Senin, 11 April 2011

Catatan Umroh 2 : Jalan Panjang Menuju Madinah

Rombongan Umroh Perjalanan Darat
Masyarakat Indonesia Di Kuwait
Segar Bugar Dan Ceria Di Tengah
Perjalanan
Semangat tinggi untuk segera tiba dan beribadah di Madinah sedemikian tingginya sehingga rasa letih dan lelah tidak terasa lagi. Semua kalah dengan ‘Panggilan Allah’ yang sedemikian kuatnya. Baca : Catatan Umroh 1 : 8 Jam Di Border Kuwait Saudi. Dibawah ini akan saya ceritakan hal hal menarik, lucu, aneh dan ajaib sekitar umroh perjalanan darat dengan bus antara border Saudi ke Madinah yang berjarak sekitar 979 Km dan bisa ditempuh dalam waktu 15 jam dengan 4 kali istirahat di tempat istirahat exclusive khas Saudi Arabia yang tidak pernah saya jumpai di Kuwait, Indonesia atau negara manapun yang pernah saya singgahi. Suatu saat nanti kalau ada umroh perjalanan darat dengan onta akan saya ulas juga pengalaman saya dalam blog ini.

Jalan Raya Antara Saudi Border Ke Madinah
Lurus Dan Tak Ada Apapun
Yang Bisa Diceritakan
Jalan raya Saudi tidak selebar jalan raya di Kuwait. Lampu penerangan jalan hampir tidak ada dan gelap kecuali beberapa lampu dari mobil yang berpapasan. Sangat sepi saat kita melintas dan dari hal ini saja saya sudah bisa berkesimpulan bahwa Kuwait lebih glamour dibanding Saudi. Sepanjang jalan tidak ada yang bisa saya ceritakan karena jalan lurus nyaris tidak ada belokan sama sekali dan sepanjang kiri dan kanan jalan cuma gurun pasir datar yang kering kerontang. Kuwait masih lebih hijau dibanding Saudi karena pepohonan masih banyak yang kita lihat terutama farm atau kebun kebun hijau penduduk yang cukup banyak disepanjang highway Kuwait. Dari GPS yang saya bawa, saya bisa mengetahui jarak rumah sakit terdekat, pompa bensin atau lainnya. Semuanya cukup jauh dan menurut saya sangat sulit untuk mendapatkan pertolongan pertama kalau sampai terjadi kecelakaan.

Super Sopir

Ngopi Diatas Kecepatan 100 Km/Jam
Di Jalan Yang Lurus
Sopir bus kita bernama Abu Mohammad, artinya Bapaknya Mohammad. Di dunia Arab sini sudah merupakan hal yang umum dan merupakan kehormatan kalau memanggil seseorang dengan nama anak lelaki sulungnya. Sepanjang perjalanan yang panjang ini beliau tidak didampingi sopir pengganti sama sekali. Selalu tersenyum dan sangat ramah sekali. Bbiasanya orang Arab sangat sulit tersenyum kalau bertemu dengan orang yang baru dikenalnya. Kalau sudah kenal guyon ngakakpun sama saja dengan kita. Pak sopir ini punya keahlian khusus yaitu menuang minuman hangat dari termos yang selalu dibawanya dan diletakkan didekat kakinya saat kecepatan mobil diatas 100 Km/jam tanpa oleng kekiri atau kekanan. Terus terang, perhatian saya selalu terfokus kepada sopir ini, saya benar benar khawatir si sopir ngantuk karena tidak istirahat tidur saat di border.


