Minggu, 12 April 2009

Cara Orang Russia Mencari (Tambahan) Uang

Yang Muda Ngamen Di Subway

Ada banyak cara untuk mendapatkan uang di St Petersburg maupun Moscow, terutama didaerah daerah yang banyak dikunjungi turis atau tempat tempat yang selalu ramai tempat lalu lalang orang jalan. Yang masih sehat dan segar bugar umumnya ngamen dengan menunjukkan keahliannya. Dimana mana banyak terlihat orang kesana kemari membawa alat musik (katanya sih mahasiswa seni musik).
.

Yang Uzur Ngamen Di Jalan

Mereka harus bersaing dengan orang yang kurang beruntung seperti pengamen sejati. Ada juga yang jagoan main Circus, Russia memang terkenal dengan 'Circus'nya. Tetapi ada juga yang sudah terlalu uzur untuk bersaing keahlian dan ketangkasan dengan yang lebih muda sehingga cukup mengharapkan sedekah dari orang lain. Semoga diberi kemurahan rejeki bagi orang orang yang kurang beruntung ini.


Diantara cara mendapatkan uang halal yang cukup menarik adalah sebagai berikut :

    Kazan Cathedral - St Petersburg

    Yang Sepuh Ngemis

    Waktu kita jalan jalan di Cathedral besar dan antik ini, tiba tiba muncul dua orang laki laki dan perempuan dengan pakaian yang cukup berat jaman Tsar dengan warna yang meriah. Yang wanita memakai gaun merah menyala dan yang pria dengan pakaian hijau yang tidak kalah menyalanya juga, entah pakaian Tsar tahun berapa. Mereka menawarkan photo bersama, cara bayarnya berdasarkan jumlah mereka berganti gaya.
    .
    .
    Favorit Turis Yang Dandan
    Ala Jaman Baheula

    Terserah mau dijepret berapa kali dengan satu tustel atau banyak tustel selama gaya mereka tetap sama ya cukup bayar RUB 150. Tetapi mereka juga akan memberitahu kalau akan berubah gaya, kalau kita setuju ya mbayar lagi tambahan RUB 150. Ngamen cara ini juga kita temui di beberapa taman kota.


    Photo Studio - St Petersburg

    Dandan Dulu Mau Diphoto
    Pakai Baju Daerah


    Kalau yang ini adalah ajakan untuk berphoto di studio memakai baju tradisional Russia.Salesmannya datang dan menawarkan photo photo cantik turis dari berbagai penjuru dunia yang sedang mengenakan pakaian tradisional Russia, mulai pakaian keluarga Tsar sampai pakaian sederhana penduduk pedesaan. Jasa photo studio ini termasuk 'ndandani' semirip mungkin dengan Tsar Rusia atau dengan wong 'ndeso' Russia. Biaya photo dan biaya sewa pakaian dihitung tersendiri. Semakin 'berat' pakaian jelas semakin mahal. Diajari juga cara menari pergaulan cara Russia yang umum dilakukan didesa desa.

      Tentara Jaman Komunis - Kremlin Moscow

      Stalin Sedang Ngemis

      Saat ini Rusia adalah negara federal bukan negara Komunis lagi. Segala macam atribut Komunis atau sesuatu yang berbau Lenin dan Stalin dijadikan barang souvenir. Bendera partai komunis, kaos kaos bergambar Lenin dan Stalin dengan tulisan yang diplesetkan agar lucu, emblem atau tanda pangkat tentara, logo KGB sampai seragam tentara jaman Komunis dulu semua ditawarkan ke turis. Photo bersama dengan 'tentara tentara'an dengan pangkat Jendral sampai photo sedang digeledah agen KGB semua bisa dilakukan di Moscow. Bayarnya RUB 100 sekali jepret.


      Circus - Old Arbat Street Moscow

      Badut Jalanan

      Ini yang paling nyaman karena memakai baju badut yang tebal. Temperatur udara sekitar 0 - 5 Derajat Celcius kalau tidak memakai baju tebal dan tidak bergerak bisa beku jadi es batu, makanya badut circus di old arbat ini paling lincah bergerak kesana kemari. Mulai dari bagi bagi brosur, atraksi naik sepeda roda satu sampai melempar puluhan bola dengan tangan satu.


      Baca Juga :

      Sabtu, 11 April 2009

      Masjid 'Soekarno' Di St Petersburg

      Masjid Soekarno Di
      St Petersburg

      Pada hari pertama kedatangan di St Petersburg tanggal 3 Apr 2009, kita tidak menduga bahwa malam hari di St Petersburg ternyata terang benderang seperti layaknya siang hari. Matahari benar benar menghilang sekitar jam 10 malam dan terbit lagi sekitar jam 2 pagi. Hanya 4 jam saja gelap, akibatnya terjadi kekacauan dalam hal sholat, nunggu datangnya sholat maghrib tak kunjung tiba dan tertidur pulas sampai jam 4:30 pagi hari. Sholat Isya jelas tertinggal, sholat subuh juga nggak yakin akan diterima atau tidak sebab jam 04:30 pagi rasanya seperti jam 10:00 siang.


