Kamis, 27 Mei 2010

Hwa Ka Ka Ka - Aneka Macam Interview

Sebagai seorang wanita yang tinggal di Timur Tengah, khususnya Kuwait terkadang membuat kita tersenyum sendiri, meskipun terkadang senyum kecut yang sebisa mungkin dipaksakan menjadi senyum manis. Bagaimana tidak tersenyum kecut, dimanapun kita bertemu orang selalu yang ditanyakan pertanyaan pertanyaan yang mustahak dan itu itu juga. Tetapi ada baiknya juga, karena saking seringnya mendengar pertanyaan semacam itu, kalau sedang acara kumpul kumpul atau bertemu dengan kawan, kita bisa tertawa lebar mentertawakan nasib diri kita sendiri atau ngrasani seorang kawan yang baru saja terkena musibah ditanya pertanyaan umum seperti dibawah ini.


Pertanyaan musykila seperti dibawah bisa datang dari siapa saja, baik sesama orang Indonesia sendiri maupun orang asing. Umumnya pertanyaan datang dari sopir Taxi, pelayan toko atau petugas pompa bensin dari Bangladesh, Pakistan, Philipine atau India. Entah kenapa mereka ini sering usil tanya macam macam. Belum pernah sekalipun saya mendapat pertanyaan senada dari orang Arab, khususnya Arab Kuwait. Yang saya ketahui orang orang Arab Kuwait ini begitu baik, santun dan sangat menghargai wanita.


Tidak ada yang salah dengan mereka, baik orang Indonesia yang bertanya kepada  saya maupun expatriate Bangladesh, Pakistan, Philipine dan India yang sering ketemu saya. Expatriate ini umumnya bekerja sebagai sopir Taxi, Pelayan Toko, Penjaga Bakala (Warung), kuli angkut Pasar Jumat atau pasar Mubarakeeyah atau pegawai pompa bensin. 'Default' dalam pikiran mereka semua wanita Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait adalah Pekerja di Rumah Tangga Kuwaitis. Ya, benar… ini adalah efek samping akibat saking banyaknya pemerintah Indonesia mengirim TKW ke Timur Tengah.

Jenis Jenis Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Ke Saya adalah sebagai berikut :

