Jumat, 07 November 2008

Perlu Lima Engineer Untuk Pindah Rumah Di Kuwait

Pindah rumah di perantauan cukup menyenangkan dan sangat kekeluargaan. Jauh dari keluarga maka semua harus di'arrange' sendiri. Nggak tanggung tanggung, yang mbantu pindahan ada Petrophysist, Sr Reservoir Engineer, Facility Enginer, Sr Petroleum Engineer, Geologist dan lain lain. Belum cukup, masih ditambah 4 orang 'helper' yang datang khusus dari Bangladesh dan India dan truck box dari kontraktor yang bekerja untuk KOC. Bayangkan saja kalau seandainya mereka minta bayaran, bisa berapa KD harus kami harus  keluarkan untuk pindah rumah di Kuwait.

Mereka semua bukan engineer 'kemarin sore', rata rata sudah berpengalaman diatas 10 tahun dan sudah pengalaman bekerja Internasional di berbagai negara, jadi kalau soal ngangkat barang sudah mumpuni dan bisa dipercaya. Ganti ban bocor juga bisa dan tentu saja bisa ditunggu. Jadi, kalau anda mau pindahan atau sekedar ganti ban dan perlu tenaga engineer expert dengan pengalaman internasional, cukup hubungi kami saja, bayar tentunya dengan tarip expert engineer - dihitung per jam :)


Kami pindah rumah tepatnya tanggal 31 Oct 2008 dan Rumah kami yang baru bernomor 13. Nggak ada maksud tertentu kenapa pindahnya tanggal 31 dan kenapa kami memilih rumah nomor 13. Selama ini kami nggak percaya primbon dan takhayul macam apapun. Yang jelas mudah diingat tinggal dibolak balik saja dan kalau dijumlah 1+3=4 sama dengan jumlah anggota keluarga. Tanggal 31 terpaksa dipilih untuk pindahan karena sewa apartment memang habisnya tanggal tersebut, kalau lebih sehari ya jelas harus bayar dong, prinsip ekonomi harus jalan daripada mbayar kian lebih baik pindah secepatnya.

Mencari rumah di Kuwait cukup mengesankan, karena kami di Indonesia sudah terbiasa tinggal di rumah perusahaan yang sangat besar maka setahun tinggal di apartment kecil rasanya seperti di 'gang senggol', oleh karena itu saya mencari rumah Kuwaitis yang kira kira sama ukurannya dengan rumah kami di Indonesia. Celakanya, karena wajah kita wajah melayu, seringkali kita dilecehkan oleh Haris penjaga rumah kalau kita menanyakan harga sewa rumah Kuwaitis. 'Only For American and European' katanya dengan nyengir. Adapula yang belum ditanya langsung teriak dari dalam rumah 'Expensive.... not for you' sambil nunjuk gedung lain yang katanya lebih cocok untuk kita. Haris yang sopan dan baik atau menghargai kita juga banyak. Beruntung kalau bisa ketemu langsung dengan Kuwaitisnya, mereka sangat 'welcome' dengan kita dan negosiasi bisa langsung. Kami nggak bisa nyalahkan si Haris yang bersikap tidak bersahabat karena memang majority wajah seperti kita di Timur Tengah adalah TKW yang kerja rumah tangga atau barangkali wajah mas Ardi lebih mirip sopir daripada seorang Sr Petroleum Engineer yang telah malang melintang 16 tahun di dunia perminyakan. Philipino yang wajahnya mirip kita umumnya juga kerja di toko atau sebagai Haris juga. Mungkin dalam hati si Haris berpikiran 'Hah.... sama sama Haris kok nanya nanya harga sewa rumah Kuwaitis, pingin tahu saja....mau cari tahu harga pasaran ya .....'. ( Shw/foto: Ard )

