik sampai furniture semua ada. Barang barang yang dijual tidak ada yang dibersihkan terlebih dulu, dipoles atau didandani agar menarik. Pokoknya asli seperti apa adanya saat barang tersebut diterima dari pemiliknya.

Ada Juga Piala Bekas

Cita rasa seni untuk menata barang tidak ada sama sekali, maklum pengepul barang loak ini sudah cukup tua dan saat saya datang tidak ada sama sekali yang membantu menjaga lapaknya. Katanya sih dibantu anaknya, tapi beberapa kali saya datang ke tempat ini belum pernah melihat ada orang lain yang ikut membantu si bapak tua.


Radio Jadul Diatas Masih Bunyi

Meskipun si bapak pemilik toko rombeng ini seumuran bapak saya, tapi pengamatannya tajam sekali. Baru beberapa menit saja saya datang dan melihat lihat, dia sudah tahu selera saya. Langsung saya ditunjukkan tempat tempat perlengkapan wanita. Mulai dari sepatu, tas sampai perhiasan wanita semua ditunjukkan.

Orang Belanda Memang Pelit
CD Kok  Di Jual

Barangkali karena jengkel saya cuma lihat lihat dan tanya melulu, si bapak akhirnya menyerah meninggalkan saya sendirian. Terakhir sebelum saya pulang, si bapak tua malah menawar semua barang yang sedang saya pakai. Tas, gelang, jam dan sepatu yang saya pakai semua ditawar murah. Sembarangan saja, emangnya saya pulang 'nyokor' nggak pakai sepatu ?

Pot Keramik Dan Tanah
Berbagai Ukuran, Tinggal Pilih

Pecah Belah Dan Botol Bekas
Asal Tumpuk Saja

Furniture Masih Bagus Bagus

Buku Bekas Peminatnya Banyak Juga

Buku Buku Rata Rata Masih Bagus

Londo Depan Saya Ini Lagi BU
Sedang Jual Printer Dan Laptop

Baju Bekas Dan Telpon Jadul

Baju Bekas Ukuran Bule
Mana Ada Yang Cukup, Badan Ane Kecil Sekali


Baca Juga :

Sabtu, 30 November 2013

Apa Isi Masjid Di Kuwait

Masjid Kuwait Bagus Bagus
Renovasi, Perawatan, Imam Dan Garim Masjid
Semua Dibayar Pemerintah

Suami saya pernah mengajak kawannya seorang Kuwaitis ke Indonesia. Tentu diajak keluar masuk Masjid juga saat memasuki jam shalat. Ketika ditanya kesan kesannya di Indonesia, ternyata jawabanannya cukup mengejutkan dan tidak pernah saya memikirkan sama sekali sebelumnya. Yang pertama, mereka sangat terkesan sekali dengan kotak amal yang diedarkan dari depan sampai belakang dengan cara digeser kesamping. Saat kotak amal tersebut terhalang oleh seseorang yang sedang shalat, maka rekan Kuwaitis tersebut sempat kebingungan.

'Saya pegang kotak amal tersebut lama sekali, karena uang dalam kotak cukup banyak saya khawatir ada yang curiga. maka saya masukin saja uang kertas terus menerus sampai sebelah saya selesai shalat'

Kesan lain yang mengesankan Arab adalah tirai warna warni yang memisahkan wanita dan pria di bagian belakang atau samping. Di Masjid Kuwait nggak ada tirai pemisah dari kain korden seperti ini. Di Masjid masjid Kuwait, wanita memiliki ruang shalat tersendiri dan pintu masuk yang berbeda.


Dibandingkan dengan masjid masjid di tanah air, masjid Kuwait memang beda sekali terutama isi bagian dalamnya. Baik masjid Sunni maupun masjid Syiah di Kuwait isinya relatif sama saja. Di Kuwait populasi penduduknya kira kira 60 - 70 % Sunni dan 30 - 40 % Syiah sehingga dalam hal 'kesasar' masuk ke masjid Syiah merupakan hal yang biasa. Di Kuwait tidak ada gesekan apapun antara kedua mazhab tersebut seperti halnya di tanah air. Semua tempat ibadah dibiayai negara baik untuk renovasi gedung, perawatan harian atau menggaji imam dan garim masjid. Tidak hanya masjid, gereja kristen juga sama saja dibiayai negara.

