Jumat, 13 Maret 2009

Salon Kecantikan Sentuhan Mesir

Di Kuwait, Begitu Duduk
Wajah Ditemploki
Cat Tembok
Nah ini cerita tentang salon kecantikan di Kuwait. Sangat berbeda sekali dengan salon salon di Indonesia. Di Kuwait tidak ada salon kecantikan wanita di tempat terbuka seperti Mall atau tempat lalu lalang orang di jalan raya utama. Salon laki laki saja yang terletak ditempat terbuka dan strategis. Kalau di Indonesia, pengunjung Mall bisa seenaknya melihat para wanita yang sedang 'nyalon' dan para wanitanya sengaja membiarkan dirinya dilihat banyak orang kalau sedang 'nyalon'. Di Indonesia, banyak wanita yang bangga kalau 'nyalon' dilirik orang yang lalu lalang, karena  bisa menunjukkan strata ekonomi yang lebih baik dari yang lainnya. Lebih bergengsi atau segala macam 'wah' yang lain. Para wanita yang nyalon di Mall  di Indonesia ini memang benar benar gaya apalagi dengan hairdresser lelaki, gagah, tampan dan kemayu lagi, lupa deh  segalanya.


Salon Lelaki Juga Sama
Ditemploki Cat Tembok
Kalau di Kuwait, merupakan hal yang tabu kalau sampai ada orang lain berlawanan jenis yang melihat aktifitas salon. Akibatnya, salon kecantikan wanita di Kuwait selalu tertutup rapat dan tempatnya tidak begitu menarik untuk dikunjungi. Bahkan ada beberapa salon yang buka  di apartment lantai atas yang tersembunyi. Kalaupun ada di gedung mewah, umumnya letaknya tersembunyi. Sangat berbeda sekali dengan salon laki laki yang selalu berada di jalan utama, mall atau perempatan jalan.  Hairdresser salon wanita semuanya jelas wanita, nggak ada satupun bencong atau laki laki asli yang ngganteng ngganteng tetapi kemayu. Umumnya hair dresser berasal  dari Srilanka, India, Turki, Philipine, Pakistan, Jordan, Mesir, Bangladesh atau negara lain. Akibatnya potongan rambut sangat tergantung dari negara asal hairdresser. Bulan lalu potongan rambut model Srilanka, bulan berikutnya model Nefertiti dari Mesir. Setelah itu bisa ganti model Benazir Bhutto dari Pakistan.


Yang menarik apabila duduk di salon salon Kuwait, bukan rambut dulu yang dikerjain, tetapi wajah langsung ditemploki cat tembok warna putih. Dan juga ditemploki lilin hangat dan segala macam parfum yang malah bikin kepala pusing dan mata berkunang kunang. Syukur saja tidak diasapi kemenyan segala jadi pulang kerumah kita masih bisa bangga dengan anak anak dan suami  di rumah. Ini lho model terbaru ala Cleopatra dari Mesir.

Baca Juga :

Selasa, 10 Maret 2009

Cara Kuwait Membangun Kota

Alat Berat Dinaikkan Gedung

Orang Kuwait tampaknya kurang mengenal apa yang sering kita sebut 'Renovasi'. Mungkin karena biaya untuk renovasi dan membangun satu gedung baru tidak begitu jauh berbeda. Baik untuk renovasi atau membangun gedung semuanya menggunakan tenaga asing, bisa dari Mesir, India, Bangladesh atau dari negara manapun. Tidak pernah saya menjumpai penduduk asli Kuwait yang mau kerja kasar mbangun atau mbongkar gedung. Yang saya ketahui para Kuwaitisnya hanya jadi Pemborong atau pengusaha bongkar pasang bangunan saja. Kalaupun ada yang kerja kasar, barangkali satu satunya Kuwaitis yang nasibnya kurang beruntung saja atau kelewat rajin sehingga mau kerja kasar.