Rabu, 29 Oktober 2008

Persiapan Ke Istanbul

Yang menyenangkan di Kuwait adalah banyaknya hari libur, disamping itu selalu saja ada hari kejepit yang diresmikan menjadi hari libur nasional. Sebagai contoh adalah hari raya Idul Adha bulan Desember nanti, kalau di Indonesia paling cuma libur sehari saja, tetapi kalau di Kuwait sangat luar biasa, libur resmi mulai tanggal 4 - 13 Dec 08 (10 hari - termasuk hari libur weekend Jumat dan Sabtu dan hari kejepit). Nganggur di Kuwait jelas bosan karena setahun di Kuwait sudah bisa dikatakan cukup khatam dengan seluruh sudut Kuwait, gimana tidak khatam lha wong negeri ini kecil sekali dan lebih banyak gurunnya daripada tempat menarik yang enak ditonton.


Untuk mengisi hari libur diatas jauh hari sebelum tanggal tersebut harus sudah pegang tiket pesawat, minimum 2 bulan sebelumnya. Kalau nggak begitu, nggak bakalan deh dapat tiket pesawat dengan harga murah. Semua orang di Kuwait punya pemikiran yang sama, ngabur keluar Kuwait daripada termenung menung ditengah gurun, apalagi bulan Desember nanti dinginnya luar biasa di Kuwait, bisa 0 derajat celcius.

Baik tiket pesawat dan Hotel semuanya booking online, disamping bisa memilih harga yang paling baik prosesnya juga sederhana dan nggak perlu keluar rumah kedinginan segala. Masuk musim Dingin memang segalanya perlu perencanaan matang.

Tiket pesawat Jazeera Airways dapat KD 35/orang diluar pajak. Hotel dapat Atakoy Marina Hotel, milih yang Suite Room semalam EURO 240 - agak mahal dikit tetapi sekamar bisa diisi 4 orang daripada harus book 2 kamar malah lebih mahal. Hotel ini sengaja dipilih karena iklannya di website menyediakan shuttle bus ke airport, tetapi kenyataannya ternyata shuttle bus hanya dari Ataturk Airport ke Hotel sedangkan pesawat Jazera yang akan kita tumpangi mendaratnya di Sabiha Gokcen Airport.

Meeting darurat serumah segera diadakan, kami sibuk nyari peta di pasar Fahaheel dan juga melihat ke google map. Ternyata kami baru tahu, Ataturk Airport terletak di Eropa dan Sabiha Gokcen Airport di Asia, cukup jauh dari Atakoy Marina Hotel. Pantas Hotelnya nggak mau njemput, tapi pelayanan Hotel ini cukup bagus, kami disarankan naik taksi atau sewa mobil di Sabiha Gokcen Airport. Kami disarankan ke counter HARVAA Car Rent di Sabiha Airport, tetapi ternyata sewa mobil sangat mahal EURO 50 ke Hotel, rasanya percuma dapat tiket pesawat murah tetapi transportasi airport - hotel mahal sekali. Setelah email emailan dengan hotel, pihak hotel tampaknya mulai ngerti kalau customernya ternyata sangat hemat dan pelit, langsung saja pihak hotel nyerah, OK deh kamu bisa naik bus umum dari airport ke Taksim - Istanbul, hanya EURO 5 per kepala. Setelah itu jalan kaki saja ke Hotel sekitar 500 meter. Bener juga sarannya, hemat tetapi nggak kebayang deh jalan kaki sambil mbawa koper dan barang bawaan banyak.

Masalah belum selesai begitu saja, setelah tiket pesawat, hotel dan transportasi dari airport ke Hotel terselesaikan, ternyata ada gangguan lain pada saat mengurus visa masuk Turki di kedutaan. Residency Permit mas Ardi habis masa berlakunya dan harus diperpanjang dulu. Civil ID juga sama saja tinggal beberapa hari saja masa berlakunya. Lebih kaget lagi tiba tiba ada SMS masuk dari polisi bunyinya 'Your Residency Permit will be expired, process or you will be depart - Police MOI'. Tambah deg degan deh jadinya bisa beres semua dan jadi berangkat ke Turki nggak ya tanggal 7 December 2008 nanti atau malah dideportasi ke Indonesia. Doain deh ya semuanya terselesaikan, agar blog ini selalu dapat cerita baru.