Baris No 1 Diberi Tembok Pemisah
Sebagai Sandaran Dan Rak Buku Didepan Sendiri


Secara umum isi masjid masjid di Kuwait adalah :

  • Rak Buku
  • , Rak buku ini terletak didepan sendiri, nempel tembok membentang disebelah kiri dan kanan mimbar. Isinya tentu saja Al-Quran dan beberapa landasan kayu untuk baca Al-Quran.
  • Sandaran atau tembok setinggi setengah meter terletak di baris paling depan. Kebanyakan dilapisi busa empuk seperti layaknya jok mobil. Gunanya jelas untuk sandaran saat baca quran atau menunggu waktu sholat. Tidak perlu cari pilar kalau hanya untuk bersandar.
  • Kursi, saat pertama kali masuk masjid di Kuwait saya sempat terkejut karena melihat banyak sekali kursi. Ini masjid baru saja dipakai kondangan atau apa kok banyak sekali kursi. Ternyata saya salah mengerti, kursi kursi tersebut dipakai oleh orang tua atau siapa saja yang sakit atau cacat dan kesulitan untuk rukuk dan sujud.
Kursi Di Dalam Masjid
  • Cermin. Di tanah air sering kan kita mendengar atau membaca kata kata 'Sudah Rapikah Anda ?' saat mau masuk ke masjid. Percuma saja ditulisi besar besar seperti itu karena karena di masjid Indonesia tidak ada alat yang bisa digunakan untuk melihat kerapian diri sendiri. Di Kuwait, nggak perlu slogan seperti itu, langsung saja dipasang cermin di dekat pintu masuk masjid.

Cermin Selalu Dekat Pintu Masuk
Udah Ngganteng Dan Rapi Belum ?

  • Kulkas, surprise !!! ada coca cola, pepsi, juice buah dan air putih dingin. Boleh nggak kita minum ? Silahkan saja, semuanya gratis. Tetapi meskipun gratis, jarang sekali orang yang mengambil kecuali saat sholat maghrib ada beberapa orang yang minum didepan kulkas tersebut. Mungkin mereka puasa sunnah dan sedang berbuka puasa saat itu.
Kulkas, Mau Minum Apa Coca Cola
Pepsi Atau Air Putih Dingin, Semua Gratis
Iklan Belajar Bahasa Arab Juga Gratis
  • Air Layak Minum. Yang nggak doyan air dingin dari kulkas juga tersedia filtered water dengan kotak stainless steel yang sangat mencolok mata. Sangat segar dan lebih sehat dibanding dengan minuman kaleng didalam kulkas.
Air Minum Bagi Yang Tidak Suka Dingin
Dan Banner Iklan
  • Banner Iklan
  • . Iklan dan promosi tidak diletakkan diluar atau di halaman masjid, tetapi berada didalam masjid. Biasanya iklan belajar baca Quran atau semacamnya. Terkadang bukan berupa banner tetapi brosur kertas atau selebaran yang diletakkan diatas meja atau dibagikan saat selesai sholat. Banner ini sengaja diletakkan didalam masjid karena diluar seringkali anginnya kencang dan banyak debu gurun.
  • Parfum Arab. Parfum khas Arab ini berwarna putih keruh merupakan campuran dari air dan wewangian dari kayu atau entah apa saya kurang tahu. Tidak lengket ditangan dan meninggalkan noda di baju, tapi baunya tidak tahan lama. Cara pakainya, semprot banyak banyak disekujur tubuh baru terasa harumnya saat keluar dari masjid.
    Parfum Masjid
  • Kahwa (Kopi Arab) Dan Kurma. Tidak setiap hari ada Kahwa dan Kurma, biasanya selalu ada saat bulan ramadhan atau hari besar keagamaan saja. Yang unik, mejapun juga dimasukkan kedalam masjid untuk tempat kahwa hangat dan kurma tersebut.
Tempat Duduk Di Pojok
Tempat Baca Qur'an Sambil Minum Kahwa Hangat

Sebenarnya masih ada yang unik lagi, yaitu di tempat wudhlu. Tissuenya besar sekali dan sampah tissue banyaknya bukan main. Orang Kuwait boros sekali dalam hal menggunakan tissue untuk mengeringkan air sehabis berwudhlu. Kira kira per orang menggunakan tissue sekitar seperempat kilo sekali ambil. Dan yang paling luar biasa, semua orang selalu main akrobat saat berwudhlu. Caranya  kaki diangkat naik wastafel.yang tingginya hampir satu meter. Tempat wudhlu di masjid masjid Kuwait kebanyakan berupa deretan wastafel seperti yang sering kita pakai untuk cuci tangan dan membasuh muka di tanah air. Saat jam shalat, kita bisa menyaksikan puluhan orang menaikkan kaki di wastafel. Nggak cuma di Masjid saja, di kantor, di Mall atau dimanapun juga kalau wudhlu memang harus akrobat kaki dinaikkan ke wastafel.


Contoh Akrobat Wudhlu
Yang Banyak Dijumpai Di Masjid




Baca Juga :