Pompa Bensin

Pompa Bensin Baru Dan Terbagus
Sayang Belum Ada Yang Digital
Pompa Bensin di Saudi masih sangat jauh ketinggalan jaman disbanding Kuwait atau Indonesia. Dijaman serba digital seperti sekarang ini, meteran pompa bensin masih seperti pompa bensin di Indonesia sekitar tahun 1970 – 1980. Tidak saya lihat satupun sepanjang jalan ke Madinah yang menggunakan meter digital dan kalau mereset meter ke 0 harus dioglek oglek beberapa kali baru bisa nol. Mungkin harus ditendang dulu baru bisa nol. Setiap station pompa bensin jumlah pompanya luar biasa banyak, saya perhatikan rata rata diatas 20 – 40 pompa. Tetapi jumlah mobil yang keluar masuk mengisi bensin cuma beberapa mobil saja sehingga banyak pompa yang tidak difungsikan. Katanya saat musim haji semua pompa akan difungsikan semua.

Restoran

Rumah Makan 'Simpang Raya'nya
Saudi Arabia
Sama dengan di Indonesia, setiap tempat istirahat selalu ada Pompa Bensin, Restoran, Toilet, Bengkel atau Supermarket. Tetapi jangan dibandingkan dengan tempat istirahat di sepanjang tol Jagorawi di Indonesia yang penuh dengan Starbuck, Mc Donald atau restoran franchise yang apik. Di Sepanjang jalan menuju Madinah (dan juga Madinah Mekah) restoran yang ada kira kira dua tingkat dibawah restoran Simpang Raya atau Restoran Pagi Sore disepanjang Lintas Sumatra. Menu makanan sangat terbatas dan soal kebersihan jauh sangat terbelakang. Paling banter menu yang ada adalah Sandwitch, Burger, Nasi Biryani dan Ayam Panggang.



Saudis Yang Tidak Takut Diphoto
Sebagai orang Indonesia kita sudah terbiasa tertawa lebar bersama sama, mondar mandir cicip sana cicip sini saat bertemu dengan kawan satu perjalanan, bergabung dengan keluarga lain satu bus untuk menikmati makanan yang kita pesan. Di Restoran Saudi ternyata membawa malapetaka, kita terutama yang wanita dihardik cukup keras oleh orang Arab agar tidak tertawa cekakakan.




Ramai Ada Yang Marah
Saat Kejepret Kamera
Tidak cuma itu saja, wanita diminta naik kedalam bus kembali dan hanya laki laki saja yang boleh ngantri makanan. Restoran di Saudi umumnya dibeda bedakan antara ruang untuk Laki Laki, Perempuan dan Family.  Kita tidak bisa seenaknya bergabung dengan keluarga lain meskipun berada di ruang Family, kalau nampak cicip sana cicip sini dan main comot makanan keluarga lain langsung diusir keluar restoran. Untungnya orang Arab yang tidak tahu kebiasaan orang Indonesia tadi jumlahnya kalah banyak dengan kita dan kita masih bisa cuek saja makan bersama dengan rombongan Umroh dari Kuwait yang lain.

Restoran Fast Food Baru
Masih Bersih Dan Apik
Entah dalil mana yang dipakai, saat kita photo photoan didalam restoran seorang wanita tiba tiba marah dan minta segera menghentikan jeprat jepret yang kita lakukan. Barangkali dia takut tertangkap kamera karena sedang makan bersama selingkuhannya atau barangkali karena alasan lain yang saya tidak ketahui. Padahal menurut saya tertangkap kamerapun sebenarnya tidak apa apa dan tidak akan ada satu orangpun yang mengetahui karena wanita tersebut yang terlihat hanya matanya saja. Abaya hitamnya sudah menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata saja yang terlihat. Kenapa takut dan marah ?