Di Kuwait
  1. Majikanmu Tinggal Dimana ?.     
    Pertanyaan semacam ini umum ditanyakan oleh mbak Sri, mbak Ningsih dan mbak Atik, saudara kita dari Indonesia yang bekerja dirumah tangga Kuwait. Saya tidak tahu sejarahnya, kenapa istilah majikan begitu populer disini dan saya tidak tahu juga kenapa saya ditanya dengan pertanyaan seperti ini.
  2. Majikanmu Baik Sekali Ya ..
    Pertanyaan semacam ini juga sering ditanyakan oleh mbak mbak yang sering saya jumpai seperti diatas atau para sopir taxi Pakistan atau India kalau mereka melihat dandanan kita terlalu over, misal memakai pakaian seperti yang sering dipakai artis hollywood atau memakai perhiasan yang mencolok mata (Note : Saya paling senang memakai gelang plastik aneka warna, terkadang berwarna emas, mungkin saja dikira emas beneran). Kemungkinan juga karena saya kemana mana naik VW Kodok merah butut saya. Di Kuwait sangat sulit untuk mendapatkan driving liscense bagi expatriate wanita.
  3. Kamu Digaji Berapa Oleh Majikanmu.
    Pertanyaan sulit ini paling sering ditanyakan oleh India atau Pakistan, bukan berarti yang dari Philipine tidak pernah tanya pertanyaan sensitif ini, tetapi yang dari India lebih agresif dan sering terdengar. Suami saya juga sering ditanya terutama pada saat ngisi bensin dan dimanapun juga. Hanya masuk ke toko melihat lihat baju saja sudah ditanya hal sensitif seperti ini. Memang wajah saya dan suami terlalu kere sekali.
  4. Suamimu Kuwaitis Ya ?
    Ada saatnya sebagai wanita dandanan kita terlalu menor ditempat yang salah, kadang sopir taxi main tebak saja pada saat saya diturunkan didepan rumah. Nggak salah sih kalau saya ditembak pertanyaan semacam ini karena kebetulan saja rumah saya dikomplek perumahan Kuwaitis di Egaila. Padahal 'sumprit' suami saya asli 'Suroboyo' dan tidak perlu ganti Kuwaitis karena masih Oyee
  5. Cepat... Cepat.... Cepat !!!.
    Ini 100 % kelakuan oknum di KBRI. Karena setiap hari banyak sekali TKW yang datang ke KBRI maka siapapun wanita yang turun dari taxi dipintu belakang akan terkena bentakan agar cepat turun dari taxi dan segera masuk kedalam gedung untuk duduk manis dibangku yang telah disediakan didalam gedung. Mungkin maksudnya agar tidak mengganggu lalu lintas atau acara penataran didalam gedung sudah dimulai sehingga siapapun yang masih diluar gedung terkena bentakan. Nggak salah sih kalau membentak bentak seperti itu, lha wong wajah kita nggak ada bedanya dengan mbak Anik, mbak Tutik dan mbak Titin yang lagi dapat masalah dan ditampung dipenampungan lantai dasar KBRI.
  6. Maari ko ng tulong mo ?
    Wajah kita memang mirip dengan Philipine sehingga setiap ketemu orang selalu yang ditebak pertama kali adalah kita berasal dari Philipine. Are You Coming From Philipine ? No.. No.. No.., I'm moslem from Indonesia.... Biasanya dengan jawaban seperti ini semua urusan langsung beres. Yang dari philipine sendiri sering kali kecele, begitu melihat wajah kita langsung nyerocos bahasa Tagalog dan kita cuma terbengong bengong saja.
  7. Baru Pertama Kali Ini Saya Melayani Orang Indonesia.
    Berkali kali saya mengurus Visa atau beli tiket pesawat ke travel agent di Kuwait, biasanya pegawainya kalau nggak dari Mesir ya dari India. Sering dianggap aneh kalau permintaan saya ke Russia, Netherland atau negara lainnya karena yang sering ditangani adalah pembelian tiket pulang ke Indonesia saja. Akibatnya saya dan suami harus bercerita panjang lebar tentang keindahan alam Indonesia, ekonomi, sosial dan politik dan menjawab semua pertanyaan tentang Indonesia. Pokoknya meng'counter' sebisa mungkin anggapan mereka tentang negeri yang miskin dan penduduknya kemana mana masih memakai koteka dan telanjang dada.
  8. Wow...Suamimu Engineer !!!
    Kalau ketemu Arab, khususnya Kuwaitis kata kata inilah yang sering saya dengar. Ini satu satunya yang membuat saya 'pethentang pethenteng' di Kuwait. Muhandis atau Engineer begitu diagung agungkan dan seolah sangat tinggi sekali harkat dan martabatnya dibanding sarjana yang lain. Entah kenapa orang Arab disini kok menganggap engineer lebih tinggi dari Geologist atau Geophiscist, padahal sebenarnya sama sama sarjana S1.

