Jumat, 01 April 2016

Yang Keren Dari Indonesia

Indomie, Makanan Nasional Indonesia
Ada Juga Di UK

Ada dua produk Indonesia yang sangat dikenal di luar negeri. Di negara manapun saya berada selalu saja dua produk nasional ini yang paling sering dibicarakan dan bahkan dicari. Kadang kadang sedih juga, kenapa hanya dua saja yang selalu diingat dengan mudah oleh sebagian besar Bule, Arab, Latino dan semua orang di luar negeri. Nggak percaya, tanyakan saja ke siapapun disekitar anda kalau anda sedang berada di luar negeri. "Apa yang anda kenal dan sukai tentang Indonesia ?".


Indomie Cukup Banyak Di ASDA Disemua Kota Di UK
Kalau Nggak Nemukan Berarti Udah Ludes

"Hi...Ask me what d'you know about Indonesia, Indonesian Products for example".

Jawabnya selalu Indomie dan Maid. 
Boleh percaya dan boleh tidak, jawaban yang terakhir ini memang terasa agak lain ditelinga. Tetapi saya harus mengakui juga, memang yang terakhir ini ada dimana mana. Nggak cuma di Hongkong dan Timur Tengah. Di Belanda, UK dll ngetop dengan istilah Indonesian Nanny.

"Do you know BALI ?".
"Yes I know, Bali is the third famous about your country".
"Pffff ...... @#$%^$&*@".


Mborong Indomie Di ASDA Portsmouth UK

Baca Juga :

Minggu, 20 Maret 2016

Amman Jordan, Jadul Tapi Banyak Peninggalan Sejarah

Jordan Alamnya Berbukit Bukit Tinggi
Kalau Musim Dingin Seringkali Tertutup Salju

Ke Jordan memang mudah sekali bagi pemegang passport Indonesia. Nggak perlu sibuk ngurus Visa di Embassy Jordan karena bisa Visa On Arrival. Tinggal beli tiket pesawat dan langsung terbang saja. Biaya hotel, makan, sewa mobil atau ikut paket tour wisata juga relatif murah. Hati hati ketangkap pak Polisi kalau anda nyopir mobil sendiri. Jalan raya antar kotanya cukup lempeng meskipun banyak naik turunnya. Batas kecepatan 80 Km/jam bisa tiba tiba berubah jadi 40 Km/jam  atau bahkan 25 Km/jam menjelang masuk desa. Seringkali polisi ngumpet dan langsung nyemprit kalau ada mobil masih kecepatan tinggi saat masuk desa.


Ada Bukit Yang Hijau Disebelah Kiri Tetapi Kering
Disebelah Kanan. Wadi Juga Banyak

Obyek wisata Jordan lumayan banyak, umumnya peninggalan peninggalan sejarah peradaban kuno, jaman para Nabi sampai peninggalan Romawi. Nggak usah pergi jauh jauh, ibukota Amman saja juga banyak tempat tempat bersejarah yang layak dikunjungi..Contohnya Jordan Musseum Of Popular Tradition, Puing puing Byzantine Church, Ummayad House (Bayt), The Roman Theater, Qasr Al Abd Castle, Temple Of Hercules dll. Sebagian besar sudah tidak berbentuk lagi dan tinggal puing puing batu yang berserakan kecuali Roman Theater saja yang terlihat masih utuh..


Kota Amman Tidak Semegah Jakarta
Gedung Pencakar Langit Bisa Dihitung Dengan Jari
Nggak Ada Apa Apanya Dibanding Jakarta

Jangan membayangkan kota Amman seperti Jakarta yang gemerlap. Kota ini bisa saya katakan cukup Jadul  dan nyaris belum ada gedung pencakar langgit dengan ketinggian mencapai 30 lantai keatas. Gedung yang bisa dikatakan cukup tinggi paling banter bisa dihitung dengan jari. Rata rata hanya sekitar 1 - 6 lantai saja dan semuanya berwarna coklat, bikin mata sepet karena semua sama.