Toilet

Toilet Terbersih Yang
Saya Temui Di Saudi
Ini yang paling heboh dan membuat perjalanan kita penuh dengan canda tawa sepanjang jalan. Kalau tidak sedang perjalanan Umroh, barangkali kita sudah ngedumel menyaksikan  toilet Arab ditempat tempat istirahat sepanjang perjalanan ke Madinah (dan juga Mekah) ini. Tetapi karena sudah kehendak yang diatas bahwa kita harus berhenti di tempat istirahat semacam ini, maka apapun yang kita temui sepanjang jalan kita ambil hikmahnya dan kita anggap sebagai barokah. Semua pemandangan dan temuan didalam toilet harus kita 'syukuri' dan kita jadikan bahan pembicaraan dan guyonan yang tidak ada habisnya. Ada yang menemukan ‘harta karun’ yang berukuran jauh lebih besar dari orang Arab pemiliknya, ada yang menyebut ‘temuannya’ sebagai ‘isyarat akan datangnya rejeki’  dan ada juga yang mengatakan temuannya didalam toilet sebagai ‘rejeki’ karena tidak semua orang bisa ketemu ‘harta karun’ yang bisa bikin mampet toilet. Pokoknya asal ngomong saja, yang penting gembira dalam perjalanan darat yang cukup jauh ini. Soal aroma, susah untuk ditulis dengan kata kata, yang jelas parfum seharum apapun akan kalah semerbak dibandung parfum asli Saudi ini.


Satu Teko Untuk 'Harta Karun'
Segede Gajah - Pantas Mampet
Kenapa rata rata toilet umum di Saudi joroknya bukan main,  nah jangan tanyakan kesaya. Yang jelas kalau melihat teko untuk menyiram yang tersedia didalam toilet yang ukurannya hanya sekitar 1 liter saja per teko maka jelas tidak akan bisa menggelontor ‘harta karun’ orang Arab yang ukurannya sudah jelas jauh lebih besar dari rata rata bangsa lain. Apalagi kalau benar perkataan seorang kawan yang begitu sumringah ekspresinya saat meneriakkan temuannya ke kita semua yang sedang duduk duduk santai ‘Wuah…. Buesar Sekali Mbak……!!!!!’.



Baca Juga Cerita Aneh Umroh Dibawah Ini:

Jumat, 08 April 2011

Catatan Umroh 1 : 8 Jam Di Border Kuwait - Saudi

Merdeka ! Lolos Pemeriksaan
Dan Stamp Passport
Seru...., 100% seru dan pengalaman yang luar biasa mengikuti perjalanan umroh lewat darat dari Kuwait ke Saudi Arabia. Setiap tahun kita sekeluarga selalu Umroh berangkat dan mengatur perjalanan sendiri dan selalu lewat udara tetapi baru kali ini kami mencoba melalui darat. Baca : Kalau Suami Istri Beda Tinggi dan Umroh Berangkat Dari Kuwait. Perjalanan Umroh ini kami lakukan tanggal 31 Mar - 7 Apr 2011. Tepat jam 14:00 tanggal 31 Mar, kami memulai petualangan perjalanan darat dengan bus bersama rombongan Masyarakat Indonesia di Kuwait. Total 2 bus atau sekitar 80 orang yang berangkat dari segala kalangan masyarakat Indonesia yang bekerja di Kuwait.

Tempat Kumpul
Masjid Indonesia Di Kuwait
Tempat berkumpul rombongan darat dipilih di Masjid Indonesia Di Kuwait, satu satunya masjid di Kuwait yang dikelola oleh masyarakat Indonesia. Masjid ini terletak di Regee sekitar 1.5 jam [179 km] dari perbatasan Kuwait - Saudi Arabia. Tidak semua calon jamaah Umroh saya kenal dan suasana masih terasa kaku meskipun sebenarnya kita sudah pernah bertemu sebelumnya saat manasik. Komunitas Indonesia di Kuwait memang banyak dan besar sekali, sehingga tidak mungkin rasanya kita mengenal satu persatu. Tetapi tidak apa apa, cerita dibawah ini mengakibatkan kekakuan kita menjadi lumer dan seolah kita adalah sebuah keluarga besar yang saling bantu membantu baik saat susah maupun saat lebih susah lagi di border.