DI INDONESIA
  1. Passport ! Passport ! Passport !!!!!
    Jenis wawancara ngeyel ini akan terjadi di bandara Cengkareng begitu kita baru saja menginjakkan kaki di Indonesia. Teriakan Passport !! Passport !! dilakukan oleh oknum bandara persis didepan tangga berjalan atau dipertigaan sat kita menuju counter imigrasi untuk cek passport. Sebenarnya orang tersebut cuma coba coba saja kalau ada yang culun menyerahkan passportnya. Sering terlihat ada sekitar 10 orang TKW atau lebih yang dengan lugu menyerahkan passportnya dan digiring agar berdiri menunggu ditempat tertentu.
  2. Pekerja Lewat Sini...!!!
    Ini juga teriakan coba coba oknum berseragam putih hitam di Cengkareng. Saya tidak tahu pasti kenapa orang orang seperti ini bisa masuk kedalam bandara Cengkareng dan menyambut langsung para TKW yang baru turun dari pesawat. Pernah saya iseng mengikutinya dan ketika saya pergi menjauh, oknum tersebut langsung teriak dan gertakannya memang bisa membuat para TKW mengikuti dan menyerahkan passportnya. Dua orang TKW akhirnya memilih mengikuti saya.
  3. Parfum Keluarkan Dari Tas ..!!!
    Ini bukan wawancara biasa tetapi debat kusir. Saya tahu benar bahwa cairan lebih dari 100 ml tidak boleh dibawa masuk kedalam pesawat (Keberangkatan ke Kuwait). Yang saya permasalahkan, kenapa kalau beli parfum di Duty Free sampai 5 botol bisa lolos keatas pesawat sedangkan parfum saya yang cuma berisi seperempatnya saja (sekitar 30 cc) harus disita petugas dan diletakkan ditempat khusus yang berbeda dengan barang sitaan lainnya. Jawabannya jelas, si petugas ingin memakai parfum saya. Anehnya, sebelum menyita yang dilihat adalah tanda keaslian parfum yang ada dibokong botol. Begitu kelihatan parfum asli langsung disita. Lain kali, selalu bawa tas kresek yang ada tulisannya Duty Free.
  4. 1 KD = Rp 22000, Tukarkan Saja di Kuwait Kalau Nggak Mau ..
    Nilai tukar 1 KD (Kuwait Dinr) sekitar Rp 31000. Kalau anda seorang wanita, coba tukarkan mata uang KD anda di Money Changer manapun diterminal kedatangan luar negeri Cengkareng. Apapun money changernya akan menghargai sekitar Rp 22000/KD. Entah kenapa kala pelayannya wanita jawabannya selalu ditambahi 'Kalau Nggak Mau Tukarkan Saja Di Kuwait..!!!'.
Masih ada lagi nggak ya ? Coba yang jujur saja, kalau anda wanita dan tinggal di Timur Tengah, pertanyaan atau perlakuan nomor berapa yang pernah anda alami ? Kalau jawaban anda tidak pernah sama sekali berarti anda berbohong pada diri anda sendiri. Ayo ngacung ……Hwa Ka Ka Ka Ka ....

Rabu, 26 Mei 2010

Amghara - Spare Part Murah Mobil Mewah

Amghara Mechanic
Tinggal Bayar Uang Lelah Saja

Saya akui Indonesia sangat luar biasa kreatif dibanding Kuwait. Mobil rongsok bisa disulap jadi bagus kembali. Di seluruh pelosok Indonesia dengan mudah kita bisa menjumpai tukang kenteng mobil, ada yang bernama Kenteng Magic, Kenteng Dukun atau yang lainnya. Pokoknya tidak ada mobil yang tidak bisa diperbaiki. Semua mobil separah apapun kecelakaannya, selalu saja rongsokannya bisa disulap menjadi baik kembali. Yang rusaknya sudah terlalu parahpun dengan cepat bagian bagian tertentu yang masih baik akan diprotoli dan dilego. Bukan mobil rongsok saja, mobil yang sedang berjalanpun bisa diprotoli kaca spion dan accesoriesnya.

Mercedez Benz Tahun Anyar

Lalu bagaimana dengan di Kuwait ? Di Kuwait, boleh dikatakan kreatifitas masih tertinggal jauh dengan Indonesia. Mobil penyok baru saja kecelakaan bisa saja langsung dibuang pemiliknya atau dinyatakan tidak boleh diperbaiki dan tidak laik jalan lagi oleh polisi. Biaya perbaikan bisa jadi sangat mahal sekali karena kebanyakan tehnisi dan pegawai bengkel adalah expatriate dari luar Kuwait, sudah tentu Labour Cost di Kuwait jauh lebih mahal dibanding di Indonesia. Pemilik mobil dengan cepat akan menghitung, kalau harga perbaikan jauh lebih mahal dibanding harga DP dan angsuran kredit mobil baru, maka lebih baik dibuang saja. Perlu diketahui, harga mobil di Kuwait sekitar 50 % harga mobil di Indonesia.

Sticker Tanda Mobil Harus
Dipotong Dan Tidak Boleh Jalan

Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas maka polisi akan memutuskan mobil masih memungkinkan untuk diperbaiki dan laik Jalan atau harus dikirim ke Junk Yard untuk dipotong potong. Stiker dengan tanda silang merah dan tulisan arab besar akan dipasang dibadan mobil atau dikaca mobil yang menurut saya kira kira berbunyi perintah untuk dipotong jadi dua karena sudah tidak laik jalan lagi. Disini saya benar benar salut dengan ketegasan polisi, apabila telah diputuskan tidak laik Jalan lagi, maka mobil akan segera dipotong jadi dua, bagian depan dan bagian belakang langsung terpisah. Sadis memang, tetapi dengan cara ini si mobil benar benar tidak akan bisa beroperasi kembali di jalanan Kuwait.