Syarat Syarat Ngurus Visa Turki (Lihat Catatan Update Dibawah - 26 Jun 2010)
1.  Isi formulir permohonan Visa (tersedia di Kedutaan Turki atau download di Turkye Embassy Kuwait
2. Photo satu buah
3. Surat Keterangan Dari perusahaan kita bekerja
4. Passport asli
5. Copy Tiket pesawat pulang pergi ke Turki
6. Copy bukti booking Hotel di Turki
Biaya pengurusan Visa KD 11 per passport dan bisa selesai dalam dua hari kerja saja. Letak kedutaan Turki ini bersebelahan dengan kedutaan Malaysia di komplek kedutaan di Kuwait City. Hati hati kalau melintas didepan kedutaan India, disamping padat dan ramai juga bayak sekali orang yang nyeberang jalan atau memarkirkan kendaraannya sembarangan.

26 Jun 2010
Catatan : Mulai Bulan Juni 2010, pemegang Passport Indonesia bisa ke Turki Dengan Visa On Arrival.
Mulai 17 April 2013 lebih mudah lagi, yaitu cukup dengan e-Visa.


Baca :


(Susy).

Ada Juga Hujan Di Kuwait

Hujan di Indonesia merupakan hal biasa, tapi lain halnya dengan Kuwait, hujan adalah berkah yang tak terhingga. Dimana mana sering saya mendengar orang bersyukur atas berkah yang datang dari langit ini. Kalau di Indonesia hujan tiba tiba turun maka semua pada lari berebut berteduh, tetapi disini jalan pelan pelan dan sesekali mengusap wajah dengan air hujan. Malahan, di pasar Fahaheel saya melihat orang belanja kasur lipat dan dengan tenangnya memanggul kasur tersebut dibawah hujan rintik rintik, saya perhatikan kasurnya sudah basah kuyup dan tentu bertambah berat.

Yang sangat menarik bagi kami adalah melihat tingkah laku orang tua atau anak anak atas berkah hujan ini, anak anak dengan suka cita keluar dari jendela mobil sambil berhujan hujan ria, nggak peduli air hujan masuk kedalam mobil. Yang orang tua juga nggak ketulungan sembrononya, ada genangan air dijalan langsung saja diterjang nggak peduli orang yang sedang berdiri di trotoar kecipratan air. Rasanya mereka pada bangga sekali mobilnya bisa menyibak air dengan menyipratkan air kekiri dan kanan setinggi mungkin.

Selokan mampet bukan masalah Indonesia saja, di Kuwait selokannya juga mampet dan mengubah jalan raya menjadi sungai. Mobil mobil yang umumnya dikendarai oleh expat lebih rasional, daripada terjebak kemacetan lebih baik nangkring ditempat tempat yang lebih tinggi. Sebenarnya hujan di Kuwait sering terjadi juga terutama pada saat peralihan musim panas dan musim dingin seperti saat ini, cuma biasanya hujan tidak lebat. Entah kenapa, tanggal 29 October 2008 ini hujan begitu derasnya dan disertai dengan petir dan gemuruh halilintar. Temperatur udara juga langsung turun sampai 20 derajat celcius. Kata mas Ardi sih firasat gaji akan naik dalam waktu dekat......., apa hubungannya ?

Senin, 20 Oktober 2008

Perjalanan Hari Ke 3 (Jordan)

Al-Karak Castle dan Petra
Jalan Lurus Dan Naik Turun
Hati Hati Banyak Polisi
Nah, perjalanan yang satu ini cukup melelahkan. Jarak tempuh kita untuk menuju Petra dari Amman kurang lebih 280 km. Desa desa yang kita lalui tidaklah ramai. Sepanjang jalan kanan kiri yang kita lihat hanya Ruko ruko, gurun, batu, bukit bukit kering dan beberapa pohon zaitun. Jalan cukup lancar. Hanya sering kita lihat polisi di pinggir jalan sedang menghentikan mobil mobil yang melebihi batas kecepatan.