Tinggal Dorong Semua Dinding



Sebagai contoh adalah gedung apartment megah yang menurut saya masih kokoh dan belum ada cacat terkena gempa bumi atau keserempet peluru kendali Irak di daerah Mangaf. Cat tembok dari luar tidak terlalu kusam, seandainya direnovasi sedikit dan cat tembok diganti dengan warna yang lebih ceria, pasti bangunan tersebut akan tampak baru lagi dan harga sewanya akan naik kembali. Kusen pintu, jendela, dan bath tub semuanya juga masih bagus dan bisa dibersihkan dan dibuat kinclong lagi, tetapi keputusan sudah terlanjur dibuat : 'Hancurkan dan bangun kembali yang lebih tinggi'.


Dekat Dengan Parkiran Mobil Cuek Saja
Semua Mobil Diasuransikan



Untuk membongkar bangunan caranya sangat unik dan tidak akan kita jumpai cara membongkar bangunan seperti ini di Indonesia. Mula mula didatangkan crane, sempat heran saya kenapa membongkar bangunan kok pakai crane. Tetapi tak lama kemudian baru tahu saya ternyata datang buldozer/backhoe mini dan crane tersebut ternyata digunakan untuk menaikkan buldozer ke atap bangunan. Setelah itu crane pergi, dan bangunan setinggi 10 lantai dibongkar hanya oleh 2 orang sopir dan helper buldozer/backhoe saja. Sangat effisien dan murah kalau dibandingkan dengan ngecat tembok yang perlu tenaga kerja asing lebih dari 2 orang. Setelah bangunan setengah hancur baru crane datang kembali dengan tujuan untuk menurunkan dari lantai atas dan meratakan atau mengatur reruntuhan dibawah.


Cepat Selesai



Puing bangunan dari lantai paling atas tinggal didorong kebawah saja, dan gedebum ...suara dan debu beterbangan bikin tetangga kaget luar biasa. Disini nggak ada istilah kulonuwun atau minta ijin tetangga mau mbongkar bangunan. Akibatnya mobil yang sedang enak enak parkir dibawahnya ada yang kecipratan batu dan debu. Kaca mobil retak atau cat mobil cacat tertimpa batu bukan kesalahan sopir buldozer tetapi kesalahan mobil yang parkir dibawahnya, kenapa mobil tadi parkir dibawah, seandainya parkir diatas kan nggak bakalan kejatuhan. Debat atau ngomel kayak apapun nggak ada artinya. Saya paling senang melihat orang ribut di Kuwait, sejengkel apapun orang tersebut tidak pernah beradu jotos di jalanan. Coba kalau di Indonesia, kesentil dikit saja tinju melayang.

Minggu, 08 Maret 2009

Cairo - Hari Kelima Di Egypt

Pegang Dagu Mas Sephing
Hari terakhir di Egypt benar benar kita manfaatkan untuk pamitan dengan mas Sphinx. Sayang sekali mas Sphinx sedang ngambek cemberut dan tampak tidak mau kita tinggalkan, usapan tangan di dagu mas Sphinx tidak bisa meluluhkan hatinya yang telah menjadi batu. Akhirnya disaksikan oleh mas Ardi, aku sempatkan juga untuk mencium mas Sphinx untuk yang terakhir kalinya. Selamat tinggal ya mas Sphynx, sampai jumpa lagi




Sun Dulu Mas Sephing
Mas Sphinx ini sendirian didepan 3 pyramid raksasa Cheops, Khufu,Chepren dan pyramid pyramid yang lebih kecil bernama Khafre dan Menkaure. Karena terletak di Giza, pinggir kota Cairo maka pyramid pyramid tersebut lebih dikenal sebagai Pyramid Giza. Kalau malam hari, ada acara Light & Sound, jangan dilewatkan untuk melihat Light & Sound kita bisa melihat dan mendengar sejarah Pyramid ini. Sound systemnya sangat bagus sekali meskipun di udara terbuka.