VW Kodok Setelah Dipotong
Jadi Dua

Tempat pembantaian mobil diatas bernama Amghara, bisa dicapai melalui Jalan 5 kearah Doha - Kuwait. Ditempat ini berbagai mobil sudah dikelompokkan berdasarkan mereknya, seperti Jaguar, Porsche, Volkswagen, Mercedes dll. Tumpukan mobil bisa sampai 3 susun. Masing masing tempat punya spesialisasi merek tertentu sehingga kalau kita mencari onderdil atau sparepart tinggal ngomong saja dengan tehnisi yang ada, mereka dengan cepat akan membantu melepas onderdil yang kita maksud. Tidak seperti di Indonesia dimana sparepart sudah diprotoli, dibersihkan dan dipajang ditempat bagus untuk didagangkan, di Kuwait kita yang harus memilih diantara tumpukan mobil. Misal kalau kita butuh lampu depan saja, maka kita yang harus mencari sendiri mana yang perlu dilepas. Dan harganya cukup tawar menawar dengan tehnisi yang melepas.

Mercy S 500 Baru
Nunggu Dipotong Dua

Yang mengherankan lagi, jual belinya seperti jual beli ikan di pasar ikan. Suami saya ditanya, mau beli mobil yang bagian kepala atau ekor ?, kalau njawab bagian ekor akan ditunjukkan kemana kita harus memilih dan si tehnisi menawarkan jasa untuk melepas pintu belakang atau tutup bagasi atau melepas roda belakang dari potongan mobil yang kita pilih tadi. Kalau kita jawab bagian depan akan lebih mahal lagi karena ongkos melepas mesin lebih rumit. Di Kuwait, tidak mengenal yang namanya esek esek nomor mesin untuk perpanjangan STNK, jadi kalau mesin rusak, ganti saja dengan mesin baru dari Amghara.

Ditumpuk Tumpuk

Suami saya datang ke Amghara berlima dengan kawan kawannya (semua laki laki) dengan tujuan mencari Compressor AC untuk VW Kodok Merahnya. Dengan mudah bisa ketemu kompresor bekas VW Kodok 2009 yang telah disembelih jadi dua. Tawar menawar dengan tehnisi yang mencopot selalu saja mentok harga terendah KD 25 atau sekitar Rp 750.000. Pindah kemanapun juga selalu harga terendah KD 25 untuk sebuah kompresor AC VW Kodok.


Yang Kulakan Untuk Dikirim Ke
Indonesia

Lama lama ketahuan juga penyebabnya, si tehnisi selalu beranggapan kalau datang ke Amghara berombongan (berlima), maka mobilnya pasti beli patungan dan harga sparepart yang ditawarkan harus bisa dibagi 5 agar bisa patungan masing masing KD 5. Setelah ditanyakan lebih dalam lagi ternyata banyak sekali expatriate di Kuwait yang beli mobil secara patungan dan kalau rusak beli onderdil bersama sama di Amghara patungan juga. Terbukti, seminggu kemudian suami, saya dan anak anak datang kembali ketempat yang sama dan dilayani oleh tehnisi yang sama, si kompresor idaman cuma dihargai KD 15 saja. Murah kan dibanding beli baru ....


Baca Juga :

Jumat, 21 Mei 2010

Mumetnya Mengurus Exit Permit

Tidak semua perusahaan akan memberi bantuan pengurusan Exit Permit di Kuwait dan mau tidak mau harus mengurus sendiri semuanya. Kalau mengurus sendiri jelas sebuah tantangan tersendiri yang harus dilakukan, disamping bingung minimnya informasi tentang lokasi kantor tempat mengurus dan juga bingung mana yang harus didahulukan dulu. Exit Permit hukumnya wajib kalau kita benar benar mau meninggalkan Kuwait untuk selamanya, misal dengan alasan Resign dari perusahaan tempat kita bekerja, terkena PHK atau alasan alasan lain dengan tujuan sama 'Tidak Kembali Lagi Ke Kuwait'.