Highway di Jordan menurut saya cukup aneh, kecepatan maksimum 120 Km per jam tetapi dengan tiba tiba saja berubah langsung ke 60 Km per jam menjelang masuk ke desa atau kota kecil. Dan polisi sudah siap menunggu dengan radar speed check dipinggir jalan dan tilang dilakukan di mobil polisi ditempat itu juga. Hampir setiap 2 atau 3 km ada mobil polisi dipinggir jalan dengan radar speed check, artinya kita harus siap ditangkap polisi beberapa kali kalau ketangkap radar speedchecknya. Sekali ketangkap kita harus bayar minimum JD 30 dan uang tersebut langsung masuk kantong polisi, pokoknya sama persis kelakuan polisi Jordan dan polisi Indonesia, bener atau salah harus mbayar ditempat sambil pura pura 'jaim'.

Tips untuk yang mau nyetir sendiri di Jordan :
  1. Pandang jauh kedepan kalau sudah nampak rumah atau desa kecil atau perkampungan , segera kurangi kecepatan sampai dibawah 60 Km/jam meskipun desa tersbut tidak ada penghuninya, polisi biasanya ngumpet dengan radar speed check, hampir setiap 10 km ada polisi ngumpet.
  2. Highway di Jordan naik turun bukit dan kiri kanan tebing batu kering dan sangat menjemukan. Istirahat ditepi jalan kalau mengantuk, dan kalau sewa mobil pastikan mesin dan rem mobil dalam keadaan sehat.
Al-Karak
Al Karak Castle
Kota Karak terletak sekitar 129 Km sebelah selatan Amman atau sekitar 88 Km sebelah selatan Madaba dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan air dead sea. Ada hotel hotel kecil di kota ini dan untuk menuju kota ini bisa melalui Desert Highway lalu belok kanan di Qatrana. Tetapi saya anjurkan untuk melalui Kings Highway saja karena pemandangannya sangat menakjubkan, yaitu Wadi Mujib dengan kedalaman lembah sekitar 1000 meter.



Lorong Di Al Karak
Dikota ini ada bangunan batu tua peninggalan Sholahuddin Al Ayubi (beberapa literatur menyebut Salah Eddin atau Saladdin), orang pertama dari Dinasty Ayubi.


Baca Juga :

Jumat, 17 Oktober 2008

Perjalanan Hari Ke 2 (Jordan)

Jerash, Madaba, Mount Nebo dan Dead Sea
Perjalanan Hari Kedua di Jordan lumayan melelahkan, keluar dari Al Danah Hotel setelah makan pagi jam 07:00. Sopir yang mengantar kami sudah lama menunggu dengan mobil sedan 'Samsung', kalau di Indonesia merk tersebut lebih populer sebagai merk telpon seluler dan kamipun juga baru tahu di Jordan ada obil dengan merk telpon seluler.

Tentang Mohammed :
Mohammed Yang
Baik Sedang Pamer
Khasiat Zaitun
Mohammed, sopir yang mengantar kami adalah asli orang Palestine. Seperti yang telah diketahui banyak orang, beliau terusir ke Jordan karena perselisihan antara warga Palestine dengan Israel 20 tahun lalu. Pada saat itu ybs keluar dari tanah leluhurnya untuk mengunjungi keluarganya di Jordan, tetapi ternyata tidak bisa pulang kembali ke Palestine karena Pemerintah Israel melarang warga Palestine masuk kembali ke tanah tumpah darahnya. Tragis memang, dan sekarang ybs bersama istri dan 5 orang anaknya bertahan di Jordan dan masih ingin kembali ke Palestine kalau perdamaian telah abadi di tanah kelahirannya tercinta. Untuk bertahan hidup di Jordan, dia belajar bahasa Inggris, Jerman dan Perancis, hasilnya sekarang sebagai guide yang sekaligus bisa mengajari bahasa Arab tourist yang dibawanya. Sepanjang perjalanan selalu bicara dan menjelaskan apapun yang dilalui termasuk pohon Zaitun dan alasan kenapa dijadikan simbol perdamaian. Lihat gaya dia menjelaskan pohon Zaitun pada saat berhenti ditengah jalan antara Amman - Jerash disamping.

