Jumat, 22 Juli 2016

Bayar Toll Preman Di India

Masuk Kota New Delhi Sector 14A
Seluruh Kota Iklannya Semrawut Tidak Tertata Rapi

Perjalanan saya dari Delhi menuju Agra lancar lancar saja. Saya lewat jalan Toll bernama Yamuna Expressway atau Taj Expressway. Katanya baru mulai dipakai 4 tahun lalu, dan toll ini menghubungkan New Delhi - Noida - Agra. Jarak sekitar 165 Km bisa saya tempuh dalam waktu sekitar 2 - 3 jam ke Agra. Total biaya toll yang saya keluarkan sekitar 665 Rupee pulang pergi. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 130.000 untuk total jarak 2 x 165 Km atau 330 Km pp. Relatif murah sebenarnya dibanding Indonesia. Tetapi bagi orang India harga tersebut akan terasa sangat mahal. Sangat logis karena Pendapatan Per Capita India hanya separuh Pendapatan Per Capita rakyat Indonesia. Indonesia sekitar $ 3,362 dan India hanya $ 1,162 (Sumber dari IMF dan World Bank data tahun 2015 - Wikipedia).

Sepi - Padahal Hari Libur
Di Internet Sangat Padat Saat Peresmian
Orang India Kalau Ada Tol Baru Rame Rame Mencoba

Karena mahal tersebut jalan Toll Delhi - Noida - Agra ini bisa saya katakan sangat sepi sekali. Tidak sepadan dengan jumlah penduduk India yang 5 kali lipat dibanding jumlah penduduk Indonesia. Sampai saat ini India masih nomor dua dunia dalam hal 'beranak'. Jumlah penduduk India 1.3 Milyar dan Indonesia hanya 260 Juta penduduk saja. Silahkan kalau mau nambah anak.


Toll Gate Ini Kalau Di India Namanya Toll Plaza
Ada Sopir Yang Tawar Menawar Tarif Toll

Saat pulang kembali ke New Delhi, ada kejadian mengagetkan yang saya alami. Kira kira satu Km setelah gate toll terakhir, mobil saya tiba tiba dicegat ditengah jalan dan diminta minggir oleh seseorang. Saya tahu pasti orang tersebut bukan polisi karena penampilannya klomprot, tanpa seragam dan dekil. Polisi lalu lintas di India bajunya putih dengan penampilan rapi seperti Satpam di Indonesia. Katanya saya harus bayar MCD Toll Tax. Apa pula ini, saya tunjukin karcis toll yang baru saya bayar lunas beberapa menit lalu langsung ditolak. 

"MCD Toll Tax please" 

Nggak mau ribut, langsung saya beri 100 Rupee. Langsung pergi, ngabur tanpa terima kasih dan tanpa memberi uang kembalian. Ya, udah, ikhlasin saja. Jalan saja lagi menuju kota.


Plat Nomor Putih Dan Plat Nomor Kuning
Plat Nomor Kuning Ternyata Memang Harus Bayar

Nyampai di Hotel saya penasaran. Saya tanyakan panjang lebar ke Resepsionis Hotel tentang pungutan liar yang barusan saya alami tadi. Saya penasaran, kenapa mobil saya dicegat dan dipalak Preman. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Orang yang menghentikan dan minta bayaran tersebut resmi dari pemerintah kota New Delhi. MCD Toll Tax itu maksudnya Pajak bagi kendaraan umum dari luar kota yang mau memasuki kota New Delhi. Kalau plat nomor mobil berwarna kuning, berarti kendaraan umum (komersial), harus bayar MCD Toll Tax. Plat nomor berwarna putih berarti kendaraan pribadi, bisa langsung lewat tanpa harus bayar sama sekali.


Plat Nomor Kuning Harus Bayar MCD Toll Tax
Kalau Mau Masuk Kota New Delhi


Lha mobil yang saya pakai ini adalah mobil sewaan, tentu plat nomornya warna kuning. Jadi wajib bayar kalau mau masuk kota New Delhi. Bayarnya memang 100 Rupee untuk Taxi dan mobil SUV/MPV. Yaaa ampyunnnn,  Saya kira preman ternyata petugas negara. Saya kira uang kembalian dikantongi untuk diri sendiri, ternyata bayarnya memang 100 Rupee. 


Coba Lihat Petugas Yang Menghentikan Mobil
Plat Kuning Diatas, Mereka Preman Atau
Pegawai Pemerintah Daerah

Kalau pungutan resmi dari pemerintah kota New Delhi, kenapa petugasnya klomprot, tidak berseragam dan dekil. Kenapa pula Pos pungutannya seperti Warung Rokok dan bahkan mirip WC Umum dipinggir jalan ?. Si mbak resepsionis yang senyumnya mirip artis Bollywood Priyanka Chopra tersebut pura pura nggak dengar. Sambil geleng geleng kepala malah menjelaskan bahwa MCD itu singkatan dari Municipal Corporation Of Delhi. Aturan membayar MCD Toll Tax atau pajak masuk kota bagi kendaraan umum ternyata baru diberlakukan 1 February 2016 yang lalu. 

Oooo gicu to ??? 

Pantas saja petugasnya masih klomprot, belum punya seragam dan pakai sandal jepit.


Truk Dan Bus Cukup Melempar Duit
Nggak Perlu Turun


Siapa Sangka Pos Pungutan Seperti Ini
Milik Pemerintah


Akhirnya Masuk Juga Kota New Delhi

Baca Juga :

4 komentar:

  1. Ada yah pungutan resmi macem begitu?

    Aneh banget-__-'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sampeyan melihat sendiri keseharian penduduk India, anda akan merasa bangga jadi orang Indonesia. Di Jakarta tempat kumuh hanya bbrp spot saja, di New Delhi tempat kumuhnya hanya satu spot saja, yaitu seluruh kota, bahkan seluruh north India.

      Hapus
  2. Hhhh India....
    Temen gw sakit perut pas makan2 di madrash ahahha

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.