Kenapa saya mengatakan 'Wajib' karena system administrasi di Kuwait terhubung dengan semua Negara GCC. Kalau anda tidak melakukan proses 'Clearance' untuk mendapatkan Exit Permit dan membatalkan Civil ID dan Residence Permit anda, jangan harap anda bisa bekerja dan masuk ke Negara GCC lain. Nama dan passport anda akan di'Black List' dan wassalam, dan kemungkinan besar kalau anda masuk ke Qatar, Oman, Bahrain atau akan menunaikan ibadah Umroh atau Haji di Saudi Arabia, anda akan mendapat masalah besar di Airport.

Exit permit atau sering juga disebut 'Clearance' adalah surat ijin untuk expatriate sebelum meninggalkan negara tempat kita bekerja atau semacam surat pembatalan kependudukan anda (Residence Permit dan Civil ID). Intinya adalah bahwa sebelum meninggalkan Kuwait kita harus bersih, bebas dari tagihan telepon-air dan listrik, tidak punya tunggakan hutang dengan bank atau pihak tertentu, tidak punya masalah hukum yang nggantung, dan lain lain. Salah satu saja tidak beres berarti anda berkewajiban membereskannya terlebih dulu. Perlu diketahui, ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang datang ke Kuwait sama sekali tidak tahu keharusan menyelesaikan Exit Permit ini, akibatnya setiap hari ada ratusan TKW yang harus ditampung di KBRI.

Jangankan TKW, yang engineer keataspun baru tahu setelah dapat masalah, yaitu Uang Pesangon Tidak Akan Keluar kalau tidak bisa menunjukkan Exit Permit. Biasanya, untuk tenaga kerja kelas kakap seperti ini sering tidak peduli dengan Uang Pesangon dan lebih baik ngabur ke Negara lain karena perusahaan lain sudah menunggu dengan gaji dan benefit yang jauh lebih baik. Data yang saya ketahui untuk tenaga kerja kelas kakap Indonesia yang bekerja di Perusahaan Minyak Cap Manuk (PMCM) menunjukkan bahwa 8 % memilih untuk ngabur dan 14 % mengundurkan diri baik baik dengan memroses Exit Permit sampai tuntas.

Secara garis besar prosesnya adalah sebagai berikut  :
Setelah surat pengunduran diri atau PHK anda terima dari tempat anda bekerja (biasanya dari Human Resource Department), bawa dokumen dan lampiran lampirannya kekantor kantor dibawah ini. Biasanya anda akan terima secarik kertas berisi petunjuk kemana saja anda harus pergi meminta surat clearance ini. Yang bikin ruwet kita nggak tahu letak kantornya.
Catatan : Lokasi kantor silahkan berjuang sendiri, biasanya sopir taxi tertentu sudah paham lokasi kantor yang harus kita kunjungi kalau kita mau jujur sedang dapat cobaan ngurus clearance.
  1. Urus dulu semua urusan dengan internal perusahaan anda bekerja, misal :
    • Medical Dept, untuk memastikan anda sehat seperti pada saat anda bergabung pertama kali. Anda akan terima Dental And Medical Clearance. Kemungkinan hal ini dianggap penting untuk menghitung tambahan pesangon kalau ada kecelakaan kerja. Bukan untuk meng'counter' kalau anda koar koar di mass media di Indonesia bahwa anda digebukin ditempat kerja. Omong kosong itu orang Arab masih suka gebuk gebukan ditempat kerja. Kalau kecelakaan kerja atau sakit masih mungkin.
    • Security Dept, untuk memastikan anda tidak tersangkut masalah security. Anda akan dapat  Security Clearance
    • Transport Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan mobil perusahaan. Anda akan dapat Transport Clearance
    • IT Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan semua barang IT yang anda pakai selama ini seperti radio, computer dll. Anda akan dapat  IT Clearance
    • HR Dept, akan membekali surat surat secukupnya seperti surat pengantar ke kantor pemerintah seperti MOI, Immigration dll. Pokoknya kalau bingung kembali saja ke department ini.
  2. Urus semua urusan dengan kantor pemerintah berdasarkan surat surat pengantar dari HR. Cobaan yang sebenarnya adalah disini karena kita harus berjuang dengan orang lain yang juga berjuang untuk dirinya sendiri dinegeri orang.
    • Criminal Sentence South Farwaniya, pernyataan bebas criminal.
    • Clearance dari Commercial Salhiya. Saya nggak bisa cerita, kenapa harus kesini, semua kertas dalam tulisan Arab.
    • Working Visa Cancellation dan Civil ID Cancellation dari MOI

