Senin, 09 Juni 2008

Fasilitas Kesehatan

Klinik Kesehatan Fahaheel
Buat Check Kesehatan Expats Yang Baru Datang
Sekarang Sudah Dirobohkan Dan Berganti Dengan
Rumah Sakit Yang Jauh Lebih Besar

Begitu anda sudah mendapatkan ijin tinggal (residency/Civil ID) berarti anda telah dicover oleh asuransi kesehatan, tetapi seringkali kartu asuransi ini tidak jelas keberadaannya, ada yang menerima dan ada yang sudah berbulan bulan tidak memiliki kartu asuransi. Tetapi umumnya rumah sakit pemerintah telah mengetahui anda telah dicover oleh asuransi dengan hanya menunjukkan civil ID.


Untuk karyawan KOC, nggak perlu repot repot ke Klinik pemerintah karena KOC memiliki rumah sakit sendiri yang lebih mewah dari rumah sakit pemerintah lengkap dengan bakery, starbuck dan beberapa pertokoan didalam gedung rumah sakit. Meskipun sama sama membingungkan tetapi jelas lebih baik dari rumah sakit pemerintah.


Katanya, standard rumah sakit pemerintah dan swasta sangat 'excellent' di Kuwait, tapi saya nggak percaya melihat gedung dan cara pelayanan yang saya alami di state hospital Fahaheel. Pada saat itu, untuk periksa kesehatan dan rontgen saja kita sudah ngantri buka baju kira kira panjang antriannya sekitar 50 meter dimana bagian belakang sudah hampir keluar gedung. Setelah saya tanyakan detail ke kawan India yang mengatakan 'excellent' tersebut ternyata jawabannya adalah 'excellent' karena dia pernah punya pengalaman lebih buruk lagi pada saat semua rumah sakit rusak di bom Irak tahun 1991 yang lalu.


Berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan di internet, saat ini ada sekitar 3200 Dokter Pemerintah, Ratusan Dokter Swasta dan sekitar 17 rumah sakit umum dan khusus dengan 4300 tempat tidur pasien. State Clinic ada di setiap wilayah dimana klinik kecil buka 6 hari antara jam 7:30 sampai jam 14:30 sedangkan klinik besar buka 7 hari per minggu 24 jam untuk pelayanan emergency.


Pengalaman beberapa kawan Indonesia yang pernah berobat di klinik pemerintah tersebut ternyata banyak yang mengeluh karena diping pong kesana kemari untuk urusan administratif saja meskipun dalam keadaan sakit gigi parah. Nggak peduli seberapa parah sakit giginya, pokoknya selesaikan dulu kertas kertas administratifnya. Trik ampuh adalah langsung masuk Emergency, biasanya langsung ditolong meskipun surat surat (Kartu Asuransi Kesehatan, Civil ID) ketinggalan dirumah.


Banyak juga yang tidak mau ke rumah sakit pemerintah dan lebih memilih rumah sakit swasta, konon katanya pelayanannya jauh lebih bagus di rumah sakit swasta. Apotik banyak tersebar dimana mana dan apotekernya biasanya dokter dan cukup enak diajak konsultasi kesehatan dan sangat ngerti tentang obat obatan yang dijualnya. Optik agak susah dicari tetapi beberapa yang saya ketahui cukup lengkap juga seperti di sepanjang Fahd Al Salem Street di Kuwait City, Fahaheel Souq. Kacamata dengan merk dari designer terkenal bisa didapat dengan harga KD 50.
Sama dengan di Indonesia apabila memerlukan perawatan khusus ke rumah sakit lain yang lebih lengkap harus ada surat rujukan dari klinik, kecuali emergency. (By: Susy/Ardi)


Baca Juga :

Payah, Lagi Lagi Expats


Nah Lo, expats dijadikan 'kambing hitam' lagi atas kebobrokan pelayanan medis di Kuwait. Usulan solusinya sangat rasialis sekali yaitu pelayanan medis expats dan Kuwaitis akan dipisahkan. Untung ada Kuwaiti yang vocal dan bisa menilai dengan kacamata lain tentang permasalahan internal Kuwait. Hati hati saja sampeyan dicekal Ibu Badria Darwish, kalau di Indonesia sampeyan bisa hilang dari permukaan bumi.