2 Jam Di Perbatasan Kuwait

Ruang Tunggu
Salmi Border Kuwait
Perjalanan dengan bus dari Masjid Indonesia Regee ke check point Salmi border Kuwait yang berjarak sekitar 179 km bisa ditempuh hanya 1.5 jam saja. Highway 70 Kuwait yang lebar dan mulus membuat perjalanan begitu nyaman. Tetapi hal ini tidak terlalu lama terjadi, begitu tiba di perbatasan, ternyata proses check passport di pintu keluar Kuwait ini butuh waktu 2 jam !. Waktu yang cukup lama sekali hanya untuk urusan pemeriksaan passport atau stamp passport. Sebagai catatan, system komputerisasi dan database imigrasi Kuwait terbilang canggih. Jangan coba coba melintasi border Kuwait seandainya anda punya tunggakan kredit atau punya catatan kriminal. Bisa jalan kaki kembali ke Kuwait City karena tidak ada taxi atau angkutan umum sama sekali di border ini.


Ngantri Stamp Passport
Cukup Disodorkan Dari Jendela
Pos check imigrasi di perbatasan Kuwait ini menurut saya sangat jauh ketinggalan jaman dibanding border negara lain meskipun system komputerisasi Kuwait terbilang canggih. Negara sekaya Kuwait, bordernya kira kira sama dengan border Singapore-Johor Malaysia 75 tahun lalu, terutama gedungnya. Untuk periksa dan stamp passport, semua penumpang bus harus ngantri diudara terbuka, tidak ada tempat duduk, café atau tempat makan dan minum seperti layaknya sebuah border modern. Sempat terpikir jiwa bisnis saya, seandainya saja diperbolehkan buka usaha ditempat ini, pasti laris manis. Paling tidak jual es dawet, es campur atau semacamnya.



Antrian Paling Belakang
Nyaris Keluar Gate
Beruntung Umroh ini dilakukan bulan April saat udara terasa sejuk di Kuwait. Seandainya dilakukan saat musim panas atau musim dingin, bisa jadi seluruh penumpang bus akan kering atau membeku. Untungnya tidak ada Badai Pasir saat kami ngantri seperti yang terjadi beberapa minggu lalu. Yang cukup parah, gedung tempat pemeriksaan ini rusak parah dan hanya beberapa ruang saja yang digunakan, mungkin gedung check point ini bekas sasaran bom saat jaman perang dengan Irak tahun 1991 lalu. Dimana mana tampak runtuh dan rusak parah. Sangat kontradiksi dengan gedung gedung di Kuwait City yang megah dan gemerlap. Saya jadi ingat Battle Of Khafji yang terjadi tahun 1991 lalu.


Antrian Panjang
Sopirnya Ada Yang Turun Juga
Lebih celaka lagi, proses stamp passport cukup melalui jendela berjeruji. Para pelintas batas cukup menyodorkan passportnya melalui jendela dan apabila proses pengecekan selesai langsung petugas berteriak keras keras 'Jumadi Bin Maksum !!!!!', dan secara estafet pengantri paling depan akan meneriakkan hal yang sama sampai pemilik nama maju kedepan.  Antrian mobil juga tak kalah hebohnya, sopirnya terlihat ada yang seenaknya turun, entah ke kamar kecil atau ngantri stamp passport kurang begitu jelas. Yang saya lihat mobil yang dibelakangnya sibuk memundurkan mobilnya untuk pindah jalur check point yang kosong.


6 Jam di Perbatasan Saudi Arabia

Border Saudi
Periksa Komplit 6 Jam
Hanya beberapa ratus meter dari border Salmi di Kuwait, kita sudah sampai di border Saudi Arabia, sebut saja Al-Khafji border. Gedungnya memang lebih bagus dibanding Salmi tetapi proses birokrasi pemeriksaan sangat tidak effektif dan buang buang waktu. Jauh lebih parah dibanding Kuwait. Total waktu di border Saudi Arabia ini 6 jam !!!. Kalau membawa ketela Pohon bisa jadi tape nih kalau begini caranya. Gedung sebesar ini ternyata tidak saya temukan tempat makan dan minum sama sekali. Yang mudah terlihat cuma penumpang yang mondar mandir kesana kemari. Musholla tersedia dimana-mana, paling tidak kita bisa berdoa terus menerus 6 jam nonstop tanpa henti.