Amman Kira Kira Sama Dengan Jakarta Tahun 1970an

Down Town atau pusat keramaian kota Amman namanya King Faisal Street atau King Faisal Square. Kira kira seperti pasar di Indonesia jaman tahun 1970an. Penuh sesak dengan deretan toko toko kecil dan PKL yang terkadang tumpah ke jalan. Jordan memang tidak ada apa apanya dibanding Klaten, tetapi penduduknya cukup bangga terhadap kekayaan sejarah peradaban yang dimiliki dan sangat ramah terhadap wisatawan. Silahkan menikmati pemandangan kota Amman dibawah ini.



Pompa Bensin Umumnya Kumel, Ada Tambal Ban Juga


Rumah Dan Gedung Di Kota Amman
Semua Warnanya Coklat Dan Seperti Tidak Tertata


Daerah Downtown Juga Tidak Mengenal Tata Kota




Jalan Naik, Parabola Centang Perentang
Dan Jemuran


Al Saadah Street - King Faisal Square
Down Town Kota Amman Kebanggan Warga

Ummayad Palace (Masjid Pacman) Ini Ditengah Kota Amman
Ditengah Puing Puing Gereja Byzantine

Hercules Dulu Katanya
Menghancurkan Pilar Disekitar Sini


Mobilnya Kuno Kuno Dan Butut

Warung Kue Dan Roti - Ternyata Enak Juga

Baca Juga :

Sabtu, 12 Maret 2016

Sociale Dienst - Nggembel Aja Dibayar

Meskipun Cuma Genjrang Genjreng Ngamen
Perbulan Dapat Rp 20 Jutaan Dari Pemerintah
Nggak Perlu Dikasihani Kalau Anda Lihat Gembel Eropa


Tunjangan Kere di Inggris namanya National Insurance (Baca : Kenapa Artis Kawin Cerai), tetapi kalau di Belanda namanya Sociale Dienst. Di Indonesia belum ada tunjangan semacam ini sampai saat ini. Kira kira semacam tunjangan tunai untuk biaya hidup bagi pengangguran, gelandangan (Bahasa Belandanya Bedelaar) atau tunawisma (bahasa Belandanya Daklozen). Istilah Bedelaar dan Daklozen ini punya definisi yang berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia seseorang menjadi miskin umumnya karena terlahir sudah miskin, nggak punya pekerjaan tetap atau hal hal lain yang menyebabkan bangkrut.


Jangan Sedikitpun Merasa Kasihan Lihat Orang Seperti Ini
Mereka Memang Punya Dunianya Sendiri


Di Belanda, seseorang menjadi Kere disebabkan karena ulahnya sendiri, misal membuat kerusuhan ditempat umum, kriminal, pelanggaran hukum, Semau Gue (Punker/Junkie), pailit terlalu banyak hutang dll. Begitu seseorang terlibat salah satu dari yang saya sebutkan tadi, maka tiada ampun lagi langsung suram masa depannya. Semua tunjangan yang menjadi haknya langsung hilang dan mereka akan dengan cepat dijauhi oleh teman, keluarga bahkan susah masuk kembali ke dunia kerja. Catatan, di Belanda, bayi baru lahir mendapat tunjangan sesuai dengan umurnya.sampai umur 18 tahun. Begitu masuk usia kerja tapi nganggur juga dapat tunjangan.


Di Indonesia Tinggal Di Apartment Sangat Bergengsi
Di Belanda, Bisa Jadi Bertetangga Dengan
Penerima Sociale Dienst


Tunjangan anak atau sering disebut Tunjangan Pendidikan besarnya sekitar EUR 280 per bulan (4 - 5 Juta Rupiah kurs saat ini). Di Indonesia juga ada di DKI dan baru saja dimulai di era Gubernur Ahok, namanya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tunjangan Hari Tua relatif sama dengan di Indonesia, dananya diambil dari gaji dan perusahaan saat masih aktif bekerja. Kalau pengangguran, sumber dananya ada dua yaitu kalau nggak dari UWV tentu dari Sociale Dienst.


Kalau kena PHK misalnya, maka tunjangannya berasal dari UWV. Kira kira sekitar 70 % dari gaji terakhir. Tapi tidak selamanya dapat duit dari UWV, ada masa berakhirnya. Tujuannya supaya semangat cari kerja dan nggak membebani negara. Kalau sudah benar benar menyerah nggak dapat kerja, baru bisa mengajukan Sociale Dienst. Tunjangan Kere ini besarnya bervariasi sekitar EUR 600 - EUR 800 (sekitar 11 Juta Rupiah) per bulannya untuk single dan bisa mencapai EUR 1200 (sekitar Rp 17 - 19 Juta kurs saat ini) kalau punya pasangan atau anak.