Perhatikan gambar State Hospital yang kumuh disamping, mulai gerbang masuk, gedung rumah sakit sampai pelayanannya semua serba kumel dan ala kadarnya. Masak Expats sebagai konsumen rumah sakit pemerintah yang disalahkan sebagai penyebab kebobrokan gedung rumah sakit dan pelayanannya ?. Coba simak tulisan Badria Darwish yang tajam di Kuwait Times dibawah : (by:Ardi)

Published Date: June 09, 2008
By Badrya Darwish

I'm so embarrassed to write about it. It's so embarrassing for you readers. But I'm sorry, these are the realities of life we are facing and you cannot hide it. Yesterday, one of our honorable MPs Dr Hussain Quwaian suggested a solution to enhance the health services in Kuwait. Guess what it is? To separate the treatment of expats from Kuwaitis at all public health facilities in Kuwait.

I wish he could convince me how this move would enhance the health services. Are the expats now the reason for every falling object in Kuwait? Or it has become a stereotyped slogan for everyone who wants to claim zealous nationalism and show Kuwaitis that he is loyal to the country!

Are the expats the reason for the failure and corruption in our country? And in which way if he separates Kuwaitis and expats will the health services improve? Are the expats the reason for having unqualified nurses and doctors? Why do we have these unqualified people? Because our government opts to bring the cheapest labor from outside. We don't choose the best or highest qualified, we choose the cheapest. We look at the salaries.

Are the expats also the reason for having ruined corridors and rooms in the hospitals? Old buildings which desperate need renovating and updating? Are the expats the reason for not having up-to-date equipments and instruments, especially in the emergency room and casualty wards?

Are the expats the reason for the corruption everywhere in Kuwait? For instance, if an instrument in the hospital cost $10,000, the hospital has bought it for $100,000 and its obvious where the rest of the money has gone. Into the pockets of certain people.

And this doesn't apply only to the Ministry of Health but to every corner in every ministry. But the expats are the low wall we can jump. We can blame everything on them. I guess the expats are the reason for the sandstorms we're having!

Why can't we have some decency and courage and face our problems? Then the MP goes as far as talking about the health insurance scheme. May I ask the honorable gentlemen where is the money of the health insurance which the expats paid a few years ago and the health insurance companies refused to pay the government. And what did the government do? Chapter closed. Are the expats the ones who stole this money also?

And when you build a hospital, for us Kuwaitis and one for the expats. Are you going to send the best doctors, medicines, nurses and etc to the Kuwaiti side and the rest of the chaff to the expats? And does this enhance your services to the Kuwaitis?

Are the expats also the reason for the failure in every department like Kuwait Airways, like not having enough electricity, like the turbines not working or those bought for one price and sold - as new - to the government for a much higher price only to find out they were 25 years old and rewired?

No need to hang our dirty laundry out for the neighbors to see. Because there are hundreds and hundreds of stories to write and tell. So please, if you want to be a hero, face problems at their root whether its expat or Kuwaiti who caused them. Solve it at the root. This is the way we build our country. Otherwise forget it, we'll continue to deteriorate by this way of thinking.
Discrimination and arrogance never builds nations. And it's also against Islam, our great religion.

Minggu, 08 Juni 2008

Sebelum Berangkat

Biasanya TKIwan maupun TKIwati yang baru pertama kali berangkat tugas keluar negeri yang jadi perhatian utama adalah membawa makanan yang kira kira tidak ada di negara tujuan, tetapi seringpula malah lupa hal hal yang seharusnya dibawa. Dibawah ini beberapa tips kira kira apa yang perlu dan tidak perlu dibawa ke Kuwait :

  1. Banyak bakala/toko yang menjual makanan Indonesia atau mirip makanan Indonesia di Kuwait, sebagai contoh Toko Jakarta dan Toko Ambassador di Kuwait City atau Al Bahah di Fahaheel. Di toko toko ini dengan mudah anda bisa mendapatkan tahu, tempe, indomie, kecap indofood, ikan asin, bumbu pecel, mentega dan lain lain. Bumbu jadi Indonesia kadang ada dan kadang dalam waktu berminggu minggu habis, tetapi sebagai penggantinya banyak bumbu jadi Philipine meskipun namanya agak asing tetapi rasanya mirip masakan Indonesia.

