Rabu, 01 Oktober 2014

Sepedaku Dicolong Maling Bule

Bersepeda Di Belanda
Iklim Belanda Sangat Berbeda Dengan Indonesia
Ngonthel Seharian Nggak Bakalan Berkeringat
Ada rasa nggak percaya, kaget, heran, marah, sedih dan juga  geli yang bercampur aduk jadi satu saat mendengar kabar sepeda kesayanganku hilang digondol maling. Ini di Belanda bukan di Indonesia dan saksi mata yang menyaksikan mengatakan malingnya Bule sejenis Leonardo D'Caprio. Kalau kejadiannya di tanah air barangkali saya bisa memaklumi, tetapi ini jelas jelas malingnya sebangsa dan setanah air dengan pacar artis artis Indonesia yang sering dimunculkan di acara gossip celebrities SCTV, RCTI, METROTV dan TVONE  .

Sepeda Batavus Baruku Saat Baru Keluar Dari Toko
Nggak Nyangka Dicolong Maling Bule Londo
Sepeda saya memang bermerk terkenal yaitu Batavus. Saya beli setahun lalu di sekitar Presikhaf, Arnhem dengan harga cukup murah karena bukan sepeda baru tetapi barang bekas atau second hand. Merk sepeda Batavus memang sering jadi incaran maling karena kwalitasnya setara dengan sepeda mahal lainnya seperti Gazelle dan Puch. Pada saat saya membeli sepeda setahun lalu memang saya telah diperingatkan oleh penjualnya supaya membeli rantai sepeda yang paling besar dan kuat dengan kunci yang tidak bisa dicongkel. Saya juga diberitahu tata cara mengamankan sepeda cukup dengan merantai body sepeda ke tiang apapun yang kuat.


Dimana Ada Pagar Selalu Dipakai Untuk
Merantai Sepeda
Tapi, karena nggak begitu percaya di Belanda banyak maling sepeda maka saya belikan rantai yang biasa biasa saja, pokoknya murah. Itupun jarang saya gunakan terutama kalau masuk toko toko kecil hanya beberapa menit saja. Apalagi kalau tidak bisa menemukan tiang yang kosong. Di Belanda, tiang atau pagar jembatan saja bisa jadi rebutan. Saya sering menyaksikan sepeda dilemparkan kedalam kanal hanya karena jengkel tempatnya ditempati sepeda lain atau kesulitan mengambil sepeda karena terhalang sepeda sepeda lain.


Korban Kemarahan Orang Belanda
Sepeda Diinjak Injak Sampai Rodanya Peot


Saya kira kebiasaan merantai sepeda ke tiang lampu penerangan jalan dan pagar jembatan hanya di Belanda saja. Ternyata di negara negara Eropa lainnya juga sama saja. Di Berlin Jerman juga luar biasa banyaknya maling sepeda atau sepeda motor. Mudah untuk memperkirakan suatu kota banyak maling atau tidak. Kalau anda melihat sepeda atau sepeda motor diikatkan ke tiang atau pagar dan rantainya banyak atau gede gede mirip rantai kapal, berarti kota tersebut banyak malingnya dan canggih canggih. Jadi, jangan berkecil hati. Di negara negara yang menurut anda majupun juga banyak maling. Saya mengalami sendiri kemalingan sepeda.


Sepeda Kayu
Maling Takut Mencuri Karena Seluruh Belanda
Hanya Ada Beberapa Saja

Pingin tahu tentang dana sosial di negara negara Eropa ? Baca BPJS Inggris, Kenapa Artis Indonesia Kawin Cerai dan Social Dienst, Nganggur Aja Dibayar

Amsterdam, Ada Tiang Pasti Digunakan Untuk
Merantai Sepeda


Rantainya Besar Sekali


Jangan Memasang Rantai Pada Roda Depan
Tapi Ikatkan Pada Body Sepeda

Maling Bule Memang Pinter
Makanya Jangan Merantai Roda Depan


Malingnya Keburu Lari
Belum Sempat Membawa Sepeda


Berlin, Tiang Terlalu Pendek
Biasanya Sepeda Diangkat Keatas
Untuk Melepas Ikatan Rantai


Berlin, Ini Cara Yang Benar
Mengikatkan Sepeda Pada Tiang Tinggi



Sepeda Motorpun Juga Dirantai
Menandakan Bulepun Banyak Yang Berprofesi Maling


Nah, Ini Mengherankan Kenapa Dibungkus
Jangan Jangan Supaya Nggak Ketahuan Pemiliknya

Baca Juga :

14 komentar:

  1. Hahaha menarik mbak Susy,
    Bule londo nyolongan juga rupanya.

    BalasHapus
  2. Di Australia juga kakak saya kehilangan sepeda pak Ardi. Memang dimanapun maling mah teteup maling ya.

    BalasHapus
  3. Namanya juga maling ya diseluruhdunia pun pasti ada lah. Tak usah takjub.

    BalasHapus
  4. Londo wis kere,gak ada jajahan lagI mknya rakyatnya kere

    BalasHapus
  5. Sama, di mana-mana manusia ada yang baik dan ada yang jahat, begitu juga maling, ada di mana-mana, di Rusia pun demikian, ada orang baik ada orang jahat. He he he…!

    BalasHapus
  6. baru tau klu d’belanda sana maling sepeda juga banyak, haha,,lucu liat foto” nya.

    BalasHapus
  7. hahaha . . . artikel yang menarik membuktikan sifat asli manusia yang bisa jahat maupun baik diluar bangsa barat, asia, berkuliat hitam putih, coklat, kuning . . .semua bisa jahat. :)

    BalasHapus
  8. Yg maling itu banyaknya imigran,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah ngeles. Saya sekolah di Belanda 2 tahun saja bisa ngerti, maling, pengamen,prostitusi dan ngemis itu orang asli Belanda. Mereka itu diusir dari rumah dan diopeni Bala Keselamatan karena 'habis' terlibat drugs, hutang dan bikin onar ditempat umum. Nggak bisa lagi bayar sewa rumah karena tunjangan miskin dicabut. Elo nggak bisa lihat hal ini karena turis atau suaminya Londo.

      Hapus
    2. Maling dimana mana ada. Ya benar, umumnya kere di Belanda karena diusir oleh pemilik rumah akibat nggak bisa bayar sewa. Tunjangan Sosial bagi pengangguran nggak cukup lagi buat hidup karena ybs terlibat hutang,drugs atau kriminal. Tunggu ya, nanti saya tuliskan juga cerita tentang tunjangan sosial di Belanda dan negara lain supaya tahu kenapa bule cari istri instant dari Indonesia. Biar tunjangan sosialnya dobel :)

      Hapus
  9. Mas syamsir sama Anonim dua-dua ada benernya kog. imigrant dari Polandia sama Maroko yg slalu di cap gak baek disini, tp bule londo ada juga kog yang nakal. Kmaren dompetku kena pas lagi antri beli roti, trus yg ngantri pada londo semua.

    BalasHapus
  10. senang rasanya membaca blogbund adan keluarga..bisa jalan2 keluar negeri dengan keluarga. Ahh >>iri benar ....jangankan untuk jalan2 ke luar negeri. untuk liburan anak2 ke keong mas juga saya dan suami harus menabung jauh - jauh hari , dan sampai dengan sekarang belum lagi terlaksana. Semua serba mahal..terkadang sayang juga ..tetpai mengajak anak2 liburan juga tidak ada ruginya...ini membuat inspirasi dan motivasi saya untuk bekerja lebih keras dan giat.
    salam untuk keluarga ya bunda

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa yang jelas, sopan dan beradab.