Itulah sebabnya di Belanda dan Eropa nggak ada yang berani demo anarkis ditempat umum. Kalau anda jalan jalan dan masuk ke perumahan perumahan di Belanda, semua orang yang anda temui dan juga perumahan akan 'terlihat' relatif sama. Nggak ada sama sekali istilah "Saya Orang Kaya", "Kamu Orang Miskin", "Ini Perumahan Orang Kaya" atau "Ini Perumahan Kere". Semua sama saja dibiayai pemerintah walau pengangguran sekalipun. Akibatnya, kalau para Kere ini datang ke Indonesia, langsung masuk TV Entertainment karena dengan cepat dapat jodoh artis film dan sinetron. Catatan : mereka juga dapat tunjangan liburan setahun sekali. Kalau masuk ke penampungan, tunjangan hidup diberikan seminggu sekali. Baca : Kenapa Artis Kawin Cerai.


Semua Tunjangan Kere yang ditermia sudah diperhitungkan cukup untuk bayar listrik, gas, sewa rumah dan makan setiap bulannya. Tetapi begitu membuat masalah ditempat umum, terlibat kriminal, drugs atau semacamnya, langsung deh habis semuanya. Rumahpun bisa diusir kalau nunggak berbulan bulan dan biasanya langsung di black list dan sangat susah untuk dapat rumah lagi. Akhirnya mau nggak mau harus ditampung di penampungan sosial semacam  "Bala Keselamatan"


Banyak orang Indonesia yang menilai hidup di Belanda atau Eropa enak sekali karena yang diketahui dan dibaca hanya cerita seperti diatas saja. Salah besar, yang enak itu hidup di Indonesia, hampir semuanya masih serba gratis. Negara negara Eropa bisa memberi tunjangan seperti itu karena semua penduduk bayar pajak tanpa kecuali. Pedagang kaki lima saja mau bayar pajak (Baca : KVK - Kamer Van Koophandel), Petani / nelayan bayar pajak, renovasi rumah bayar pajak (Baca : Uenak Tenan Bayar CGT), ada juga pajak limbah, pajak polisi dan keamanan, pajak kota dan pajak bla bla bla (Baca : Klenger Bayar Pajak Mulu). 


Kalau saya jelaskan di Eropa semua bisa begitu karena serba bayar pajak, Jawaban orang Indonesia di tanah air umumnya : "Nggak mungkin bisa diterapkan di Indonesia, masih banyak rakyat miskin di Indonesia" katanya.  Dinegara manapun kalau rakyatnya miskin jelas tidak akan diminta bayar pajak tapi malah diberi tunjangan kere oleh negara. Di Indonesia, Petani nelayan nggak pernah dikenai pajak padahal mereka punya penghasilan, pedagang kaki lima sama saja punya penghasilan malah setor ke preman, Keamanan dan kebersihan komplek perumahan bayarnya ke RT, rumah di renovasi dan ditambah kios ponsel juga dibiarin saja. Apa nggak enak ?. Kapan Indonesia bisa maju dan mensejahterakan rakyat seperti Belanda dan Eropa kalau petani, nelayan, PKL dan yang kerja informal nggak pernah bayar pajak apapun. sampai saat ini.

Catatan : Angka angka besaran tunjangan diatas adalah perkiraan angka saat tulisan ini saya buat. Bisa berubah.

Baca Juga :

Selasa, 09 Februari 2016

Lembah Cinta Cappadocia, Turkye

Namanya Cock Rock Di Cappadocia
Bahasa Jawanya Watu K****l atau Watu Manuk

Bentar lagi Valentine's Day. Mari saya ajak anda wisata ke negerinya Erdogan, tempat yang cocok untuk berValentine's day. Saya naik bus pariwisata dgn berbagai macam turis. Bisa ngebayangin nggak, kalau  seandainya anda salah satu dari sedikit wanita dalam bus pariwisata yang isinya sebagian besar laki laki. Saya pernah mengalaminya saat jalan jalan di Cappadocia, Turkye. 