      Cekungan Ini Berada Di Luar Masjid Bisa
       Jadi Mirqab/Mimbar Untuk Sholat Ied 
      Diluar Masjid

      Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, kita sepakat mencari masjid disekitar downtown. Kita yakin sekali ada masjid di St Petersburg karena kebetulan dari Istanbul ke St Petersburg kita satu pesawat dengan rombongan Umroh warga St Petersburg. Artinya, pasti ada banyak muslim Russia di St Petersburg. Benar saja tidak jauh dari hotel Atrium di Nevsky Prospekt, tepatnya didaerah downtown (city center) juga, persis diseberang Peter And Paul's Fortress berdiri megah St Petersburg Mosque. Pengaturan jamaah masjid terasa unik kalau dibanding masjid di Kuwait atau Indonesia dimana lantai dasar untuk jamaah masjid laki laki, lantai satu untuk jamaah masjid wanita dan lantai 2 untuk belajar ngaji.



      Masjid St Petersburg ini pembangunannya selesai pada tahun 1921 dan dibangun dari sumbangan banyak pihak dan tercatat sebagai donatur terbesar adalah Said Abdul Sahad, Emir Of Buchara. Arsiteknya adalah Nikolay Vasiliev, engineer sipilnya adalah Stepan Krichinskiy dan pengawas pembangunan oleh Alexander Von Gogen. Ijin pembelian tanah dan pendirian bangunan masjid diberikan oleh Tsar Nicholas II pada 3 July 1907. Pada saat Perang Dunia II, masjid ini ditutup dan digunakan sebagai medical warehouse. Tetapi atas permintaan Presiden I Indonesia Soekarno yang mengunjungi masjid ini pada tahun 1956, maka masjid ini dibuka kembali dan dikelola oleh Komunitas Muslim di St Petersburg, hanya 10 hari setelah kunjungannya di St Petersburg. Tahun 1980 dilakukan renovasi besar besaran sehingga bentuknya seperti yang sekarang kita lihat. Presiden Megawati pernah berkunjung ke Masjid ini pada tahun 2003 sedangkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah berkunjung pada 30 Nov 2006. Presiden Mangaf Block 4 Kuwait - Ardianto H pada tanggal 4 April 2009. 
      .

      Baca Juga :

      Dacha - Rumah 'Ndeso' Orang Russia

      Didepan Salah Satu Dacha Dekat St Petersburg


      Dacha sebenarnya adalah rumah asli orang Russia yang sudah ada sejak jamannya Peter The Great dimana arti sebenarnya dari Dacha adalah 'hadiah atau sesuatu yang diberi'. Konon dulunya Tsar Russia sering membagikan rumah kecil yang kelak bernama Dacha ini. Saat ini Dacha tak ubahnya seperti villa villa di Puncak milik orang kota. Pernah dilarang pembangunannya, pernah dibatasi luas tanah dan bangunannya, pernah juga ditertibkan dan digusur dan sering berseberangan dengan aturan pemerintah setempat. Ya, memang Dacha sekarang umumnya hanya dimiliki dan digunakan oleh orang kaya di kota untuk bersantai dan liburan musim panas saja. Bentuk arsitekturnya juga jor joran seperti kebanyakan orang yang punya duit berlebih dimanapun juga. Mirip sekali dengan nasib villa villa di daerah Puncak dan sekitarnya bukan ?


      Rumah Kayu Dacha
      Kosong Karena Pemiliknya Di Kota


      Dacha yang kita kunjungi adalah sekitar 2 jam dari St Petersburg, sangat jauh dari kebisingan kota St Petersburg. Pada saat kita kunjungi pada tanggal 4 April 2009, sebagian besar halaman Dacha masih tertutup salju. Beberapa Dacha ada yang ditunggui oleh satpam yang angker dan ada pula yang ditunggui penduduk desa. Tetapi yang ditinggal begitu saja juga banyak, katanya sih satu penjaga sanggup menunggu sekitar 4 Dacha yang berdekatan. Pada saat musim dingin atau peralihan musim seperti sekarang ini, sebagian Dacha ada yang disewakan kepada turis asing. Sangat berbeda dengan villa villa di Puncak yang umumnya disewakan juga kepada pasangan selingkuh dari Jakarta.