Kalau lulus dari cobaan diatas dan surat surat sudah distamp oleh semua departemen terkait, tinggal serahkan kembali ke HR Compensation. Tiket pulang ke negara asal, packing barang dan pesangon sudah tidak sulit lagi. Dan selamat berjuang kembali dinegara lain yang lebih menjanjikan.  Sebagai expatriate yang mencari rejeki dinegeri orang, kita harus patuh hukum dan mengikuti aturan yang berlaku. Uraian diatas jelas tidak lengkap, tetapi sebagai gambaran saja karena dinegara manapun kita bekerja maka kita wajib keluar baik baik kalau mau pergi dengan mengurus Exit Permit. Sudah banyak dan bahkan beribu ribu Tenaga Kerja Indonesia diluar negeri, khususnya TKW yang tidak tahu sama sekali hal ini. 'Mau Pulang Saja Kok Dipersulit, saya nggak pernah nyolong, saya nggak punya pinjaman dan saya .........'. Mbak Tatik, Mbak Sri, dan Mbak Uun diatas tidak tahu sama sekali......

Catatan :
Mulai bulan July 2010, seluruh staff dan karyawan Perusahaan Minyak Cap Manuk yang mengundurkan diri atau pensiun akan mendapatkan bantuan untuk proses clearance dari divisi baru di HR. Perusahaan lain wallahualam .....

Selasa, 18 Mei 2010

Aplikasi Residence Permit Untuk Keluarga

Welcome To Kuwait !
Artinya selamat menikmati belantara birokrasi di Kuwait yang sangat menantang dan penuh lika liku terutama bagi pendatang baru yang masih suka terbingung bingung, baik bingung mencari kantor untuk ngurus segala macam urusan administratif tadi, bingung tentang tata cara yang seratus persen berbeda dengan urusan di Indonesia maupun bngung dengan pengumuman bertulisan Arab yang tidak tahu sama sekali artinya. Saya sempat ikut ngantri hampir setengah jam lebih diloket kantor polisi lalu lintas padahal diloket jelas jelas ada tulisan berbahasa Arab yang katanya berbunyi Loket Akan Bukai 3 Jam Lagi !!!!. Welcome To Kuwait, Be ready for Queu And Wait .....

Anggap saja keluarga anda sudah tiba di Kuwait, maka harus segera didaftarkan untuk mendapatkan Residency Permit. Kalau belum tiba di Kuwait harus dipanggil dulu dari Kuwait. Baca : Prosedur Family Visa (Calling Visa)

Dokumen yang perlu disiapkan adalah :
  • Passport Asli  (Istri)
  • Copy Passport halaman pertama (Istri)
  • Copy Passport halaman yang ditempeli Entry Visa (Wife)
  • Family Visa Asli
  • Copy Civil ID
  • Copy Passport Halaman 1 (Suami - sebagai sponsor)
  • Copy Passport Halaman Resident Visa (Suami = sebagai sponsor)
  • Photo (4x6) - 2 buah dengan latar belakang biru. Tetapi bawa yang banyak, bisa jadi kalau istri anda secantik artis sinetron semua petugas minta photo. Beri saja, disini tidak mengenal santet dan teluh.
Bawa semuanya ke kantor Immigrasi. Dimana letaknya ?, silahkan cari sendiri. Kalau diulas detil diblog ini anda tidak akan merasakan 'Welcome To Kuwait' yang sebenarnya.

Note :

Passport asli (istri) akan dibawa ke kantor imigrasi. Jangan lupa membuat photocopy termasuk Family Visanya juga untuk dokumentasi anda selama proses sedang berjalan. Biasanya tanda terima semua dokumen penting yang kita serahkan kurang meyakinkan kita karena hanya secuil kertas kecil.

