Mencari rumah di Kuwait cukup mengesankan, karena kami di Indonesia sudah terbiasa tinggal di rumah perusahaan yang sangat besar maka setahun tinggal di apartment kecil rasanya seperti di 'gang senggol', oleh karena itu saya mencari rumah Kuwaitis yang kira kira sama ukurannya dengan rumah kami di Indonesia. Celakanya, karena wajah kita wajah melayu, seringkali kita dilecehkan oleh Haris penjaga rumah kalau kita menanyakan harga sewa rumah Kuwaitis. 'Only For American and European' katanya dengan nyengir. Adapula yang belum ditanya langsung teriak dari dalam rumah 'Expensive.... not for you' sambil nunjuk gedung lain yang katanya lebih cocok untuk kita. Haris yang sopan dan baik atau menghargai kita juga banyak. Beruntung kalau bisa ketemu langsung dengan Kuwaitisnya, mereka sangat 'welcome' dengan kita dan negosiasi bisa langsung. Kami nggak bisa nyalahkan si Haris yang bersikap tidak bersahabat karena memang majority wajah seperti kita di Timur Tengah adalah TKW yang kerja rumah tangga atau barangkali wajah mas Ardi lebih mirip sopir daripada seorang Sr Petroleum Engineer yang telah malang melintang 16 tahun di dunia perminyakan. Philipino yang wajahnya mirip kita umumnya juga kerja di toko atau sebagai Haris juga. Mungkin dalam hati si Haris berpikiran 'Hah.... sama sama Haris kok nanya nanya harga sewa rumah Kuwaitis, pingin tahu saja....mau cari tahu harga pasaran ya .....'. ( Shw/foto: Ard )
Blognya Orang Indonesia Di Kuwait
Semua Informasi Tentang Kuwait Dan Kisah Petualangan Menjelajah Dunia
Percayalah Semua Kota Ada Bedanya
Pengalaman Lucu :
KUWAIT
~ Tentang Kuwait
~ Kuwait Sehari Hari
~ Iklim Dan Cuaca
~ Birokrasi
~ Tempat Bagus
~ Pasar Dan Shopping
~ Tempat Makan Dan Kuliner
~ Rumah Dan Apartment
~ Salon Dan Mode
~ Otomotif Dan Lalu Lintas
~ Sekolah Dan Kursus
~ Komunitas Indonesia
~ Kesehatan
LIBURAN
~ Albania
~ Austria
~ Azerbaijan
~ Bahrain
~ Belanda
~ Belgia
~ Cyprus
~ China
~ Denmark
~ Ethiopia
~ Georgia
~ Hongkong
~ India
~ Indonesia
~ Italia
~ Japan
~ Jerman
~ Jordan
~ Kenya
~ Lebanon
~ Laos
~ Malaysia
~ Morocco
~ Mesir
~ Mexico
~ Nepal
~ Oman
~ Norway
~ Palestina
~ Perancis
~ Philipine
~ Polandia
~ Qatar
~ Russia
~ Saudi Arabia
~ Singapore
~ South Korea
~ Spain
~ Srilanka
~ Switzerland
~ Thailand
~ Turki
~ Uni Arab Emirates
~ Ukraina
~ United Kingdom
~ United States
~ Vietnam
Jumat, 07 November 2008
Perlu Lima Engineer Untuk Pindah Rumah Di Kuwait
Mencari rumah di Kuwait cukup mengesankan, karena kami di Indonesia sudah terbiasa tinggal di rumah perusahaan yang sangat besar maka setahun tinggal di apartment kecil rasanya seperti di 'gang senggol', oleh karena itu saya mencari rumah Kuwaitis yang kira kira sama ukurannya dengan rumah kami di Indonesia. Celakanya, karena wajah kita wajah melayu, seringkali kita dilecehkan oleh Haris penjaga rumah kalau kita menanyakan harga sewa rumah Kuwaitis. 'Only For American and European' katanya dengan nyengir. Adapula yang belum ditanya langsung teriak dari dalam rumah 'Expensive.... not for you' sambil nunjuk gedung lain yang katanya lebih cocok untuk kita. Haris yang sopan dan baik atau menghargai kita juga banyak. Beruntung kalau bisa ketemu langsung dengan Kuwaitisnya, mereka sangat 'welcome' dengan kita dan negosiasi bisa langsung. Kami nggak bisa nyalahkan si Haris yang bersikap tidak bersahabat karena memang majority wajah seperti kita di Timur Tengah adalah TKW yang kerja rumah tangga atau barangkali wajah mas Ardi lebih mirip sopir daripada seorang Sr Petroleum Engineer yang telah malang melintang 16 tahun di dunia perminyakan. Philipino yang wajahnya mirip kita umumnya juga kerja di toko atau sebagai Haris juga. Mungkin dalam hati si Haris berpikiran 'Hah.... sama sama Haris kok nanya nanya harga sewa rumah Kuwaitis, pingin tahu saja....mau cari tahu harga pasaran ya .....'. ( Shw/foto: Ard )
Rabu, 29 Oktober 2008
Persiapan Ke Istanbul
Untuk mengisi hari libur diatas jauh hari sebelum tanggal tersebut harus sudah pegang tiket pesawat, minimum 2 bulan sebelumnya. Kalau nggak begitu, nggak bakalan deh dapat tiket pesawat dengan harga murah. Semua orang di Kuwait punya pemikiran yang sama, ngabur keluar Kuwait daripada termenung menung ditengah gurun, apalagi bulan Desember nanti dinginnya luar biasa di Kuwait, bisa 0 derajat celcius.