      Sumur Penduduk
      Airnya Tidak Beku

      Yang unik dari Dacha ini adalah letak sumur airnya. Sumur air tidak terletak di belakang rumah tetapi letaknya didepan rumah, persis dipinggir jalan. Jadi meskipun permukaan tanah tertutup salju semua, air sumur masih tetap bisa ditimba untuk kebutuhan sehari hari. Waktu kita coba menimba air, wow ternyata air sumur ini tidak sedingin udara di permukaan yang masih penuh tertutup salju. Airnya masih segar, bersih dan cukup hangat untuk diminum. 


      Baca Juga :

      Pemilu - Nyoblos Di Moscow

      Didepan KBRI Moscow

      Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat, kita sempatkan waktu yang terbatas untuk nyoblos wakil rakyat pada tanggal 09 April 2009 di KBRI Moscow, Rusia. Ternyata kedatangan kita ke KBRI langsung membuat heboh semua pihak, termasuk satpam dan tukang parkir. Lokasi KBRI Moscow bisa dikatakan berada ditempat yang sangat ramai, jalanan didepan KBRI bisa dikatakan cukup sempit karena penuh dengan mobil parkir, baik mobil parkir para Warga Negara Indonesia yang mau nyoblos maupun orang lain yang sedang nongkrong di kafe kafe untuk sarapan pagi.

      .
      Pendaftaran Pemilu

      Alamat KBRI Moscow adalah sbb :
      Embassy Of Indonesia In Moscow, Russian Federation
      Novokuznetskaya Ulitsa 12
      Moscow - Russia
      Phone : (7-495)951-9549 to 51
      Staff KBRI

      Proses nyoblos berjalan sangat cepat karena jumlah masyarakat Indonesia di Moscow tidak begitu banyak seperti halnya Kuwait. Surat pindah TPS yang kita bawa dari Kuwait sempat membingungkan petugas pendaftaran karena mungkin hanya kita saja yang pindah pencoblosan ke Moscow. Setelah diskusi dengan pimpinan KPPSLN sebentar, akhirnya kita dipersilahkan nyoblos dan memasuki salah satu dari dua bilik suara yang ada. Nyelup jari ke tinta dan selesai. Cepat kan, nggak perlu ngantri berjam jam seperti di Indonesia. (Moscow, 9 Apr 2009)


      Baca Juga :

      Perjalanan Kuwait - Saint Petersburg

      Jarak Kuwait – Saint Petersburg sebenarnya tidak begitu jauh, Cuma celakanya sampai saat ini, April 2009 belum ada penerbangan pesawat langsung dari Kuwait Ke Saint Petersburg. Akibatnya harus transit dulu dan berganti pesawat.

      Transit Di Istanbul Yang Melelahkan

      Tidur Di Ataturk Airport
      Ngantuk Berat

      Kami berganti pesawat di Istanbul dan menggunakan Turkish Airways. Pesawat mulai berangkat dari Kuwait sekitar jam 02:15 pagi tanggal 3 April 2009 dan tiba di Bandara Ataturk Airport Istanbul jam 6:15 pagi waktu setempat pada tanggal yamg sama atau kurang lebih sekitar 4 jam saja dari Kuwait - Istanbul. Penerbangan lanjutan dari Istanbul ke Saint Petersburg baru akan berangkat jam 14:00, berarti kita akan transit dan berada di bandara Istanbul sekitar 8 jam sendiri. Bisa dibayangkan betapa lama dan melelahkan menunggu pesawat berikutnya terbang menuju St Petersburg.



      Sarapan Pagi Di Airport


      Akhirnya jam 13:25 pesawat Turkish Airways benar benar berangkat meninggalkan Istanbul menuju St Petersburg. Rasanya ngantuk luar biasa karena hampir semalam nggak bisa tidur, paling banter hanya tidur tidur ayam saja di bandara Istanbul. Perut boleh dikatakan kenyang sekali karena selama transit di Istanbul, segala macam makanan Turki kita coba semua. Kopi berbagai macam merek yang ada di café café bandara juga kita coba untuk mengganjal mata yang luar biasa ngantuknya.


      Tiba Di Pulkovo Airport St Petersburg

      Ditawari Taxi Ke Hotel


      Jam 17.50  pesawat Turkish Airways benar benar mendarat di bandara Pulkovo - St Petersburg. Proses immigrasi sedikit berbeda dengan kebanyakan bandara yang pernah kita kunjungi. Passport kami sempat dibawa kedalam untuk ditunjukkan ke ‘seseorang’ yang tidak saya ketahui jabatannya, yang jelas mereka terheran heran dengan passport hijau Indonesia. Sangat jarang sekali orang Indonesia yang berkunjung ke Russia, Selama saya menunggu sang pejabat memeriksa passport dan visa kita, keramahan khas Russia sangat kental kami rasakan.


