Selasa, 30 September 2008

Chevron Vs KOC

Setelah saya tinggal di Kuwait dan bergabung dengan KOC, banyak sekali yang menanyakan tentang pekerjaan dan membanding bandingkan kedua perusahaan tersebut. Terutama dari kawan kawan lama di Chevron dan beberapa orang yang ingin bergabung ke KOC. Saya akan tegaskan, bahwa di Duri suasana kekeluargaan antar karyawan sangat kuat sekali dan belum saya rasakan sama sekali hal tersebut disini, mungkin karena perbedaan budaya yang mencolok antar negara yang menyebabkannya. Kalau mau tahu perbedaan yang lain, Kira kira rangkumannya adalah sebagai berikut, silahkan menginterpretasikan sendiri, mana yang lebih cocok dengan anda.






































Chevron


KOC




  • Tinggal di kota kecil di Sumatra, setiap saat ingin pergi ke Jakarta atau kota besar lain sekedar cari hiburan dan keramaian





  • Tinggal Di Kuwait, setiap saat ingin pulang ke Jakarta juga, bukan untuk mencari hiburan atau keramaian tetapi pingin ke kampung dan menikmati suasana pedesaan. Di Kuwait malas keluar rumah karena tinggal ditengah kota yang ramai dan penuh hiburan, musim panas terlalu panas, musim dingin terlalu dingin.





  • Kalau nyampai di Jakarta, yang dituju pertama kali adalah keramaian Mall, makan makan di junk food restaurant seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut dll atau ke rumah makan mewah yang tidak ada di Sumatra





  • Kalau nyampai di Jakarta, yang dituju pertama warung tahu campur, pecel, rawon yang tempatnya mblusuk di kampung dan gang sempit. Rasanya nikmaaat sekali kalau ketemu masakan warung langganan di Indonesia.





  • Karena tinggal dikota kecil, nikmat rasanya setiap hari berkhayal nonton film digedung bioskop, melihat kesibukan kota, membayangkan ketemu artis sinetron, atau bisa ikutan Who Want To Be Millionaire kalau tinggal di Jakarta





  • Nggak bisa berkhayal apa apa karena Kuwait sangat kecil dan ramai, setiap saat bisa nonton film di gedung bioskop dan malah bisa ketemu dengan artis, sedihnya istri bisa cemberut kalau terlalu lama memandang 'Ayu Ashari' di Kuwait, he he he ...





  • Kalau musim liburan ngantri pesawat perusahaan agar bisa terangkut dan gratis ke Jakarta





  • Kalau musim liburan, pura pura saja ngantri pesawat ke Jakarta dan berharap tidak kebagian tempat duduk karena tiketnya mahal.





  • Serumah jarang bisa ketemu karena istri punya relasi dan kerjaan sendiri dan anak anak main kerumah teman masing masing.





  • Kemana mana anak dan istri selalu bersama karena belum berani nglayap sendirian. Senang juga jadi sopir pribadi keluarga, rem mobil lebih dari satu sekarang, semuanya ikutan ngerem pakai mulut kalau jalan terlalu cepat, he he





  • Pulang pergi kantor dijemput mobil perusahaan (IOT), sedap rasanya ke kantor pakai sopir dan bisa berkhayal nikmatnya naik mobil sendiri dengan sopir kemana mana. Seringkali saya membayangkan seandainya mobil jemputan ini mobil mewah dan bisa tamasya kemana mana dengan sopir, wah nikmatnya





  • Sedih, nggak bisa berkhayal lagi karena harus konsentrasi nyetir Caprice V8. Apalagi jalanan disini halus dan lurus, meleng sedikit saja bisa ditumbur kendaraan lain. Di Kuwait nggak perlu berkhayal seandainya pingin naik mobil mewah, cukup rental saja beberapa hari hanya dengan beberapa KD saja.





  • Bisa berkebun karena rumah perusahaan sangat besar dan halaman cukup luas. Bersih bersih kaca jendela bisa dilakukan setiap saat.





  • Tinggal di apartment tidak ada kebun, rasanya rindu sekali bisa nyiram tanaman. Celakanya, bisa dianggap sinting kalau berani bersih bersih kaca jendela sambil bergelantungan di lantai atas.