Baik tiket pesawat dan Hotel semuanya booking online, disamping bisa memilih harga yang paling baik prosesnya juga sederhana dan nggak perlu keluar rumah kedinginan segala. Masuk musim Dingin memang segalanya perlu perencanaan matang.
Tiket pesawat Jazeera Airways dapat KD 35/orang diluar pajak. Hotel dapat Atakoy Marina Hotel, milih yang Suite Room semalam EURO 240 - agak mahal dikit tetapi sekamar bisa diisi 4 orang daripada harus book 2 kamar malah lebih mahal. Hotel ini sengaja dipilih karena iklannya di website menyediakan shuttle bus ke airport, tetapi kenyataannya ternyata shuttle bus hanya dari Ataturk Airport ke Hotel sedangkan pesawat Jazera yang akan kita tumpangi mendaratnya di Sabiha Gokcen Airport.
Meeting darurat serumah segera diadakan, kami sibuk nyari peta di pasar Fahaheel dan juga melihat ke google map. Ternyata kami baru tahu, Ataturk Airport terletak di Eropa dan Sabiha Gokcen Airport di Asia, cukup jauh dari Atakoy Marina Hotel. Pantas Hotelnya nggak mau njemput, tapi pelayanan Hotel ini cukup bagus, kami disarankan naik taksi atau sewa mobil di Sabiha Gokcen Airport. Kami disarankan ke counter HARVAA Car Rent di Sabiha Airport, tetapi ternyata sewa mobil sangat mahal EURO 50 ke Hotel, rasanya percuma dapat tiket pesawat murah tetapi transportasi airport - hotel mahal sekali. Setelah email emailan dengan hotel, pihak hotel tampaknya mulai ngerti kalau customernya ternyata sangat hemat dan pelit, langsung saja pihak hotel nyerah, OK deh kamu bisa naik bus umum dari airport ke Taksim - Istanbul, hanya EURO 5 per kepala. Setelah itu jalan kaki saja ke Hotel sekitar 500 meter. Bener juga sarannya, hemat tetapi nggak kebayang deh jalan kaki sambil mbawa koper dan barang bawaan banyak.
Masalah belum selesai begitu saja, setelah tiket pesawat, hotel dan transportasi dari airport ke Hotel terselesaikan, ternyata ada gangguan lain pada saat mengurus visa masuk Turki di kedutaan. Residency Permit mas Ardi habis masa berlakunya dan harus diperpanjang dulu. Civil ID juga sama saja tinggal beberapa hari saja masa berlakunya. Lebih kaget lagi tiba tiba ada SMS masuk dari polisi bunyinya 'Your Residency Permit will be expired, process or you will be depart - Police MOI'. Tambah deg degan deh jadinya bisa beres semua dan jadi berangkat ke Turki nggak ya tanggal 7 December 2008 nanti atau malah dideportasi ke Indonesia. Doain deh ya semuanya terselesaikan, agar blog ini selalu dapat cerita baru.
Syarat Syarat Ngurus Visa Turki (Lihat Catatan Update Dibawah - 26 Jun 2010)
1. Isi formulir permohonan Visa (tersedia di Kedutaan Turki atau download di Turkye Embassy Kuwait
2. Photo satu buah
3. Surat Keterangan Dari perusahaan kita bekerja
4. Passport asli
5. Copy Tiket pesawat pulang pergi ke Turki
6. Copy bukti booking Hotel di Turki
Biaya pengurusan Visa KD 11 per passport dan bisa selesai dalam dua hari kerja saja. Letak kedutaan Turki ini bersebelahan dengan kedutaan Malaysia di komplek kedutaan di Kuwait City. Hati hati kalau melintas didepan kedutaan India, disamping padat dan ramai juga bayak sekali orang yang nyeberang jalan atau memarkirkan kendaraannya sembarangan.