Jerash
Sisa Sisa Banguna Romawi
Di Jerash
Jerash hanya terletak sekitar 50 km saja sebelah utara Amman di perbukitan Gillead. Yang kita lihat disini adalah sisa sisa bangunan Romawi seperti Hippodrome, Temple Of Zeus, Cardo Maximus dan lain lain. Jalan menuju tempat diatas masih asli bebatuan seperti dalam film film romawi dan masih nampak jelas bekas dilalui roda roda pedati. Kalau nggak salah seminggu dua kali ada pertunjukan Romawi, semacam gladiator, pertandingan charriot, dll. Tiket masuk bisa dibeli online melalui http://www.jerashchariots.com/.



Jerash, Nggak Perlu Ke Greece
Kalau Cuma Latar Belakang
Bangunan Romawi
Sejarahnya Jerash dibangun pada abad 3 SM. Jerash pada saat itu bagian dari Decapolis dan pada saat itu namanya Gerasa dan merupakan provinsi otonomi dari Romawi Syria. Jerash kehilangan otonominya dibawah kekuasaan Kaisar Trajan. Setalah itu menjadi kota Kristen dibawah Byzantium dan diambil alih oleh Persia pada tahun 614 dan menjadi Muslim pada tahun 635. Terakhir hancur lebur terkena gempa bumi pada abad ke 8.

Sayang di Jerash tidak bisa lama lama, Ayu dan Dinda mengeluh terus, dari kemarin yang dilihat batu melulu.....Bapaknya lebih parah lagi sejak turun dari mobil langsung menghilang, tidak bertanggung jawab dengan barang bawaan. Setelah nongol sambil senyam..senyum ..baru ketahuan ternyata ngumpet jauh sekali cari tempat pipis dibawah pohon pohon.

Madaba

Yahudi Dan Palestina Bisa
Rukun Di Jordan
Madaba terkenal dengan sebutan 'The City Of Mozaics' dan merupakan kota kecil dengan penduduk sangat majemuk dari berbagai macam agama dan aliran agama, Yahudipun ada. Kota ini mayoritas Kristen, tetapi kalau dilihat populasinya ternyata 3% dari total 5 % yang beragama kristen di Jordan bertempat tinggal di Madaba. Agak susah membedakan masjid dan gereja karena dikota ini gerejapun banyak yang memakai kubah. Kota ini sangat dekat dengan Israel dan sejarahnya memang tempat pelarian dari Israel bagi warga yang muak dengan perselisihan disana dan memilih hidup rukun penuh kedamaian.

Sekolah Di Madaba
Dikota ini terdapat gereja kristen orthodox tua St Goerge yang penuh dengan hiasan Mozaics indah dan lantainya berhiaskan peta Mosaics daerah sekitar seperti Palestine dan Jordan di utara, Egypt di selatan. Ada juga rencana pembangunan kota Jerusalem. Ada juga Jordan Archeological Museum dan dari museum ini kita baru tahu ditengah gurun yang kering ini ternyata banyak sekali ditemukan puing puing sisa bangunan gereja tua dan semuanya penuh dengan hiasan mosaics.