Bokong Kesundut
Pyramid

Tips :
  • Banyak orang yang menawarkan onta untuk dinaiki atau sekedar sebagai latar belakan photo ditempat ini. Ucapkan 'La Shukron' yang artinya 'No Thank you'. Setelah itu ya jangan diphoto ontanya, anda akan dikejar kejar untuk diminta bayaran.
  • Banyak juga polisi yang mengarahkan kita agar photo ditempat tertentu yang 'menurutnya bagus' atau mengajak photo bersama. Kalau anda setuju, siapkan juga uang kecil, pak polisi tadi tidak segan segan minta upah didepan orang banyak.
  • Banyak juga penata artistik atau orang yang akan membantu untuk memphoto anda, sebagai contoh photo pantat kesundut pyramid ini. Kalau anda membuka dompet untuk mengambil uang kecil sebagai tips, orang itu dengan gagah berani menunjuk lembaran uang yang lebih besar dan menolak lembaran uang kecil. Sebaiknya tidak membuka dompet ditempat umum, tetapi selalu siap dengan uang kecil.
  • Untuk masuk kedalam pyramid perlu tambahan biaya EGP 20 (masuk area pyramid biayanya EGP 100). Disamping harus menunduk, didalam pengap sekali dan oksigen sangat kurang saking banyaknya pengunjung yang masuk. Hati hati bagi yang mudah pingsan karena kekurangan oksigen dan jangan lupa bawa air minum. Masuk ke kuburan pyramid semacam ini ternyata panas dan cepat haus, rasanya memang sudah dekat dengan panasnya neraka.

Baca Juga :

Rabu, 04 Maret 2009

Alexandria - Hari Keempat di Egypt

Kabut Gelap Dan Dingin
Saat Musim Dingin
Pagi hari sekitar jam 6 pagi langsung kita menuju ke Alexandria ditemani oleh dua orang guide mahasiswa Al Azhar. Sengaja berangkat jam 6 pagi karena perjalanan dari Cairo ke Alexandria memakan waktu hampir 3 jam sendiri. Sarapan pagi kita bungkus dan kita bawa lengkap dengan piring dan gelas segala layaknya mau pulang mudik di Indonesia. Jalan menuju Alexandria lumayan besar dan lurus dan pada saat kita berangkat cuaca sangat berkabut karena sedang musim dingin. Jarak pandang sangat pendek sekali sehingga Avanza merah yang kita sewa US$ 35 per hari harus berjalan extra hati hati.


Sebelum Diusir
Ditengah perjalanan tepatnya di tempat istirahat seperti halnya tempat istirahat jalan Tol di Indonesia, kita berhenti untuk sarapan pagi. Karena ada kursi dan meja ngganggur, maka semua bekal sarapan pagi kita buka semua. Kita nggak tahu atau pura pura nggak tahu bahwa meja dan kursi tersebut adalah milik restoran karena pada saat itu restorannya juga sepi nggak ada petugas dan juga pengunjung. Sarapan pagi ini rasanya nikmat sekali meskipun hanya berupa oseng oseng kacang panjang, sambal, kerupuk dan sepotong daging empal.



Istirahat Makan
Pindah Tempat Setelah Diusir
Benar saja baru setengah makan, rumah makannya buka dan muncullah pegawainya dari dalam dang langsung saja kita diusir untuk segera meninggalkan meja dan kursi. Pura pura nggak ngerti bahasa Arab kita nyerocos dan ngedumel pakai bahasa Indonesia, tetapi proses pindah tetap jalan terus. Dan akhirnya kita makan sambil berdiri di mobil. Kap mesin kita jadikan meja makan dan panasnya mesin cukup untuk menghangatkan makanan yang kita bawa. Inilah pengalaman internasional diusir karena makan sembarangan dan nggak pakai kulonuwun nempati meja dan kursi rumah makan.


Gerbang Kota Alexandria
Kota Alexandria ini jauh lebih bagus dibanding Cairo apalagi Luxor. Pantainya sangat bersih dan orangnya lebih sopan dan beradab. Tampaknya negara Mesir ini semakin keutara penduduknya semakin sopan, terpelajar dan beradab. Mungkin karena semakin dekat dengan Eropa, dan pantas saja kota ini dijadikan cerita dalam film Ayat Ayat Cinta yang sukses berat di tanah air. Gambar disamping adalah pintu gerbang Alexandria yang berkali kali di'shoot' dalam filem Ayat Ayat Cinta.