Ruang Pemeriksaan Barang
6 Jam Tidak Diperiksa  Petugas
Sama Sekali
Pertama kali datang, bus diminta parkir dan pak sopir diminta menuju kesalah satu ruang untuk mengambil nomor urut seperti layaknya di klinik kesehatan, dan dapat nomor urut 27. Saat mengambil nomor urut ini sudah sekitar jam 20:00 dan saat itu yang sedang diproses baru nomor urut 12, perkiraan jam 3 pagi baru selesai. Jam 24:00 bus baru diijinkan bergerak menuju pos pemeriksaan. Seluruh penumpang diminta turun dan barang bawaan termasuk yang di bagasi juga harus diturunkan. Semua kopor diminta untuk dibuka, tetapi 2 jam menunggu tidak ada satupun petugas yang datang memeriksa. Kopor kopor yang berjam jam kita tungguin ini memang akhirnya tidak diperiksa sama sekali. Petugas cuma datang dan langsung 'khalas' yang artinya 'selesai'. Si petugas cuma mengatakan 'Finish....'. Hebat....., tanpa dilihat dan disentuh sedikitpun langsung Finish, barangkali tehnologi Saudi lebih canggih dan menggunakan radar atau Tehnologi Penginderaan Jarak Jauh tercanggih didunia.


Meeting, Membahas
Keajaiban Birokrasi Saudi
Semua barang dan penumpang harus diturunkan karena bus akan discan disuatu tempat khusus yang berjarak sekitar 300 meter dari tempat kita diturunkan. Ditanggung bingung kalau anda yang jadi sopir, karena tempat scan ternyata bus harus balik arah kembali. Lumayan, 4 jam sendiri nunggu bus selesai scan. Penumpang sudah banyak yang senyam senyum ngrasani proses birokrasi ajaib ala Saudi,  tidak adanya tempat duduk atau cafe tempat makan dan minum dan bosan menunggu kopor masing masing yang terbuka nunggu diperiksa petugas.

Enjoy Saja, Sambil
Makan Menanti Keajaiban Lain
Selesai bus di scan saya kira urusan telah selesai, ternyata masih ada proses lagi yang unik, yaitu semua wanita digiring ke suatu ruang untuk diperiksa. Sempat heran juga, kenapa yang laki laki tidak diperiksa sama sekali. Petugas wanita yang memeriksa menanyakan 'apakah semua sudah diperiksa ?', dan karena tidak tahu jawaban kami tidak kompak, ada yang njawab 'sudah' dan banyak yang njawab 'belum'. Akibatnya nunggu lagi sampai semua benar benar diperiksa.


Tetap Happy Dan Optimis
Detektor logam seperti di airport tidak berfungsi sama sekali, jadi cara memeriksanya cukup digeledah satu persatu. Anjing pelacak jelas tidak digunakan karena termasuk kategori haram. Kotak Saran banyak tersedia dimana mana, tetapi entah dibaca atau tidak kurang begitu jelas. Cerita ini belum selesai dan akan bersambung dengan cerita ajaib dunia Arab yang lain.

Baca Juga :

Senin, 28 Maret 2011

Badai Gurun - Kuwait 25 Mar 2011

Kuwait 25 Mar 2011, Kalau lagi ada badai pasir (Sandstorm) seperti ini, kerjaan gue nambah, yaitu ngepel lantai. Ditutup rapat kayak apapun pintu pintu dan jendela, debu halus tetap bisa masuk kedalam rumah. Pisang goreng, bakwan goreng dan segala macam makanan yang terhidang diatas meja semuanya terkena debu halus dan kalau kita makan rasanya seperti sedang makan tanah. Selamat menikmati gambar gambar badai gurun dibawah ini.