      Wajah ‘melayu’ seperti kita ini jadi bahan tontonan orang banyak di bandara, ada yang tanya sambil nebak dengan bahasa Rusia apakah kita berasal dari Japan, Malaysia, China. Tidak segera kita jawab, tapi saya persilahkan nebak dari Negara mana kira kira kita berasal. Ada yang mengatakan kita dari Nepal dan ada juga yang mengatakan kita dari Bolivia. Wow, jauh amat …... Bahasa Inggris tidak dikuasai oleh kebanyakan orang Russia, tetapi ternyata komunikasi pakai bahasa Tarzan sangat mudah dipahami kita semua.


      Sambutan Hangat Atrium Hotel St Petersburg

      Dijemput Sopir Atrium Hotel

      Keluar dari pintu kedatangan bandara ternyata kita sudah ditunggu  oleh sopir dari Atrium Hotel, namanya Sergei. Sayang sepanjang jalan nggak ngomong sama sekali karena si sopir nggak ngerti sama sekali bahasa Inggris. Rata rata orang Russia memang nggak bisa berbahasa Inggris, petunjuk lalu lintas, nama toko, tanda peringatan semuanya ditulis dalam huruf Cyrilic khas Russia. Bisa dibayangkan, betapa bingungnya kita kalau saja tidak dijemput oleh Sergei. Tampaknya pihak Hotel ngerti benar kebingungan tamu asing di Russia sehingga menyiapkan sopir khusus untuk antar jemput ini. Untuk biaya penjemputan dari bandara ke hotel sebesar RUB 1400. Sesampainya di hotel kita diberi coklat Russia sebagai ucapan selamat datang khas Russia.


      Hotel Atrium Di St Petersburg

      Hotel Atrium

      Dari sisi lokasi, hotel pilihan kita boleh dikatakan sangat strategis sekali. Terletak disudut dan hanya beberapa langkah saja dari pusat keramaian Old Nevsky Prospekt. Hotelnya antik dan artistik sekali, mungkin gedungnya termasuk dalam cagar budaya St Petersburg yang tidak boleh dibongkar.  AC jelas tidak diperlukan di St Petersburg karena temperature St Petersburg tertinggi hanya sekitar 25 C saja pada saat musim panas. Pada saat saya check in saya lirik temperature -3 C, pantesan saja dinginnya luar biasa. Rata rata hotel di downtown St Petersburg berupa bangunan tua yang antic dan juga artistic. Tinggal kita saja, memilih hotel mana yang akan kita pakai. Semua bangunan di kota itu sangat antik dan bersih-bersih. Dan tak lupa semua gang dan jendela rumah, hotel dan apartment serba berpagar atau teralis besi. Mungkin inilah penyebab Russia dikenal sebagai negara Tirai Besi.


      Registrasi Passport

      Penuh Sesak
      Di Airport

      Nah ini adalah proses yang tidak umum di Negara manapun. Di Russia, apabila kita telah lolos dari proses immigrasi, kita masih diwajibkan untuk mendaftarkan passport kita ke pemerintah. Kalau kita ngurus sendiri barangkali nggak akan pernah selesai karena nggak ada yang bisa ditanya dan kantor pemerintah yang mana yang ditunjuk untuk proses registrasi. Untungnya Atrium Hotel mempunyai tenaga yang bisa dimintai tolong untuk proses registrasi ini sehingga kita cukup bayar RUB 100 per passport dan beres hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam saja. Seandainya saja receptionis hotel Atrium tidak memberitahu hal ini, mungkin kita nggak bisa kembali ke Kuwait.



      Bengong Jam Sholat Di St Petersburg

      Terang Benderang Jam 10
      Malam Di St Petersbutg

      Waktu sudah jam 6 sore di St Petersburg, kalau di Kuwait atau Indonesia berarti sudah saatnya memasuki sholat Maghrib, tetapi langit diluar masih terang benderang seperti layaknya jam 2 atau 3 siang di Kuwait atau di Indonesia. Sambil berbenah mengeluarkan barang barang dari koper kita berempat menunggu saatnya matahari tenggelam tanda sholat Maghrib tiba. Ternyata, waktu sholat Maghrib tak kunjung tiba, jam 19:00 masih terang benderang, jam 20:00 juga masih terang, jam 21:00 juga masih terang benderang. Jam 22:00 sudah tertidur pulas kelelahan. Bangun pagi jam 04:30 juga sudah terang benderang lagi, langsung cepat cepat sholat subuh, barangkali sholat subuh kita masih bisa diterima. Lihar gambar kota St Petersburg disamping diambil jam 21:00 malam. Masih terang benderang. (St Petersburg, 3 Apr 2009)



      Baca Juga :