26 Jun 2010
Catatan : Mulai Bulan Juni 2010, pemegang Passport Indonesia bisa ke Turki Dengan Visa On Arrival.
Mulai 17 April 2013 lebih mudah lagi, yaitu cukup dengan e-Visa.
Mulai 17 April 2013 lebih mudah lagi, yaitu cukup dengan e-Visa.
Baca :
- Ke Turkey Dengan e-Visa
- Ke Turki Dengan Visa On Arrival
- Lembah Cinta Cappadocia Turkye
- Pemegang Passport Indonesia Bisa Kemana Saja
- Berangkat Ke Istanbul
- Istanbul Hari Pertama
- Istanbul Hari Kedua
- Istanbul Hari Ketiga
- Istanbul Hari Ke Empat
- Istanbul Hari Kelima
- Semua Sopir Bus Istanbul Bisa Bahasa Jawa
(Susy).
Koleksi Kisah :
Liburan-Turki,
Visa Dan Passport
Ada Juga Hujan Di Kuwait
Senin, 20 Oktober 2008
Perjalanan Hari Ke 3 (Jordan)
Al-Karak Castle dan Petra
![]() |
| Jalan Lurus Dan Naik Turun Hati Hati Banyak Polisi |
Nah, perjalanan yang satu ini cukup melelahkan. Jarak tempuh kita untuk menuju Petra dari Amman kurang lebih 280 km. Desa desa yang kita lalui tidaklah ramai. Sepanjang jalan kanan kiri yang kita lihat hanya Ruko ruko, gurun, batu, bukit bukit kering dan beberapa pohon zaitun. Jalan cukup lancar. Hanya sering kita lihat polisi di pinggir jalan sedang menghentikan mobil mobil yang melebihi batas kecepatan.
Highway di Jordan menurut saya cukup aneh, kecepatan maksimum 120 Km per jam tetapi dengan tiba tiba saja berubah langsung ke 60 Km per jam menjelang masuk ke desa atau kota kecil. Dan polisi sudah siap menunggu dengan radar speed check dipinggir jalan dan tilang dilakukan di mobil polisi ditempat itu juga. Hampir setiap 2 atau 3 km ada mobil polisi dipinggir jalan dengan radar speed check, artinya kita harus siap ditangkap polisi beberapa kali kalau ketangkap radar speedchecknya. Sekali ketangkap kita harus bayar minimum JD 30 dan uang tersebut langsung masuk kantong polisi, pokoknya sama persis kelakuan polisi Jordan dan polisi Indonesia, bener atau salah harus mbayar ditempat sambil pura pura 'jaim'.
Tips untuk yang mau nyetir sendiri di Jordan :
- Pandang jauh kedepan kalau sudah nampak rumah atau desa kecil atau perkampungan , segera kurangi kecepatan sampai dibawah 60 Km/jam meskipun desa tersbut tidak ada penghuninya, polisi biasanya ngumpet dengan radar speed check, hampir setiap 10 km ada polisi ngumpet.
- Highway di Jordan naik turun bukit dan kiri kanan tebing batu kering dan sangat menjemukan. Istirahat ditepi jalan kalau mengantuk, dan kalau sewa mobil pastikan mesin dan rem mobil dalam keadaan sehat.
Al-Karak
![]() |
| Al Karak Castle |
Kota Karak terletak sekitar 129 Km sebelah selatan Amman atau sekitar 88 Km sebelah selatan Madaba dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan air dead sea. Ada hotel hotel kecil di kota ini dan untuk menuju kota ini bisa melalui Desert Highway lalu belok kanan di Qatrana. Tetapi saya anjurkan untuk melalui Kings Highway saja karena pemandangannya sangat menakjubkan, yaitu Wadi Mujib dengan kedalaman lembah sekitar 1000 meter.
- Jalan Jalan Ke Petra
- Jalan Jalan Ke Jerash, Madaba, Mount Nebo Dan Dead Sea
- Visa On Arrival Jordan
- Wonder Woman Jordan
- Ngambang Di Dead Sea
- Amman City Tour
- Pernak Pernik Jordan
Jumat, 17 Oktober 2008
Perjalanan Hari Ke 2 (Jordan)
Jerash, Madaba, Mount Nebo dan Dead Sea
Perjalanan Hari Kedua di Jordan lumayan melelahkan, keluar dari Al Danah Hotel setelah makan pagi jam 07:00. Sopir yang mengantar kami sudah lama menunggu dengan mobil sedan 'Samsung', kalau di Indonesia merk tersebut lebih populer sebagai merk telpon seluler dan kamipun juga baru tahu di Jordan ada obil dengan merk telpon seluler.