Obyek menarik yang bisa dikunjungi di Alexandria diantaranya adalah :
  • Istana Raja Farouk
  • Castle Of Qatbay
  • Catacomb (Kom El Shouqafa)
  • Pompeii's Pillar
  • Roman Amphiteater
  • Alexandria Library
Istana Raja Farouk
Istana Raja Farouk
Istana ini terletak di pinggir pantai dan saat ini hanya digunakan untuk menyambut tamu tamu negara saja. Taman Montaza yang mengelilingi istana ini sangat luas dan indah. Sayang kita nggak bisa masuk kedalam istana untuk melihat peninggalan raja terakhir Mesir sebelum berubah menjadi Republik yang katanya masih tersimpan rapih didalam istananya tersebut. Bagusnya datang ke taman ini siang hari setelah makan siang karena pasti bisa tertidur dibawah pohon yang rindang apalagi kalau bawa tikar. Angin dari laut bisa bikin mata ngantuk. Kalau di Indonesia mungkin setara dengan istana Bogor, cuma disini nggak ada yang jualan peuyeum atau pedagang kaki lima yang berkeliaran disekitar istana.


Jalan Di Sekitar Istana
Raja Farouk I digulingkan pada tanggal 23 Juli 1952 oleh tentara yang dipimpin Gemal Abdel Nasser dan setelah itu kabur ke Monaco sampai meninggal tahun 1965. Raja Farouk I terkenal suka hidup mewah dan pada saat akhir kekuasaannya sangat dibenci oleh rakyatnya yang kebanyakan jauh dibawah garis kemiskinan apalagi setelah kekalahan mesir dari Israel pada tahun 1948.



Castel Of Qaitbay
Castle Of Qaitbay

Didalam benteng Qaitbay ini terdapat bekas masjid, tampaknya disamping digunakan sebagai bangunan pertahanan juga digunakan sebagai tempat sholat juga. Benteng ini menghadap ke laut dan dalam sejarahnya penuh dengan pertumpahan darah tapi rasanya kok nggak angker sama sekali seperti bangunan tua di Indonesia. Pernah terkena gempa bumi pada abad 11 dan pernah juga dibombardir tentara Inggris pada tahun 1883 dan setelah itu sempat terlupakan berpuluh puluh tahun karena hancur lebur. Renovasi kecil baru dimulai setelah tahun 1904 dan benar benar dironovasi total mulai tahun 1984. Nama Qaitbay diambil dari nama penemunya yaitu Sultan Al-Ashraf Abou Anasr Saif El-Din Qaitbay El-Jerkasy Al-Zahiry (1468-1496).


Perpustakaan Alexandria
Bagian Luar Perpustakaan
Alexandria
Ini perpustakaan paling besar yang pernah saya temui selama ini, koleksi bukunya susah untuk membayangkan banyaknya. Buku kuno berisi catatan gaji karyawan, dan ada juga buku kuno tentang nama nama penghuni penjara dan hukumannya. Mesin cetak kuno juga dimasukkan dalam perpustakaan ini untuk mengingatkan bahwa buku dan ilmu pengetahuan sudah ada di mesir sejak jaman dahulu kala. Jam matahari terletak dipelataran perpustakaan termasuk observatorium.




Bagian Dalam Perpustakaan
Alexandria
Bangunan gedung sangat modern dilengkapi dengan komputer disana sini untuk memudahkan mencari buku. Ruang baca juga nyaman dan sangat banyak dan luas, kira kira luas dan besar bangunan setara dengan balai sidang senayan. Pada saat kita berkunjung, tidak banyak yang terlihat membaca buku di ruang baca mungkin karena semua yang datang adalah turis yang cuma longak longok melihat buku kuno layaknya datang ke sebuah museum.


Baca Juga :

Cairo - Hari Ketiga Di Egypt

Kota Cairo

Pada hari ketiga ini, kita berangkat dari Luxor menuju ke Cairo dengan menggunakan Egypt Air. Tidak ada penerbangan lain selain Egypt Air dan tampaknya Luxor - Cairo termasuk jalur gemuk karena setiap jam ada penerbangan. Perjalanan hanya satu jam seperempat saja. Sebenarnya banyak alternatif transportasi dari Luxor ke Cairo seperti Kereta Api dan Cruise (kapal turis menyusuri sungai Nil), tetapi kita mau yang cepat saja karena waktu yang terbatas. Rasanya pingin sekali segera melihat kota Cairo setelah puas 2 hari melihat Luxor yang penuh dengan keledai.