Untuk karyawan Perusahaan Minyak Cap Manuk (PMCM), bisa minta bantuan Passport Office di Ahmadi kalau nggak mau ribet. Prosesnya jelas lebih sederhana.
  1. Semua dokumen serahkan saja e Passport Office, urusan photocopy halaman mana saja semua ditangani oleh petugas photocopy yang sudah hapal betul mana yang harus diphotocopy. Serahkan saja :
    • Passport Asli (Istri dan anak anak)
    • Family Visa Asli
    • Civil ID (Suami - sebagai sponsor)
  2. Buat appointment untuk Medical Test (Biasanya hari Rabu terdekat setelah menyerahkan berkas). Catat no telpon orang Passport Office yang akan ngantar ke RS Pemerintah. Jangan lupa lakukan konfirmasi sehari sebelumnya. Jangan kuatir, keluarga anda nanti dipandu oleh staff Passport Office pada saat Medical Test.
  3. Bayar biaya Medical Test sebesar KD 18 per orang (KD 5 untuk biaya di Passport Office, KD 10 untuk Medical Test, KD 3 saya nggak tahu pasti untuk apa)
  4. Padasaat anda tiba di RS Pemerintah, semua berkas sudah dibawa oleh petugas Passport Office. Nggak perlu ngantri panjang, biasanya anda akan ikut jalur khusus yang super cepat.
    • Untuk anak diatas 12 tahun akan diperlakukan sama dengan dewasa, yaitu diambil darah dan X-Ray.
    • Jangan lupa bawa catatan imunisasi dari Indonesia kalau anak dibawah 12 tahun. Kalau anda nggak bawa, 'default'nya anak anda akan diimunisasi lagi. Jangan ngeyel, nggak akan dianggap kalau tidak bisa menunjukkan bukti. Ada 2 imunisasi, yang pertama suntik, entah apa yang disuntikkan, katanya 'booster'. Yang kedua tetes polio.
Hasil Medical Test baru bisa diketahui sekitar seminggu. Pastikan kita meninggalkan no HP yang bisa dihubungi oleh Passport Office. Setelah hasil Medical Test keluar, Passport Office akan menghubungi kita.

Step berikutnya, Passport Office akan meminta biaya untuk proses Residency Permit, kalau nggak salah sebesar KD 126 per orang untuk 3 tahun. Setelah anda bayar, baru Residency Visa diproses. Biasanya seminggu paling lama. Setel Residence Visa selesai, tinggal applu Civil ID keluarga kita. Butuh waktu seminggu untuk proses Civil ID kalau nasib baik.

Note :
Biaya diatas hanya patokan saja, bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung nasib dan amal jahiriyah masing masing. Kalau anda belum bayar biaya Residence Visa, dokumen tetap diterima tapi didiamkan saja. Hampir dua minggu saya dulu saling tunggu, saya nganggap sedang diproses dan si petugas nganggap saya nggak niat memroses karena nggak segera bayar.

Sabtu, 15 Mei 2010

Parkir Kuwait Vs Parkir Netherland, Belgia dan Perancis

Semua Mobi Kecil Dan
Parkir Susah Dan Mahal

Ke Eropa naik mobil sewaan benar benar menyadarkan saya. Ternyata saya baru ngerti kalau hidup dan tinggal di Kuwait lebih nikmat dibanding dengan di Eropa, khususnya Belanda, Belgia dan Perancis. Bagaimana tidak nikmat, di Kuwait parkir bisa bebas semaunya tanpa harus bayar. Ada tempat sedikit saja, tinggal surukkan bagian depan mobil nggak usah pikirkan bagian belakang yang masih ditengah jalan. Ilmu burung onta sudah biasa dan jadi pemandangan sehari hari dimana mana. Parkir ditengah jalan juga bisa, berhenti ditengah jalan dan ngobrol dengan mobil lain juga banyak yang melakukan.

Bingung Cari Tempat Parkir

Baca : Cara Cerdas Parkir Di Kuwait, Masalah Parkir Di Kuwait, Parkir Mobil Ala Kuwait. Photo photo disamping ini adalah suasana parkir di Belanda, Belgia dan Perancis agar anda bisa membayangkan dan membandingkan dengan di Indonesia, photo suasana parkir di Kuwait bisa anda lihat pada link diatas. Suasana jalan yang sempit di Belanda dan Perancis juga sebagai ilustrasi betapa berbedanya dengan jalan raya di Kuwait yang lebar sekali.