Tentang Mohammed :
![]() |
| Mohammed Yang Baik Sedang Pamer Khasiat Zaitun |
Mohammed, sopir yang mengantar kami adalah asli orang Palestine. Seperti yang telah diketahui banyak orang, beliau terusir ke Jordan karena perselisihan antara warga Palestine dengan Israel 20 tahun lalu. Pada saat itu ybs keluar dari tanah leluhurnya untuk mengunjungi keluarganya di Jordan, tetapi ternyata tidak bisa pulang kembali ke Palestine karena Pemerintah Israel melarang warga Palestine masuk kembali ke tanah tumpah darahnya. Tragis memang, dan sekarang ybs bersama istri dan 5 orang anaknya bertahan di Jordan dan masih ingin kembali ke Palestine kalau perdamaian telah abadi di tanah kelahirannya tercinta. Untuk bertahan hidup di Jordan, dia belajar bahasa Inggris, Jerman dan Perancis, hasilnya sekarang sebagai guide yang sekaligus bisa mengajari bahasa Arab tourist yang dibawanya. Sepanjang perjalanan selalu bicara dan menjelaskan apapun yang dilalui termasuk pohon Zaitun dan alasan kenapa dijadikan simbol perdamaian. Lihat gaya dia menjelaskan pohon Zaitun pada saat berhenti ditengah jalan antara Amman - Jerash disamping.
Jerash
![]() |
| Sisa Sisa Banguna Romawi Di Jerash |
Jerash hanya terletak sekitar 50 km saja sebelah utara Amman di perbukitan Gillead. Yang kita lihat disini adalah sisa sisa bangunan Romawi seperti Hippodrome, Temple Of Zeus, Cardo Maximus dan lain lain. Jalan menuju tempat diatas masih asli bebatuan seperti dalam film film romawi dan masih nampak jelas bekas dilalui roda roda pedati. Kalau nggak salah seminggu dua kali ada pertunjukan Romawi, semacam gladiator, pertandingan charriot, dll. Tiket masuk bisa dibeli online melalui http://www.jerashchariots.com/.
![]() |
| Jerash, Nggak Perlu Ke Greece Kalau Cuma Latar Belakang Bangunan Romawi |
Sejarahnya Jerash dibangun pada abad 3 SM. Jerash pada saat itu bagian dari Decapolis dan pada saat itu namanya Gerasa dan merupakan provinsi otonomi dari Romawi Syria. Jerash kehilangan otonominya dibawah kekuasaan Kaisar Trajan. Setalah itu menjadi kota Kristen dibawah Byzantium dan diambil alih oleh Persia pada tahun 614 dan menjadi Muslim pada tahun 635. Terakhir hancur lebur terkena gempa bumi pada abad ke 8.
Sayang di Jerash tidak bisa lama lama, Ayu dan Dinda mengeluh terus, dari kemarin yang dilihat batu melulu.....Bapaknya lebih parah lagi sejak turun dari mobil langsung menghilang, tidak bertanggung jawab dengan barang bawaan. Setelah nongol sambil senyam..senyum ..baru ketahuan ternyata ngumpet jauh sekali cari tempat pipis dibawah pohon pohon.
Madaba
![]() |
| Yahudi Dan Palestina Bisa Rukun Di Jordan |
Madaba terkenal dengan sebutan 'The City Of Mozaics' dan merupakan kota kecil dengan penduduk sangat majemuk dari berbagai macam agama dan aliran agama, Yahudipun ada. Kota ini mayoritas Kristen, tetapi kalau dilihat populasinya ternyata 3% dari total 5 % yang beragama kristen di Jordan bertempat tinggal di Madaba. Agak susah membedakan masjid dan gereja karena dikota ini gerejapun banyak yang memakai kubah. Kota ini sangat dekat dengan Israel dan sejarahnya memang tempat pelarian dari Israel bagi warga yang muak dengan perselisihan disana dan memilih hidup rukun penuh kedamaian.