Rig KDC 31 - Photo By  Nanang

Rig KDC 31 - Photo By  Nanang

Rig KDC 31 - Photo By  Nanang

Rig KDC 31 - Photo By  Nanang

Sekitar Rig KDC 31 - Photo By  Nanang

Sekitar Rig KDC 31 - Photo By  Nanang




Jumat, 25 Maret 2011

Merah Putih Di Bumi Kuwait

Merah Putih Di Atap
AIS Kuwait
Memperkenalkan Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait sedikit lebih pelik, rumit dan unik dibanding dengan negara lain. Masalahnya, ujung tombak yang seharusnya berada di front paling depan dalam memperkenalkan budaya, sosial dan pariwisata Indonesia semakin hari semakin banyak yang berubah bentuk menjadi Arab dan tidak tersisa sedikitpun ciri ciri sebagai orang asli Indonesia. Coba lihat photo mereka dalam Mutasi Dari Indonesia Ke Kuwaiti. Yang wanitapun juga sama saja, terutama para TKI yang bekerja di rumah tangga, semuanya lebih suka ber'Abaya Hitam' dibanding gaun muslim yang sering kita lihat sehari hari di Indonesia. Lihat photo photo dalam KBRI Kuwait Punya Gawe. Tak perlu diulas kenapa, yang jelas kalau mau diperdebatkan akan panjang sekali. Saya juga tidak tahu, kenapa masyarakat Indonesia banyak yang lebih bangga dan sehari hari memakai pakaian tradisional Arab, Dishdasa dan Abaya Hitam.


Wayang Kulit - Primadona
Indonesia di Kuwait
Untungnya, Dharma Wanita KBRI Kuwait aktif memperkenalkan Indonesia ke masyarakat International di Kuwait. Sedikit melawan arus tetapi paling tidak bisa menunjukkan inilah Indonesia yang sebenar-benarnya. Tanggal 24 Mar 2011, sang saka Merah Putih dikibarkan diatas gedung American International School (AIS) Kuwait. Cerita pengiibaran sang saka Merah Putih oleh ibu ibu DWP KBRI Kuwait diatas atap gedung AIS ini cukup heroik mengalahkan demo para protester di Bahrain, Libya, Tunisia atau bahkan Mesir yang cukup menyita perhatian dunia akhir akhir ini. Masalahnya, untuk naik ke Atap gedung tidak diijinkan oleh pihak AIS, dan ibu ibu harus berjuang mencari waktu lengah Petugas Security untuk bisa naik keatap gedung. Pas pak Satpam, meleng sedikit saja, langsung beberapa ibu dibantu oleh seorang anak Kuwait pendukung negara kesatuan RI menyerobot naik keatap dan mengibarkan bendera seperti pada gambar diatas.

Pakaian Daerah Indonesia
Diantara Pakaian Negara Lain
Wayang Kulit, yang menurut kita barang biasa dan sering kita anggap sepele, ternyata menjadi daya tarik utama dalam acara yang bertema 'Many Flags One Heart' di AIS Kuwait ini. Ada puluhan negara yang ikut berpartisipas dalam acara ini. Baju daerah Indonesia yang beraneka ragam dan gemerlap keemasan terlihat paling mencolok dibanding baju dari negara lain. Tampak sekali Indonesia sangat kaya budaya. Negara sebesar Indiapun tak ada apa apanya apabila dibanding dengan kekayaan dan keaneka ragaman baju daerah dari Indonesia. Banyak yang terheran heran ketika melihat banyaknya jenis dan warna dari masing masing daerah. Ketika dijelaskan bahwa Kuwait ukurannya hanya sebesar Pulau Bali saja dan pulau Bali pakaian adatnya bermacam macam. Langsung mereka terdiam sambil membuka buka buku tentang Bali, mungkin dalam hati tamu tadi menganggap saya 'cerewet', siapa tahu kan ?.