Jalan Kereta Api, Mobil Dan
Sepeda Jadi Satu - Harus Berbagi

Dibandingkan dengan Indonesia, jelas Indonesia lebih tertib dan teraratur karena punya petugas parkir. Tetapi harus bayar tentunya. Disamping itu hampir semua gedung di Indonesia memiliki tempat parkir sendiri. Lha kalau Kuwait, semua gedung terutama apartment tidak memiliki tempat parkir. Kalaupun ada tempat parkir hanya cukup untuk beberapa mobil saja dan tidak sesuai dengan jumlah penghuni apartment yang memiliki mobil. Untungnya, banyak tanah yang masih kosong disekitar apartment sehingga bisa surukkan mobil dengan posisi malang melintang sesukanya di tanah kosong tersebut. Gratis....., hampir tidak ada pengeluaran untuk parkir di Kuwait, kecuali di Airport.

Lihat, Gimana Cara Keluar
Mobil Merah Ini

Di Belanda dan Perancis, boleh dikatakan penduduknya lebih tertib untuk memarkirkan mobilnya. Tetapi untuk parkir di dua negara ini kita harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Saya harus bayar EUR 21 atau sekitar Rp 240.000 untuk menginap malam hari di basement sebuah gedung sekitar jam 21:00 PM - 08:00 AM. Parkir dipinggir jalan akan lebih mahal lagi, sekitar EUR 4 per jam dan kalau nasib lagi apes bisa didenda polisi lebih mahal lagi seandainya kita parkir lebih lama dari tiket parkir yang telah kita bayar.

Nggak Ada Tukang
Parkir

Sebagai penduduk Kuwait yang diberi kenikmatan jalan besar dan bisa parkir bebas semaunya, terasa sekali begitu susah dan sengsaranya di Belanda dan Perancis. Sengsara yang pertama adalah mencari tempat parkir yang cukup untuk mobil sewaan dipinggir jalan. Mobil yang saya sewa berukuran besar segede Kijang, tetapi tempat parkir dipinggir jalan hanya untuk mobil seukuran Suzuki Karimun, Visto atau Mini Cooper. Kalaupun bisa parkir, biasanya nggak bisa keluar karena  jarak dengan mobil depannya sangat mepet sekali. Capek deh ndorong dulu paling sedikit 4 mobil baru bisa keluar.

Pencet Saja Semua

Sengsara yang kedua adalah bingung luar biasa mengenai cara bayar parkir. Masalahnya, mesin untuk bayar parkir tidak semuanya bagus dan berfungsi. Banyak yang saya jumpai rusak dan bekas dicongkel maling. Dan yang lebih kacau lagi, di Belanda hanya tertulis bahasa Belanda dan di Perancis hanya bahasa Perancis, tampaknya bangga akan bahasa sendiri benar benar diterapkan dikedua negara ini.

Bisa Parkir Nggak Bisa
Keluar - Dorong Sendiri

Di Kuwait hampir semua jalan besar besar baik jalan utama maupun kampung. Tetapi di Belanda jalan jalan cuma satu jalur saja, mobil harus berbagi jalan dengan tram dan sepeda. Dan mobil adalah pihak yang kalah menempati hanya sekitar 20 % dari lebar jalan. Untuk hal ini jelas berlawanan dengan jalur Busway di Jakarta. Mobil 80 %, Bussway 20 %, Sepeda dan pejalan kaki 0 % di Jakarta, artinya Indonesia sangat tidak peduli dengan sepeda dan pejalan kaki.

Tempat Parkir Di Disneyland
Paris - Baru Agak Luas

Di Belgia dan Perancis juga sama saja, tidak saya jumpai jalan yang selebar Tol Jakarta - Cikampek apalagi Fahaheel Expressway di Kuwait. Semua jalan sempit, jalan utama yang menghubungkan Belanda, Belgia, Perancispun tidak ada apa apanya bila dibanding Fahaheel Expressway dan Expressway yang lainnya di Kuwait. Jadi kesimpulannya, nikmati saja hidup di Kuwait. Bukankah pepatah mengatakan "Dimana Bumi Diinjak, Disitu Langit Dijunjung" ?


Baca Juga :