![]() |
| Sekolah Di Madaba |
Dikota ini terdapat gereja kristen orthodox tua St Goerge yang penuh dengan hiasan Mozaics indah dan lantainya berhiaskan peta Mosaics daerah sekitar seperti Palestine dan Jordan di utara, Egypt di selatan. Ada juga rencana pembangunan kota Jerusalem. Ada juga Jordan Archeological Museum dan dari museum ini kita baru tahu ditengah gurun yang kering ini ternyata banyak sekali ditemukan puing puing sisa bangunan gereja tua dan semuanya penuh dengan hiasan mosaics.
Yang membuat saya terkejut adalah semua orang mengucapkan 'assalamualaikum' kalau saling bertemu. Artinya kata tersebut bukan milik muslim seperti yang kita kenal di Indonesia, tetapi milik Arab apapun agamanya. Baik Muslim maupun Yahudi dikota ini semua membuat souvenir untuk pelancong kristen, tidak ada batas yang jelas antar agama, bahasa mereka satu saja 'kami makhluk Allah yang hidup dan mati karenaNya, buat apa kami bertikai tentang perbedaan kita kalau lebih banyak persamaannya'. Yahudi pelarian yang saya jumpai disinipun baik sekali dan rukun dengan yang lainnya. Lalu siapa sebenarnya yang sedang bertikai di Israel-Palestine sana ?
Jarak tempuh perjalanan dari Jerash ke Madaba kurang lebih 90 km. Kalau dari Amman menuju Madaba hanya 50 km. Memang begitulah route yang kita lalui untuk mlancong hari ke 2 ya harus muter2 agar dapat 4 tujuan.
Mount Nebo
![]() |
| Petugas Di Toko Souvenir |
Gunung ini dipercaya sebagai tempat meninggal dan dimakamkannya nabi Musa AS. Tetapi tempat makamnya tidak ada yang mengetahui. Lokasi tidak begitu jauh dari Madaba menuju Mount Nebo kurang lebih hanya 20 km, dan boleh dikatakan culturenya sama saja, bercampur aduk antara pengikut Judaism dan Kristen, Islam juga tentunya.
Dari atas bukit ini, dan kalau udara cerah kita bisa melihat kota Jerusalem dan Jericho di Israel-Palestine dengan jelas dan hanya dibatasi oleh sungai Jordan yang menurut saya bukan sungai tetapi selokan. Jaraknya hanya beberapa km saja dan malah ada beberapa tempat yang sangat dekat sekali.
![]() |
| Palestina Di Latar Belakang |
Perbatasan Israel dilingkari oleh pagar tinggi berkabel listrik tegangan tinggi, jangan coba coba masuk menyusup ke Israel karena di pagar tersebut katanya juga ada senjata otomatis yang siap memuntahkan peluru kalau ada orang nekat masuk. Ada dua pos penjagaan polisi yang harus kita lalui kalau masuk ke jalan menuju daerah ini, semuanya diperiksa dan digeledah termasuk passport juga kalau kalau membawa senjata pelontar bom. Pos penjagaan perbatasan itu hanya memastikan kita wisatawan atau bukan. Jadi kalau ke Mount Nebo jangan lupa bawa passport dan jangan sekali kali bawa rudal atau senjata pelontar bom. Karena untuk menuju Israel hanya dibatasi oleh Dead Sea.
Dead Sea
![]() |
| Ngambang Di Dead Sea |
Hanya sekitar 15 menit saja dari Mount Nebo kita sudah sampai di Dead Sea. Dari segi ukuran, Danau Toba di Medan jauh lebih besar dibanding Dead Sea. Ada dua hotel di sekitar itu, Dead Sea Spa Hotel dan yang sedang dibangun Amman Beach Hotel. Laut itu airnya benar benar luar biasa Asin dan dibeberapa tempat dijumpai banyak bongkahan garam. Lumpurnya halus sekali dan konon baik untuk kulit bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan air asin ini terasa licin sekali di kulit. Hati hati kalau ada kulit yang terluka, bekas garukan saja rasanya perih sekali, kena mata juga pedihnya bukan main. Tidaklah heran kalau di Jakarta sudah mulai dipasarkan perawatan tubuh dengan bahan dari laut mati tersebut. Terutama di Salon salon kecantikan yang menyediakan fasilitas khusus perawatan tubuh.
Dead sea ini separuh merupakan wilayah Jordan dan separuh lagi merupakan wilayah Israel. Sebenarnya gampang sekali kalau mau menyeberang ke Israel, disamping kita bisa mengapung dan tidak bakalan tenggelam karena berat jenis air garam lebih tinggi dari tubuh kita, jaraknya juga dekat sekali dan kita bisa melihat jelas negara Israel/Palestine diseberang sana. (Susy Ardianto)
Baca Juga :
Langganan:
Postingan (Atom)