Yang membuat saya terkejut adalah semua orang mengucapkan 'assalamualaikum' kalau saling bertemu. Artinya kata tersebut bukan milik muslim seperti yang kita kenal di Indonesia, tetapi milik Arab apapun agamanya. Baik Muslim maupun Yahudi dikota ini semua membuat souvenir untuk pelancong kristen, tidak ada batas yang jelas antar agama, bahasa mereka satu saja 'kami makhluk Allah yang hidup dan mati karenaNya, buat apa kami bertikai tentang perbedaan kita kalau lebih banyak persamaannya'. Yahudi pelarian yang saya jumpai disinipun baik sekali dan rukun dengan yang lainnya. Lalu siapa sebenarnya yang sedang bertikai di Israel-Palestine sana ?
Jarak tempuh perjalanan dari Jerash ke Madaba kurang lebih 90 km. Kalau dari Amman menuju Madaba hanya 50 km. Memang begitulah route yang kita lalui untuk mlancong hari ke 2 ya harus muter2 agar dapat 4 tujuan.


Mount Nebo
Petugas Di Toko
Souvenir
Gunung ini dipercaya sebagai tempat meninggal dan dimakamkannya nabi Musa AS. Tetapi tempat makamnya tidak ada yang mengetahui. Lokasi tidak begitu jauh dari Madaba menuju Mount Nebo kurang lebih hanya 20 km, dan boleh dikatakan culturenya sama saja, bercampur aduk antara pengikut Judaism dan Kristen, Islam juga tentunya.

Dari atas bukit ini, dan kalau udara cerah kita bisa melihat kota Jerusalem dan Jericho di Israel-Palestine dengan jelas dan hanya dibatasi oleh sungai Jordan yang menurut saya bukan sungai tetapi selokan. Jaraknya hanya beberapa km saja dan malah ada beberapa tempat yang sangat dekat sekali.




Palestina Di Latar
Belakang
Perbatasan Israel dilingkari oleh pagar tinggi berkabel listrik tegangan tinggi, jangan coba coba masuk menyusup ke Israel karena di pagar tersebut katanya juga ada senjata otomatis yang siap memuntahkan peluru kalau ada orang nekat masuk. Ada dua pos penjagaan polisi yang harus kita lalui kalau masuk ke jalan menuju daerah ini, semuanya diperiksa dan digeledah termasuk passport juga kalau kalau membawa senjata pelontar bom. Pos penjagaan perbatasan itu hanya memastikan kita wisatawan atau bukan. Jadi kalau ke Mount Nebo jangan lupa bawa passport dan jangan sekali kali bawa rudal atau senjata pelontar bom. Karena untuk menuju Israel hanya dibatasi oleh Dead Sea.

Dead Sea
Ngambang Di Dead Sea
Hanya sekitar 15 menit saja dari Mount Nebo kita sudah sampai di Dead Sea. Dari segi ukuran, Danau Toba di Medan jauh lebih besar dibanding Dead Sea. Ada dua hotel di sekitar itu, Dead Sea Spa Hotel dan yang sedang dibangun Amman Beach Hotel. Laut itu airnya benar benar luar biasa Asin dan dibeberapa tempat dijumpai banyak bongkahan garam. Lumpurnya halus sekali dan konon baik untuk kulit bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan air asin ini terasa licin sekali di kulit. Hati hati kalau ada kulit yang terluka, bekas garukan saja rasanya perih sekali, kena mata juga pedihnya bukan main. Tidaklah heran kalau di Jakarta sudah mulai dipasarkan perawatan tubuh dengan bahan dari laut mati tersebut. Terutama di Salon salon kecantikan yang menyediakan fasilitas khusus perawatan tubuh.

Dead sea ini separuh merupakan wilayah Jordan dan separuh lagi merupakan wilayah Israel. Sebenarnya gampang sekali kalau mau menyeberang ke Israel, disamping kita bisa mengapung dan tidak bakalan tenggelam karena berat jenis air garam lebih tinggi dari tubuh kita, jaraknya juga dekat sekali dan kita bisa melihat jelas negara Israel/Palestine diseberang sana. (Susy Ardianto)

Baca Juga :