Selasa, 02 Juni 2020

Sepeda Itupun Menghilang Sekarang


Toko Sepeda Kanak Kanak Kuwait
Sekarang Tidak Terlihat Lagi

Sudah 3 bulan lamanya Kuwait berhenti seluruh aktifitas ekonominya. Semua karena merebaknya Virus Corona (Covid-19).  Masih ingat saya saat itu, tanggal 25 - 26 February 2020 adalah Independence and Liberation Day Kuwait. Libur panjang sekitar seminggu dan banyak penduduk Kuwait yang mengambil kesempatan tersebut untuk perjalanan wisata dan ada juga yang mudik ke negara masing masing beberapa hari sebelum hari Kemerdekaan tersebut.

Cara Berdagang Sepeda Khas Arab
Semua Digelar Didepan Toko

Benar seperti yang saya perkirakan sebelumnya, perayaan Independence & Liberation  Day di jalan jalan Arabian Gulf Road dan dimanapun tiba tiba dilarang. Tidak boleh lagi ada kumpul kumpul dengan alasan apapun. Dua minggu kemudian tanggal 12 Maret 2020 semua aktifitas ekonomi dilarang beroperasi termasuk perkantoran dan diikuti oleh penutupan airport secara bertahap. Kantor kantor tutup, pertokoan tutup dan masih banyak lagi yang dibatasi jam operasionalnya.

Penuh Warna Warni
Pemilik Toko Bernama Abdullah
Rajin Menemui Konsumen

Sama dengan yang terjadi diseluruh dunia. Pro kontra dengan keputusan pemerintah juga terjadi di Kuwait. Orang yang ngeyel dan bandel melanggar  aturan jam malam (Curfew/Lockdown) juga banyak.  Terjadi juga 'rush' semua warga menyerbu toko toko grocery untuk memborong sembako dan kebutuhan sehari hari. Antrian panjang terjadi di semua Coops, Bakala, Sultan Center, Lulu Hypermart dan lain lain. Anehnya, di Kuwait yang jadi rebutan dan selalu kehabisan stock adalah 'BAWANG MERAH'. 

Kalau Ada Anak Anak Datang
Abdullah Membiarkan Saja
Anak Anak Mencoba

Saya tidak tahu kenapa di Kuwait yang jadi rebutan adalah BAWANG MERAH. Ada yang mengatakan karena kebanyakan expats di Kuwait berasal dari India yang terkenal banyak mengkonsumsi bawang merah. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa di Arab ada mythos yang menganggap Bawang Merah bisa digunakan untuk menangkal segala macam kesialan, musibah dll termasuk pandemi virus Corona.


Semua Dagangan Dikeluarkan
Tidak Terlihat Lagi Sekarang

Entah benar atau tidak, yang jelas mulai saat itu, saya tidak bisa melihat kembali warna warni toko sepeda yang sering saya saksikan setiap hari. Saya tidak bisa lagi bertutur sapa dengan Abdullah, penjual sepeda anak anak yang biasanya selalu menyambut dengan cipika cipiki, cium pipi kiri kanan khas Arab. Keakraban khas Arab ini telah hilang begitu saja mulai awal tahun ini. Semua orang hati hati dan menjaga jarak sekarang. Tidak saya temui lagi keakraban khas Arab seperti biasanya. Semoga hal ini cepat berlalu.

Tempat Duduk Buat Ngantri Belanja Sembako
Harus Appointment Dan Dibatasi Dua Jam


Appointment Belanja Dapat
Jadwal Tengah Malam, Sepi


Sepi Saat Curfew

Wilayah Dengan Kasus Terbanyak Mahboula
Dipagari Dan Dijaga Ketat
Komunikasi Dan Ngantar Makanan Lewat Pagar


Ngantri Sembako



Ngantri Gas


Rumah Tetangga
Karantina Mandiri Di Rumah
Dipasangi Sticker Merah


Lebaran Di Rumah
Tanpa Silaturahmi Cukup Pencet Pencet HP


Penjagaan Polisi Di Mahboula
Salah Satu Total Lockdown Area Di Kuwait


1 komentar:

  1. Salam kenal Pak Ardi dan Ibu. Senang sekali bisa baca-baca tulisan tentang Kuwait dan negara-negara lain di blog ini. Semoga Bapak dan keluarga selalu sehat dan masa pandemi ini segera berakhir.

    Saya Haya, tiba di Kuwait bulan September lalu.

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.