Kamis, 18 Desember 2014

Seminggu Menjelang Hari Natal Di Kuwait

Pohon Natal Di Kuwait International Airport
Beberapa minggu menjelang hari natal tahun ini, wall facebook saya tiba tiba penuh dengan postingan berbagai macam cuplikan media tentang hal hal yang berhubungan dengan hari Natal. Mulai dari tulisan tentang 'Larangan Memakai Topi Merah Putih Santa Claus Bagi Umat Islam', 'Larangan Memberi Ucapan Hari Natal', 'Pro Kontra Presiden Jokowi Berencana Menghadiri Perayaan Natal Di Papua' dan lain lain. Semuanya lengkap dengan comment comment panas bernada SARA. Bagaimana keadaan negara negara di Arab, khususnya Kuwait seminggu menjelang hari Natal ? Apakah suasana juga panas seperti berita berita di tanah air ?

Santa Claus Di Costa Del Sol Kuwait
Ternyata tidak sama sekali. Meskipun umat Kristen di Kuwait tidak lebih dari 5 %, tetapi dimana mana terlihat suasana Natal yang cukup meriah. Hiasan khas Natal yang sering kita saksikan di tanah air juga memenuhi berbagai sudut Mall, Hotel, Restaurant dan Supermarket. Sudah tentu ada ucapan "Merry Christmast And Happy New Year" besar digantung dimana mana. Karyawati Restaurant juga terlihat cantik dan centil ketika mulai memakai topi merah putih Santa Claus. Apakah mereka semua beragama Kristen ?. Jelas tidak mungkin semuanya Kristen. Mayoritas penduduk di Kuwait adalah Sunni sekitar 60 % dan Syiah sekitar 35 %. Yang 5 % Kristen, Hindu dan lain lain.

Lampu Warna Warni Di Rumah Tetanggaku
Di Egaila
Apakah yang memasang patung patung Santa Claus, pohon Natal dan lain lain di berbagai sudut Mall dan hotel hanya umat Kristiani saja ?. Rasanya juga tidak mungkin. Berbagai macam orang dengan agama masing masing saya perhatikan semuanya gotong royong menata pernak pernik Natal sebagus mungkin. Mulai angkat angkat patung, membuat dekorasi, pasang lampu dan perijinan semua orang terlibat, tidak memandang keyakinan atau agamanya.  Beda kan dengan orang Indonesia ?, orang Indonesia itu ternyata 'sensi' masalah agama, dan ternyata Jauh lebih Arab Dari Orang Arab.

Santa Claus Menyambut Tamu Hotel

Yang paling menarik, seminggu menjelang hari Natal, tetangga tetangga saya yang beragama Kristen serentak memasang hiasan lampu warna warni didepan rumah. Uniknya, yang Syiah juga memasang bendera atau spanduk berwarna hijau tua atau hitam. Setahu saya bendera Syiah semacam ini hanya dikeluarkan saat perayaan keagamaan Syiah saja. Tapi 7 tahun saya di Kuwait mengamati aktifitas dan berinteraksi dengan tetangga tetangga saya tersebut, rasanya hal ini adalah salah satu bentuk ucapan selamat dari orang Syiah terhadap penganut agama lain.. Tapi, entahlah yang jelas nggak mungkin di Indonesia ada Syiah yang berani menunjukkan jati dirinya dengan melakukan hal yang sama (ngerek bendera didepan rumah). Lebih baik tiarap seperti sekarang ini daripada rumahnya digropyok FPI atau semacamnya.

Bendera Syiah Di Depan Rumahku
Tetangga Depan Rumahku Ini Sangat Baik Sekali
Bendera Ini Dipasang Seminggu Sebelum Hari Natal

Saya Kira Yang Kristen Cuma Expats
Ternyata Arab Juga
Yang lebih menarik lagi, anak anak Arab saat malam hari terlihat rame rame jalan kaki mendatangi rumah saya dan tetangga secara berombongan. Saya tidak tahu apakah anak anak tersebut Kristen, Sunni atau Syiah karena tidak etis menanyakan agama atau menanyakan KTP. Kuwait memang beda dengan di Indonesia, kita tidak akan tahu agama seseorang dari KTP. Tidak ada kolom agama tertulis di KTP Kuwait.. 