  2. Antara bulan Juni - Agustus adalah musim panas, sampai 45 0 dan Oktober - Desember adalah musim dingin. Bisa dilihat musim panas atau dingin. Jangan sampai bawa baju hangat, jas atau mantel banyak banyak kalau berangkat pada musim panas, pasti aneh sendiri dan jadi tontonan orang kalau anda turun pesawat memakai pakaian musim dingin pada saat musim panas. Baju-baju juga banyak di jual di Kuwait. Baik baju musim panas, dingin bahkan sampai bermerk pun banyak di jual. Harga sih hampir sama dengan Indonesia.

  3. Test kesehatan pada klinik bersertifikat GAMCA, tidak semua klinik diakui oleh negara negara GCC. Silahkan pilih yang terdekat dengan rumah anda

  4. Stamp Visa di kedutaan Kuwait di Kuningan, banyak calonya kalau salah nyerahkan dokumen ke calo bisa jadi prosesnya malah akan berbelit belit. Paling lama 2 hari selesai untuk stamp visa.

Sebelum berangkat anda akan dibawa ke kantor Depnaker, di daerah Pondok Gede untuk pembekalan. Jangan kaget ditempat ini anda akan di training seperti 'Pembantu Rumah Tangga'. Yang memberi training sudah seperti robot, tidak melihat audiencenya skilled worker atau non skill worker, semua diajari sopan santun naik pesawat, cara bangun pagi, menyiapkan makanan untuk majikan, membangunkan anak majikan, membuatkan teh, menyeterika pakaian dan membantu majikan menyiapkan makanan. Sangat populer istilah 'majikan' di lingkungan kantor ini. Semoga tahun ini skilled worker tidak perlu diseret seret ke kantor TKW ini atau pembekalannya dibedakan antara non skill dan skill worker. Oh ya, jangan percaya begitu saja informasi mengenai no tilpun dan alamat KBRI Kuwait atau staffnya yang diberikan oleh kantor ini. Data yang diberikan sudah tidak valid lagi, mungkin buatan jaman Jepang dulu dan diphotocopy sampai sekarang. Lebih baik baca blogger saya atau e-mail saya lebih akurat (by:susy)

Shopping di Kuwait

Bakala
Jual Kebutuhan Sehari Hari


Belanja kebutuhan sehari hari di Kuwait bisa dilakukan di Bakala (semacam warung kelontong) sampai supermarket mewah seperti Gulf Mart, Lulu Market, Sultan Center dan Careffour. Dibanding dengan supermarket mewah, Bakala tetap saja menarik untuk dikunjungi terutama untuk kebutuhan mendadak dan isinyapun sangat lengkap tidak cuma sembako tetapi ada juga peralatan listrik seperti kabel, lampu dan elektronik ringan. Bakala ada dimana mana dan melayani pengantaran sampai rumah kalau belanja dalam jumlah banyak atau besar. Gratis.



Warna Gaun Khas Arab
Ngejreng


Sultan Centres Wholesales terletak di Mangaf Fahaheel, Salwa, Shuwaikh, Salmiya, Farwaniya, Ahmedi dan yang terbesar dan terbaru ada di Sharq. Sangat ramai sekali dan terkadang malah memuakkan harus ngantri terlalu lama seandainya hanya membeli beberapa barang saja. Kwalitas barang yang didagangkan di supermarket rata rata cukup tinggi dan sangat 'western' sekali dan diimport dari segala penjuru dunia, beberapa diantaranya adalah Pttza, Burger, smoked beef dan lain lain. Buah buahan banyak didatangkan dari Syria, buah buahan tropis khas Indonesia sangat mahal sekali tetapi kalau dalam kaleng akan lebih murah. Contoh buah mahal adalah rambutan - 3 butir bisa mencapai KD 1.5, Mangga - minta ampun mahalnya nggak ketulungan.


Sama halnya dengan Indonesia, satuan ukuran timbangan dalam satuan metric seperti Kg dan ons.