Bingung Cara Makan Sate
Paling heboh adalah saat diperkenalkan makanan khas Indonesia. Banyak pengunjung yang tidak tahu cara makan sate. Dikira cara makan sate seperti kebab, daging dilepas dari tusuknya dulu baru dimakan. Setelah diberi contoh cara makan sate yang benar, baru minta tambah lagi. Anjungan India, Italia dan Iran yang bersebelahan dengan Indonesia juga menjajikan makanan khas negaranya, tetapi kebanyakan pengunjung balik lagi dan cuma mutar muter disekitar meja sate Indonesia. Yang semula diperkirakan satu pengunjung mencoba satu tusuk sate saja ternyata rata rata mondar mandir 3 sampai 5 kali.


Nambah Lagi Setelah Tahu
Cara Makan Sate Yang Benar
Onde onde juga laris manis. Tidak langsung dimakan tetapi diamat amati dulu dan diputar putar berkali kali baru dimasukkan mulut. Merasa enak, banyak yang basa basi minta resep dan cara membuatnya. Sambil manggut manggut, lalu minta ijin mengambil satu buah lagi, tetapi yang terakhir ini langsung dimasukkan tas dan tidak dimakan ditempat. 'Akan saya tunjukkan keluarga dirumah' sambil tersenyum pergi.

Selasa, 22 Maret 2011

Nonton Gedung Di Merlion Park Singapore

Keluarga Besar Mbah Wiryo
Di Singapore
Singapore adalah sebuah negara yang kecil sekali apabila dibandingkan dengan Indonesia, tetapi promosi pariwisatanya luar biasa besar dan banyak. Hampir semua negara didunia ini menjadi sasaran promosi pariwisata Singapore, termasuk Kuwait. Yang saya ketahui, biaya promosi pariwisata Singapore menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengusaha tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya melaporkan ke Singapore Tourism Board (STB) kalau akan mengadakan acara komersial. Tahu tahu iklan pariwisata sudah muncul dikoran koran seluruh dunia. Lihat saja iklan Great Sale Singapore atau semacamnya dikoran koran Indonesia. Semua tumplek bleg diiklankan seolah olah ada acara luar biasa besar di Singapore.  Padahal acara sale biasa seperti yang banyak juga dilakukan mall, toko atau pengusaha Indonesia.


Cucu cucu Mbah Wiryo
Dan Merlion
Saat pertama kali saya ke Singapore sekitar 15 tahun lalu, saya sempat termakan iklan yang saya peroleh di salah satu lobby hotel di Singapore. Brosurnya sangat bagus dan tampak lux sekali. Yang ditawarkan adalah wisata ke Ming Village dengan biaya yang tidak murah. Bayangan saya saat itu, saya akan diajak ke sebuah desa (Village) untuk melihat aktifitas penduduk desa. Yang tertulis di brosur memang semacam itu, tetapi kenyataan yang saya dapatkan ternyata bukan desa (village) yang saya jumpai, tetapi sebuah Gedung Apartment dan Perkantoran. Benar, Ming Village ternyata menempati beberapa lantai dalam sebuah gedung. Isinya selain showroom barang barang keramik juga ada pengrajinnya yang sedang membuat piring, vas bunga dan lain lain. Kita ditunjukkan cara membuat keramik, mencoba melukis dalam piring atau vas bunga dan membakarnya dalam Oven modern.