Monumen Dan Kuburan
Anwar Sadat

Di bandara Cairo kita sudah ditunggu dua orang mahasiswa Al Azhar yang sengaja menjemput kita untuk dibawa ke penginapan kita di Wisma Nusantara. Ternyata ada juga mobil Avanza di Mesir, kita dijemput pakai mobil Avanza. Acara pertama adalah City Tour keliling Cairo, misal photo photoan di stadion tempat Anwar Sadat ditembak mati oleh tentaranya sendiri pada saat defile peringatan hari kemenagan perang dengan Israel dan photo bersama tentara tradisional Mesir yang menjaga kuburan Anwar Sadat didepan stadion.



Wisma Nusantara Cairo
Kayak Dirumah Sendiri

Check in di Wisma Nusantara cukup mengejutkan juga karena ternyata hotel yang dikelola mahasiswa Al Azhar ini cukup bersih dan memiliki fasilitas yang lengkap termasuk TV kabel dan jaringan internet 24 jam. Makan siang juga sudah disiapkan dan menunya tidak asing lagi, sayur lodeh, kerupuk udang dan lauk tempe goreng yang terasa luar biasa sedapnya setelah lama tidak pernah merasakan karena tinggal di Kuwait.


Banyak yang bisa kita kunjungi di Cairo, diantaranya adalah :
  • Pyramids Giza & Sphinx.
  • Pyramid Sakkara.
  • Open Air Museum Memphis .
  • Pyramids Dashur.
  • Pyramid Meidum.
  • Egyptian Museum
  • Castle of Saladin
  • Pasar "Khan El-Khalili"
  • Gereja Gantung 
  • Gereja Santa Barbara
  • Gereja St. Sergious
  • Ben Ezra Synagogue.
  • Sultan Hassan Mosque.
  • Ahmed Ben Tulun Mosque.
Setelah makan siang, ternyata waktu yang tersisa hanya bisa digunakan untuk mengunjungi Museum Nasional Mesir dan Pasar Khan El Khalili.


Egyptian Museum
Halaman Depan Museum
Nasional Cairo

Musium Nasional Mesir ini sangat besar dan luas sekali. Seluruh isi kuburan raja raja mesir di Luxor dipindahkan ke museum ini, isinya mulai dari peti mati, atribut atribut raja dan harta yang ditemukan didalam kubur dan juga mayat raja itu sendiri yang terawetkan dengan sempurna. Ternyata mummy yang kita lihat di museum ini tidak seseram seperti dalam film film horror. Mummy di musium ini benar benar seperti kayu berwarna hitam legam dan kering. Kain kafan yang menutupi juga wajar wajar saja seperti layaknya kain kafan tidak seperti kertas tissue yang dibalutkan ke sekujur tubuh seperti di film horror. Sayang tidak boleh mengambil photo didalam museum.




Pasar Khan El Kalili
Tawar Menawar Di
El Khalili

Ini baru pasar tradisional yang benar benar layak dikunjungi turis. Disamping ukurannya yang besar sekali, isinya berbagai macam kerajinan tradisional mesir dan juga negara sekitarnya. Betul betul surga bagi turis karena ternyata di pasar ini harganya juga tidak begitu mahal. Jauh sangat berbeda dengan 'orang orang Luxor', di pasar ini penjualnya tidak memasang harga yang terlalu tinggi dan tawar menawarpun masih bisa kita dapat dengan harga yang wajar. Bandingkan dengan 'orang orang Luxor', barang seharga EGP 50 bisa ditawarkan dengan harga EGP 500. Lalu berapa kitaharus menawar ?





Bersama Tour Guide
Mahasiswa Al Azhar

Beruntung punya guide mahasiswa mahasiswa Al Azhar, tertarik barang apapun selalu dibantu untuk menawar dalam bahasa Arab. Akibatnya dibanding dengan barang yang telah kita beli di Luxor, barang barang disini jadi sangat murah sekali, dan tidak bakalan tertipu. Semua barang yang kita beli di pasar ini berkualitas bagus dan nggak rugi deh punya guide mahasiswa dan juga pengurus penginapan Wisma Nusantara Mesir.



Baca Juga :