Yang Tengah Ujungnya Berlubang
Berdasarkan Mithos, Katanya Penyakitan
Udah Kena Penyakit Kelamin Siphilis
Sepanjang jalan turis laki laki dari berbagai macam negara guyon dan ngakak mulu. Yang semula saat berangkat dari Goreme masih belum ada yang kenal, sontak langsung akrab dan saling tertawa ngakak saat memasuki Love Valley (bagian dari Goreme Open Air Museum), Cappadocia. Namanya keren, Lembah Cinta, tapi isinya ratusan prototype 'barang'  yang paling dibanggakan kaum lelaki. Lokasi Love Valley ini sekitar 10an Km dari Goreme, kota kecil tempat saya menginap.

Jiah, Keciiilll, Nggak Ada Apa Apanya Ternyata
Dibanding Yang Dibelakang

Didalam bus, tiba tiba ada turis yang teriak "Oh my God, mirip sekali punyaku !!!", sambil menuding ke salah satu bebatuan yang konon namanya 'Cock Rock' (bahasa Jawanya 'Watu K****l', maaf). Semua turis didalam bus melihat semua dari jendela lalu turis laki laki pada ngakak semua. Menurut anda, sebaiknya saya ikut ngakak atau cemberut ?. Tersenyum atau pasang wajah judes ?.

Nggak Kebayang Deh
Lebih Dari 10 Tegak Mengacung Keatas Didepan Saya

Semula saya pura pura nggak dengar apa yang dibicarakan, maksudnya buat Jaga Image (Jaim). Tetapi ketika saya sibak tirai jendela bus dan saya lirik pemandangan diluar dari jendela, ternyata banyak sekali bebatuan disepanjang jalan yang benar benar bentuknya mirip sekali dengan 'onderdil'nya mas Ardi. Ada yang kecil imut, besar, mereng kekiri dan mereng kekanan. Lama lama saya  #mesem, #kelingan, #ngebayangin., #gemes, #pingintakremes.

Ada Yang Ukurannya Cute Dan Ada Juga
Yang Jumbo, Tinggal Pilih

Melihat pemandangan batu yang mengacung tegak keatas di Love Valley ini saya jadi teringat Tugu Monas di Jakarta. Saya tidak pernah melupakan sama sekali Tugu Monas yang sangat bersejarah tersebut. Waktu masih mahasiswa, jaman pacaran puluhan tahun yang lalu, saat itu saya sedang melintas Monas dan jalan berdua menuju kantor BKKA Pertamina untuk urusan permohonan kerja praktek mas Ardi.

Ya Ampun, Besar Sekali Dan Berotot

"Mas, jalannya pelan dong, kok ninggal terus. cinta nggak sih ?"
"Tenang dik, selama Tugu Monas masih berdiri tegak, aku akan tetap mencintaimu", sambil menunjuk Monas.
Cie cie....., Alhamdullilah Monas masih berdiri tegak sampai sekarang. Cintamu memang abadi mas.

Batu Cipokan
Mithosnya Dikutuk Jadi Batu Karena Berbuat
Tidak Senonoh

Batu Ciuman Ini Juga Hasil Kutukan
Karena Berbuat Mesum Di Tempat Ini


Yang Ini Bisa Digenggam
Semua Turis Posenya Mengacungkan Tinju


Yang Ini Pasien Mak Erot
Pose Favorit Turis Ya Rebahan
Seperti Ini

Cie Cie
Mas, Punyamu Kayak Yang Didepan Itu

Baca Juga :

Sabtu, 06 Februari 2016

Bayrami Di Istanbul Turkye

Anak Anak Istanbul Keliling Dari Rumah Ke Rumah
Saat Harii Raya Idul Fitri (Seker Bayrami)
Cuma Dapat Permen Dan Coklat


Sudah berkali kali saya berada di Turkye saat liburan Hari Raya. Semua hari raya di Turkye namanya Bayram (Bayrami). baik untuk hari raya keagamaan maupun non keagamaan selalu pakai nama embel embel Bayram atau Bayrami. Saya kurang begitu jelas arti sebenarnya dari Bayram ini, mungkin artinya Hari Raya atau Hari Libur. Yang jelas semua penduduk kalau ditanya libur apa hari ini ?, ada apa kok ramai disana ?, jawabnya hanya satu kata saja "Bayram". 