Cucu Mbah Wiryo
Di Seberang Esplanade
Karena pengalaman diatas, saya menganjurkan anda tidak memakai jasa Tour Travel kalau ke Singapore. Jalan saja sendiri sesuka anda, untuk masuk Singapore tidak memerlukan Visa bagi pemegang paspport Indonesia. Transportasi darat sangat lancar dan bagus. Anda bisa naik taxi, bus kota atau kereta bawah tanah (MRT) selama di Singapore. Seandainya saja kesasar, anggap saja bagian dari wisata anda. Tapi rasanya jaman sekarang semua orang bisa memiliki GPS yang murah, jadi resiko kesasar rasanya tidak mungkin apalagi di Singapore yang kecil sekali. Anda juga tidak perlu 'terpaksa' harus beli barang yang sebenarnya tidak anda perlukan karena hampir semua tour guide di Singapore akan mengajak anda shopping di toko tertentu yang menjadi relasinya.


Gaya Paling Populer Di
Merlion Park - Minum Air
Kalau anda belum percaya bahwa Singapore itu kecil, cobalah datang ke Merlion Park. Tentu bayangan anda adalah sebuah taman kota yang hijau, besar dan luas. Salah besar, taman ini bukan taman seperti yang ada dalam bayangan orang Indonesia. Ukurannya tidak lebih dari 30 x 30 meter dan terletak dibagian belakang hotel Fullerton. Tidak ada pohon besar kecuali tanaman dalam pot. Tidak ada rumput hijau tempat duduk duduk orang yang sedang pacaran kecuali sebuah lantai keras ditepi sungai Singapore (namanya doang sungai, sebenarnya seukuran selokan kalau di Indonesia). Lalu apa yang menarik dan bisa dilihat di Merlion Park ini ?. Jawabnya singkat, yaitu melihat gedung dan bagian pantat hotel Fullerton.


Marina Bay Sands
Dari Merlion Park
Untungnya gratis untuk masuk ke Merlion Park ini, jadi tetap mengasyikkan untuk photo photoan bersama keluarga. Tetapi akan sangat terganggu sekali kalau ada rombongan turis dengan bus yang datang bersamaan ke tempat ini. Disamping penuh sesak dan tidak leluasa berphoto, turis turis yang turun dari bus banyak yang berkeringat karena kelembaban udara di Singapore sama persis dengan di Jakarta. Cukup geser badan beberapa langkah saja maka kita sudah bisa berphoto ria dengan latar belakang :
  • Esplanade Theatre   Gedung ini memiliki arsitektur yang menarik dan merupakan Concert Hall tempat diadakan pertunjukan musik yang sengaja didatangkan dari mana mana. Michael Jackson, Queen, Brian Adams dan lain lain pernah manggung ditempat ini.

  • Marina Bay Sand
    Merlion & Marina Bay Sands
    Esplanade Theater Tidak
    Terlihat Di Depan
      
    Gedung baru dengan arsitektur unik, terdiri dari tiga buah gedung yang disatukan bagian atapnya dengan sebuah kolam renang raksasa. Konon satu satunya kolam renang yang dibangun ditempat ketinggian. Selain Mall, segala macam entertainment ada didalam gedung ini, termsuk musseum dan casino. Grand opening Hotel & resort Marina Bay Sands ini baru dilakukan tanggal 17 February 2011 yang lalu.
  • Patung Merlion   Sebenarnya patung ini bukan lambang Singapore. Tahun 1964, seorang anggota Souvenir Commitee membuat logo untuk Singapore Tourism Board (STB). Tetapi entah kenapa sampai sekarang masih digunakan sebagai souvenir dan trademark Singapore meskipun STB sudah mengubah logonya pada tahun 1997. Patung sejenis yang lebih besar terdapat di Sentosa.
  • Pantat Hotel Fullerton   Jelas dimanapun bagian belakang hotel tidak akan sebagus bagian depan. Tetapi paling tidak kita bisa mengintip tamu tamu hotel yang sedang santai dibagian belakang. Cafe cafe dibagian belakang hotel ini juga menarik untuk diintip. Bokong bokong turis tentu juga ada.
Baca Juga :