Bendera Syiah Tetanggaku Yang Lain Di Egaila
Mungkin Maksudnya Memberi Ucapan Selamat
Hari Natal Dan Tahun Baru Bagi Umat Kristen

Anak anak Arab tersebut datang dan mengetok rumah saya lalu memberi saya hiasan berwarna keemasan bulat yang sering digantung sebagai hiasan pohon Natal dan tampak kerlap kerlip tertimpa cahaya. Mereka memberi satu biji sambil mengucap Merry ChristmastSetelah itu berlari ke rumah tetangga yang lain. Saya baru tahu ternyata hiasan bulat dari kaca warna warni tersebut kalau di Kuwait dibagi bagikan ke kerabat dan tetangga, bukan cuma digantungkan di pohon natal.


"SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU"

Hiasan Natal Di Salah Satu Mall Kuwait
Ternyata Orang Indonesia Jauh Lebih Arab
Dari Orang Arab

Hiasan Pohon Natal Seperti Ini
Dibawa Anak Anak Arab Dan Dibagikan
Ke Kerabat Dan Tetangga


Restaurant IHOP Di Avenue Mall Kuwait
Di Indonesia, Pakai Topi Santa Kayak Gini Bisa
Heboh Masuk Berita Di Mana Mana
Hanya KD 0.490 Saja Harga
35 Buah Bola Hiasan Pohon Natal

Ah Cemen, Pohon Natal Di Kuwait
Kecil Kecil, Nih Pohon Natal Di
Islamic Republic of Pakistan
Photo Sumbangan Dari Andri Pamungkas

Santa Claus Kecil Di
Islamic Republic Of Pakistan
Photo Sumbangan Dari  Andri Pamungkas


Baca Juga :





20 komentar:

  1. Mas Ardi dan Bunda Susy, Perbedaan itu mestinya memperkaya dan mempersatukan bukan memecah belah… salam

    BalasHapus
  2. Tulisan yang keren, foto2nya juga keren….

    BalasHapus
  3. Semoga menginspirasi di sini juga, saya suka istilahnya lebih Arab daripada Arab..he..he…salam

    BalasHapus
  4. Tulisan yang menarik dan aktual, sesuai kenyataan. Saya suka bagian tulisan yang ini:
    “Beda kan dengan orang Indonesia ?, orang Indonesia itu ternyata ’sensi‘ masalah agama, dan ternyata Jauh lebih Arab Dari Orang Arab.”
    Hahaha………..

    BalasHapus
  5. mengapa “rakyat” kita suka sekali membaratkan indonesia dan mengarabkan indonesia, mengapa tidak kita ubah, mengindonesiakan barat dan mengindonesiakan arab?

    BalasHapus
  6. Damai itu indah..Sukron katir pak Ardi Al-Wayshappy atas sheringanya..!

    BalasHapus
  7. artikel yang sangat ‘menghibur’ :)

    BalasHapus
  8. Ah cemen pohon natal di Kuwait kecil2an, nih pohon natal di Islamic Republic of Pakistan

    Edited by Admin : Lihat Photonya diatas

    BalasHapus
  9. Kutipan mas Ardi Al-Wayshappy: " ternyata orang Indonesia lebih Arab daripada orang Arab sendiri ".:) :) :)

    BalasHapus
  10. Dan yang lebih mengherankan, meskipun GCC itu negara Arab & Islam tapi ketika menyambut natal susasanya jauh lebih dan lebih meriah dibandingkan ketika menyambut hari besar islam (Idul Fitri, Idul Adha, dll)

    Coba bandingkan, apakah pernah perayaan hari besar Islam jauh lebih meriah dibandingkan perayaan non islam? Mungkin bisa jadi tidak pernah. . .

    BalasHapus
  11. Masalah ibadah, bukan soal Arab atau Indonesia. Tapi erat kaitannya dgn Al-wala dan Al-bara. Semoga Allah beri kita kesempatan memahami agama kita dgn benar.

    BalasHapus
  12. Tak kira orang Arab itu tingkah laku dan tindakannya kayak orang orang FPI semua, ternyata santun santun dan bisa hidup bersama dengan Syiah yg 35 % pendudk Kuwait. Kalau di Indonesia udah dibakar tuh rumah penduduk yang 35 %. :)

    BalasHapus
  13. Komentar yg sangat menyentil org kita hahahahahahaa...lucu dan sangat berisi

    BalasHapus
  14. ini di Endonesah doang ucapan ribet, noh di Arab aja selow ngucapin natal, Syeikh Al Azhar ama Pope Coptic saling ngucapin pas hari raya

    BalasHapus
  15. Indonesia khususnya medan kalah sama dibawah ini....

    BalasHapus
  16. Selamat sore rekan sahabat...inilah arti toleransi yang sesungguhnya. Natal di KUWAIT. Negara maju dimulai dari pola pikir yang maju. Mabuhay

    BalasHapus
  17. Heheheheheh......aneh tapi nyata

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.