Pagi Hari Selesai Mbangunin Sahur
Pulang Kerumahpun Masih Riuh Nabuh Drumnya


Bukan hari raya Islam saja yang disebut Bayram, hari raya keagamaan umat Kristen juga disebut Bayram, misal Paskaiya Bayrami (Hari Raya Paskah), Noel Bayrami (Hari Raya Natal). Bahkan Haloween juga disebut Cadilar Bayrami


Nunggu Permen Dan Coklat Bayram


Yang sering saya amat amati adalah hari raya Idul Adha (Kurban Bayrami), Idul Fitri (Seker Bayrami) dan tentu saja bulan puasa Ramadhan (Ramazan Bayrami). Benar benar berbeda dibanding dengan di Indonesia. Hari raya besar umat Islam ini terasa biasa biasa saja, nggak ada bedanya dengan hari hari biasa kecuali toko toko yang banyak menjual manisan, permen dan coklat saja. Di Istanbul, Restaurant juga buka seperti biasa saat bulan Ramadhan dan tanpa ditutupi dengan kain sama sekali. Hmmm, orang Turki beli kain penutup restaurant aja nggak ada yang sanggup beli. Sore hari setelah buka puasa, semua cafe, restaurant dan discotheque mulai hingar bingar seperti hari biasa sampai tengah malam.


Hari Terakhir Puasa
Anak Anak Sudah Mulai Ramai Di Kampung Kampung


Malam Lebaran atau sehari sebelum Idul Fitri (Arafezi Bayrami - Hari Arafat), nggak ada arak arakan Takbiran seperti di kampung kampung di Indonesia. Bangga sekali rasanya, ternyata Indonesia lebih kaya dari Turki bisa menghambur hamburkan duit buat arak arakan Takbiran. Anak anak Turkye juga keliling kampung dari rumah ke rumah untuk salaman, nggak ada sedikitpun suara takbir dari anak anak tersebut. Pemilik rumah yang kedatangan tamu tamu kecil tersebut cuma membagikan permen, manisan atau coklat dan cay (teh) dalam gelas kecil. Lebih bangga lagi saya jadi orang Indonesia, di tanah air yang disediakan tuan rumah untuk anak anak selalu duit ribuan rupiah, Rengginang, Opor Ayam dan Teh Botol. Di Turkye mah ngirit, minum teh aja pakai gelas sloki yang kecil sekali.


Suasana Di Kampung Istanbul Saat Lebaran
Mobil Parkir Lebih Banyak Dari Biasanya
Nggak Ada Minal Aidin Wal Faidzin Di Turki
Cukup ucapkan 'Bayraminiz Mubarek Olsun'


Saat Sholat Ied, yang datang ke Masjid hanya laki laki saja, tidak seheboh orang Indonesia dimana kakek, nenek sampai cucu cicit semua berbondong bondong mudik dari Jakarta ke desa sampai masjid aja nggak cukup dan harus sholat Ied di lapangan. Pokoknya suasana hari raya di Indonesia jauh lebih hebat, gaduh dan gemerlap dibanding Turkye. Apalagi, saat lebaran semua perhiasan dipakai semua dan mobil baru dipertontonkan di kampung. Mana ada yang kayak gini di Turkye.

Ini Photo Bulan Puasa Di Taksim, Istanbul
Bukan Hoax Lho

Bulan puasa juga ada yang mbangunin tidur. Anak anak dan remaja jalan kaki keliling kampung membawa drum dan ditabuh keras keras berganti gantian dengan teriakan mereka yang tidak saya ketahui artinya. Saya dengarkan berkali kali, tidak pernah saya mendengar kata 'Sahur....Sahur...". Kalimat yang diucapkan sangat panjang dan berirama. Dung dung dung, lalu teriak teriak, dung dung dung, teriak lagi dalam bahasa Turkye. Sebenarnya sedih juga kenapa di Indonesia cuma kentongan bukan drum ?. Tapi nggak apalah, saat ini di tanah air sudah ada yang lebih keren dari sekedar Drum Turkye. Di Indonesia sudah jarang yang keliling bawa kentongan jalan kaki. Malah saat ini lebih banyak yang sahur bawa sound system, nyetel ndangdut keras keras dari atas becaknya.


Baca Juga :