Sabtu, 11 Februari 2012

Lebanon, Negeri Sejuta Agama

St George Maronite Cathedral Dan Masjid
Mohammad Al Amin

Diantara St George
Maronite Cathedral Dan
Mohammad Al Amin
Ini adalah cerita tentang Lebanon, negara yang pernah dilanda perang Arab-Israel (1948), perang saudara sampai 15 tahun (1975), konflik dengan tetangganya Israel (2006), pembunuhan tokoh politik yang silih berganti, tempat terjadinya pembantaian pengungsi Palestina oleh Israel di Sabra & Shatilla, Beirut, sampai tempat bermukimnya pejuang anti Israel Hezbollah yang sampai saat ini dianggap teroris oleh Amerika dan sekutunya.  

Note : Media apapun yang bersumber dari kantor berita barat selalu menggambarkan Hesbollah adalah teroris Islam Shiah yang didukung Iran. Tidak disebutkan sedikitpun bahwa Hesbollah sebenarnya adalah partai berkuasa di Lebanon yang berkoalisi dengan partai yang berbasis agama lain. Baca March 8 Alliance  untuk mengetahui komposisi partai anti Israel dan Barat yang sebenarnya. Lawan politiknya adalah March 14 Aliance yang pro Barat dan Israel.

 
Sisa Sisa Masa Lalu Yang
Belum Direkonstruksi
Kembali
Lebanon memang rumit, dilihat dari komposisi agama penduduknya saja bisa terasa betapa rumitnya mengatur negara ini. Bayangkan, ada lebih dari 20 agama/aliran/sekte di negara ini dengan jumlah penganut hampir seimbang. .Islam hampir 59.7 % (27 % Sunni, 27 % Shiah dan 5.7 % penganut Islam lain lain seperti Allawite, Ismaillite, Nusayri dan Druze. Penganut Kristen 39 %, itupun macam macam alirannya seperti Maronite, Greek Orthodox, Armenian Orthodox, Syriac Catholic, Armenian Catholic, Syriac Orthodox,Melkite Catholic,Roman Catholic, Coptic,Chaldean,Protestant dan Assyrian. 1.3 % dari agama lain lain. Dari buku panduan terakhir yang saya miliki, komposisi agama di Lebanon bisa diringkas lebih sederhana lagi, yaitu 27 % Sunni, 27 % Shiah, 21 % Maronite, 8 % Greek Orthodox, 5 % Druze, 5 % Greek Catholic dan 7 % Kristen yang lainnya.

Poster Ajakan Untuk
Membangun Kembal
St Vincent Church

Soal agama sebenarnya semua agama bisa hidup berdampingan dan saling menghormati. Dan itu terlihat jelas di kawasan Downtown (Central District) Beirut. Ditempat ini berbagai macam tempat ibadah berada disatu tempat dan saling bersebelahan. Ada yang sangat tua sekali, ada yang baru direnovasi dan ada juga yang masih berantakan sebagai sisa perang saudara beberapa tahun lalu. Total ada 10 gereja, 6 masjid, dan satu synagoge Yahudi yang berdempet dempetan dalam radius yang tidak terlalu jauh. Diantaranya yang sangat berdekatan sekali adalah
  • Mohammad Al Amin Mosque, 
  • Saint Goerge Maronite Cathedral, 
  • St Nishan Armenian Orthodox Church, 
  • St Elie Armenian Catholic Cathedral. 


Gereja Dibelakang St George
Cathedral Dan Mohammad
Al Amin Mosque
Celakanya, sejak demokrasi diperkenalkan di Lebanon, maka mulailah mereka berplitik dengan membentuk berbagai macam partai politik yang berbasis agama. Karena hanya dengan memilih partai politik maka penguasa pemerintah bisa ditentukan oleh rakyat. Ditambah pula campur tangan asing seperti Israel dan Amerika yang mendukung partai tertentu untuk tujuan politik tertentu. Maka terjadilah pembunuhan tokoh politik Rafic Hariri, pembantaian pengungsi Palestina Sabra & Satilla yang terkenal oleh Phalangist Party/Israel, dan perang saudara.berkepanjangan sampai 15 tahun.



Masjid Islam Sunni
(Diresmikan 2008)
Mohammad Al Amin
Saat ini Lebanon sudah aman dan tidak terjadi perang saudara lagi. Sistem pemerintahan dibagi rata dan disebut confesionalism,  sebagai contoh Presiden dipilih dari Kristen Maronite, Prime Minister dari Islam Sunni, Parlemen dari Islam Shiah, Deputy Prime Minister dan Deputy Parlemen dari Kristen Orthodox.
Penduduknya, baik yang Islam Sunni, Shiah, Kristen Maronite, Kristen Orthodox dan lain lain semua kembali seperti kehidupan semula yang akrab bersahabat satu dengan lainnya.


Baca Juga :

4 komentar:

  1. Abis baca sejarah agama bahai, eh nemu postingan menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah corak pemerintahan spt di Lebanon,cukup efektif,apalagi dg julukannya sbg negara sejuta agama..

      Hapus
    2. sebenarnya kurang suka model pemerintahan dsna..bagi2 kursi berdasarkan agama. bukan the right man on the right job. mungkin mikirnya orang lebanon, klo dibagi sama rata berdasarkan bnyaknya agama dsana, potensi konflik sosial yg membawa isu agama jd berkurang, karena kaum elite agamanya duduk di pemerintahan. tapi ga tau lagi ding

      Hapus
    3. Benar, masing2 'model' pembagian kekuasaan punya kelebihan dan kelemahan..yg terbaik di suatu negara blm tentu cocok bila diterapkan di negara lain..namun apkh saat ini prinsip the right man in the right place jg bisa diterapkn scr efektif di indonesia..sy kira msh blm bisa dijawab scr gamblang.

      Hapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.