Belanja Di Pasar Fahaheel


Pasar (Souk) daging, ikan dan buah umumnya jadi satu dalam satu gedung mewah dan tertata rapi bersih dan jauh dari bau anyir. Ada hall utama untuk mengadakan lelang biasanya lelang dilakukan pagi hari antara jam 07:00 sampai jam 08:00 dengan suasana yang hingar bingar. Al Qouds Fahaheel adalah salah satu contoh pasar tradisional tersebut, Shuwaikh dan Arabian Gulf Road diseberang Amiri Hospital atau disamping Souk Sharq juga ada. Udang besar, ikan besar dan cumi segar adalah hasil tangkapan nelayan yang umum diperdagangkan di souk tersebut dan penjual dengan senang hati akan membersihkan isi perut ikan ikan tersebut kalau anda minta.


Toko toko besar yang menjual elektronik seperti Al Ghanim, atau toko lain di mall yang menjual sepatu olah raga, pakaian, jam tangan dan tas bermerk terkenal sering menjual dengan discount besar besaran sampai 75 % terutama pada saat pergantian musim dingin ke musim panas atau sebaliknya. Bagi yang senang tawar menawar banyak tempat yang menjual dengan harga murah karena tanpa pajak, sebagai contoh adalah pusat penjualan elektronik dan komputer di Hawally. Souq furniture terbesar ada di Farwaniya, dekat terminal cargo Kuwait International Airport. Disini anda bisa mendapatkan barang barang besar dari luar seperti sofa, Tempat Tidur, Lemari Pakaian baik yang harga murah sampai super mahal. Toko yang terkenal di daerah ini adalah Midas, Galleria, Al Ghanim Furniture umumnya menjual furniture America seperti LaZ Boy, Sauder Furniture dan lain lain. Souq traditional seperti Mubarokeeyah banyak menjual aneka kerajinan dari negara GCC dan barang murah lainnya. Asal pandai menawar saja anda akan dapat barang dengan harga miring dan kualitas bagus.

Toko modern seperti IKEA, A to Z, True Value, Kuwait Home Depot, Ace Hardware, Sears juga telah ada di Kuwait dan umumnya terletak di Kuwait City disekitar daerah Al Rai. "Souq Sharq", mungkin dulunya pasar tradisional, tetapi sekarang sudah berubah menjadi gedung megah ditepi pantai dengan toko toko besar seperti Debenhams, Seif's Palace, Sultan Center. Yang suka investasi perhiasan emas, Kuwait adalah tempat yang tepat untuk mborong emas emasan. Katanya sih murah, tapi saya lebih suka perhiasan plastik warna warni, disamping ngirit bisa mencegah dijahatin orang kalau pakai perhiasan plastik. (by: Susy)


Baca Juga :

Perkumpulan TKI

Jangan takut kehilangan jejak teman teman kita dari Indonesia. Di Kuwait banyak perkumpulan atau organisasi yang beranggotakan orang orang Indonesia. Dan organisasi itu semua membuka jalur Yahoogroup untuk saling berkomunikasi. Baik organisasi bapak bapak, ibu ibu, anak sekolah maupun campur aduk dengan minat tertentu ada semua. Sebut saja beberapa organisasi dan mailinglist yang kondang di Kuwait dan timur tengah seperti :

Dan masih banyak yang lainnya. Aktifitasnya juga canggih seperti presentasi ilmiah, presentasi bisnis, mengundang nara sumber dari Indonesia.
Topik diskusi dalam mailing list bisa Kiri, Kanan, Bawah dan Atas pokoknya lengkap dari ramalan cuaca, politik, selebritis, nyerempet nyerempot pornografi sampai yang jauh ke'atas' seperti pengajian, umroh dan haji tergantung siapa yang mancing mancing topik diskusi.


Dengan ber-email ria dapat untuk mengisi waktu luang dan tahu informasi informasi dikalangan orang orang Indonesia. Memang dahulu tenaga kerja Indonesia yang berangkat ke Timur Tengah identik dengan TKW. Bahkan untuk mencari kawan setanah air saja susahnya bukan main. Tapi sejak tahun 2006 tenaga kerja skilled Indonesia mulai berdatangan ke Kuwait dan Timur Tengah. Bahkan sejak tahun itu pula banyak perusahaan di sektor perminyakan di Kuwait juga mulai percaya dengan tenaga kerja Indonesia. (by: Susy)

Baca Juga :